Sulit Air Bersih di Raijua, Harga Satu Tangki 450 Ribu, Pemprov Bantu Mobil Tangki

661 Views

Pulau Raijua, Garda Indonesia | Kesulitan air bersih dialami oleh masyarakat di Kecamatan Raijua di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di dalam pulau seluas 36,97 km2 tersebut didiami oleh 2.558 kepala keluarga dengan kepadatan penduduk 268 orang per kilometer.

Meski tersedia sumur galian di beberapa rumah masyarakat, namun belum dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat karena untuk memperolehnya, harus dengan cara membeli seharga Rp.400.000,- hingga Rp.450.000, – per tangki. Kondisi tersebut, diperparah dengan iklim ekstrem dengan curah hujan minim berkisar hanya 3 (bulan) saja.

Informasi yang dihimpun Garda Indonesia menyebutkan, sumber mata air hanya ada Menanga’ Desa Bellu (kondisi debit air kecil sehingga saat mobil tangki mengambil air, diperlukan waktu berjam-jam) dan mata air Loborawo di Desa Bolua dengan kondisi serupa, malah memprihatinkan karena mata air mulai kecil.

Camat Raijua, Titus Bernadus Duri dalam sesi kunjungan kerja Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, dan Camat Raijua pada Jumat, 23 Oktober 2020 pukul 11.20 WITA—selesai, menyampaikan kesulitan distribusi air ke masyarakat karena tak memiliki mobil tangki.

“Kami kesulitan mobil tangki untuk distribusi air kepada masyarakat, sehingga tarif air satu mobil tangki mencapai 450 ribu. Oleh karena itu kami minta bantuan mobil tangki,” ungkap Camat Raijua kepada Gubernur VBL.

Merespons kondisi memprihatinkan tersebut dan menanggapi permintaan Camat Raijua, Gubernur VBL mengatakan pasti air menjadi kendala, dirinya akan melihat langsung lokasi mata air dan menyiapkan embung-embung.

Selain itu, Pemprov NTT bakal mengirim mobil tangki ke Raijua. “Sudah, nanti kami kirim 2 unit mobil tangki, 1 unit ke Raijua dan 1 unit ke Mesara,” ungkapnya.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Alfons Madari

Tiga Hari Kunjungan ke Sabu Raijua, Ini Agenda Kerja Gubernur VBL

1.402 Views

Ba’a-Rote, Garda Indonesia | Usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT dan melantik Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama pada Kamis, 22 Oktober 2020 di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Sabu Raijua.

Gubernur VBL diantar oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu beserta Forkopimda ke Pelabuhan Ba’a untuk selanjutnya menggunakan fery cepat Cantika Express menuju ke Pulau Raijua dengan estimasi waktu tempuh 3,5 jam. Bertolak pada pukul 07.30 WITA, rombongan Gubernur NTT bakal tiba di Pelabuhan Raijua sekira pukul 11.00 WITA.

Menurut rundown tentative yang disusun oleh Protokol Kabupaten Sabu Raijua dan Protokol Setda NTT, pada hari pertama, Gubernur VBL akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama Raijua, Panen Garam dan Rumput Laut, dilanjutkan pertemuan dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, dan Camat Raijua.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat masuk ke Fery Cepat Cantika Express menuju ke Pulau Raijua

Selanjutnya, di Pulau Seribu Lontar ini, Gubernur VBL bakal meninjau proyek pembangunan jembatan dan menuju ke lokasi wisata alam.

Pada hari kedua, Sabtu, 24 Oktober 2020, Gubernur NTT yang aktif melakukan kunjungan kerja ke 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT ini akan bertolak ke Ibu Kota Kabupaten Sabu Raijua, juga akan memanen garam di Kecamatan Sabu Timur, kemudian meninjau ruas jalan Ledeana-Teriu dan Ledemanu-Lobodei.

Lalu, pada hari ketiga, Gubernur VBL dan rombongan yang terdiri dari Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu; Direktur RSUD Prof W. Z. Johannes Kupang,  Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka; para pimpinan SKPD, staf khusus, Direktur Utama Bank NTT dan jajaran kembali menuju ke Kota Kupang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Panen Garam dan Rumput Laut di Raijua, Gubernur VBL Cari Pasar bagi Petani

861 Views

Raijua, Garda Indonesia | Saat melakukan panen garam di Tambak Garam Dahiae di Kecamatan Raijua, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) merespons kondisi para petani yang memprihatinkan, terlihat menumpuknya stok garam karena kesulitan pangsa pasar.

