Arsip Tag: josef nae soi

Wagub Josef Nae Soi : Pemprov NTT Serius Tangani Pandemi Covid-19

93 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi sangat serius dalam mengurus dan merespons penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19.

“Kami sangat serius urus Covid-19. Karena itu, jikalau ada rumor yang mengutip pernyataan saya bahwa virus corona itu sama dengan flu biasa. Itu hanya kalimat yang secara spontan saya sampaikan ketika ditanya wartawan,” tandas Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020.

Menurut Wagub Nae Soi, saat dirinya mengikuti kegiatan Musda Partai Golkar NTT beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja ditanya oleh wartawan. “Waktu itu, saya dalam nada kelakar mengatakan bahwa virus corona itu hanya seperti flu biasa. Waktu itu. Nah, konteksnya kalau pernyataan saya itu dikaitkan dengan kondisi hari ini tentu tidaklah tepat,” kata Wagub dan meminta kepada masyarakat tidak perlu ribut-ribut lagi.

“Mari fokuskan energi dan pemikiran kita untuk menangani tidak hanya covid-19 tetapi juga kemiskinan, kebodohan, kemalasan, stunting, demam berdarah dan lain sebagainya,” tandas mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Keseriusan Pemprov NTT lanjut Wagub, dengan menerbitkan sejumlah regulasi mulai dari pembentukan gugus tugas penanganan Covid – 19 di Provinsi NTT yang diketuai Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing yang secara teknis dipercayakan kepada Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Domi Mere dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sebagai juru bicara Covid-19.

“Hari ini, saya bersama Pak Gubernur mendatangi Posko (Pusat Komando) Satgas Penanganan Covid-19 yang terpusat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Inilah bukti nyata keseriusan kami dalam mengurus dan menangani Covid-19,” ucap Wagub seraya berharap agar masyarakat di Provinsi NTT tidak usah takut dan panik.

“Ikuti prosedur yang disampaikan pemerintah dan lakukan social distancing bahkan fisical distancing. Karena itu, anak-anak sekolah diliburkan. Juga para ASN. Libur dan bekerjalah dari rumah,” kata Wagub.

Sebagaimana diketahui Gubernur VBL telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Wali Kota dan para Bupati se-NTT; pimpinan instansi vertikal; pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Swasta nomor 443.1/06/BO2.1 tertanggal 21 Maret 2020 tentang Pengaturan dan Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Provinsi NTT. Salah satu itemnya berbunyi “menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggal atau Work from Home terhitung sejak 24 Maret hingga 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.” (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL Pastikan Tidak Tutup Jalur Penerbangan & Pelayaran

186 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sikap tegas ditunjukkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan tidak menutup jalur penerbangan udara dan pelayaran dari dan ke Kupang juga daerah-daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19.

“Tidak mungkin menutup penerbangan. Karena itu logistik segala macam kita butuh,” tegas Gubernur VBL kepada pers di sela-sela kunjungannya di Dinas Kesehatan Provinsi NTT, di Jalan Palapa Kota Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020.

Menurut Gubernur VBL, justru yang diperlukan adalah pengawasan. “Kita butuh pengawasan; baik pengawasan di pelabuhan dan di bandara. Penutupan, tidak !,” tegas Gubernur sembari menambahkan perlu mengawasi siapa saja dan kemungkinan suhunya dan lain sebagainya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi saat mengunjungi Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Disinggung soal kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak atau Social Distance, mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI mengatakan, perlu peran aktif semua pihak. “Kita harapkan seluruh stakeholder di gereja untuk turut berperan. Terpanggil untuk disiplin diri sendiri; karena itu masalah kita bersama,” ucap Gubernur.

Sedangkan urusan memenuhi kebutuhan pokok di super market, sambung Gubernur VBL, tidak masalah. “Selama pergi ke sana untuk kebutuhan pokok ya tidak masalah. Tetapi jika untuk duduk-duduk santai maka akan dibubarkan. Bapak Wali Kota juga sudah bergerak untuk membubarkan kerumunan orang yang tidak penting,” kata Gubernur.

