Arsip Tag: dokter agus taolin

Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

204 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan peluncuran pengobatan gratis di Puskesmas Haliwen, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Senin, 26 Juli 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/26/pemda-belu-resmi-luncurkan-pengobatan-gratis-pakai-ktp/

Bupati Belu menuturkan, pencanangan program pengobatan gratis, selain sebagai pemenuhan janji politik, juga sebagai kado terindah pemerintah daerah bagi masyarakat Belu seutuhnya menjelang peringatan dirgahayu RI ke–76 tanggal 17 Agustus 2021. “Mulai tanggal 1 Agustus 2021 sudah mulai berlaku. Masyarakat sudah bisa berobat gratis dengan hanya membawa KTP,” imbuhnya.

Bupati Belu menegaskan, pemerintah daerah sudah bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku melalui kajian–kajian dari berbagai aspek. “Jadi, clear! Kita kaji dari berbagai aspek, hukum dan lain–lain, dan inilah hasilnya! Semoga masyarakat Belu tetap terlindungi. Jadi, semua yang kemarin tunggak, semua yang kemarin kesulitan beli obat, sekarang sudah tidak lagi. Datanglah ke seluruh fasilitas kesehatan hanya menggunakan KTP, KK dan Surat Kenal Lahir. Mata anggarannya dari APBD Kabupaten Belu sudah ada 12 miliar rupiah. Semuanya sudah kita tanda tangan, dan tanggal 1 Agustus 2021 mulai berlaku,” tekan dr. Agus Taolin.

Turut hadir, Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, segenap anggota DPRD Belu, Forkopimda plus Kabupaten Belu, Pj. Sekda Kabupaten Belu, Frans Manafe, S.Pi, Kepala BPJS Atambua, para Asisten Setda Belu, para Pimpinan Perangkat Daerah Belu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, FKUB Kabupaten Belu, para Camat, para kepala puskesmas, dan para tokoh masyarakat se–Kabupaten Belu dan insan pers. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/yohan kia/facebook)

Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

265 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. meluncurkan secara resmi program pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Puskesmas Haliwen, pada Senin, 26 Juli 2021.

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di sini untuk mengikuti pencanangan pengobatan gratis dengan menggunakan KTP saja. Kalau KTP ketinggalan, pakai Kartu Keluarga. Kalau baru lahir, pakai Surat Keterangan Lahir. Kalau masih tidak ada juga, bertemu kepala desa, bertemu camat ke dukcapil, maka dalam waktu singkat akan keluar Kartu Keluarga dan nomor induknya,” tandas dr. Agus Taolin disambut aplaus meriah.

Bupati dr. Agus Taolin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah membantu pemerintah sehingga hari ini mulai berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP.

Untuk diketahui, dasar hukum pencanangan program pengobatan gratis sebagaimana dibacakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Thresia M.B. Saik dan dipertegas Kepala BPJS Kesehatan Atambua dr. Munaqib, M.M., AAAK., dan Bupati Belu, yakni Undang–Undang nomor 40 tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional, Undang–Undang nomor 36 tentang Kesehatan, Undang–Undang nomor 24 tahun 2011 tentang Penyelenggara Jaminan Sosial, Undang– Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Sosial.(*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Antisipasi Eskalasi Kasus Covid–19, Bupati Belu Minta Jangan Panik

269 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mengantisipasi eskalasi (pertambahan jumlah) kasus penularan Covid–19 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M., secara tegas meminta agar masyarakat jangan panik dan jangan menganggap enteng pandemi Covid–19.

“Kita tidak reaktif, tetapi responsif dan terukur. Oleh karena itu, tidak usah panik dan tidak usah anggap enteng,” pinta Bupati Belu dalam konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika di ruang rapat bupati, pada Jumat, 2 Juli 2021.

Bupati Belu menuturkan, pemerintah daerah sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mewaspadai terjadinya peningkatan volume kasus Covid–19 melalui prosedur penanganan medis secara terukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk mempersiapkan 3 (tiga) rumah sakit swasta sebagai rumah sakit second line , yaitu Rumah Sakit Tentara Atambua, Sito Husada Atambua dan Marianum Halilulik.

Selain itu, pemerintah daerah juga meminta kerja sama dari media massa untuk menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat melalui sumber informasi satu pintu, yakni Sekretariat Satgas Covid–19.

