Arsip Tag: dokter agus taolin

Paket SEHATI Siap Dukung Usaha Pertanian dan Perkebunan Masyarakat Belu

147 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kewajiban pemerintah di bidang pertanian dan perkebunan adalah mendukung semua usaha rakyatnya. Hal ini dimaksudkan agar semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Paket SEHATI,  Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens hadir dengan menawarkan 5 program unggulan, salah satunya bidang pertanian dan perkebunan.

Paket SEHATI sudah melihat bahwa mata pencaharian mayoritas penduduk di Kabupaten Belu adalah bertani dan berkebun. “Mulai dari pengolahan lahan sampai penjualan hasil, itu menjadi tanggung jawab pemerintah dengan menyediakan traktor untuk balik tanah, bibit, pupuk, obat – obatan, dan menyiapkan pasar untuk penjualan hasil,” demikian ulasan awal anggota DPRD Belu periode 2019—2024, Aprianus Hale dari Fraksi NasDem, saat berkampanye di Dusun Obasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 9 November 2020.

Untuk menjaga kestabilan harga hasil pertanian dan perkebunan, menurut Apri Hale, paket SEHATI akan mengaktifkan BumDes di tingkat desa dan BUMD di tingkat Kabupaten. “Semua hasil seperti lombok, tomat, asam, kemiri akan dibeli oleh pemerintah. Ada standar harga jelas. Jadi, tidak ada lagi harga naik turun,” imbuh anggota Komisi II DPRD Belu yang membidangi pertanian dan perkebunan.

Mantan Ketua LMND Kota Kupang itu juga menyinggung tentang kelalaian pemimpin Belu periode lalu menyangkut pendataan jumlah sarjana. Pemerintah tidak pernah berpikir untuk mendata jumlah orang yang pendidikan terakhirnya sarjana di seantero Belu. “Di sini ada istilah ‘Saturlek’ (Sarjana tur lerek/ Sarjana pengangguran). Kita punya pemerintah Belu ini, tidak mau sediakan pekerjaan bagi para Saturlek ini. Ini akan menjadi salah satu tugas paket SEHATI setelah terpilih nanti, termasuk menyediakan Balai Latihan Kerja bagi pemuda pemudi yang belum punya keterampilan,” papar alumnus Politani Kupang, yang juga pernah menjadi utusan pemerintah RI untuk mengenyam ilmu pertanian di Israel itu.

“Mari kita satukan hati, bulatkan tekad untuk menangkan paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens. Ingat, tanggal 9 Desember, Coblos nomor urut 2,” ajak mantan Ketua Petani NasDem Belu itu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+ronny banase)

Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

324 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa mengemukakan bahwa pelayanan traktor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu harus merata. Kepala dinas terkait, wajib mengontrol kerja para operatornya di setiap desa se–Kabupaten Belu.

“Dua hari lalu, saya baru telepon kepala dinas. Tolong cek operator, jangan sampai dia kerja hanya pilih dia punya orang saja. Yang bukan dia punya orang, dia tidak mau layani. Saya kasih tahu, kalau kamu minta lagi dan mereka tolak, kasih tahu saya untuk saya panggil kepala dinas itu”, ungkap pemilik sapaan akrab Theo Manek, menjawab laporan masyarakat saat berkampanye Paket SEHATI di Dusun Obasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 9 November 2020.

Traktor itu, jelas Theo Manek, milik pemerintah, bukan milik paket Calon Bupati/ Wakil Bupati tertentu. Jangan bawa kepentingan politik, seakan–akan fasilitas milik negara itu menjadi milik seseorang. Traktor itu milik umum. Yang namanya milik pemerintah, berarti milik rakyat Belu seluruhnya.

“Saya dengar ada lagi yang tebar ancaman, kalau kamu tidak dukung paket SAHABAT, berarti bantuan PKH akan hilang. Itu omong kosong! Itu, kewenangan ada di pusat, bukan di kabupaten. Kewenangan daerah tidak ada untuk urusan PKH. Ancaman seperti itu tidak boleh! Jangan bodohi masyarakat. Saya tegaskan, kalau ada lagi ancaman seperti itu, beritahu ke saya”, tandas Theo Manek.

Diketahui, berdasarkan pengakuan sejumlah warga Desa Duakoran di titik kampanye tersebut, bahwa saat ini musim hujan sudah tiba tetapi traktor milik pemerintah yang datang ke desa itu melayani seakan – akan atas dasar kepentingan politis Belu 2020.

