Arsip Kategori: Daerah

Diduga Cemar Nama Baik, Akun Asty Sene Dipolisikan Timordaily ke Polres Belu

996 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wartawan media daring Timordaily.com, Silvester Manek atau Vegal melaporkan akun facebook Asty Sene ke Unit Tipiter (tindak pidana tertentu) Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Pantauan Garda Indonesia, laporan Vegal, sapaan karibnya, didampingi kuasa hukum M.A. Putra Dapatalu, S.H., bersama sejumlah wartawan menyerahkan materi pengaduan dugaan pencemaran nama baik, dan diterima langsung oleh Kanit Tipiter, Aipda Mesakh Boymau.

Eros, sapaan akrab Kanit Tipiter menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. “Kami akan panggil pemilik akun Asty Sene dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk dimintai pertanggungjawaban. Ini ‘kan masuk dalam kasus pencemaran nama baik, pasal 27 ayat (3) UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tandas Aipda Boymau.

Selain itu, ujar Kanit Tipiter Polres Belu, pihaknya akan meneruskan Laporan Informasi (LI) ini ke Kapolres Belu dan selanjutnya mengambil keterangan dari korban/pelapor bersama sejumlah saksi.

Penasehat Hukum Vegal M.A. Putra Dapatalu, S.H., menuturkan, kasus yang dialami kliennya itu dinilai telah mencoreng nama baik. Karena itu, ia akan mendampingi kasus ini sampai tuntas. “Kita berharap agar pihak kepolisian, dalam hal ini Kanit Tipiter dapat mendalami perkara ini sampai tuntas, sekaligus menjadi pelajaran bagi pengguna media sosial lainnya sehingga ke depan bisa menggunakan media sosial secara lebih bijak,” pintanya.

Sebagaimana salinan materi laporan yang diterima, memuat kronologi sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 WITA, saudari Asty Sene dengan nama akun facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dengan menyebutkan Silvester Manek sebagai perusak generasi, dan ilmu premannya melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.
  2. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 WITA, saudari Asty Sene dengan nama facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dan menyebut nama lembaga Timordaily.com melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.
  3. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 Wita, saudari Asty Sene dengan nama facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dan menyebut nama wartawan melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.

Untuk diketahui, pasal 27 ayat (3) UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dengan hukuman paling lama 6 (enam) tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Masa Pandemi, PMKRI Cabang Kefamenanu Periode 2021—2022 Dikukuhkan

323 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2020—2022 mengukuhkan Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don bersama Dewan Pimpinan Cabang periode 2021—2022 bertempat di aula gedung Alesia.

Pelantikan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Juli 2021, sekitar pukul 13:30 WITA—selesai dan dihadiri oleh para senior alumni, pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu, dan organisasi kepemudaan tingkat kecamatan se-Kabupaten TTU.

Saat menyampaikan pidatonya, Kristoforus Bota selaku Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu menekankan suatu wadah perhimpunan tentu memiliki berbagai gejolak dinamika, yang bisa menimbulkan berbagai kesalahpahaman baik antar individu maupun kelompok.

“Dinamika yang biasanya terjadi dalam tubuh perhimpunan merupakan suatu proses menuju kematangan emosional serta untuk menentukan arah baru dan pencapaian tujuan bersama dalam tubuh perhimpunan. Oleh karena itu, dalam setiap dinamika yang terjadi, hasilnya sudah tentu tidak bisa memuaskan keinginan semua orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” urai Isto sapaan akrabnya.

Sebab itu, imbuh Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu, merupakan sebuah kewajaran karena kita semua yang tergabung dalam suatu perhimpunan datang sari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.

“Dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, di mana penyebaran Covid-19 semakin hari semakin meningkat, maka sebagai generasi muda haruslah tetap aktif berkarya, berinovasi, baik dalam hal mencegah maupun memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dan menyerang seluruh sendi kehidupan,” pinta Ketua Isto.

Sebab, terang Ketua Isto, tidak dapat dipungkiri bahwa penyebaran Covid-19 semakin hari akan semakin merajalela jika kita sebagai generasi muda masih bersikap apatis dan berdiam diri dalam zona nyaman.

