Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Kesehatan Reproduksi Remaja ala Dokter Andre Hartanto

Kesehatan Reproduksi Remaja ala Dokter Andre Hartanto

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Remaja berusia rata-rata 12—18 tahun secara fisik bertumbuh, perkembangan tanda seks sekunder bertumbuh, namun masa transisi atau perubahan menjadi sangat penting karena secara psikologis, sosial, dan ekonomi, belum tentu siap menghadapi perubahan.

Demikian diungkapkan dokter Andre Hartanto kepada sekitar 300 peserta didik Universitas Citra Bangsa (90 persen perempuan) dalam seminar kesehatan bertema, “Isu Kesehatan Remaja di Era Society 5.0” pada Jumat, 1 April 2022 di aula Universitas Citra Bangsa Kupang.

Saat ini, terang dokter Andre, pemerintah Indonesia mulai memfokuskan kebijakan kepada kesehatan reproduksi, karena saat fase kesehatan reproduksi remaja terjadi masalah, maka akan menjadi masalah dan menjadi beban bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan.

“Menurut data BPS tahun 2022, terdapat lebih dari 1 juta perempuan menikah pada usia dini. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahaman pada kesehatan reproduksi, maka akan para remaja akan masuk pada fase seks usia dini atau seks pranikah. Usia 15—17 tahun mulai mencoba, saat payudara bertumbuh, mimpi basah, mulai ada ketertarikan terhadap lawan jenis, namun tak memahami norma-norma dan lepas dari pengamatan maupun bimbingan orang tua. Akibat dari kondisi tersebut, maka terjadi kehamilan usia dini,” urainya.

Menurut suami dari dokter Herawati Lianto, ada perbedaan antara aktivitas reproduksi dengan aktivitas seksual. “Aktivitas reproduksi merupakan hubungan intim suami istri yang telah legal dan siap dari sisi ekonomi dan sosial melakukan aktivitas reproduksi untuk mencari anak atau keturunan. Sementara, aktivitas seksual merupakan kondisi di mana segala aktivitas untuk merangsang, menikmati, dan bertujuan untuk pro rekreasi,” tegas dokter Andre Hartanto.

Maka, imbuh dokter Andree Hartanto, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini kepada para mahasiswa/mahasiswi, jika virginitas atau keperawanan tidak dijaga, maka bakal masuk ke dalam aktivitas seks pranikah atau aktivitas seksual tak terarah hingga kehamilan tak terencana.

Adapun 3 (tiga) masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja antara :

  1. Kehamilan tidak diinginkan (KTD). Biasanya pada usia remaja, muncul keinginan untuk bereksperimen dengan seks. Hal tersebut terjadi akibat pengaruh dari teman, lingkungan maupun konten-konten negatif yang bisa diakses melalui Internet. Hubungan pacaran remaja juga menjadi salah satu faktor yang memicu seks bebas. Sebagian besar remaja kurang memiliki kesadaran akan konsekuensi seks bebas yang dilakukannya. Padahal, masalah kesehatan reproduksi ini dapat menimbulkan risiko kehamilan.
  2. Terjadi Aborsi. Akibat dari aktivitas seksual pranikah, maka berdampak para keputusan melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan melalui cara tak lazim hingga berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan. Setiap tahun, sekitar 3,9 juta remaja perempuan berusia 15—19 tahun menjalani aborsi yang tidak aman. Orang tua kerap kali tidak mengetahui bahwa anak remajanya telah melakukan aborsi.  Aborsi menyebabkan reaksi emosional, seperti depresi, dan mudah marah.
  3. Kekerasan seksual. Ketika terjadi kehamilan, maka akan membuat panik para remaja hingga melakukan kekerasan seksual. Kondisi tersebut merupakan gejala sosial, ketika terjadi kehamilan kemudian dilakukan aborsi.

Ketiga masalah kesehatan reproduksi remaja tersebut, tekan dokter Andre Hartanto, berdampak kepada peningkatan kasus stunting sebagai akibat dampak dari kehamilan pranikah.

