Arsip Tag: bank ntt

Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

40 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang.

Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan bergengsi. “Indonesia  Enterprise Risk Management Award (IERMA) IV-2021′ adalah penghargaan yang diberikan kepada Bank NTT. Yang tak kalah membanggakan adalah pada Februari lalu, Bank NTT pun mendapatkan penghargaan yang sama, dari Economic Review. Kali ini, Bank NTT meraih award sebagai “The Big 6 Indonesia Enterprise Risk Management — IV-2021 dengan kategori: BPD Company-Buku 2 dengan nilai aset Rp.15 Triliun sampai kurang dari Rp.25 Triliun.

Penghargaan ini diberikan melalui zoominar yang mengusung tema  “Strengtheening Risk Awarenes in the Face Future Busines Disruption” dan diikuti oleh para pejabat perbankan se-Indonesia. Sementara, untuk Bank NTT, diikuti oleh Direktur Utama, Direktur Kepatuhan, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepala Divisi Perencanaan & Corporate Secretary, melalui pertemuan secara online.

Kepastian mengenai pemberian penghargaan ini, dipertegas dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan ditembuskan ke Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah pejabat utama; bernomor 017FS/IERMA/KUM/ER/IR!III/2021 bersifat penting dan dengan perihal Surat Undangan penyerahan Penghargaan dan National Zoominar, tanggal 18 Maret 2021 dan ditandatangani oleh RAy. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn, M.M. selaku pemimpin umum dan Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., MB. selaku ketua dewan juri.

Adapun dasar dari penganugerahan penghargaan tersebut, adalah penerapan manajemen risiko secara baik, sangat  penting bagi sebuah industri perbankan. Bahkan kondisi akibat pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda NTT, sangat berdampak buruk pada sektor usaha. Sehingga penerapan Enterprise Risk Manajemen (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan, minimal dapat bertahan. Karena dengan melakukan mitigasi risiko yang baik, diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian, meningkatkan daya saing yang akhirnya meningkatkan shareholders wealth.

Manajemen risiko merupakan rangkaian  prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan. Sedangkan tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian atau membahayakan kelangsungan usahanya. Sedangkan tujuan dari pemberian award ini, adalah diberikannya apresiasi tertinggi kepada dunia usaha Indonesia yang memiliki sederet keunggulan dengan menerapkan manajemen risiko dengan baik. Sedangkan visinya adalah ‘Keteladanan Perusahaan’ tersebut menjadi benchmarking bagi dunia usaha lainnya di Indonesia menuju perusahaan kelas dunia.

Misinya, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sukses menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan operasional sehari-hari,” demikian Economic Review dalam suratnya kepada Bank NTT terkait landasan pemberian penghargaan tersebut. Adapun kategori yang dinilai dalam penjurian, yakni manajemen risiko yang meliputi intemal environment and objective (lingkungan internal dan sasaran), risk identification (identifikasi resiko), risk assessment (Penilaian Risiko), Risk Response (Tanggapan Risiko), Kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi manajemen risiko (sertifikasi latar belakang pendidikan dan pengalaman, dan lain-lain).

Poin kedua yang dinilai yakni audit dan audit internal yang meliputi departemen audit diposisikan yang independen, melakukan perbaikan berdasarkan saran-saran yang diajukan auditor intern, kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi fungsi audit (sertifikasi, latar belakang pendidikan dan pengalaman) termasuk program peningkatan kemampuan dengan melaksanakan continuing profesional education, serta secara periodik biasanya empat tahun sekali kegiatan departemen ini harus dievaluasi oleh pihak independen.

Poin ketiga yang dievaluasi adalah Hukum dan Reputasi, yakni adanya berita atau informasi negatif mengenai perusahaan dan pimpinan beserta jajarannya, adanya masalah hukum, ligitasi dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan, sudah membuat secara detail SOP dan kebijakan tertulis dalam menghadapi kasus seperti penyuapan, korupsi dan praktik bisnis tidak sehat, dan yang terakhir, perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi senior manajemen, karyawan dan vendor tentang hukum, regulasi, kebijakan dan kode etik yang terkait dengan operasional perusahaan.