Bupati dan Wakil Bupati Belu saat menyampaikan konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika di ruang rapat bupati, pada Jumat, 2 Juli 2021

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. menekankan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan 5 M, terlebih untuk tidak boleh melakukan pesta atau mengumpulkan banyak orang. “Akhir–akhir ini banyak aparatur yang anaknya nikah, sambut baru dan lain-lain; dan mereka melakukan pesta. Mulai kemarin, kita sudah tidak keluarkan izin dari Satgas Covid–19. Jadi kalau sampai masih dilakukan, pasti kita hentikan,” tegasnya.

Wakil Bupati Belu juga kembali menegaskan tentang informasi satu pintu yakni hanya melalui petugas yang sudah ditentukan, dan meminta kepada wartawan untuk membantu menyebarkan informasi surat pemberitahuan atau sejenisnya, yang sudah dikeluarkan pemerintah kepada masyarakat berkaitan dengan pandemi Covid–19.

“Sudah ada surat dari Bupati untuk menutup tempat–tempat wisata. Jadi, kalau kita semua melihat ada kerumunan di tempat-tempat wisata tolong ingatkan supaya bubar, dan memberitahukan tentang penutupan tempat wisata,” harap Alo Haleserens.

Usai konferensi pers, Bupati Belu didampingi Wakil Bupati, bersama Sekretaris Satgas Covid -19, Drs. Alfredo Pires Amaral, Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, Kabag Prokompim, Christoforus M. Loe dan para jurnalis media cetak, elektronik dan online meninjau Sekretariat Satgas Covid – 19 Kabupaten Belu. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Fulan Fehan Bebas Sampah, Bank NTT Bantu 15 Tong Sampah ke Pemda Belu

353 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna menjaga kebersihan, kelestarian destinasi wisata unggulan Kabupaten Belu dan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, Bank NTT Cabang Atambua memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 15 unit tong sampah untuk ditempatkan di Destinasi Wisata Fulan Fehan.

Penyerahan CSR ini diserahkan langsung oleh Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM yang selanjutnya diserahkan kepada pengelola di rest area Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen pada Jumat, 2 Juli 2021.

Bupati Belu, dokter Agus Taolin atas nama masyarakat Belu menyampaikan terima kasih dan mengucapkan selamat datang di Padang Sabana Fulan Fehan, Dataran Tinggi Terpopuler di Indonesia. “Ini adalah dataran tinggi yang masuk nominasi API Award dan menjadi dataran tinggi terpopuler,” ungkapnya.

Lanjut Bupati Belu, tempat yang indah ini adalah anugerah Tuhan, sehingga kita patut menjaga dan melestarikannya menjadi lebih indah dan lebih baik. “Jika ada orang yang datang ke tempat ini diharapkan merasa puas dan ingin kembali lagi ke tempat ini (Fulan Fehan, red) karena kita menata dan menjaganya dengan baik,” ujarnya.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat memasuki Destinasi Wisata Fulan Fehan

Bupati Belu mengatakan, ke depan apa pun yang dilakukan di Fulan Fehan harus membawa nilai tambah dan juga memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Terkait Covid-19, dokter Agus Taolin juga menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Belu tetap melakukan tindakan-tindakan terukur untuk memastikan daerah ini aman untuk dikunjungi. “Kami terus mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan ekonomi masyarakat tetap harus tumbuh di dalam keterbatasan dan pembatasan yang dilakukan pemerintah akibat Covid-19,” papar Bupati Belu.

Selain itu, pemerintah juga sedang menggenjot atau mempercepat vaksinasi sehingga  ditargetkan 6—7 bulan ke depan sebanyak 70 persen masyarakat Kabupaten Belu sudah tervaksinasi secara lengkap, baik itu dosis 1 maupun dosis  2.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan, kehadirannya bersama rombongan di Fulan Fehan selain untuk terus berkontribusi guna pembangunan di Kabupaten Belu juga  menerjemahkan berbagai program yang ada kaitannya dengan fungsi intermediasi Bank NTT.

Agar keindahan alam Fulan Fehan bisa dinikmati secara luas, Alex Riwu Kaho menyampaikan ke depan Bank NTT berkoordinasi dengan OPD terkait menyelenggarakan even budaya di Fulan Fehan. “Mungkin kita akan undang Malaka dan TTU dan kita gelar semacam festival budaya di tempat ini, tentu menyesuaikan dengan prokes yang berlaku dan waktu yang tepat,” terangnya.

