Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar

Loading

Suhu dingin pada malam hari di NTT diakibatkan karena monsoon Australia mulai aktif, monsoon Australia ini aktif pada April hingga Oktober yang identik dengan musim kemarau, namun berbeda dengan tiga kota di NTT.

 

NTT | Di Nusa Tenggara Timur (NTT), suhu dingin ekstrem memang tidak seperti di daerah pegunungan Jawa atau Papua, tapi ada beberapa daerah dataran tinggi yang terkenal paling dingin — terutama pada malam hari dan dini hari.

Berikut 3 (tiga) kota (dari 22 kabupaten/kota) paling dingin di NTT:

Pertama, Soe (Kabupaten Timor Tengah Selatan – TTS, Pulau Timor)

Kenapa dingin? Soe terletak di dataran tinggi (700–1.000 mdpl). Suhu malam bisa turun hingga 12–15°C, bahkan di musim kemarau bisa lebih rendah.

Pada pagi hari, Soe sering berkabut, embun tebal, kadang suhu “menusuk tulang”.

Fakta unik: Banyak warga Soe memakai jaket atau selimut tebal, terutama bulan Juni–Agustus. Dan Soe pun menjadi pusat produksi hortikultura dingin (sayur, stroberi, dan lainnya).

Selain Soe, Kapan (Mollo Utara) juga memiliki iklim dingin ekstrem. Kenapa dingin? Daerah perbukitan, lebih tinggi dari Soe. Banyak hutan, udara bersih dan angin gunung kuat. Suhu malam sering di bawah 15°C.

Fakta unik: Kapan jadi tempat populer bagi warga Soe yang ingin merasakan udara lebih dingin. Banyak rumah adat di daerah ini memang dibangun tahan dingin.

Kedua, Ruteng (Kabupaten Manggarai, Pulau Flores)

Manggarai berlokasi berbeda dengan Soe. Manggarai berlokasi di Pulau Flores (NTT memiliki 609 pulau [besar dan kecil]). Nah, Pulau Flores merupakan salah satu pulau besar termasuk Pulau Timor (lokasi kota dingin, Soe).

Kenapa dingin?

Terletak di dataran tinggi Flores Barat (1.100–1.300 mdpl). Suhu rata-rata malam bisa turun ke 14–17°C, kadang bisa 12°C di puncak musim kemarau. Pagi hari berkabut tebal, cuaca mendung sering.

Fakta unik:

Ruteng terkenal dengan sawah terasering dan hutan pegunungan. Jadi pusat agrowisata dan perkebunan kopi Flores dengan jenis Robusta dan Arabika. Bahkan kopi Manggarai telah memperoleh perlindungan hukum berupa indikasi geografis dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Ketiga, Bajawa (Kabupaten Ngada, Pulau Flores)

Bajawa lebih dikenal memiliki olahan kopi yang tengah naik daun dan mendunia (seperti kopi Manggarai). Kopi Bajawa pun telah memperoleh indikasi geografis dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Kenapa Bajawa bisa dingin?

Bajawa terletak di ketinggian sekitar 1.100–1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl) — ini mirip Ruteng, bahkan beberapa titik lebih tinggi. Dikelilingi pegunungan vulkanik (Gunung Inerie salah satunya). Suhu malam hari bisa turun hingga 12–15°C, terutama Juni–Agustus. Pagi hari berkabut, angin gunung sering membuat suhu makin terasa menusuk.

Selain itu, Bajawa memiliki spot pemandian air panas yakni Mengeruda terletak di Desa Piga, Kecamatan Soa. Sumber mata air pemandian air panas Mengeruda berasal dari Gunung Ineria dan telah dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 1997.

Fakta unik:

Rumah adat di Bajawa (rumah tradisional Ngada) dibangun dengan struktur tahan angin dingin, beratap tinggi dengan perapian di dalam rumah. Banyak kebun kopi Arabika tumbuh baik karena suhu dingin & tanah vulkanik. Warga lokal terbiasa memakai selimut tebal atau jaket di malam hari.

