Waspada Banjir ROB Pesisir Pantai di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

331 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai diterjang oleh Badai Siklon Tropis Seroja, Pulau Sumba dan Sabu Raijua bakal menghadapi fenomena banjir pesisir (ROB) yang diprediksi oleh BMKG bakal pada rentang waktu pada Jumat—Senin, 10—12 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/hilang-lima-hari-dua-nelayan-sabu-raijua-pulang-dengan-selamat/

Peringatan dini Banjir Pesisir (ROB) dirilis oleh BMKG pada Jumat, 10 April 2021, menyampaikan akibat adanya aktivitas pasang surut air, dan kondisi gelombang tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa banjir pesisir.

Banjir ROB ini bakal berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai yang bakal terdampak yakni di pesisir selatan Pulau Sumba dan pesisir Pulau Sabu Raijua, untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir (ROB), serta memperhatikan perkembangan atau update informasi cuaca maritim dari BMKG melalui call center 0380-8561910 atau dapat mengakses https://peta-maritim.bmkg.go.id atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wartabromo.com

Apresiasi PLN NTT, Gubernur VBL : Listrik Pulih dalam Waktu Dekat

407 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi terhadap kerja keras PLN untuk memulihkan kembali jaringan listrik yang rusak akibat bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT pada 5 April 2021.

“Tentunya dari PLN telah berusaha maksimal. Masyarakat diharapkan bersabar karena badai ini telah mengakibatkan kerusakan sangat parah. Saya yakin teman-teman PLN dengan kondisi ini telah turun untuk lakukan perbaikan. Kita harap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, jaringan listrik akan pulih kembali di seluruh NTT,” jelas Gubernur VBL saat ditemui wartawan  usai menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna, di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Aula El Tari Kupang, pada Minggu, 11 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Menurut VBL,  semua pihak dalam situasi seperti ini harus bersabar. Yang diutamakan untuk saat ini adalah ketersediaan logistik untuk korban bencana. “Yang penting logistik dulu. Warga jangan lapar dan haus, itu sangat penting dalam kondisi begini. Saya harapkan dalam minggu depan, listrik dapat segera kembali pulih seperti sebelumnya,” terangnya.

Gubernur VBL Terima Bantuan Bencana dari Satgas BUMN

Gubernur VBL di tempat sama, menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT senilai Rp.5.067.089.782,- (Lima miliar enam puluh tujuh juta delapan puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) dan diserahkan langsung oleh Staf Khusus Tiga Bidang Komunikasi Publik Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza, Wakil Ketua Komisi VI, Mohamad Hekal.

Foto bersama usai penyerahan bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna untuk korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas BUMN untuk membantu kondisi masyarakat NTT yang tertimpa bencana. “Ini jadi keprihatinan kita bersama. Teman-teman di Komisi VI DPR RI terus mendorong kami untuk secepatnya untuk membantu masyarakat NTT. Bantuan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ini akan terus. Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) juga mengatakan, ini tidak boleh berhenti, terus akan dilakukan. Apa yang menjadi kebutuhan di NTT,  kita akan coba penuhi,” ujar Arya dalam sambutan singkatnya.

Sementara itu,  Ketua Komisi VI DPR menyampaikan keprihatinan terhadap bencana yang terjadi di banyak tempat di NTT. Ini jadi perhatian bersama dari seluruh elemen bangsa. “Kami dari Komisi VI terus meminta kepada Kementerian BUMN untuk semaksimal mungkin memberikan bantuan di awal dan juga berikan bantuan saat proses pemulihan atau recovery bencana di NTT. Ini bantuan kecil yang diberikan bersama-sama komisi VI. Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat NTT. Salam kami dari Komisi VI kepada para keluarga korban yang selama ini mencoba melewati masa-masa sulit dengan kekuatan yang ada,” kata Faizol Reza.

Pada kesempatan tersebut PT HM Sampoerna Tbk juga menyerahkan bantuan 250 paket sembako untuk masyarakat Kota Kupang, Flores Timur dan Lembata. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manager Area Kupang PT.  HM Sampoerna, Bayu Winata.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Hilang Lima Hari, Dua Nelayan Sabu Raijua Pulang dengan Selamat

257 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Dua nelayan, warga Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat dinyatakan hilang selama lebih kurang 5 (lima) hari karena dihantam Badai Siklon Tropis Seroja, pada Minggu, 4 April 2021, akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh kapal luar negeri di Perairan Australia pada Kamis pagi, 8 April 2021.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi kepada Garda Indonesia pada Sabtu malam, 10 April 2021 pukul 22.21 WITA mengungkapkan bahwa informasi dua nelayan selamat dibantu kapal luar negeri tersebut disampaikan oleh Camat Raijua, Titus Bernadus Duri.

“Selamat sore Bapak Bupati. Telah kembali ke Raijua, orang hilang,” tulis Camat Raijua melalui pesan whatsapp.

