Moeldoko : Jangan Ganggu Pak Jokowi, Itu Urusan Saya!

607 Views

Oleh: Andre Vincent Wenas

“Beliau (Jokowi) dalam hal ini tidak tahu sama sekali, tidak tahu apa-apa dalam hal ini,” begitu pernyataan Moeldoko pada Februari lalu.

“Saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” yang ini pernyataan SBY, masih di bulan Maret.

Lalu KLB di Deli Serdang! Aklamasi memilih Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat yang baru, sah secara konstitusi partai. Begitu katanya.

Klaimnya ada 1200-an orang ikut meramaikan, dan memang ramai sih. Di ruang sidang, di luar ruang sidang, dan di ruang publik elektronik dan virtual. Media sosial pun hiruk pikuk.

Tak lama kemudian AHY konferensi pers di Jakarta,

“Saya Agus Harimurti Yudhoyono, AHY, adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate!” Dan tentu saja artinya yang di sana itu illegal dan inkonstitusional.

Ia (AHY) pun mengklaim didukung oleh 93 persen pemilik suara sah Partai Demokrat di seluruh daerah. Dan ada surat pernyataan kesetiaan segala.

AHY pun tak lupa meminta agar Pak Jokowi melalui Kemenkumham tidak mengesahkan hasil KLB Deli Serdang itu.

Lalu apa? Apa sih manfaat dari kisruh di Partai Demokrat itu buat kita?

Tidak ada. Sama sekali tak ada faedah! Hanya jadi hiburan selingan saja. Istilah dalam manajemen waktu (time management) ini adalah termasuk aktivitas yang not-importan’ dan not-urgent sekaligus. Kalau tak punya waktu senggang ya abaikan saja.

Jadi buat apa dibahas? Begini,

Kita cuma mau membahas implikasi pernyataan Moeldoko dan SBY di awal tadi, bahwa Pak Jokowi tidak tahu apa-apa soal kisruh atau kudeta, atau KLB, atau upaya pengambilalihan secara paksa, atau apalah namanya, tidak pentinglah itu.

Kalau kedua senior dan mantan jenderal bintang empat itu sudah menyatakan bahwa Pak Jokowi tidak tahu apa-apa, artinya sama sekali tidak terlibat, maka tolonglah konsekuen!

Untuk Pak Moeldoko, yang sementara ini masih menjabat posisi penting di lingkaran dalam Istana, sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), ya mesti legowo untuk mundur dari jabatannya.

Sehingga dengan demikian bisa sungguh secara structural-formal melepaskan keterkaitannya dengan Presiden Joko Widodo. Silakan saja Pak Moeldoko mengurus Partai Demokrat sebagai Ketum yang baru. Tidak jadi masalah.

Untuk Pak SBY, juga secara konsekuen membina para kadernya agar tidak lagi merengek-rengek minta Pak Jokowi turun tangan ikut membereskan kekisruhan internal Partai Demokrat.

Tolong sampaikan ke Andi Arief (juga AHY) untuk tidak usah repot-repot demo ke Istana segala serta mengintimidasi pemerintah soal kemungkinan adanya kegaduhan sosial politik segala.

Lagi pula, kita rakyat biasa juga tidak mau repot-repot mesti membedakan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang atau versi Kongres kelima segala. Bagi kita semua itu tidak penting.

Itu urusan Moeldoko dan SBY-AHY semata, beserta para pengikutnya masing-masing tentunya.

Kita hanya berharap agar tak ada adu otot, tapi adu otak-atik-otak: argumentatif, persuasif, dan kalau bisa sampai ke konsolidasi.

Jadi, bereskan saja sendiri.

“Jangan ganggu Pak Jokowi, itu urusan kalian!”

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama oleh BPMI Setpres

Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

162 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Keberhasilan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, membongkar sindikat pemalsu uang asing antarpulau, lengkap dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 4,5 triliun, diapresiasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia pun berharap Polri bisa menumpas kejahatan ini karena telah merugikan keuangan negara.

