Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 602
  • comment 0 komentar

Loading

Pemprov NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

 

Ngada | Peristiwa tragis mengguncang dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT) usai seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis siang, 29 Januari 2026.

Bocah naas itu diketahui akrab disapa Yohanes (YBR) meninggal dunia akibat bunuh diri, diduga karena tidak dibelikan buku dan pensil untuk sekolah. Kasus ini menyita perhatian publik nasional dan membuka persoalan serius terkait kemiskinan, akses pendidikan, serta bantuan sosial.

Dilansir dari detikNews, semasa hidupnya, YBR (10) bocah naas tersebut hidup bersama neneknya di pondok bambu reot berukuran sekitar 2×3 meter. Sejak usia 1 tahun 7 bulan, YBR hidup terpisah dari ibunya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat si ibu harus membagi perhatian untuk lima anak. YBR kemudian hidup bersama neneknya (85 tahun) di pondok kecil milik keluarga di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Diketahui, selama 11 tahun tinggal di Ngada, keluarga ini tak tersentuh oleh bantuan sosial hanya karna masalah administrasi KTP. Mereka adalah warga yang tidak terlihat oleh jaring pengaman negara. Birokrasi yang kaku sering kali membunuh lebih cepat daripada rasa lapar. Ketika kertas dokumen lebih berharga dari pada nyawa manusia.

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa keluarga siswa tersebut tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena kendala data kependudukan. Kondisi ini membuat keluarga tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya bisa meringankan beban ekonomi mereka. Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kondisi keluarga korban yang hidup dalam keterbatasan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

Korban diketahui sebagai anak yang cerdas dan rajin belajar. Ia disebut memiliki semangat sekolah yang tinggi meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Fakta ini menambah duka mendalam bagi keluarga, guru, dan masyarakat sekitar.

Kasus ini memicu gelombang empati sekaligus kritik keras terhadap sistem perlindungan sosial dan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal. Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bahwa persoalan kemiskinan struktural, administrasi kependudukan, dan akses pendidikan masih menjadi tantangan besar. Publik mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan karena persoalan ekonomi dan birokrasi.

Gubernur NTT berduka cita dan tegaskan perbaikan sistem perlindungan sosial

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas tewasnya bocah YBR di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada.

Ditekankan Gubernur Laka Lena, peristiwa ini bukan semata-mata tragedi keluarga, melainkan kegagalan kolektif berbagai sistem baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan dalam mendeteksi lebih dini serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Kejadian ini, imbuh Laka Lena, merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan kita bersama, sekaligus pengingat bahwa masih terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Saya berduka cita mendalam dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT,” ungkapnya kepada awak media di Kupang, 4 Februari 2026.

Sejak menerima informasi tersebut, Gubernur Laka Lena telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur Laka Lena pun menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

“Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan,” tegasnya.

Gubernur Laka Lena telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk camat, lurah, kepala desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Provinsi NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegas Gubernur Laka Lena.

Pemerintah Provinsi NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama, demi memastikan NTT menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 98 Desa Terisolasi di Pulau Adonara Nikmati Listrik PLN Lagi Pasca-Badai Seroja

    98 Desa Terisolasi di Pulau Adonara Nikmati Listrik PLN Lagi Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Rab, 14 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Flores Timur, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan 92% jaringan listrik di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan wilayah paling terdampak pasca-Badai Siklon Seroja pada Senin, 5 April 2021. Kini, sebanyak 116 dari 125 gardu distribusi telah berhasil dipulihkan dan 24.352 pelanggan dapat menikmati listrik lagi. Untuk memperbaiki listrik […]

  • Politik Move-On & Gembira ala Kaesang, Kalau Korupsi Disembelih

    Politik Move-On & Gembira ala Kaesang, Kalau Korupsi Disembelih

    • calendar_month Rab, 4 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Partai politik milenial yang membingungkan parpol lain. Ya, wajar saja. Fakta politiknya Kaesang sudah jadi ketua umum PSI. Mau kasih komentar apa pun, faktanya tak akan berubah. Dan realitas politik di PSI ini yang bakal mewarnai peta politik Indonesia sejak 2023 ini dan seterusnya. Fakta ini nampaknya tak terbantahkan. Hampir semua […]

  • Provinsi NTT Urutan Ketiga Program ‘Innovative Government Award’

    Provinsi NTT Urutan Ketiga Program ‘Innovative Government Award’

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) melalui Badan Litbang,  menyelenggarakan kegiatan Indeks Inovasi Daerah atau Innovative Government Award (IGA) dengan melakukan pengamatan, penelitian dan penilaian terhadap inovasi-inovasi di daerah seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan […]

  • Perkara BAKTI KOMINFO, Saksi AQ Jadi Tersangka

    Perkara BAKTI KOMINFO, Saksi AQ Jadi Tersangka

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi AQ, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan uang pada perkara Bakti Kominfo sebesar ± Rp40 miliar yang diduga penerimaan tersebut terkait dengan jabatannya pada Jumat, 3 November 2023 di Gedung Bundar […]

  • IMO Indonesia Desak Transparansi ‘Blank Spot’ Korupsi Kominfo

    IMO Indonesia Desak Transparansi ‘Blank Spot’ Korupsi Kominfo

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia |  Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mendesak penegak hukum untuk transparan dalam memproses perkara dugaan korupsi Base Transceiver Station (BTS) 4G yang disinyalir melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F Ismail mengatakan, sejauh ini perkara dugaan korupsi BTS 4G masih menjadi gunung es yang perlu […]

  • Kantor Bahasa NTT Helat Bengkel Penulisan Terjemahan Bahasa Dawan

    Kantor Bahasa NTT Helat Bengkel Penulisan Terjemahan Bahasa Dawan

    • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menggandeng Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Timor Tengah Selatan (TTS), melakukan kegiatan Bengkel Penulisan Produk Terjemahan bertempat aula Hotel Timor Megah pada tanggal 4—7 September 2021. Kepala Kantor Bahasa NTT  Syaiful Bahri Lubis dalam kesempatan itu mengatakan bengkel penerjemahan […]

expand_less