Arsip Kategori: Politik

Senator Fachrul Razi : “Sudah Saatnya Papua Punya Partai Lokal!”

36 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDPU) yang digelar pada Senin malam, 18 November 2019, di hadapan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Kontras, Senator Aceh Fachrul Razi meminta pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada Papua untuk mendirikan partai politik lokal sendiri.

“Saya meminta Papua untuk memperjuangkan lahirnya partai lokal,” kata senator.

Parpol lokal disebut dapat menjadi solusi memutus mata rantai politik transaksional, yang dilakukan oknum-oknum pengurus partai nasional di tingkat pengurus pusat.

“Parpol lokal perlu segera dibentuk untuk mengakomodir hak orang asli Papua. Tak ada alasan pemerintah pusat, tidak setuju karena ini amanat UU Otsus, kami tidak minta hal lain,” tegasnya.

Pada awalnya aturan mengenai Otonomi Khusus Papua khususnya Pasal 28 ayat 1 adalah berkenaan dengan Partai Politik Lokal di Papua, dengan tujuan untuk memproteksi penduduk lokal di Papua agar selalu terwakili pada lembaga legislatif di daerah Provinsi Papua. (*)

Sumber berita (*/Mul–Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Senator Aceh Bertemu Habib Rizieq di Mekkah, Ada apa?

114 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Belakangan ini sebutan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB HRS) ramai diperbincangkan khalayak publik di Indonesia terkait dengan pencekalannya. Senator asal Aceh Fachrul Razi selama berada di Mekkah, menyempatkan diri bertemu langsung Imam Besar Habib Rizieq Shihab pada Jumat, 8 November 2019 di Mekkah.

“Dengan keakraban dan persaudaraan atas pertemuan tersebut,” tutur Fachrul Razi ketika ditemui media pada tiba di Jakarta pada Selasa, 12 November 2019 usai dari Mekkah, Arab Saudi.

Fachrul Razi menambahkan dalam pertemuan itu, terdapat beberapa poin dibicarakan. “Kami melihat situasi dan kondisi Indonesia hari ini, maka beberapa poin yang kami bicarakan, yakni soal sikap politik Imam Besar Habib Rizieq ke depan. Intinya perjuangan tetap dilakukan dalam menegakkan kebenaran, jika kebijakan pemerintah Jokowi baik dan bermanfaat bagi umat, ya beliau dukung tapi jika merugikan umat, perlawanan dan kritik tetap akan dilakukan,” tegas Fachrul Razi.

Dirinya juga menambahkan terkait kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia, “Kemudian hal kedua yang kami bicarakan terkait kepulangannya Habib Rizieq ke Indonesia dan terkait dengan surat pencekalan atas dirinya oleh Pemerintah Indonesia” kata Fachrul Razi.

Menurut Fachrul Razi, pada intinya Habib Rizieq bersedia pulang kapan saja hanya saja beliau dicekal oleh pemerintah Indonesia sehingga tidak bisa keluar dari Saudi Arabia. Dirinya juga menambahkan bahwa kepulangan Habib Rizieq hanya adanya jaminan keamanan dan keselamatan bagi diri Habib dan keluarga,” jelas Fachrul Razi.

Terakhir jelas Fachrul Razi adalah soal konsep rekonsiliasi. “Konsep rekonsiliasi menurut Habib adalah Rekonsiliasi dalam perspektif Ijtihad Ulama dan bukan kepentingan politik,” pungkas Razi dalam pertemuan dengan Habib Rizieq.

Fachrul Razi mengatakan jika berbicara rekonsiliasi, harus juga dipastikan semua ulama yang ditahan dan dikriminalisasi, para purnawirawan jenderal yang ditahan, serta para pendukung yang di proses hukum harus dibebaskan, itu baru namanya rekonsiliasi, jadi menurut saya rekonsiliasi bukan hanya menerima jabatan posisi menteri, terus apa manfaatnya bagi umat?,” tutup Fachrul Razi yang meminta agar pascapemilu seluruh elemen rakyat harus bersatu dan melakukan rekonsiliasi.(*)

Sumber berita (*/Mul—Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Generasi Muda FKPPI Desak Bamsoet Jangan Mundur dari Caketum Golkar

27 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Seluruh kader Generasi Muda FKPPI mendesak Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk tetap maju dan jangan mundur dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar yang akan dilaksanakan dalam Munas Partai Golkar awal Desember mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Generasi Muda FKPPI, Shandy Mandela Simanjuntak.