“Kita harus memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas keberhasilan membongkar dan menangkap 10 anggota sindikat pengedar uang palsu antar-provinsi. Kejahatan ini sangat meresahkan. Bahkan negara pun sangat dirugikan,” tutur LaNyalla, pada Kamis, 4 Maret 2021.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, uang palsu senilai Rp 4,5 triliun yang beredar, sama artinya dengan kita kehilangan uang Rp.4,5 triliun. “Nilai uang palsu itu sepadan uang kita yang hilang dicuri sindikat. Bayangkan, betapa besar kerugian yang kita terima. Rp.4,5 triliun itu jumlah uang yang sangat besar,” ujarnya.

Untuk itu, LaNyalla meminta kepada Polri untuk memberikan informasi terkait uang asing palsu, termasuk ciri-ciri dan lainnya, sehingga masyarakat berhati-hati dalam menukarkan uangnya. “Masyarakat pun tidak boleh sembarangan menukarkan uang. Cari tempat penukaran uang atau lembaga yang memang terpercaya untuk melakukan aktivitas itu,” ujarnya.

LaNyalla pun dengan tegas meminta Polri untuk menumpas para sindikat hingga ke akar-akarnya. “Sindikat ini sudah sangat merugikan keuangan negara. Dan mereka harus diberikan hukuman yang berat,” pintanya.(*)

Sumber berita (*/tim)

Foto utama oleh merdeka.com

Simpang Siur Mutasi Virus Covid-19, Tim Pakar Satgas Beri Penjelasan

247 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menyusul ditemukannya strain virus baru Covid-19, berakibat munculnya informasi simpang siur di tengah masyarakat pada pekan ini. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menerangkan bahwa terjadinya mutasi virus atau varian baru virus adalah hal yang lazim ditemui dalam masa pandemi.

Berita baiknya, lanjut Wiku, hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar mutasi tidak secara material mengubah virolensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit, begitu juga efektivitas vaksin secara signifikan. “Namun, perlu diingat, semakin sedikit keberadaan mutasi virus, maka semakin efektif vaksin yang sedang kita kembangkan ini dapat bekerja dengan baik,” jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, pada Kamis, 4 Maret 2021 yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pada prinsipnya, varian dapat terus bertambah khususnya saat pandemi masih berlangsung, karena banyaknya jumlah penularan yang terjadi di masyarakat. Mutasi yang dilakukan virus adalah upaya untuk bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Mutasi adalah proses karena adanya kesalahan saat memperbanyak diri dan virus anakan tidak sama dengan induknya atau parental strain. Virus baru hasil mutasi tersebut akan menjadi varian. Lalu, jika varian menunjukkan sifat fisik yang baik dan jelas maupun sama serta berbeda dengan virus aslinya, maka varian akan disebut sebagai strain.

Para peneliti di dunia termasuk di Indonesia terus meneliti mutasi dan varian baru yang muncul. Untuk mengetahui dampaknya dan solusi menghadapinya. Saat ini beberapa varian virus yang sudah ditemukan menyebar secara global, yakni varian B117 di Inggris, B1351 di Afrika Selatan yang merupakan hasil mutasi dari virus B117, dan varian P1 di wilayah Brazil.

Pemerintah pun telah mengambil langkah-langkah strategis bekerja sama dengan para peneliti dan menginstruksikan petugas di lapangan untuk memperketat skrining demi mencegah masuknya varian baru dari negara lain, ataupun dari satu daerah ke daerah lain.

Untuk itu demi mencegah dampak negatif dari mutasi ini, semua pihak disarankan tidak hanya menunggu hasil temuan ilmuwan. Untuk menentukan apakah varian tersebut lebih berbahaya atau sekadar mengetahui pola distribusinya. Karena hasil penelitian saintifik membutuhkan waktu. Upaya proaktif melindungi diri dan orang di sekitar adalah dengan cara tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu sehingga penularan dapat dicegah. Sehingga mutasi pun bisa dicegah untuk terjadi.