Tindakan riil yang dilakukan Gubernur NTT yang suka melakukan sidak ke lokasi ini pun langsung menelepon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto untuk menyediakan pangsa pasar dan dapat membeli garam hasil produksi petani di Sabu Raijua.

Aksi cepat ini dilakukannya, untuk mendorong dan menstimulasi perekonomian masyarakat agar tak terjadi penumpukan stok garam. Estimasi nilai stok garam Sabu Raijua mencapai 7,5 Miliar dan hingga saat ini, masih menjadi momok pangsa pasar bagi petani garam.

Gubernur VBL panen rumput laut di Raijua

Kepada awak media, Gubernur VBL mengungkapkan bahwa stok garam di Kabupaten Sabu Raijua saat ini mencapai 14.000 ton dan belum terjual. “Dengan kehadiran saya hari ini dapat menyiapkan pasar agar dapat dijual dan para petani bisa melanjutkan seluruh upaya menjual garam hasil produksi mereka,” ujarnya.

Langkah kongkretnya, tegas VBL, Pemprov NTT bakal membeli garam hasil produksi petani. “Langkah kongkretnya ya kita beli,” tegasnya.

Perlu diketahui, pada Agustus 2020, Pemda Sabu Raijua telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kesigapan distribusi garam untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Pjs. Bupati Sabu Raijua, Ferdi Kapitan menyampaikan bahwa luas lahan tambak garam di Raijua mencapai 2.000 hektar, namun yang dimanfaatkan hanya sekitar 102 hektar dengan kemampuan produksi per hektar sebesar 20 ton.

Sementara, luas potensi rumput laut di Raijua, imbuh Ferdi, mencapai 8.900 hektar dan baru dimanfaatkan hanya 299 hektar, sehingga peluang potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Penulis, editor, foto dan video (+rony banase)

Dilantik oleh Gubernur VBL di Rote Ndao, Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

945 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pemegang saham pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Jalan Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis, 22 Oktober 2020, meneguhkan dan melantik Harry Alexander Riwu Kaho atau akrab disapa Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama.

Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali melantik Alex Riwu Kaho  berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 299/KOP/HK/2020 tentang pengangkatan saudara Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur masa bakti 22 Oktober 2020 sampai 21 Oktober 2024.

Sebelumnya, Alex Riwu Kaho menjabat sebagai Direktur Pemasaran Dana merangkap Plt. Direktur Umum pada 25 Mei 2018 hingga 10 Juni 2019. Jabatan sebagai Direktur Pemasaran Dana dipegang Alex terhitung 11 Juni 2019—5 Mei 2020. Kemudian, dalam RUPS Luar Biasa Bank NTT pada 6 Mei 2020 di Kantor Gubernur NTT, Alex dipercaya sebagai Direktur Pemasaran Kredit dan Plt. Direktur Utama hingga 21 Oktober 2020.

Gubernur VBL dalam sesi konferensi pers mengharapkan agar Alex Riwu Kaho dapat bekerja dengan baik dan dapat mencapai target-target dengan mengandalkan super tim yang telah dibentuk. “Dan tentunya tantangan yang ada, target-target itu dapat dikerjakan sampai di direksi dan komisaris agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik untuk tujuan yang lebih baik.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama Bank NTT

Menurut VBL, target-target laba harus dikerjakan dengan baik, walaupun dalam kondisi yang sulit. Ia berharap, di bawah komandan Alex Riwu Kaho, Bank NTT bisa menatap masa depan yang lebih baik.

Sementara, Komisaris Utama Bank NTT, Jovaline Jodjana mengatakan jajaran komisaris berharap tinggi kepada Alex Riwu Kaho, namun telah melakukan banyak perubahan sejak 6 (enam) bulan terakhir saat menjadi Plt. Direktur Utama Bank NTT.

“Kami dewan komisaris merasakan kerja sama sangat bagus sesuai harapan Pak Gubernur sejak Mei kemarin, telah membentuk super team bukan superman,” ungkapnya seraya mengungkapkan bahwa challenge justru di internal pengurus Bank NTT.

