Tingkatkan Kreativitas Anak, Ayo Lestarikan Permainan Tradisional

29 Views

Jakarta, Garda Indonesia | “Anak-anak harus menjadi ‘penjaga’ kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional. Jangan sampai permainan tradisional hilang dan tergantikan oleh gawai atau permainan modern lainnya,” ujar Menteri PPPA Republik Indonesia, Bintang Puspayoga, saat membuka acara EduAksi Anak.

Gelaran acara EduAksi mengusung tema “Pelestarian Permainan Tradisional Anak” dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Jakarta Utara.

Menteri Bintang menambahkan kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini (Minggu, 15 Desember 2019) merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-91 Tahun 2019 yang puncaknya akan diselenggarakan di Semarang pada 22 Desember 2019.

“Banyak sekali rangkaian kegiatan PHI Ke-91, salah satunya adalah EduAksi ini. Kegiatan EduAksi kali ini diselenggarakan berkat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lembaga masyarakat dan dunia usaha, serta melibatkan partisipasi Forum Anak Nasional, Provinsi dan Kota. Ada dua kegiatan pada hari ini yakni EduAksi Anak yang fokus pada pelestarian permainan tradisional anak dan literasi baca anak, dan EduAksi Keluarga yang fokus pada pengasuhan anak dalam keluarga dan kesehatan anak,” tambah Menteri Bintang.

“Permainan tradisional itu sederhana, namun besar sekali manfaatnya dalam mengembangkan kecerdasan intelektual, meningkatkan kreativitas anak, kecerdasan emosi anak, kemampuan motorik hingga kemampuan anak untuk bersosialisasi. Dewasa ini, banyak anak-anak yang kecanduan gawai, padahal di Indonesia ini ada lebih dari 2.600 permainan tradisional yang juga bisa mengasah kemampuan dan kreativitas anak, maka dari itu ayo sama-sama kita ajak anak-anak kita untuk bemain permainan tradisional,” ungkap Menteri Bintang Puspayoga.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat mencoba salah satu permainan tradisional anak

“Kegiatan Kampanye Pelestarian Permainan Tradisional ini bertujuan agar anak-anak dapat lebih mengetahui jenis-jenis dan mengenali manfaat permainan tradisional. Harapan saya, khususnya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar bisa mulai mengajak anak dan orang tua untuk bersama melestarikan permainan tradisional melalui wadah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang di Jakarta di mana jumlahnya sebanyak 312. Tentunya akan menjadi mudah mengingat tujuan kita sejalan dengan tujuan dibentuknya RPTRA yakni memberikan ruang aman bagi anak untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan cara bermain dan belajar di luar ruang. Ke depannya, mudah-mudah kebijakan-kebijakan seperti ini juga dapat dilakukan oleh seluruh pemerintah daerah bukan hanya di DKI Jakarta saja tapi seluruh Indonesia. Agar Indonesia Layak Anak atau IDOLA dapat dicapai pada tahun 2030,” tutup Menteri Bintang.

Penyelenggaraan perlindungan anak merupakan kerja bersama dari seluruh komponen Negara, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat, keluarga, orang tua/wali, dunia usaha, dan media. Untuk itu, semua pihak bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup anak-anak kita, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin, menuturkan pada hakikatnya anak mempunyai 31 hak yang harus dilindungi, dihargai, dan dipenuhi, dan salah satunya hak anak untuk memanfaatkan waktu luang yang diisi dengan kegiatan yang positif, inovatif, dan kreatif. Salah satu kegiatan menyenangkan dan dapat menjadi cara untuk mengisi waktu luang anak ialah bermain, khususnya dengan melakukan permainan tradisional. Sebab, permainan tradisional memiliki banyak manfaat yang baik untuk perkembangan anak baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, dan aspek-aspek lainnya.

“Permainan tradisional juga termasuk warisan budaya Indonesia yang perlu diperkenalkan kepada anak-anak agar memupuk kecintaan anak-anak pada Tanah Air Indonesia. Di dalam permainan tradisional, anak-anak juga ditanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, seperti rasa Ketuhanan, tenggang rasa, kerja sama, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Hal tersebut sangat penting mengingat nilai-nilai luhur Pancasila yang mulai pudar di kalangan anak-anak Indonesia,” tutur Lenny.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan permainan tradisional dapat membangkitkan semangat dan kreativitas anak-anak di Jakarta yang kebanyakan sudah pandai bermain gawai. “Kita harus pikirkan masa depan anak-anak Indonesia, 10—20 tahun ke depan persaingan global akan semakin sulit. Oleh karena itu selain pandai dan mempunyai kemampuan yang bagus, anak juga harus dituntut kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di masa depan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menyiapkan dan menciptakan anak-anak Indonesia yang kreatif dan berkompetensi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik lagi. Pemerintah Kota Jakarta Barat sendiri telah berkomitmen untuk memenuhi hak anak, salah satunya dengan jumlah 58 RPTRA yang menjadi wadah aman bagi anak untuk bermain dan belajar di luar rumah. Besar harapannya itu bisa mendukung tercapainya pemenuhan hak anak secara optimal. Kota Jakarta Barat berkomitmen menjadi Kota Layak Anak,” tambah Rustam.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

