Arsip Tag: bank ntt

Bank NTT Kucurkan Pinjaman Daerah Rp.150 Miliar bagi Pemprov NTT

184 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mengucurkan pinjaman daerah sebesar Rp.150 Miliar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diperuntukkan bagi 15 paket pembangunan jalan provinsi sepanjang 108 km.

Tahapan realisasi pencairan dana pinjaman daerah diawali dengan Penandatanganan Pinjaman Daerah antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi pada Kamis, 19 Maret 2020 pukul 09.00 WITA—selesai di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat menandatangani perjanjian kerja sama pinjaman daerah

Gubernur Viktor Laiskodat kepada awak media usai penandatanganan kerja sama menyampaikan bahwa usai penandatanganan kerja sama langsung dilanjutkan dengan proses pencarian. “ Kemampuan Bank NTT hanya sebesar Rp.150 Miliar, selanjutnya bakal dilakukan pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” ujar Gubernur Viktor seraya mengatakan rencana pinjaman Pemprov NTT sebesar Rp.900 Miliar dibagi dalam 2 (dua) tahun yakni Rp.450 Miliar di tahun 2020 dan sisanya Rp.450 Miliar di tahun 2021.

Untuk pinjaman daerah selanjutnya, imbuh Gubernur Viktor Laiskodat, bakal dilaksanakan dengan PT. SMI dan Bank NTT sedangkan rencana pinjaman ke Bank Mandiri belum ada kepastian pinjaman. “Ke depan kita laksanakan pinjaman hingga Rp.1 Triliun ke SMI karena mereka mampu dan APBD NTT memadai,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi saat membubuhkan tanda tangan dalam perjanjian kerja sama pinjaman daerah antara Bank NTT dan Pemprov NTT

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada awak media, menyatakan sesuai DPK besaran pinjaman daerah yang dapat disalurkan hanya sebesar Rp.150 Miliar. “Kita lihat ke depan, jika pergerakan modal semakin lebih baik, maka kita dapat meningkatkan pinjaman. Jadi tahap pertama hanya sebesar Rp.150 Miliar dengan bunga efektif sebesar 10,5 persen,” jelas Izhak Eduard Rihi.

Selain itu, ujar Direktur Utama Bank NTT, pinjaman daerah bagi Pemprov NTT ini sebagai model bagi daerah kabupaten/kota se-NTT. “Teman-teman dari kabupaten/ kota dapat mengusulkan pinjaman daerah sesuai dengan APBD dan PAD,” imbuhnya.

Tentang mekanisme pembayaran cicilan pinjaman daerah, Izhak Eduard Rihi menjelaskan pada tahun pertama dibayarkan bunga, tahun kedua dan ketiga pembayaran pokok dan bunga. “Bentuk pinjaman daerah ini aman dengan risiko rendah (low risk), dengan kondisi ini kita ingin memindahkan pinjaman high risk ke model pinjaman daerah yang low risk dengan agunan APBD dan PAD,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Gandeng MarkPlus Latih Tim Marketing Handal Siap Gapai Target

169 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam menghadapi target pendapatan sebesar Rp.3 Triliun dan Laba 500 Miliar pada tahun 2020, telah mengambil langkah dan kebijakan termasuk mempersiapkan tenaga marketing handal.

Guna mempersiapkan tenaga marketing handal, Bank NTT menggandeng MarkPlus Institut untuk melatih dan membimbing sekitar 78 karyawan/ti agar dapat menjadi tenaga marketing handal yang bertugas di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Bank NTT yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Dana Bank NTT, Hendry Wardono kepada awak media pada Selasa, 18 Februari 2020 pukul 11.10 WITA di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT. “Kegiatan pelatihan marketing Bank NTT diselenggarakan selama 5 (lima) hari sejak tanggal 17—19 Februari 2020 dilatih oleh MarkPlus dan pada 20—21 Februari 2020 khusus materi internal,” jelas Hendry.

