Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Universitas Pertahanan & Pemprov NTT Kolaborasi Atasi Persoalan Perbatasan

Universitas Pertahanan & Pemprov NTT Kolaborasi Atasi Persoalan Perbatasan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim peneliti dari LPPM Universitas Pertahanan diketuai Brigjen TNI Agus Winarma, S.IP. , M.Tr. dengan anggotanya, Kolonel Arm Ridwan Gunawan, S.IP., M.Han. dan Letkol Inf. Dr. Triyoga Budi Prasetyo, M.Si. melakukan kunjungan kerja kolaborasi ke Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunker kolaborasi ke Pemprov NTT, Universitas Pertahanan berniat bertemu dan berdialog dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT namun dua pemimpin NTT tersebut sedang dalam tugas sehingga diterima oleh Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin. Kunjungan tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat diterima di ruang kerja Assisten I Setda NTT, pada Senin, 26 Agustus 2019.

Ketua Tim Peneliti Unhan, Brigjen TNI Agus Winarma kepada awak media usai pertemuan dengan Asisten I Setda NTT mengatakan, penelitian yang mereka lakukan merupakan implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia.

Unhan, sebut Agus, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu yang secara organisasi berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia, namun dalam melaksanakan kegiatan akademiknya tetap di bawah pembinaan Kemenristek Dikti.

Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menerima cinderamata dari Brigjen TNI Agus Winarma, S.IP. , M.Tr.

Sebagai dosen Fakultas Strategi Pertahanan, pada tahun 2019 ini, Unhan melakukan penelitian di Wilayah Perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dengan topik “Strategi Pengelolaan Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Dalam Meningkatkan Sistem Pertahanan Negara dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi NTT”.

Untuk itu, dibutuhkan data-data informasi penelitian yang akan dikumpulkan dengan teknik wawancara, kuisioner, dan studi dokumen. “Saya ingin memberikan informasi kepada seluruh masyarakat NTT soal keberadaan Unhan yang sudah berdiri 10 tahun lalu,” ujar Agus.

Agus menyebutkan, Unhan menerima lulusan sarjana (S1) dari kalangan TNI,Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalangan swasta dan kalangan umum untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di kampus tersebut.

Kampus, tempat mereka mengajar itu, memiliki 17 program studi (prodi) dan mahasiswanya berasal dari semua provinsi di Indonesia termasuk dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua mahasiswanya mendapat beasiswa penuh dari negara.

“Sebagai dosen di Unhan kami juga melakukan penelitian, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia. Semua dosen Unhan disebar ke seluruh Indonesia untuk melakukan penelitian. Kami sendiri mendapatkan lokasi penelitannya di NTT dengan fokusnya di Wilayah Perbatasan NKRI-RDTL,” bebernya.

Dalam penelitian nanti, mereka akan mengumpulkan data, baik data sekunder maupun data primer dalam bentuk wawancara Gubernur NTT beserta jajarannya, Danrem 161 Wira Sakti Kupang beserta jajarannya, Bupati TTU, Bupati Malaka, Bupati Belu, termasuk Kepala Distrik Oekusi, Negara Timor Leste untuk mengetahui seperti apa permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan.

Ia mengatakan, penelitian ini untuk menemukan model dalam menyelesaikan masalah perbatasan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Terkait niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawakan kuliah umum di Unhan, Agus berjanji akan menyampaikan hal itu kepada rektornya.

“Kami sangat senang dengan niat baik Gubernur NTT untuk memberikan kuliah umum di Unhan dengan mengundang para bupati di daratan Timor, sehingga kami bisa tahu seperti apa kebijakan gubernur dalam menyelesaikan wilayah perbatasan kemudian dikaji lebih mendalam dari prespektif ilmiahnya,”ungkap Agus.

Pada tempat yang sama, Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menyambut baik kedatangan tim peneliti dari Unhan untuk melihat persoalan–persoalan di wilayah perbatasan antardua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste.

Ahmad berharap, melalui penelitian ini akan melahirkan kolaborasi dan bersinergi dalam rangka menyelesaikan masalah perbatasan antardua negara. “Kemiskinan yang terjadi saat ini harus kita ‘perangi’ bersama-sama secara kolaborasi, tidak saja hanya Pemprov NTT, tetapi juga miliiter melalui LPPM Universitas Pertahanan termasuk pihak swasta ikut berperan maksimal di kawasan perbatasan NKRI –Timor Leste, sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakatnya.