“Remaja sebagai aset bangsa harus diberikan pemahaman agar tak melakukan seks pranikah hingga hamil di luar nikah sehingga terjadi stunting. Akar masalah adalah kesehatan reproduksi remaja. Bahkan di NTT, salah satu penyebab kasus stunting tinggi akibat dari kondisi tersebut,” tandas dokter Andre Hartanto.

Penulis dan Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Dr. Cornelis Lay, MA. Duka Cita Bagi Guru, Sahabat, & Cendekiawan Soekarnois

    Prof. Dr. Cornelis Lay, MA. Duka Cita Bagi Guru, Sahabat, & Cendekiawan Soekarnois

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Hasto Kristiyanto Berita pagi ini dari Mas Pratik, Menteri Sekretaris Negara tentang dipanggilnya Mas Conny kehadirat Ilahi begitu mengejutkan saya. Seluruh perasaan campur aduk: kesedihan, duka cita, dan sekaligus terbentanglah seluruh rekam jejak sejarah perjalanan bersama Sosok Cendekiawan Soekarnois yang begitu saya kagumi. Prof. Dr. Cornelis Lay, M.A. merupakan sosok akademisi yang mampu membuat […]

  • ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai salah 1 (satu) dari 3 (tiga) bank yang menjalankan perbankan digital, Bank Bukopin Cabang Kupang mewujudkannya dengan menjangkau khalayak untuk memakai pembayaran digitalisasi yang menggunakan handphone atau smartphone, tidak menggunakan kartu ATM, dan hanya menggunakan Aplikasi Wokee di dalam handphone (smartphone) sebagai sarana transaksi Mengambil lokasi di lapangan Kampus Universitas […]

  • Bupati Belu Akui CMS Bank NTT Permudah Kelola Keuangan Daerah

    Bupati Belu Akui CMS Bank NTT Permudah Kelola Keuangan Daerah

    • calendar_month Sel, 20 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Sebanyak 69 Kepala Desa di Belu mengikuti bimbingan teknis Aplikasi CMS (Cash Management System) di aula kantor CU Kasih Sejahtera Atambua, Sabtu 16 September 2022. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM. Turut hadir, pimpinan Bank NTT, Tim Teknis BPKAD Kabupaten Belu, Tim Kerja TP2D Kabupaten Belu, Para […]

  • Tahun 2021, Sidang MK Didominasi Sengketa Pemilihan

    Tahun 2021, Sidang MK Didominasi Sengketa Pemilihan

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sengketa perselisihan hasil pemilihan (PHP) 2020 mendominasi persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) selama kurun waktu tahun 2021. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pleno Khusus MK 2021 yang dihelat di Gedung MK pada Kamis, 10 Februari 2022. Pada sidang yang turut dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra serta […]

  • Sisa 7 Gardu Padam, GM PLN NTT: ‘Best Effort’ Minggu Kedua Mei Pulih

    Sisa 7 Gardu Padam, GM PLN NTT: ‘Best Effort’ Minggu Kedua Mei Pulih

    • calendar_month Ming, 2 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari total 4.002 gardu listrik PLN yang terdampak Badai Seroja pada rentang waktu 3—5 April 2021, mengakibatkan jaringan listrik padam pada 635.978 pelanggan di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), namun dengan kerja sigap tim relawan PLN, jajaran manajemen dan dibantu oleh stakeholder, beserta TNI/Polri, maka hingga Minggu, 2 Mei 2021 […]

  • Gubernur Viktor : Pakai Teknologi Informasi Kenalkan Budaya NTT

    Gubernur Viktor : Pakai Teknologi Informasi Kenalkan Budaya NTT

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat – Gubernur NTT meminta generasi muda agar cerdas dalam memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Menggunakan teknologi untuk memperkenalkan jati diri dan budaya NTT. “Seluruh wisudawan/ti akan hadapi dunia konkret. Suka atau tidak suka, perubahan akan datang kepada kita melalui teknologi informasi. Kita harus menggunakannya untuk membangun semua potensi […]

expand_less