Tak hanya itu, melainkan juri pun melakukan dari sisi financial Finance. Validitas hasil penjurian sangat ditentukan oleh dewan juri yang berkualitas. Mereka diantaranya Prof, Roy Sembel, MBA, PhD, CSA (Dewan Pakar Keuangan, Investasi) sebagai penasihat juri, Dr. Dewi Hanggraeni, MBA, CA, CACP (Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tata kelola Risiko dan Kepatuhan Indonesia, Dosen FEB UI, Waketum PPI bidang Ekonomi sebagai ketua dewan juri, dan anggotanya, Alan Yazid, BBus, MBA selaku Wakil Ketua Perhimpunan Tata kelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, memberi apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah berkontribusi secara nyata, sehingga Bank NTT, boleh dinobatkan sebagai bank yang sukses menerapkan manajemen yang mumpuni. Dari sisi mitigasi risiko, menurut Dirut Alex, Bank NTT menyadari bahwa ini prioritas untuk menuju Bank Devisa. Sehingga segenap manajemen, menetapkan sebuah program yakni GO TKB 2 atau menuju ke Tingkat Kesehatan Bank 2 pada tahun 2021.

“Dan untuk memastikan bahwa Bank NTT serius terhadap visinya ini, yakni ‘Melayani Lebih Sungguh’, maka manajemen sudah menyiapkan SOP dan diikuti dengan pengawasan ekstra ketat dalam penerapannya, sehingga saat ini, Bank NTT memperoleh predikat sebagai bank dengan mitigasi risiko terbaik,” tandas Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Editor (+roni banase)

“Bank NTT Peduli” Bersama Bantu Korban Bencana La Nina di NTT

233 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai siklon tropis dampak dari La Nina yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur memicu hujan lebat, angin kencang dan banjir bandang di beberapa wilayah, pada Sabtu dan Minggu, 4—5 April 2021, mengakibatkan ribuan warga terdampak, ratusan orang meninggal dunia, dan sebagian warga hilang.

Kondisi dampak Badai Siklon Tropis, mengundang keprihatinan Bank NTT sebagai yang lahir dari rahim Provinsi NTT, untuk ikut terpanggil menghelat aksi donasi kemanusiaan. Untuk kesekian kalinya, Bank NTT menyatakan sepenanggungan dalam derita yang dialami masyarakat.

Demi mempermudah masyarakat dalam berdonasi, maka manajemen Bank NTT sudah menyediakan kanal, dengan jalan menyiapkan nomor rekening khusus untuk memupuk kepedulian kepada kemanusiaan. Nomor Rekening yang disiapkan pada Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening: 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI.

Rekening Bank NTT Peduli dibuka sejak Senin, 5 April 2021 dan akan ditutup pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Manajemen Bank NTT berharap agar rekening ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum sehingga siapapun dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyatakan kepeduliannya terhadap mereka yang terdampak bencana. Terutama kepada mitra media, diharapkan agar mempublikasikannya sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam berdonasi.

Donasi bagi bencana La Nina di NTT merupakan bukti kepedulian dan kepekaan manajemen Bank NTT sekaligus komitmen kuat dari bank kebanggaan masyarakat NTT, bahwa bank ini tidak saja terus berinovasi dalam layanan perbankan, melainkan ikut membangun Provinsi NTT secara nyata. Untuk mewujudkan visinya sebagai Smart Bank, maka BANK NTT telah hadir dalam transaksi layanan digital, yakni melalui M-Banking. Dan, calon donatur pun bisa memanfaatkan layanan ini, untuk mentransfer bukti kasih mereka kepada warga terdampak bencana.

Salah satu keunggulan Bank NTT dalam mengelola donasi kemanusiaan ini adalah, selalu ada update data terakhir donatur, yang dilansir di media cetak. Setiap hari, selalu ada laporan nama donator dan total donasi, sehingga masyarakat tidak perlu ragu karena Bank NTT terbuka dalam pengelolaannya. Bahkan dalam seremoni penyerahan pun akan terpublikasi baik itu total jumlah donasi maupun pihak penerima. Dan, manajemen Bank NTT pun memastikan bahwa penerima bantuan kemanusiaan ini adalah Pemerintah Daerah pada wilayah yang terdampak bencana, serta disaksikan berbagai pihak, termasuk kepolisian.

Terkait donasi bantuan kemanusiaan ini, manajemen Bank NTT berterimakasih kepada calon donator yang dengan sukarela memberi dari segala kekurangan.