Pelatihan yang dihelat oleh Direktorat Dana Bank NTT, urai Hendry, menggandeng MarkPlus karena memiliki daftar pengalaman (track record) mumpuni yang pernah menjadi konsultan Joko Widodo saat pencalonan dirinya menjadi Wali Kota Solo dan Presiden RI. “Pemilihan MarkPlus memang track record cukup bagus, sehingga kami pilih mereka (MarkPlus, red),” ungkap Hendry.

Fasilitator Instruktur MarkPlus, Eka Budiman saat memberikan pelatihan bagi Marketing Bank NTT, Foto oleh Rony Banase 

Mengenai materi yang diajarkan dan dilatih kepada marketing funding dan officer Bank NTT, jelas Hendry, semua hal yang terkait dengan dunia marketing (Total Marketing). “Usai memperoleh pelatihan diharapkan kinerja Marketing Bank NTT semakin lebih baik lagi ke depan,” harap Hendry.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan bahwa menghadapi kompetisi perbankan yang didominasi oleh IT dan persaingan dengan bank lain dan lembaga keuangan non bank, maka Bank NTT mengambil langkah untuk melatih tenaga marketing agar semakin handal dan efektif.

“Ini sebagai awal pelatihan bagi marketing Bank NTT dan bakal diikuti dengan penguatan SDM model pendidikan best practice sehingga dapat mengenali potensi diri, memanfaatkan talenta, mengenal dan memanfaatkan peluang pasar,” tandas Harry Riwu Kaho seraya berharap agar para marketing Bank NTT dapat paham produk dan mencapai target.

Suasana Pelatihan MarkPlus untuk Marketing Bank NTT, Foto oleh Rony Banase 

MarkPlus adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan marketing yang didirikan oleh Hermawan Kartajaya (Pakar Marketing Indonesia). Etika kerja yang dibangun berdasarkan passion for knowledge, business, service, dan people berhasil menjadikan MarkPlus memiliki banyak mitra di tingkat lokal, regional, hingga global.

Divisi MarkPlus Inc. terbagi dalam 4 bagian yakni MarkPlus Insight yang bergerak dalam social research, MarkPlus Institute pada bidang pelatihan, MarkPlus Consulting di bidang strategi pemasaran, serta MarkPlus Marketeers sebagai media perusahaan dalam berbagi informasi kepada komunitas dan masyarakat luas.

Fasilitator Instruktur MarkPlus, Eka Budiman kepada awak media menyampaikan kerja sama MarkPlus dan Bank NTT untuk memaksimalkan peran marketing Bank NTT agar dapat menjual produk secara mulai dari presentasi hingga closing penjualan.

“Cara MarkPlus mengubah marketing Bank NTT untuk menjadi Sales Hero dengan studi kasus, role play dan out bond,” urai Instruktur yang berpengalaman 9 tahun di MarkPlus ini yakin para Marketing Bank NTT dapat menjual produk lebih baik ke depan.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh Sandro—Bank NTT

Komisaris & Direksi Bank NTT Berani ‘Pink’ dan Turun ke Jalan di ‘Valentine Day’

193 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Warna pink sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang romantis karena warnanya yang lembut dan dikaitkan dengan Hari Valentin, warna ini bukan berasal dari bunga mawar yang notabene sering dijadikan sebagai hadiah di hari kasih sayang.

Warna pink juga jadi latar kegiatan Bank NTT pada momentum Valentine Day pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00 WITA—selesai di Bundaran Gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan bunga valentin kepada pengendara roda empat

Mengenakan kaos polo berwarna pink, jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT berani turun ke jalan bersama para Kepala Divisi dan Karyawan/ti Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang, membagikan bunga dan balon valentine juga mengenalkan Tabungan Valentine dengan cashback berupa beragam barang yang sesuai dengan nominal pembukaan rekening awal di Bank NTT.

