Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
  • visibility 45
  • comment 0 komentar

Loading

Mama Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya. Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi. Dia punya kisah sukses dan berdomisili di Desa Lemun, Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).

Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini. “Saya mulai usaha saya di tahun  2012. Saat itu saya produksi dan memasarkan dalam bentuk tradisional satu tahun kemudian, saya diajak Bank NTT mengikuti study banding di Malang,” ujarnya memulai diskusi pada Sabtu siang, 19 November 2022 di pusat penjualan UMKM Fularosa, Desa Eban.

Saat itu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian tahap kedua dan terakhir. Eban adalah satu dari empat desa lainnya di TTU yang menjadi peserta festival.

Bersama ibu-ibu lainnya, Mama Yuliana yang saat itu berkebaya biru tua dengan bawahan tais Timor,  tanpa sungkan menyampaikan pengalamannya berusaha. “Saya  buat berbagai macam kue,  keripik  pisang, keripik ubi dan lainnya. Suatu saat, saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik dan aneka usaha lain yang berkualitas,” jelasnya.

Ternyata itu adalah kali pertama dalam hidupnya bepergian dengan pesawat terbang. Di Malang-lah, dia belajar tentang kelebihan orang lain, lalu merombak cara kerjanya. “Kami bertemu dengan beberapa pelaku UMKM di sana yang juga buat keripik, mereka sudah pakai alat yang modern, irisan pisangnya sama dan pisang mereka pun besar-besar. Saya belajar di sana, sehingga sampai Eban, saya buat keripik yang kualitasnya sama. Tapi saya mau jujur, pisang di Timor sini enak-enak,” ujarnya tulus. Dia ke sana melakukan studi tiru mengenai pengolahan keripik, keripik talas, kacang telur, dan berbagai produk lainnya.

Bekal dari sanalah modal baginya sehingga kini usahanya semakin maju. “Usaha saya lebih berkembang, karena Bank NTT membantu kami dalam diklat, study banding, lalu packaging yang baik, bahkan Bank NTT memfasilitasi pembeli untuk datang dan belanja di kami,” jelas mama Yuliana lagi. Tanpa malu-malu, dia menambahkan bahwa Bank NTT sudah banyak membantu.

“Kami sangat senang, terlalu enak, karena mereka cari kasi kami pembeli,” imbuhnya tulus.

Kini usahanya sudah semakin berkembang, keripiknya diorder oleh banyak kalangan, begitu pula aneka kue. “Kami selalu puas karena jualan kami pasti laku. Bermitra dengan Bank NTT ini bagus karena setiap kali kalau ada pameran, kami dilibatkan. Barang-barang yang kami bawa selalu habis. Pokoknya habis semua,” ungkapnya.

Namun jangan dikira keberhasilannya saat ini datang dari proses yang mudah. Tidak. Dia memulainya dari bawah. Beberapa tahun lalu, dia  memiliki  seorang anak yang kuliah di Jogjakarta, dan sudah 3 (tiga) tahun tidak pulang ke kampung. Karena memang mereka tidak punya uang. Dan, tiga tahun pula mereka tidak pernah bertemu muka.

“Kami baru bisa bertemu saat saya dibawa ke Malang. Dibantu Bank NTT, anak saya datang dari Jogja, dan kami bertemu. Saya senang sekali,” ujar Mama Yuliana sosok yang tidak pernah lupa sejarah. Dia membukanya satu persatu, sembari berharap ada orang lain yang juga sukses melebihinya. Saat ini anaknya sudah menamatkan kuliahnya, dengan jurusan yang diambilnya bagus, tentang perbankan.

“Dia sudah pulang, belum dapat kerja sehingga bantu-bantu kami. Adik-adiknya yang lain juga sudah tamat sekolah, dan kami sudah agak ringan,” urainya masih dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya. Jika dulu, dia sering membuat kue, keripik dan aneka camilan lainnya yang dibawa  suaminya untuk jualan keliling kampung,

Kini, Bank NTT sudah menyiapkan sebuah pusat penjualan produk UMKM, namanya UMKM Fularosa, yang dibangun di atas tanah paroki setempat, tepatnya di Desa Eban, Miomafo Barat-TTU. Di lokasi inilah, ada harapan baru bagi mereka untuk menatap hari esok.

***

Eban memang memiliki koleksi perempuan-perempuan tangguh yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Tak hanya Mama Yuliana, melainkan ada juga Mama Serofina Kolo. Dia baru saja bergabung dengan Bank NTT, dalam sebuah program kemitraan.

Perempuan bertalenta ini jago meracik jamu, dan banyak yang sudah merasakan keampuhan tangan dinginnya. “Saya berusaha sejak tahun 2005, dan usaha saya itu adalah jamu jahe kunyit instan, kunyit putih, saya produksi Minyak Gosok Asli Mutis, fermentasi anggur dari buah pisang maupun kulitnya,” tuturnya saat ditemui di Eban, 19 November kemarin.