IMO-Indonesia Dukung Menteri Erick Thohir Benahi BUMN

14 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pasca-pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Kerja jilid 2 Periode 2019—2024, Erick Thohir mulai bergelut dengan 142 perseroan besar milik negara serta 800-an anak dan cucu turunannya di berbagai sektor.

Hal tersebut diungkap Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail saat diwawancara oleh media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, pada Minggu, 15 Desember 2019.

“IMO-Indonesia sebagai organisasi badan usaha media online yang anggotanya tersebar di berbagai wilayah tanah air terus melakukan pemberitaan dalam perkembangannya,”ujar Yakub.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir dinilai banyak kalangan sebagai sosok yang berintegritas, Leadership-nya yang kuat serta pengalaman menjalankan berbagai usaha nasional dan multinasional dengan didukung aspek jaringan yang luas menjadi paduan lengkap dari Menteri BUMN Erick Thohir yang menjadi harapan baru bagi masyarakat secara luas untuk dapat menata kembali BUMN Indonesia .

Menteri BUMN Erick Thohir saat ini terus melakukan berbagai upaya pembenahan seraya menempatkan figur-figur yang kompeten sebagai komisaris dan direksi dalam berbagai perseroan milik negara tersebut, sikapnya yang tegas dan terukur menjadikannya tidak ragu dalam mengambil sebuah keputusan.

Menteri BUMN Erick Thohir juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menjadi pesan tegas akan komitmen good corporate governance di tubuh BUMN. Langkah tegas yang diambil Menteri BUMN Erick Thohir sudah sepatutnya menjadi alarm bagi para Bos BUMN Indonesia.

Sebagaimana diketahui dalam gebrakan perdana Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan terobosan dengan membentuk satuan tugas untuk segera dapat merampungkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada November yang lalu, task force dibentuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra. Diharapkan dengan hadirnya satgas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat beroperasi sesuai time schedule yang ditargetkan yaitu pada tahun 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir juga tengah melakukan sederet aksi bersih-bersih di tubuh BUMN yang diawali dengan memangkas jumlah deputi dari tujuh menjadi tiga di Kementerian BUMN. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Ketua umum IMO-Indonesia Yakub Ismail yang menilai Aksi restrukturisasi di Kementerian BUMN tersebut sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan efisiensi birokrasi demi mempercepat langkah membangun bangsa.

“Adapun saat ini Menteri BUMN Erick Thohir sedang melakukan evaluasi terhadap anak serta cucu perseroan yang dibuat oleh berbagai BUMN Indonesia,” pungkas Yakub.(*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

48 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk ketiga kalinya, Bank NTT menyampaikan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah yang terus setia memanfaatkan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh Bank NTT dan memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target Dana Pihak Ketiga (DPK) dan program Flobamora Cashback.

Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada pegawai atas teladan Gerakan Patuh periode 2019 yang dirangkai dalam acara Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dan diselenggarakan pada Jumat, 13 Desember 2019 pukul 18.00 WITA—selesai di Millennium Ballroom Kupang.

Acara Dedikasi Awards dan Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dibalut dalam nuansa hitam dan dikelola oleh pegawai Bank NTT tersebut, menghadirkan pesulap handal, Steve Angel; Mazmur Chorale; Silky Band; dan Talent gabungan pegawai Bank NTT dari Kantor Cabang Utama (KCU), Kantor Cabang Khusus (KCK), dan Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Rektor Undana, Fred Benu; para penerima dedikasi Prime Costumer Bank NTT dan undangan lainya.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar dalam kesempatan tersebut menyoroti maraknya kegiatan kepatuhan dalam bentuk seremonial dan meminta untuk dibikin tingkat kepatuhan dan mengatakan jika tingkat kepatuhan tinggi maka penyimpangan turun dan Bank NTT harus membuat nasabah harus merasa aman menabung di Bank NTT. “Ini harus menjadi perhatian jajaran manajerial Bank NTT agar ke depan,” pinta Kepala OJK Kupang.

