Arsip Tag: bank ntt

HUT Ke-58 Bank NTT, Manajemen Keliling Bantu APD & Helat Donor Darah

104 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Jumat, 17 Juli 2020, Bank NTT berulang tahun ke 58, beberapa kegiatan telah dilakukan jelang HUT Bank NTT di antaranya ada aksi sosial dengan memberikan CSR kepada pihak rumah sakit dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield, yang diharapkan dapat membantu para petugas medis untuk pelayanan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penyerahan CSR pertama pada Rabu, 24 Juni 2020, sebanyak 1.250 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RS.St.Carolus Borromeus Kupang oleh seluruh Direksi Bank NTT yang diterima langsung oleh direktur beserta pengurus.

Selanjutnya, CSR yang kedua berupa 1.500 Masker dan 25 face shield, diserahkan oleh Komisaris Independen Bank NTT didampingi Plt.Direktur Utama dan Direktur Umum kepada Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang beserta para Wakil Direktur, kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2020.

CSR berikutnya berupa 1.500 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RSUD S.K.Lerik Kota Kupang pada Minggu, 29 Juni 2020, diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didampingi Direktur RSUD S.K.Lerik Kota Kupang dan Kadis Kesehatan Kota Kupang. Penyerahan dilakukan oleh Plt.Direktur Utama Bank NTT,, Harry Alexander Riwu Kaho.

Aksi sosial HUT ke-58 Bank NTT selanjutnya yaitu Aksi Donor Darah yang akan diadakan pada Jumat, 3 Juli 2020 di Kantor PMI pada pukul 09.00—12.00 WITA, diharapkan kepada warga masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena setitik darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa banyak orang. Untuk para pendonor akan diberikan suvenir.

Aksi sosial lainnya dari Bank NTT yakni berpartisipasi dalam Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang merupakan program Pemerintahan Kota Kupang., dengan menyumbang 5 Pohon Trambesi, 5 Pohon Ketapang Kencana dan 5 Pohon Flamboyan atau sepe [bahasa Melayu Kupang].(*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Foto utama oleh PKP Kota Kupang
Editor (+rony banase)

Terobosan Edukasi Stop Narkoba oleh Bank NTT, Kerja Sama dengan BNNP NTT

82 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tak hanya mengejar target laba, Bank NTT turut mendukung program pemerintah untuk meminimalkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui ATM, Internet dan Mobile Banking Bank NTT.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/26/puncak-hani-2020-di-tengah-pandemi-diperingati-secara-virtual-se-indonesia/

Per hari Jumat, 26 Juni 2020, masyarakat yang mengakses layanan Internet dan Mobile Banking Bank NTT atau melakukan transaksi via ATM Bank NTT, bakal memperoleh informasi mengenai P4GN. Demikian penyampaian Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mewakili Bank NTT dan BNN Provinsi NTT yang diwakili oleh Brigjen Pol. Teguh Imam Wahyudi, S.H., M.M.

Turut mendampingi Plt. Direktur Utama Bank NTT, Umbu Landu Praing selaku Direktur Utama Bank NTT dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

Penandatanganan MoU dilaksanakan dalam sesi rapat virtual saat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada Jumat, 26 Juni 2020 yang mengusung tema “Hidup 100% di Era New Normal, Sadar, Sehat Produktif & Bahagia Tanpa Narkoba”

Di samping itu, urai Harry, Bank NTT mendukung upaya BNNP NTT untuk memberikan imbauan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di seluruh gerai dan layanan Bank NTT.

“Bank NTT juga turut mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Provinsi NTT dan Bank NTT tidak mengambil fee dari BNNP NTT,” ungkap Harry seraya menandaskan bahwa kerja sama ini sebagai komitmen Bank NTT untuk mendukung pembangunan Manusia NTT Bebas Narkotika.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama dan video oleh Humas Bank NTT

‘Kredit Macet Bank NTT’ Direksi PHK 4 Pegawai & Tagih Tunggakan 25,2 Miliar

900 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komisaris dan Direksi Bank NTT memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020 sesuai surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD NTT, dengan agenda pembahasan mengenai “Kredit Macet” yang terjadi di Bank NTT.

Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho didampingi Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi NTT, menguraikan bahwa terkait kredit bermasalah di Bank NTT telah disampaikan dan dilaporkan kepada para pemegang saham dalam RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 6 Mei 2020 yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Ada pun langkah penyelesaian yang ditempuh Bank NTT, urai Harry yakni dari upaya penagihan oleh Bank telah berhasil tertagih kurang lebih Rp.25.264.236.096,- (Dua puluh lima milliar dua ratus enam puluh empat juta dua ratus tiga puluh enam ribu sembilan puluh enam rupiah [dari total kredit macet sebesar Rp.300 Miliar lebih]) dan telah melaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTT untuk penyelesaian kredit bermasalah tersebut.

“Langkah penyelesaian yang kami tempuh berhasil menagih kredit macet mencapai Rp.25 miliar lebih,” urai Harry sembari berkata dengan tertagihnya kredit macet Rp.25 miliar lebih, maka kredit macet Bank NTT tersisa sebesar Rp.300 miliar lebih yang terus diupayakan untuk ditagih.

Plt. Direktur Utama dan Komisaris Utama Bank NTT saat RDP bersama DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020

Selain itu, imbuh Harry, pihaknya juga telah melaporkan ke Polres Kupang dan saat ini sudah berstatus Tersangka, melakukan gugatan sederhana, somasi, pelelangan agunan melalui Lembaga Lelang, dan upaya–upaya penyelesaian lainnya sesuai teknis Perbankan.

Sanksi lain yang diterapkan manajemen, beber Harry yaitu dengan memberlakukan tindakan tegas kepada para pejabat dan pegawai yang terbukti melanggar ketentuan internal maka sejak tanggal 7 Mei—9 Juni 2020 telah dilakukan pengenaan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 4 orang, Demosi dalam jabatan sebanyak 5 orang, Demosi Penurunan Pangkat sebanyak 9 orang, Hukuman Administratif kepegawaian lainnya sebanyak 5 orang dan potensi pemberian sanksi kepegawaian terhadap pegawai yang melanggar ketentuan dalam perkreditan yaitu sebanyak 14 orang [untuk beberapa cabang].

“Perlu disampaikan bahwa pemberian sanksi ini bukan merupakan tujuan tetapi merupakan komitmen Direksi agar terciptanya kegiatan usaha Bank sesuai tata kelola perusahaan yang baik di semua tingkatan organisasi dan tingkatan usaha Bank,” tegas mantan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT ini menimpali.

Bank NTT Berkomitmen Menurunkan NPL, Penerapan Manajemen Risiko, dan Menjaga CAR Tetap Terkontrol

Direksi Bank NTT, ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, berkomitmen penuh terhadap rekomendasi RUPS Luar Biasa telah dilakukan upaya-upaya nyata penurunan Non Profit Loan (NPL) dengan langkah-langkah penyelesaian NPL yang terukur sehingga adanya penurunan Rasio NPL dari April 2020 ke Mei 2020, dengan hasil mengalami Penurunan dan Ratio dari 4,34% menjadi 4,21%.

“Pada saat kredit direalisasikan, Bank wajib memitigasi risiko Inherent atau risiko yang melekat pada kredit tersebut yaitu yang dapat berdampak pada terjadinya kredit macet,” tegas Harry.

Suasana RDP Bank NTT dan DPRD Provinsi NTT terkait Kredit Macet di Bank NTT

Namun yang perlu diperhatikan untuk memitigasi risiko itu, urai Harry, yaitu kualitas penerapan manajemen risiko sebagai Risk Control System (RCS) yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama yaitu:

Pertama, Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dengan perlakuan pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi yaitu dalam bentuk jumlah rapat yang dilakukan secara intensif dan secara terus menerus setiap bulannya untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dan juga rapat yang dilakukan oleh Direksi, Kepala Divisi dan Pemimpin Cabang baik yang dilakukan secara langsung maupun daring.

“Dewan Komisaris sejak RUPS LB pada tanggal 25 Oktober 2019 telah aktif meminta pertanggungjawaban Direksi untuk penyelesaian kredit-kredit bermasalah tersebut,”ungkap Harry.

