PON XX Papua Ditutup Wapres, Ini Nama Atlet NTT Peraih Medali

18 Views

Jayapura, Garda Indonesia | PON XX di Provinsi Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Jumat, 15 Oktober 2021 di stadion Lukas Enembe. Acara penutupan dimulai pada pukul 19.00 WIT, namun antusiasme masyarakat  untuk mengikuti closing ceremony itu sudah tampak sejak siang. Protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. Masyarakat yang boleh masuk ke arena stadion hanya mereka yang membawa undangan yang telah dibagikan panitia, wajib memakai masker, menunjukkan KTP dan kartu vaksin.

Penutupan PON yang ber-tagline TORANG BISA! tersebut berlangsung secara meriah. Dipandu oleh Raffi Ahmad serta dihibur dengan penampilan artis-artis papan atas nasional seperti Noah, Iwa K, Saikoji dan beberapa lainnya serta artis-artis beken asal tanah Papua seperti Shandy Betai dan Habel Sawaki, Nogei dan lain-lain, tampak optimisme dan semangat kebangkitan membahana di stadion berkapasitas 40 ribu penonton.

Paduan antara tarian tradisional Papua dan tarian Saman dari Aceh memperlihatkan rajutan semangat kebersamaan dan kebhinekaan yang menjadi spirit dasar diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional.

Langit stadion yang dikelilingi bukit dan gunung tersebut menggelegar dan penuh cahaya dengan taburan kembang api berwarna-warni. Histeria masyarakat yang menonton acara penutupan seiring dengan defile kontingen dari 34 Provinsi mengekspresikan kegembiraan dan kebanggaan akan kesuksesan PON yang luar biasa di bumi Cenderawasih.

Gubernur Papua, Lukas Enembe secara resmi menyerahkan dan mengembalikan bendera Pekan Olahraga Nasional (PON)   kepada Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman yang selanjutnya diserahkan  kepada Gubernur Aceh, Ir.Nova Iriansyah MT dan Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi selaku tuan rumah bersama PON berikutnya yang direncanakan akan dihelat pada tahun 2024.

Provinsi NTT dalam PON XX  mengukir prestasi yang menggembirakan dengan total perolehan 24 medali  dengan perincian, 5 emas, 10 perak dan 9 perunggu. NTT menempati peringkat ke-19 dari 34 provinsi.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menutup PON XX Papua pada Jumat, 15 Oktober 2021 di Stadion Lukas Enembe

Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap perjuangan para atlet NTT yang berlaga di PON XX Papua. Sebagai Chief of The Mission NTT yang senantiasa memantau dan menonton langsung perjuangan para atlet dari arena ke arena,  Wagub Nae Soi merasa sangat bangga dengan kegigihan dan perjuangan para atlet di arena PON NTT.

“Perjuangan mereka luar biasa. Saya saksikan secara langsung, mereka telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk mempersembahkan yang terbaik buat daerah dan seluruh masyarakat NTT, “kata Wagub JNS saat ditemui usai menyaksikan pertandingan final tinju putra-putra putri di GOR Tinju Jayapura, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Lima emas yang didapat NTT disumbangkan oleh Susanti Ndapataka dari Muaythai kelas 60 kg puteri,  Yoseph Amormeus dari Tarung Derajat kelas 55,1—55 kg putra, Jeni Elvis Kause dari Pencak Silat Tanding Kelas B 50—55 kg putri, Lazim Jati dari Kempo Randori 60 kg putra serta Dionisius Ramli dan Yustino Elmasser dari Kempo Embu Pasangan I Dan putra.

