Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Terorisme dan Media Massa

Terorisme dan Media Massa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 30 Des 2020
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Warsito hadi – APN Kemhan

Suksesnya Satgas Tinombala menewaskan Santoso beberapa waktu lalu, belum menyurutkan kelompok radikal di Indonesia untuk berhenti menjadi teroris. Terorisme terjadi karena adanya  akibat dari adanya paham radikal yang sudah tertanam dalam pikiran bertemu dengan lingkungan, pelatihan, logistik, keuangan, pemimpin/tokoh, senjata, dan momentum untuk melakukan sebuah gerakan yang kemudian berujung pada sebuah aksi teror.

Pemahaman Terorisme.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik. Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan.

Terorisme merupakan kejahatan luar biasa, bahkan tergolong sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan serta kejahatan transnasional. Terorisme merupakan tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara luas, atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, yang mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas umum, fasilitas internasional.

Menurut PBB, terorisme adalah sebuah metode yang menimbulkan keresahan dengan menggunakan tindakan kekerasan yang berulang-ulang, dilaksanakan secara semi klandestin oleh individu, kelompok maupun Negara, dengan tujuan kriminal atau politik yang unik, dimana berlawanan dengan pembunuhan – sasaran langsung tindakan kekerasan bukanlah sasaran utama.

Terorisme memliki jaringan yang luas dan merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan nasional serta merugikan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu dilakukan pemberantasan yang berencana dan berkesinambungan.

Sedangkan menurut UU No 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, di mana Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Media Massa dan Terorisme

Media  massa merupakan sarana dan saluran alat komunikasi dalam menyebarkan berita dan informasi kepada masyarakat, di mana media massa memiliki peran yang penting dalam berbagai aspek kehidupan, mengingat fungsinya untuk menyebarkan informasi bagi masyarakat.

Media massa khususnya media sosial (medsos) memiliki kekuatan kuat dalam mempengaruhi pesan-pesan kepada masyarakat, yang mana informasi dan berita dapat mendikte dan mengarahkan masyarakat apa yang harus dilakukan sehingga dampak ini tidak hanya berlaku pada individu, namun juga menimpa kepada masyarakat secara keseluruhan yang mengakses media sosial tersebut.

Dari berbagai perbincangan berkaitan dengan radikalisme di medsos dapat dikatakan bahwa awal tumbuhnya radikalisme antara lain dikarenakan adanya sistem demokrasi yang buruk, kaum kafir adalah musuh yang akan menghancurkan umat beragama dan sebagainya.   Disadari adanya framing yang sengaja  dibentuk dalam medsos antara lain adanya umat beragama tertentu ditindas, didzolimi dan diperlakukan tidak adil dan sebagainya, dan inilah sebenarnya narasi besar yang dapat menumbuhkan paham radikalisme dan esktrimisme dalam masyarakat.

Menurut beberapa pakar medsos, nalar narasi sangat berperan dalam seseorang untuk melakukan ataupun meyakini sesuatu itu atau tafsir atas teks, dan dalam radikalisme yang dilakukan tafsir dalam realitas. Oleh karena itu, interpretasi media sosial tidak pernah memberikan realitas yang sebenarnya sehingga orang sangat mudah percaya medsos tanpa klarifikasi atas narasi-narasi radikal yang tertuang dalam medsos tersebut.

Teror dapat muncul karena tersumbatnya atau tidak lancarnya aliran komunikasi antara pemerintah dan rakyat,  selain itu peran media juga bisa memunculkan teror di mana media kadang memunculkan berita yang tidak baik, tokoh agama dalam menyampaikan khotbah dan  berdakwah yang kurang mendidik dan juga peran aparat penegak hukum yang tidak adil dapat menyebabkan timbulnya aksi teror dan sebagainya.

Pelibatan media massa sebagai sarana yang sangat efektif dalam penanggulangan terorisme, hal ini tidak dapat dilepaskan bahwa media massa merupakan salah satu elemen terpenting “pihak ketiga” yang selalu diperebutkan oleh pihak teroris di satu sisi untuk mempengaruhi dan mengajak masyarakat untuk mengikuti faham radikal mereka melalui berbagai konsten dan doktrin yang menyentuh emosional setiap pembaca, dan di sisi lain pemerintah dengan upayanya melalui media massa menangkal penyebaran faham teroris.