 Sementara itu, BMKG memprediksi, terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah  termasuk Provinsi NTT. Bahkan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa La Nina masih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Foto utama oleh roni banase

Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

284 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah (Bank Indonesia) maupun OJK sebagai lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Di masa pandemik Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul sebagai respons cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha.

Sebagai respons kondisi tersebut, maka Bank Indonesia mengambil langkah menurunkan BI Repo Rate sebesar (BI— 7DRRR) 25 bps menjadi 3,50 persen dinilai baik untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam dunia usaha.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi jumpa media pada Selasa malam, 9 Maret 2020 sekira pukul 19.00 WITA—selesai di aula lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT menyampaikan bahwa Bank Pembangunan Daerah, dalam hal ini Bank NTT pun sebagai kas daerah dan motor penggerak ekonomi di daerahnya juga berupaya dan menguatkan perekonomian daerah dengan merangsang para pelaku usaha baik dari sektor industri berskala besar, kecil maupun mikro dengan menurunkan suku bunga dasar kredit untuk segala segmen.

“Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) berlaku efektif pun dikeluarkan per Maret 2021 menjadi simultan bagi pelaku usaha maupun masyarakat dalam mendukung usahanya,” terang Alex Riwu Kaho didampingi oleh Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing; Direktur Kepatutan, Hilarius Minggu; dan Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh.

Dijelaskan Alex Riwu Kaho, berdasarkan hasil rapat ALCO Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 9 Maret 2021 menetapkan : Suku Bunga Kredit Konsumsi diturunkan 400 bbs dari bunga 14% menjadi 10%. “Dengan penurunan SBDK ini masyarakat akan terdorong untuk meminjam baik untuk konsumsi maupun untuk kegiatan usaha sehingga daya beli masyarakat menjadi pulih lagi dan sektor-sektor ekonomi dapat pulih dari kelesuan di saat pandemik ini,” terangnya.

Bank NTT berharap, tandas Alex, agar masyarakat NTT tetap aktif dalam geliat perekonomian dan tetap menaruh kepercayaan setelah diluncurkan suku bunga kredit yang baru.

Selain penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK), berdasarkan hasil keputusan rapat ALCO, adapun produk bank yang dapat dimanfaatkan nasabah atau calon nasabah antara lain:

  1. Deposito Bebas, bersifat breakable atau dapat dicairkan sewaktu-waktu dengan bunga kompetitif;
  2. Kredit dengan sumber pembiayaan dari Dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB—UMKM) dengan besaran bunga kredit masing-masing sebesar 12% untuk kredit mikro perseorangan, mikro kelompok, multi usaha RC, dan kredit kecil;
  3. Suku bunga pinjaman untuk Pemerintah Kabupaten Ende sebesar 7,50%;
  4. Suku bunga pinjaman konsumsi turun menjadi 10% berlaku khusus untuk ekspansi debitur baru dan existing yang baki debet kurang dari 50% serta debitur existing yang jangka waktu kreditnya sudah berjalan separuh jangka waktu (50% jangka waktu pinjaman);
  5. Biaya Buku Cek/Bilyet Giro (baru/hilang/rusak) tidak dikenakan kepada rekening Pemerintah, sedangkan bagi badan hukum dan swasta dikenakan sebesar Rp.50.000,-
  6. Biaya cetak rekening koran non-tarif untuk Pemerintah dan Agen Bank NTT, sementara untuk badan hukum dan swasta per lembar Rp.3.000,-
  7. Biaya Materai Rekening Koran dengan saldo akhir di bawah Rp.5 juta tidak dikenakan, namun dikenakan biaya materai Rp.10.000,- bagi Agen Bank NTT, badan hukum dan swasta dengan saldo akhir di atas Rp.5 juta (tak diberlakukan bagi Pemerintah).

Semua keputusan hasil rapat ALCO mulai efektif pada tanggal 17 Maret 2021.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Bank NTT Ramai Skali Tahap III, Yuk Ikut dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta

531 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali menghelat ajang “Bank NTT Ramai Skali” tahap ketiga di masa pandemi Covid-19. Kompetisi Kreatif Inklusi Keuangan Tahun 2021 ini mengusung tema “Solusi Cerdas NTT Menghadapi New Normal” dan dengan tagline Di Rumah, Berkarya, Dapat Hadiah, Bersama Bank NTT”.

