Pemerintah Gratiskan Pelanggan Listrik 450 VA untuk Periode April—Juni 2020

466 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa sebagai bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat lapisan bawah untuk mengantisipasi dampak Covid-19, pemerintah menggratiskan biaya pemakaian listrik untuk daya 450 VA selama 3 (tiga) bulan ke depan.

Hal itu berarti sebanyak kurang lebih 24 juta pelanggan listrik dalam golongan daya tersebut akan mendapat stimulus tersebut mulai bulan April—Juni 2020 mendatang.

“Perlu saya sampaikan bahwa untuk pelanggan listrik 450 VA, yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan, akan digratiskan selama tiga bulan ke depan yaitu untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” ujarnya dalam keterangan melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 31 Maret 2020.

Sementara bagi pelanggan listrik dengan daya 900 VA, pemerintah memberikan keringanan biaya pemakaian berupa potongan tarif sebesar 50 persen selama tiga bulan ke depan.

“Untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar tujuh juta pelanggan akan didiskon 50 persen, artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” tandasnya.

Untuk diketahui, anggaran bagi kebijakan pembebasan biaya listrik selama tiga bulan untuk pelanggan daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan daya 900 VA tersebut berasal dari tambahan belanja dan pembiayaan APBN Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 yang secara keseluruhan mencapai Rp.405,1 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp.110 triliun dialokasikan bagi program perlindungan sosial di mana kebijakan bagi pelanggan listrik dari masyarakat lapisan bawah tersebut merupakan salah satunya.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Foto oleh Muchlis Jr
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL Tegaskan Tidak Ada Kewenangan Pemda Tutup Bandara

199 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan telekonferensi  dengan Wali Kota dan Bupati se-NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, menegaskan bahwa bandara tidak boleh ditutup.

Penegasan Gubernur VBL tersebut disampaikannya saat menanggapi pernyataan awak media. “Karena itu kewenangan Pemerintah Pusat dan kita perlu obat-obatan, perlu APD (Alat Pelindung Diri), karena itu fasilitas yang kita butuh untuk menangani segala hal,” ujarnya didampingi Wagub Josef Nae Soi, Sekda NTT, Ir. Ben Polo Maing; Ketua DPRD NTT, Ir. Emi Nomleni; Kapolda NTT, Irjen. Pol. Hamidin; Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman; Kabinda NTT, Staf Khusus Gubernur bidang politik, Dr. Imanuel Blegur dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa tidak ada kewenangan Pemerintah Daerah untuk menutup bandara. Dan mengenai Karantina Daerah, imbuhnya, belum bisa dilaksanakan karena merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. “Khusus untuk bencana sampai pada darurat sipil, semua merupakan kewenangan pemerintah pusat,” terangnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini menekankan Pemda mengikuti keputusan Pemerintah Pusat karena ini negara kesatuan. “Jadi yang darurat sipil itu negara dan kita mengikuti karena merupakan kesatuan politik dan kesatuan hukum,” ucapnya.

Ia pun melanjutkan apa yang diinstruksikan Presiden Jokowi yakni pencegahan penyebaran virus corona dengan Physical Distancing dan Social Distanting. “ Kita menyiapkan seluruh fasilitas jika terjadi karantina wilayah (lockdown), maka kita mampu melayani masyarakat dengan baik. Uangnya, ruang isolasinya dan seluruh rumah sakit disiapkan dengan baik,” bebernya.

Jika dampak sosial dan ekonomi menimpa seluruh pekerja harian seperti buruh yang oleh karena Covid-19, mereka tidak bisa kerja, jelas Gubernur VBL, Pemprov NTT akan memberikan bantuan sosial.

“Pemerintah Provinsi menyiapkan Rp.270 miliar untuk membantu masyarakat seperti itu. Setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota saya telah perintahkan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp.13 miliar hingga 6 bulan ke depan guna mengatasi kondisi tersebut,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

195 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), tak sekadar sapaan, para tamu pun bakal diperiksa suhu tubuhnya dan dipersilahkan menggunakan hand sanitizer. Pemandangan ini mengubah wajah Gedung Sasando menjadi lebih sejuk, indah, sehat, dan bersahabat dengan kehadiran 15 Perempuan NTT yang bertugas menjadi Front Officer.

Penampilan Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

Ke-15 Perempuan NTT berusia sekitar 18—21 tahun dengan tinggi minimal 165 centimeter tersebut, dibagi dalam 2 (dua) shift kerja, kemudian dilanjutkan oleh Satpol PP pada pukul 17.00 WITA—pagi hari.

Perlakuan baru tersebut, terang Plt. Kepala Biro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh kepada media ini, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan atas pemikiran Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

“Gedung ini (Gedung Sasando, red) terlalu mewah dan menjadi ikon yang mana menjadi spot foto bagi masyarakat NTT, wisatawan domestik maupun tamu mancanegara dan pariwisata berhubungan dengan tampilan sehingga saat tamu datang berkunjung harus memperoleh kesan yang sangat familiar dan merasa tersanjung,” ungkap George sehari sebelum diterapkannya bekerja dari rumah (work from home) sejak 24—31 Maret 2020 oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Plt. Kabiro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh

Selain itu, terang George, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT terlalu mewah sehingga harus ditopang oleh tampilan pendukung berupa taman dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Anak-anak pun direkrut khusus untuk menjadi corong bagi kaum milenial dalam memperoleh informasi tentang program Gubernur NTT dan menjadi media informasi tentang keberadaan Kantor Gubernur NTT dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ujar pada Senin, 23 Maret 2020.