Adapun dua nelayan tersebut yakni Niba Uli beralamat di RT 18, RW 09, Lingkungan V, Kelurahan Ledeke, Kecamatan Raijua dan Isak Uru Dadi beralamat di RT 06, RW 03, Lingkungan II, Kelurahan Ledeke, Kecamatan Raijua.

Dua Nelayan Raijua yang selamat berpose dengan Camat Raijua, Titus Bernadus Duri (paling kiri bermasker putih) dan aparat setempat

Lanjut Camat Titus, “Diselamatkan oleh kapal Luar negeri di Perairan Australia pada Kamis pagi, 8 April 2021. Mereka dibantu beras 50 kg, air mineral 20 dos, ikan kaleng 2 dus, mie instan 5 dus, minuman kaleng 5 dus, Apel 2 karung, Solar 3 jeriken besar (105 liter), Life Jacket 2 buah.”

Kemudian, imbuh Camat Titus, pada Kamis sore, mereka dituntun ke perairan Indonesia dan tiba di Pulau Dana pada Sabtu pagi, 10 April 2021. “Mereka mendapat bantuan solar lagi 1 jeriken (35 liter) dari kapal nelayan Indonesia yang sedang berada di sekitar Pulau Dana, kemudian melanjutkan perjalanan ke Raijua dan tiba sekitar pukul 15.15 WITA di Pelabuhan Bhee, Kecamatan Raijua,” urainya.

Saat ini, tandas Camat Raijua, mereka telah diantar ke rumah masing-masing di Kelurahan Ledeke.

Penulisdan Editor (+roni banase)

Foto (*/istimewa, koleksi pribadi)

Pantau Lokasi Pasca–Banjir Tasain, Pj Bupati Belu: Rumah Hanyut Bangun Baru

70 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bersama pimpinan OPD teknis memantau langsung kondisi lokasi pasca–bencana banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 10 April 2021.

Selain itu, Pj. Bupati mengecek dan memastikan ketersediaan logistik, termasuk pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat–obatan di Posko Pengungsian Gereja GMIT Solafide Motamaro. “Persediaan logistik masih cukup bahkan tergolong banyak. Para pengungsi diberi makan tiga kali sehari,”ungkap Zaka Moruk sembari menuturkan, setelah tanggal 20 April 2021 pemerintah daerah tidak lagi mengambil keputusan tanggap bencana.

Zakarias Moruk mengutarakan, Pemerintah Daerah Belu siap membantu menyediakan peralatan dapur seperti piring, senduk, gelas, wajan, periuk, kompor, pakaian dan selimut kepada para pengungsi. Dan, saat ini dapur umum ditangani oleh anggota Yonif Raider Khusus 744/SYB, bekerja sama dengan pemerintah dan pemuda.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Berkaitan dengan 7 unit rumah warga yang terhanyut banjir dan 9 unit rumah lainnya yang mengalami kerusakan berat,  Zakarias Moruk meminta kepala desa setempat untuk segera menunjukkan lokasi guna pembangunan rumah baru dalam minggu ini. “Kita juga datang untuk cek lokasi yang mau dibangun rumah karena ada beberapa KK yang rumahnya terhanyut sehingga harus dibangun baru. Pemerintah akan lakukan relokasi dan bangun beronjong untuk mengantisipasi banjir luapan kali Motamaro,” ujarnya.

Kondisi pengungsi di penampungan Gereja GMIT Solafide Motamaro

Penjabat Bupati Belu juga menginstruksikan OPD terkait melakukan pendampingan saat para pengungsi kembali ke rumah masing-masing untuk memastikan tidak kekurangan logistik. “Pemerintah akan bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk membantu para pengungsi membersihkan rumah-rumah warga yang masih ada sisa material banjir,” ungkap Zakarias Moruk.

Terkait masalah listrik, Penjabat Bupati Belu menandaskan, bahwa saat ini, jaringan listrik terpusat di Bolok-Kupang. Tim gabungan dari seluruh Indonesia sedang berada di Kupang untuk memperbaiki kembali jaringan-jaringan yang putus akibat Siklon Tropis Seroja. “Masih bertahap, sehingga di Atambua dilakukan penjadwalan listrik menyala. Kita berharap awal bulan Mei sudah normal,” papar Zakarias Moruk. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

PLN Pulihkan Listrik 6 Kabupaten di NTT, 41.850 Pelanggan Nikmati Listrik Lagi

601 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Utamakan keselamatan warga, PLN berhasil menyalakan kembali seluruh kelistrikan terdampak di 6 Kabupaten di NTT yakni wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Untuk memastikan percepatan pemulihan atau recovery kelistrikan di NTT, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memimpin secara langsung jalannya proses pemulihan kelistrikan di NTT.