Pada tahun 2021, kompetisi Bank NTT Ramai Skali menyediakan lomba Video Edukasi Produk Bank NTT, Foto Promosi Produk, dan Jingle Bank NTT untuk masyarakat umum, sedangkan Penulisan Produk dan Layanan Bank NTT (writing competition) terbagi atas Karya Penulisan Kreatif (Pelajar SMP dan SMA), Penulisan Inspiratif bagi masyarakat umum, dan Penulisan Opini/Artikel/Berita Feature untuk Wartawan.

Demikian penjelasan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi jumpa media pada Rabu sore, 17 Februari 2021 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT dengan menerapkan protokol kesehatan ketat berupa swab antigen bagi awak media dan pegawai Bank NTT.

Dikatakan Alex Riwu Kaho, persyaratan untuk mengikuti lomba yakni dengan menabung di Bank NTT berupa setoran minuman sebesar Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan tak perlu membayar biaya pendaftaran. “Jika telah memiliki rekening tabungan Bank NTT, maka sebagai bukti partisipasi mengikuti lomba yakni dengan menyetor ke rekening senilai 250 ribu per item lomba,” urainya.

Kepala Divisi Dana, Aloysius Geong (paling kanan) Penggagas Program Ramai Skali Bank NTT, bersama Direktur Utama (tengah), dan Perwakilan Tim Juri (berbaju biru) Dr. Fritz Fanggidae

Mengenai juri lomba, Alex menjelaskan, untuk tahun ini berupa tim penilai atau juri independen dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT, Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Bank NTT. “Khusus lomba menulis berita feature, bakal ditegaskan dalam TOR dan melibatkan wartawan senior yang memiliki kompetensi dari organisasi pers yang ada di Kota Kupang,” jelasnya didampingi oleh Perwakilan Dewan Juri, Dr. Fritz Fanggidae.

Program Ramai Skali Bank NTT Tahun 2021 ini, terang Alex Riwu Kaho, digagas oleh Kepala Divisi Dana Bank NTT, Aloysius R.A Geong dan tim. “Dalam program Ramai Skali ini, tak hanya mengembangkan karya tulis, namun mengajak masyarakat umum untuk ikut dalam kompetisi Video Edukasi dan Jingle Bank NTT,” beber Alex sembari menyampaikan bahwa melalui Pak Alo dan teman-teman, maka pengumuman bakal dilaksanakan pada bulan Oktober dalam momentum Sumpah Pemuda dan Bulan Inklusi Keuangan.

Adapun pembukaan pendaftaran lomba dalam Program Ramai Skali Bank NTT dibuka pada tanggal 22 Februari 2021 di Kantor Bank NTT terdekat atau dapat diunduh (donwload) di laman/website resmi Bank NTT pada hari yang sama atau dapat menghubungi Panitia Kompetisi Ramai Skali Divisi Dana di nomor handphone 081 338 088 856.

Untuk diketahui, Program Ramai Skali Bank NTT Tahun 2021 merupakan tahap ketiga, yang mana tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dan tahap kedua pada tahun 2020. Pada tahun ini, durasi lomba dibikin lebih panjang karena dampak pandemi Covid-19.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

690 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mencatat warisan budaya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh perlindungan hukum secara defensif. Kekayaan Intelektual Komunal merupakan Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat kelompok dan merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat.

“Dari sisi teknis pelayanan hukum, Kekayaan Intelektual tersebut dikatakan sudah mempunyai perlindungan hukum ketika telah didaftarkan,” terang Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone, S.H. dalam pers conference akhir tahun bersama wartawan pada Senin, 21 Desember 2020.

Provinsi Nusa Tenggara Timur, terang Kakanwil Kemenkumham perempuan pertama tersebut, termasuk provinsi yang memiliki banyak potensi indikasi geografis, namun belum semua kabupaten dari 21 kabupaten yang mencatat Kekayaan Intelektual Personal dan Komunal. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah NTT yang telah memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan Kekayaan Intelektual baik personal dan komunal,” ujar Merci.

Dari kabupaten yang ada, imbuh Merci, Pemda NTT pada tahun 2018 bersama Kemenkumham Provinsi NTT melakukan pendampingan di 8 (delapan) kabupaten agar tenun ikat yang ada dapat dilindungi. “Kabupaten tersebut adalah Flores Timur, Sumba Timur, Alor, Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan Nagekeo,” terangnya sembari menyampaikan bahwa saat ini sedang berproses dan mudah-mudahan di awal tahun 2021 dapat memperoleh sertifikat indikasi geografis khusus tenun ikat.