Theo Manek juga menuturkan, bahwa periode lalu, partai Golkar sebagai salah satu partai yang turut mengusung Paket SAHABAT jilid I. Tetapi dalam perjalanan, sebagian besar visi – misi Bupati dan Wakil Bupati periode lalu itu tidak dijalankan. Alasan itulah yang membuat partai Golkar mengubah haluan, mendukung Paket SEHATI.

“Namanya pemerintah dan DPR itu mitra. Selama ini, kami jalan tidak searah. Bupati jalan sendiri, kami jalan sendiri. Tiap kali hanya bertengkar di ruang sidang sampai mau berkelahi, cukup sudah! Kalau pemerintah dan DPR tidak sejalan, maka rakyat akan tetap jadi korban. Jangan hanya mau ingat diri saja. Cukup dibodohi satu kali, jangan lagi untuk kedua kali. Periode lalu yang hanya 6 sampai 7 program saja tidak tuntas, sekarang datang lagi dengan 40 lebih program,” urai anggota DPRD Belu dua periode itu, sembari mengajak masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, nomor urut 2. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Anggota DPRD Belu Sebut Calon Petahana Rampas Ekskavator Umat Paroki Atapupu

756 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu periode 2019—2024 dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyebut Calon Petahana, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan di era kepemimpinan lima tahun lalu, telah merampas ekskavator milik umat Paroki Stellamaris Atapupu.

Hal ini diungkapkannya saat berkampanye paket SEHATI, paket nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Ekskavator merek CAT bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada masa jabatan Menteri Pudji Astuti tersebut, urai Mundus Tita, diberikan untuk menunjang umat Paroki Stellamaris dalam usaha pembangunan tambak ikan dan pembukaan lahan baru pertanian. Namun, dalam pengelolaannya justru diambil alih oleh Pemerintah Daerah Belu, SAHABAT Jilid I periode 2016—2021.

“Ekskavator itu hak milik umat paroki Stellamaris. Tetapi, Bupati Wili ambil untuk pakai selama 5 tahun dan rusak di lokasi proyeknya. Ekska itu disembunyikan di Lelowai (Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, red). Kami yang temukan Ekska rusak itu dan angkat ke permukaan. Kalau tidak, banyak orang tidak tahu. Barang yang besar saja dia ambil, apalagi yang kecil – kecil? Karena itu, pilihlah pemimpin yang tidak rakus!”, imbuhnya dengan suara lantang.

Terkait program kesehatan GRATIS paket SEHATI, Mundus Tita menuturkan, bahwa program tersebut sangat sesuai dengan harapan masyarakat Belu, program yang mampu menjawab kesulitan orang – orang kecil di saat – saat kritis dan tak memiliki uang untuk berobat, terlebih untuk membendung biaya mahal operasi kaum ibu ketika bersalin.

“Program susu gratis dan seragam gratis dari paket SAHABAT Jilid II itu, namanya program ecek–ecek (asal–asalan, red). Itu, programnya kepala desa. Kepala desa yang kerja, bupati bilang dia punya. Jadi, untuk masyarakat Silawan, kalau ada yang masih tetap mendukung paket SAHABAT, berarti otak sudah tidak waras lagi!”, papar Tita.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Bene Hale : Pilih Pemimpin yang Rajin Baca Buku, bukan Kalkulator

461 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu dari fraksi Golkar, Benediktus Hale meminta kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang rajin membaca buku, bukan yang ke mana–mana hanya membawa kalkulator. Ia menjelaskan, bahwa pemimpin yang rajin membaca buku adalah yang pintar, cerdas, banyak mengerti tentang persoalan rakyat, dan mampu membawa rakyatnya menuju perubahan.

Penegasan ini disampaikan anggota DPRD Belu dua periode itu, di hadapan ratusan pendukung paket SEHATI ketika berorasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Terkait nasib warga eks Timor- Timur, pensiunan pegawai Kantor Imigrasi Kabupaten Belu itu menuturkan, bahwa pemerintah Daerah Belu periode lalu tidak serius memperhatikan soal kesejahteraan para pengungsi. Padahal, menurutnya, di dunia ini tak seorang pun menginginkan hidupnya menjadi pengungsi.