Upaya mencegah mutasi virus adalah dengan menghambat persebarannya. Karena tingkat infeksi yang tinggi tentunya meningkatkan peluang terjadinya lebih banyak varian yang dihasilkan. Dan seberapa pun kuatnya varian potensial virus, jika tidak ada peluang menularkan maka virus tersebut tidak akan membahayakan.

Ia mengingatkan upaya 3T dan bagi masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi untuk menumbuhkan imunitas secara spesifik. “Saya tidak akan lelah mengingatkan pentingnya protokol kesehatan, karena hal ini peting untuk dilakukan,” pesan Wiku.

Di samping itu, ilmuwan dunia terus mengamati dinamika persebaran virus ini, termasuk perubahan spikes atau protein yang akan menempel pada reseptor sel tubuh untuk memperbanyak diri. Untuk di Indonesia, dari hasil temuan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, jumlah Whole Genum Sequencing (WGS) berjumlah 495 dengan 471 di antaranya WGS komplit.

Varian D614G sudah ditemukan sejak April 2020, dan hingga Februari 2021 seluruh WGS yang dilaporkan bervarian D614G. Namun, data pelaporan WGS terbaru oleh Balitbangkes, menunjukkan ada 2 WGS yang memiliki varian B117 dari sampel yang diambil dari bulan Februari 2021.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19)

Selamat Pagi

163 Views

Oleh : Roni Banase

Hari ini, Jumat, 5 Maret 2021, pukul 06.16 WITA, saat kunikmati pagi di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suhu berkisar 18—20 derajat Celcius dengan balutan kabut lumayan menusuk rusuk, dinginnya udara pagi ini yang membangunkan diriku dari tidur malam pada pukul 01.30 WITA.

Aku memilih duduk di Lopo (rumah adat masyarakat Timor, tempat menyimpan hasil bumi, dan menyambut sanak keluarga dan tamu, red), sambil kunikmati suguhan teh panas dan kudapan olahan Mama sambil menyimak Papa yang sibuk sejak sekira pukul 05.00 WITA.

Kunikmati sebaiknya udara pagi, seraya bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pemilik Kehidupan yang telah memberikan umur panjang bagi kedua orang tua kami yang memilih menghabiskan masa tua mereka di sini, desa yang berbatasan langsung dengan Sungai Noemuti.

Terus kusibak setiap sudut Lopo, kulihat beberapa ikat Jagung hasil panen tahun lalu (diikat dengan jumlah bervariasi, red), lalu digantung di sela dahan kayu penopang atap alang-alang Lopo, sambil mulai kunikmati teh panas…nikmat seraya ku ucap syukur dengan sukacita.

Beberapa detik berselang, kudengar sapaan, “ Selamat Pagi,” sapa seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun.

“Selamat Pagi,” jawabku sambil melihatnya berlalu memikul ikatan sedang kayu kering untuk dijadikan bahan bakar.

Lopo Adat Keluarga Banase di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU

Kulanjutkan menikmati kudapan Mama Mooy (sapaan kami bagi Mama kami yang lahir dan besar di Pulau Rote, red), lalu aku disapa lagi oleh seorang Ibu yang menggandeng anak perempuannya menuju ke Sungai Noemuti untuk mengambil air bersih sambil mencuci pakaian kotor.

Lalu ku menjawab dengan sukacita,” Selamat Pagi”.

Kemudian, aku menyusuri setiap sudut rumah yang dipenuhi Pohon Jagung (makanan pokok masyarakat Timor, meski tersedia beras hasil panen sawah kerja keras Papa dan Mama), kutemukan hal unik yang dilakukan Mama, dikumpulkannya daun kering Pohon Asam dalam sebuah wadah tumpukan kayu kering berukuran sekitar 2 x 2 meter.

