Arsip Kategori: Politik

Maballa dan Mahoro Nomor Urut 1 dalam Pilkada di Sabu Raijua

223 Views

Sabu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sabu Raijua telah melakukan penarikan nomor urut pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sabu Raijua pada Kamis, 24 September 2020 dengan hasil paket Helama Tona Ie (Nikodemus Rihi Heke dan Johanis Uly Kale) mendapat nomor urut 1, Orient Riwu Kore dan Thobias Uly (Ie Rai) nomor urut 2 dan Takem Radja Pono dan Hegi Radja Haba (TRP-Hegi) mendapat nomor urut 3.

Calon bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke atau Maballa pada Jumat, 25 September 2020 menyampaikan bahwa nomor 1 yang diperoleh merupakan simbol kemenangan. “Jika dihubungkan dengan nomor 1 (satu) dengan perhelatan pilkada, maka saya dan tim pemenangan meyakini itu sebagai simbol kemenangan bagi kami,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2019/06/24/sabu-raijua-wakil-ntt-dalam-even-wonderful-indonesia-di-oslo-norwegia/

Lanjutnya, jika ditanyakan kepada orang apakah mereka mau nomor 1 pasti orang akan memilih nomor 1 (satu), bukan nomor 2 (dua), dan atau nomor 3 (tiga).

Terkait persiapan kampanye program yang bakal dihembuskan, calon petahana yang pernah mendampingi tim kesenian Sabu Raijua mengikuti pentas seni dalam even Wonderful Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019; menjelaskan bahwasanya isu pembangunan yang sedang dikerjakan dan akan dilakukan yang menjadi program unggulan sebagai upaya membangun masyarakat Sabu Raijua.

“Menurut kami leading sector Sabu Raijua adalah sektor pariwisata, maka kami (Maballa dan Mahoro,red) karena kami membaca dari kondisi dan potensi yang tersedia,” tandasnya.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2019/06/30/tarian-sabu-raijua-guncang-norwegia-warga-oslo-turut-menari/

Senada, Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Johanis Uly Kale atau Mahoro kepada Garda Indonesia, mengatakan dengan memperoleh nomor urut 1, maka harapannya menang dan ditindaklanjuti dengan kerja keras bahwa kemenangan telah ada di depan mata.

“Tim Helama Tona Ie sedang bekerja di lapangan dengan melakukan konsolidasi ke akar rumput,” ungkap Jo Uly sapaan akrabnya.

Pria milenial asal Kecamatan Mesara (baca Mehara,red) ini pun mengimbau para pendukung paslon dan timnya untuk tidak melakukan kampanye hitam. “Sebaiknya kita saling menghormati dan menghargai, jangan menggunakan akun palsu menyerang pribadi karena mengganggu kondusifnya pilkada dan dapat memancing kericuhan,” pintanya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa)

Kabupaten Selayar Jadi Penyelenggara Pilkada Terawan di Sulawesi Selatan

34 Views

Selayar, Garda Indonesia | Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi-Selatan ditetapkan sebagai salah satu dari dua belas kabupaten kota penyelenggara pilkada tertinggi dari sisi kerawanan dengan presentase lima puluh empat koma sekian persen.

Hal ini diutarakan Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin dalam uraian pengantar, rapat pleno penyerahan berita acara dan surat keputusan penetapan pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020 bertempat di ruang rumah pintar pemilu, Kantor KPU Selayar, di ruas Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng.

Nandar menyebut, potensi kerawanan ini terungkap dari penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) antara KPU, Gubernur, Pangdam XIV/Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua KPU Selayar, Kapolres, Dandim 1415/Selayar dan bupati tersebut, diuraikan secara gamblang, tentang peta kerawanan pilkada yang menempatkan Kabupaten Selayar pada urutan pertama tertinggi, disusul Kota Makassar, pada urutan kedua, dengan persentase kerawanan empat puluh sembilan koma sekian persen.