Kondisi ini, ungkap mantan Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olah Raga Dispora NTT, sebagai upaya menopang sumber daya yang ada. “Selain itu, menurut rencana adik-adik ini bakal ditempatkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditempatkan 2 (dua) orang yang menguasai tentang Visi dan Misi juga Program Gubernur NTT,” jelasnya seraya berkata telah melaporkan rencana tersebut kepada Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Terpisah, salah satu Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Vanny saat ditemui pada Rabu, 25 Maret 2020 mengatakan dirinya bertugas melayani dan mengarahkan tamu ke biro yang dituju. “Kami langsung menyambut para tamu dan mengarahkan mereka pada tujuan yang mereka inginkan,” terangnya.

Berbeda dengan Alda, Front Office bernama Alda berujar bahwa hingga saat dirinya bekerja, belum pernah ada tamu yang menanyakan informasi tentang NTT.

Untuk diketahui, para front office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT juga dibekali pengetahuan tentang pariwisata NTT dan diberikan pemahaman berbahasa Inggris oleh salah satu jebolan mahasiswi yang sempat mengikuti Program Vokasi Pertukaran Mahasiswa antara Undana dan Griffith University Australia.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Waspada ! Tiga Sumber Penularan Covid-19 Bagi Usia Lanjut

165 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Masyarakat perlu mewaspadai 3 (tiga) hal sumber penularan Covid-19 yang mungkin acap kali dilupakan dan dianggap remeh. Padahal, hal tersebut sangat dekat dan sering dilakukan di lingkungan masyarakat.

Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan, M.Ph., P.Hd. yang hadir sebagai pembicara dalam Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa 3 sumber penularan Covid-19 yang pertama adalah barang-barang yang dikirim secara daring, uang tunai dan interaksi antara cucu dan kakek.

“Barang-barang yang kita terima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya, bagaimana yang antar, ini harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi,” kata Purnawan dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Minggu, 29 Maret 2020.

Sumber kedua penularan lainnya yakni uang tunai, karena uang dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga uang tunai bisa menjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu, perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai. “Uang ‘cash‘ itu akan menular dari orang ke orang jadi itu harus ada caranya, kalau saya pegang pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah,” imbuh Purnawan.

Sumber yang ketiga yakni interaksi antara kakek dan cucu juga menurut Purnawan agak riskan terjadi penularan, karena kakek termasuk kelompok berisiko yakni usia lanjut. Sehingga untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi. “Yang ketiga ini memang agak riskan juga ya, itu cucu dari segi kesehatan, kalau kakek itu rentan cucu itu biasanya tahan,” kata Purnawan.

“Tapi dia (cucu) menjadi (carrier) jadi sementara hati-hati jika berhubungan dengan cucu jadi kita harus selalu berhati-hati waspada, cuci tangan pakai masker begitu,” kata Purnawan.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Selama di rumah, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 itu.(*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Satgas COVID-19 FKIPGK NTT Sodor Enam Usulan kepada Gubernur NTT

572 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen (FKIPGK) di wilayah Nusa Tenggara Timur membentuk Satuan Tugas yang bertujuan membantu dan mendukung Pemerintah dan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dan membantu keluarga terdampak Covid-19.

Satuan Tugas ini diberi nama SATGAS COVID-19 FKIPGK NTT yang bertugas dan bertanggung jawab atas nama Forum Komunikasi Intern Pimpinan Gereja Kristen (FKIPGK) di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan Struktur Kepengurusan SATGAS COVID-19 FKIPGK NTT yakni Ketua Pdt. Johny Kilapong, MA., CBC., CLS; Sekretaris Pdt. Yeremia Priyanto, M. Th; Wakil Sekretaris Imelda Sara Taneo, S. Th.; Bendahara Pdt. Charles Bessie, M.Div; Wakil Bendahara Pdt. Rudy Harto Ang, S. Th

Berdasarkan Meeting Online pertama pada Jumat, 27 Maret 2020 pukul 10.00 WITA menggunakan Zoom Cloud Meeting dan rilis yang diterima media ini pada Minggu, 29 Maret 2020 pukul 18.25 WITA, dengan pernyataan sikap dan usulan sebagai berikut:

Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Bapak Gubernur dalam melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 mulai dari penutupan perbatasan, pemeriksaan suhu, rencana persiapan penyediaan 2 (dua) Rumah Sakti Darurat Covid-19 (RS Undana dan RS Naimata), Hotel Sasando sebagai cadangan Rumah Sakit Darurat, Pengadaan Alat-Alat Kesehatan, Pengukuran suhu badan di kantor-kantor, belajar dan bekerja dari rumah, ibadah dari rumah dan sampai kepada pengalokasian dana Rp.60 Miliar dari APBD untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Dari hati kami yang paling dalam kami sampaikan kepada Bapak Gubernur bahwa kami juga ingin membantu pemerintah untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 sesuai kemampuan kami yang langsung berhubungan dengan warga / jemaat.

