Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Tokoh Papua Barat, Willy Hegemur menyebutkan ada 4 (empat) isu penting yang menjadi akar masalah di Papua yang patut disikapi secara bijak oleh pemerintah.

Willy menyatakan itu dalam acara dialog yang digelar oleh Solidaritas Pemuda Papua dan Ras Melanesia di gedung Balai Pustaka dengan tema ‘Merajut Kebersamaan NKRI Harga Mati’.

Menurut Willy, empat akar masalah Papua tersebut adalah soal diskriminasi dan marginalisasi masyarakat Papua, nasionalisme Papua, state crime and human violation, dan kecemburuan sosial.

“Keempat akar persoalan Papua ini harus disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah, jika tidak ingin Papua lepas dari NKRI yang kita cintai ini,” ujar Willy, di gedung Balai Pustaka, pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Terkait isu diskriminasi dan marjinalisasi Papua, kata dia, pemerintah selama ini seakan acuh terhadap persoalan krusial ini.

“Padahal, kalau mau jujur, masalah diskriminasi dan marginalisasi ini telah lama dirasakan warga Papua, khususnya mereka yang berada di perantauan. Namun, pemerintah melihat persoalan ini sebelah mata,” tutur Sarjana Teknik itu.

Willy pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk belajar banyak dari pengalaman diskriminasi di Afrika dan Amerika Serikat. Sebab, kata dia, dengan mempelajari pengalaman pahit itu, bangsa ini semoga terhindar dari persoalan serupa.

“Kita tidak ingin masalah diskriminasi ini terus berlarut di NKRI tercinta ini, cukuplah pengalaman pahit itu terjadi di Afrika dan Amerika, tapi jangan lagi di negeri tercinta ini,” cetusnya.

Masalah kedua yang tak kalah penting ialah soal Nasionalisme Papua. Menurutnya, pandangan Nasionalisme Indonesia memiliki pemaknaan berbeda dengan yang diyakini warga Papua.

“Jika nasionalisme yang digaungkan para pendiri bangsa adalah Nasionalisme Indonesia yang melingkupi tanah air dari Sabang sampai Merauke, maka yang dipahami masyarakat Papua, justru Nasionalisme Papua itu sendiri,” ucap tokoh Papua Barat itu.

Perbedaan persepsi inilah, ucap Willy, selalu menjadi gesekan yang berbuntut pada keinginan masyarakat Papua untuk menjadi sebuah bangsa sendiri dengan segala harkat dan martabat yang mereka yakini.

Persoalan ketiga, dan yang paling problematik, yakni tentang state crime and human right violation (kekerasan negara dan masalah hak asasi manusia di Papua – red).

Willy menjelaskan, kondisi kemanusiaan yang ada di Papua selama ini begitu mengenaskan. Ini disebabkan pendekatan negara yang terlalu mengandalkan cara-cara militerisme dalam menyelesaikan masalah di Papua.

“Pendekatan militeristis dalam menangani persoalan Papua justru menimbulkan masalah HAM yang cukup serius di Papua,” tandasnya.

Willy meminta kepada pemerintah agar menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi dalam menyentuh konflik yang terjadi di Papua.

“Pemerintah harus menggunakan cara yang lebih halus dan lebih manusiawi agar tidak memicu konflik serius di tanah Papua,” ungkapnya.

Isu yang terakhir kata Willy adalah masalah kecemburuan sosial. “Faktor kecemburuan sosial menjadi penyebab meletupnya kerusuhan beberapa hari belakangan ini,” katanya.

Kecemburuan sosial ini, ujar Willy, dipicu oleh keabsenan negara, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk mengunjungi beberapa daerah penting di Papua, seperti Fakfak.

“Presiden hanya mendatangi beberapa tempat dalam lawatannya, sementara di Fakfak tidak pernah dikunjungi. Ini juga yang melahirkan kecemburuan di masyarakat yang berujung pada kerusuhan di Fakfak beberapa waktu lalu, sebelum merembet ke yang lain,” pungkasnya.

Terakhir, Willy meminta kepada seluruh masyarakat yang mendiami Ibu Pertiwi ini agar mengakui dan menghargai ‘keberbedaan’ Papua, baik itu karena kulitnya, maupun seluruh identitas sosial-budaya yang melekat pada Papua.

“Kami hanya butuh diakui, saya bahkan bangga sebagai Negro-Indonesia. Apakah negara juga ikut bangga?” tutupnya.(*)

Sumber berita (*/HRS—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Loading

    Beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Manggarai dan sekitar mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM dan di pengecer sendiri, BBM (Pertalite) dijual dengan harga selangit.   NTT | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh pelosok negeri. Berbagai langkah proaktif serta upaya mitigasi terus dilakukan […]

  • Bupati TTS Lantik 44 Kepala Desa, Ini Daftar Nama Mereka

    Bupati TTS Lantik 44 Kepala Desa, Ini Daftar Nama Mereka

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia| Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M. Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil sumpah dan melantik 44 kepala desa terpilih di taman rekreasi Bu’at pada Jumat, 14 Januari 2022. Bupati Epi Tahun mengimbau 44 kepala desa yang dilantik agar menjaga kepercayaan masyarakat. Dalam menjalankan tugas, selalu berkoordinasi dengan […]

  • Kumham NTT Terima Empat Penghargaan dari DJPB

    Kumham NTT Terima Empat Penghargaan dari DJPB

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kemenkumham NTT) menerima penghargaan dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Piagam penghargaan tersebut diterima Kepala Kantor Wilayah, Marciana Dominika Jone pada Kamis 25 Agustus 2022 di aula Kanwil DJPB Provinsi NTT pada lantai 6 gedung Keuangan Negara. 4 (empat) […]

  • DPRD TTU Komisi III Studi Banding Layanan BLUD RSUD Atambua

    DPRD TTU Komisi III Studi Banding Layanan BLUD RSUD Atambua

    • calendar_month Rab, 13 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Komisi III DPRD Timor Tengah Utara (TTU) bersama Direktur RSUD TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  melakukan studi banding tentang sistem pelayanan dan tata kelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Kabupaten Belu pada Jumat, 8 Oktober 2021. Ketua Komisi III […]

  • ‘Gerakan Tengok Tetangga’ Aksi Perdiknas Denpasar Bantu Warga Saat Covid-19

    ‘Gerakan Tengok Tetangga’ Aksi Perdiknas Denpasar Bantu Warga Saat Covid-19

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Perkumpulan Pendidikan Nasional Denpasar (Perdiknas) Peduli Covid-19, hadir di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban warga saat pandemi Covid-19, dengan membagikan 300 nasi gratis siap santap pada setiap Selasa dan Jumat. Kegiatan tersebut sebagai program  Perdiknas Denpasar membantu masyarakat di tengah pandemi virus corona dengan tema “Gerakan Tengok Tetangga”, bertempat di […]

  • Perdana! SKO Flobamorata Kupang Kirim Tiga Pelajar Ikut Pelatnas PB PASI

    Perdana! SKO Flobamorata Kupang Kirim Tiga Pelajar Ikut Pelatnas PB PASI

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Menjadi kebanggaan kami dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang dapat mengirimkan 3 (tiga) pelajar berbakat untuk mengikuti pelatnas atletik lari jarak/maraton yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) di Pengalengan Jakarta,” ujar Kepala SKO Flobamorata Kupang Drs. Lambertus Hurek, M.M. pada Sabtu, 1 Februari 2020. Kepada […]

expand_less