Sementara 10 perak disumbangkan oleh Tim Cricket Super Eight men, Siska dari Kempo Randori 55 kg putri, Randaka M. Putra Mimfini dan Dewinda V. Pinis dari Kempo Embu Berpasangan Kyu Kenshi Campuran, Arif Hery Purwanto dan Randaka M. Putra Mimfini dari Kempo Embu Berpasangan Kyu Kenshi putra,  Fitri Radja Huky dan Ingky D. Pinis dari Kempo Embu Pasangan I Dan Putri, Dewinda V. Pinis dan Romana C.  Kenshi Balla dari Kempo Embu Berpasangan Kyu Kenshi putri, Danieta E. Belavania dan Laura Inneke Daka dari Kempo Embu Pasangan II/III Dan puteri, Angelina Niis dari Tinju 45 kg putri,  Erniati Ngongo dari Tinju 60 kg putri, Mario Kali dari Tinju 49 kg putra.

Sedangkan 9 perunggu disumbangkan oleh Muh Zaki Zikrillah Prasong dari Pencak Silat Tanding -Kelas B 50—55 kg putra, Ronald Neno dari Pencak Silat Tanding -Kelas F 70—75 kg putra, Yulianan Ina Umbu Dewa dari Wushu Sanda 60 kg putri,  Dionisius Ramli dan Aldiani Astrid Helena Deny dari Kempo Embu Berpasangan Yudansha Campuran, Embu Beregu Putera Kempo (Andri Sadrianis Sobo,  Defiar Mathius Toh, Fernando Modestus Arae Balla, Rizal G. Alexander Sobo), Lucky Mira Agusto Hari dari Tinju 52—56 kg putra, Yudit Elisabet Mounino dari Tinju 48—51 putri, Afriana Paijo dan dan Matius Wuli atletik nomor 3.000 meter.(*)

Sumber dan foto (*/Aven Rame—Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Lestari Tenun Belu, Kumham NTT & Pemda Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

41 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu menghelat workshop ‘temu wicara’ promosi dan diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pemda dan masyarakat Kabupaten Belu tentang urgensi pendaftaran indikasi geografis (IG) Tenun Ikat Belu serta mendorong revisi dokumen deskripsi IG, dibuka oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, M.M.

Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, M.M. mengatakan, kekayaan intelektual manusia telah menghasilkan berbagai macam karya yang memberikan dampak bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Berbagai karya hasil pemikiran atau kecerdasan manusia sebagai kekayaan intelektual tentunya memiliki nilai dan manfaat ekonomis, sehingga dapat dianggap sebagai aset komersial. Untuk itu, setiap hasil karya dari kekayaan intelektual baik secara individual maupun kelompok perlu dihormati, dihargai dan mendapat perlindungan guna menjamin keberlanjutan atas hasil karya tersebut.

“Hasil karya kekayaan intelektual di Kabupaten Belu memiliki kekhasan dan karakteristik tersendiri. Contohnya, kain tenun yang sudah digiatkan di beberapa tempat oleh ibu–ibu Dekranasda. Tahun depan, jika tidak ada halangan, kita bisa membuka tempat–tempat giat baru yang tentunya harus disertai perda dan akta notaris,” ucapnya.

Nikolaus Umbu yang juga adalah Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu menuturkan, setiap hasil karya dari kekayaan intelektual baik komunal/kelompok maupun individual seperti ritual budaya, tari–tarian dan tenunan tradisional yang memiliki corak serta karakteristik khusus akibat pengaruh lingkungan geografis, perlu dilestarikan.

“Kita ketahui bahwa, tais dan tenun ikat Belu telah memiliki reputasi dan karakteristik yang cukup dikenal, baik secara regional, nasional maupun internasional. Oleh karena itu, kekayaan–kekayaan intelektual itu sudah seharusnya dilakukan upaya pelestarian dan pengembangan, baik oleh pemda maupun masyarakat umum sehingga mendatangkan keuntungan, baik dari segi ekonomis maupun sosial budaya bagi masyarakat Kabupaten Belu, ”tandas Niko Umbu.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Arvan Faiz  Muhlizi, SH.,M.H. mengatakan potensi kekayaan intelektual yang ada di NTT sangat luar biasa. Kekayaan –kekayaan akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendorong dan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan DPRD untuk menginisiasi produk perda yang juga mendukung upaya kekayaan intelektual. Di beberapa kabupaten, ada yang sudah mencantumkan tentang perda terkait dengan penyelenggaraan kekayaan intelektual dan dihubungkan dengan pariwisata daerah ,” terang Kadiv. Pelayanan Hukum.

