Tahun Baru Imlek, Wawali Herman : Warga Tionghoa Kota Kupang Punya Kontribusi

71 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Masyarakat Tionghoa Kota Kupang merayakan Tahun Baru Imlek 2020 yang diselenggarakan oleh CV Nam Group di Kelurahan Oesapa, pada Sabtu, 25 Januari 2020. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2571.

Dalam sambutannya atas nama Pemerintah Kota Kupang Wakil Wali Kota menyampaikan selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek bagi seluruh keluarga besar Tionghoa yang ada di Kota Kupang. Harapannya, tahun baru kali ini membawa kesejahteraan, kesuksesan, kesehatan dan umur yang panjang tidak saja bagi keluarga besar CV Nam dan keluarga Tionghoa saja, tapi juga bagi seluruh warga Kota Kupang.

Wawali Herman mengakui kehadiran keluarga Tionghoa di Kota Kupang memiliki arti yang besar. Bahkan sejarah Kota Kupang turut ditentukan juga oleh perjalanan masyarakat Tionghoa. “Mereka memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan & perkembangan ekonomi di Kota Kupang, bahkan di NTT dan Indonesia,” tutur dr Herman Man.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2020 oleh CV Nam Grup

Pimimpin CV Nam Group, Leonard Antonius (Aleong) menyampaikan perayaan Imlek dihelat dalam rangka berbagi kasih dengan anak-anak panti asuhan, seluruh karyawan dan warga sekitar. “Perayaan seperti ini telah kami selenggarakan kurun waktu 10 tahun terakhir. Untuk memeriahkan perayaan tersebut kami menyuguhkan atraksi ular naga dan barongsai yang diperankan oleh para karyawan CV Nam yang tergabung dalam sanggar seni Atoin Meto. Kami berharap dengan mendirikan sanggar seni Naga Atoin Meto, pariwisata NTT bisa makin lebih dikenal luas,” beber Aleong.

Turut hadir pada perayaan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Ince D. P Sayuna, SH, M.Hum, M.Kn, Pejabat yang mewakili Kapolda NTT, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Rengka, SST, Kadis Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si, Kepala Bidang dari Badan Kesbangpol Kota Kupang, Lurah Oesapa, Kiai Kia, A.Md serta rohaniawan dari Keuskupan Agung Kupang dan Sinode GMIT. (*)

Sumber berita dan foto (*/pkp_ans)

Editor (+rony banase)

25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Imbauan Ikatan Dokter Indonesia

205 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Jumat, 24 Januari 2020, Ketua Umum IDI dr. Daeng M Faqih, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Pneumonia dibagi menjadi tiga yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP) dan ventilator associated pneumonia (VAP), dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi dari pneumonia. Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas.

Saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV). Kasus-kasus ini kemudian meningkat cepat. Hingga tanggal 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia dan 25 orang meninggal dunia.

Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus-kasus serupa dengan di Wuhan yaitu di Thailand, HongKong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan USA. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip & organ geumonia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelan 2—14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia

Terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru. Menyikapi hal ini, PB.IDI mengimbau agar :

Pertama, Masyarakat jangan panik.

Kedua, Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS/fasilitas kesehatan terdekat;

Ketiga, Melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, yakni :

  • Menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik. Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%;
  • Hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan;
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk;
  • Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas;
  • Istirahat bila sedang sakit;
  • Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali per hari dan makan makanan bergizi.

Ikatan Dokter Indonesia juga memberikan saran-saran lain yakni :

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas;
  • Sering mencuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya;
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar (wild animals);
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan;
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan;
  • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Sumber berita (*/Rilis IDI—IMO Indonesia)
Editor (+rony banase) Foto oleh BeritaBeta

OMK Kapel HKY Bimoku Siap Helat Konser Pembangunan saat ‘Valentine Day 2020’

112 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik Hati Kudus Yesus (OMK HKY) Bimoku Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui-Kupang akan mengadakan Konser Pembangunan Gereja yang akan dihelat pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 18.00 WITA—selesai bertempat di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang.

Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui RD. Krispinus Saku saat dikonfirmasi wartawan usai perayaan Ekaristi pada Minggu, 19 Januari 2020 pukul 11.00 WITA di Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, mengapresiasi kegiatan yang bakal digelar oleh OMK HKY ini. “Niat baik semua komponen umat termasuk Orang Muda Katolik terhadap Gereja Katolik itu sangat dihargai apalagi untuk berprestasi. Itu sangat diapresiasi. Oleh karena itu saya sangat mendukung dan saya memberikan kesempatan untuk OMK ini berkreasi. Ini sikap yang baik dan luhur, apalagi ini kegiatan untuk mendukung proses pembangunan Kapela ini,” ucap RD. Kris.

RD. Kris menyampaikan jikalau pihaknya selaku pimpinan Gereja lokal yang mewakili Uskup menginginkan supaya OMK memiliki rasa kepedulian terhadap kebutuhan umat dan Gerejanya. Artinya, OMK sebagai agen perubahan di dalam Gereja lebih peka terhadap situasi sosial yang ada. Oleh karena itu dirinya mendukung secara total Konser Pembangunan Kapel yang digelar OMK HKY Bimoku.