Bupati Belu menyerahkan secara simbolis bantuan Bank NTT kepada pengelola Destinasi Wisata Fulan Fehan

Selain itu, Alex Riwu Kaho juga menyampaikan, untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual (HAKI), Bank NTT dapat membantu untuk perlindungan hukum bekerja sama dengan Dekranasda Belu dan Kemenkumham.

“Kami akan bekerja sama dengan Dekranasda dan Kemenkumham untuk pendaftaran hak atas kekayaan intelektual dan indikasi geografis terkait dengan tenun, sehingga masuk dunia pasar sudah ada perlindungan hukum atas hasil kemampuan intelektual yang sangat kuat dari kaum Wanita Belu,” paparnya.

Alex Riwu Kaho juga menyampaikan bahwa komitmen Bank NTT untuk terus membawa Desa Wisata dan Desa Digital akan terus dilakukan. “Seizin pak Bupati dan pemangku adat, pada bulan September atau Oktober dimungkinkan kita akan membantu sumur bor di Fulan Fehan, sehingga menjadi penting untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Dari sisi kesehatan dan kebersihan, tersedia air yang layak untuk kebutuhan di tempat ini,” jelasnya.

Terkait bantuan tong sampah dari Bank NTT Cabang Atambua, Alex Riwu Kaho menyampaikan kiranya menjadi komitmen bersama untuk menjaga keindahan alam Fulan Fehan sehingga sampah-sampah yang mengganggu kesehatan lingkungan dapat tertampung dan dikelola dengan baik. “Bank NTT juga siap membantu terkait Desa-desa Binaan yang nantinya menyesuaikan dengan program prioritas yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Belu,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/prokompim belu)

Editor (+roni banase)

Pasien di Belu Meninggal Akibat Covid-19, Dimakamkan Tata Cara Covid

1.114 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan data dari tim dokter bahwa Almarhum YSM ada gangguan pada jantung dan setelah melalui tes antigen hasilnya menunjukkan Positif Covid-19. Demikian penjelasan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, dan Kasatpol PP, saat menemui keluarga Almarhum YSM di kamar jenazah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, pada Jumat, 2 Juli 2021.

“Jadi saya mohon kesabaran, keikhlasan dari keluarga karena Positif Covid-19, kita harus ikuti prosedur pemakaman secara Covid yakni dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Masmae. Pemerintah akan mengatur sebaik-baiknya,” ujar Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus.

Bupati Belu, dokter Agus Taolin saat menjelaskan kepada keluarga terkait almarhum YSM terpapar Covid-19

Kepada keluarga, dokter Agus Taolin mengharapkan agar anggota keluarga yang melakukan kontak langsung dengan almarhum untuk dilakukan pemeriksaan antigen sehingga memastikan kita semua aman dari Covid-19. “Dokter dan perawat yang menangani telah melakukan karantina sesuai dengan aturan karena melakukan kontak langsung dengan almarhum,” terangnya.

Terkait permintaan keluarga agar jangka waktu tertentu untuk diambil dan dimakamkan dekat keluarga, Bupati Belu kembali menyampaikan agar keluarga bisa menerima keputusan ini meskipun berat dan jika sudah sampai waktunya akan diatur kembali untuk dimakamkan dekat dengan keluarga tetapi untuk saat ini diharapkan agar dikebumikan di TPU Masmae demi kebaikan kita semua.

“Nanti kita lihat referensi terbaru dari WHO terkait permintaan keluarga untuk dimakamkan dekat keluarga. Sekali lagi saya minta kesabaran, keikhlasan dari keluarga jenazah kita kebumikan di Belu dulu dan kita akan atur sebaik-baiknya,” tandasnya.

Lokasi pemakaman Almarhum YSM

Orang nomor 1 di Kabupaten Belu tersebut juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian Almarhum. “Mari kita antar Almarhum dengan baik dan silakan atur untuk prosesi keagamaannya dengan tetap menerapkan 5M,” tandas dr. Agus Taolin.

Usai membuka rapat bersama Tim Perancang Perda Pilakdes Serentak dari Kemenkumham NTT, Bupati Belu kembali bersama keluarga almarhum mengikuti penguburan di TPU Masmae. (*)

Sumber berita dan foto (*/prokompim belu)

Editor (+roni banase)

Terima Komisi I DPRD Provinsi NTT, Bupati Belu Pastikan Lintas Batas Diperketat

307 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD Prov. NTT) di ruang kerja Bupati Belu, pada Kamis, 1 Juli 2021.

