Arsip Tag: motivator indonesia

Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

230 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat merasakan dampak kompleks pandemi tak hanya di sektor ekonomi tetapi sosial dan budaya. Pada saat ini, masyarakat dapat menumbuhkan dalam dirinya berpikir positif dan aksi nyata terhadap kebiasaan baru.

Motivator Merry Riana menyampaikan bahwa berpikir positif dan aksi nyata dibutuhkan dalam menghadapi kebiasaan baru. Pertama, ia mengakui bahwa berpikir positif saja tidak cukup berhasil untuk beradaptasi pada tatanan baru ini.

“Walaupun sebenarnya saya seorang percaya pada personal development, dan saya selalu percaya bahwa kita harus berpikir positif, merasakan hal yang positif, tetapi kadang berpikir positif itu juga ada tempatnya dan ada batasnya,” ujar Merry di Media Center Gugus Tugas Nasional di Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2020.

Ia menganalogikan seorang perempuan yang terpaksa pulang tengah malam. Ketika perempuan akan melewati sebuah gang kecil tampak dua orang dengan memegang golok. Gang tersebut gelap tanpa diterangi lampu.

“Saya tanya, apakah Anda masih berpikir positif, dan merasa tenang bahwa tidak terjadi apa-apa. Apakah anda tetap akan melakukan hal seperti itu? Mungkin anda akan berpikir, ada jalan lain,” ucapnya.

Ia menambahkan apabila gang ini gelap, mungkin ada jalan lain yang lebih terang. “Mungkin ada jalan lain yang harus memutar lebih jauh tapi lebih aman. Anda tidak mau mengambil risiko,” lanjut Merry.

Analogi ini juga perlu diterapkan dalam menghadapi situasi di tengah pandemi. Merry melanjutkan bahwa sekarang ini masyarakat berbicara masa transisi, seperti pembukaan mal dan kantor di Jakarta, dan beberapa tempat yang kembali buka sejak 15 Juni.

Menurut Merry, masa transisi dengan dibukanya kembali tempat-tempat itu sebagai kabar baik. Namun, ia mengingatkan bahwa mal dan kantor yang mulai beroperasi itu kembali beroperasi bukan karena pandemi sudah berhasil dilawan. “Bukan. Tapi karena roda ekonomi dan roda kehidupan harus terus berjalan. Ingat ya, bukan berarti kita sudah menang melawan pandemi,” pesannya.

Ia mengatakan bahwa perjuangan tetap berjalan dan tetap waspada, hati-hati dan disiplin. “Positive thinking boleh, harus malah, tapi dengan takaran yang benar. Jangan berpikir tenang saja tak bakalan sakit. Tenang aja, kan positive thinking tak bakal tertular kok. Yakin deh,” ucapnya.

Namun ia menegaskan bahwa tidak boleh seperti itu. Masyarakat tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan. “Ingat lebih baik mencegah daripada mengobati. Walaupun mungkin sekarang the new normal can be better normal. Walaupun mungkin kesannya ribet, banyak sekali yang harus dilakukan tapi itu untuk kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Merry mengilustrasikan ketika kita berada di luar rumah. Perlengkapan untuk menjaga diri penting untuk dibawa, seperti hand sanitizer, disinfektan, atau perilaku di ruang publik dengan mengantri dan menjaga jarak dengan yang lainnya. “Saya selalu bilang lebih baik ‘parno’ daripada ‘sembrono’. Lebih baik saya jadi orang yang parno daripada saya jadi orang yang sembrono yang nantinya justru membahayakan orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap harus berpikir positif dan tetap harus waspada (kritis). Nah itu yang pertama. Kedua, positive thinking saja tidak cukup dalam menata kebiasaan baru ini. Masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata.

“Nah, ini yang orang salah kaprah. Banyak orang berpikir, kami juga sudah berpikir positif loh. Tapi kok hidup saya tak sukses, terus pikir doang atau dilakukan atau enggak?,” ujarnya.

Merry mengingatkan apabila kita hanya berhenti pada berpikir tanpa ada aksi, hidup tidak akan bisa sukses. “Kamu harus melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendisiplinkan diri untuk tetap mengerjakan apa yang harus kami kerjakan. Ingat, positive thinking hanya berhasil jika dibarengi dengan positive action,” pesannya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

Merry Riana : Terapkan PHK Agar Sukses Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

262 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Motivator Merry Riana mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga kata kunci yang dirangkum menjadi P.H.K agar sukses hadapi dampak Covid-19. Dalam hal ini, arti PHK ala Merry Riana bukan Pemutusan Hubungan Kerja, melainkan Pikiran, Hati dan Kelakuan.

“Tapi, hari ini saya ingin mengubah pandangan itu. PHK adalah cara untuk Anda bisa menjaga motivasi Anda,” jelas Merry di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2020.

Adapun “P” atau Pikiran adalah bagaimana seharusnya masyarakat menjaga pikiran. Menurut Merry, Pikiran ini adalah modal utama seseorang dalam menentukan apa yang akan terjadi dan dilakukan ke depannya, sehingga pikiran selalu menentukan sukses atau tidaknya seseorang.

Melalui pikiran yang positif, maka arahnya pasti selalu positif, begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, Merry meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dengan apa yang dipikirkan.

“Pikiran kita harus dijaga. Apa yang anda pikirkan, itulah yang nantinya akan menjadi kenyataan. Kalau anda berpikir anda gagal, ya benar anda akan gagal. Kalau anda berpikir sukses dan bisa melewati semua ini, anda juga benar, anda akan sukses melewati semua ini. Hati-hati dengan apa yang anda pikirkan,” jelas Merry.

Kemudian adalah Hati. Merry percaya bahwa Hati yang baik, gembira dan penuh suka cita adalah obat. Sebagai contoh, Merry mengisahkan tentang cerita sahabatnya, Tung Desem Waringin yang berhasil menaklukkan Covid-19 dengan pikiran positif dan hati yang bergembira. Oleh sebab itu, menurut Merry, penting bagi setiap orang untuk bersyukur terhadap segala yang telah dimiliki.

“Bersyukur hari ini karena anda masih diberi nafas kehidupan. Uang yang hilang bisa digantikan, tapi jika nyawa yang hilang, maka tidak bisa digantikan. Di saat seperti ini, jauhkan hati yang iri dengki dan egois mau menang sendiri. Isilah hati dengan rasa syukur,” ungkap Merry.

Selanjutnya adalah Kelakuan. Kelakuan dan Tindakan. Merry mengatakan bahwa P. H. dan K, semua ini berhubungan. Dengan P yang positif, H yang positif dan K yang positif akan mempengaruhi apa yang akan terjadi di dalam hidup anda di kemudian hari.

“Apakah anda hingga hari ini adalah orang yang komplain? mau sampai kapan? Sudah banyak yang move on dari komplain menjadi orang yang kreatif. Cari cara gunakan apa yang ada,” jelas Merry.

“Banyak emak-emak yang menjual produk rumahan melalui sosial media. Dari hal yang sederhana bisa menambah penghasilan keluarga. Kalau kamu berpikir tidak punya apa-apa. Ingat dengan apa yang ada pikirkan. Jadi berhentilah komplain,” imbuh Merry.

Selain itu, Merry juga berpesan bahwa mulai sekarang seharusnya masyarakat memahami bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan yang harus dimenangkan. Tantangan yang harus dihadapi dan hidup itu anugerah wajib syukuri.

“Apa yang anda lakukan hari ini, menentukan masa depan anda,” pungkas Merry. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)