Ditanya soal kesiapan dan ketersediaan anggaran untuk gugus tugas penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Gubernur VBL mempersilakan untuk bertanya kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT. “Untuk (kesiapan) itu bisa ditanyakan kepada tim yang bertanggungjawab yaitu Pak Kadis Kesehatan,” sebut Gubernur dan mengaku terkait anggaran tidak ada masalah.

Ikut mendampingi Gubernur VBL, Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM. Staf Khusus Gubernur bidang Politik, Dr. Imanuel Blegur; Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Domi Mere, M.Kes. dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Pertama ! Srikandi Pimpin Kanwil Kementerian Hukum dan Ham NTT

159 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Marciana Dominika Jone, S.H., kini resmi menduduki posisi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur usai mengikuti serah terima jabatan (sertijab) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, pada Selasa, 17 Maret 2020.

Dengan sertijab ini, Marciana resmi menggantikan Asep Syarifudin yang sebelumnya menjabat dengan posisi yang sama lebih kurang selama satu tahun satu bulan sejak dilantik 2 Februari 2019 lalu.

Proses sertijab ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Josef Nae Soi, M.M. Dalam sambutannya, Wagub Josef memberi apresiasi kepada Pejabat Baru Marciana Dominika Jone yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur ini sebagai srikandi pertama yang mengukir sejarah baru menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur.

“Selamat menjadi seorang pemimpin perempuan yang hebat. Selamat mengemban tugas mulia sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, kami menanti gebrakan baru dari seorang perempuan hebat yang memiliki kompetensi dan dedikasi mulia untuk bekerja keras dengan pikiran yg cerdas,” ujar Josef.

Wagub Nae Soi juga berterima kasih kepada Asep Syarifudin yang baru dilantik dalam jabatan yang baru sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan HAM Kementerian Hukum dan HAM RI atas segala dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur.

Foto bersama Kakanwil Kemenkumham NTT, Merciana Djone (dari kiri nomor 5 ) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan Forkompinda NTT

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Asep Syarifudin atas segala kontribusi yang telah diberikan secara nyata dalam melaksanakan tugas pokoknya untuk ikut serta membangun Nusa Tenggara Timur yang kita cintai ini,” tambah Nae Soi.

Lebih lanjut Wagub Josef juga menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam bekerja khususnya bagi aparatur sipil di bawah Kemenkumham untuk menghadapi tantangan yang semakin berat.

“Kita masih menemui kenyataan di mana adanya persoalan yang perlu dibenahi. Ini merupakan suatu tekat untuk terus berbenah diri. Kesuksesan perlu direngkuh dalam perjuangan tanpa kenal lelah, berbaur bersama seluruh jajaran dan keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, membangun relasi dengan kantor pusat serta semua komponen terkait merupakan rencana strategis kerja yang terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang kita cintai ini,” jelas pria asal Ngada tersebut.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni, Wakapolda NTT Johanis Asadoma, Unsur Forkopimda NTT, TNI/Polri, Insan Pers dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita (*/Radit/Staf Biro Humas & Protokol Setda Prov. NTT)

Wakil Gubernur NTT Senang Suhu Tubuhnya Normal

94 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi mengaku gembira karena hasil pemeriksaan menggunakan alat pengukur suhu menunjukkan suhu tubuhnya normal.

“Itu salah ciri bahwa tubuh kita masih sehat. Tentu upaya pengukuran suhu ini akan terus diterapkan selama beberapa pekan ke depan di kantor Gubernur sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pendeteksian penyebaran virus corona,” jelas Wagub Nae Soi saat ditemui usai melakukan pengukuran suhu saat menuju ruang kerjanya di Kantor Gubernur NTT, pada Selasa, 17 Maret 2020.

Lebih lanjut Wagub mengimbau agar tempat pelayanan publik lainnya juga tempat ibadah dapat melakukan hal yang sama.