Adapun narasumber dalam kegiatan workshop promosi dan diseminasi KIK. Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Arfan Faiz Muhlizi, SH.,M.H dengan materi perlindungan KIK, Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li, S.H., M.Hum. membawakan materi pengenalan KIK, dan Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Laurensius Lusi Kleden, S.T. dengan materi peran pemerintah Provinsi NTT dalam upaya perlindungan produk IG tenun tradisional. Kegiatan dipandu oleh sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si.

Turut hadir Kadis Pariwisata Kabupaten Belu,  Fredrikus L. Bere Mau, ST, Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, Ny. Dra. Freny Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua, Ny. Rinawati Br. Perangin Angin, SE., M.M. bersama pengurus, para pemerhati tenun Belu, para pengrajin dan pengusaha tenun Belu, serta masyarakat Kabupaten Belu. (*)

Berita + foto: (*/Kominfobelu – Frans Leki)

Editor: Herminus Halek

Bangun Belu, Pemda & Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Bersinergi

108 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI gagas rapat koordinasi (Rakor) penanganan kerja sama sosio ekonomi, budaya, keamanan, demarkasi, lingkungan hidup dan evaluasi kerja sama perbatasan RI – RDTL; dibuka Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dengan penerapan protokol Covid–19 secara ketat di ballroom Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Bupati Belu memandang rakor tersebut sangat penting, mengingat Belu sebagai daerah perbatasan. Karena itu, perlu dibangun kerja sama, sinergi, dan integrasi dengan berbagai pihak baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Konsep–konsep tentang perubahan kawasan perbatasan harus dikembangkan berdasarkan berbagai peraturan dan regulasi yang ada sehingga Belu menjadi lebih baik, berdaya dan lebih luar biasa.

“Kegiatan ini berkorelasi dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Belu saat ini, yaitu masyarakat Belu sehat, berkarakter dan kompetitif dengan programnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia. Kemudian pertanian, peternakan, budaya, infrastruktur, hukum, dan hak asasi manusia,” ungkap Bupati Belu.

Bupati Belu menuturkan, bahwa membangun Belu sebagai pusat kawasan strategis nasional bukan hanya membangun lintas batasnya, melainkan membangun juga Kota Atambua sembari memikirkan tentang daya dukungnya seperti lebih banyak orang berdomisili di kota, memanfaatkan fasilitas dan sumber daya perkotaan.

Terkait pengembangan potensi pertanian, peternakan dan kawasan yang mencakup wilayah Kabupaten Malaka dan TTU, perlu dibangun komunikasi untuk bersinergi membangun kawasan perbatasan.

Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Direktorat Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI, Dr. Drs. Thomas Umbu Pati, M.Si. menekankan pengelolaan super prioritas terhadap wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan, dengan berani membuat terobosan dalam mengembangkan potensi–potensi lokal seperti peternakan, pertanian, koperasi, hotel dan sebagainya.

“Saya kira, pak bupati punya semangat luar biasa dan didukung oleh pimpinan OPD, tentu bisa membuat terobosan dengan menangkap dan mengelola semua peluang yang ada di Kabupaten Belu,” tandas Dr. Umbu Pati.

Permasalahan kawasan perbatasan RI – RDTL perlu penerapan sistem online secara terpadu sehingga mendukung pelayanan publik karantina dan bea cukai. Doktor Umbu Pati pun meminta dukungan dari pemerintah dalam memberikan insentif permodalan dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait kawasan Peternakan Sonis Laloran, Thomas Umbu Pati menyampaikan bahwa perlu mendorong investasi pengelolaan kawasan Sonis Laloran serta penerapan status kelembagaan pengelolaan kawasan peternakan seperti usaha swasta penuh, BUMD atau UPTD.