Pada kesempatan ini kami sampaikan 6 (enam) usulan yang menurut kami dapat mendukung dan mempercepat langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang telah dilakukan Bapak Gubernur selama ini :

Pertama, Untuk menyelamatkan masyarakat NTT dan mencegah meningkatnya korban Covid-19, kami Pimpinan-Pimpinan Gereja Kristen NTT yang tergabung dalam SATGAS Covid-19 FKIPGK NTT memohon dengan sangat dan penuh kasih kepada Bapak Gubernur NTT untuk melakukan Pembatasan jalur penerbangan dan pelayaran dari dan ke daerah Zona Merah yaitu Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar. Penerbangan Lokal di dalam NTT tetap dibuka kecuali daerah yang memiliki jalur connecting (penerbangan lanjutan) ke daerah zona merah. Jika Bapak Gubernur berani, maka kami mendukung untuk membatasi semua jalur masuk dan keluar NTT selama 14 hari ke depan dalam rangka menekan jumlah korban, mengurangi laju penyebaran dan menyelamatkan masyarakat NTT. Penerbangan masuk dan keluar NTT hanya dapat melayani jika urusan yang berhubungan dengan pasokan logistik.

Kedua, Usaha Penyelamatan dalam hal ini distiribusi alat-alat medis, obat-obatan, tenaga medis, relawan dan urusan-urusan pemerintahan dan bisnis yang luar biasa.
Pesawat cargo dan kapal barang tetap dibuka. Jika Bapak Gubernur dapat menerima usulan ini, maka Bapak Gubernur dapat mengumumkan kepada semua warga bahwa penerbangan terakhir ke Kupang berakhir pada hari / tanggal sesuai dengan waktu yang ditetapkan Bapak Gubernur. Kami sangat memahami usulan ini sulit untuk dilakukan karena penutupan jalur penerbangan adalah wewenang pemerintah pusat namun dengan masukan dan dukungan ini yang mengatasnamakan gereja-gereja Kristen se-NTT dapat menjadi dukungan sosial dan politik untuk disampaikan kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo bahwa Keselamatan Masyarakat NTT adalalah yang paling utama dari semua faktor pertimbangan dan dampak kerugian;

Ketiga, Kami juga mengharapkan pemerintah dapat menyiapkan ventilator yang cukup sesuai tren kenaikan jumlah korban Covid-19 di NTT untuk mengantisipasi lonjakan korban Covid-19. Prediksi lonjakan korban covid-19 di NTT kemungkinan 2 (dua) minggu lagi dari sekarang tetapi mulai minggu depan kemungkinan korban akan bertambah secara eksponensial melihat tren covid-19 di NTT, Indonesia dan Dunia (Sumber Worldometter, Kemenkes / BNPB dan Biro Humas Setda NTT);

Keempat, Kami mendukung Bapak Gubernur untuk memanggil Kapolda dan Korem untuk mendukung dan mem-backup kebijakan pembatasan jalur penerbangan dan pelayaran dari dan ke zona merah;

Kelima, Mengundang dan meminta semua dokter di NTT untuk meminta bantuan dan dukungan ke rumah sakit swasta untuk membantu;

Keenam, Mengundang tokoh-tokoh agama dan pengusaha untuk bersama-sama mengumpulkan dana untuk membeli peralatan medis, obat-obatan dan memenuhi kebutuhan sembako di NTT untuk 2 bulan ke depan.

Doa kami Tuhan Yesus melindungi Pemerintah, Pemimpin-pemimpin Agam dan seluruh masyarakat NTT dari Covid-19.

Demikian usulan kami, semoga Tuhan Yesus memberikan Hikmat dan Keberanian kepada Bapak Gubernur untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk menyelamatkan masyarakat NTT dari Covid-19 yang penyebarannya sangat cepat dan luar biasa.(*)

Sumber berita (*/Satgas COVID-19 FKIPGK NTT) Foto (*Istimewa facebook Johny Kilapong)
Editor (+rony banase)

‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

124 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19).

Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe juga turut menjalani Rapid Test Covid-19. Tampak Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, M.Kes. hadir mendampingi Wali Kota Kupang dan ibu selama menjalani pemeriksaan oleh dokter ahli yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan rapid test atau tes cepat Covid-19 ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kota Kupang. “Kami laksanakan pertama kali untuk Bapak Wali Kota Kupang serta ibu usai menerima alat rapid test dari Pemerintah Provinsi NTT. Dan karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu pernah ke luar daerah,” ujar Kadis Kesehatan.

Wali Kota Kupang kurang lebih 13 hari yang lalu pada 15 Maret 2020, imbuh drg. Retno, hadir dalam Kongres yang dilaksanakan Partai Demokrat di Jakarta dan menurut informasi salah satu pesertanya telah dinyatakan positif Corona. Selain itu Jakarta kini telah masuk kategori zona merah Covid-19.