“Minimal di pintu masuk tempat-tempat ibadah, ditempatkan antiseptik untuk mencuci tangan. Kita juga mengajak pemimpin agama agar mengimbau umatnya jika kondisi kesehatannya tidak fit dapat melakukan ibadah di rumah. Untuk sementara kita juga perlu menggalakkan cara bersalaman tanpa kontak fisik secara langsung, cukup dengan menunjukkan sikap hormat misalnya dengan cara mengatupkan tangan di dada atau cara-cara simpatik lainnya,” jelas Nae Soi.

Wagub Nae Soi juga meminta masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap berita-berita yang beredar di sosial media terkait penyebaran virus ini NTT.

“Jagat maya beberapa hari terakhir ramai dengan berita-berita hoaks terkait adanya penderita virus corona di beberapa Rumah Sakit di NTT. Setelah kita telusuri, ternyata berita itu tidak benar,” jelas pria asal Ngada tersebut.

Wagub menghimbau masyarakat NTT tak perlu panik berlebihan. “Tadi malam, kita sama-sama menonton dan menyaksikan di televisi konferensi pers tentang testimoni dari ketiga orang yang telah sembuh total dari penyakit ini bersama dengan Menteri Kesehatan RI. Salah satu yang menarik dari pengakuan mereka bahwa optimisme dan ketenangan diri ternyata dapat meningkatkan imunitas tubuh,” pungkas Wagub Nae Soi.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sipers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Tiga Alasan Wagub Josef Nae Soi Hadir Saat Pesta Emas SMK Swastisari Kupang

156 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi berkesempatan hadir dalam puncak Perayaan HUT ke-50 (Pesta Emas) SMK Swastisari Kupang pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 09.30 WITA—selesai di Aula STIE Oemathonis Kupang.

Saat tiba di Halaman STIE Oemathonis, bersama Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola; Wagub Josef Nae Soi disambut oleh Ketua Yayasan Santu Aloysius, Johanes Assan dan Istri; Ketua STIE Oemathonis, Antonius Ugak; Kepala SMK Swastisari Kupang, Suster Yohana Elu, para guru, siswa, dan alumni. Tak ketinggalan Siswa-siswi SMK Swastisari Kupang menyuguhkan Tarian Likurai asal Kabupaten Belu sebagai tarian penyambutan.

Wagub Josef Nae Soi hadir menggantikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang seharusnya hadir namun berhalangan karena harus bertolak ke Labuan Bajo selama 3 (tiga) hari untuk melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan

Kepada Ketua Yayasan Santu Aloysius, Kepala SMK Swastisari Kupang, Ketua STIE Oemathonis; para Guru, murid, alumni SMK Swastisari Kupang, Dosen dan Mahasiswa STIE Oemathonis Kupang dan undangan lainnya, Wagub Josef Nae Soi saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa alasan hadir dalam Misa Syukur Pesta Emas SMK Swastisari Kupang. “Saya tinggalkan beberapa kegiatan untuk datang dan hadir di sini,” ungkap Wagub Josef.

Misa Ekaristi Pesta Emas SMK Swastisari Kupang dipimpin oleh Romo Sam (alumni SMEA Swastisari)

Alasan pertama, tutur Wagub Josef, ada seorang pemuda bernama Aloysius Assan datang ke Maumere pada tahun 1970 bertemu saya menyampaikan akan mendirikan sekolah. “Saat itu saya masih seorang Guru SMEA dan SMA Maumere dan kami berdiskusi saat itu untuk mendirikan sekolah ini (SMEA Swastisari,red). Saya kenal beliau (Alm. Aloysius Assan) saat beliau masih menjabat sebagai Kepala BP7. Beliau sosok luar biasa!, kuliah hukum namun mendirikan sekolah SMEA,” ungkap Nae Soi.

Alasan Kedua, Nama Pendiri Yayasan Santu Aloysius adalah Aloysius Assan dan nama orang tua Wagub Josef Nae Soi juga memiliki nama Aloysius. “Ini alasan subyektif,” tutur Josef Nae Soi.