Berani pink oleh jajaran direksi Bank NTT

Karena warna pink juga identik dengan warna perempuan dan warna merah jambu (Pink,red) sering dikaitkan dengan sifat-sifat dan hal-hal yang feminin, namun dalam momentum Valentine Day 2020, Komisaris Utama, Juveline Jodjana dan Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho berani turun ke jalan menggunakan pink dan berpeluh dengan segenap karyawan.

“Saya kaget dan memberikan apresiasi kepada Direktur Milenial (Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang inovatif dan punya ide-ide yang out of the box karena memberikan kejutan harus menggunakan baju berwarna pink,” ujar Juveline kepada awak media.

Alasannya, lanjut pengusaha perhotelan dan penerbangan ini, laki-laki pakai pink rasanya gimana ya? “Saya merasa dikerjain,” ujarnya berkelakar.

Bank NTT, urai Komut Juvenile Jodjana, harus punya inovasi apalagi tahun ini dikejar dengan target laba tahun 2020 yang signifikan sebesar Rp.500 Miliar. “Dewan Komisaris juga terus mengawasi kerja direksi dan ternyata apa yang mereka hitung sangat smart dan consider untuk dilakukan,’ ujar pria Manggarai ini mengakhiri wawancara.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Valentine Day’ ala Bank NTT, ‘Cashback Valentine’ Hingga bagi Bunga & Balon

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aksi fenomenal ditunjukkan oleh Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam memaknai Hari Raya Kasih Sayang (Valentine Day) tahun 2020. Dari jajaran staf, kepala divisi, direktur hingga komisaris rela turun ke jalan raya dan berpeluh bersama para pengguna jalan.

Mengambil lokasi di bundaran Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 14 Februari 2020, dalam nuansa Valentine Day, jajaran Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang memakai baju polo serba pink dan membagikan bunga, balon, dan selebaran Tabungan Valentine.

Pose bersama karyawati Bank NTT di sela-sela kegiatan Valentine Cashback Bank NTT

Aksi yang dimulai pada pukul 08.00 WITA—selesai tersebut, dimulai dengan pembagian bunga valentine kepada para pengendara roda dua dan roda empat oleh Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho; Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; para kepala divisi, dan karyawan Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media menyampaikan tentang aksi Bank NTT memaknai Valentine Day di tahun Tikus Logam ini dengan Bank NTT mengajak masyarakat untuk ke depan dapat melakukan implementasi kasih yang bersifat edukasi.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Melalui edukasi menabung di hari kasih sayang ini merupakan momentum membangkitkan spirit menabung untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Mengenai jenis cashback dari pembukaan Tabungan Valentine, Riwu Kaho menjelaskan bahwa cashback yang diberikan berupa semua jenis barang yang lebih beragam dan sepadan dengan nilai tabungan.

Karyawan dan karyawati Bank NTT berpose bersama pengendara roda dua

Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana mengatakan Bank NTT sebagai Bank Pemerintah Daerah dalam momentum hari kasih sayang seperti ini perlu tampil di berbagai event yang bagus dan berguna bagi masyarakat.

“Termasuk kegiatan hari ini juga berguna untuk memberikan warna baru dan berbeda dalam pemberitaan dan meng-counter berita-berita miring tentang Bank NTT,” tandas mantan Komisaris di PT Flobamor ini dengan penuh keyakinan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

177 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Co-Branding Kartu ATM/Debit sekaligus Kartu Mahasiswa pada Senin, 10 Februari 2020 di Kampus Politani Kupang.