Menurut RD. Kris, OMK HKY Bimoku telah berupaya untuk menjadi pribadi milenial yang penuh kreativitas, tidak malas, terutama mau rela berkorban. “Ini hal yang luar biasa. Mereka melakukan hal ini dari kekurangan dan keterbatasan mereka untuk membantu panitia dan umat Kapel HKY Bimoku untuk turut serta membangun dan mendirikan Rumah Tuhan,” puji RD. Kris.

Kapel HKY Bimoku berada di wilayah Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui di Jalan Prof. DR. Herman Yohanes Kota Kupang dan saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Oleh karena itu, untuk membantu panitia dan umat yang ada, OMK HKY Bimoku melalui koordinasi Ketua OMK HKY Bimoku Timoteus Mau (Timo) dan Ketua Panitia Konser Pembangunan Kapel HKY Bimoku Mario Makin (Eksel) bersama segenap OMK yang ada berinisiatif untuk mengadakan konser yang bakal digelar ini.

Latihan Paduan Suara dan musik terus dilakukan setiap malam mulai pukul 18.00—21 WITA dengan materi lagu dan musik klasik serta tradisional.

Ada pun peserta konser yang akan bergabung adalah Paduan Suara OMK HKY Bimoku, Paduan Suara Vokalista Kmanek, Vocal Group Pendidikan Musik Unwira Kupang, Band Frater Claret, Suryadikara Voice, Solo, Duo, dan Trio.

Konser Pembangunan Kapela ini mengangkat tema “Love Is Divine”, Ketua Panitia Konser Pembangunan Kapel HKY Bimoku, Mario Makin (Eksel) menjelaskan kepada wartawan saat bersama di halaman Kapel HKY Bimoku pada Rabu, 22 Januari 2020 petang, menyampaikan tema yang diangkat untuk konser itu merupakan hasil refleksi bersama OMK HKY Bimoku tentang Kasih Ilahi.

“Kakak, ini kami renungkan bersama. Konser yang akan kita laksanakan itu bertepatan dengan momen kasih sayang atau Valentine’s Day. Nah, dari sini kita mencoba merenungkan kasih Tuhan yang tidak terhingga. Kasih Tuhan itu tanpa batas. Oleh karena itu kami ingin mengajak semua orang untuk merenungkan tentang Kasih Tuhan ini. Kasih Tuhan yang telah kita terima secara gratis dari Tuhan, mari kita bagikan secara cuma-cuma kepada sesama. Kita membagikan kasih itu harus tanpa perhitungan. Membagi kasih itu harus tanpa kalkulasi. Mari kita saling mengasihi karena Tuhan Yesus sendiri mengasihi kita secara sempurna dan paripurna. Nah, kebetulan Kapel kita ini belum rampung, saya mengajak semua umat Katolik di Kota Kupang atau siapa saja yang peduli untuk mengulurkan bantuan kasih sehingga Rumah Tuhan ini dapat segera dituntaskan,” kata Eksel Makin.

Suasana latihan untuk Konser Pembangunan Gereja yang akan dihelat pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 18.00 WITA—selesai bertempat di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua OMK HKY Bimoku Timo Mau mengatakan jika kegiatan Konser Pembangunan Kapel ini merupakan bentuk panggilan seluruh OMK HKY Bimoku untuk mendukung pembangunan Kapela yang sedang berlangsung. “Melalui tema kasih ini kami ajak semua orang untuk peduli. Ya, kami juga menyanyi ini tidak saja sekadar untuk mendapatkan uang, tetapi kami mau mengajak semua orang untuk berbagi kasih,” tukas Timo Mau.

Timo Mau juga menjelaskan kalau frasa dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” diterjemahkan dari kalimat bahasa Yunani “hemeis agapao hoti autos protos agapao hemes” (kita mengasihi, sebab Ia lebih dahulu mengasihi kita). Frasa “kita mengasihi” atau “hemeis agapao” adalah bentuk kata kerja present aktif subjunctif, artinya sesuatu yang sedang dan masih dilakukan. Kristus dalam Matius 22:34-40 meringkas tugas orang Kristen dengan hukum kasih, yaitu kasih kepada Tuhan, kepada diri sendiri dan kepada sesama. Kasih perlu memenuhi hidup kita dan mengontrol kasih yang lainnya. Semua kasih yang lain hanya dapat diperbaiki dan berfungsi dengan benar dalam proporsi yang tepat bila kasih mengontrolnya. Kasih ini mengatur relasi kita dalam keluarga, sesama, ditempat kerja (Yohanes 13:34), dan bagi mereka yang membutuhkan bahkan mereka yang memusuhi (Lukas 10:25-37).

Timo Mau dan Eksel menekankan bahwa Alkitab mengajarkan kasih merupakan sesuatu yang harus kita kembangkan, karena itu Alkitab memerintahkan untuk mengasihi dengan aktif. Kasih bukan sekedar keinginan berbuat baik, melainkan keputusan dan sikap melakukannya.