Selain itu, tandas Jodjana, dari aspek perusahaan Bank NTT harus mengejar laba di tengah pandemi Covid-19, sementara progress on track dan segera memperbaiki NPL yang menjadi momok Bank NTT. (*)

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Humas Bank NTT

Resmikan Kecamatan Loaholu, Gubernur VBL : Rote Ndao Hebat

774 Views

Loaholu-Rote, Garda Indonesia | Usai disambut dengan tutur adat dari Maneleo (Tokoh Masyarakat Adat Suku di Rote) saat meresmikan kecamatan ke-11, Kecamatan Loaholu pada Selasa siang, 20 Oktober 2020, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan bahwa hanya meresmikan sebuah kecamatan saja, seorang gubernur hadir.

“Rote Hebat ya, hanya meresmikan Kecamatan Loaholu saja, Gubernur hadir di sini,” ujar Gubernur VBL kepada Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu sambil berjalan menuju podium acara.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/10/19/empat-hari-kunjungan-kerja-di-rote-ndao-ini-ragam-giat-dari-gubernur-vbl/

Begitu pun saat memberikan sambutan, Gubernur VBL yang tampil dengan busana adat lengkap Rote memberi apresiasi kepada pemerintah Rote Ndao di bawah kepemimpinan Bupati Paulina Haning Bullu.

“Saya tentunya bangga kepada Bupati Rote Ndao hari ini, catatan yang ada di saya, kasus stunting di Rote Ndao turun drastis, itu luar biasa. Menurut saya, itu prestasi yang sangat hebat karena banyak kabupaten lain kasus stunting naik,” ucap Gubernur VBL seraya menyampaikan itu kerja konvergensi dalam membangun daerah yang terbatas seperti Rote Ndao harus mampu menyiasati anggaran dengan baik sehingga kemajuan-kemajuan pembangunan terasa dan dapat dinikmati masyarakat.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menandatangani prasasti peresmian Kecamatan Loaholu

Pembangunan di Rote Ndao, sebut Gubernur VBL, terus bergerak, Bupati Paulina Haning Bullu cukup mampu menggerakkan.

“Saya pantau dari provinsi cukup membanggakan,” bebernya.

Kepada para camat Rote Ndao, tegas Gubernur VBL, dalam membangun daerah yang terbatas seperti Kabupaten Rote Ndao, maka kecamatan baru jangan memunculkan banyak kemiskinan, harus didesain dengan niat membuat efektif, efisien, dan pemerataan.

Menurutnya, Pemerintah Rote Ndao tidak boleh terlalu banyak merekrut anggaran karena adanya pemekaran kecamatan. “Saya terus optimis bahwa di bawah pemerintahan Bupati Rote Ndao sekarang, kemajuan-kemajuan terus didorong, para camat dan kepala desa kerja sungguh-sungguh. Dan perlu didesain oleh bupati agar semangat persatuan garis komando di desa dan kecamatan terus digerakkan,” ungkap Gubernur VBL.

Peletakan batu pertama pembangunan Kantor Camat Loaholu oleh Gubernur NTT

Gubernur VBL juga mengungkapkan rasa gembira dan kebanggaan kepada orang Rote karena dapat menunjukkan kepercayaan kepada orang yang berkunjung ke Rote Ndao. “Kemarin, jam tangan dan handphone teman saya jatuh di Pantai Bo’a, namun ditemukan dan dikembalikan oleh dua pemuda. Ini hebat, nilai ini harus terus didorong, karena di tempat lain tak seperti ini, sebagai orang NTT yang sering berkunjung di dunia, saya jarang jumpai di tempat lain,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa hanya untuk meresmikan kecamatan saja gubernur harus hadir. “Tentu menjadi suatu kebanggaan masyarakat Loaholu. Luar biasa, Bapak Gubernur dapat hadir untuk melihat pertumbuhan ekonomi di Rote Ndao,” alasnya.

Secara gamblang, Bupati Paulina Haning Bullu menyampaikan bahwa sejarah mencatat Kabupaten Rote Ndao terbentuk pada tahun 2002 hanya dengan 6 (enam) kecamatan, dan pada tahun 2005, oleh Bupati Christian Dillak memekarkan lagi 2 (dua) kecamatan menjadi 8 (delapan) kecamatan. Kemudian pada 2011, oleh Bupati Leonard Haning dimekarkan lagi menjadi 10 (sepuluh) kecamatan.