Dikutip dari portalimvestasi.com, Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau jasa yang merupakan bagian dari aliansi strategis. Istilah ini dikenal juga sebagai kemitraan merek, co-branding (atau “cobranding”) mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai penandatanganan kerja sama mengatakan bahwa perpaduan kerja sama antara Bank NTT dan Politani Kupang memudahkan sistem pembayaran bagi Mahasiswa Politani Kupang dengan menggunakan Kartu Mahasiswa yang juga berfungsi sebagai Kartu ATM berlogo Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Sebelumnya, kerja sama awal antara Bank NTT dan Politani Kupang dengan penempatan Kantor Kas Bank NTT di Kampus Politani, kemudian berkembang menjadi sistem pembayaran oleh mahasiswa yang berasal dari semua daerah di Provinsi NTT untuk memudahkan mereka (mahasiswa,red) melakukan pembayaran dengan menggunakan Kartu ATM Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Ke depan, jelas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, bakal dikembangkan menjadi sistem pembayaran berbasis barcode. “Dan tak hanya itu, Bank NTT juga menyediakan pola pemberdayaan mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa mandiri. Oleh karena itu, perlu sinergi antara Bank NTT dan Politani Kupang,” beber Harry.

Lanjut Harry Riwu Kaho, Bank NTT juga menyediakan modal usaha bagi Alumni Politani maupun Mahasiswa Politani yang akan tamat. “Nanti akan disepakati project pendidikan bersama dengan melihat peluang kebutuhan hasil pertanian organik dan bagi mahasiswa yang akan tamat dan membutuhkan modal kerja,” tandas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT.

Foto bersama Pihak Bank NTT dan Politani Kupang

Turut hadir mendampingi Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu; Kepala Divisi Dana Endri Wardono; Pemimpin Cabang Khusus, Johanis Tadoe; Kepala Kas Politani, Berlian Dima; dan Kepala Kas Politani (Pengganti), Tessa Pau.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan berharap kerja sama dengan Bank NTT tidak sampai di sini saja, namun ada keberlanjutan khususnya untuk mahasiswa setelah wisuda.

“Kami dari Politani Kupang sangat berterima kasih atas kerja sama menyangkut Kartu Mahasiswa yang berfungsi sebagai Kartu ATM. Ini sangat membantu karena hampir 100 persen mahasiswa Politani berasal dari kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Alor, Belu dan Malaka,” tutur Thomas Lapenangga.

Politani Kupang, tambah Thomas, berharap agar Bank NTT juga dapat menyediakan dana berupa pinjaman bagi Alumni Politani. “Tak hanya alumni, kami juga sedang merancang agar dana bantuan tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa yang melakukan praktik lapangan sehingga dapat menghasilkan orang muda yang bergelut dalam bidang pertanian,” tandas Direktur Politani Kupang didampingi Wakil Direktur II dan Kepala Fakultas Politani Negri Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Bank NTT

Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019, Gapai Laba Rp.390 Miliar

285 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019 bertumbuh secara signifikan karena adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota, sehingga diperoleh kepercayaan (trust) yang cukup tinggi dari pihak luar.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dalam sesi Konferensi Pers pada Selasa, 31 Desember 2019 pukul 15.00 WITA di Ruang Rapat Direksi Bank NTT.

Selain itu, jelas Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yang didampingi oleh Komisaris Independen Sam Djoh dan Frans Gana, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, dan Kepala Divisi UMKM Sonny Pellokila, Capaian kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019 karena arahan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat. “Melalui arahan beliau (Gubernur Viktor Laiskodat, red), cara kerja kami berubah,” ungkap Izhak Eduard Rihi.

“Market Share Aset pada 2019 terus mengalami pertumbuhan secara keseluruhan sebesar 34,21 %, Market Share Kredit tumbuh 30,21 %, dan Market Share DPK sebesar 39,87 %,” beber Izhak Eduard Rihi seraya menyampaikan target Bank NTT pada 2020 untuk Market Share Aset sebesar 35,78%, Market Share Kredit 34,53 %, dan Market Share DPK 42,05 %.