“Alhamdulillah hasil tes Bapak Wali tadi negatif, tes ini merupakan bagian upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia sekaligus tanggung jawab kami untuk melayani kesehatan kepala daerah,” jelas drg. Retno.

Dirinya pun menjelaskan cara kerja alat rapid test yakni untuk melihat adanya antibodi dalam sampel darah. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG, dan IgM, “Kalau ada garis di C saja berarti negatif, kalau ada garis di C dan IgG atau IgM artinya positif. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada virus. Virus corona baru bisa dilihat dalam waktu 7—10 hari setelah terjangkit,” jelas Mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini kepada awak media.

Lanjutnya, “Jika baru terjangkit masih sulit dideteksi. Bapak Wali sendiri sudah 13 hari berada di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Jadi kalau saat itu baru pulang langsung dites virusnya masih sulit dideteksi. Lagi pula alatnya juga baru datang dan Bapak Wali sudah 13 hari semenjak pulang dari Jakarta. Kita bersyukur hasil tesnya negatif,” ungkap Kadis.

Menurutnya, ke depan rapid test akan dilakukan untuk umum, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penularan Covid-19, terlebih khusus untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), “Alat yang tersedia baru satu unit dan masih sulit mendapatkannya. Tapi kami sedang berupaya menambah alat rapid test ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang tersebut mengatakan tes yang dilakukan ini bukan untuk partai tertentu atau orang-orang tertentu. Menurutnya, siapa pun bisa melakukan tes menggunakan rapid test. Namun saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang mengutamakan mereka yang masuk kategori ODP. (*)

Sumber berita dan foto (*/SPK—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

‘Donasi Covid-19 Bank NTT’ 275 Juta untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

272 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Niat Bank NTT dilakukan melalui pencegahan dengan cara sebagian karyawan bekerja dari rumah (work from home) dan berdiam diri di rumah dan mengajak berbagai pihak (masyarakat dan nasabah) agar peduli terhadap wabah corona virus (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Manajemen Bank NTT melalui Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sesi konferensi pers pada Jumat, 27 Maret 2020, bersama Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dan Direktur Pemasaran Kredit Absalom Sine, menyampaikan dengan penyelenggara sistem pembayaran yang tersedia, maka Bank NTT memberikan donasi atau sumbangan melalui kanal yang ada berupa mobile banking atau Qris, setoran tunai, transfer ATM atau pendebetan tunai secara tak terbatas

“Bank NTT tidak tinggal diam melihat kondisi mewabahnya Covid-19 dengan melakukan protokol di setiap cabang Bank NTT dan sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Harry seraya berkata donasi melalui Qris terbatas sekitar Rp.2 juta dan dapat dilakukan hingga batas maksimal sebanyak 5 (lima) kali.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan), Direktur Utama Izhak Eduard Rihi (tengah) dan Direktur Pemasaran Kredit Absalom Sine dalam sesi konferensi pers

Adapun Qris (Quick Response Indonesia Standard) adalah metode transaksi pembayaran dengan menggunakan Scan kode QR yang sudah di standardisasi oleh Bank Indonesia sehingga seluruh pengguna aplikasi yang menyediakan pembayaran QR dapat bertransaksi di seluruh merchant yang menerima pembayaran QR berbasis Qris.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menyampaikan sebagai institusi keuangan di wilayah NTT tidak tinggal diam melihat kondisi mewabah Covid-19 dengan melakukan protokol standar (menyiapkan perangkat di setiap cabang untuk mitigasi penyebaran virus corona).

Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi saat melakukan donasi Rp.2 Juta menggunakan Qris Bank NTT

Oleh karena itu, imbuh Izhak, dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong proses recovery. “Sehingga Bank NTT menyiapkan dana khusus berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan dari Bank NTT sebesar Rp.275 Juta (dalam bentuk barang) yang dialokasikan untuk dapat digunakan oleh tim medis dan pemerintah.

Selain itu, tandas Izhak Eduard Rihi, Bank NTT juga mendorong masyarakat dan nasabah melakukan transaksi nontunai dengan teknologi yang telah disiapkan oleh Bank NTT yakni Qris dan Aplikasi NTT Pay yang dapat diunggah di Google Play Store.

Dalam kesempatan tersebut, Izhak Eduard Rihi langsung melakukan donasi menggunakan Qris Bank NTT sebesar Rp.2 Juta.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Kominfo Prediksi Bakal Terjadi Kenaikan Traffic Selular Saat Lebaran 2020

1 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi bakal terjadi kenaikan traffic selular atau lalu lintas data saat lebaran hingga mencapai 40 persen. Hal itu diperkuat dengan adanya kebijakan yang diambil pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan Work From Home atau bekerja di rumah sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kami juga saat ini sedang bekerja bersama-sama dengan operator seluler untuk mengantisipasi pada saat kenaikan trafik yang besar di hari bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti kemungkinan kenaikan trafik antara 30—40 persen,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Apabila dianalisa lebih lanjut, kenaikan tersebut meningkat 10 persen dari hari raya biasa saat tidak adanya wabah Covid-19. Meski begitu, Kominfo memastikan bahwa ketersediaan Bandwidth dari operator seluler masih cukup sehingga Pemerintah belum memikirkan untuk menambah ketersediaan Broadband atau jangkauan frekuensi di Indonesia.