Di samping itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menyampaikan Bank NTT sebagai agen pembangunan bermakna jika memiliki peran bagi pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi NTT karena tahun ini (2019,red) pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank NTT, Harry A.Riwu Kaho mengatakan bahwa Bank NTT akan terus berbenah menyiapkan layanan keuangan yang mudah, murah, dan efisien bagi nasabah. “Bank NTT dalam program Dia Bisa membantu meningkatkan pendapatan member dengan sharing fee yang akan membuat member bisa meningkatkan transaksi penjualan voucher listrik, pulsa, tagihan tv/telepon/internet,” urai Harry Riwu Kaho.

Member Dia Bisa yang memperoleh penghargaan dengan volume transaksi tertinggi yakni Terbaik Pertama, Lydia Taolin dari Cabang Atambua; Terbaik Kedua, Martina Priska Belak dari Cabang Atambua; dan Terbaik Ketiga, Bedseba Silawang dari Cabang Atapupu.

Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh saat menyerahkan penghargaan kepada para Nasabah Prioritas Bank NTT

Adapun penghargaan yang diberikan Bank NTT kepada Prime Costumer/Priority Costumer didedikasikan bagi :

  • Blasius Widodo (Bank NTT Cabang Kefamenanu);
  • CU Sinar Saron (Cabang Larantuka);
  • Blasius Nuwa (Cabang Mbay);
  • Conny Tandean (Cabang Surabaya);
  • Komang Ari Harimbawa (Cabang Anakalang);
  • KSP Kopdit Sinar Harapan (Cabang Bajawa);
  • Seminari Pius XII Kisol (Cabang Borong);
  • Yayasan Universitas Flores (Cabang Ende);
  • Robinson Radja Langu (Cabang Sabu);
  • Yayasan Seminari Tinggi Interdeodesan St.Petrus Ritapiret (Cabang Maumere);
  • Yayasan Santo Paulus Ruteng (Cabang Ruteng);
  • Stevanus Wadoe (Cabang Waikabubak);
  • Rosalinda Kiuk (Cabang Soe);
  • Sofiyah Wadoe (Cabang Waitabula);
  • H.Ismail Dean (Cabang Utama Kupang);
  • Ishak Ginartha (Cabang Waingapu);
  • Yayasan CU Kasih Sejahtera (Cabang Atambua);
  • Frederik Talesu (Cabang Kalabahi);
  • Ridwan Woeianto (Cabang Lewoleba);
  • Nofer Linda Kanni (Cabang Khusus);
  • Maria Fatima Seuk Kain (Cabang Betun).

Penghargaan Best Achievement of Performance’s Branch kepada Kantor Cabang Bank NTT dengan kategori Current Account Saving Account (CASA) Terefisien sampai dengan November 2019 [CASA Terefisien atau komposisi dana murah (Semakin besar komposisi dana murah dalam sebuah Emiten Perbankan maka semakin besar pula potensi laba yang dapat diperoleh dari penyaluran kredit)]; diberikan kepada :

  • Pemenang CASA terefisien aset di bawah 400 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Anakalang;
  • Pemenang CASA terefisien aset 400—600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Maumere;
  • Pemenang CASA terefisien aset di atas 600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Utama Kupang.

Kategori DPK tertinggi periode hingga November 2019 diraih oleh :

  • Bank NTT Cabang Larantuka, pemenang DPK tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, pemenang DPK tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, pemenang DPK tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah;
Direktur Kepatuhan Bank NTT, Drs.Hilarius Minggu, M.M. berpose bersama para staf/pegawai Teladan Gerakan Patuh III

Kategori Rekening Simpanan Tertinggi hingga periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Larantuka sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Waingapu sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah.

Kategori Cashback Tabungan Flobamora Tertinggi sampai dengan periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Lewoleba, Terbaik Pertama;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, Terbaik Kedua;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, Terbaik Ketiga.

Kategori Member Dia Bisa Tertinggi diraih oleh :

  • Terbaik Pertama, Bank NTT Cabang Waingapu;
  • Terbaik Kedua, Bank NTT Cabang Ruteng;
  • Terbaik Ketiga, Bank NTT Cabang Kefamenanu.

Selain itu, Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada staff atau pegawai atas Teladan Gerakan Patuh III sebagai berikut :

  • Pegawai Teladan 1, Laurensia Liliana Luan dari Bank NTT Cabang Utama Kupang;
  • Pegawai Teladan 2, Maria Goreti Lubaleu dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 3, Xaveria Apriani Yogar dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 4, Yohanes J Botung dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 5, Gracia S.B. Therik dari Bank NTT Cabang Khusus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Panglima TNI : TNI Dukung Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

51 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan senantiasa memberikan bantuan dan dukungan baik personel maupun alutsista yang sudah digelar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila diperlukan dalam mengamankan perayaan Natal tahun 2019 dan Tahun Baru 2020.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2019 dalam rangka Persiapan Operasi Lilin tahun 2019, bertempat di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jl. Tirtayasa Raya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 Desember 2019.