Saat kuamati, datanglah Mama dan berujar, “Kakak, ini Mama tampung, simpan, dan jadikan sebagai pupuk”.

Ya, terbukti. Semua bunga dan berbagai jenis pohon buah tumbuh sehat dan subur dengan tatakan batu kali di sekitar areal Rumah Tua Keluarga Banase (tempat saya, adik, dan keluarga menginap jika berkunjung ke Kabupaten TTU).

Lalu, dari arah belakang, ku dengar lagi sapaan Selamat Pagi dari seorang bapak. Kutengok ke belakang sambil melemparkan senyum dan berkata, “Selamat Pagi Bapa”.

Tampak, ada sukacita, saat kulihat senyum bahagia di antara deretan gigi yang tampak merah karena kebiasaan mengunyah Sirih Pinang.

Ya, ucapan Selamat Pagi masih akan kita jumpai di sini. Bahagia dan Sukacita mengiringi rencana kerjaku hari ini untuk terus menulis dan berkarya dengan hasrat.

Foto utama (+koleksi pribadi)

Konfirmasi Varian Baru Korona, Presiden Imbau Masyarakat Tetap Tenang

345 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang terkait konfirmasi mengenai dua kasus positif mutasi virus korona dari Inggris (B.1.1.7) di Indonesia.

Melalui pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 4 Maret 2021, Presiden menerangkan kondisi dua orang yang terpapar varian baru dari virus korona tersebut.

“Dua orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif,” ungkap Presiden Jokowi.

Hingga saat ini, masih belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru tersebut lebih mematikan dari virus korona yang selama ini menular di Indonesia. Namun, tetap meningkatkan kewaspadaan dan mencegah dari penularan varian baru virus itu tetap perlu dilakukan bersama-sama.

“Untuk itu, mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” tandasnya.

Sementara itu, dilansir dari detik health, Temuan dua kasus pertama varian baru Corona B117, diumumkan tepat dalam peringatan setahun pandemi COVID-19 di Indonesia. Pasalnya, Virus Corona jenis ini disebut lebih menular dibandingkan varian lainnya.

Dua kasus tersebut ditemukan pada 2 TKW asal Karawang, Jawa Barat, yang baru datang dari Arab Saudi. Dua kasus Corona B117 ini berinisial M (40) dan A (45). Mereka tiba di Indonesia dari Arab Saudi dalam waktu yang berbeda. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Tahap I, 328 Pejuang Eks Timor Timur Terima Piagam & Pin Bela Negara

137 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Mulai saat ini,  saya tidak mau dengar lagi bahwa ini bekas pejuang Timor-Timur. Tetapi Anda adalah Warga Negara Republik Indonesia, titik!. Tidak boleh ada dikotomi di NTT,  ini berasal dari ini, itu dari situ. Anda adalah WNI yang berdomisili di NTT dan menjadi penduduk NTT,” tegas Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi usai menyerahkan Piagam dan Pin Bela Negara Bagi Masyarakat NTT di Kompleks  Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El. Tari, pada Kamis, 4 Maret 2021.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub Nae Soi kepada 11.485 warga masyarakat NTT yang menerima piagam penghargaan, yang sebagian besar adalah eks pejuang Timor-Timur. Pemberian penghargaan ini akan diberikan secara bertahap selama 4 kali sampai dengan bulan Agustus 2021.  Untuk tahap pertama diberikan kepada 328 orang.

Wagub Nae Soi memberikan apresiasi khusus kepada para penerima penghargaan dari kalangan masyarakat eks Timor-Timur. Kesetiaan dan perjuangan untuk tetap memilih jadi Warga Negara Indonesia dan  menetap di NTT merupakan suatu bentuk kecintaan kepada NKRI.