Foto bersama usai penarikan nomor urut pasangan calon pilkada di Kabupaten Selayar

Peta kerawanan pilkada didasarkan pada potensi gesekan antar sesama tim sukses dan tim pemenangan, serta indikasi pelanggaran prokkes penanganan Covid-19. Sungguhpun demikian, Ketua KPU Selayar, tetap optimis dan menyampaikan ajakan kepada seluruh komponen masyarakat Selayar untuk bersama-sama berikhtiar, bermunajat, dan berdoa agar prediksi kerawanan pilkada tidak sampai terjadi di Selayar.

Usai menyampaikan pengantar, Ketua KPU Selayar, Nandar Jamaluddin bersama tiga orang komisioner yang terdiri dari koordinator divisi data, Sukardi, koordinator divisi sosialisasi, SDM dan partisipasi pemilih, Andi Nastuti dan koordinator divisi hukum, Mansurt Sihadji, berkenan melakukan penyerahan berita acara dan surat keputusan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati tahun 2020 kepada lo penghubung pasangan calon dan pimpinan badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Selayar.

Rangkaian acara penyerahan berita acara dan surat keputusan diakhiri dengan sesi foto bersama antara komisioner KPU, LO, dan unsur Bawaslu, serta paparan koordinator divisi hukum KPU, Mansurt Sihadji, tentang mekanisme pembukaan rekening khusus dana kampanye (RKDK) yang wajib dilakukan oleh masing-masing pasangan calon sehari setelah penetapan pasangan calon dan sehari sebelum masa kampanye. (*)

Sumber berita dan foto (*/Andi Fadly Dg. Biritta)
Editor (+rony banase)

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

238 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

“Jadi pada hari ini, pak Kapolri keluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020. Pertama bahwa Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” ujar Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol. Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 21 September 2020.

Menurut Argo, dikeluarkannya maklumat Kapolri ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait pencegahan penyebaran virus corona. “Tentunya sesuai arahan Presiden tanggal 7 September 2020 bahwa agar waspadai klaster corona, pertama kantor, kedua keluarga, ketiga Pilkada. Tentunya adanya hal tersebut Polri keluarkan Maklumat,” tegas Argo.

Selain itu, Brigjen Pol. Argo Yuwono menjelaskan, maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan agar para pasangan calon (paslon) beserta pendukungnya bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Jadi adanya tahapan Pilkada dimulai dan kemarin juga bahwa tanggal 4—6 September ada pendaftaran paslon diikuti pendukung yang tak menggunakan protokol kesehatan. Tentunya kita keluarkan agar menekan sekecil mungkin di tahapan klaster Pilkada,” papar Argo.

Adapun isi maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, yakni :

1. Pemilihan Kepala Daerah 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat:

  • Dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19;
  • Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait para setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan;
  • Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan;
  • Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim media)

“Gerah” Wacana Penundaan Pilkada 2020, Ini Reaksi KPU dan Kesbangpol Selayar

98 Views

Selayar-Sulsel, Garda Indonesia | Wacana penundaan Pilkada Serentak 2020 yang direkomendasikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kontan memancing reaksi berbagai pihak, salah satunya yang spontan ikut angkat bicara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tanggapan datang dari koordinator divisi teknis KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dewantara yang sebelumnya sempat mengaminkan, perihal beredarnya surat berisi rekomendasi penundaan pilkada serentak yang dilayangkan oleh Komnas HAM.

Menyikapi rekomendasi tersebut, Andi Dewantara menegaskan, secara pribadi dan kelembagaan, pihaknya menyatakan kesiapan untuk menerima serta menjalankan segala bentuk kebijakan dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat, bersama KPU Republik Indonesia pasca beredarnya surat berisi rekomendasi penundaan pilkada yang dilayangkan Komnas HAM.

Bukti keseriusan dan kesiapan, ditunjukkan KPU Kabupaten Kepulauan Selayar yang dalam beberapa hari ke depan akan berusaha untuk merampungkan seluruh rangkaian tahapan pencalonan.