Peangkatan sumpah dan pelantikan Camat, Sekretaris, dan Kabag, dan Kasubag di Kecamatan Loaholu

“Pada tahun 2019, Pemerintah Rote Ndao mengusulkan 4 kecamatan untuk dimekarkan, namun hanya 1 (satu) kecamatan yang disetujui yakni Kecamatan Loaholu yang terpisah dari Kecamatan induk Kecamatan Rote Barat Laut. Sehingga pada tahun 2020, Kabupaten Rote Ndao memiliki 11 kecamatan,” ungkap Paulina Haning Bullu.

Lahan yang bakal didirikan Kantor Camat Loaholu, imbuh Bupati Paulina, merupakan lokasi bermukim Raja Dengka, Bapa Tungga dan terdapat sebuah gereja tua bernama Loaholu.

“Loa artinya luas dan Holu artinya pelukan, sehingga siapa pun yang menjadi pemimpin harus mampu memeluk masyarakat dengan tidak membedakan, sehinga ke depan semua masyarakat sejahtera,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan pengangkatan sumpah dan pelantikan pegawai negeri sipil dalam jabatan administrasi di lingkungan pemerintah Rote Ndao untuk menjabat sebagai Camat Loaholu, Jemy Oktovianus Adu, S.H., Masyono Sucipto Dano, S.E. sebagai Sekretaris Camat Loaholu, Isak Welhemus Seli, S.E. sebagai Kasie Pemerintahan, Elyani Timneno, S.H. sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian, dan Erwin Nitanel Lau, A.Md. sebagai Kasubag Keuangan, Aset, Evaluasi dan Pelaporan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Listrik Nyala 24 Jam, Warga di Amfoang Selatan dan Tengah Lebih Produktif

306 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aktivitas ekonomi warga dari 8 desa di Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat seiring listrik telah menyala selama 24 jam. Sebelumnya, warga di kedua kecamatan tersebut hanya menikmati listrik selama 12 jam dengan kapasitas 245 kW yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lelogama.

Saat ini, dengan tersambungnya interkoneksi sistem Takari – Lelogama, masyarakat dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh. Untuk menghadirkan listrik 24 jam tersebut, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 25,11 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 28,21 kms, dan 7 buah gardu dengan total kapasitas 350 kiloVolt Ampere (kVA).

Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno mewakili masyarakat Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah serta Desa Kauniki mengapresiasi keberhasilan PLN yang telah mengoperasikan listrik selama 24 jam penuh dan juga membangun jaringan listrik baru.

“Semoga tidak hanya berhenti di sini saja, namun tetap terus berupaya untuk melistriki daerah-daerah yang masih belum terang, serta dengan hadirnya listrik di tengah masyarakat ini, dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” pinta Korinus.

Foto bersama usai menyalakan listrik oleh General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko

Mesak A. Tanaos, Kepala Desa Ohaem 1 Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang mengaku sangat bersyukur dan gembira atas beroperasinya listrik 24 jam di desanya. Dirinya mengaku, aktivitas warga dahulu terbatas akibat nyala listrik hanya hanya 12 jam ( dari pukul 18.00 WITA hingga 06.00 WITA).

“Sekarang sudah 24 jam, bisa full 100% memakai listrik. Kami dapat gunakan listrik di siang hari seperti mebel, jualan es kulkas pada siang hari, kios foto copy, printer, laptop di siang hari. Ini sungguh bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko pada Minggu, 18 Oktober 2020, mengatakan dalam menghadapi sejumlah tantangan akibat letak geografis di Kabupaten Kupang cukup menantang. Kendati demikian, dengan semangat dan tekad yang kuat untuk melistriki hingga pelosok negeri, PLN berhasil merealisasikan peningkatan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam kepada warga di dua kecamatan dan pembangunan jaringan listrik baru.

“Semoga dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan roda perekonomian seperti UMKM, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jatmiko.

Setelah sistem isolated Lelogama sudah tersambung dengan jaringan 20 kV Sistem Timor, maka mesin pembangkit PLTD Lelogama tidak dioperasikan kembali.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Communication and CSR PLN)
Editor (+rony banase)

Empat Hari Kunjungan Kerja di Rote Ndao, Ini Ragam Giat dari Gubernur VBL

1.194 Views

Ba’a-Rote, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja selama 4 (empat) hari di Kabupaten Rote Ndao, pulau yang berada paling selatan di Indonesia dan memiliki luas 1.280,10 km2. Selain itu, Pulau Rote dikenal dengan Pantai Nembrala, Pantai Bo’a, Ti’ilangga (topi tradisional), dan Sasando (alat musik tradisional) yang dipakai sebagai grand design pembangunan Gedung Kantor Gubernur NTT.