Posisi media massa yang strategis dalam penanggulangan terorisme dikemukakan oleh Paul Wilkinson yang mengatakan, pengaruh media massa pada dasarnya memiliki peran penting dalam menentukan pengetahuan dan persepsi publik untuk mengubah yang salah menjadi benar. Di samping itu, jurnalis harus terus menyadari bahwa dirinya sedang mengemban misi menyampaikan informasi yang bertujuan mengedukasi publik. Bagi kalangan teroris, keberadaan media massa dianggap sangat penting dalam rangka propaganda, sehingga aksi yang dilakukan teroris dapat direkam dan disuarakan oleh media massa.

Akhirnya pemerintah didorong harus bekerja keras dan intensif untuk selalu melakukan pendekatan dan menjalin kerja sama dalam rangka penggalangan terhadap media massa baik cetak, elektronik dan online, termasuk pendekatan terhadap kelompok blogger dan netizen di dunia media sosial.  Selain itu, pemerintah harus juga melakukan edukasi dan literasi kepada pengguna media sosial, karena mereka menjadi titik rentan terutama kelompok milenial yang disasar oleh kelompok radikal dalam mengampanyekan ideologi mereka yang salah satunya melalui jalur media massa yang terus berkembang pesat di Indonesia. (*)

Foto utama oleh kriminalitas.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Benchlearning’ Rudenim Kupang ke Rudenim Jakarta

    ‘Benchlearning’ Rudenim Kupang ke Rudenim Jakarta

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Guna meraih predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Tim Pembangunan Zona Integritas melakukan giat saling belajar dan tukar pengalaman atau benchlearning pada Rumah Detensi Imigrasi Jakarta pada Rabu, 28 September 2022. Benchlearning diikuti oleh Ketua Zona Intregitas Matias Horo, Kepala Rudenim Kupang Heksa Asik […]

  • Pengolahan Limbah Anorganik; Workshop Rotary Club & SLB Karya Murni Ruteng

    Pengolahan Limbah Anorganik; Workshop Rotary Club & SLB Karya Murni Ruteng

    • calendar_month Jum, 3 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng-NTT, gardaindonesia.id– Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng dijadikan sebagai tempat workshop Pengolahan Limbah Anorganik oleh Rotary District 3410 melalui kegiatan Vocational Trip Joint Programe antara Rotary Club (RC) Bandung Siliwangi, R.C. Bandung Kota Kembang, dan R.C. Medan Thamrin. President Rotary Club (RC) Bandung Siliwangi, Rita Isdiantini; Past Presiden (PP) Endang Paminto dari R.C.Bandung […]

  • Ahok Heran Isu Intervensi Kuat Riza Chalid di Pertamina

    Ahok Heran Isu Intervensi Kuat Riza Chalid di Pertamina

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Loading

    Nama Riza Chalid kembali mencuat setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018—2023.   Jakarta | Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku heran dengan anggapan bahwa pengusaha Mohammad Riza Chalid memiliki pengaruh besar hingga bisa mengintervensi PT Pertamina. Mantan Komisaris Utama Pertamina itu […]

  • Tiba 7 September, Simak Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT

    Tiba 7 September, Simak Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Gehak Lakunama Kalake, S.H. MDC. dan Ketua TP PKK/Ketua Dekranasda NTT, Sofiana Milawati bersama keluarga dijadwalkan tiba di Kupang pada Kamis siang, 7 September 2023 pukul 12.45 WITA dan disambut dengan tutur adat atau Natoni. Selain Natoni, Pj Gubernur NTT besutan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan ini […]

  • Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

    Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang boleh berbangga dan berbahagia dapat mengikuti Wisata Lansia pada Sabtu, 13 April 2019 pukul 09.00—16.00 WITA yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Raya Gerejawi Bait El Kampung Baru Penfui Kupang. Wisata Lansia ini diinisiasi sebagai bentuk apresiasi bagi lansia yang telah berkontribusi bagi gereja […]

  • PLN UP3 Kupang Asah Kompetensi Petugas dan Standarisasi Peralatan

    PLN UP3 Kupang Asah Kompetensi Petugas dan Standarisasi Peralatan

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Loading

    Sebanyak 50 personel, termasuk mitra kerja mengikuti rangkaian pemeriksaan APD dan peralatan teknis. Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa setiap pekerjaan di lapangan dilakukan dengan tingkat keamanan tinggi dan sesuai SOP.   Kupang | Mengawali langkah di tahun 2026, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang bergerak cepat memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat. Hal ini […]

expand_less