Dalam hal ini, Pemerintah tetap meminta kepada seluruh operator untuk tetap menjaga kualitas jaringan di tengah krisis pandemi ini. “Kami juga bersama operator seluler memastikan terjaganya bandwidth yang cukup hingga saat ini. Kita belum ada kenaikan yang terlalu luar biasa, masih di dalam kendali dan kapasitas broadband yang tersedia,” jelas Menkominfo.

Di samping meminta operator menjaga jaringan, Pemerintah juga mengingatkan pada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan internet. Salah satu yang paling ditekankannya yakni tidak menyebar atau memproduksi hoaks.

“Kami juga menyampaikan dan berharap pada masyarakat agar menggunakan ruang digital kita secara sehat, secara cerdas, dan secara bermanfaat,” pinta Menkominfo Johnny.

Sebelumnya, dalam rapat virtual dengan Komisi I DPR RI, Selasa, Kemenkominfo menyatakan peningkatan arus lalu lintas selama periode bekerja di rumah masih berada dalam kapasitas penyedia operator seluler.

Adapun peningkatan selama periode ini terjadi kenaikan lima hingga sepuluh persen dan itu pun jauh dari kenaikan lalu lintas data pada saat lebaran 2019 yang mencapai 20—30 persen.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Glenn Fredly Meninggal, Keluarga Pinta Pelayat Tak Hadiri Prosesi Pemakaman

1 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Mozes Latuihamallo, Perwakilan Keluarga dari Penyanyi Berbakat asal Ambon, Glenn Fredly menyampaikan kabar duka yang mendalam atas berpulangnya putra, saudara, kerabat, teman, dan sahabat bagi semua, Glenn Fredly yang bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.47 WIB dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan akibat meningitis.

Mozes Latuihamallo dalam pesannya dalam platform media menyampaikan bahwa Almarhum Glenn Fredly sempat mengeluhkan penyakitnya ini beberapa waktu lalu, namun masih sanggup beraktivitas seperti biasa.

“Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat-inap. Meski kondisinya menurun selama tiga hari terakhir, namun masih bisa berinteraksi hingga akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir pada Rabu, 8 April 2020,” ungkap Mozes.

Melalui pernyataan tertulis ini, Pinta Mozes, kami pihak keluarga meminta doa dari rekan-rekan musisi, kerabat, teman, dan seluruh masyarakat Indonesia untuk almarhum Glenn Fredly dan memaafkan segala kesalahan yang pernah Beliau lakukan, baik sengaja mau pun tidak disengaja.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami berharap agar para pelayat tidak hadir dalam prosesi pemakaman dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat ini. Doa rekan-rekan sekalian di mana pun berada sudah lebih dari cukup untuk menguatkan kami dalam rasa duka ini,” pinta Mozes mewakili keluarga.

Selamat jalan, Bung Glenn.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh id.bookmyshow.com

Pemerintah Kini Miliki 20 PCR untuk Tes Covid-19 & Mulai Didistribusi

48 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia kini memiliki 20 alat tes Reaksi Berantai Polimerase atau ( Polymerase Chain Reaction) yang terdiri atas dua buah RNA Extractor Automatic dan 18 Detector PCR yang bisa mengetahui ketepatan hasil tes Covid-19 hingga 10 ribu per harinya.

“Sekitar tiga minggu lalu, kita sudah berhasil membeli alat dari Swiss Roche sudah datang ke Indonesia. Detailnya adalah ada dua buah Manufacture RNA ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor biasanya di Indonesia ada yang manual dan matic juga,” ujar Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Arya mengatakan kedua alat ini memiliki kemampuan tes yang berbeda. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 per hari, sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes per hari.

Apabila semua alat tes telah terinstal maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Menurut hitung-hitungannya, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000—10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes. “Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites, dengan alat PCR kepastian bahwa orang itu terkena corona atau tidak. Alat ini sudah hadir dan sudah di Set Up,” terang Arya.

Ia berharap dengan adanya alat ini Indonesia akan semakin mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah. “Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona,” tandas Arya.

Sementara itu, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona penyebab Covid-19 per 7 April 2020 menjadi 2.738 orang. Dari jumlah itu, 221 orang di antaranya meninggal dunia dan 204 pasien dinyatakan sembuh.

Gugus Tugas Distribusikan Alat PCR Deteksi Covid-19 ke 12 Provinsi

Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 segera mendistribusikan Lab Test Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi seseorang positif atau negatif Covid-19 ke sejumlah provinsi di Indonesia. Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta.

Di samping DKI Jakarta, sebelas provinsi penerima alat ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. Perakitan alat ini membutuhkan waktu beberapa hari dan kehati-hatian yang tinggi.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyampaikan bahwa alat ini harus terpasang di ruang tekanan negatif. “Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan. Dan banyak item-item lain yang disesuaikan dengan kriteria sebuah lab, apalagi lab virus seperti ini yang harus sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujar Arya saat Konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Alat ini berhasil didatangkan dari Roche Swiss atas upaya Kementerian BUMN dari Roche Swiss. Alat ini merupakan alat yang diburu oleh berbagai negara yang bersamaan terjangkit pandemik Covid-19.