Dia akhir pembicaraan, Timo dan Eksel mengajak semua umat Katolik di Kota Kupang dan semua pihak yang menyukai musik untuk datang dan menyaksikan konser yang akan dilaksanakan itu.

“Tempatnya di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang pada Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 19.00 WITA (7 malam). Silakan datang bagi yang berminat dan kepada yang hendak membantu pembangunan Kapel ini. Kami menjual tiket konser sebesar 250.000 rupiah untuk VIP, 100.000 rupiah dan 50.000 rupiah untuk ekonomi. Bapak, mama, kakak, adik yang ingin membeli dapat menghubungi Nona Mey di 081237919702, 081237919702, 085239189914, dan 081338399426. Kami akan menampilkan yang terbaik untuk Tuhan,” tutup Timo dan Eksel sambil tersenyum. (*)

Penulis (*/Frids Wawo Lado)
Editor (+rony banase)

Mendagri Wajibkan Daerah Punya UPTD, Menteri PPPA Minta Dinas Bekerja Cepat

847 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan apresiasi himbauan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tirto Karnavian terkait pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di seluruh provinsi di Indonesia dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.

“Sudah ada pernyataan Bapak Mendagri, bahwa pimpinan daerah baik Bupati, Wali Kota, Gubernur di seluruh Indonesia diberi tenggat waktu 3 bulan untuk membentuk UPTD. Kami mengapresiasi hal itu,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga usai Penandatanganan Berkas Hibah dan Berita Acara Serah Terima MOLIN (Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak) di Jakarta, pada Rabu, 22 Januari 2020.

Sebelumnya, Mendagri, Tirto Karnavian mengimbau dan memberikan tenggat waktu 3 bulan bagi kepada seluruh Pemda di Indonesia untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak di wilayah masing-masing.

Menteri Bintang mengingatkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di daerah agar meneruskan himbauan tersebut kepada pimpinan daerah untuk segera ditindaklanjuti.

Penandatanganan Berkas Hibah dan Berita Acara Serah Terima MOLIN dan Torlin (Mobil/Motor Perlindungan Perempuan dan Anak) di Jakarta

“UPTD adalah hal yang sangat penting untuk bisa merespons cepat kasus demikian juga penanganan tuntas kasus. Tapi realitas yang ada hanya 15 persen atau 59 provinsi yang memiliki UPTD sedangkan Kabupaten/Kota hanya sekitar 7 persen dari 514 kab/kota. Dengan adanya instruksi Mendagri, artinya sudah menjadi kewajiban daerah untuk membentuk UPTD,” jelas Menteri Bintang.

Terbentuknya UPTD diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja dan respons cepat daerah terhadap penanganan kasus. Menteri Bintang menambahkan, penanganan tuntas kasus yang terjadi pada perempuan dan anak juga tak lepas dari kerja sama yang terbangun antara pemerintah pusat dan daerah.

“Dalam hal ini, Kemen PPPA berkomitmen menyediakan layanan perlindungan perempuan dan anak yang bermanfaat dan tepat sasaran, salah satunya melalui pemberian bantuan hibah MOLIN (Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak) kepada Pemda melalui Dinas Penyelenggara Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Daerah,” kata Menteri Bintang.

Sejak tahun 2016—2019, sebanyak 386 unit MOLIN dan 518 unit TORLIN (Motor Perlindungan Perempuan dan Anak) sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Menteri Bintang berharap, agar MOLIN dan TORLIN yang telah diberikan dapat digunakan sesuai fungsinya.

“Saya harapkan komitmen daerah agar jangan sampai MOLIN ini berlaih fungsi. Betul-betul digunakan sesuai amanah, karena ini amanah rakyat, digunakan dari uang rakyat dan harus kita pertanggung jawabkan. Gunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsinya adalah pencegahan dan menjangkau korban,” tegas Menteri Bintang.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

Tiga Alasan Wagub Josef Nae Soi Hadir Saat Pesta Emas SMK Swastisari Kupang

107 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi berkesempatan hadir dalam puncak Perayaan HUT ke-50 (Pesta Emas) SMK Swastisari Kupang pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 09.30 WITA—selesai di Aula STIE Oemathonis Kupang.

Saat tiba di Halaman STIE Oemathonis, bersama Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola; Wagub Josef Nae Soi disambut oleh Ketua Yayasan Santu Aloysius, Johanes Assan dan Istri; Ketua STIE Oemathonis, Antonius Ugak; Kepala SMK Swastisari Kupang, Suster Yohana Elu, para guru, siswa, dan alumni. Tak ketinggalan Siswa-siswi SMK Swastisari Kupang menyuguhkan Tarian Likurai asal Kabupaten Belu sebagai tarian penyambutan.

Wagub Josef Nae Soi hadir menggantikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang seharusnya hadir namun berhalangan karena harus bertolak ke Labuan Bajo selama 3 (tiga) hari untuk melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan

Kepada Ketua Yayasan Santu Aloysius, Kepala SMK Swastisari Kupang, Ketua STIE Oemathonis; para Guru, murid, alumni SMK Swastisari Kupang, Dosen dan Mahasiswa STIE Oemathonis Kupang dan undangan lainnya, Wagub Josef Nae Soi saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa alasan hadir dalam Misa Syukur Pesta Emas SMK Swastisari Kupang. “Saya tinggalkan beberapa kegiatan untuk datang dan hadir di sini,” ungkap Wagub Josef.