Usai pembukaan dan pemaparan singkat mengenai kawasan perbatasan RI-RDTL dilanjutkan dengan diskusi.

Turut hadir, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, TTU dan Malaka.

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Polri Buka Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Anak di Luwu Timur

168 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Polri membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan pencabulan tiga anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polri membuat laporan polisi (LP) tipe A yang dibuat penyidik Polri pada dua hari lalu.

“Saya mendapatkan update dari tim asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Kombes Ramadhan mengatakan penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25—31 Oktober 2019. Pasalnya, pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayahnya sendiri dan ditemukan kelainan.

Dari hasil visum kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, tidak ditemukan kelainan pada 3 anak yang diduga menjadi korban pencabulan.

“Disampaikan bahwa yang akan didalami oleh penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25, sampai diperiksanya ketiga korban tersebut di tanggal 31. Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” tuturnya.

Pemeriksaan kedua tanggal 24, imbuh Kombes Ramadhan, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Kemudian pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakanlah kelainan.

“Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar,” tegas Ramadhan.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, polisi sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban di tanggal 31 Oktober 2019 itu. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako.

“Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019. Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira,” imbuh Ramadhan.(*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Fisik TMMD Ke–112 Tahun 2021 Kodim 1605/Belu Capai 100 Persen

149 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke–112 tahun 2021 di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh jajaran Kodim 1605/Belu selama 30 hari sejak 15 September – 14 Oktober 2021, yang meliputi pekerjaan fisik sudah mencapai hasil 100 persen, dan non fisik sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Demikian, dilaporkan Dandim Belu, Letkol. Inf. Wiji Untoro dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hasil giat TMMD ke– 112 tahun 2021 di aula gedung Betelalenok Atambua pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Sasaran fisik meliputi pembukaan jalan sepanjang 4 kilometer lebar 6 meter, pembangunan mata air bersih, pembangunan Kapela Korbau 100 persen. Sasaran non fisik meliputi rekrutmen prajurit TNI, wawasan kebangsaan, POSBINDU (Pos Binaan Terpadu), pertanian, penyuluhan hukum, kamtibmas, kesehatan, narkoba, posyandu, dan stunting, semua dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” urai Dandim Belu.

Dandim Wiji Untoro menyebutkan, pelaksanaan TMMD ke–112 melibatkan satuan tugas 250 orang, yang terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri dan komponen lainnya dengan komposisi, staf satgas 10 orang, TNI angkatan darat, laut, dan udara 110 orang, tim asistensi penyuluh 25 orang, dan masyarakat setempat 100 orang.

Giat TMMD ke–112 tahun 2021, lanjut Dandim Untoro, atas dukungan anggaran dari Kas TNI 550 juta enam ratus ribu rupiah dan Pemda Belu 1,5 miliar rupiah.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM atas nama pemerintah dan rakyat Belu menyampaikan terima kasih kepada TNI, Danrem 161/WS Kupang dan Dandim 1605/Belu bersama jajarannya atas terlaksananya TMMD ke –112.

“Kegiatan ini menyentuh kebutuhan dasar daerah sesuai dengan visi dan misi pemerintah, yakni membangun masyarakat yang sehat, berkarakter dan kompetitif lewat program pembangunan infrastruktur, SDM, pengembangan fasilitas kesehatan, pertanian, peternakan, pendidikan, dan lain–lain,” kata Bupati Belu.

Bupati dr. Taolin mengaku, sarana prasarana daerah Belu masih minim. Oleh karena itu, meski sedang dalam defisit anggaran, tetapi kontribusi anggaran Pemda Belu untuk pembangunan melalui TMMD diprioritaskan. Dengan terbangunnya jalur jalan, dapat membuka daerah terisolasi dan memperpendek jarak tempuh bagi masyarakat Desa Kabuna dan Leosama.

“Apa yang sudah dibangun, kita pelihara dan dimanfaatkan sebaik – baiknya,” pinta dr. Agus Taolin.