Melalui pengadaan logistik peralatan ini, ia berharap fasilitas kesehatan semakin cepat dan mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah. “Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona,” pungkas Arya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

44 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. mengucap syukur karena hingga kini Provinsi NTT masih negatif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Pertama-tama kami rakyat NTT, dan seluruh jajaran di Provinsi NTT; bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ASWT sampai dengan hari ini; puji Tuhan, alhamdulillah; kami masih dikatakana zero corona,” tandas Wagub menjawab pertanyaan wartawan Berita Satu TV di rumah jabatan Wagub, pada Selasa malam, 7 April 2020.

Saat ditanya soal penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang secara nasional masih negatif bersama Provinsi Gorontalo, sedangkan 32 provinsi lainnya di Indonesia sudah terpapar Covid-19, Wagub Josef Nae Soi mengatakan virus ini diketahui tidak menular.

“Kita tahu bahwa virus ini tidak menular tetapi ditularkan. Sesuai dengan kondisi kami masyarakat NTT, di mana masyarakat kami menganut nalar komunitarian yang sering berkumpul satu sama lain; maka yang pertama kami lakukan adalah bagaimana mengubah nalar dari komunitarian menjadi nalar social distance atau physical distance; itu istilah,” papar Wagub.

“Masyarakat kami selalu berkumpul dalam pesta adat, dalam beribadah dan sebagainya. Oleh sebab itu, langkah pertama yang kami ambil dari pemerintah adalah kami mengundang semua komponen yang ada di NTT, semua tokoh masyarakat, tokoh agama, semua tenaga medis; kita menentukan sekarang NTT ini dalam keadaan bagaimana, kami mengambil satu kesimpulan pada saat itu bahwa NTT walaupun belum masuk tetapi ini ada namanya kegentingan sosial,” tambah mantan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Kalau kegentingan sosial sebut Wagub Nae Soi, maka diminta kepada tokoh masyarakat, semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mari kita semua sosialisasi kepada masyarakat bahwa ikatan-ikatan kita; ikatan sosial yang selama ini merupakan budaya harus dihentikan sementara; karena ada namanya kegentingan sosial. Oleh sebab itu, kami minta kepada masyarakat dan menurut tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat supaya ditiadakan pesta-pesta adat, ditiadakan ibadah dan lain sebagainya,” tegas Wagub Josef.

Masyarakat dari Zona Merah Corona Virus Jangan Datang ke NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sambung Wagub, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk dapat mengendalikan diri di tengah pandemik virus corona. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah “merah” tolong melakukan pengendalian diri supaya jangan datang ke NTT kalau misalnya tidak ada keperluan yang sangat luar biasa. Juga kepada masyarakat yang berada di luar NTT kami mohon dengan sangat supaya kalau misalnya mereka dari “daerah merah”, kami mohon dengan sangat supaya jangan datang dulu ke NTT,” pinta Wagub, datar.

Di tempat terpisah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar tidak panik berlebihan. “Masyarakat NTT jangan panik berlebihan. Siaga boleh. Kalau panik, imunitas tubuh menurun dan akan berdampak mudahnya berbagai wabah masuk ke dalam tubuh kita; tidak hanya wabah corona,” pinta Marius di ruang kerjanya, pada Rabu, 8 April 2020.

Justru di saat-saat seperti ini sebut Marius, tumbuh kepekaan dan rasa solidaritas kemanusiaan sebagai sesama anak bangsa. “Saat seperti ini harus timbul dan tumbuh rasa solidaritas sebagai sesama anak bangsa yang ada di daerah. Mari kita saling membantu dan meneguhkan agar wabah corona ini cepat berhenti; sembari terus berdoa kepada Tuhan Sang Empunya Kehidupan; agar kita semua senantiasa terjaga, sehat dan terlindungi,” ucap Marius, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL Pinta Petani TJPS di TTU Dapat Jadi Penyuluh Bagi Petani Lain

80 Views

Insana-TTU, Garda Indonesia | “Sebagai Gubernur, saya mengucapkan terima kasih buat para pendamping yang dengan penuh semangat, tetap setia mendampingi petani di sini, sehingga kualitas jagung yang dipanen sangat memuaskan. Meski saat ini dunia sedang dilanda Virus Corona yang sangat meresahkan, tetapi semangat para pendamping dan juga para petani di tempat ini tidak surut sedikit pun. Sekali lagi terima kasih buat semuanya,” tutur Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/ikut-program-tjps-gubernur-vbl-apresiasi-kinerja-kelompok-tani-fajar-pagi/

Pesan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut disampaikannya kepada para petani yang mengikuti Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi); saat melakukan panen jagung jenis Komposit Lamuru secara simbolis di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada Selasa, 7 April 2020.

“Ke depan saya minta agar program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) ini melibatkan seluruh komponen yang ada di Kabupaten, termasuk juga TNI dan POLRI. Tentunya saya akan berkoordinasi dengan Kapolda dan Danrem agar dapat mengerahkan seluruh perangkatnya untuk terlibat secara aktif di lapangan,” sambung Gubernur.

