Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Restorasi Terumbu Karang, YAPEKA Gaet Undana dan BKKPN Kupang

Restorasi Terumbu Karang, YAPEKA Gaet Undana dan BKKPN Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Tim YAPEKA bersama para peneliti dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dan Universitas Nusa Cendana melaksanakan 2 (dua) kegiatan penelitian di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT) pada 11—12 Juni 2023.

Dua kegiatan penelitian tersebut yakni pendekatan ekologi dengan melakukan penyelaman laut dan pendekatan sosial-budaya dan ekonomi dengan wawancara penduduk sekitar. Penyelaman untuk mengetahui  kondisi karang dan ikan karang pada 4 (empat) titik penyelaman di Perairan Laut Sawu, Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sementara sesi wawancara terhadap masyarakat Desa Lifuleo guna mengetahui kondisi sosial, ekonomi serta budaya. Penelitian ini merupakan aktivitas lanjutan dari rangkaian kegiatan “Penguatan Komunitas Lokal dalam Restorasi Terumbu Karang di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia”

Selama dua hari penyelaman melibatkan tim peneliti yakni Elisabeth Astari sebagai peneliti ekologi YAPEKA, Faldi Pinto sebagai koordinator lapangan, Lumban Nauli Lumban Toruan sebagai peneliti karang dari Universitas Nusa Cendana, dan Muhammad Hilmi sebagai perwakilan peneliti ikan karang dari BKKPN Kupang.

Mereka menyelam di 4 (empat) titik dengan menggunakan metode line intercept transect (LIT) untuk meneliti kondisi karang dan underwater visual census (UVC) untuk melihat kondisi ikan karang. Penyelam melaksanakan penelitian pada kedalaman 2 hingga 7 meter dengan temperatur suhu air stabil pada 28°C.

Survei Sosial Ekonomi mewawancarai masyarakat Desa Lifuleo yang adalah perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha kios

Adapun penyelaman untuk pengamatan karang dan ikan karang adalah wujud langkah nyata pada pemikiran serta penguatan komunitas lokal dalam Restorasi Terumbu Karang di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang dan merupakan respons YAPEKA atas kerusakan terumbu karang yang mana bersama berbagai pihak berinisiatif merestorasi terumbu karang di wilayah pesisir Laut Sawu.

Kemudian, tim peneliti kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Desa Lifuleo terdiri dari Deden Ramadani peneliti sosek YAPEKA, Fedrik Ngili konsultan kegiatan YAPEKA dan Picessylia Anakay sebagai Manajer Proyek mewawancarai 9 narasumber, terdiri dari 6 laki-laki dan 3 perempuan perwakilan pemerintah desa dan masyarakat Desa Lifuleo.

Pada proses wawancara banyak temuan data menarik yang diangkat seperti masyarakat Desa Lifuleo yang mulai aktif berusaha di bidang kelautan pada tahun 2000-an seperti usaha pertanian rumput laut, yang sebelumnya bermata pencaharian sebagai petani atau menebar pukat di Kolam Tuadale.

Kegiatan ini pun merupakan penguatan dan pengembangan kapasitas komunitas lokal, seperti POKDARWIS sebagai tim pengelola, menjadi hal yang diperlukan untuk memulai pengelolaan dan pemantauan restorasi ekosistem terumbu karang.

Yayasan Rumah Yapeka bekerja sama dengan Society of Entrepreneurs and Ecology Foundation (SEE Foundation) melaksanakan kegiatan ini dan sepenuhnya dibiayai oleh dana hibah proyek Blue Partnership Action Fund (BPAF) dan sudah berlangsung selama 3 bulan dan dengan aktivitas seperti pertemuan dengan para pemegang otoritas di kawasan perairan Laut Sawu, pemerintah dan masyarakat Desa Lifuleo.

YAPEKA juga meminta dukungan pihak terkait agar kegiatan ini bisa berjalan lancar dan tujuannya tercapai yakni komunitas masyarakat Desa Lifuleo mampu secara mandiri restorasi terumbu karang di perairan mereka serta mendapatkan manfaat sosial dan ekonomi.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Siap Dana 300 Miliar Untuk 30 Ribu Hektar Lahan di Nagekeo

    Bank NTT Siap Dana 300 Miliar Untuk 30 Ribu Hektar Lahan di Nagekeo

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay, Garda Indonesia | Guna mendukung penuh Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) Pemda NTT, Bank NTT siap mendukung dengan dana Rp300 miliar. Dana senilai itu akan mendukung para petani dengan menyediakan modal usaha guna memperlancar program TJPS. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengatakan pembiayaan untuk 1 hektar lahan, Bank NTT menyiapkan […]

  • UMKM di NTT Masih Individual & Lemah, Perlu Peningkatan Kapabilitas

    UMKM di NTT Masih Individual & Lemah, Perlu Peningkatan Kapabilitas

    • calendar_month Sen, 21 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Sekitar 437.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyerap hampir 78 persen atau sebesar 1,5 juta tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 64,7 persen (sesuai data BPS). Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan […]

  • Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias oleh mahasiswa dan warga yang menunggu di lobi hotel tempatnya bermalam.   Beijing | Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias mahasiswa dan warga yang menunggu […]

  • Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah (Bank Indonesia) maupun OJK sebagai lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Di masa pandemik Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul sebagai respons cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha. Sebagai respons […]

  • Dokter Agus Taolin : Pemimpin Yang Berhasil Tak Perlu Lagi Gantung Baliho

    Dokter Agus Taolin : Pemimpin Yang Berhasil Tak Perlu Lagi Gantung Baliho

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bakal calon bupati dr. Agustinus Taolin dan bakal calon wakil bupati Aloysius Haleserens semakin giat merebut dukungan rakyat menuju kontestasi politik pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/30/agus-taolin-alo-haleserens-lawati-makam-ayahnya-theo-manek-saya-salut/ Pantauan Garda Indonesia, pasangan bakal […]

  • Cegah Covid Pasca-Lebaran, Bupati/Wabup Belu Rapat Virtual Bersama Presiden

    Cegah Covid Pasca-Lebaran, Bupati/Wabup Belu Rapat Virtual Bersama Presiden

    • calendar_month Sen, 17 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M., mengikuti rapat virtual melalui Video Conference (Vicon) di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Mei 2021, pukul 15.00 WITA. Rapat virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo tersebut […]

expand_less