“Saya minta kepada masyarakat NTT, tidak boleh ada dikotomi lagi dengan saudara-saudara kita ini. Saya yakin  perhatian Pemerintah Pusat tidak hanya sebatas kertas piagam penghargaan,” pintanya.

Foto bersama Wagub Josef Nae Soi dengan Pejuang Eks Timor Timur penerima Piagam dan Pin Bela Negara

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan (Menhan) Nomor Kep/1189/M/XII, masyarakat penerima Piagam dan Pin Bela Negara diharapkan dapat memperkuat Sistem Senjata Sosial (Sissos) terutama dalam membangun NTT menuju sejahtera. “Bela Negara tidak selamanya identik dengan angkat senjata untuk berperang yang kita kenal dengan Sistem Senjata Teknologi (Sistek). Tetapi bagi kita yang sipil, kita harus gunakan Sissos. Dengan bekerja keras dan membangun Nusa Tenggara Timur untuk bangkit menuju sejahtera sesuai profesi kita masing-masing, itulah salah satu bentuk bela negara,” urai Nae Soi.

Konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), imbuh Wagub Nae Soi, masih relevan dengan keadaan negara sekarang,  terlebih dengan Sissos. Karena sekarang tidak lagi perang fisik,  tapi perang untuk melawan penyakit-penyakit sosial. “Kita harus perkuat Sissos dengan menjaga Nusa Tenggara Timur, Nusa Terindah Toleransi dan Nusa Tanpa Terorisme. Karena matahari terbit dari Timur, Kita bangun Indonesia dari NTT. Membangun kerukunan civilius, bukan kerukunan semu.  Tidak hanya toleransi dogmatis artinya keyakinan saya tidak boleh diganggu gugat,  tapi juga membangun toleransi civilius ketika berhadapan dengan dan berinteraksi dengan orang lain yang tidak sesuku dan seagama,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan  Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan)  Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Mayjen (TNI), Dadang Hendrayudha mengatakan, kegiatan pemberian penghargaan dan Pin Bela Negara merupakan salah satu wujud penghargaan negara kepada Warga Negara Indonesia yang berjasa dalam bentuk bela negara. Menegakkan dan mempertahankan keutuhan NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.  Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat bela negara bagi semua komponen bangsa.

“Saya mengucapkan selamat kepada masyarakat NTT khususnya para penerima penghargaan yang pernah berjuang di Timor-Timur. Kesetiaan saudara-saudara kepada NKRI diwujudkan dengan tetap memilih jadi WNI setelah jajak pendapat tahun 1999. Karenanya, (saudara-saudara) berhak untuk terima penghargaan atas jasa dan pengorbanan ini. Piagam dan Pin ini merupakan bentuk komitmen pemerintah serta mengukuhkan saudara-saudara sebagai kader bela negara,” jelas Prabowo Subianto dalam sambutan tertulisnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

‘Cut-Off’ Vitamin D

209 Views

Oleh : Dahlan Iskan

Kenapa orang Indonesia banyak yang kekurangan Vitamin D? Padahal kita hidup di negara tropis? Yang lebih sering terkena sengatan sinar matahari?

Baru kemarin malam saya tahu jawabnya. Yakni ketika saya diminta jadi pembicara di pertemuan Zoom Diaspora Indonesia.

“Memang sinar matahari itu sumber Vitamin D. Tapi perlu protein tertentu yang bisa menjadi perantara. Agar sinar matahari itu benar-benar bisa menjadi vitamin D-3,” ujar dr. Roy Panusunan yang juga jadi salah satu pembicara.

Moderator forum Zoom ini beberapa orang. Satu di New York, Lia dan James Sundah. Satu di Austria, EA Adoracion. Satu lagi di Belanda, Sisca Hotrop dan Titiek van Houten, Lainnya di Jakarta. Pembicaranya banyak. Ada yang dari Atlanta (USA), Moskow (Rusia),  Washington DC, dan juga Shanghai.