Panglima TNI menuturkan bahwa momen penting dalam perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ada dua yaitu adanya pergerakan masyarakat dan kendaraan, sehingga diperlukan pelayanan publik di wilayah-wilayah konsentrasi masyarakat di perjalanan sampai tempat-tempat pariwisata atau tempat ibadah. “Untuk itu, adanya jaminan keamanan dan kelancaran menjadi poin yang sangat penting,” tegasnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional tahun 2019 dalam rangka Persiapan Operasi Lilin tahun 2019,

“Bila kita ambil pelajaran dari beberapa kejadian terdahulu bahwa tindakan teroris selalu menampakkan momen-momen perayaan untuk melaksanakan aksinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan responsif, fondasi antar aparat dan selalu tukar menukar informasi,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI menambahkan bahwa untuk hal tersebut perlu melaksanakan satu tindakan yaitu see something dan say something, artinya apabila ada yang melihat sesuatu yang mencurigakan segera memberitahu kepada orang lain khususnya kepada aparat keamanan.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan bahwa musim hujan telah tiba, adanya bahaya banjir dan tanah longsor kemudian gangguan transportasi baik darat, laut dan udara menjadi antisipasi, sehingga instansi terkait seperti Basarnas harus terus mengantisipasi fenomena alam yang setiap tahun terus datang. “Salah satu contoh adalah tempat penyeberangan apakah manifest nya sudah sesuai dengan daya angkut dari kapal tersebut dan yang paling penting adalah live vest nya harus menjadi perhatian,” tandasnya.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional tahun 2019 dalam rangka Persiapan Operasi Lilin tahun 2019, disaksikan pula oleh seluruh jajaran TNI-Polri di seluruh wilayah Indonesia melalui video conference.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Prof. Mahfud MD, Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., Wakapolri Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H., Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A. (*)

Sumber berita (*/Puspen TNI)
Editor (+rony banase)

Jasa Raharja Ajak Pelajar SMAN 4 Kupang Sadar Aturan Berlalu Lintas

60 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Berlokasi di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kupang, PT Jasa Raharja Cabang NTT menyelenggarakan Gemar Lantas pada Selasa, 10 Desember 2019 pukul 07.00 WITA—selesai. Sekolah dengan lingkungan asri di SMAN 4 Kupang merupakan Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan sadar lalu lintas bakal berlangsung selama Desember 2019—Januari 2020 yang bertujuan untuk mengedukasi para pelajar SMA/SMK/MA agar sadar dan dapat berlalu lintas yang aman. PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT berkolaborasi dengan Harian Timex dan mitra mengadakan peluncuran (Launching) Gemar Lantas I 2019, dengan mengangkat tema “From Zero to Hero” yang dirangkai dengan Deklarasi Pelajar Stop Laka, Lomba Menulis Opini bagi mahasiswa, Majalah Dinding antar OSIS SMA/SMK se-Kota Kupang dan Lomba Video Kreatif Stop Laka lantas.

Kepala Jasa Raharja Pahlevi B. Syarif pose bersama jajarannya

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kupang bidang kesiswaan, Zulkarnain, S.Pd. mengapresiasi langkah Jasa Raharja NTT untuk memberikan edukasi kepada para pelajar untuk berlalu lintas aman. “Anak-anak harus merasa membutuhkan helm dan literasi lalu lintas itu penting dijadikan bukan monumental namun ,” ujar Zulkarnain, S.Pd.,mewakili Kepala SMAN 4 Kupang di hadapan sekitar 1.349 pelajar SMAN 4 Kupang mengikuti dengan saksama Gemar Lantas 2019.

Memberikan imbauan dan motivasi Kepala Jasa Raharja Pahlevi B. Syarif bersama jajarannya, Kapolres Kupang Kota AKBP. Satrya Perdana. PT. Binti. S.Ik, Kasat Lantas Iptu Rocky Junasmi bersama jajarannya, Dinas Perhubungan Kota Kupang, pengacara Fransisco Besi SH, tamu undangan lainnya dan perwakilan Osis dari 10 sekolah di Kota Kupang serta ratusan siswa-siswa SMA Negeri 4 Kupang.

Menurut Pahlevi kegiatan Jasa Raharja untuk mengajak semua siswa-siswi yang ada di Kota Kupang menjadi Pemandu Gerakan Masyarakat Milenial Sadar Aturan Lalu lintas dan menjadi pahlawan keselamatan bagi dirinya sendiri “from zero to hero“.