Shandy menilai bahwa Bamsoet merupakan sosok yang dibutuhkan oleh Partai Golkar saat ini karena memiliki kekuatan dan jaringan akar rumput (grassroot). Menurutnya, Partai Golkar saat ini merupakan Partai besar dalam koalisi pemerintahan yang memiliki kader dengan potensi yang sangat besar. Golkar adalah penyeimbang kekuatan politik di mana menjadi salah satu yang berperan penting dalam menjaga stabilitas politik dalam negeri. Sehingga Golkar saat ini harus menyelesaikan permasalahan terkait dengan turunnya perolehan kursi Partai Golkar di parlemen dibanding pada tahun 2014 yang lalu.

“Bamsoet punya pasukan. Ada kebanggaan bagi kami para anak tentara dan polisi, jika Bamsoet tetap maju,” ujar Shandy pada Jumat, 8 November 2019.

Shandy menilai bahwa Bamsoet merupakan sosok yang cocok karena pengalaman dan memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) dalam berbagai organisasi dan terbukti dapat merangkul setiap golongan. Bamsoet yang juga merupakan Ketua Badan Bela Negara KB FKPPI ini juga dinilai dapat menjalankan tugas dan fungsi utama Partai Golkar bagi internal partai maupun eksternal dengan menjadi representasi kepentingan berbagai macam golongan masyarakat. Track record Bamsoet saat memimpin lembaga sebesar dan sedinamis DPR RI di mana citra dan kinerja DPR RI meningkat pun menjadi bukti nyata kiprah Bamsoet.

“Saya sangat mengenal sosok beliau. Beliau merupakan salah satu kader terbaik KB FKPPI yang bekerja dengan niat yang tulus dan ikhlas bagi kemajuan bangsa”, ucap Shandy.

“Saya yakin bahwa ini bukanlah tentang ambisi pribadi beliau. Melainkan tentang kepentingan yang lebih besar, yakni tentang keutuhan dan kebesaran Partai Golkar, yang pada akhirnya juga bermuara kepada kepentingan nasional bangsa dan negara”, tandas Shandy.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Bamsoet Tak Bisa Tolak Desakan Daerah Agar Golkar Dikelola Sesuai AD/ART

20 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI yang juga Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan maju atau tidak dirinya sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas), sangat tergantung dorongan para pemilik suara di daerah. Dirinya mengaku saat ini dukungan dari DPD I dan DPD II Partai Golkar sangat besar dan kuat.

“Saya sampai saat ini belum memutuskan untuk terus maju sebagai Caketum Partai Golkar atau tidak. Karena pelaksanaan Munas Partai Golkar sendiri sampai saat ini belum ditetapkan. Nanti pada saatnya saya akan mengumumkan maju atau tidaknya,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa, 5 November 2019.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, jika dirinya maju dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar bukanlah tentang ambisi pribadi. Melainkan tentang kepentingan yang lebih besar, yakni tentang keutuhan dan kebesaran Partai Golkar, yang pada akhirnya juga bermuara kepada kepentingan nasional bangsa dan negara.

“Ini bukan soal pribadi Bamsoet. Ini soal kepentingan yang lebih besar bagi Partai Golkar. Saya tidak bisa menolak desakan daerah yang menginginkan perubahan dan ingin partai dikelola dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan AD/ART. Sehingga bisa mengembalikan marwah kebesaran Partai Golkar sebagai penjaga dan pejuang kesejahteraan rakyat,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menegaskan bahwa dukungan dirinya terhadap Airlangga Hartarto untuk maju sebagai Caketum dalam Munas Partai Golkar juga masih sama. Begitu pun dengan kader Partai Golkar lainnya yang juga dipersilakan jika ingin maju.

“Silakan jika Pak Airlangga atau siapa pun kader Partai Golkar yang memenuhi persyaratan jika ingin maju menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar, saya dukung dengan cara tidak akan menghalangi. Yang terpenting kita kedepankan sportivitas, fairplay, dan gentleman,” tutur Bamsoet.