“Saya melihat langsung progres luar biasa yang dilakukan rekan-rekan PLN di lapangan, sampai dengan Jumat (9 April 2021) kemarin, kita telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di 6 kabupaten di NTT. Jumlah ini kami targetkan akan terus meningkat seiring adanya tambahan personil dari PLN Group yang datang ke NTT untuk membantu pemulihan,” terang Syamsul Huda.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda saat memantau langsung pekerjaan di sisi 20 kv

Ia pun menjelaskan, sebanyak 327 unit gardu distribusi yang sebelumnya terdampak pada keenam kabupaten tersebut, kini telah beroperasi kembali sehingga sebanyak 41.850 pelanggan dapat menikmati listrik kembali.

Sementara itu, untuk update recovery secara keseluruhan di NTT terhitung pada Sabtu, 10 April 2021 pukul  12.00 WITA, PLN berhasil menyalakan 1.578 gardu sehingga  251.699 pelanggan kembali menikmati aliran listrik.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik di NTT, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 723 personel. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Makassar, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB dan akan datang lagi dari Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

“Kendala yang kami hadapi saat ini yakni adanya kerusakan pada salah satu tower transmisi 70 kV di section Maulafa – Naibonat yang diakibatkan oleh longsor di mana tower ini merupakan tulang punggung untuk menyalurkan aliran listrik ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Belu,” jelas Syamsul Huda.

Menurut Huda, proses pemulihan akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga. “Harapannya, dengan turunnya personil PLN baik dari maupun luar NTT dan ditambah 30 anggota TNI dapat mempercepat pembangunan tower kembali,’’ pungkasnya.

PLN terus mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan apabila ada gangguan kelistrikan dapat melapor pada aplikasi PLN Mobile dan Call Center 123. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Corporate Communication and CSR PLN)

Editor (+roni banase)

Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

40 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang.

Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan bergengsi. “Indonesia  Enterprise Risk Management Award (IERMA) IV-2021′ adalah penghargaan yang diberikan kepada Bank NTT. Yang tak kalah membanggakan adalah pada Februari lalu, Bank NTT pun mendapatkan penghargaan yang sama, dari Economic Review. Kali ini, Bank NTT meraih award sebagai “The Big 6 Indonesia Enterprise Risk Management — IV-2021 dengan kategori: BPD Company-Buku 2 dengan nilai aset Rp.15 Triliun sampai kurang dari Rp.25 Triliun.

Penghargaan ini diberikan melalui zoominar yang mengusung tema  “Strengtheening Risk Awarenes in the Face Future Busines Disruption” dan diikuti oleh para pejabat perbankan se-Indonesia. Sementara, untuk Bank NTT, diikuti oleh Direktur Utama, Direktur Kepatuhan, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepala Divisi Perencanaan & Corporate Secretary, melalui pertemuan secara online.

Kepastian mengenai pemberian penghargaan ini, dipertegas dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan ditembuskan ke Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah pejabat utama; bernomor 017FS/IERMA/KUM/ER/IR!III/2021 bersifat penting dan dengan perihal Surat Undangan penyerahan Penghargaan dan National Zoominar, tanggal 18 Maret 2021 dan ditandatangani oleh RAy. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn, M.M. selaku pemimpin umum dan Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., MB. selaku ketua dewan juri.

Adapun dasar dari penganugerahan penghargaan tersebut, adalah penerapan manajemen risiko secara baik, sangat  penting bagi sebuah industri perbankan. Bahkan kondisi akibat pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda NTT, sangat berdampak buruk pada sektor usaha. Sehingga penerapan Enterprise Risk Manajemen (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan, minimal dapat bertahan. Karena dengan melakukan mitigasi risiko yang baik, diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian, meningkatkan daya saing yang akhirnya meningkatkan shareholders wealth.

Manajemen risiko merupakan rangkaian  prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan. Sedangkan tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian atau membahayakan kelangsungan usahanya. Sedangkan tujuan dari pemberian award ini, adalah diberikannya apresiasi tertinggi kepada dunia usaha Indonesia yang memiliki sederet keunggulan dengan menerapkan manajemen risiko dengan baik. Sedangkan visinya adalah ‘Keteladanan Perusahaan’ tersebut menjadi benchmarking bagi dunia usaha lainnya di Indonesia menuju perusahaan kelas dunia.

Misinya, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sukses menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan operasional sehari-hari,” demikian Economic Review dalam suratnya kepada Bank NTT terkait landasan pemberian penghargaan tersebut. Adapun kategori yang dinilai dalam penjurian, yakni manajemen risiko yang meliputi intemal environment and objective (lingkungan internal dan sasaran), risk identification (identifikasi resiko), risk assessment (Penilaian Risiko), Risk Response (Tanggapan Risiko), Kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi manajemen risiko (sertifikasi latar belakang pendidikan dan pengalaman, dan lain-lain).