Khusus Kekayaan Intelektual Personal, ungkap Merci Jone, dukungan datang dari Bank NTT. “Bank NTT selalu berkomunikasi dengan Kemenkumham untuk melakukan percepatan pelayanan perlindungan Kekayaan Intelektual Personal seperti merek dan sebagainya khusus untuk kelompok UMKM,” ungkapnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Bank NTT.

Adapun 8 (delapan) kabupaten yang telah mencatatkan Kekayaan Intelektual Komunal di antaranya :

  1. Kabupaten Ngada berupa Tarian Ja’I, Ritual Wete Muri, Upacara Reba, Tinju Tradisional Sagi, Permainan Tradisional Wela Maka, Permainan Ketangkasan Larik, Simbol Leluhur Ngadhu Bhaga, Alat Musik Tradisional Bombardoom, Kampung Adat Bena, Penangkapan Ikat Tradisional Logang, Pengetahuan Tibo / Nujum, Kerajinan Gerabah “Bhogi” dan Satwa Endemic “Mbou”.
  2. Kabupaten Sabu Raijua berupa Tari Pe Do’a, Tarian Ledo / Lendo Hawu, Alat Musik Ketadu Mara, Alat Musik Ketadu Haba, Ritual Tangi Pali, Seni Beladiri Peluru Hawu.
  3. Kabupaten Sumba Barat berupa Tarian Kataga, Ritual Adat Tarik Batu Kubur, Tinju Tradisional Pajurra, Parang Katopo, Pernikahan Adat Sumba, Upacara Kematian dan Penguburan, Ritual Rawina Uma, Busana Adat Pria Sumba Barat, dan Busana Adat Wanita Sumba Barat.
  4. Kabupaten Belu berupa Tarian Tei Ipi Lete, Tarian Tebe, Tarian Plai, Tarian Asuen, Tarian Likurai, Tarian Tei Gubul Hiliq, Upacara Adat Lakumerin, dan Teater Ta Ulu Kutubaba Duasale.
  5. Kabupaten Alor berupa Tarian Lego-lego, Prosesi Adat Ela Ma, dan Ritual Ala Baloe.
  6. Kabupaten Ende berupa Tarian Gawi dan Ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata.
  7. Kabupaten Nagekeo berupa Alat Musik Go Laba dan Pengetahuan Tradisional Tua Bha.
  8. Kabupaten Sikka berupa Tarian Bebing, Makanan Tradisional Bola Plagar, Barase, Lepa; Pengobatan Tradisional Hu’i Uwon,  Molan, Remong; Pengetahuan Tradisional Tua / Moke, Kuwu; Ritual Logu Senhor,  Legen Alan, Huler Wair; Upacara Adat Gren Mahe, Alat Musik Tradisional Gong Waning, dan Pakaian Tradisional “Labu Gete”.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Alex Riwu Kaho : Desa Wisata Digital Bank NTT Bakal Diterapkan di Seluruh NTT

333 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Konsep Desa Wisata berbasis digital, ke depan bakal diterapkan bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penegasan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada Rabu pagi, 9 Desember 2020, usai melakukan kunjungan di Pulau Koja Doi, Kabupaten Sikka.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/12/10/bank-ntt-gagas-desa-wisata-berbasis-digital-di-pulau-koja-doi/

Kepada Garda Indonesia, Alex Riwu Kaho menyebutkan bahwa Bank NTT mengagendakan pada tahun 2021, terdapat desa unggulan dengan potensinya masing-masing. “Seperti Desa Koja Doi (Desa Wisata Berbasis Digital yang dikelola oleh Bank NTT, red). Dengan potensi luar bisa, jika dikelola secara baik, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata apalagi didukung oleh relawan, kepala desa, dan BumDes,” urainya.

Kehadiran Digital Agen dan Lopo Dia Bisa Bank NTT di Koja Doi, imbuh Direktur Bank NTT, dapat mendorong kebutuhan layanan jasa perbankan dan Bank NTT masuk dalam penguatan potensi ekonomi. “Seperti pengelolaan sampah untuk dijadikan kerajinan oleh masyarakat Desa Koja Doi,” ulasnya.