Perwakilan Danrem 161/WS Kupang, Kasiter Korem, Kolonel Inf. Seniman Zega, SH. M.Hum., melalui amanat tertulis Pangdam IX/Udayana yang dibacakannya, kegiatan TMMD ke – 112 tahun 2021 melibatkan 600 prajurit TNI, Polri, pemda, instansi terkait dan masyarakat yang tersebar di empat wilayah kabupaten/kota Bali Nusra.

“Dengan dilaksanakannya TMMD, diharapkan dapat menggelorakan kembali semangat gotong royong dan sebagai momentum untuk berpartisipasi, terutama membantu pemerintah dalam memaksimalkan vaksinasi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid–19,” tandas Pangdam IX/Udayana dalam amanat tertulisnya.

Dikatakan Kol. Inf. Seniman Zega, bahwa ada laporan yang diterima Pangdam IX/Udayana tentang betapa cukup beratnya sasaran dan volume TMMD lantaran sarana prasarana dan waktu yang dibutuhkan sangat terbatas. Namun, dengan semangat kekompakan dan disiplin serta tanggung jawab, bersatu padu, bahu membahu dari semua pihak sehingga sasaran program TMMD dapat diselesaikan tepat waktu.

Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih kepada para gubernur, bupati, dan wali kota atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan TMMD ke–112, juga kepada Kementerian LPNK yang telah bersinergi dalam TMMD, terlebih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan TMMD di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya di wilayah Korem 161/WS.

“Mudah–mudahan, apa yang telah dibangun ini dapat menumbuhkan semangat dan inovasi yang kuat dalam mewujudkan pembangunan di daerah. Harapan saya kepada masyarakat untuk ikut merasa memiliki dan peduli terhadap hasil–hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Rawat dan pelihara dengan baik sarana dan prasarana yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang cukup panjang,” tandas Pangdam IX/Udayana.

Pangdam IX/Udayana juga mengajak seluruh komponen untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI–rakyat. Jangan terhasut dan terprovokasi oleh pihak mana pun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI.

“Kepada para satgas TMMD, agar melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk dijadikan perbaikan pada TMMD mendatang. Kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD segera kembali ke induk pasukan masing–masing. Utamakan faktor keamanan selama dalam perjalanan dan tetap jalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami mewakili seluruh prajurit dan Polri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, apabila ada tutur kata dan perbuatan yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung,” pesan Pangdam IX/Udayana selaku pengendali operasional TMMD.

Turut hadir, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, unsur forkompimda dan pimpinan OPD, para camat, serta tokoh masyarakat. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo & Pelabuhan ‘Multipurpose Wae Kelambu

380 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Presiden RI, Jokowi meresmikan penggabungan PT. Pelindo I, II, III dan IV menjadi PT. Pelabuhan Indonesia sekaligus Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, pada Kamis, 14 Oktober 2021; dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa biaya logistik Indonesia saat ini masih sangat tertinggal dibanding negara tetangga sehingga pembangunan infrastruktur untuk menekan biaya logistik dan barang-barang dari Indonesia sehingga bersaing dengan negara lain.

“Biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga, kita masih sangat tertinggal. Biaya logistik di negara tetangga kurang lebih di angka 12% sedangkan di negara kita masih 23%, artinya ada yang tidak efisien di negara kita, maka dari itu perlu dibangun infrastruktur baik itu jalan maupun pelabuhan agar produk kita atau barang-barang kita bisa bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” jelas Kepala Negara.

Penggabungan PT. Pelindo, imbuh Presiden Jokowi, diharapkan dapat menekan biaya logistik sehingga dapat bersaing dengan negara lain dan diharapkan produk-produk Indonesia bisa menjelajah ke seluruh dunia.

“Diharapkan dari penggabungan ini adalah biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain artinya daya saing logistik kita serta dapat mencari partner yang memiliki jaringan yang luas sehingga terkoneksi dengan negara lain artinya produk-produk dari Indonesia bisa menjelajah ke seluruh dunia,” tegasnya.

Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Presiden Jokowi sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menteri BUMN beserta jajaran dan beliau berharap ke depannya langkah-langkah seperti ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan BUMN yang lain. Nantinya, PT. Pelabuhan Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan besar karena inilah yang diharapkan dan ke depannya perusahaan-perusahaan BUMN lainnya akan mengikuti.

“Penggabungan seperti ini akan membawakan kekuatan yang besar untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik”, ujar Presiden

Mengenai Pelabuhan Wae Kelambu, Presiden mengapresiasi pembangunan pelabuhan Wae Kelambu yang terbilang cepat karena baru mulai dibangun pada Agustus 2020 dan diharapkan pelabuhan Wae Kelambu dapat digunakan hingga 15—20 tahun ke depan untuk mengangkut barang-barang yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam laporannya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan Pelabuhan Wae Kelambu dapat merupakan pelabuhan dengan format baru serta akan dikembangkan di beberapa tempat lain di Indonesia.

“Tentu ini merupakan sebuah hasil karya yang tidak mudah dilaksanakan tetapi berkat kerja sama semua pihak, pusat dan daerah, pemerintah dan swasta semua dapat terlaksana dengan baik dan dapat menjadikan pelabuhan ini menjadi pelabuhan kelas 3. Diharapkan Pelabuhan Wae Kelambu menjadi pelabuhan dengan format baru yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia serta dengan berpindahnya Pelabuhan Multipurpose ke Wae kelambu akan menjadikan Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi Destinasi Pariwisata yang lebih baik,” ungkap Menteri Budi. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Polri Tangkap 19 Remaja Penyusup Iklan Judi Online di Situs Pemerintah

275 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 19 remaja yang diduga menyusupi iklan judi online di situs pemerintahan.

“Mereka ditangkap di 4 (empat) kota terpisah di seluruh Indonesia. Jadi total 19 pelaku. 17 laki-laki dan dua perempuan. ini ada kaitannya semua,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Dijelaskan Argo, pengungkapan kasus tersebut bermula ketika penyidik menerima informasi adanya situs pemerintah yang disusupi judi online pada Agustus 2021. Polri pun melakukan penyelidikan hingga menemukan dugaan adanya sindikat kasus tersebut.

“Ketika menerima informasi, kami membuat tim untuk melakukan penyelidikan berkaitan dengan adanya pemberitaan tersebut. Kemudian dari hasil penyelidikan juga didapatkan adanya sindikat yang memasarkan untuk backlink,” urai Argo.

Argo menuturkan seluruh pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Total, ada ratusan situs pemerintah dan lembaga pendidikan yang telah menjadi korban ilegal akses dan perjudian para pelaku.

“Ada 4 website kementerian dan lembaga pemerintahan dan ada 490 lembaga pendidikan,” ujarnya.

Argo menerangkan modus operasi para pelaku adalah mengubah backlink berupa gambar atau iklan judi online ke situs-situs pemerintah. Nantinya, iklan itu terhubung langsung kepada judi online yang dikelola para pelaku.

“Kita sudah mendapatkan daripada penyelidikan itu sasarannya itu ada di kementerian di lembaga pendidikan. Sasarannya itu. Di lembaga pendidikan yang ada tulisan go.id dan juga di lembaga pendidikan yang ada tulisan ac.id. Sindikat tadi menggunakan backlinkbacklink itu dipasang di akun-akun itu yang kalau di klik misalnya ada polri.go.id, nanti akan keluar sisipan di sana. sisipan apa? sisipan gambar dan iklan,” jelas Argo.

Argo menuturkan alasan pelaku memasang iklan judi online di lembaga pemerintahan untuk dapat menaikan rating. Tujuannya, rating ini membuat judi online-nya lebih mudah di akses banyak orang.