Kepada Tim LPPM Unhan, Ass. I Setda NTT juga menyampaikan niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawa kuliah umum di kampus tersebut dalam waktu dekat ini terkait penyelesaian masalah perbatasan.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan NTT, Linus Lusi dihadapan Tim Peneliti Unhan dan Asisten I Setda NTT memberikan apresiasi langkah akademik yang dilakukan oleh Unhan di NTT. “Mudah-mudahan melalui penelitian ini dapat mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan antarnegara yang hasil kajiannya nanti bisa memberikan rekomendasi komprehensif terhadap lembaga Kementerian Pertahanan RI di Jakarta,” pintanya.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca-Kerusuhan, Aktivitas Dua Bandara di Papua Barat Tetap Normal

    Pasca-Kerusuhan, Aktivitas Dua Bandara di Papua Barat Tetap Normal

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Perhubungan memastikan aktivitas dua bandara besar di Papua Barat tetap beraktivitas normal. Kedua bandara itu yakni Bandara Domine Eduard Osok Sorong dan bandara Rendani Manokwari. http://gardaindonesia.id/2019/08/19/rusuh-terjadi-di-manokwari-perusuh-membakar-sejumlah-fasilitas-umum/ Saat ini, Bandara Domine Eduard Osok Sorong tetap kondusif, Direktorat Jenderal Bandar Udara berkoordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX untuk melakukan pengawasan pasca-kerusuhan […]

  • Kemen PPPA: Pendamping Anak Disabilitas Harus Terapkan Protokol Kesehatan

    Kemen PPPA: Pendamping Anak Disabilitas Harus Terapkan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anak penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan terpapar Covid-19. Kondisi tersebut mengakibatkan mereka membutuhkan perhatian dan upaya perlindungan khusus. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga dan perwakilan dari organisasi penyandang disabilitas telah menyusun Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas dalam Situasi Pandemi Covid-19 […]

  • Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

    Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “Water is the driving force of all nature.” — Leonardo Da Vinci. Bertepatan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2021 kita semua diajak untuk merenung sejenak tentang betapa esensialnya air bagi kehidupan 7,7 miliar umat manusia sedunia. Hari Air sedunia ini diperingati sejak 1993 lalu. Namun, kita juga mesti […]

  • NTT Provinsi Layak Anak? — DP3A Inisiasi Pelatihan Gugus Tugas KLA

    NTT Provinsi Layak Anak? — DP3A Inisiasi Pelatihan Gugus Tugas KLA

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari 22 kab/kota yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya ada 7 (tujuh) kab/kota yang sedang berproses menuju Kota Layak Anak (KLA) yakni Kota Kupang, Kabupaten Ende, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Manggarai Timur, Sikka, dan Kabupaten Ngada (*Sumber : Wahana Visi Indonesia). Mencermati dan menyikapi kondisi tersebut maka […]

  • HUT ke-4 IMO Indonesia, Soliditas Jadi Kunci Melewati Tantangan di Masa Pandemi

    HUT ke-4 IMO Indonesia, Soliditas Jadi Kunci Melewati Tantangan di Masa Pandemi

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia |Ikatan Media Online (IMO) Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-4 pada Rabu, 27 Oktober 2021 mengusung tema “Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dengan Pemberitaan Yang Benar dan Berimbang.” Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub Ismail menekankan bahwa dalam 4 (empat) tahun terbentuk, IMO Indonesia melewati berbagai tantangan dan rintangan. “Kami bersyukur karena memiliki satu semangat, […]

  • Doni Monardo Imbau Taman Vegetasi untuk Atasi Abrasi

    Doni Monardo Imbau Taman Vegetasi untuk Atasi Abrasi

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Pariaman, Garda Indonesia | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau kepada seluruh komponen yang terdapat di daerah, untuk mengedepankan penanaman vegetasi dalam rangka pengurangan kerusakan akibat abrasi. Hal itu dikatakan saat melakukan kunjungan ke beberapa pantai barat di Sumatera Barat pada Kamis, 7 November 2019. “Rusaknya bibir pantai di sepanjang pantai barat […]

expand_less