Meski belum ada sinyal petunjuk, dan atau keputusan apa pun dari KPU Republik Indonesia terkait dengan rekomendasi penundaan pilkada, jajarannya mengaku akan selalu siap dan mawas diri dalam mengantisipasi pergeseran kebijakan yang sewaktu-waktu dimungkinkan untuk terjadi.

Andi Dewantara melontarkan, jikalau pada akhirnya akan terjadi proses penundaan pilkada, ia yakin dan percaya, KPU RI hanya akan menunda tahapan kampanye dan proses pemungutan suara. Pihaknya menjamin, tidak akan ada pengulangan tahapan pilkada.

Keyakinan itu, didasarkannya pada pertimbangan rasionalisasi dan besaran nilai anggaran dana hibah yang telah digelontorkan pemerintah dalam rangka untuk mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian serta tahapan pilkada selama ini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Selayar, Ince Rahim, S.Pd., S.H., M.H.

Senada dengan Komisioner KPU, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Selayar, Ince Rahim, S.Pd., S.H., M.H. yang dihubungi awak media via telepon selular, pada Minggu, 13 September 2020, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalankan keputusan apa pun yang nantinya bakal diamanatkan oleh pemerintah pusat bersama jajaran KPU Republik Indonesia sebagai lembaga teknis penyelenggara pilkada.

Tugas dan kewajiban untuk mengamankan kebijakan pemerintah pusat diakuinya merupakan sebuah hal yang mutlak dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar oleh seluruh jajaran badan kesatuan bangsa dan politik di daerah.

Oleh karena itu, “Keputusan apa pun yang bakal diambil oleh pemerintah nantinya, tetap akan kita amankan dalam rangka untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas yang berlandaskan persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Lanjut Ince Rahim, “Badan kesatuan bangsa dan politik juga akan menjaga dan memelihara stabilitas serta suasana kondusif agar bisa tetap berjalan damai sampai selesainya seluruh bentuk rangkaian serta tahapan akhir pemungutan suara”.

“Kita berharap agar pesta demokrasi pemilihan calon bupati dan wakil bupati mendatang dapat berjalan lancar, aman, tertib dan damai tanpa harus tercederai oleh insiden apa pun”, pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Andi Fadly Dg. Biritta)
Editor (+rony banase)

Maballa–Mahoro & Polres Sabu Kampaye Anti Covid-19 dan Berbagi Masker

196 Views

Sabu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke bertindak sebagai inspektur apel di Mako Polres Sabu Raijua pada Kamis, 10 September 2020. Dilakukannya apel tersebut sebagai bentuk sosialisasi penggunaan masker dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan penggunaan masker pada Pilkada Serentak 2020.

Bupati Niko Rihi Heke meminta seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sosialisasi penggunaan masker dan menaati protokol kesehatan.

“Mari kita menjaga Sabu Raijua, menjaga diri kita dan orang lain tetap sehat dengan cara memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak, dan biasakan menghindari diri dari keramaian. Protokol kesehatan ini penting kita perhatikan,” pinta Bupati Niko Rihi Heke yang akrab dipanggil Maballa.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke saat memimpin apel sosialisasi penggunaan masker dan kampanye cegah Covid

Ia pun menandaskan, Kita juga harus saling mengingatkan satu dengan yang lain jika ada di antara kita ada yang lupa menggunakan masker, karena tentu sebagai manusia adakalanya kita lupa.

Turut hadir dan mendampingi Bupati Sabu Raijua; Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Yohanis Uly Kalle yang akrab disapa Mahoro. Sementara, Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua dari paket lain tak tampak dalam sosialisasi tersebut.

Selain itu, hadir pada acara tersebut antara lain unsur Forkopimda, beberapa pimpinan OPD, unsur pimpinan umat Kristen, Katolik, Islam, Ketua FKUB, unsur partai politik, seluruh personil anggota Polres Sabu Raijua, dan TNI se- Kabupaten Sabu Raijua.