Mengenai harapan Pemegang Saham Prioritas (PSP) agar Bank NTT dapat menggapai Laba Bersih sebesar 500 Miliar, Izhak Eduard Rihi menyampaikan bahwa untuk mencapai angka tersebut Bank NTT berproses dengan kepengurusan Direksi dan Komisaris harus lengkap, tren kredit juga mulai bertumbuh pada Juni 2019, dan waktu kerja harus penuh dan bukan hanya 7 bulan (Juni—Desember).

“Juni—Desember 2019 itu 7 (tujuh) bulan dan Bank NTT dapat menggapai dan membukukan Laba Bersih sebesar 390—400 Miliar. Nah dengan kerja 7 bulan kita dapat mencapai angka tersebut. Jika ditarik hingga tahun depan maka angka tersebut dapat dicapai,” kata Dirut Bank NTT optimis.

Dengan lengkapnya pengurus karena telah dipilih dan diangkatnya Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, tambah Izhak Eduard Rihi maka pada 2020, Bank NTT telah meluncurkan Pinjaman Daerah maka Laba Bersih 500 Miliar tersebut dapat tercapai dengan team squad yang semakin solid.

Adapun Program/kegiatan Bank NTT 2019 :

  1. Penerapan sistem yang terintegrasi dengan nama INTERCOST (Integrated Economic Recovery Online System);
  2. Pembukaan 1 (satu) unit Kantor Cabang Pembantu di Baing, Desa Hadakamali Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur;
  3. Peresmian Kantor USPD Semau di Desa Uitao, Kecamatan Semau Kabupaten Kupang;
  4. Terpenuhinya semua struktur Pengurus Bank NTT (Dewan Komisaris & Direksi) dengan jaringan Kantor Bank NTT bertotal 220 kantor dengan perincian 1 Kantor Pusat, 24 Kantor Cabang, 142 Kantor Cabang Pembantu, 67 Kantor Kas, 54 Kantor USPD, 19 Payment Point, dan 13 Kas Mobil;
  5. Penandatanganan MOU Pinjaman Daerah ‘NTT Bangkit NTT Sejahtera’ antara Bank NTT dengan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah NTT;
  6. Peluncuran NTT Pay untuk interkoneksi dengan BUMD, BUMDes, Koperasi serta kelompok masyarakat NTT dalam rangka promosi, pemasaran, dan penjualan produk unggulan NTT;
  7. Program RAMAI SKALI (Gerakan Edukasi Menabung Usia Dini Generasi Milenial) untuk tingkat SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi dan Lomba Pembuatan Video bertema Bank NTT;
  8. Peluncuran DIA BISA (Digital Agen Bank NTT Mahasiswa dan Masyarakat);
  9. Penandatanganan kerja sama Bank NTT dengan Pegadaian dalam ‘Program Cashback Tabungan Emas 24 Karat yang berlaku untuk produk Tabungan Flobamora;
  10. Peluncuran fasilitas ATM jalur khusus bagi penyandang disabilitas;
  11. “NTT Memanggil ” bagi Diaspora NTT di Jakarta dan Jogjakarta. Diaspora yang bekerja di luar NTT tetapi uangnya ditabung di Bank NTT untuk membangun NTT;
  12. Penyerahan Bantuan Dana Pembangunan Gereja di Soe oleh Perwabantt (Persatuan Wanita Bank NTT).

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

252 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk ketiga kalinya, Bank NTT menyampaikan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah yang terus setia memanfaatkan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh Bank NTT dan memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target Dana Pihak Ketiga (DPK) dan program Flobamora Cashback.

Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada pegawai atas teladan Gerakan Patuh periode 2019 yang dirangkai dalam acara Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dan diselenggarakan pada Jumat, 13 Desember 2019 pukul 18.00 WITA—selesai di Millennium Ballroom Kupang.

