Arsip Tag: pesawat sriwijaya air jatuh

Hari ke-9 Tragedi Sriwijaya Air, Tim SAR Kumpulkan 308 Potongan Tubuh

113 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tim Search And Rescue (SAR), Badan SAR Nasional terus bekerja keras melakukan pencarian korban Sriwijaya Air SJ-182 dan berhasil mengumpulkan 308 potongan tubuh (body remains) penumpang.

Dimulai pada pelaksanaan operasi SAR hari ke-9 jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Total temuan obyek pencarian sebanyak 308 human body remains, 58 serpihan kecil pesawat, dan 54 potongan besar.

“Hasil operasi SAR pada hari ini, sebanyak 10 human remains, 4 serpihan pesawat, dan 3 potongan besar pesawat,” papar Kabasarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat konferensi pers di Posko Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, pada Minggu, 17 Januari 2021 pukul 18.40 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Ramli Prasetio-Humas Basarnas Jakarta)

Editor (+roni banase)

‘Black Box’ Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan, Pencarian Korban Tetap Lanjut

88 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya SJ-182 berhasil ditemukan tim SAR gabungan, pada Selasa sore, 12 Januari 2021. Namun, baru satu bagian saja, yaitu Flight Data Recorder (FDR). Kondisinya sudah tidak utuh lagi.

Prosesi penyerahan FDR tersebut diawali dengan konferensi pers oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Thahjono di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, pada Selasa, 12 Januari 2021 pukul 17.30 WIB.

Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi atas kerja keras, sinergitas, dan soliditas hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR.  “Koordinasi yang apik antara TNI, Polri, Basarnas, KNKT, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR,” ucapnya.

Menhub Sumadi juga menyampaikan 3 (tiga) instruksi Presiden terkait pelaksanaan operasi SAR yakni :

Pertama, harus cepat menemukan dan mengevakuasi black box, bagian tubuh para korban, dan potongan pesawat;

Kedua, asuransi dan hak para korban segera diberikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

Dan ketiga, penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional.

Panglima TNI pun kembali menekankan komitmennya bahwa TNI mendukung penuh Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR hingga tuntas. “Operasi SAR sudah kita laksanakan mulai hari Sabtu malam sampai dengan hari ini oleh TNI-Polri dan mitra dalam rangka mendukung Basarnas,” tegasnya.

Kabasarnas dan Panglima TNI saat melihat lebih dekat potongan atau body part Sriwijaya Air SJ-182

Panglima menerangkan, pukul 14.00 WIB, mendapatkan laporan dari KSAL Laksanama TNI Yudo Margono bahwa di area yang sebelumnya sudah ditandai (marking) ditemukan pecahan Underwater Acoustic Beacon (UAB) yang fungsinya  memberikan sinyal. “Saya minta agar FDR yang kemungkinan besar masih berada di sekitar itu untuk terus dicari,” ujarnya.

Selanjutnya, pukul 16.40 WIB, KSAL kembali melaporkan bahwa FDR telah berhasil ditemukan. Yang menjadi orientasi pencarian berikutnya adalah Cockpit Voice Recorder (CVR). “Dengan keyakinan yang tinggi Cockpit Voice Recorder akan segera ditemukan. Operasi ini belum selesai, karena akan terus kita lakukan evakuasi korban termasuk seluruh potongan body pesawat kita upayakan diangkat,” pungkas Panglima TNI.

Di akhir konferensi pers, Panglima menyerahkan FDR yang dibawa KRI Kurau kepada Kabasarnas dan diteruskan kepada Kepala KNKT.

“Saya menyerahkan Flight Data Recorder ini kepada penanggung jawab operasi SAR, Kabasarnas,” tegasnya.

Sementara Kabasarnas mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan unsur TNI, khususnya TNI AL yang telah mengerahkan daya dan upaya sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan baik.

Kabasarnas yang baru saja tiba usai memimpin operasi di Last Know Position (LKP) juga menyampaikan hasil operasi yang didapat. “Kami membawa 24 kantong jenazah, 1 berisi partikel dari pesawat,” ungkapnya.

Terakhir, Kepala KNKT menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dari TNI, Basarnas, dan stakeholder lainnya sehingga dapat menemukan FDR dan kedua beacon VCR.

Data yang ada di dalam FDR itu sangat dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat. Pihaknya mohon doa dari masyarakat agar pengunduhan data FDR yang berlangsung sekitar 2 sampai 5 hari dapat berjalan dengan lancar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Ramli Prasetio–Humas Basarnas Jakarta)

Editor (+roni banase)

Potongan Tubuh, Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Tim Kopaska TNI AL

1.809 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu, juga ditemukan puing-puing pesawat. Tim melaporkan organ tubuh itu diangkat dari bawah air dengan kedalaman 17—20  meter.

Bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat ketika diangkat dari bawah air. “Masih banyak potongan di bawah air,” ungkap Dankima Satkopaska Koarmada I, Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa pada Minggu, 10 Januari 2021, saat mengangkat potongan puing dari bawah air.

Edi mengatakan ada empat tim yang diturunkan Satkopaska membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu. Tim dibagi berdasarkan kapal. Satu tim berada di KRI Teluk Gilimanuk, satu tim di KRI Rigel-933, dan dua tim berangkat menggunakan dua sea rider.

“Sebagian penyelam pernah ikut membantu evakuasi pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada tahun 2018 lalu,” tutur Edy. Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami hilang kontak saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat ini jatuh.

“Ya dekat Pulau Laki,” ujar Menteri Budi Sumadi.