Kepala Jasa Raharja Pahlevi B. Syarif (tengah) diapit oleh Kadis Perhubungan Kota Kupang dan Kapolres Kupang Kota

Jelang HUT Ke-59 PT. Jasa Raharja

“Rangkaian acara yang digelar ini juga terdapat pengobatan gratis bagi peserta diskusi. Kegiatan ini adalah untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 PT. Jasa Raharja (Persero) yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2020,” ujar Pahlevi.

Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan suvenir dari pihak Jasa Raharja yang diserahkan langsung oleh Kepala Jasa Raharja Cabang NTT Pahlevi B. Syarif kepada nara sumber dan penyerahan hadiah dari nara sumber bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan narasumber.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh rony banase + Jasa Raharja NTT

Bank NTT Tegaskan Tidak Menerima Calon Pegawai Yang Telah Menikah

327 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tes penerimaan calon pegawai Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada kaitan dengan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dan Bank NTT mau transparan dalam proses penerimaan calon pegawai Bank NTT tahun buku 2019.

Demikian penegasan Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT, Louis K.Gonsalves Atie mewakili Kepala Divisi SDM yang sedang bertugas di luar kota. Kepada para awak media dalam sesi konferensi pers pada Selasa, 10 Desember 2019 pukul 18.00 WITA—selesai di ruangan Direktur Utama Bank NTT.

Terkait proses penerimaan dan jadwal penerimaan calon pegawai Bank NTT, Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT membeberkan pengumuman lamaran pada 7 November 2019, penerimaan berkas 19—29 November 2019, Seleksi administrasi tanggal 2—9 Desember 2019.

Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT, Louis K.Gonsalves Atie

Menurut Louis, seharusnya rencana penerimaan pegawai pada tahun 2017 dan tertunda hingga tahun 2018 karena kondisi mendesak untuk penerimaan pegawai proses dan waktu penerimaan dilaksanakan dengan rentang waktu pendek. “Karena kebutuhan SDM yang mendesak waktunya sangat pendek dan mepet,” ungkap Louis yang merupakan anggota panitia penerimaan pegawai Bank NTT tahun buku 2019.

Terkait penyerahan berkas lamaran, Louis memaparkan dalam penyerahan berkas terdapat surat keterangan belum pernah menikah dan belum memiliki anak dari Kelurahan dan surat pernyataan bermeterai 6.000 yang menyatakan bahwa calon pegawai belum memiliki anak.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat menunjukkan Surat Pernyataan Belum Menikah dan Surat Pernyataan Belum Memiliki Anak dari calon pegawai Cayan Magdalena Henderwanti Poeh

“Kalau ditemukan secara sah melanggar pernyataan maka panitia akan melakukan klarifikasi dan jika terbukti melanggar maka akan digugurkan,” tegas Louis sambil menyampaikan bahwa panitia juga membuka ruang jika ada pengaduan dan kalau ada sanggahan silakan disampaikan pada panitia penerimaan pegawai Bank NTT cq Kepala Divisi SDM Bank NTT.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi sambil menunjukkan surat pernyataan belum menikah. Izhak Eduard Rihi juga menyampaikan bahwa ponakan kandungnya juga tidak lulus. “Ponakan kandung saya saja tidak lulus karena tidak memenuhi syarat karena kami (Bank NTT,red) ingin menjaga nama baik,” tandas Dirut Bank NTT.

Penegasan dan klarifikasi dari Bank NTT ini terkait rilis berita dari kumparan.com pada 10 Desember 2019 berjudul “Sudah Menikah, Keponakan Gubernur Lolos Seleksi Pegawai Bank NTT”,  PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur baru saja mengumumkan hasil seleksi administrasi calon pegawai tahun buku 2019. Dari ribuan nama yang lolos seleksi administrasi, ternyata ada satu nama yang diduga kuat sudah menikah.

Padahal salah satu syarat yang ditentukan yakni belum pernah menikah dan tidak pernah memiliki anak di luar pernikahan. Nama calon pegawai Bank NTT tersebut yakni Cayan Magdalena Henderwanti Poeh dengan nomor test KPG-0187, asal berkas Kantor Pusat dan wilayah test Kota Kupang. Cayan adalah keponakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sekaligus menantu Bupati Sabu Raijua Nicodemus Rihi Heke.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Diduga Aniaya Karyawan, Pimpinan PT Atri Distribusindo Atambua Dipolisikan

59 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pimpinan PT. Atri Distribusindo Cabang Atambua yang berkantor di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Dwi Anggriawan diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang karyawan, Kristoforus Halek di salah satu tempat hiburan di Kota Atambua, pada Sabtu, 14 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 WITA.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Dwi Anggriawan langsung dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Belu pada malam itu sekitar pukul 22.00 WITA.

Kejadian itu, menurut Isto, demikian sapaan karib Kristoforus, berawal dari tindakan sewenang- wenang dari pihak terlapor Anggriawan.