Poin kedua yang dinilai yakni audit dan audit internal yang meliputi departemen audit diposisikan yang independen, melakukan perbaikan berdasarkan saran-saran yang diajukan auditor intern, kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi fungsi audit (sertifikasi, latar belakang pendidikan dan pengalaman) termasuk program peningkatan kemampuan dengan melaksanakan continuing profesional education, serta secara periodik biasanya empat tahun sekali kegiatan departemen ini harus dievaluasi oleh pihak independen.

Poin ketiga yang dievaluasi adalah Hukum dan Reputasi, yakni adanya berita atau informasi negatif mengenai perusahaan dan pimpinan beserta jajarannya, adanya masalah hukum, ligitasi dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan, sudah membuat secara detail SOP dan kebijakan tertulis dalam menghadapi kasus seperti penyuapan, korupsi dan praktik bisnis tidak sehat, dan yang terakhir, perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi senior manajemen, karyawan dan vendor tentang hukum, regulasi, kebijakan dan kode etik yang terkait dengan operasional perusahaan.

Tak hanya itu, melainkan juri pun melakukan dari sisi financial Finance. Validitas hasil penjurian sangat ditentukan oleh dewan juri yang berkualitas. Mereka diantaranya Prof, Roy Sembel, MBA, PhD, CSA (Dewan Pakar Keuangan, Investasi) sebagai penasihat juri, Dr. Dewi Hanggraeni, MBA, CA, CACP (Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tata kelola Risiko dan Kepatuhan Indonesia, Dosen FEB UI, Waketum PPI bidang Ekonomi sebagai ketua dewan juri, dan anggotanya, Alan Yazid, BBus, MBA selaku Wakil Ketua Perhimpunan Tata kelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, memberi apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah berkontribusi secara nyata, sehingga Bank NTT, boleh dinobatkan sebagai bank yang sukses menerapkan manajemen yang mumpuni. Dari sisi mitigasi risiko, menurut Dirut Alex, Bank NTT menyadari bahwa ini prioritas untuk menuju Bank Devisa. Sehingga segenap manajemen, menetapkan sebuah program yakni GO TKB 2 atau menuju ke Tingkat Kesehatan Bank 2 pada tahun 2021.

“Dan untuk memastikan bahwa Bank NTT serius terhadap visinya ini, yakni ‘Melayani Lebih Sungguh’, maka manajemen sudah menyiapkan SOP dan diikuti dengan pengawasan ekstra ketat dalam penerapannya, sehingga saat ini, Bank NTT memperoleh predikat sebagai bank dengan mitigasi risiko terbaik,” tandas Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

187 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 persen.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, jika listrik kembali menyala, maka ATM akan difungsikan dan dapat melayani masyarakat,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/10/pln-pulihkan-listrik-fasilitas-umum-di-kota-kupang-pasca-badai-seroja/

Tentu, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memprioritaskan teman-teman di Perbankan dan di Bank Indonesia. “Termasuk juga terima kasih kepada PLN dan Telkom yang sudah menyiapkan listrik dan jaringan telekomunikasi dengan baik, juga kepada Pertamina memberikan keleluasaan untuk membeli BBM untuk genset,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank CIMB Niaga Edukasi Nasabah Pakai Transaksi Non-Tunai

Kepala Bank CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait kepada awak media menyampaikan pasca-badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 4 April hingga Minggu, 5 April 2021, aktivitas layanan Perbankan ditangguhkan 1 (satu) hari. “Kami berkoordinasi dengan pusat dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan memutuskan tidak bisa melayani nasabah kami pada saat itu,” urai Jeni.

Namun, imbuh Jeni, kami mengedukasi nasabah kami untuk memakai E-Channel, Octo Mobile CIMB Niaga. “Kondisi itu dapat membantu mereka untuk melakukan transaksi dan hanya beberapa Bank yang ready melayani nasabah (termasuk CIMB Niaga),” ungkapnya.

Selain itu, tandas Jeni, “Puji Tuhan ! Tadi pukul 11.00 WITA listrik sudah menyala sehingga dapat mendukung pengoperasian mesin ATM dan Mesin EDC CIMB Niaga yang dilengkapi dengan QRis.”

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko pada Jumat, 9 April 2021.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

42 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memulihkan pelayanan listrik di rumah sakit pasca-badai yang menimpa Kota Kupang. “Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dari PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami doakan PLN semakin maju dan berkembang bersama masyarakat NTT,” ungkap dr. Lily sapaan akrabnya.

Senada, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

General Manager PLN UIW NTT, Agustus Jatmiko dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memantau langsung pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang pasca-badai Siklon Tropis Seroja

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Tidak hanya fokus pada pemulihan listrik, PLN Peduli juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp.185 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk sembako, dapur umum dan lain-lain.

PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan listrik. Selanjutnya, masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)