Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 379
  • comment 0 komentar

Loading

Sudah deal fee 10%, lalu bagaimana cara menyerahkan uang dalam jumlah besar? Transfer jelas tak mungkin. Inilah yang mau saya bahas. Bagian ini, bisa dikatakan seni korupsi paling menakjubkan, hanya ada di negeri ini.

Kalau kemarin kita bahas komitmen fee dari sisi “teori konspirasi warung kopi”, maka sekarang kita buka pintu ke ruang paling remang, cara uang itu diserahkan tanpa menimbulkan jejak digital. Ini bukan sekadar trik, lae. Ini karya seni. Kalau korupsi ada nominasi Piala Citra, bagian ini pasti menang kategori “Sinematografi Terbaik”.

Begini, tong! Transfer bank itu sudah bukan pilihan. Itu semacam mengirim surat cinta ke PPATK sambil nyelipkan nomor kamar hotel. Begitu angka mencurigakan muncul, PPATK langsung panggil KPK, KPK panggil jaksa, jaksa panggil wartawan, wartawan panggil tukang drone, habislah semuanya. Maka para pemain ini kompak, semua harus tunai, cash, gepok demi gepok, lembar demi lembar seperti adegan gangster tapi versi domestik.

Namun tentu saja, kontraktor tidak mungkin datang langsung ke rumah bupati bawa koper, ketuk pintu, lalu bilang, “Pak, ini jatah Bapak.” Terlalu norak. Terlalu gampang ditangkap. Terlalu memalukan kalau masuk berita. Maka muncullah tokoh paling penting dalam ekosistem ini, perantara tingkat dewa. Mereka ini bukan sembarang orang. Biasanya adik kandung, keponakan, ipar, ajudan, atau staf khusus yang kesetiaannya kadang lebih tinggi dari loyalitas pengawal kerajaan.

Kontraktor setor dulu ke perantara ini. Titik temu? Bisa di parkiran mall yang sudah gelap, kafe ujung gang, toko keluarga, atau lokasi “random terencana” seperti bagasi mobil yang ditinggal lima menit. Uangnya disamarkan, masuk kotak sembako, kardus isi durian, tas belanja, kardus bekas air mineral, pokoknya semua barang yang tidak akan bikin orang berpikir “wah, ini pasti uang haram”.

Setelah itu, distribusinya pindah ke jalur ninja. Kadang perantara serahkan ke bos besar malam-malam lewat pintu samping rumah. Kadang lewat vila, kadang di mobil, kadang disisipkan ke acara keluarga. Yang paling epik, amplop tebal masuk barisan angpau pernikahan, padahal penerimanya bukan mempelai tapi “petinggi pembangunan kabupaten”.

Jumlah besar tidak bisa diserahkan sekaligus. Fee miliaran itu dibagi tiga. Awal proyek, SPK, dan progres. Ada juga yang campur mata uang asing biar gepoknya enggak terlalu tebal. Dolar dan Singapura jadi sahabat dekat koruptor.

Yang lucu, meski cara mereka masih zaman batu, cash only, penegak hukum sudah naik level. KPK sekarang mainnya bukan cuma sadap telepon. Mereka pakai forensik digital, mobile forensic, audio forensic, sampai analisis metadata. Pesan “apel lima kilo sudah siap” bisa dianggap kode. Lonjakan gaya hidup perantara bisa jadi pintu masuk. Bahkan lokasi parkir mobil bisa dianalisis dari BTS. Koruptor main petak umpet, tapi yang nyari pakai satelit.

Contoh segar seperti kasus Bupati Lampung Tengah bulan kemarin, fee miliaran berputar lewat kerabat, sebagian cash, sebagian dolar. Disita di rumah, disita di mobil. Klasik, tapi efektif, buat KPK.

Pada akhirnya, seberapa halus pun mereka sembunyi, selalu ada satu momen bodoh, HP lupa dihapus, WA salah kirim, mobil parkir sembarangan, amplop jatuh di lantai. Di situlah rompi oranye memanggil nama mereka dengan penuh kasih.

Semoga ritual gelap ini segera punah. APBD itu harusnya buat rakyat, bukan buat “seni pertunjukan uang tunai tanpa jejak”. Kita tunggu hari ketika korupsi bukan lagi teater absurd, tapi fosil peradaban. Cuma, kapan waktu itu akan tiba? (*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMO-Indonesia Dorong Masyarakat Pers Ikut Seleksi KPK Periode 2024—2029

    IMO-Indonesia Dorong Masyarakat Pers Ikut Seleksi KPK Periode 2024—2029

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dewan pengawas (Dewas) periode jabatan 2024—2029, mengundang Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai calon pimpinan dan Dewas KPK periode 2024—2029. Keterangan tersebut disampaikan Ketua merangkap Anggota Pansel, Muhammad Yusuf Ateh, di lobi gedung utama, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada […]

  • Kampung Adat Lewokluok Flores Timur Disambangi Gubernur VBL

    Kampung Adat Lewokluok Flores Timur Disambangi Gubernur VBL

    • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Kampung Adat Lewokluok di Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur merupakan juara pertama kategori kampung adat terpopuler Anugerah Pesona Wisata Indonesia (API) Award 2021. Kampung Adat Lewokluok yang memiliki salah satu ciri khas yakni Koke Bale, rumah adat berbentuk panggung yang kerap jadi sarana berbagai ritual adat. Rumah itu […]

  • Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    • calendar_month Sen, 15 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Gereja Bait El Kampung Baru Penfui pada Minggu, 14 April 2019 berkesan dan bermakna bagi para Jemaat, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG), dan Gembala Gereja karena hadir sosok seorang Brigjen Pol Joni Asadoma, Wakapolda NTT dan Pdt Dr Merry Kolimon, Ketua Sinode GMIT. Selain itu, […]

  • CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hingga Juni 2023, tercatat 515 kejadian gigitan anjing (terkonfirmasi) pada 28 kecamatan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), wabah rabies telah menyebar di Pulau Timor dan memakan korban 3 (tiga) orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) pun telah menghubungi Menteri Kesehatan untuk memperoleh serum antirabies. Bagi masyarakat, […]

  • Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Hasil rekomendasi rapat di Pusdalops BPBD NTT itu antara lain terkait penanganan logistik dan koordinasi yakni penanganan logistik satu pintu oleh BPBD Provinsi, perlu transportasi khusus dan dispensasi BBM untuk distribusi bantuan.   Flores Timur | Pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan kolom abu vulkanik lebih dari 10 kilometer pada Selasa sore, 17 Juni 2025, maka […]

  • Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

    Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa internasional ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada. Ia menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998, memintanya mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother […]

expand_less