Bupati Belu, menyampaikan, penularan Covid–19 menjadi tren isu di Belu saat ini. Tentang lintas batas, sudah dilakukan evaluasi gugus tugas satgas, bahwa sebenarnya ada isu penting terkait orang masuk keluar Belu. Regulasi nasional mengatur, apabila orang yang masuk ke Belu ketika dites antigen hasilnya negatif, wajib diisolasi lima hari. Dan, yang mendasarinya adalah dari segi medis, dalam waktu lima hari bisa terjadi dari negatif menjadi positif.

Dalam evaluasi, sebut dr. Agus Taolin, orang datang ke Belu dengan kepentingan bermacam–macam. Karena itu, petugas kadang kesulitan mengawasi orang yang bergerak. “Kita mengambil kebijakan terhadap kesulitan ini dengan memutuskan bahwa kita akan melakukan tes, mengawal mereka, dan memberikan surat pengantar untuk mereka melanjutkan perjalanan keluar dari Belu dengan dikawal dan membawa surat itu sampai ke tempat tujuan, dan melakukan karantina/isolasi mandiri di tempat tujuan. Jadi itu yang akan kita lakukan,” tuturnya.

Bupati dr. Taolin memastikan, Kabupaten Belu sama dengan kabupaten lain dalam hal mengeluarkan surat untuk pintu masuk pelabuhan darat, laut dan udara. Pemerintah akan memantau dan memberlakukan sistem masuk dengan tes antigen oleh petugas kesehatan setempat.

Bupati juga menyinggung soal Universitas Pertahanan yang sedang dibangun di Kecamatan Kakuluk Mesak bahwa sebenarnya awal mula, selain transmisi lokal dari Kupang, juga dari ratusan pekerja yang ada di sana yang kontak dengan warga lokal non suplai. “Saya beberapa kali ke sana, pertama kali kami ketemu, kami isolasi pekerja–pekerja di Unhan itu, tetapi ada yang berinteraksi. Selanjutnya mereka yang negatif jadi positif juga. Akhirnya kami masukkan di karantina. Kemarin saya lihat mereka baik–baik saja. Yang dirawat di rumah sakit ada 7 orang dan kondisinya baik. Kapasitas ICU kami masih memungkinkan dan seluruh fasilitas, kami siapkan untuk itu”, imbuh Bupati dr. Taolin.

Bupati Belu menandaskan, setiap suplai yang masuk keluar diawasi. Untuk warga lokal yang masuk dan bekerja di sana harus pakai identitas dan batasi interaksi, dan keluar masuk melaporkan ke camat atau lurah setempat. Jika ada masalah, diperiksa. “Jadi, itu tentang covid di sini, angkanya makin naik hingga ratusan. Ada beberapa daerah yang zona merah tetapi sebagian besar masih zona hijau. Transmisi lokal antar warga juga sudah terjadi. Kami sementara berjuang supaya jangan sampai makin meningkat. Seluruh pesta kita stop”, tekannya.

Bupati Belu saat berdialog dengan Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di ruang kerjanya