Dikatakannya, warga eks Timtim tahun 1999 memilih datang ke Indonesia atas dasar rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tetapi, sampai di sini, tanah tidak ada, air juga beli. Karena itu, paket SEHATI hadir untuk menjawab persoalan itu. Tanggal 9 Desember, tusuk nomor 2, paket SEHATI, supaya orang jangan bilang kita tanah tidak ada, air kita beli. Cinta tanah air, tapi tanah tak punya, air beli. Termasuk saya, sampai sekarang masih beli air. Kita minta di pemerintah, buka kran angin saja yang keluar, air tidak ada. Tapi kampanye di mana – mana, mereka bilang berhasil menciptakan air bersih,” tandas Bene Hale yang juga salah satu warga eksodus tahun 1999 tersebut.

Ia juga menekankan bahwa, masyarakat jangan memilih pemimpin karena dibayar, melainkan memilih pemimpin yang pintar dan mengerti persoalan kesehatan rakyatnya. “Pilih paket SEHATI menuju perubahan, agar membawa Belu ini lebih sehat dan sejahtera, kurang lebih empat tahun ke depan. Pilih pemimpin yang banyak membaca buku, banyak mengerti masalah rakyat. Bukan pilih pemimpin yang ke mana – mana pakai kalkulator,” tuturnya tegas. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek).

Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

452 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya sudah bicara dengan wakil ketua komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (saat kunjungan kerja di Belu, pada Jumat, 20 November 2020, red). Nanti semua orang Belu akan masuk di sini, Penerima Bantu Iur (PBI),” jelas Agus Taolin yang berpasangan dengan Alo Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2.

Semua orang Belu akan dimasukkan dalam program kesehatan GRATIS pusat, Penerima Bantu Iur (PBI) dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI.

Demikian dikemukakan Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin saat orasi politik di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Diuraikan lebih lanjut, bahwa PBI tersebut merupakan BPJS GRATIS, Kartu Indonesia Sehat (KIS) GRATIS tanpa tunggakan. Setiap tahun berobat GRATIS. Yang terjadi selama ini, sampai di rumah sakit disuruh membeli obat lagi. Itu yang paket SEHATI ingin wujudkan kepada semua warga Belu. “BPJS Penerima Bantu Iur dari APBN. Ini, tidak bayar sama sekali, GRATIS. Kartu itu dipakai dan berlaku sepanjang hidup, tidak usah ragu”, sebut Calon Bupati kelahiran Halilulik, (Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat), 11 Agustus 1960.

“Pilih bupati (dengan latar belakang, red.) dokter itu baik. Saya akan pantau secara rutin aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Obat ada atau tidak? Obat apa yang dikasih kepada orang sakit,” tandasnya.

Dikatakan Agus Taolin, ada juga BPJS bayar, Pekerja Bukan Penerima Upah. Ada sekitar 22.000 orang Belu yang masuk dalam BPJS mandiri. Kalau tidak bayar, pasti diblok. Kalau mau pakai, harus denda 1 orang 250 ribu per tahun.

Warga Belu, imbuh Agus Taolin, yang hingga saat ini belum ditanggung oleh pemerintah pusat itu yang berobat pakai KTP. Berobat pakai KTP dimaksudkan untuk melengkapi, menyempurnakan program berobat GRATIS pemerintah pusat. Hasilnya nanti, adalah seluruh masyarakat Belu berobat GRATIS. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

312 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Jika Paket SEHATI Menang, Pelayanan di Pemda Belu Satu Garis Lurus

546 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Artinya, kalau kita (paket SEHATI) menang pada tanggal 9 Desember (2020), maka pelayanan Pemda Belu periode mendatang sudah satu garis lurus,” tandas Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Aloysius Haleserens saat berorasi di Dusun Abasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 9 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/edward-tanur-orang-belu-ada-harga-diri-jangan-pilih-yang-kasih-uang/

Agus Taolin menjelaskan, bahwa ada 5 partai utama yang mengusung paket SEHATI dalam Pilkada Belu 2020 antara lain, Partai NasDem, Golkar, PKB, PKS, dan PKPI. Meskipun non–seat (tidak ada kursi) di DPRD Belu, paket SEHATI juga didukung oleh PSI dan Perindo. “Partai–partai ini, termasuk partainya gubernur (Partai NasDem) dan partainya wakil gubernur NTT (Partai Golkar). Partai – partai ini juga yang dukung presiden Jokowi. Bupati kita punya, Gubernur kita punya, sampai dengan presiden juga kita punya. Kita sudah seperti satu atap,” ujarnya.