Gubernur VBL saat memanen jagung di lahan sebelah embung

Bermodalkan sebuah embung yang ada di dekat lokasi panen jagung ini, membuat mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini kembali mengajak para petani dan juga pendamping yang ada untuk kembali melakukan proses penanaman jagung. “Tadi ketika melakukan panen, saya lihat ada sebuah embung besar. Jadi setelah panen kali ini saya ajak semua untuk kembali melakukan penanaman. Nanti pemerintah akan bantu Dinamo Air untuk menyedot air yang ada di embung untuk proses penyiraman. Jadi walaupun musim panas, jagungnya akan tetap berhasil,” pinta Gubernur Viktor.

Lanjutnya,” Dan para petani tidak perlu khawatir tentang proses penjualannya, karena berapa pun hasi panennya, pemerintah melalui PT Flobamor akan langsung datang ke lokasi untuk membelinya. Saat ini pihak PT Flobamor juga ada di sini untuk proses pembeliannya”.

Gubernur VBL mencuci tangan untuk antisipasi penyebaran Virus Corona,

Gubernur VBL meminta agar seluruh petani ketika selesai memanen jagung, batangnya jangan dibuang atau dibakar, karena batang jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. “Nanti pemerintah akan siapkan ahlinya agar dapat mengajarkan ke para petani. Tentunya hal ini sejalan dengan program TJPS ini. Tanam jagung, hasil panennya dijual pada pasar (market) yang sudah ada, uang hasil jualan dipakai untuk membeli sapi, dan sapinya bisa makan batang jagung hasil panen yang telah diolah menjadi pakan ternak, ini yang dinamakan kerja secara terencana,” urai Gubernur.

Gubernur juga meminta agar proses pendampingan dari Dinas Pertanian ini cukup 2 kali, setelah itu para petani sudah harus mandiri. “Yang paling penting, ilmu yang telah didapat harus diajarkan kepada para petani lainnya, sehingga mereka juga bisa melakukan hal yang sama di tempat mereka,” tandas Gubernur VBL mengakhiri sambutannya.

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Yohanis Oktovianus mengatakan bahwa jumlah tenaga pendamping sebanyak 11 orang, pendampingan yang dilakukan terhadap para petani di tempat ini, sampai kepada proses penukaran dengan sapi.

Untuk diketahui, Kabupaten TTU memiliki lahan yang telah ditanami jagung jenis Komposit Lamuru di lahan seluas 350 hektar, yang terletak di Kecamatan Insana Barat dan Kecamatan Insana Tengah yang memiliki luas yang sama 175 hektar, dengan total jumlah petani sebanyak 350 orang, dengan alokasi satu orang petani menggarap satu hektar lahan. Sedangkan untuk kualitas jagung sendiri, dipastikan bahwa satu hektar mampu menghasilkan jagung sebanyak 6—7 ton dengan kadar air 14 persen.

Turut hadir pada kesempatan ini, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Anggota DPR RI Kristina Mukin, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Kristian Mbuik dan juga Staf Khusus Gubernur NTT Imanuel Blegur.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol)
Editor (+rony banase)

Padma Indonesia : Bupati Sabu Raijua Jangan Salah Guna Kekuasaan

16 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Bupati Sabu Raijua telah melantik Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Sabu Raijua Salmon D Pellokilla (*-), yang mana seharusnya melantik Piter Mara Rohi (*/) yang direkomendasikan DPRD Sabu Raijua atas dasar Surat Nomor : 170/83/DPRD-SR/2019 tanggal 10 Oktober 2019 perihal Rekomendasi atas tanggapan Surat Bupati Sabu Raijua Nomor : 800/699/BKDPP-SK/IX/2019 tanggal 21 September 2019 perihal Konsultasi dan Permintaan Pendapat Pimpinan DPRD.

Dalam surat Bupati tersebut, sehubungan dengan telah selesainya pelaksanaan seleksi Jabatan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Sabu Raijua, dan khusus untuk Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang akan memimpin Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan DPRD) Sabu Raijua diajukan 3 (tiga) nama yaitu :

  1. Markus Lodo, S.Sos. (Pembina Tk I/IVa) Jabatan Sekretaris BKDPP Kab Sabu Raijua;
  2. Pither Mera Rohi, S.E., (Pembina Tk I/IVb) Jabatan Kabag Keuangan pada Sekretariat DPRD Kab Sabu Raijua (*/yang bersangkutan direkomendasi Pimpinan DPRD sebagai Sekwan DPRD Sabu Raijua);
  3. Salmon Daniel Pellokilla, SP.(Pembina Tk I/IVb) Jabatan Sekretaris KPU Kabupaten Sabu Raijua (*- dilantik oleh Bupati Sabu Raijua sebagai Sekwan).

Maka, Direktur Padma Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa dalam pernyataan sikap yang diterima oleh media ini pada Selasa, 7 April 2020 pukul 21.12 WITA menyampaikan fakta ini menunjukkan bahwa Bupati Sarai mengabaikan rekomendasi DPRD Kabupaten Sabu Raijua.