Budi mengungkapkan, arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait upaya pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jokowi ingin proses pencarian Sriwijaya Air SJ182 dilakukan maksimal. “Hari ini kami bersama panglima, basarnas dan TNI AL dan stakeholder akan menuju lokasi. Ini semua atas perintah Pak Presiden pada pukul 5, menginstruksikan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal,” kata Budi di JICT 2, Jakarta, pada Minggu, 10 Januari 2021.

Sementara itu, proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kemajuan. Tim penyelam Kopaska sudah menemukan pecahan pesawat hingga life vest jacket.

“Seperti yang saya sampaikan tadi pagi ketika di dermaga bahwa KRI Rigel sudah menemukan sinyal dan setelah dilakukan penyelaman oleh Kopaska itu sudah ditemukan beberapa pecahan dari pesawat tersebut karena terbukti di sini ada life vest, kemudian warna bagian dari pesawat ada dan juga bagian dari ada registrasinya,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di atas KRI John Lie saat bertolak dari dermaga JICT II. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

Menhub Budi Beber Kronologis Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air SJY182

1.011 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI POLRI, dan stakeholder terkait lainnya, menyampaikan kronologis sementara peristiwa hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/09/serpihan-pesawat-sriwijaya-air-sj182-jakarta-pontianak-ditemukan/

“Kami bersama Ketua KNKT, Basarnas dan TNI-Polri serta stakeholder bandara sedang berada di Soekarno Hatta untuk berkoordinasi. Bahwa telah terjadi hilang kontak pesawat udara Sriwijaya Rute Jakarta-Pontianak call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pukul 14.40 WIB. Untuk itu kami turut prihatin atas kejadian ini,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Sumadi dalam konferensi pers virtualnya di Bandara Soekarno Hatta, pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Menhub Budi menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan arahan langsung untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat tersebut. Saat ini Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan Basarnas, KNKT, TNI-Polri dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya pencarian.

Menteri Perhubungan, Budi Sumadi saat memimpin rapat koordinasi dengan stakeholder terkait

Adapun secara teknis kronologis sementara yang dapat dihimpun sebagai berikut :

  • Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.
  • Pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.
  • Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.
  • Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan : Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.
  • Total penumpang Pesawat 50 orang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi), ditambah 12 orang (6 kru aktif dan 6 ekstra kru).

Saat ini tim penyelamat telah menurunkan sejumlah kapal untuk melakukan pertolongan, yaitu kapal dari KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kapal Basarnas (3 kapal dan 3 kapal karet, 2 sea rider), dan Kapal TNI Angkatan Laut (KRI Lalat, KRI Kurau, KRI Siwar, dan KRI Cut Nyak Dien yang sedang menuju TKP).

“Mohon doa dari seluruh anggota masyarakat agar semua proses pencarian dan penyelamatan agar berjalan dengan lancar,” tutur Menhub Budi.

Untuk informasi bagi para keluarga Korban, dapat langsung menghubungi Hotline Sriwijaya Air (untuk informasi penumpang) : 021-80637817 atau datang langsung ke Posko Terminal 2D Kedatangan Bandara Soetta.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Basarnas Bagus Puruhito, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Dirut AP II Muhammad Awaluddin, Dirut Airnav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno, dan Dirut Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena, serta stakeholder terkait lainnya.(*)

Sumber berita  (*/Biro Kominfopub Kementerian Perhubungan)

Foto utama (*/pixabay)

Editor (+roni banase)

Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak Ditemukan

3.486 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Serpihan pesawat diduga Sriwijaya Air ditemukan di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu siang, 9 Januari 2021.

Dilansir dari merdeka.com, Petugas dan warga menemukan kabel dan serpihan diduga milik pesawat di perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu sore. Petugas gabungan dibantu sejumlah warga menyisir keberadaan pesawat yang hilang kontak di sekitar Pulau Laki.

“Warga menemukan bagian kabel, saat ini sudah dievakuasi,” kata Wakil Ketua Dewan Kabupaten Seribu Jefri saat dikonfirmasi di Jakarta.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengaku, menerima kabar adanya pesawat yang jatuh di sekitar lokasi daerahnya. “Hanya informasi dulu, mungkin saat ini sedang ada pencarian infonya ada yang jatuh, meledak di Pulau Laki,” katanya saat dikonfirmasi, pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Menurutnya, Pulau Laki berada di perbatasan Pulau Tidung dan Pulau Lancang. Informasi jatuhnya pesawat sendiri sekitar pukul 14.30 WIB. “Iya (meledak), jangan terlalu ditanyakan saya juga baru informasi, belum tahu ke lapangan tak semudah di darat,” tutup Bupati Kepulauan Seribu.

Untuk diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak Hilang Kontak. Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Theodora Erika mengatakan sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Berdasar manifestasi penumpang yang diperoleh Garda Indonesia, pesawat nahas Sriwijaya Air SJ-182 tersebut, mengangkut 6 kru dan 58 penumpang, di antaranya diduga terdapat 2 (dua) penumpang asal NTT atas nama Paulus Yulius Kollo dan Umbu Kristian Zai.

Terpisah, Warsito, Humas Basarnas Banten saat dihubungi Garda Indonesia pada Sabtu sore, 9 Januari 2021 pukul 19.59 WITA, menyampaikan pihaknya masih berkoordinasi dengan Basarnas Jakarta.

[9/1 19:59] Garda Indonesia : Ingin konfirmasi kondisi terakhir pencarian bangkai Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Pulau Laki?

[9/1 20:23] Basarnas Banten Sito: Siap..belum dapat informasi, soalnya di-handle Basarnas Jakarta.(*)

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh (*/istimewa)