Misa Ekaristi Pesta Emas SMK Swastisari Kupang dipimpin oleh Romo Sam (alumni SMEA Swastisari)

Alasan pertama, tutur Wagub Josef, ada seorang pemuda bernama Aloysius Assan datang ke Maumere pada tahun 1970 bertemu saya menyampaikan akan mendirikan sekolah. “Saat itu saya masih seorang Guru SMEA dan SMA Maumere dan kami berdiskusi saat itu untuk mendirikan sekolah ini (SMEA Swastisari,red). Saya kenal beliau (Alm. Aloysius Assan) saat beliau masih menjabat sebagai Kepala BP7. Beliau sosok luar biasa!, kuliah hukum namun mendirikan sekolah SMEA,” ungkap Nae Soi.

Alasan Kedua, Nama Pendiri Yayasan Santu Aloysius adalah Aloysius Assan dan nama orang tua Wagub Josef Nae Soi juga memiliki nama Aloysius. “Ini alasan subyektif,” tutur Josef Nae Soi.

Alasan lainnya, “Sejak tahun 1970—sekarang, Saya masih menjadi guru hingga sekarang. Saya masih menjadi pengajar dan mengajar filsafat hukum di Universitas Atmajaya Jakarta ,” beber Wagub Josef Nae Soi.

Kepada para pendidik SMK Swastisari Kupang, Wagub Josef Nae Soi berpesan agar sekolah yang telah berumur 50 tahun ini agar tetap berdiri.

Penanaman Anakan Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi

Wagub Josef Nae Soi juga menyarankan agar SMK Swastisari Kupang dapat mendirikan program studi yang sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap kokoh berdiri. “Pariwisata menjadi prime mover pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT dan NTT saat ini merupakan New Tourism Territory,” pinta Josef Nae Soi.

Perayaan Pesta Emas SMK Swastisari Kupang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Ketua Yayasan Santu Aloysius dan penanaman Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi dan Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola di Halaman SMK Swastisari Kupang.

Penulis, foto dan editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

94 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/01/15/wali-kota-kupang-jefri-riwu-kore-bakal-terima-penghargaan-dari-menteri-agama/

Ucapan syukur dan terima kasih Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya usai menerima penghargaan pada Kamis, 16 Januari 2020 di Auditorium H. M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Wali Kota Kupang di antara para Kepala Daerah yang menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menerima Piagam Penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dengan Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi. Wali Kota Kupang hadir di antara para kepala daerah se-Indonesia lainnya untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan yang diterima Wali Kota Kupang, tentunya menjadi kebanggaan Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang sebagai bukti kepedulian Pemerintah Daerah terhadap umat beragama di Kota Kupang tanpa membeda-bedakan agama mana pun.

Dalam pidatonya, Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi menyebutkan bahwa Wali Kota Kupang menghibahkan tanah seluas 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Padahal beliau (Wali Kota Kupang, red) agamanya bukan Buddha, tapi beliau menghibahkan 942m² tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” kata Menteri Agama RI.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tika Nubatonis—Biro Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)

Presiden Harap Kapal Selam Alugoro Jadi Awal Kemandirian Alutsista Nasional

18 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengunjungi PT PAL Indonesia (Persero) di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada Senin, 27 Januari 2020. Pada kesempatan tersebut, Presiden meninjau langsung kapal selam KRI Alugoro-405.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, Presiden terlebih dahulu meninjau panel dan mendapatkan penjelasan terkait kapal selam Alugoro. Presiden kemudian menuju kapal selam yang tengah bersandar di tepi dermaga.

Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Kepala Negara pun mengapresiasi kerja sama pembuatan kapal selam Alugoro tersebut dan berharap suatu saat Indonesia akan mampu membuatnya secara mandiri.

Presiden Jokowi didampingi Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan pers usai meninjau langsung kapal selam KRI Alugoro-405

“Saya kira sebuah kerja sama yang bagus, ada transfer teknologi di dalam pembangunan kapal selam Alugoro kita. Kita harapkan pada suatu titik kita bisa mandiri mengerjakan semuanya oleh anak-anak bangsa sendiri,” kata Presiden.

Keberhasilan pembangunan kapal selam Alugoro menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Peluncuran dan pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di dermaga kapal selam PT PAL Indonesia (Persero).

Kapal selam Alugoro sendiri memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot, dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. Kapal selam Alugoro telah menjalani berbagai proses pengujian seperti Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Turut mendampingi Presiden saat meninjau kapal selam Aluguro antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selain itu turut pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Staf Khusus Presiden M. Fadjroel Rachman dan Putri Tanjung, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (*)

Sumber berita (*/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Editor (+rony banase) Foto utama oleh beritatrans.com

Presiden Jokowi Pantau Progres Penanganan Virus Corona

41 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Pemerintah berupaya keras untuk memberikan perlindungan dan mencukupi kebutuhan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan, Tiongkok.