Saat itu, Isto sedang berkaraoke di tempat hiburan bersama teman- teman dan pimpinannya itu. Saking asyiknya bernyanyi, dirinya berkata bahwa, minum saja karena minuman di tempat itu sudah dibeli semuanya.

Korban penganiayaan, Kristoforus yang dianiaya oleh pimpinan PT. Atri Distribusindo Cabang Atambua

Mendengar kata Isto itu, Anggriawan merasa tidak puas, lantas mendekati Isto dan saling beradu mulut pun tak terhindarkan. “Dia bilang tadi kamu ngomong apa? Saya bilang, saya omong apa? Saya ‘kan tidak sebut nama”, kisah Isto mengulang.

Anggriawan, lalu melempari Isto dengan menggunakan puntung rokok berapi yang dipegangnya, tepat mengenai dada bagian kiri. Tidak hanya itu, Anggriawan juga memegang dan menarik kerah baju milik Isto sambil terus membentak. Perlakuan kasar terlapor itu pun, terus berlanjut hingga memukul korban pada telinga bagian kanan dan bahu kanan, dengan menggunakan botol minuman beralkohol. Akibatnya korban mengalami luka lecet dan berdarah. Korban pun sudah divisum di klinik RSUD Gabriel Manek Atambua.

Lebih lanjut, Isto menceritakan pengalaman kesehariannya bersama Anggriawan di kantor tempat ia bekerja. Katanya, Anggriawan mengeluarkan kebijakan yang dinilai sewenang- wenang dan sangat merugikan semua karyawan.

Isto menyampaikan bahwa, Anggriawan mewajibkan delapan orang karyawan di perusahaan itu untuk menyetorkan uang Rp. 300.000/bulan kepadanya. Uang itu menurut Isto, digunakan untuk sekadar hiburan seperti bermabuk-mabukan di salah satu tempat karaoke di Kota Atambua itu.

Pada sore itu, lanjut Isto, Anggriawan sempat meminta jatah setoran bulanan dari Isto tetapi saat itu Isto menyampaikan bahwa dirinya sedang tidak memiliki uang sehingga belum bisa menyetor tuntas. Isto, saat itu hanya memberikan Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

Isto pun menduga, pimpinannya itu telah lama menaruh dendam terhadap dirinya, sehingga diluapkan saat berada di tempat karaoke itu. “Mungkin dia dendam dengan saya karena saya yang selalu kritik dia punya aturan yang merugikan kami, para sopir. Kami memang rasa berat karena insentif yang jumlahnya hanya delapan ratus ribu itu harus dipotong setiap tanggal lima belas dan tanggal enam belas. Kalau potong tiga ratus lagi, berarti kami hanya dapat sisa lima ratus ribu saja, ”tambahnya.

Sementara, terlapor Anggriawan yang dimintai tanggapannya terkait hasil wawancara Garda Indonesia terhadap korban itu, ia enggan banyak berkomentar. “Biar nanti saya urus di sini saja dulu,” ungkapnya dengan nada merendah di ruangan SPKT Polres Belu. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

PUSPA Diharapkan Dapat Menjadi Mitra Pemerintah

14 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) sebagai suatu inisiasi dalam mewujudkan koordinasi fundamental yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia.

Lembaga-lembaga terkait tersebut adalah, Pemerintah Pusat dan Daerah, Lembaga Masyarakat, Media dan berbagai keterwakilan dan partisipasi masyarakat menyebarluaskan mampu yang menyukseskan program unggulan 3ENDS (Three Ends) yang di dalamnya berisi pesan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan manusia serta akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki.

Menyadari kompleksitas persoalan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini, dan untuk memastikan bahwa program unggulan tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, Kementerian PPPA telah menggalang partisipasi semua pihak, tidak hanya sesama lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, namun juga lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, Akademisi, Lembaga Riset, dunia usaha dan media, untuk turut bersama-sama terlibat masing-masing.

Sehubungan dengan itu, telah dibentuk Forum Komunikasi Wilayah Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkomwil PUSPA) NTT periode 2018—2020 dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018. Dengan Pergub ini, ditetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Forkomwil PUSPA NTT yang mana PUSPA) mempunyai tugas memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah; melakukan kajian terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

Untuk memperkokoh sinergitas dan kolaborasi antara Dinas PPPA NTT dan PUSPA NTT dilakukan Fasilitasi Kemitraan Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) dalam rangka Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) pada 12—13 Desember 2019 di Hotel Neo Aston Kupang.

Pose bersama Anggota PUSPA NTT dan Para Kabid dari Dinas PPPA NTT

Hadir para anggota PUSPA NTT, Kadis PPPA NTT, Sylvia R. Peku Djawang, S.P., M.M. dan Mewakili Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA, Kepala Bidang Partisipasi Media Eleksos, Drs. Supriyadi.