Sebelum menutup pidatonya, Ketua Isto mengajak semua elemen agar iman dan kepercayaan harus tetap kokoh untuk terus berkarya demi keberlangsungan hidup sehari-hari walau sedang dilanda dengan berbagai kekhawatiran, kegelisahan, beban masalah ekonomi, masalah kesehatan, maupun segalah ketimpangan lain yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 yang mendunia.(*)

Penulis : Valerianus Kou

Editor (+roni banase)

Foto oleh PMKRI Cabang Kefamenanu

Biinmaffo Berduka, Berpulangnya Frengky Saunoah

1.277 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Tokoh Politik PDI-Perjuangan  Kabupaten Timor tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT), Frengky Saunoah, S.E., menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit S.K.Lerik – Kupang pada Sabtu, 31 Juli 2021; usai dirujuk dari Rumah Sakit Umum Kefamenanu karena mengalami sakit.

Kerinduan masyarakat Biinmaffo terhadap sosok Frengky Saunoah untuk menjadi agen pembaharuan telah tiada. Setelah perjuangan karier politik dalam perhelatan Pemilihan Bupati TTU periode 2021—2024.  Terakhir kali melawan sakit penyakit yang dideritanya di akhir Juli 2021.

Perjalanan panjang karier Frengky Saunoah, bukan wajah baru yang terjun dunia  politik. Sosok yang disapa Bung Frengky ini, telah menjabat sebagai orang nomor satu di punggung partai “bermoncong putih” di wilayah administratif Timor tengah Utara.

Sepak terjang seorang sosok berjiwa muda asal Maubesi ini, patut dibanggakan. Vokal berbicara luar biasa dalam mengedepankan aspirasi masyarakat selama menjadi Ketua DPRD TTU tiga periode. Demi mengedepankan keadilan masyarakat Biinmaffo, adalah perjuangan keras tak pantang menyerah.

Adapun riwayat karier yang dihimpun dari media sosial, grup dan facebook, yaitu menjabat sebagai Sekretaris Umum IMATTU (Ikatan Mahasiswa TTU) Kupang, Ketua DPC PDI-Perjuangan TTU, Anggota DPRD TTU 3 periode, dan Calon Bupati TTU 2021—2024

Sesuai informasi yang dihimpun, Jenazah akan dipulang ke tanah kelahirannya dan dibaringkan di rumah duka Maubesi – Timor Tengah Utara.(*)

Penulis (*/Melki Nino)

Foto utama (*/istimewa)

Usai Diperiksa Penyidik Polres, Anggota DPRD Belu Resmi Jadi Tersangka

904 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Usai diperiksa penyidik Polres, oknum anggota DPRD Belu fraksi Partai Gerindra berinisial MMNB, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas kasus dugaan tindak pidana penghinaan ringan terhadap 9 orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua. Demikian disampaikan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam jumpa pers yang dihelat bersama awak media di aula serba guna Mapolres Belu pada Sabtu, 31 Juli 2021.

“Penyidik sudah lakukan pemeriksaan terhadap tersangka MMNB di ruang Satreskrim Polres Belu pada Jumat pagi, 30 Juli 2021. Sesuai hasil gelar perkara, ini penghinaan ringan, melanggar pasal 315 KUHP dengan ancaman hukuman 4 bulan penjara,” terang Kapolres Belu.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/22/hina-masyarakat-oknum-anggota-dprd-belu-terancam-jadi-tersangka/

Kapolres Khairul Saleh menuturkan, penyidik tidak bisa menahan tersangka MMNB karena kasus ini merupakan tindak pidana ringan. Penyidik segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Atambua untuk disidangkan.

“Yang bersangkutan diancam dengan 4 bulan penjara. Selanjutnya nanti, kita tunggu hasil di pengadilan. Karena ini kasus tipiring, tersangka MMNB tidak bisa ditahan. Yang bisa ditahan itu, minimal ancaman hukumannya 5 tahun ke atas. Itu sesuai dengan aturannya,” pungkas Kapolres. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa)

Usai Penetapan KPUD, Wakil Bupati Terpilih Sabu Raijua Ambil Langkah Taktis

497 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Pasca-penetapan Paket 2M sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) yakni Drs. Nikodemus N.Rihi Heke, M.Si. dan Yohanis Uly Kale, A.Md pada Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sabu Raijua pada Rabu, 28 Juli 2021, maka Wakil Bupati Terpilih Yohanis Uly Kale. A.Md. melakukan kunjungan perdana di Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Oasa, pabrik rumput laut serta meninjau Pelabuhan Biu di Kecamatan Sabu Timur.