Presiden Joko Widodo yang juga memantau perkembangan wabah corona baik di Indonesia maupun di Tiongkok sendiri mengatakan bahwa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana.

“Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti,” ujarnya di PT PAL Indonesia, Surabaya, pada Senin, 27 Januari 2020.

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah melalui KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Terkait wabah virus corona tersebut, Presiden kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

“Pengawasan di semua bandara kita terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan. Yang paling penting hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada,” tuturnya. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)

Kadin Indonesia Dorong Skema UMKM Naik Kelas Secara Nasional

62 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sesuai data BPS dan Kementrian Koperasi & UKM, bahwa 99,99% pelaku usaha di Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dari pelaku UMKM, didominasi Usaha Mikro (98,7%) dari total UMKM, yaitu usaha dengan omzet (penjualan) di bawah Rp.300 juta per tahun.

Suatu perimbangan jumlah pelaku usaha yang belum ideal dalam membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka untuk itu perlu digiatkan agar pelaku Usaha Mikro meningkat dan naik menjadi Usaha Kecil dan seterusnya, demikian dituturkan oleh Raden Tedy Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia saat diwawancara oleh media pada Jumat, 24 Januari 2020 di bilangan Menteng Jakarta Pusat ( kantor Kadin, red ).

Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia mengemukakan banyak pihak yang membahas istilah UMKM naik kelas, namun hampir semua belum menyampaikan definisi dan kriteria dari UMKM naik kelas. “Ada yang menyatakan bahwa untuk naik kelas, maka usaha harus berkembang, atau telah mengikuti system digital, atau usaha berubah menjadi orientasi eksport dan lain – lain, tanpa ada batasan kuantitatif,” ujarnya.

Sementara untuk dapat dikatakan naik kelas, jelas Raden Tedy, maka harus didudukkan terlebih dahulu, usaha saat ini di kelas apa dan apabila naik kelas apa. Sebagai contoh; usaha bakso keliling, saat ini harus didudukkan ke kelas apa. Apakah kalau pedagang bakso sudah menggunakan sistem digital, maka akan dikatakan naik kelas, lantas kelas apa yang dia capai?

“Saya mencoba mendefinisikan terlebih dahulu apa itu UMKM naik kelas, dan selanjutnya pembatasan kriteria UMKM berdasarkan kelas yang dimaksud,“jelasnya.

UMKM terdiri dari Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah, maka cukup jelas pembagiannya. Sehingga UMKM Naik kelas dapat didefinisikan meningkatnya/ berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di masing-masing kelas secara berjenjang, sesuai peningkatan Omzet (penjualan) dan Asset, dengan kriteria sesuai Undang Undang No 20 tahun 2008, tentang UMKM.

Adapun Kriteria Kelas UMKM sebagaimana Undang Undang No 20 tahun 2008, tentang UMKM, maka kriteria UMKM adalah sebagai berikut :

  1. “Kelas Usaha Mikro”, Apabila Omzet (Penjualan) maksimal Rp.300 juta per tahun dan Aset maksimal Rp.50 juta;
  2. “Kelas Usaha Kecil”, Apabila Omzet (Penjualan) antara Rp.300 juta sampai dengan Rp 2,5 miliar dan Aset antara Rp.50 juta sampai dengan Rp.500 juta;
  3. “Kelas Usaha Menengah”, Apabila Omzet (Penjualan) antara Rp 2,5 miliar sampai dengan Rp 50 miliar dan Aset antara Rp.500 juta sampai dengan Rp.10 miliar.

Untuk Usaha Menengah akan naik kelas ke Usaha Besar, apabila Omzet (Penjualan di atas Rp.50 miliar per tahun atau Aset di atas Rp.10 miliar.

Masing-masing kelas dengan kriteria Omzet dan Aset. Apabila salah satu kriteria (Omzet dan Aset) telah memenuhi, maka Usaha tersebut dapat dikategorikan naik kelas.

Dari definisi dan kriteria tersebut, imbuh Raden Tedy, maka dengan contoh penjualan bakso keliling, akan dapat dikategorikan naik kelas, diawali dengan penetapan usaha bakso tersebut saat ini berada di kelas apa. Maka perlu didata tingkat Omzet dan Asetnya terlebih dahulu. Setiap triwulan, dilakukan evaluasi data Omzet dan Aset untuk melihat perkembangan usahanya.

Dari pendataan awal ini, maka dapat dikatakan bahwa UMKM naik kelas akan sulit terjadi apabila tidak mengerti dan membuat laporan/ catatan keuangan, dan selanjutnya UMKM perlu merencanakan usaha (business plan) dengan penetapan target agar naik kelas. Tidak semua mungkin tercapai dalam 1 tahun, bisa jadi ada yang bisa naik kelas, dengan waktu di atas 1 tahun. Hal ini akan dapat diketahui dari perencanaan usahanya. Memahami pembuatan laporan keuangan dan rencana usaha, merupakan dua hal yang cukup penting dalam menunjang program UMKM naik kelas.