Mengingat penyelenggaraan Munas Partai Golkar yang lebih kurang tinggal satu bulan lagi, Bamsoet mengajak seluruh kader Partai Golkar maupun organisasi sayap untuk merapatkan barisan, menyatukan tekad, mantapkan niat untuk menyambut Munas dengan suka cita. Hindari statement tak mendidik, penuh kebencian, apalagi sampai bawa-bawa nama Tuhan.

“Munas yang merupakan acara internal rumah tangga kita, tak perlu disambut dengan kegaduhan apalagi sampai kebakaran jenggot dengan mengeluarkan statement yang penuh provokasi. Sebagai siklus rutin, mari sambut Munas ini dengan senyum suka cita. Berikan kesempatan kepada pengurus daerah dan kader untuk menjatuhkan pilihan kepada siapa kepemimpinan Partai Golkar akan mereka percayakan,” pungkasnya.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Merlisa A Marsaoly Ingin Mengabdi dan Membangun Ternate

15 Views

Ternate, Garda Indonesia | Segera berlangsung Pemilihan Kepala Daerah di Ternate pada tahun 2020, kini calon – calon pemimpin di masa depan Ternate mulai bermunculan termasuk mantan Ketua DPRD Kota Ternate Merlisa A Marsaoly.

Awak media sempat mengkonfirmasi via whatsahap terkait nama yang di gadang – gadang untuk calon Wali Kota Ternate periode 2020—2025 tersebut pada Sabtu dini hari, 3 November 2019 dan sangat cepat direspon oleh Merlisa.

“Selama menjabat Ketua DPRD Kota Ternate kemarin, saya belum cukup berbuat dan bekerja untuk masyarakat di Kota Ternate, oleh karena itu saya harus masuk Bursa wali kota kali ini, demi berbuat untuk masyarakat Kota Ternate,” sahut Merlisa yang juga Ketua PDIP Kota Ternate ini.

Merlisa menambahkan, “Saya Ingin mengabdi dengan tulus dan membangun Ternate yang lebih maju lagi, selama ini berkarier di DPRD dengan keterbatasan kewenangan, banyak hal yang tidak bisa di sentuh karena kewenangan besarnya ada di kepala daerah (wali kota).

Merlisa merasakan ketika menjabat Ketua DPRD Kota Ternate, namun dirinya berfikir. ingin membangun dulu di Ternate agar masyarakat Ternate terutama di pulau terluar bisa merasakan kesejahteraan.

“Saya ingin memberikan pembangunan yang merata dalam segala aspek dan sebagai Ketua Partai tentulah punya tanggung jawab dan yang terakhir sebagai keterwakilan perempuan dalam pilkada karena sudah dua periode ini belum ada keterwakilan perempuan untuk Wali Kota Ternate,” tuturnya.

Merlisa yang sangat sederhana dalam tutur kata dan berbusana sehari-hari. Semoga kesederhanaan ini bisa menjadikan Kota Ternate lebih baik di masa akan datang. (*)

Sumber berita (*/ma—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

Bamsoet: ‘Jangan Kesampingkan Peran Perempuan dalam Partai Politik!’

15 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan tanggung jawab dan peranan partai politik di dalam pembangunan bangsa harus dikedepankan guna memperkokoh tatanan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan.

Setiap kader partai politik harus mampu menatap jernih dan penuh optimisme terhadap cakrawala garis perjuangan partainya. Karena dalam negara demokratis, keberadaan partai politik mutlak diperlukan sebagai kendaraan memperjuangkan nasib bangsa dan negara.

“Seluruh elemen partai politik tak boleh lelah melakukan inovasi dan pengembangan diri, tidak berhenti dan menyerah begitu saja kepada situasi, kondisi ataupun lingkungan yang mengungkungnya. Dengan kesamaan gerak dan pandang, partai politik akan mampu membawa bangsa Indonesia menghadapi berbagai dinamika dan tantangan di tengah laju modernitas dan derasnya perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini,” ujar Bamsoet dalam diskusi publik ‘Akselerasi Partai Politik Menuju Indonesia Maju’, diselenggarakan Perempuan Masyarakat Tanah Air Partai Golkar (PERMATA GOLKAR), di Jakarta, pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Turut hadir menjadi narasumber lainnya antara lain Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia periode 2015—2019 Prof. Adiningsih, pakar komunikasi Politik Prof. Effendi Gazali, dan pengamat politik Ray Rangkuti.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, dalam gerak perjuangan partai politik, peran perempuan tak boleh dikesampingkan. Sebagaimana disampaikan Bung Karno dalam bagian akhir buku ‘Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia. Dari pesan Bung Karno tersebut dapat ditarik tiga hal utama. Pertama, kaum perempuan memiliki tanggung jawab sejarah untuk menyelamatkan negara, dalam arti yang seluas-luasnya. Kedua, kaum perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang strategis, yakni ambil bagian di dalam proses pengambilan keputusan publik yaitu politik, ekonomi dan sosial. Perempuan harus maju ke ruang publik dan menduduki tempat-tempat strategis.