Ke depan, terang Alex Riwu Kaho, Bank NTT mendorong pola pembayaran dengan sistem digital (menggunakan QRIS Bank NTT, red) akan memudahkan terjadi transaksi jual beli saat kunjungan wisatawan. “Seperti di Desa Koja Doi yang mulai menerapkan sistem pembayaran digital (transaksi elektronik atau cashless),” terangnya.

Bank NTT, tandas Alex Riwu Kaho, akan berupaya menerapkan konsep Desa Wisata di seluruh wilayah NTT dalam rangka menunjang pariwisata sebagai prime mover sebagai program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi. “Dalam skala kecil, di tempat tertentu di mana masyarakat mulai menyediakan tempat penginapan (homestay) yang dibiayai oleh Bank NTT termasuk di daratan Timor, Pulau Rote, dan Pulau Sabu,” pungkasnya.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)

Pelayanan Bank NTT Bebas Covid-19, Pegawai Wajib Taat Prokes

222 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT membuktikan komitmennya dalam memberikan jaminan keamanan untuk memproteksi setiap nasabah yang berkunjung ke kantor Bank NTT di mana saja, agar terbebas dari Corona Virus Disease (COVID-19). Komitmen ini dibuktikan dengan diterapkannya pelayanan berstandar protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait wabah COVID 19.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Corporate Secretary, Endry Wardono dalam sebuah pertemuan kecil yang berlangsung di kantor pusat Bank NTT, pada Jumat, 11 Desember 2020, saat menyikapi perkembangan kian mewabahnya COVID-19 di Kota Kupang dan pola sebaran virus yang terus bermutasi.

Bank NTT, tegas Endry, akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan perbankan di semua tingkatan, untuk memastikan bahwa pelayanan itu prima, dan bestandar protocol kesehatan. Tidak hanya di tingkat kantor pusat, melainkan di seluruh kantor cabang dan unit-unitnya, semua diwajibkan menerapkan pelayanan yang berstandar.

Untuk membuktikan keseriusan dalam penerapan layanan yang bebas COVID, maka Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho sudah menerbitkan maklumat yang ditujukan ke seluruh pimpinan cabang di seluruh NTT. Isi surat itu, antara lain, seluruh pimpinan wajib memberikan pelayanan perbankan yang paripurna dan aman dari COVID-19. Salah satu perlakuan yang diambil adalah, dengan memastikan seluruh staf Bank NTT memakai alat pelindung diri dan selalu mencuci tangan, memakai hand sanitiser, masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Bahkan staf pun diwajibkan memakai sarung tangan dan face shield, terutama di bagian front office dan teller. Setiap nasabah yang datang pun, dibukakan pintunya oleh Satpam.

“Saya pastikan bahwa manajemen Bank NTT sudah memberikan standar maksimum dalam pelayanan yang paripurna dan bebas COVID-19. Seluruh kantor cabang di NTT maupun Surabaya mendapat perlakuan yang sama. Seluruh kantor operasional kita wajib menerapkan protokol kesehatan yang safety sekali. Seperti yang ditetapkan oleh Kemenkes, yakni wajib jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Bagi kantor-kantor, minimal dua hari sekali wajib disemprot disinfektan. Semua kami jamin aman. Direksi sudah membuat instruksi bahwa seluruh kantor operasional wajib untuk menerapkan pelayanan yang berstandar protokol kesehatan,”urai Endry.

Tidak hanya itu, imbuh Endry, Bank NTT pun bersikap, bahwa semua kegiatan yang melibatkan banyak orang, ditunda untuk sementara waktu. Semua difokuskan di lingkungan kantor, itupun berskala kecil. Bahkan karyawan yang hendak berkantor pun dipindai suhu tubuhnya. Mereka ingin memastikan keamanan dalam berinteraksi dengan nasabah.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank NTT Cabang Utama, Boy Nunuhitu di kesempatan itu juga menegaskan hal yang sama. Bahwa khusus di Kantor Cabang Utama (KCU), sudah diterapkan protokol kesehatan. Langkah yang diambil dengan menyediakan tempat cuci tangan untuk setiap nasabah yang datang, bahkan ada sabun anti kuman, hand sanitiser, serta masker gratis bagi siapa saja yang memerlukan.