Acara Dedikasi Awards dan Gerakan Patuh Bank NTT 2019 dibalut dalam nuansa hitam dan dikelola oleh pegawai Bank NTT tersebut, menghadirkan pesulap handal, Steve Angel; Mazmur Chorale; Silky Band; dan Talent gabungan pegawai Bank NTT dari Kantor Cabang Utama (KCU), Kantor Cabang Khusus (KCK), dan Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Rektor Undana, Fred Benu; para penerima dedikasi Prime Costumer Bank NTT dan undangan lainya.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, Robert Sianipar dalam kesempatan tersebut menyoroti maraknya kegiatan kepatuhan dalam bentuk seremonial dan meminta untuk dibikin tingkat kepatuhan dan mengatakan jika tingkat kepatuhan tinggi maka penyimpangan turun dan Bank NTT harus membuat nasabah harus merasa aman menabung di Bank NTT. “Ini harus menjadi perhatian jajaran manajerial Bank NTT agar ke depan,” pinta Kepala OJK Kupang.

Di samping itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menyampaikan Bank NTT sebagai agen pembangunan bermakna jika memiliki peran bagi pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi NTT karena tahun ini (2019,red) pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank NTT, Harry A.Riwu Kaho mengatakan bahwa Bank NTT akan terus berbenah menyiapkan layanan keuangan yang mudah, murah, dan efisien bagi nasabah. “Bank NTT dalam program Dia Bisa membantu meningkatkan pendapatan member dengan sharing fee yang akan membuat member bisa meningkatkan transaksi penjualan voucher listrik, pulsa, tagihan tv/telepon/internet,” urai Harry Riwu Kaho.

Member Dia Bisa yang memperoleh penghargaan dengan volume transaksi tertinggi yakni Terbaik Pertama, Lydia Taolin dari Cabang Atambua; Terbaik Kedua, Martina Priska Belak dari Cabang Atambua; dan Terbaik Ketiga, Bedseba Silawang dari Cabang Atapupu.

Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh saat menyerahkan penghargaan kepada para Nasabah Prioritas Bank NTT

Adapun penghargaan yang diberikan Bank NTT kepada Prime Costumer/Priority Costumer didedikasikan bagi :

  • Blasius Widodo (Bank NTT Cabang Kefamenanu);
  • CU Sinar Saron (Cabang Larantuka);
  • Blasius Nuwa (Cabang Mbay);
  • Conny Tandean (Cabang Surabaya);
  • Komang Ari Harimbawa (Cabang Anakalang);
  • KSP Kopdit Sinar Harapan (Cabang Bajawa);
  • Seminari Pius XII Kisol (Cabang Borong);
  • Yayasan Universitas Flores (Cabang Ende);
  • Robinson Radja Langu (Cabang Sabu);
  • Yayasan Seminari Tinggi Interdeodesan St.Petrus Ritapiret (Cabang Maumere);
  • Yayasan Santo Paulus Ruteng (Cabang Ruteng);
  • Stevanus Wadoe (Cabang Waikabubak);
  • Rosalinda Kiuk (Cabang Soe);
  • Sofiyah Wadoe (Cabang Waitabula);
  • H.Ismail Dean (Cabang Utama Kupang);
  • Ishak Ginartha (Cabang Waingapu);
  • Yayasan CU Kasih Sejahtera (Cabang Atambua);
  • Frederik Talesu (Cabang Kalabahi);
  • Ridwan Woeianto (Cabang Lewoleba);
  • Nofer Linda Kanni (Cabang Khusus);
  • Maria Fatima Seuk Kain (Cabang Betun).

Penghargaan Best Achievement of Performance’s Branch kepada Kantor Cabang Bank NTT dengan kategori Current Account Saving Account (CASA) Terefisien sampai dengan November 2019 [CASA Terefisien atau komposisi dana murah (Semakin besar komposisi dana murah dalam sebuah Emiten Perbankan maka semakin besar pula potensi laba yang dapat diperoleh dari penyaluran kredit)]; diberikan kepada :

  • Pemenang CASA terefisien aset di bawah 400 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Anakalang;
  • Pemenang CASA terefisien aset 400—600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Maumere;
  • Pemenang CASA terefisien aset di atas 600 miliar rupiah diraih oleh Bank NTT Cabang Utama Kupang.