“Ketiga, kaum perempuan memiliki peran dan tanggung jawab dalam menggerakkan masyarakat Indonesia kepada perubahan sistem yang berkeadilan dan bersih dari korupsi, sehingga bisa mengantarkan rakyat Indonesia kepada kehidupan yang adil dan makmur atau masyarakat berkeadilan sosial dan sejahtera,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meyakini, selama partai politik memberikan kesempatan kepada para srikandinya untuk urun rembug, urun pemikiran, bertukar pandangan dan gagasan, selama itulah partai politik akan selalu kuat. Karena tanpa kehadiran perempuan, partai politik akan terasa hambar.

“Perempuan bukan hanya memberi warna kesegaran dalam dinamika perjuangan partai politik, melainkan juga menjadi penjaga moralitas agar arah perjuangan partai politik tak melenceng dari cita-cita luhur menjadikan Indonesia lebih maju dan lebih beradab. Karenanya sangat penting bagi setiap pimpinan partai politik memberikan kesempatan seluasnya kepada perempuan untuk berkiprah,” tutur Bamsoet.

Lebih jauh, legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini, mencontohkan perempuan yang selama ini menjadi salah satu tiang penyangga Partai Golkar. Walaupun badai datang bersahutan, namun tak sampai meruntuhkan rumah besar Partai Golkar.

“Berkat kehadiran para perempuan/srikandi Partai Golkar, cobaan dan rintangan tersebut semakin menguatkan dan menokohkan Partai Golkar sebagai elemen politik yang tak bisa dipandang sebelah mata. What doesn’t kill you, makes you stronger,” pungkas Bamsoet.(*)

Sumber berita (*/Bamsoet—Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Pelantikan Presiden dan Kabinet Telah Selesai, Saatnya Bekerja

90 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Jaga persatuan dan kesatuan. Inilah pesan penting yg tersirat pasca pengumuman hasil kabinet Indonesia Maju. Pasti ada yang tidak puas, namun harus disambut baik.

Dengan mengajak rivalnya ke kabinet, tentu saja pilihan yang bijak. Demi kemajuan bangsa. Dan kerelaan Prabowo juga harus dihargai. Harus menjadi tradisi politik di tanah air. Meski berbeda. Namun untuk kepentingan bangsa. Kita harus rela mengesampingkannya. Dari dua tokoh bangsa itu kita perlu belajar.

Yang terpenting saat ini adalah, bahwa kita semua harus tetap menjaga suasana kondusif dalam ikatan persatuan dan kesatuan. “Jangan sampai kita sendiri yang justru mengganggu dengan mengeluarkan pernyataan (statement)yang kontraproduktif dengan sikap presiden. Jangan sampai para elit Kita lebih sibuk mengurusi politiknya dibanding memberikan kesempatan keduanya untuk bekerja,” pinta Ketua MPR RI Periode 2019—2024, Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada Sabtu, 26 Oktober 2019.

“Saya mendorong para elit untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak produktif. Agar suasana kebersamaan kita sebagai bangsa tetap terjaga,” ujar Bamsoet.

Menurut Bamsoet, Agenda penting dan mendesak saat ini adalah fokus 100 hari kerja dari para menteri harus menjadi perhatian semua. Seratus hari ke depan adalah kerja nyata bukan lagi retorika.

Situasi politik, relatif sudah lebih stabil dengan berakhirnya masa pemilu, pelantikan presiden dan pengumuman kabinet. Agenda saat ini yang penting adalah menyiapkan berbagai perangkat payung hukum untuk memudahkan kegiatan usaha, pendidikan dan ikatan sosial. (*)

Sumber berita (*Bamsoet/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Ini Alasan Jokowi Pilih dr. Terawan, Tito, Burhanudin & Yasonna Jadi Menteri

209 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pada Kamis, 24 Oktober 2019 sore, didampingi Mensesneg Pratikno, Presiden Jokowi membuka alasan pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta.