Komparasi dengan Ruteng & Soe

Ruteng, Soe, dan Bajawa sama-sama punya dataran tinggi dan iklim sejuk/dingin. Suhu ekstrem dingin di Bajawa kurang lebih setara atau sedikit lebih dingin di beberapa spot pegunungan (misalnya Kampung Bena di lereng Inerie).

Di musim kemarau, embun beku tipis kadang muncul di rumput, mirip fenomena di Soe dan Ruteng.

Bajawa memang salah satu titik terdingin di NTT, terutama untuk daerah pegunungan Flores bagian tengah. Kalau diurutkan: Ruteng – Bajawa – Soe bisa dibilang trio “kota dingin” NTT.(*)

Sumber (*/ragam)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Bulan Terpuruk, IMO-Indonesia Siap Gemakan Wisata Nusantara

    9 Bulan Terpuruk, IMO-Indonesia Siap Gemakan Wisata Nusantara

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata 9 (sembilan) bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak merasa turut prihatin. Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F Ismail pada Sabtu, 21 November 2020, menyampaikan industri pariwisata adalah salah satu sektor strategis nasional yang memiliki banyak industri turunan dan […]

  • Rizieq Shihab Serahkan Diri? Dijepit Ketat dan Ditinggal Bohir

    Rizieq Shihab Serahkan Diri? Dijepit Ketat dan Ditinggal Bohir

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ninoy N Karundeng Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dijepit dari segala penjuru oleh Polri, Densus 88, TNI, Brimob, dan tim khusus pemburu. Dengan muka penuh ketakutan MRS berniat untuk datang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 12 Desember 2020. Peristiwa ini disebabkan oleh sikap tegas Polda Metro Jaya. Ketika pengacara datang, dengan gagahnya minta […]

  • 5.000 Hektare Lumbung Pangan di Sumba Tengah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    5.000 Hektare Lumbung Pangan di Sumba Tengah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba-NTT, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 23 Februari 2021, melakukan peninjauan terhadap pembangunan lumbung pangan (food estate) baru di Kabupaten Sumba Tengah. Kawasan lumbung pangan di Sumba Tengah mencakup lahan seluas 5.000 hektare yang 3.000 hektare di antaranya diperuntukkan bagi penanaman padi, sementara 2.000 […]

  • Aksi Heroik Paskibraka asal NTT, Panjat Tiang Bendera saat HUT Ke-74 RI

    Aksi Heroik Paskibraka asal NTT, Panjat Tiang Bendera saat HUT Ke-74 RI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-NTT, Garda Indonesia | Aksi heroik seorang paskibraka asal Desa Alemba Kecamatan Lembur-Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ditunjukkan oleh Herodes Maukesa saat Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih pada Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 15.45 WITA di Lapangan Upacara Kecamatan Lembur. Dilansir dari mahensaexpress.com, berawal saat telah berkumandangnya Lagu Indonesia Raya, tali penggerek di […]

  • Proyek Strategi Nasional PLTU Timor 1 Uji Sistem

    Proyek Strategi Nasional PLTU Timor 1 Uji Sistem

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui PLN UIP NUsra melakukan pengujian sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 berlokasi di Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengujian sistem ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Timor, menopang kebutuhan listrik Pulau Timor, serta menambah daya mampu sistem Timor. Keberhasilan pengujian PLTU […]

  • Mendagri Hormati MK Sahkan Suket Jadi Syarat Coblos  Pemilu 2019

    Mendagri Hormati MK Sahkan Suket Jadi Syarat Coblos Pemilu 2019

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghormati dan menyambut baik terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dengan Nomor Perkara 20/PUU-XVII/2019 yang mengesahkan Surat Keterangan (Suket) menjadi syarat mencoblos pada Pemilu Serentak Tahun 2019. “Kemendagri menghormati Putusan MK yang mengesahkan Surat […]

expand_less