Target pelaku UMKM untuk naik kelas adalah meningkatkan Omzet (penjualan) dan Aset. Untuk itu diperlukan penjualan yang meningkat sesuai targetnya, penjualan dapat dilakukan secara offline maupun online, maka untuk itu pelaku UMKM memerlukan pengetahuan tentang strategi penjualan Offline/ Online (digital).

Tidak sedikit pelaku UMKM kesulitan menjual produk karena faktor kualitas dan kemasan (packaging) produknya. Maka kedua hal ini pun dibutuhkan oleh pelaku UMKM, kata Raden Tedy Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia.

Raden Tedy juga mengatakan bahwa secara umum untuk menunjang Program UMKM Naik kelas, dibutuhkan berbagai pembinaan dan pendampingan. Pembinaan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan workshop antara lain :

  • Tata cara Pembuatan Laporan keuangan sederhana;
  • Perencanaan Usaha (Business Plan);
  • Peningkatan kualitas mutu produk;
  • Tata cara pengemasan (packaging) produk;
  • Strategi pemasaran digital;
  • Strategi pengelolaan persediaan (stock);
  • Tata cara pengajuan modal usaha ke Bank/ Lembaga Keuangan;
  • Tata cara Ekspor dan pendampingannya;
  • Perpajakan dan lain-lain.

“Kadin Indonesia di bawah kepemimpinan Eddy Ganefo sebagai ketua umum, telah menyiapkan semua program pendukung UMKM Naik Kelas secara Nasional,” pungkas Raden Tedy. (*)

Sumber berita (*/@yfi–IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Ketua KPK Firli Bahuri : Progres Pemberantasan Korupsi di Indonesia

44 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK-red ) periode 2019—2023 (belum genap 1,5 bulan) sudah melakukan kerja nyata dengan menetapkan skala prioritasnya pada 12 orang tersangka yang sudah ditahan dan 10 orang menjadi tersangka.

Bahwasanya untuk dapat mewujudkan harapan tersebut perlu ada sejumlah gagasan dan terobosan tentang pentingnya melakukan tindak pencegahan untuk memutus rantai korupsi di Indonesia, hal tersebut sangat penting karena dalam pemberantasan korpusi tidak bisa hanya cenderung menitikberatkan pada aspek penindakan saja, demikian dituturkan Ketua KPK Firli Bahuri kepada media ketika diwawancara disela-sela agenda kegiatannya pada Minggu, 26 Januari 2020 siang.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan KPK akan terus bergerak dengan memaksimalkan segala upaya yang ada, baik yang bersifat penindakan maupun pencegahan agar kiranya kinerja KPK dapat berorientasi kepada tujuan Bernegara sebagaimana amanah Undang-undang Dasar 1945 yang berkedaulatan dengan berdasar kepada Pancasila.

Adapun upaya pencegahan (preventif -red) sebagai strategi utama agar tidak terjadi korupsi dirasa akan lebih efektif, Ketua KPK Firli Bahuri juga sempat mengungkap sebuah pribahasa “lebih baik mencegah daripada harus mengobati”. Hal tersebut juga dimaknai persis pada situasi penanganan pemberantasan korupsi di Indonesia oleh KPK.

Lebih lanjut, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bahwa untuk dapat menunjang keberhasilan agenda-agenda pemberantasan korupsi, tak cukup hanya melalui penindakan tetapi harus dibarengi dengan aksi-aksi pencegahan yang instrumennya sudah tertuang dalam Perpres nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

“Pembinaan bukan satu-satunya upaya dalam pemberantasan korupsi akan tetapi penyelamatan kerugian negara (asset recovery -red) menjadi fokus KPK dalam penindakan dan penegakan hukum, ” ungkap Firli. Kerugian Negara yang diakibatkan oleh korupsi merupakan aset Negara yang harus diselamatkan. Asset recovery merupakan upaya pemulihan dari kerugian yang diderita sekaligus perlindungan kepada Negara akibat tindak pidana korupsi, tambahnya.

Korupsi dalam penanganannya memang akan selalu menimbulkan dampak baik secara ekonomi, politik serta perencanaan dan implementasi pembangunan yang sedang berjalan, untuk itu kami di KPK akan melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya agar stabilitas dapat berbanding lurus dengan penegakan tindak pidana korupsi.

“Kiranya pemberantasan korupsi dapat memberikan dampak yang positif sekaligus dapat memberikan jaminan akan keberlangsungan pembangunan secara Nasional agar peningkatan kesejahteraan rakyat, Indonesia yang maju, Indonesia yang cerdas dan Indonesia yang sejahtera dapat terus berjalan selaras dengan yang dicanangkan oleh Pemerintah RI untuk semua anak bangsa tanpa diskriminasi,” harap Ketua KPK dari unsur Polri ini.

