Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Wakil Bupati Gugat Bupati 25,5 Miliar Rupiah

Wakil Bupati Gugat Bupati 25,5 Miliar Rupiah

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • visibility 523
  • comment 0 komentar

Loading

Di Jember, kota tembakau yang aromanya bisa bikin pabrik rokok berdiri sambil hormat, sejarah politik baru saja mencatat satu kejadian langka yang bikin kitab tata negara minta cuti. Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto resmi menggugat Bupati Jember, Muhammad Fawait, dengan tuntutan ganti rugi Rp 25,5 miliar. Ya, cak. Bukan salah ketik. Bukan Rp 25,5 juta. Ini miliar. Nolnya panjang, egonya lebih panjang.

Padahal, beberapa bulan lalu mereka ini satu paket Pilkada 2024. Satu baliho. Satu senyum. Satu jargon. Satu sumpah jabatan. Diusung koalisi raksasa berisi 15 partai politik: Gerindra, PKB, Golkar, NasDem, PKS, PPP, PAN, Demokrat, PSI, Garuda, PBB, Gelora, Buruh, PKN, dan satu dua partai kecil yang logonya lebih sering salah cetak. Koalisi raksasa ini melawan Hendy Siswanto–Balya Firjaun Barlaman yang diusung PDIP. Koalisi ini bukan koalisi, tapi prasmanan politik. Semua ada. Semua makan. Semua foto.

Rakyat Jember memilih mereka sebagai duet maut. Bupati dan wakil. Ibarat tape Jember, satu singkong, dua proses, satu rasa manis. Tapi rupanya, begitu fermentasi kekuasaan dimulai, yang keluar bukan manis, tapi pahit. Tape politiknya basi sebelum matang.

Masuk periode pemerintahan 2025–2030, drama dimulai. Wakil bupati merasa dirinya bukan wakil, tapi Wi-Fi kantor, ada. Tapi, sengaja dilemahkan sinyalnya. Ia mengaku dipinggirkan secara sistematis. Tak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis. Akses kewenangan mengecil. Koordinasi serasa baca pesan tapi cuma centang satu. Secara fungsi ada, secara praktik seperti figuran sinetron.

Lalu datanglah gugatan. Bukan kaleng-kaleng. Rp 24,5 miliar kerugian materiil dituntut. Alasannya rinci. Biaya politik Pilkada, operasional, transportasi, akomodasi, honor tim hukum, sampai ongkos bolak-balik menjaga martabat. Lalu ditambah Rp 1 miliar kerugian immateriil, karena nama baik, kehormatan, dan harga diri wakil bupati dianggap terluka. Total Rp 25,5 miliar. Harga perasaan di Jember ternyata sudah naik, cak, inflasinya brutal.

Bukan cuma bupati yang digugat. Djoko juga menggugat seorang warga bernama Agus Mashudi senilai Rp1,5 miliar, sebagai buntut gugatan awal soal perjanjian pembagian kewenangan bupati–wakil bupati. Ini bukan konflik satu lawan satu. Ini battle royale versi hukum perdata. Semua saling lempar pasal, bukan lempar sandal.

Inilah mungkin satu-satunya daerah di Indonesia di mana wakil kepala daerah menggugat kepala daerah yang masih satu periode, satu pelantikan, satu tanda tangan sumpah jabatan, dan mungkin dulu satu mobil kampanye. Biasanya konflik politik diselesaikan lewat rapat tertutup. Di Jember, lewat Pengadilan Negeri. Lengkap dengan hitung-hitungan rupiah yang bikin bendahara daerah ikut nyeri ulu hati.

Ironinya, semua ini terjadi di tengah rakyat yang dulu diyakinkan bahwa koalisi besar adalah jaminan stabilitas. Nyatanya, koalisi besar tanpa pembagian peran yang jelas Cuma jadi kandang ego. Banyak partai, banyak janji, tapi satu kursi diperebutkan auranya, bukan Aura Kasih ya. Wakil ingin diakui, bupati ingin dominan, rakyat cuma ingin jalan tidak berlubang.

Jember pun resmi naik kasta. Dari kota tembakau menjadi kota gugatan. Dari daerah agraris menjadi ladang konflik elite. Dari romantika Pilkada menjadi opera sabun politik berjudul: Satu Paket, Dua Ego, Dua Puluh Lima Setengah Miliar.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

    Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : RD. Mikhael Valens Boy Pengenalan akan adat istiadat dan kebudayaan ‘purba’ dari sebuah masyarakat tradisional membantu masyarakat modern menemukan dan mengenal ‘akar-akar’ filosofi hidupnya sendiri. Toh, manusia zaman dahululah yang ‘melahirkan’ manusia zaman sekarang. Ada banyak pola berpikir dan bertindak manusia modern yang sesungguhnya berakar pada budaya dan peradaban yang telah dihayati oleh […]

  • Ibu Ani Yudhoyono Wafat di National University Hospital Singapura

    Ibu Ani Yudhoyono Wafat di National University Hospital Singapura

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono (66), meninggal dunia di National University Hospital (NUH), Singapura, hari ini, Sabtu (01/06/2019) pukul 11.50 waktu setempat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/05/31/dirawat-icu-nuh-singapura-kesehatan-ibu-ani-yudhoyono-sedang-menurun/ Kabar itu disampaikan politikus Demokrat Andi Arief. Ani mengembuskan napas terakhir di National University Hospital […]

  • Jagung dan Tradisi Makan Jagung Adat Masyarakat Timor

    Jagung dan Tradisi Makan Jagung Adat Masyarakat Timor

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Tanaman Jagung bagi masyarakat yang bermukim di daratan seluas sekitar 15.000 km (termasuk di Negara Republik Demokratik Timor Leste[RDTL]) mempunyai beragam manfaat, mulai dari sebagai makanan pokok yang dapat diolah menjadi Jagung Katemak (rebusan bulir Jagung tua beserta beragam sayur mayur, red) dan Jagung Bose (jagung yang diolah dengan cara ditimpa […]

  • Lagi Viral, 4 Destinasi Wisata Alam di Pulau Flores

    Lagi Viral, 4 Destinasi Wisata Alam di Pulau Flores

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Empat destinasi wisata alam tersebut tidak hanya viral karena keindahannya, namun memberikan makna tersendiri dan pengalaman wisata yang tidak dapat terlupakan.   Flores | Ada sejumlah destinasi wisata alam di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sedang viral di media sosial (medsos). Foto dan video tempat wisata tersebut viral di media sosial baik di […]

  • Kumham NTT NTT Teken MoU dengan Bank NTT

    Kumham NTT NTT Teken MoU dengan Bank NTT

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kumham NTT) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) terkait ‘Sosialisasi Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Pendaftaran Perseroan Perorangan serta Penyelenggaraan Pendaftaran Kekayaan Intelektual di wilayah Nusa Tenggara Timur’ bersama Bank NTT. Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Kakanwil […]

  • Listrik Menyala 24 Jam di Lelogama, Upaya PLN Menerangi Kabupaten Kupang

    Listrik Menyala 24 Jam di Lelogama, Upaya PLN Menerangi Kabupaten Kupang

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Masyarakat Desa Fatumetan, Leloboko, Oelbanu, Oh Aem dan Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Serta Desa Fatumonas, Binafun, Bonmuti dan Bitobe Kecamatan Amfoang Tengah, dalam waktu dekat akan menikmati listrik 24 jam, di mana sebelumnya listrik menyala hanya 12 jam. PLN UPPK (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Kupang telah berhasil melakukan komisioning test […]

expand_less