Alasan lainnya, “Sejak tahun 1970—sekarang, Saya masih menjadi guru hingga sekarang. Saya masih menjadi pengajar dan mengajar filsafat hukum di Universitas Atmajaya Jakarta ,” beber Wagub Josef Nae Soi.

Kepada para pendidik SMK Swastisari Kupang, Wagub Josef Nae Soi berpesan agar sekolah yang telah berumur 50 tahun ini agar tetap berdiri.

Penanaman Anakan Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi

Wagub Josef Nae Soi juga menyarankan agar SMK Swastisari Kupang dapat mendirikan program studi yang sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap kokoh berdiri. “Pariwisata menjadi prime mover pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT dan NTT saat ini merupakan New Tourism Territory,” pinta Josef Nae Soi.

Perayaan Pesta Emas SMK Swastisari Kupang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Ketua Yayasan Santu Aloysius dan penanaman Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi dan Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola di Halaman SMK Swastisari Kupang.

Penulis, foto dan editor (+rony banase)

Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata ke Australia, Ini Pesan Wagub Josef

201 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Jumat, 6 September 2019, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi resmi melepas 25 Peserta Program Pendidikan Vokasi Pariwisata yang diberangkatkan ke Universitas Griffith, Australia.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dra. Sisilia Sona.

Josef Nae Soi dalam arahannya kepada peserta mengatakan agar para peserta bisa belajar manajemen pariwisata melalui program tersebut.

“Saya mau agar kalian (para peserta) bisa belajar hal-hal praktis mengenai pariwisata di sana. Supaya ketika kembali ke NTT nanti bisa diterapkan. Anda harus mampu mengaplikasikan manajemen pariwisata yang baik,” jelas Wagub Josef.

Ia menambahkan pentingnya mempelajari pariwisata dengan 5 A yakni Atraktif, Akomodasi, Aksesibilitas, Ammenity (kenyamanan dan kenikmatan) dan Awarness (kesadaran).

“Kalian bisa mempelajari bagaimana di Kota Gold Coast ada pasar tradisional yang memikat pengunjung. Kemudian pantai yang menjadi wisata. Ada juga hotel, homestay serta makanan yang disajikan sederhana namun higienis. Anda harus mampu mempelajari pola manajemen pariwisata dan harus menirunya. Anda juga bisa mempelajari bagaimana masyarakat di sana menjaga kebersihan dan tata kelola wisata,” jelasnya.

Wagub Josef menginginkan agar setelah mengikuti program tersebut para peserta bisa membantu pemerintah untuk menularkan cara kerja dan pengelolaan pariwisata yang baik pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT Dra. Sisilia Sona menjelaskan 25 peserta tersebut merupakan hasil seleksi di mana kemampuan bahasa inggris mereka sangat baik.

“25 peserta ini telah melewati beberapa tahapan seleksi. Termasuk TOEFL dengan skor 500 dan juga ada yang melampaui. Mereka akan belajar selama 5 minggu di Australia,” jelas Sisilia.

Sisilia menambahkan, setelah para peserta pulang maka sudah ada perjanjian kerja dengan Pemerintah daerah sesuai dengan bidang apa yang akan mereka kerjakan nanti.

Alberto Selan, salah satu peserta mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah NTT yakni Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakertrans) dalam mengadakan program pendidikan vokasi tersebut dan kiranya Pemerintah diharapkan untuk terus mendukung program tersebut sebagai salah satu cara untuk membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Setelah kami kembali nanti akan ada project dari masing-masing peserta di bidang kuliner, pelestarian budaya dan enterpreneur,” jelas Alberto.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Pengurus PKK NTT Siap Sukseskan Program Pemerintah Provinsi

52 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Pengurus Tim Pengerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTT Periode 2018-2023 dilantik oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, Jumat/25/1/2019 di Aula Fernandes Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Pengurus PKK yang dilantik tersebut diharapkan segera beraksi dalam mensukseskan program-program Pemerintah Provinsi NTT.