Semua berbicara tentang pengalaman vaksinasi. Yang di Moskow mendapat vaksinasi merek Sputnik – bikinan Rusia. Tidak ada masalah. Tidak merasakan efek samping apa-apa.

Yang di Atlanta mendapat vaksin Moderna. Buatan Amerika. Juga tidak merasakan apa-apa. Hanya lengan kirinya sakit. Tidak bisa tidur miring ke kiri. Pun hari berikutnya sakit itu hilang. Padahal ia punya gula darah dan hipertensi – yang terkontrol karena disiplin minum obat.

Daniel Fu, orang Atlanta itu, juga baru menjalani operasi jantung – triple bypass. Yakni setelah ia kembali dari Jakarta. “Waktu di Jakarta saya banyak makan macam-macam,” kata Daniel.

Ia merasa tidak punya keluhan apa-apa. Olahraganya juga kuat. Menjelang kembali ke Amerika pundaknya terasa tegang –sampai ke punggung. Ketika tiba di Atlanta ia dipaksa istri untuk periksa ke dokter keluarga. Hasilnya: ia harus operasi bypass.

Intinya: vaksinasi ini aman. Pun bagi orang seperti Daniel.

Lia Sundah – moderator yang di New York – juga sudah suntik vaksin. Yakni di stadion Queen, New York. Yang melakukan penyuntikan adalah Marinir AS.

Lia mendapat vaksin Pfizer. Juga tidak mengalami masalah apa-apa.

Lia Sundah sudah 20 tahun di New York. Lia menjadi pengacara di sana. Lia memang Doktor Hukum lulusan Boston – meski lulus S-1 dari jurusan musik, juga di Boston.

Di New York Lia hidup bersama suami: James Sundah –pencipta lagu ”Lilin-Lilin Kecil” yang terkenal itu. Karena itu, di awal dan di akhir forum ini dimeriahkan oleh konser musik. Yang menampilkan lagu ciptaan James itu. Yang dinyanyikan oleh penyanyi dari banyak negara. Pemain musiknya pun dari segala macam penjuru dunia.

Lia sendiri ternyata anak tokoh pers senior saya: Aristides Katoppo – pemimpin redaksi harian Sinar Harapan. “Cita-cita awal saya memang menjadi wartawan. Ternyata jadi lawyer di New York,” ujar Lia.

Menurut dokter Roy, protein yang bisa mengubah sinar matahari menjadi Vitamin D-3 adalah yang datang dari susu, yogurt, atau mentega. “Di sinilah yang kita kurang. Mataharinya melimpah tapi minum susu atau yogurt-nya kurang,” ujar Roy.

Roy sendiri ahli hormon. Lulus S-1 dan S-2 dari Universitas Indonesia, Jakarta. Lalu mendalami hormon sampai ke Harvard Medical School, Boston.

Saat di Harvard itulah Roy tahu soal hubungan sinar matahari dengan protein dari susu. Banyak data ia pelajari. Mengejutkan. Terutama data mengenai orang Indonesia.

“Dari 1.000 orang Indonesia yang kekurangan Vitamin D sebanyak 950 orang,” katanya. Berarti hanya 50 orang yang vitamin D-nya cukup. Tentu termasuk istri saya. Yang tidak bisa minum susu. Yang level vitamin D-nya 55. Yang karena itu tidak tertular Covid dari saya.

Saya sendiri, saat terkena Covid, baru ketahuan: Vitamin D saya hanya 23,4. Bahkan anak wedok saya, Isna Iskan, payah sekali. Level vitamin D Isna hanya 16. Padahal dia itu gila sepeda. Praktis tiap hari menempuh jarak setidaknya 50 Km – kadang 150 Km.

Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Sinar itu harus diantarkan oleh protein susu agar bisa menjadi vitamin D.

Dokter Roy –alumnus SMAN 3 Jakarta itu– kini bekerja di RS Pertamina. Ia ingin agar suatu saat ditemukan cut-off Vitamin D khusus untuk orang Indonesia.