Saat kunjungan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua periode 2021—2024, didampingi Plt. Kadis Perindag dan PTSP Sabu Raijua, Lagabus Pian beserta staf, Camat Sabu Timur Ramenius J.K. Mangngi Djo dan staf.

Apa saja langkah taktis yang akan dilaksanakan terhadap kedua pabrik di Pulau Sejuta Lontar tersebut?. Kita bakal menunggu pasca-pelantikan dan guna membangun Sabu Raijua, perlu sinergisitas berbagai pihak dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada, guna merumuskan kebijakan terbaik.

Wakil Bupati Terpilih Sabu Raijua saat meninjau Pelabuhan Biu di Kecamatan Sabu Timur.

Tentunya, Paket 2M (Maballa dan Mahoro, red) akan berkarya lebih sungguh-sungguh membawa masa depan Sabu Raijua ke arah yang lebih baik, untuk menjawab harapan dan doa masyarakat. Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua elemen masyarakat terhadap semua potensi Sabu Raijua, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) juga peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepada Garda Indonesia pada Jumat sore, 30 Juli 2021, Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Yohanes Uly Kale membeberkan kunjungan yang dilakukan merupakan langkah taktis guna melihat dan memilah apa yang harus dibenahi.

“Kami (Paket 2M, red) telah ditetapkan KPUD, maka secara hukum kami sudah sah, tinggal menunggu pelantikan,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Bupati Jo Uly, sapaan akrabnya menegaskan bahwa pabrik air kemasan harus segera berjalan di Sabu Raijua. “Saya telah melihat fisik pabrik tersebut. Sementara tak beroperasi karena izin Halal dari MUI dan BPOM menggunakan milik orang lain, termasuk password. Sehingga masih ada tunggakan pembayaran yang harus diselesaikan,” ujarnya sembari akan terus mengikuti perkembangannya.(*)

Sumber dan foto (*/alfons lay)

Editor (+roni banase)

Berobat Gratis Mulai 1 Agustus 2021, Masyarakat Jangan Takut ke Faskes

216 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diluncurkan pada Senin 26 Juli 2021, dan mulai berlaku pada Minggu, 1 Agustus 2021. Setiap warga yang sakit dan memiliki identitas kependudukan Belu silakan datang ke rumah sakit dan puskesmas terdekat tanpa harus merasa cemas dan takut, karena semua biaya obat dan fasilitas kesehatan (Faskes) ditanggung pemerintah.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. saat mendeklarasikan Desa Tohe, Kecamatan Raihat dan Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua sebagai desa/kelurahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta Desa Maumutin dan Desa Asumanu, Kecamatan Raihat sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) di aula Kantor Desa Tohe, Kecamatan Raihat pada Jumat, 30 Juli 2021.

Berkaitan dengan deklarasi desa/kelurahan STBM dan ODF, Wakil Bupati meminta masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari tindakan–tindakan kecil setiap orang.

Alo Haleserens pun mengimbau kepada masyarakat, agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M. “Bapa mama semua, sekarang ini di Kabupaten Belu sudah ada virus corona Varian Delta, jadi hati-hati. Ingat pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumunan dan kalau tidak penting (untuk bepergian, red.) lebih baik pergi ke kebun saja,” pintanya.

Wakil Bupati juga menyinggung tentang proses belajar mengajar di sekolah, bahwa para guru wajib memastikan diri telah melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan 5 M. Anak-anak didik selalu memakai masker, menjaga jarak dalam ruang kelas. Jika terjadi gejala atau hal-hal aneh segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. “Jadi, itu semua sudah kita ingatkan. Ini merupakan orientasi kita dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Pimpinan Yayasan Pijar Timor Indonesia (YPTI) Atambua, Vinsensius Kia Beda dalam sambutan mengatakan, dengan hadirnya STBM, masalah sanitasi mulai ditingkatkan. Proses hidup sehat tidak bisa berjalan tanpa peran aktif dari masyarakat.

“Simpan rindu, piara kenangan. Kenangan yang baik jangan dibuang, jangan kita lupakan tetapi harus tetap dipraktikkan dalam kehidupan sehari–hari di Desa Tohe, Maumutin, Asumanu dan kelurahan Tenukiik yang dideklarasikan menjadi desa/kelurahan STBM dan ODF pada hari ini,” sebut Kia Beda sembari berharap agar mars yang dinyanyikan dan ikrar yang diucapkan harus tetap dipraktikkan dan dipertahankan demi meraih kemenangan yang lebih besar dengan memperoleh sertifikat STBM dan ODF.