“Untuk itu upaya pencegahan korupsi perlu dilakukan secara lebih optimal sehingga dibutuhkan upaya yang dilaksanakan bersama dan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pemangku kepentingan lainnya, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera dalam satu strategi penanganan korupsi secara nasional yang lebih terfokus, terukur, dan berorientasi pada hasil dan dampak,“ tutup Ketua KPK Firli Bahuri. (*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim Indonesia)
Editor (+rony banase) Foto oleh m.merdeka.com

Kematian Ternak Babi di Belu, Kadis Peternakan Pastikan Bukan Penyakit ASF

80 Views

Belu- NTT, Garda Indonesia | Terkait kematian ternak babi yang sedang terjadi akhir- akhir ini di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala dinas Peternakan, Umbu Niko memastikan bukan akibat dari adanya jangkitan virus African Swine Fever (ASF).

“Sampai saat ini, sesuai dengan hasil lab., sampel darah babi sakit yang kami kirim ke Denpasar- Bali sebagai otorisasi, hasilnya negatif. Artinya, kita belum ada (ASF,red),” ungkap Umbu Niko saat ditemui Garda Indonesia di Kantor Camat Tasifeto Barat, Kimbana pada Jumat, 24 Januari 2020 sore.

Walaupun jarak antara Timor Leste dan Indonesia (Belu, Atambua) hanya batas darat, lebih lanjut, Umbu mengaku besar kemungkinan bahwa 50% ke atas itu ternak babi di Belu akan terjangkit ASF, tetapi pihaknya sudah mengantisipasi sejak September 2019 lalu. “Kita dengar Timor Leste sudah kena. Maka, mulai dari Oktober 2019, bupati sudah keluarkan instruksi untuk melarang ternak babi yang masuk dari Timor Leste ke Belu. Juga, melarang hewan- hewan untuk keperluan adat dalam bentuk olahan yang dibawa dari Timor Leste ke Belu,” terangnya.

Umbu menguraikan, mulai dari Oktober sampai dengan saat ini, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus- menerus di sekitar wilayah perbatasan RI- RDTL, di pasar- pasar, di gereja, dan di sekolah. “Kami sebarkan pamflet, kami sebarkan instruksi bupati terkait dengan ASF ini. Memang, ASF tidak menyerang manusia, tetapi ASF ini sangat ganas. Dalam tempo 4—5 hari babinya langsung mati. Ciri- cirinya: babi muntah darah, berak darah dan kejang- kejang dan langsung mati. Dan ini kalau satu sudah kena, maka itu sudah endemik (wabah,red). Dengan radius 1 kilometer, babinya harus dimusnahkan atau daerah itu harus diisolasi,” imbuhnya.

Jenis penyakit yang sekarang ada di Belu ini, menurut Umbu, ada dua jenis, yaitu Kolera dan Septicemia epizootica (SE). Sedangkan, yang biasanya mematikan itu kolera. Kolera ini yang penyebarannya cepat. Untuk daerah Belu ini sudah merupakan endemik. Karena itu, setiap tahun itu ada vaksin. “Kami ada Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan, red) di setiap kecamatan, otomatis setiap saat petugas kami ada di sana. Mereka ada di setiap kecamatan dan mereka ada bersama masyarakat. Kami harapkan sikap proaktif dari masyarakat. Kalau tidak dilaporkan, maka kami kesulitan untuk menjangkau karena petugas kami ini setiap kecamatan hanya empat orang. Saya sudah kasih tahu petugas untuk laporkan saat evaluasi bulanan,” tukasnya.

Kesulitan yang sering dihadapi oleh pihaknya, beber Umbu, masyarakat menunggu babinya sudah sekarat baru melaporkan ke petugas. Seharusnya, kondisi fisik babi itu dilaporkan setiap saat sehingga petugas turun rutin untuk kontrol.

Umbu pun menyarankan agar babi yang mati akibat kolera sebaiknya dikuburkan, tidak boleh dikonsumsi karena sudah mengandung virus dan bakteri.

Umbu menambahkan, setiap tahunnya dari pihak desa, melakukan pengadaan ternak babi dan sapi bagi masyarakat yang sumber dananya dari ADD. Kalau bisa bantuan itu diberikan kepala desa kepada mereka yang ternaknya mati.

Kepala dinas Peternakan Kabupaten Belu, Umbu Niko (Foto oleh Voxntt)

Umbu menjelaskan, bahwa terobosan yang kini sedang dilakukan dinas peternakan di bawah pimpinannya itu, setiap peternak harus siapkan pakan sebelum diberikan bantuan ternak. Selain itu, calon peternak diwajibkan untuk belajar terlebih dahulu dari kelompok lain baru akan dikasih kesempatan memelihara. Jadi, bantuan yang akan diberikan oleh dinas peternakan bukan untuk pemerataan tetapi bantuan hanya kepada mereka yang betul- betul mau, sehingga waktu ternaknya kami kasih, ternaknya bisa berkembang. Di situlah mulai ada peningkatan populasi ternak.

“Saya sudah sering sampaikan di peternakan, bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang sudah siapkan pakan ternak. Kalau tidak, setelah diberikan mereka langsung jual. Kalau pemerataan nanti percuma karena dia tidak tahu piara sapi, tidak tahu piara babi. Satu dua bulan kemudian dia akan jual,” ulas mantan Kasat Pol PP itu.