Selain itu, terang Agus Taolin, partai– partai pengusung ini pun memiliki anggota DPRD di Kabupaten Belu, DPRD Provinsi NTT, dan DPR RI di pusat. Soal anggaran untuk menjalankan semua program paket SEHATI di Kabupaten Belu, dibicarakan dengan anggota DPR dan pasti tidak akan ada kesulitan.

“Menteri pertanian, menteri desa, wakil ketua komisi IX, anggota komisi IV, semuanya ada di pihak kita. Jadi, kalau kita bicara di Atambua sampai di Jakarta sudah pasti sambung. Wakil menteri perdagangan dari Golkar, menteri kesehatan dokter Terawan Agus Putranto adik kelas saya, dulu sekolah sama–sama di Jogjakarta. Kami sering ketemu di Bogor. Kalau ada perlu, saya bisa lewat telepon saja,” paparnya.

Setelah paket SEHATI terpilih, sebut Agus Taolin, semua anggaran untuk kesehatan GRATIS dan lain–lain itu, akan dibicarakan dengan anggota DPR. Jika sudah disetujui oleh anggota DPR, maka siap dieksekusi oleh pemerintah daerah. Biaya pengobatan mahal seperti operasi pun pasti ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, hanya dengan menunjukkan KTP.

“Kita, cukup sertakan KTP klaim ke pemerintah tentang semua biaya. Kasih KTP, tulis biaya berapa dan semua bukti. Pemerintah kasih uang ke rumah sakit, beli obat, bayar dokter, bayar perawat, beli alat. Semua sudah ada di sana, selesai. Kalau anggaran kurang, kita rapat lagi dengan DPR untuk tambah anggaran. Tapi, kami sudah hitung semuanya. Warga Belu, 226.000 orang. Orang yang sakit, 16% dari 226.000, sekitar 40.000 sampai 50.000 orang. Dari anggaran kesehatan 28 miliar rupiah, setiap tahun kita simpan 2 miliar untuk berobat. Jadi, kalau ada yang bilang kita bohong, jangan percaya karena mereka tidak mengerti,” ungkap Agus Taolin yang berprofesi sebagai dokter selama 32 tahun itu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor (+rony banase)

Siku Liurai Ajak Warga Eks Timtim Hidup Mati Bersama Paket SEHATI

490 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Arnaldo Da Silva Tavares yang akrab dikenal dengan Siku Liurai mengajak warga eks Timor–Timur (Timtim) yang berdomisili di wilayah Kecamatan Raihat untuk bersatu menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021—2024, nomor urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/19/edmundus-tita-yakin-agus-taolin-menang-telak-di-dapil-iv-belu/

Pernyataan itu diungkapkan Siku Liurai di hadapan ratusan pendukung dan simpatisan paket SEHATI ketika berkampanye di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Paket SEHATI saat disambut secara adat di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, pada Rabu, 18 November 2020

“Baru–baru ini saya sudah bicarakan dengan NTT 1 (Gubernur Viktor B. Laiskodat, red.), khusus tentang nasib warga eks Timtim. Jadi, untuk Raihat, jangan ada yang coblos salah. Mati ataupun hidup, kita tetap bersama nomor 2. Jangan takut, jangan ragu-ragu! Karena saya juga sudah koordinasi dengan seluruh komandan milisi,” tandas bakal calon wakil bupati Belu perseorangan dari Paket Viva Mateke yang kini sudah menyatakan dukungannya ke paket SEHATI.

Siku Liurai juga menyatakan secara lantang kepada tim petahana untuk tidak mengintimidasi warga eks Timtim. “Keta lori partidu mai bosok iha ne (jangan bawa partai datang tipu di sini, red.). Jangan datang main ancam–ancam warga eks Timtim di sini. Saya kasih tahu kamu, kalau mereka datang bawa uang untuk pengaruh, makan itu uang! Hisap uang itu sampai ke tulang–tulangnya. Mais, tu mak la bele ona (Tapi, jangan tusuk lagi, red.). Raihat untuk kali ini, jangan kasih dia sampai seribu! Uang, jangan kuasai kita, karena itu janji lima tahun yang lalu. Raihat harus menang!”, tegasnya disambut aplaus riuh. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)