“Selama ini belum ada patokan berapa vitamin D minimal yang harus dimiliki orang Indonesia,” ujar dokter Roy.

“Kan minimal 40,” kata saya.

“Itu cut-off untuk orang kulit putih,” jawab dokter Roy. “Belum ditemukan berapa cut-off untuk orang Indonesia,” katanya. “Siapa tahu lebih rendah dari 40 itu,” katanya.

Tentu saya juga menunggu-nunggu laporan satu ini: apakah semua orang Indonesia yang terkena Covid itu level vitamin D-nya rendah. Kalau dibuka ke publik akan sangat membantu.

Tentu RS khusus Covid sudah menghimpun datanya.

Jam 00.00 forum Zoom ini baru ditutup. Saya sudah sangat mengantuk. Tapi yang di New York baru bangun pagi.(*)

Foto utama (*/istimewa)

Perempuan Indonesia Harus Berani Bermimpi dan Mewujudkan Mimpi

179 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong perempuan mengambil setiap kesempatan. Saat ini di Indonesia, akses dan manfaat pembangunan sudah semakin setara bagi perempuan dan laki-laki serta dijamin oleh Konstitusi Negara melalui Undang-Undang.

Meski begitu, Menteri Bintang menuturkan di samping adanya akses dan kesempatan, terdapat faktor lain yang juga penting bagi kesetaraan dan pemberdayaan perempuan yakni keberanian perempuan untuk mengambil kesempatan yang ada.

“Saya optimis Perempuan Indonesia bisa maju, bisa hebat dan berdaya ke depannya khususnya bagi Perempuan-perempuan muda, yang punya kesempatan yang luar biasa di depan mata. Pemerintah telah memberikan kemudahan akses dan fasilitas terhadap Perempuan semua akses dibuka selebar-lebarnya. Banyak sekali (kesempatan), asalkan kesempatan dan peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat diundang ke Podcast ‘Cerita Dari Selatan’ oleh LKBN Antara, pada Selasa 2 Maret 2021.

Lebih lanjut, Menteri Bintang menjabarkan kesempatan di bidang ekonomi di antaranya program bernama Strategi Nasional Inklusi Keuangan Perempuan yang menyediakan dukungan bagi para perempuan untuk dapat mengakses permodalan, peningkatan kapasitas usaha, dan literasi keuangan. Bahkan ada pula pelatihan Wirausaha Pemula yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM yang dapat dimanfaatkan oleh perempuan.

Menteri Bintang menambahkan, masa depan dan kemajuan bangsa berada di tangan para Pemuda Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Bintang menaruh harapan besar kepada Perempuan Indonesia khususnya Perempuan Muda untuk memajukan bangsa menggunakan kemampuan yang dimiliki serta tidak terjebak dengan budaya dan adat yang menghalau Perempuan untuk dapat berkembang.

“Saya ingin mengajak Perempuan-perempuan Muda, Ibu-ibu dan seluruh Perempuan di pelosok tanah air ini, jangan sampai budaya membatasi prinsip-prinsip atau pemikiran-pemikiran progresif yang bermanfaat. Artinya kita hormat dengan adat dan budaya, tapi jangan sampai itu jadi kedok untuk kita tidak bisa menerima akses yang sama dalam menikmati dan juga berperan dalam pembangunan,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga mengaku bangga dan memberikan apresiasi pada banyaknya anak muda yang saat ini memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta mau bergerak bagi kemajuan perempuan dan anak. Salah satunya ditunjukkan oleh para Pendiri Du’Anyam yang berhasil membangkitkan pemberdayaan ekonomi Perempuan di daerah Nusa Tenggara Timur dengan menjual berbagai produk anyaman. Menteri Bintang berharap perempuan Indonesia dapat terus termotivasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Hukum dan Humas Kementerian PPPA)

Editor (+roni banase)