Pelantikan Pengurus PKK Provinsi NTT berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 398/KEP/Hk/2018 tertanggal 21 Desember 2018. Disaksikan Ketua PKK Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi melantik Maria Fransiska Djogo selaku Wakil Ketua bersama 48 pengurus yang terbagi dalam empat pokja PKK.

“Saya kira PKK itu penting untuk pembangunan. Ada sinkronisasi program pemerintah daerah dengan PKK. Mereka sangat bagus karena terdiri dari ibu-ibu dengan fokusnya pada pemberdayaan keluarga,” jelas Wagub Josef.

Wagub Josef meyakini, PKK sesuai dengan fungsinya akan berperanan besar dalam proses percepatan pembangunan di NTT. Program-program Perangkat Daerah (PD) dapat berjalan beriringan dan bersamaan dengan program PKK.

Wagub Josef Nae Soi berpose bersama Pengurus PKK Pemprov NTT

“Saya yakin, PKK pasti akan mendukung percepatan pembangunan. Karena ibu-ibu anggota PKK kan daya jangkauannya sampai ke desa bahkan RT. Dukungan dari PKK akan mempercepat pelaksanaan program perangkat daerah,” jelas Josef Nae Soi saat ditemui usai acara pelantikan.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2019/01/25/sjb-kecam-remisi-jokowi-bagi-pembunuh-jurnalis-radar-bali/

Lebih lanjut, Wagub Josef juga menyatakan, Pemerintah mendukung pelaksanaan Program Desa Model dari yang dicanangkan PKK Provinsi. Tahun 2019, PKK harus sudah dapat mulai melaksanakan program tersebut karena sudah dianggarkan.

“Desa model berarti kita akan membuat desa itu jadi contoh. Dengan cara melakukan upaya pemberdayaan masyarakat secara gotong royong serta dukungan anggaran yang memadai sampai masyarakatnya mandiri. Tahun ini sudah dianggarkan dananya,” jelas Wagub.

Wagub mengharapkan agar PKK juga dapat memanfaatkan dana desa dan dana Program Keluarga Harapan (PKH) demi menunjang upaya pemberdayaan keluarga. Kader-kader PKK diharapkan juga terlibat aktif dalam pengawasan pemanfaatan dana-dana tersebut.

“Dana PKH kita naik secara signifikan. Dari Rp 800 miliar tahun 2018 menjadi Rp. 2,9 triliun di tahun 2019. Itu yang kita minta PKK untuk turut me-manage dana itu. Begitu pun dengan dana desa, PKK ikut membantu untuk menyukseskan program-program di desa,” pungkas Wagub Nae Soi.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, dengan struktur pengurus yang lengkap, PKK Provinsi NTT siap menyukseskan semua program-program dari Gubernur dan Wakil Gubernur. Anggota PKK yang menyebar sampai ke kampung-kampung dapat menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan program-program tersebut bersama perangkat daerah terkait.

“Perangkat-perangkat daerah tentunya punya sumber daya manusia terbatas untuk door to door menyebarluaskan program-program Gubernur dan Wakil Gubernur. Kebetulan PKK punya anggota sampai tingkat dasawisma, mereka bisa jadi pewarta dan penyebar luas program-program yang sangat bagus tersebut, ” jelas Julie Laiskodat.

Dalam kesempatan itu, Julie juga mengungkapkan kolaborasinya dengan dinas teknis terkait upaya PKK membangun sumber daya manusia NTT sejak dini. PKK Provinsi akan turun ke desa-desa di seluruh di NTT untuk sosialisasikan pentingnya tanam kelor di pekarangan rumah serta gerakan gemar makan ikan.

“Kedua program ini bertujuan untuk menciptakan generasi NTT yang sehat sejak dini. Untuk kelor, kita bekerja sama dengan dinas pertanian, sementara untuk gerakan makan ikan berkoloborasi dengan dinas perikanan. Namun kita tetap membuka diri terhadap perangkat-perangkat daerah lainnya,” pungkas Julie. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame-Humas Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)