Drs. Supriyadi dalam kegiatan fasilitasi tersebut menyampaikan bahwa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat maka dibentuklah PUSPA. “PUSPA diharapkan dapat mandiri dengan menggandeng dunia usaha dan kemudian dapat menjadi Mitra Dinas PPPA,” ujar Supriyadi.

Selain itu, tambah Supriyadi, PUSPA dapat menguatkan sinergi dan jejaring antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha dan Media dan bermitra dan berpartisipasi dengan masyarakat, lembaga masyarakat, Tokoh Adat (Toda), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma).

“Dana stimulan pada 2018 berbeda dengan 2019 berbeda strategi. Untuk 2019, Kementerian PPPA tidak memberikan dana stimulan namun berupa peningkatan SDM Forum PUSPA terkait materi PUHA dan PUG,” ungkap Drs. Supriyadi.

Mewakili Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA, Kepala Bidang Partisipasi Media Eleksos, Drs. Supriyadi (kiri) dan Kepala Dinas PPPA NTT, Sylvia R Peku Djawang, S.P., M.M (kanan) saat kegiatan fasilitasi PUSPA NTT

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang, S.P., M.M. menyampaikan bahwa Dinas PPPA NTT ingin bersinergi dengan PUSPA NTT dengan melaksanakan rapat (meeting) untuk memfasilitasi meski tidak memiliki anggaran dari APBD namun dapat melaksanakan rapat kecil di Kantor DPPPA NTT dan bukan di hotel mewah.

“Biarkanlah Forum PUSPA difasilitasi oleh Dinas PPPA NTT dengan lebih diarahkan pada penguatan dan pelibatan dunia usaha (swasta) dan itulah salah satu kelemahan dari PUSPA,” beber Sylvia.

“Dukungan APBN diberikan kepada PUSPA NTT pada tahun 2018 untuk dapat membesarkan diri dan mandiri dan harapan Kementerian PPPA, ke depan PUSPA NTT dapat mandiri dengan menggandeng dunia usaha,” ungkap Kadis PPPA NTT sambil menyampaikan dari fasilitasi ini dapat dihasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk Tahun 2020.

Diharapkan ke depan, imbuh Kadis PPPA NTT, dapat terbentuk Forum PUSPA di Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kegiatan fasilitasi tersebut, mewakili PUSPA NTT, Dr. Twen Dami Dato menyampaikan praktik-praktik baik (Best Practice) yang telah dilaksanakan berupa pemberdayaan perempuan di Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak Kota Kupang berupa pelatihan pembuatan pupuk bokashi, Sehari Bersama Anak Pemulung dan Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Anak.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Suster Efi Wanggai Hadir Sebagai Solusi Persoalan HIV/AIDS di Papua Barat

15 Views

Manokwari, Garda Indonesia | Membahas HIV/AIDS di Tanah Papua bukan hal baru, hingga kini masih menjadi persoalan besar yang harus menjadi perhatian utama, kita bersama melihat Mama Efi Wanggai yang bernama asli Eferdina Wanggai yang merupakan seorang suster; membangun kasih bersama mama-mama, anak-anak, remaja dan bapa-bapa Papua pada Sabtu, 14 Desember 2019.

Mama Suster Efi Wanggai adalah salah satu Mama Papua di Manokwari yang sangat peduli terhadap masyarakat yang terkena dan berdampak virus (penyakit) HIV / AIDS, tentu Suster Efi merupakan salah satu Mama Papua yang memiliki iktikad baik dalam membagi kasih hidup sesama anak Papua.

Sehari-hari Suster Efi Wanggai bekerja sebagai Suster yang melayani tidak hanya orang sakit di Puskesmas Wosi Kabupaten Manokwari, tetapi Suster Efi terus menjadi penggerak untuk persoalan HIV/AIDS di Manokwari Papua Barat yang wajib selesai.

Agenda sosial dan Kemanusiaan Suster Efi Wanggai tidak hanya di Manokwari, tetapi hingga kini sosok tersebut bergerak di daerah-daerah Pegunungan Arfak serta di Pesisir Pantai Kaimana dan Raja Ampat. Hanya bermodal semangat dan membagi kasih sayang sesama anak Papua, Suster Efi tak pernah goyah dengan “tak perlu punya uang banyak” dan “tak perlu punya kendaraan bagus”, tetapi modal semangat dan tulus kasih sayang menjadi harapan untuk masa depan anak Papua.