Umbu pun sudah meminta semua kepala desa agar pengadaan sapi atau babi, ambil dari luar. Dan, itu harus ada SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan, red) dari dinas peternakan. Karena menurutnya, ada tim yang akan turun memeriksa. Untuk semua kabupaten di NTT sudah ada pergub (peraturan gubernur, red) bahwa setiap lalulintas ternak harus ada SKKH untuk pastikan hewan itu bebas dari penyakit.

Umbu mengutarakan, dari total 12 kecamatan yang tersebar di kabupaten Belu, kematian babi itu merata karena daerah ini Endemik Kolera. Dari dulu memang sudah ada penyakit itu. Kalau SE itu bakteri. Penyebarannya itu bisa lewat manusia, lewat binatang lain atau lewat daging olahan itu sendiri. “Laporannya memang sudah ada. Kami punya petugas di lapangan. Kami sudah sampaikan lewat sosialisasi dalam beberapa bulan ini. Apabila masyarakat melihat bahwa ternaknya sudah ada gejala sakit segera laporkan ke petugas kami di lapangan untuk kami ambil tindakan cepat. Segera laporkan ke poskeswan (Pos Kesehatan Hewan,red) di setiap kecamatan. Dan di situ ada kepala resor dengan dibantu oleh petugas- petugas lapangannya. Jangan kuatir,” tegasnya.

Soal pembiayaan, katanya, untuk sementara melalui vaksin dan obat- obatan itu pihaknyalah yang menyediakan. Walaupun ada sedikit untuk jasa kepada petugas, tetapi itu tidak besar. Biaya yang diberikan kepada petugas hanya sebatas pengganti biaya obat- obatan, tidak sampai Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah,red), tergantung jenis obat yang dipakai. “Saya sudah sampaikan ke petugas untuk tidak boleh memaksa. Kalaupun kurang ya, terima saja itu. Lalu, laporkan ke dinas. Kadang- kadang diberikan itu ya bukan diminta,” katanya lagi.

Untuk diketahui, Penyakit Septicemia epizootica (SE) atau ngorok adalah suatu penyakit infeksi akut atau menahun pada sapi dan kerbau. Sesuai dengan namanya, pada kerbau dalam stadium terminal akan menunjukkan gejala ngorok (mendengkur), di samping adanya bengkak busung pada daerah-daerah submandibula dan leher bagian bawah.

Sedangkan, Endemik adalah istilah yang banyak digunakan dalam bidang kesehatan. Jika suatu penyakit menyerang beberapa orang dalam suatu wilayah yang luas, maka hal ini dinamakan endemik. Pengertian endemik adalah wabah suatu penyakit yang terjadi pada satu daerah. (*/HH)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Kerja Bakti ASN & PTT Pemkot Kupang Tata Bulevar Jalan El Tari & Adi Sucipto

60 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kota Kupang melaksanakan kerja bakti di bulevar sepanjang Jalan El Tari dan Adi Sucipto, pada Jumat, 24 Januari 2020. Kerja bakti itu atas instruksi Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Kamis, 23 Januari 2020.

Kerja bakti tersebut untuk meratakan gundukan dan bongkahan tanah di lokasi yang akan dipercantik dengan rumput dan bunga yang akan ditanam kemudian.

Tampak sejumlah pegawai dari berbagai instansi memadati ruas jalan El Tari hingga Jalan Adi Sucipto Penfui dengan membawa peralatan seperti sekop, cangkul, garpu, sapu lidi dan karung. Kerja bakti yang dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt itu dimulai sejak pukul 06.00 WITA.

Para Pimpinan Perangkat Daerah mengomandoi pegawai masing-masing agar bekerja sama meratakan tanah sesuai kaveling yang sudah dibagi sebelumnya. Tampak Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Camat Oebobo, Matheos A. H. T Maahury, Kepala Bagian Kerjasama, Johanes Assan, juga para pimpinan perangkat daerah lainnya yang juga turun langsung melaksanakan instruksi Wali Kota Kupang di lokasi yang telah ditentukan.

Sebelumnya Wali Kota Kupang mengatakan bahwa lokasi bulevar jalan El Tari, Frans Seda dan jalan Adi Sucipto ditimbun oleh tanah hitam agar bisa ditanami bunga dan rumput, lokasi tersebut akan ditata menjadi ikon kebanggaan Kota Kupang.

Jefri Riwu Kore yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran dan ASN Pemerintah Kota Kupang yang telah turut bagian dalam aksi nyata membangun Kota Kupang, dirinya berharap agar semangat perubahan ke arah yang lebih baik seperti slogan ‘Ayo Berubah’ terus dilakukan agar menjadi kebiasaan yang berdampak positif bagi daerah dan masyarakat Kota Kupang.

Untuk diketahui bahwa lokasi bulevar tersebut selama ini dibiarkan terbengkalai tanpa diurus. Wali Kota Kupang yang akrab dengan sapaan Jeriko berharap dengan adanya pengurukan tanah yang dilakukan ASN tersebut, maka pekerjaan seperti itu tidak perlu menggunakan dana APBN atau APBD melainkan swadaya ASN dan bantuan pihak ketiga. (*)

Sumber berita (*/PKP_sny)
Editor (+rony banase)

Bersama Mengawal NKRI