Jamu dan minyak gosoknya sangat berkhasiat, dan bahkan dia memiliki banyak pelanggan tak saja di Eban melainkan Kefa serta kota-kota sekitarnya. Karena itu, ke depan dia akan mengajukan pinjaman dengan nominal yang lebih besar lagi, untuk mendukung usahanya. “Usaha ini saya semakin besar, banyak yang cocok dengan ramuan ini sehingga dengan bantuan Bank NTT, saya akan kembangkan lagi,” tegasnya menambahkan, dia yakin kalau Bank NTT akan membantunya memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.

“Anak saya tiga orang sudah tamat SMA karena usaha ini, sehingga ke depan saya akan ambil pinjaman lagi. Tahap pertama saya dikasi modal usaha Rp5 juta, lalu tambah lagi Rp.15 juta. Saya mau usaha saya ini berhasil sehingga saya akan ambil lebih besar lagi.”

Jangan ditanya bagaimana cara melunasinya. “Terlalu bisa,” ujarnya singkat. Dia pun tertawa lepas, disambut anggukan sobatnya, Mama Yuliana yang berada persis di sampingnya.

Kini, UMKM Fularosa yang dibangun oleh Bank NTT, menjadi media penampung berbagai produk UMKM warga desa. Romo Ignas Kabosu, Pr., Romo Frengky Atitus, Pr., Leonardus Kefi selaku perangkat desa Eban, dan Ketua BPD Yuniperus Anin serta Rince Nesi selaku Kepala Capem Eban, hari itu ikut men-support mereka.

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lokasi Teroris Mujahidin Indonesia Timur Terdeteksi, Satgas Terus Buru

    Lokasi Teroris Mujahidin Indonesia Timur Terdeteksi, Satgas Terus Buru

    • calendar_month Rab, 19 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah masih terus diburu Satgas Madago Raya usai melakukan pembunuhan keji terhadap beberapa petani. Polri menyatakan telah mengetahui lokasi di mana anggota MIT biasa beraksi. “Loh sudah tahu sebenarnya (lokasi Ali Kalora dan kawan-kawan). Wilayah mereka bermain itu aparat keamanan […]

  • “PERTAMA KALI” Cristiano Ronaldo Kunjungi Kupang

    “PERTAMA KALI” Cristiano Ronaldo Kunjungi Kupang

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Pemain sepakbola profesional Portugal yang bermain di klub Arab Saudi Al-Nassr FC sebagai penyerang dan juga kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo bakal mengunjungi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan pemain terbaik dunia dan secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa, memenangkan 5 (lima) penghargaan Ballon d’Or[cat. 3] dan […]

  • 375 Calon Mahasiswa Baru Ikut Seleksi PMB UPG 1945 NTT

    375 Calon Mahasiswa Baru Ikut Seleksi PMB UPG 1945 NTT

    • calendar_month Jum, 14 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, kembali mengadakan seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) gelombang pertama tahun akademik 2019/2020, pada Jumat, 14 Juni 2019 di Kampus UPG 1945 NTT. Seleksi ini berlangsung dalam 3 tahap yaitu Tes Akademik, Wawancara, dan Tes Kesehatan untuk calon mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. […]

  • Teken Pedoman Implementasi UU ITE, Mahfud : Bisa Lindungi Masyarakat

    Teken Pedoman Implementasi UU ITE, Mahfud : Bisa Lindungi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 23 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Kapolri, dan Jaksa Agung resmi menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Pedoman Kriteria Implementasi UU ITE. Adanya pedoman ini diharapkan penegakan hukum terkait UU ITE tidak menimbulkan multitafsir dan dapat menjamin terwujudnya rasa keadilan masyarakat, sambil menunggu RUU masuk dalam perubahan Prolegnas Prioritas Tahun 2021. Petunjuk teknis […]

  • Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    Gerakan Anti ‘Tot Tot Wuk Wuk’, Polri Resmi Stop Sirene Pejabat

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, meskipun ada undang-undang yang mengatur, penggunaan sirene harus memperhatikan kepatutan. Ia mencontohkan Presiden Prabowo Subianto yang kerap ikut macet dan berhenti di lampu merah jika tidak ada keperluan mendesak.   Jakarta | Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di media sosial yang menolak penggunaan sirene dan strobo kendaraan pengawalan pejabat membuat […]

  • Wakil Wali Kota Kupang : Tidak Ada Izin Pesta Selama PPKM Level IV

    Wakil Wali Kota Kupang : Tidak Ada Izin Pesta Selama PPKM Level IV

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta dan acara yang berpotensi timbulkan kerumunan selama PPKM Level IV. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat evaluasi PPKM Level IV tingkat Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, pada Kamis, 19 Agustus 2021. […]

expand_less