Kategori DPK tertinggi periode hingga November 2019 diraih oleh :

  • Bank NTT Cabang Larantuka, pemenang DPK tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, pemenang DPK tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, pemenang DPK tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah;
Direktur Kepatuhan Bank NTT, Drs.Hilarius Minggu, M.M. berpose bersama para staf/pegawai Teladan Gerakan Patuh III

Kategori Rekening Simpanan Tertinggi hingga periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Larantuka sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di bawah 400 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Waingapu sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset 400—600 miliar rupiah;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang sebagai pemenang rekening simpanan tertinggi aset di atas 600 miliar rupiah.

Kategori Cashback Tabungan Flobamora Tertinggi sampai dengan periode November 2019 diraih oleh:

  • Bank NTT Cabang Lewoleba, Terbaik Pertama;
  • Bank NTT Cabang Utama Kupang, Terbaik Kedua;
  • Bank NTT Cabang Kalabahi, Terbaik Ketiga.

Kategori Member Dia Bisa Tertinggi diraih oleh :

  • Terbaik Pertama, Bank NTT Cabang Waingapu;
  • Terbaik Kedua, Bank NTT Cabang Ruteng;
  • Terbaik Ketiga, Bank NTT Cabang Kefamenanu.

Selain itu, Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada staff atau pegawai atas Teladan Gerakan Patuh III sebagai berikut :

  • Pegawai Teladan 1, Laurensia Liliana Luan dari Bank NTT Cabang Utama Kupang;
  • Pegawai Teladan 2, Maria Goreti Lubaleu dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 3, Xaveria Apriani Yogar dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 4, Yohanes J Botung dari Bank NTT Cabang Lewoleba;
  • Pegawai Teladan 5, Gracia S.B. Therik dari Bank NTT Cabang Khusus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Fun Walk Bank NTT’ Sarana Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pelajar

123 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelajar yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya, maka pada Sabtu, 12 Oktober 2019, Bank NTT menghelat Jalan Santai (Fun Walk) bersama pelajar SMA/SMK.

Berlokasi di arena bebas mobil atau car free day di Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank NTT mengajak para pelajar dan masyarakat yang menikmati arena car free day untuk fun walk bersama mengitari ruas jalan El Tari Kota Kupang dan dilanjutkan dengan penarikan undian berhadiah dan diakhiri dengan senam zumba bersama.

Fun Walk Bank NTT diramu dengan suasana keakraban dan persahabatan yang diwarnai dengan penarikan undian (doorprize) berhadiah 2 (unit) telepon genggam (handphone), 1 (satu) unit kipas angin; 1 (satu) voucer belanja Karisma sebesar Rp.250.000; 3 (tiga) pulsa Telkomsel senilai @ Rp.150.000.; dan Hadiah utama 2 (dua) unit sepeda gunung.

Suasana penarikan kupon undian berhadiah fun walk Bank NTT

Sebelum penarikan undian berhadiah, para peserta yang ingin berpartisipasi diwajibkan membuka Tabungan Bank NTT dan berhak memperoleh kupon undian berhadiah.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan fun walk ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi literasi keuangan bagi masyarakat dan para pelajar.

“Selaras dengan imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan edukasi tentang inklusi keuangan yang mengajak semua kalangan masyarakat agar dapat melakukan akses ke bank lebih mudah dan untuk mengenal produk jasa keuangan perbankan,” jelas Alex sapaan akrabnya.

Sementara itu, jelas Alex, tujuan melibatkan para pelajar untuk memberikan literasi kepada pelajar tentang keuangan perbankan agar mereka memahami tentang aktivitas bank. “Mengenalkan kepada anak muda agar lebih berani menabung dan belajar mengenal berbagai aktivitas perbankan,” tandas Alex Riwu Kaho.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)