Menempuh perjalanan menggunakan speedboat pribadi dari pelabuhan Lantamal-Kupang pada Senin, 19 Oktober 2020 dan tiba di Pelabuhan Ba’a pada pukul 13.05 WITA, rombongan Gubernur NTT, disambut oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu beserta Forkopimda.

Tiba di Pelabuhan Ba’a, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) disambut Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu dan Forkopimda

Pantauan Garda Indonesia, selanjutnya, Gubernur VBL berserta rombongan menuju Bo’a Resort untuk beristirahat. Di hari kedua, Gubernur NTT yang aktif melakukan kunjungan kerja ke seluruh 22 kabupaten/kota ini akan meresmikan kecamatan ke-11 di Kabupaten Rote Ndao yakni Kecamatan Loahulu (Kesepuluh kecamatan lain yakni Kecamatan Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Rote Tengah, Rote Selatan, Pantai Baru, Rote Timur, Landu Leko, Rote Barat, dan Ndao Nuse).

Pada hari ketiga, Gubernur melakukan kegiatan internal yang diatur oleh Protokol Setda NTT, dan pada hari keempat, sesuai jadwal dari Biro Humas dan Protokol Setda NTT, bakal dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT bersama dengan bupati/ wali kota untuk mengukuhkan Direktur Utama dan meresmikan kantor baru Bank NTT Rote Ndao.

Selanjutnya, pada Jumat, 23 Oktober, Gubernur NTT berserta rombongan berlayar meninggalkan Pulau Rote menuju ke Pulau Raijua di kabupaten yang dijuluki sebagai pulau seribu lontar, Sabu Raijua.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Radit—Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Tempat Cuci Tangan dari Rotary Club untuk NTT, Dorong Budaya Cuci Tangan

155 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai wahana edukasi budaya cuci tangan dan meminimalisir penyebaran Covid-19, maka Rotary Club Kupang Central kembali mendistribusikan 5 buah tempat cuci tangan permanen kepada 5 institusi pendidikan yakni Rumah Sejuta Mimpi – Naimata (tempat belajar anak2 putus sekolah), SMP Surya Mandala ( sekolah gratis yang didirikan oleh Yoseph Bikokolong, seorang pemulung), PAUD Mambae desa Noelbaki, dan SD Kristen Setia Kuasaet (2 unit).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/10/15/selamat-hari-cuci-tangan-sedunia-refleksi-budaya-cuci-tangan-di-provinsi-ntt/

Distribusi bantuan tempat cuci tangan dari Rotary Club Kupang Central dilaksanakan pada tanggal 2—4 Oktober 2020, sebelumnya sebanyak 14 buah tempat cuci tangan portabel telah dibagikan ke berbagai tempat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tempat cuci tangan dari Rotary Club untuk SD Hes di Kabupaten Timor Tengah Selatan

President Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang kepada Garda Indonesia menyebutkan, program bantuan tempat cuci tangan ini merupakan salah satu program dari Rotary Club dalam mendukung usaha-usaha pencegahan penyebaran virus corona yang semakin hari semakin tinggi tingkat penyebarannya.

Penerima bantuan tempat cuci tangan dari Rotary Club, terang Ratna, terdiri dari berbagai latar belakang seperti sekolah/PAUD, rumah sakit, tempat ibadah, tempat belajar anak putus sekolah dan instansi pemerintah di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Alor dan Larantuka.

Bantuan tempat cuci tangan dari Rotary Club untuk Rumah Sejuta Mimpi

“Kami berharap, masyarakat dapat menggunakan tempat-tempat cuci tangan tersebut dengan sebaik-baiknya dan membiasakan diri untuk selalu hidup bersih dan sehat,” pinta Ratna.

Di samping tempat cuci tangan, tandas Ratna, Rotary Club Kupang Central juga menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) ke puluhan rumah sakit dan puskesmas di berbagai kabupaten di NTT.

Sumber berita dan foto (*/Public Image Rotary Kupang Central)
Editor (+rony banase)

Bersama Mengawal NKRI

Translate »