Bupati Niko Rihi Heke saat memasang masker ke pengendara sepeda motor

Usai apel dimaksud, dilanjutkan dengan sosialisasi/ pengumuman melalui mobil pengeras suara dan menyebarkan masker yang berlangsung sejak pukul 09.15—11.18 WITA.

Selanjutnya, Maballa dan Mahoro yang juga sering disapa “Ngara Waje” (Bahasa Daerah Sabu, red) berbagi sekaligus mengenakan masker kepada pengendara motor, sopir mobil, pedagang kaki lima, pengunjung/ nasabah BRI, anak sekolah dan masyarakat umum lainnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim media)
Editor (+rony banase)

Sinyal Positif dari Perindo NTT ke Maballa dan Mahoro di Pilkada Sabu Raijua

495 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) NTT, Jonathan Nubatonis di hadapan Calon Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke (Maballa); menyatakan dukungannya saat pertemuan dalam suasana keakraban pada Selasa malam, 8 September 2020.

Di hadapan Calon Petahana yang diusung oleh Partai NasDem dan PKB ini, Jon Nubatonis (sapaan akrabnya, red) menyatakan bentuk dukungan dengan konsep mengusung telah selesai sesuai persyaratan KPU pada Minggu, 6 September 2020.

Namun, imbuh mantan Anggota DPD RI ini menegaskan bahwa dukungan Partai Perindo kepada Paket Helama Tona Ie (Nikodemus Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale, red); dalam bentuk kerja mesin organisasi. “Dengan 1 (kursi) di DPRD Sabu Raijua, maka kita memaksimalkan mesin organisasi,” tegasnya.

Terkait adanya dukungan Partai Perindo kepada salah satu Paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua periode 2020—2025, Ketua DPW Perindo NTT ini pun menegaskan bahwa tidak ada sama sekali bentuk dukungan resmi terhadap paket tersebut, meski mereka telah memasang logo Perindo saat deklarasi.

“Surat Keputusan (SK) dukungan terhadap paket tersebut belum ada, namun mereka telah memasang, mendeklarasikan dan menyebutkan dukungan Perindo,” ungkapnya sembari menegaskan bahwa secara pribadi mendukung penuh kepada Nikodemus Rihi Heke (Maballa).

Lanjutnya, Ia pun meminta Ketua DPC Perindo Sabu Raijua ke KPUD Sabu untuk menjelaskan kondisi tersebut. “Hingga saat ini, kami belum menerima rekomendasi dari pusat terkait dukungan kepada salah satu Paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua,” tandas Jon Nubatonis seraya mengungkapkan dukungan Perindo hanya kepada 7 calon di 7 kabupaten penyelenggara pilkada serentak 2020.

Sementara, Nikodemus Rihi Heke menyampaikan dirinya berkunjung ke Perindo sebagai teman bagi semua partai politik dan mengajak untuk bersama membangun Sabu Raijua. “Kami (Maballa dan Mahoro) dapat bekerja bersama Perindo membangun Sabu Raijua,” ujarnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Calon Bupati dan Wakil Bupati Diusung NasDem Harus Patuh Protokol Covid-19

761 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Raymundus Sau Fernandes menegaskan bahwa setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati di 9 (sembilan) kabupaten yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember 2020, harus mematuhi protokol Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/09/07/tangani-pandemi-klaster-pilkada-jadi-perhatian-serius-presiden-jokowi/

Penegasan Ray Fernandes tersebut disampaikannya sehubungan dengan adanya instruksi presiden untuk memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dalam tahapan pilkada dan begitu juga  dengan  pilkada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kepada Garda Indonesia pada Selasa siang, 8 September 2020, Ray menyebutkan bahwa deklarasi Calon Bupati dan Wakil Bupati, Kristiana Muki dan Yosef Tanu pun telah menerapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan deklarasi Paket Kita Sehati (Kristiana Muki–Yosef Tanu) pada Sabtu, 5 September 2020.