Terkait lintas batas, lanjut Bupati,  masuk keluar truk volumenya besar. Ia melihat dan mendengar bahwa transaksi di sana, ratusan miliar. “Kami sempat bicara tentang bagaimana peran Kabupaten Belu terhadap lalulintas devisa yang demikian besar menggunakan fasilitas, dan dari sini bagaimana kita menyikapi itu. Tetapi, kita lihat dulu dari segi regulasi dan lain–lain, ada/tidak kita di sini. Kalau kita ada hanya mencari–cari celah untuk kita datangkan devisa untuk daerah ini tanpa kontribusi yang bernilai, tidak membebani orang. Dan untuk dagang, jangan menambah cost  yang nantinya menjadi beban. Tetapi, kalau kita menyiapkan pergudangan, kemudian repacking di daerah ini, yang menjadi nilai tambah, atau bahan–bahan setengah jadi dan lain–lain, termasuk suplai produk peternak, telur dan lain–lain”, pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi l DPRD Provinsi NTT, Jonas Salean, S.H., M.Si. mengatakan, tujuan kedatangannya bersama rombongan ke Belu untuk melihat fasilitas–fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat di perbatasan Motaain, supaya diberdayakan dengan baik. “Seperti pak bupati katakan, bahwa begitu banyak truk yang keluar masuk, dan yang untungnya di sebelah. Sebenarnya daerah batas mempunyai hak untuk memperoleh sesuatu sesuai dengan regulasi yang ada.  Bahwa sebenarnya di sana terdapat banyak sumber pendapatan tetapi dari Belu tidak mendapatkannya. Dan kita lihat regulasinya, sehingga kita bisa mengusulkan ke pemerintah pusat agar Pendapatan Asli Daerah (PAD ini makin baik, dan kesejahteraan masyarakat dari dana itu makin lebih baik,” ucapnya.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emilia Julia Nomleni menyatakan rasa syukur karena bisa berada bersama-sama dengan masyarakat Belu. Tentu ada catatan– catatan yang ingin dilakukan di sini sebagaimana informasi yang didapatkan dari pemerintah Kabupaten Belu, dan juga mungkin dari masyarakat saat bertemu. “Tugas kami adalah kalau apa yang menjadi tanggung jawab provinsi kami akan lakukan. Apalagi soal perbatasan ini ‘kan  negara per negara, antar-negara. Tetapi yang paling penting adalah daerah ini bisa mendapatkan apa dari proses–proses ini. Sumber–sumber devisa yang disampaikan oleh bupati, tentu kita akan diskusikan untuk menjadi sumber pendapatan bagi kabupaten Belu,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Ince D. P Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn. mengutarakan, bahwa kunjungan kerja DPRD NTT ini adalah kegiatan rutin. Dan kali ini ada 2 agenda di Belu, yakni selain melihat perbatasan, juga ingin melihat problem apa yang dialami masyarakat Belu, mungkin soal tren Covid perbatasan. Karena itu, pihaknya membutuhkan informasi dari pemerintah setempat tentang apa yang sudah dan belum dilakukan; yang mesti diintervensi oleh pemerintah provinsi. “Jadi, masukan bagi kami akan kami diskusikan dengan pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, anggota DPRD Provinsi NTT dari Komisi l,  Wakil Ketua l DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak, S.Sos, Anggota Komisi l DPRD Belu, Eduard Mau Boy dan Manek Rofinus, S.IP.,M.Si, anggota Komisi lll DPRD Belu, Benediktus J. Hale, S.H., Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Cristoforus M. Loe Mau, S.E., Plt. Administrator PLBN Motaain – Engelbertus Klau, S.IP., M.Si. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Turnamen Pencak Silat IV Belu, Bupati Minta Terapkan Protokol Kesehatan

210 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Semua atlet, saya minta supaya di–rapid antigen, pelatih diperiksa antigen, terapkan protokol kesehatan, duduk jaga jarak dan dibatasi kapasitas, tidak boleh lebih dari 50 persen. Masing–masing mengawasi atletnya, wasit–wasit juga diperiksa. Yang belum diperiksa, nanti besok kita datangkan lagi tim ke sini untuk melakukan pemeriksaan. Demikian pun sesudah pertandingan,” kata Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dalam sambutan membuka secara resmi turnamen Pencak Silat IV antar–perguruan se–Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Gelanggang Olahraga L. A. Bone Atambua, pada Rabu, 30 Juni 2021.

Bupati Belu menuturkan, selama masa pandemi Covid–19, yang mana kasus positif terus meningkat di Kabupaten Belu maka kegiatan–kegiatan mengumpulkan banyak orang yang tidak terlalu bermanfaat, dihentikan sementara disertai pembinaan terukur.

“Jadi, ada 5 M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menghindari bepergian. Sesudah pulang rumah hati–hati. Kita jaga diri kita sendiri, keluarga kita dan masyarakat kita,” ujar dr. Agus Taolin.

Terkait pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat, dr. Agus Taolin berharap lahirnya generasi baru yang akan membawa nama Belu ke tingkat yang lebih tinggi. Pemerintah akan support terhadap seluruh atlet, dan bahkan akan dilakukan prestasi berjenjang.

“Para atlet maupun wasit harus menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Tadi sudah diucapkan ikrar wasit, pegang teguh janji itu. Kalah adalah kalah, latih lagi, menang adalah menang, hormati lawan. Kalau menang, tidak usah mengejek lawan, harus sportif,” pesan Bupati Belu.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu, Benediktus Manek

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu, Benediktus Manek menjelaskan, pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan oleh anak–anak bangsa, karena pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai budi pekerti dan sosiologi.