Laporan Penjabat Kepala Desa Tohe

Pj. Kepala Desa Tohe, Cyprianus Mau dalam laporan mengatakan STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemacuan.

Kepemilikan akses sanitasi yang layak di Desa Tohe sebesar 90,25% dari jumlah total 1.309 KK. Proses pelaksanaan STBM di Desa Tohe, dimulai sejak tahun 2018.

Pj. Kades menggambarkan, kegiatan STBM dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat dilakukan dengan berbagai cara agar masyarakat Desa Tohe sadar untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih melalui 5 pilar STBM. “Terima kasih kepada Pemkab Belu, Yayasan Plan Internasional Indonesia bersama mitra kerja Yayasan Pijar Timor Indonesia serta semua elemen yang telah menyukseskan program STBM sehingga masyarakat sadar untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Turut hadir, forkopimcam Raihat, pastor paroki St. Aloysius Gonsaga Haekesak, kepala desa, TP PKK desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: prokopimdabelu

17 Ribu Lebih Keluarga di Belu Terima Bantuan Beras PPKM

268 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pandemi Covid–19 belum berakhir, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna memutuskan penyebaran wabah Covid–19, dan disusul dengan kebijakan pemberian bantuan beras PPKM. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Sabina Mau Taek melalui laporannya dalam kegiatan launching ‘peluncuran’ bantuan beras PPKM oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. di lantai I Kantor Bupati pada Selasa, 27 Juli 2021.

Sasaran kebijakan bantuan ini, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, diberikan kepada 17.237 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan perincian, PKH berjumlah 10.601 KPM dan BST berjumlah 6.636 KPM yang tersebar di 69 desa dan 12 kelurahan. Indeks bantuan, 10 kg per KPM dan waktu penyalurannya berlaku sejak 12—31 Juli 2021.

Beras bantuan PPKM yang disediakan oleh bulog sebanyak 172.370 kg. Pos & Giro, didampingi para pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial akan mengangkut ke seluruh kantor desa dan kelurahan.

Bupati Belu dalam arahannya, meminta kepada seluruh PKM agar berjuang hidup mandiri menjadi manusia–manusia unggul dengan tidak selalu bergantung kepada bantuan pemerintah. Berpikirlah bahwa ketika tiba waktunya, bantuan pemerintah akan berhenti.

“Saat pembagian beras di kantor desa dan kelurahan, perhatikan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pesan Bupati dr. Agus Taolin. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

204 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan peluncuran pengobatan gratis di Puskesmas Haliwen, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Senin, 26 Juli 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/26/pemda-belu-resmi-luncurkan-pengobatan-gratis-pakai-ktp/

Bupati Belu menuturkan, pencanangan program pengobatan gratis, selain sebagai pemenuhan janji politik, juga sebagai kado terindah pemerintah daerah bagi masyarakat Belu seutuhnya menjelang peringatan dirgahayu RI ke–76 tanggal 17 Agustus 2021. “Mulai tanggal 1 Agustus 2021 sudah mulai berlaku. Masyarakat sudah bisa berobat gratis dengan hanya membawa KTP,” imbuhnya.

Bupati Belu menegaskan, pemerintah daerah sudah bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku melalui kajian–kajian dari berbagai aspek. “Jadi, clear! Kita kaji dari berbagai aspek, hukum dan lain–lain, dan inilah hasilnya! Semoga masyarakat Belu tetap terlindungi. Jadi, semua yang kemarin tunggak, semua yang kemarin kesulitan beli obat, sekarang sudah tidak lagi. Datanglah ke seluruh fasilitas kesehatan hanya menggunakan KTP, KK dan Surat Kenal Lahir. Mata anggarannya dari APBD Kabupaten Belu sudah ada 12 miliar rupiah. Semuanya sudah kita tanda tangan, dan tanggal 1 Agustus 2021 mulai berlaku,” tekan dr. Agus Taolin.

Turut hadir, Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, segenap anggota DPRD Belu, Forkopimda plus Kabupaten Belu, Pj. Sekda Kabupaten Belu, Frans Manafe, S.Pi, Kepala BPJS Atambua, para Asisten Setda Belu, para Pimpinan Perangkat Daerah Belu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, FKUB Kabupaten Belu, para Camat, para kepala puskesmas, dan para tokoh masyarakat se–Kabupaten Belu dan insan pers. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/yohan kia/facebook)