“Kalau mengumpulkan banyak orang harus menyiapkan masker, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer. Protokol Kesehatan harus tetap menjadi acuan,” urai Ray yang juga menjabat sebagai Bupati TTU.

Simpatisan dan Pendukung Kita Sehati (Kristiana Muki — Yosef Tanu) saat memadati Gedung Biinmafo

Menurut Ray, pihak penyelenggara telah membagikan sekitar 15.000 masker kepada seluruh masyarakat yang memadati Gedung Biinmafo dan di luar gedung. Selain itu, beber Ray, telah disediakan 2 tandon air dan tempat mencuci tangan beserta sabun di pintu masuk kiri dan kanan Gedung Biinmafo.

Namun, imbuh Ray, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, “Mereka bilang panas dan alasan lain, sehingga tidak mau menggunakan masker,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

“Sikap Sungkem Gibran” ke Habib Luthfi Jadi Sorotan Saat Doa Rajut Kebinekaan

142 Views

Solo, Garda Indonesia | Gibran Rakabuming menghadiri acara silaturahmi kebinekaan dan doa bersama oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se-Solo Raya guna merajut kebinekaan dalam bingkai NKRI, pada Senin pagi, 7 September 2020 di Lapangan Benteng Vasternberg.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu dibuka sejak pukul 08.00 WIB. Datang kala Gubernur Ganjar Pranowo memberikan sambutan, Gibran pun langsung diarahkan oleh FX. Hadi Rudyatmo untuk menempati kursi di deretan depan samping kursi Gubernur. Sembari menunduk Gibran mengikuti arahan Rudy.

Tampak pria lulusan Singapura itu langsung menunjukkan sikap sungkem kepada Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya saat bertemu. Habib Luthfi pun tampak menyambut salam Gibran, terlihat dalam momen itu Habib Luthfi juga memberi nasihat kepada Gibran.

Sikapnya tak berubah, ia memilih mendekatkan dirinya kepada Habib sembari menunduk sambil mendengarkan apa yang disampaikan ulama itu.

Usai acara berlangsung, Gibran pun ditanya awak media soal sikap yang ia tunjukkan, “Ya, namanya anak muda harus ada ungah-ungguh, apalagi beliau ini habib,” tutur anak sulung Presiden Jokowi ini.

Sikap sungkem Gibran Rangkabuming ke Habib Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (Anggota Wantimpres) dengan para tokoh lintas agama se-Solo Raya guna merajut kebinekaan dalam bingkai NKRI, pada Senin pagi, 7 September 2020 di Lapangan Benteng Vasternberg

Gibran mengaku ia terngiang dengan sambutan Habib Luthfi yang menyinggung soal kebanggaan menggunakan produk asli buatan Indonesia. Termasuk istilah menyebut nama-nama barang dari luar negeri yang terkenal seperti Lele Bangkok, hingga Duren Bangkok. Padahal kekayaan produk asli Indonesia tak kalah dengan luar negeri.

“Kita terapkan saja di Solo (produk lokal). Kalau di Solo ya kita harus bangga pakai batik. Kemarin saya mendaftar (ke KPU) pakai lurik, ya hal-hal kecil seperti itu tapi ada efeknya,” pungkas Calon Wali Kota Solo ini dengan antusias.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga memaknai acara doa kebinekaan ini dapat membawa ketenangan dan kedamaian di Kota Bengawan sekaligus sebagai simbol kebangkitan melawan pandemi Covid-19.

“Harapannya semoga Indonesia, terutama di Solo tetap adem ayem, ini juga jadi momen kebangkitan melawan pandemi Covid-19,” tegas Gibran.

Dalam acara tersebut turut hadir jajaran pejabat seperti, Gubernur Jateng, Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, Wali Kota Surakarta, Danrem 074/Warastratama, para Komandan Kodim dan Kapolres se-Solo Raya.

Diketahui, sebelum acara dimulai, para tamu undangan harus mengikuti rapid test di Balai Kota Surakarta dan Lodji Gandrung guna meminimalisir penyebaran Covid-19.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim media)
Editor (+rony banase)