“Kejuaraan Pencak Silat ini diadakan setiap tahun. Ini merupakan yang keempat kalinya, dan sekurang–kurangnya ada dua kegiatan yang dilakukan. Dengan pembinaan secara berjenjang IPSI Belu telah mengutus perwakilannya di tingkat nasional, dan IPSI Belu merupakan juara bertahan untuk keempat kalinya,” tambah Beni Manek.

Diketahui, Kejuaraan Pencak Silat antar – perguruan ini dilaksanakan sampai 5 Juli 2021 dengan mengusung tema “Melalui Kejuaraan Pencak Silat Kita Rajut Semangat Persaudaraan dan Sportivitas dalam Mengembangkan serta Melestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Bangsa Indonesia” dan diikuti 6 (enam) perguruan, yaitu Sera Panca Jaya, Silat Tapak Sakti, Cendana Wangi, Padjajaran, Persaudaraan Setia Hati Teratai dan Perisai Diri. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto oleh kominfo belu

Bangun Desa/Kelurahan Sadar Hukum, Bupati Belu Ajak Masyarakat Taat Hukum

233 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH. FINASIM., didampingi Plt. Kabag Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani R. Lalo, S.H., membuka kegiatan Fasilitasi Pembentukan dan Evaluasi Desa/Kelurahan Sadar Hukum di aula lantai I Kantor Bupati Belu, pada Selasa, 29 Juni 2021.

Bupati Belu menyampaikan, kegiatan Fasilitasi Pembentukan dan Evaluasi Desa/Kelurahan Sadar Hukum sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum di tengah masyarakat, karena terkadang kita melakukan pembentukan, namun tidak mengevaluasi. Pengawasan, monitoring, bimbingan, koordinasi dan sinkronisasi masih kurang.

“Jadi, mari kita buat Kabupaten Belu ini taat hukum dan bermartabat, mulai dari level terkecil sampai terbesar sehingga berjalan optimal,” ajak Bupati dr. Taolin.

Kepala Bidang Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT), Ariance Komile sebagai narasumber menuturkan, setiap kabupaten/kota se–NTT ada Unit Pelaksana Teknis seperti Lembaga Pemasyarakatan (LP), Kantor Imigrasi, Kantor Balai Pemasyarakatan, Kantor Rumah Tahanan Negara, Kantor Rumah Detensi Imigrasi. “Di Belu, ada dua UPT yaitu Lapas dan Kantor Imigrasi”, sebut Ance Komile, sapaan akrabnya.

Kepala Bidang Hukum Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT), Ariance Komile

Kemenkumham, jelas Ance Komile, adalah salah satu kementerian yang melaksanakan urusan pemerintahan, khususnya bidang Hukum dan HAM. Oleh karena itu, dalam rangka melaksanakan tugas pembangunan Hukum dan HAM sebagai instansi vertikal yang ada di daerah melalui Kantor wilayah Kemenkumham NTT adalah menyinergikan kepentingan – kepentingan pusat di daerah dan kebutuhan serta karakteristik daerah, khususnya di bidang Hukum dan HAM.

“Kalau hari ini kita melaksanakan salah satu tugas Evaluasi dan Pembentukan Desa/Kelurahan Sadar Hukum, sebenarnya itu salah satu tugas Kemenkumham meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Tetapi, Kemenkumham tidak bisa bekerja sendiri karena yang punya masyarakat adalah pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten,” tegas Kabid Hukum Kanwil Kemenkumham NTT.

Terkait kriteria Desa/Kelurahan Sadar Hukum, Ance Komile menyebutkan, Matrix Indeks Desa yang dijadikan pedoman oleh Kemenkumham untuk menilai sebuah Desa/Kelurahan Sadar Hukum, dengan merujuk pada Indeks Desa yang dikeluarkan Kementerian Desa. “Jadi, di level pusat ada kerja sama antara Kemendes dan Kemenkumham, khususnya pada Badan Pembinaan Hukum Nasional,” tandas Ance Komile.

Kriteria untuk mendapatkan predikat Desa/Kelurahan Sadar Hukum (oleh William Bahari Siregar (Hukum 2016), KKN – PPM UGM 2019

Unit JT-181: Partisipasi warga desa/kelurahan dalam membayar PBB mencapai 90% atau lebih, tidak terdapat perkawinan di bawah usia, rendahnya kriminalitas, rendahnya kasus narkotika, dan tingginya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan, Perwakilan OPD, Lurah, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: kominfobelu