“Kenapa orang-orang ini menggunakan situs pemerintah? karena untuk iklan ini dia membutuhkan rating. Rating ini kalau naik kalau nanti kita lihat di algoritma-nya itu akan tinggi. Kalau naik rating-nya kan akan mudah dibaca oleh orang,” tukasnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku disangkakan pasal 46 ayat 1 ayat 2 ayat 3 Junto pasal 30 ayat 1 2 dan 3 atau pasal 48 ayat 1 ayat 2 Junto Pasal 32 ayat 1 ayat 2 atau pasal 45 ayat 2 Junto pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Selain itu, para pelaku dikenakan juga pasal 303 KUHP atau 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 3 pasal 4 pasal 10 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.(*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Wagub Nae Soi Salut Perjuangan Atlet NTT di PON XX Papua

246 Views

Jayapura, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS) memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap perjuangan para atlet NTT yang berlaga di PON XX Papua. Selaku Chief de Mission (CdM) NTT, Wagub Nae Soi senantiasa menyaksikan langsung perjuangan para atlet dari arena ke arena.

Wagub Nae Soi merasa sangat bangga dengan kegigihan dan perjuangan para atlet di arena PON XX Papua. “Perjuangan mereka luar biasa. Saya saksikan secara langsung, mereka telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka mempersembahkan yang terbaik buat daerah dan seluruh masyarakat NTT,” ucapnya saat ditemui usai menyaksikan pertandingan final tinju putra-putri di GOR Tinju Jayapura, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Wagub Nae Soi secara langsung menyaksikan atlet Kempo NTT yang bertanding di Sentani, Kabupaten Jayapura. Kemudian dilanjutkan  pertandingan final tinju putra-putri di GOR Tinju Jayapura.

“Terima kasih kepada para atlet dan ofisial dari cabang Kempo dan Tinju karena hari ini, perolehan medali kita bertambah. Satu medali emas dari Kempo dan tiga medali perak dari tinju putra dan putri. Saya juga bersyukur Anak-anak kita sangat menjunjung tinggi sportivitas, apapun itu keputusan wasit dan juri. Besok kita masih punya harapan untuk menambah perolehan medali dari cabang atletik, “ungkap Wagub JNS.

Terkait dengan apresiasi terhadap para atlet yang berprestasi, Wagub kembali mengatakan, Pemerintah Provinsi akan memberikan apresiasi terhadap para atlet yang telah mengharumkan nama NTT.

“Seperti yang jelaskan saat bertemu dengan rekan-rekan media di Kupang (Kamis 7 Oktober, red), Pemerintah Provinsi pasti akan memberikan apresiasi. Wujudnya seperti apa,  akan disampaikan pada saat penerimaan secara resmi semua atlet PON oleh Gubernur NTT. Rencana awalnya kita akan terima pada tanggal 17 Oktober, namun diundur beberapa hari lagi. Alasannya karena para atlet yang baru pulang dari sini,  harus jalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama beberapa hari untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Setelah selesai isoman, baru kita sambut semua atlet secara resmi, “jelas Wagub JNS.

Turut memdampingi Wagub JNS, Wakil CdM sekaligus Bupati Ngada, Andreas Paru,  Sekretaris CDM sekaligus GM Pelindo 3, Agus Nazar dan Bendahara CDM sekaligus Direktur Umum Bank NTT,  Yohanis Landu Praing.

Hingga Rabu, 13 Oktober 2021,  jumlah perolehan medali Provinsi NTT sebanyak 22 medali dengan perincian 5 emas, 10 perak dan 7 perunggu. Lima emas digapai dari cabang olahraga Muay Thai, Pencak Silat, Tarung Derajat dan 2 emas dari Kempo.

Sementara 10 perak berasal dari cabor Kempo (6), Kriket (1) dan tinju (3). Sedangkan 7 perunggu dihasilkan dari cabor tinju (2), Kempo (2), Silat (2) dan Wushu (1). Harapan terakhir untuk menambah jumlah medali dari cabang atletik 3.000 meter Steeplechase dan estafet putri 4×400 meter yang akan dipertandingkan di Timika, pada Kamis sore, 14 Oktober 2021. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)