Selain itu, beber Gabriel Goa, terdapat surat dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor : 170/1835/OTDA tanggal 1 April 2020 perihal tanggapan Permohonan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris DPRD Sabu Raijua agar Bupati melantik Sekwan sebagaimana yang direkomendasikan oleh DPRD Sabu Raijua, namun Bupati Sabu Raijua tidak peduli.

Hal ini, tegas Direktur Padma Indonesia, memperlihatkan arogansi kekuasaan dan dapat menimbulkan konflik kepentingan yang berdampak pada pelayanan publik rakyat Sabu Raijua ! Oleh karena itu, Padma Indonesia terpanggil untuk menyelamatkan kepentingan rakyat kecil Sabu Raijua.

Dengan demikian, imbuh Gabriel Goa, Kami dari Lembaga Hukum dan Ham Padma Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, mendesak Bupati Sabu Raijua untuk menghormati Rekomendasi DPRD Sabu Raijua dan Mendagri up Dirjen Otonomi Daerah agar melantik Sekwan yang direkomendasikan DPRD Kabupaten Sabu Raijua atas nama Piter Mara Rohi !;

Kedua, Mendesak Mendagri dan Gubernur NTT untuk mengingatkan Bupati Sabu Raijua agar jangan menyalahgunakan kekuasaan!;

Ketiga, Mendesak Ombudsman RI dan KPK RI untuk mengawasi khusus Bupati Sabu Raijua!.

Penulis dan editor (+rony banase)

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB

90 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta warga di DKI Jakarta untuk mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah disetujui Menteri Kesehatan sebagai salah satu upaya bersama memutus penyebaran Covid-19.

“Ini penting karena keputusan ini ditujukan untuk melindungi kita semua dari kemungkinan terjadi penularan Covid-19 dari orang lain,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, pada Selasa, 7 April 2020.

Ia mendorong masyarakat untuk bersama-sama tetap bekerja dan belajar dari rumah, jaga jarak fisik ketika berkomunikasi, dan menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah. Selain itu, beribadah dari rumah, menghindari kegiatan berkumpul dan membatasi mobilitas sosial.

Menurut Yuri, dengan kepatuhan dan disiplin termasuk dari warga, maka tujuan dari PSBB yakni memberikan jaminan untuk memutus rantai penularan virus corona jenis baru ini bisa terlaksana.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan status PSBB untuk wilayah DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan Covid-19. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang PSBB di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang ditandatangani pada 7 April 2020.

Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Pelaksanaan PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. PSBB di DKI Jakarta berlaku pada tanggal ditetapkan yakni mulai 7 April 2020.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat usulan PSBB kepada Menkes bagi wilayah itu pada 1 April 2020 mengingat DKI Jakarta menjadi salah satu pusat Covid-19.

Tak hanya itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 5 April 2020 juga mengirimkan surat kepada Menkes terkait usulan penetapan PSBB di DKI Jakarta. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Tiga ABK KM Lambelu Positif Covid-19 dan Semua Penumpang Jalani Karantina

876 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami ingin menjelaskan tentang KM Lambelu yang berlayar dari Nunukan Makassar dan tiba di Maumere Nusa Tenggara Timur pada Senin, 6 April 2020 yang saat ini menjadi perhatian dan perdebatan publik,” ungkap Jubir Satgas Pencegahan Covid 19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam keterangan pers pada Selasa, 7 April 2020 pukul 21.00 WITA.

Lanjut Marius, “Bapak Gubernur menyadari bahwa adanya perhatian dari seluruh masyarakat terkait para penumpang dan telah ada konsultasi antara Kadis Kesehatan Provinsi NTT dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Maumere dan Bupati Sikka dan sejumlah dokter”.

Marius mengakui bahwa terdapat 3 (tiga) orang yang dinyatakan positif Covid 19 atas hasil tes cepat atau rapid test yakni 2 (dua) ABK dan 1 (satu) penjaga kantin. “Ketiga orang ini positif diperiksa dengan rapid test,” jelasnya.

Namun, Marius menambahkan, ketiga orang tersebut juga dilakukan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan atau cairan pernafasan bawah untuk dilakukan tes PCR ( Polymerase Chain Reaction) yang selanjutnya diperiksa di laboratorium Makassar. “Mereka (ketiga ABK) tidak diizinkan turun dari kapal dan akan kembali ke Makassar,”tegas Marius.

Marius meminta agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri karena hasil rapid test belum final karena masih harus dilakukan PCR. “Meski hasil rapid test positif, namun belum bisa dikatakan murni positif Covid-19,” ungkap Marius menyadur pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Mere.

Telah dilakukan koordinasi antara Gubernur NTT dan Bupati Sikka sehingga tadi pagi (Selasa, 7 April 2020) KM Lambelu diizinkan bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, namun ketiga ABK tidak diizinkan turun dan semua penumpang yang berasal dari Flotim, Ende, Nagekeo, dan Sikka langsung dikarantina.

“Kami membaca berbagai komentar di media sosial dan banyak pro kontra. Tentu kita berharap agar masyarakat NTT tetap nyaman dan sehat serta berharap agar kita tidak panik dan menyerahkan proses ke tenaga medis,” tandas Marius.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Valeri Guru

Bersama Mengawal NKRI