Usai memanggil satu persatu dan memperkenalkan kepada wartawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada telah mengangkat dan mengambil sumpah para menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Dari nama-nama menteri anggota Kabinet Indonesia Maju itu pemilihan sejumlah nama dianggap cukup mengejutkan.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan penjelasan atas pemilihan sejumlah nama yang dianggap mengejutkan masyarakat.

Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto; Presiden Jokowi menjelaskan, pemilihan dr. Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan karena saat memimpin RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, melakukan tugasnya dengan baik.

“Menteri ini titik beratnya lebih pada pengelolaan, lebih kepada manajemen. Baik itu manajemen anggaran, baik itu manajemen personalianya yang ada di Kementerian Kesehatan, baik manajemen mendistribusikan anggaran agar betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Presiden Jokowi. Karena itu, lanjut Presiden, menterinya harus memiliki pengalaman dan manajemen yang baik. Presiden mengaku melihat dr. Terawan dalam mengelola RSPAD memiliki kemampuan.

Alasan kedua, dr. Terawan memiliki rekam jejak yang diakui di dunia internasional, yaitu pernah didaulat menjadi Ketua International Committee on Military Medicine (ICMM), sebuah organisasi dokter militer dunia. Selain itu, pengalaman dr. Terawan di lapangan juga dibutuhkan untuk menghadapi bencana dan ancaman endemik.

“Kita ini selalu berada dalam posisi bencana dan ancaman endemik di Indonesia masih ada. Saya lihat waktu beberapa kali saya undang, orientasinya adalah preventif. Itu yang akan lebih dititikberatkan. Artinya yang berkaitan dengan pola hidup sehat, pola makan yang sehat, olahraga yang sehat, bukan titik beratnya pada mengurusi yang telah sakit. Membuat rakyat kita sehat. Saya kira itu,” jelasnya Presiden Jokowi.

Jaksa Agung, S.T. Burhanudin; Adapun terkait pemilihan S.T. Burhanudin sebagai Jaksa Agung, Presiden Jokowi mengatakan ia membutuhkan orang yang berasal dari internal agar lebih memahami hal-hal di dalam Kejaksaan Agung. Untuk diketahui, sebelumnya S.T. Burhanudin pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

“Pak Jaksa Agung juga saat bertemu dengan saya menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan proses-proses perbaikan internal dan juga yang berkaitan dengan pencegahan korupsi. Saya kira itu yang saya sangat tertarik,” kata Presiden.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; Untuk posisi Menteri Dalam Negeri, Presiden Jokowi menilai Tito Karnavian memiliki pengalaman di lapangan dan hubungan dengan daerah yang baik selama menjabat sebagai Kapolri.

Untuk itu, Presiden memberikan tugas kepada Tito Karnavian untuk mengawal cipta lapangan kerja agar investasi di daerah bisa berjalan dengan baik.

“Juga saya sampaikan yang berkaitan dengan pelayanan, utamanya di bidang yang berkaitan dengan pelayanan publik di daerah-daerah agar bisa dikoordinasi dengan baik dengan seluruh kepala daerah yang ada sehingga tata kelola dalam pelayanan kepada dunia usaha, dunia bisnis, dalam investasi, itu betul-betul bisa ramah, cepat, dan kita harapkan penciptaan lapangan kerja bisa dilakukan,” sambung Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly; Sementara untuk Menteri Hukum dan HAM, Presiden Jokowi memberikan tugas untuk memperbaiki dan mengoreksi apa yang perlu diperbaiki.

Secara khusus, Presiden menugaskan Yasonna Laoly untuk menyelesaikan omnibus law yang merupakan sebuah pekerjaan besar.

“Bagaimana kurang lebih 74 UU itu bisa direvisi sekaligus sehingga bisa memperbaiki pelayanan-pelayanan publik yang ada, pelayanan kepada dunia usaha, sehingga betul-betul cipta lapangan kerja itu konkret bisa kita lakukan. Saya kira tugas menteri ada di situ. Termasuk juga yang berkaitan dengan tata kelola yang ada di lapas,” ungkap Presiden. (*)

Sumber berita (*/Bey Machmudin–Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)
Editor (+rony banase)