Tidak hanya itu, jelas Boy, petugas keamanan bank pun selalu siaga di pintu utama, dan membukakan pintu bagi setiap tamu yang masuk. Begitu pula jika keluar. Untuk menjaga jarak dan jangan ada kontak antar-sesama tamu, maka jumlah kursi di dalam ruangan pun dibatasi, sehingga ada jarak sosial sesuai aturan kesehatan. Ini tidak saja berlaku di KCU, melainkan di seluruh unit yang berada di bawah KCU.

“Pelayanan kita dari front office, teller, juga kita standarkan. Wajib mengenakan masker, face shield dan sarung tangan dan ini sudah berlangsung lama. Seminggu terakhir kita perketat lagi. Kami menyediakan suplemen bagi seluruh staf agar selalu dalam kondisi sehat. Bahkan kami melakukan rapid test, dan sejauh ini semua terkendali. Setiap sore, seluruh ruangan baik di KCU maupun di unit, disemprot disinfektan untuk memastikan bahwa ruangannya aman dari virus. Kami menjamin bahwa setiap nasabah yang datang jangan takut. Kami jamin keamanan dan kenyamanan. Semua harus aman dan bebas COVID,” tegas Boy.

Sikap tersebut diambil manajemen, terkait adanya tiga karyawan yang terpapar COVID-19. Sejauh ini, penanganannya berlangsung baik, dan kini sudah ditangani petugas kesehatan. Tak hanya karyawan, melainkan keluarga yang melakukan kontak erat dengan mereka pun di-swab, dan seluruh keperluannya menjadi tanggungan Bank NTT. Sementara satu karyawan yang sebelumnya diinformasikan terkena COVID-19, sudah sembuh dan sudah kembali beraktifitas seperti biasa. (*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Bangun Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi Kabupaten Sikka

586 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | “Kita merasa terpanggil menjadi bagian dari penggerak ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan sumber daya manusia dan sumber daya alam di Koja Doi dapat memberikan kami (bank NTT, red) kesempatan berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi yang berada di gugusan pulau Kabupaten Sikka pada Selasa sore, 8 Desember 2020.

Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi memajang dan menjual aneka kerajinan masyarakat yang dominan berasal dari Suku Buton tersebut, seperti tenun ikat, kerajinan Perahu Pinishi, dan meja kayu unik. “Lopo Dia bisa juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat saat wisatawan datang menikmati panorama wisata,” terang Alex Riwu Kaho.

Lopo Dia Bisa di Desa Wisata Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka

Selain Lopo Dia Bisa, urai Direktur Utama Bank NTT, di Desa Wisata Koja Doi yang berada di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka; juga tersedia 2 (dua) Agen Dia Bisa Bank NTT (Digital Agen) yakni Sansa Alifa dan Atika Cell untuk membantu masyarakat menikmati layanan perbankan seperti pembelian pulsa telepon, transfer uang. “Untuk transfer, masyarakat dapat melakukan pengiriman uang hanya dengan menyebutkan nomor rekening tujuan dan jumlah ùang yang hendak dikirim, jika berhasl terkirim bakal keluar struk, kemudian menyerahkan uang sejumlah yang ditransfer,” jelas Alex Riwu Kaho.

Saat ini, tandas Alex Riwu Kaho di hadapan Kepala Desa Koja Doi, Hanawi; jika mau bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), dan tagihan pajak kendaraan bermotor bisa melalui Lopo Dia Bisa.

Selain di Koja Doi, Lopo Dia Bisa di Kabupaten Sikka juga terdapat di Sekolah Tinggi Ledelero, Daerah Kewapante, dan Cafe Rindu Lokaria.

Usai meresmikan Lopo Dia Bisa, Direktur Utama Bank NTT juga membeli kerajinan masyarakat Koja Doi berupa tenun ikat, miniatur Kapal Pinishi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT. Kemudian meninjau Home Stay berbasis Warga Koja Doi yang memperoleh dukungan Bank NTT, melihat lebih dekat wisata Bukit Batu Purba, dan Jembatan Batu.

Saat peresmian Lopo Dia Bisa Bank NTT di Pulau Koja Doi, selain didampingi oleh Kadiv IT, Kadiv Kredit Mikro, dan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga; Alex Riwu Kaho juga memboyong para pengusaha muda antara lain Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto; Ketua REI NTT, Bobby Pitoby; dan Direktur Utama Garda Maritim, Yusak Benu yang sebelumnya telah bertemu Bupati Sikka, Robby Idong guna membicarakan kerja sama peningkatan ekonomi.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)