Menurut Pejabat KPA Dominggus Buinei dalam sambutan di acara berbagi kasih, Ia mengapresiasi ketulusan jiwa Suster Efi. “Kita bangga dengan Suster Efi yang begitu hebat menjalankan tugas sebagai penggerak menjawab persoalan HIV di Manokwari,” tutur Buinei yang juga mantan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari.

Lanjut Dominggus dalam acara perayaan hari HIV/AIDS, “Kita harus selalu mendekatkan mereka dengan sebayanya, karena kalau kita tidak kumpulkan mereka sesamanya, maka mereka akan terjebak lagi, oleh karena itu peran Puskesmas – puskesmas sangat penting untuk melayani masalah tersebut”.

Terkait dengan hal tersebut juga, awak media juga ikut menayakan langsung kepada Suster Efi Wanggai, karena sosok inilah yang menjadi tokoh mama Papua yang menjawab persoalan tersebut.

“Hari HIV / AIDS sebenarnya pada 1 Desember, hanya karena kami ingin membagi kasih, maka hari ini tanggal 14 Desember 2019 kami hadir bersama dengan sesama dan sebaya untuk berbagi, sedikit ala kadar, tapi manfaatnya jauh lebih besar,” ucap Suster Efi.

Suster Efi Wanggai menambahkan, “Saya berharap ke depan di 2020, kami menjadi bagian dari peduli HIV/AIDS, sehingga persoalan-persoalan HIV/AIDS di Indonesia khususnya di Tanah Papua terus berkurang dan selesai, ini harapan kami” terang Mama Eferdina yang konsen berpihak dan peduli HIV / AIDS di Tanah Papua. (*)

Penulis (*/MA)
Editor (+rony banase)

KPUD Belu Luncurkan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Tahun 2020

13 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan (Launching) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu Tahun 2020, di Aula Graha Kirani Atambua, pada Sabtu 14 Desember 2019.

Kegiatan Launching itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan. Dalam sambutannya, Ose Luan mengatakan, peristiwa politik seperti ini biasanya ada berbagai macam kesempatan dan keinginan. Oleh karena itu, sebagai wakil bupati, ia menyambut ini sebagai suatu proses penuh tanggung jawab untuk menyukseskan Pilkada 2020.

Proses itu dimaksudkan wakil bupati, agar dapat terlaksana hingga nanti pemilihan pada tahun 2020 mendatang. Segala proses yang akan berlangsung itu memiliki syarat dan ketentuan yang sudah diatur dengan baik. “Oleh karena itu, kepada kita semua wajib mematuhi itu dengan mengedepankan rasa persaudaraan dan rasa persahabatan, dengan tidak membedakan proses sebagai lawan tetapi sebagai teman bermain. Mari kita bermain bersama, karena kita tidak bisa bermain sendiri melainkan selalu bersama-sama dengan orang lain,” ujarnya.

Proses awal ini, lanjut Ose Luan, merupakan sebuah kehormatan bagi setiap orang yang memiliki keinginan. Semua adalah sahabat, karena itu tidak boleh tampil sebagai lawan kami sebagai pemerintah, yang juga mungkin hadir dalam proses ini.

Wakil bupati juga, atas nama Bupati dan pemerintah Kabupaten Belu menyatakan, akan mendukung sepenuhnya terhadap seluruh proses pelaksanaan Pilkada Belu 2020 mendatang. “Mari kita semua mempersiapkan hati dan batin kita menyukseskan pilkada ini. Kita bersahabat, bermain bersama sahabat- sahabat, maka yang bermain bersama ini adalah orang-orang yang bersahabat,” ajaknya.

Ketua KPUD Belu, Mikhael Nahak dalam sambutannya mengemukakan, tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu dimulai sejak 23 September 2019 sampai dengan 23 September 2020.

“Pada prinsipnya kami, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu siap untuk mewujudkan Belu Sejahtera melalui pemilihan yang berkualitas. Kami persiapkan sumber daya, baik di tingkat KPU, PPK di dua belas kecamatan, PPS di delapan puluh satu desa/kelurahan, dan akan ada penambahan KPPS di tiga ratus tujuh puluh TPS, dibanding sebelumnya pemilihan bupati tahun 2015, hanya tiga ratus lima puluh delapan TPS, ” tegas Ketua KPUD Belu.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, Perwakilan Komisioner KPUD Provinsi NTT, Ketua dan anggota KPUD Kabupaten Sabu Raijua, Ketua dan anggota KPUD Kota Kupang, Ketua dan anggota KPUD Kabupaten Kupang, Ketua dan anggota KPUD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ketua dan anggota KPUD Timor Tengah Utara, Ketua dan anggota Kabupaten Malaka, Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Belu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, Forkopimda plus, para pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pimpinan BUMN & BUMD, sesepuh pemilih pemula, Insan Pers Pena Batas RI- RDTL. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Bersama Mengawal NKRI