Kedua, Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit. Bahwa keputusan kredit dengan limit tertentu wajib dilakukan melalui kajian dan keputusan kredit komite yang mana dilibatkan pula Direktorat lain yaitu Kepatuhan maupun Manajemen Risiko dalam pengambilan keputusan kredit serta dilakukan Four Eyes Principles termasuk di dalamnya Revitalisasi SDM Bidang Kredit.

Ketiga, Kecukupan proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko. Bahwa rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank NTT masih terjaga dengan baik per akhir April yaitu sebesar 20,73%.

“Bank NTT dengan profil Risiko Composite 3 CAR minimal yang harus dibentuk yaitu 11% berarti masih terdapat 9.73% modal yang dapat meng-cover risiko yang ada,” tegas Harry membeberkan.

Dan keempat, tandas Harry, Sistem Pengendalian Intern yang menyeluruh dengan membangun sinergisitas yang menyeluruh antara pemberian kredit sebagai Risk Taking Unit dan fungsi Second Line of Defence dari Manajemen Risiko dan Kepatuhan serta Divisi Pengawasan dan SKAI sebagai Third Line of Defence.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Bank NTT Jadi Pengelola Kas Titipan BI Terbanyak di Seluruh Indonesia

375 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami bersyukur memiliki para pemegang saham yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk terus mengawal bank ini bisa menjadi hebat dan besar bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur ini. Kesanggupan dan perhatian dari pemegang saham sangat besar sehingga ada tiga sampai empat langkah yang sudah dilakukan,” ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat jumpa media Bank NTT bersama para awak media pada Kamis, 14 Mei 2020 di lantai 5 Bank NTT Pusat di Jalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Kas Titipan BI yang dikelola Bank NTT Cabang Atambua

Kami dipercaya oleh Bank Indonesia (BI), urai Alex (sapaan akrabnya, red), menjadi pengelola delapan kantor kas titipan bank yang terbanyak. Bank NTT terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas penunjukan dan kepercayaan bank NTT sebagai pengelola kas titipan bank Indonesia terbanyak di seluruh Indonesia yang berada di Atambua, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ruteng, Lewoleba, dan Labuan Bajo,” ucapnya.

Seperti yang dilakukan oleh Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kas titipan BI ini melayani penukaran uang dengan nominal kecil, fungsi utamanya untuk menyediakan kas Bank Indonesia yang dipindahkan ke pelayanan untuk masyarakat.

Demikian penyampaian Wakil Kepala Cabang (Wakacab) Bank NTT Lewoleba, Lorenso Andri Bere Mau kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 12.02 WITA—selesai.

Kas Titipan Bank NTT Lewoleba melayani pedagang

Menurut Andi Bere Mau (sapaan akrabnya, red) pelayanannya bukan hanya Bank NTT saja, tetapi semua bank peserta yang ada dalam daerah yang ada kas titipan. “Menjelang lebaran, kita operasinya ke pasar yang ada pedagang-pedagang kecil hingga ke toko-toko,” ucapnya.

Karena Covid-19, imbuh Andi, Pelayanan Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba tetap memakai standar protokol kesehatan. “Kas Titipan BI di Lewoleba ada satu yang melayani tiga bank termasuk penukaran uang kecil. Uang lusuh juga ditukar selama nomor serinya masih dapat dibaca, dan uang tersebut masih bisa dipakai,” tandas Wakacab Bank NTT Lewoleba.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto (*/ istimewa Bank NTT)

‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

349 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan keterangan pers pada awak media terkait hasil pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan RUPS tahunan pada Rabu,6 Mei 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT; Komisaris Utama (Komut) Bank NTT Juvenile Jodjana, menyampaikan RUPS berjalan dengan baik, hanya dari pemegang saham tentunya kecewa dengan pencapaian yang di bawah target.

Untuk itu, imbuh Juvenile, perlu dilakukan penyegaran. “Menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat. Sehingga diputuskan oleh pemegang saham khususnya Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk melakukan rolling, artinya memberi kesempatan kepada semua direksi untuk bekerja lebih solid dan lebih keras,” ujarnya.

Putusan pertama, beber Juvenile, untuk posisi Direktur Utama (Dirut) sementara dirangkap oleh Pak Alex (Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang akan merangkap sebagai Direktur Kredit. Direktur Kredit saat ini ditempati oleh Pak Abe (Absalom Sine, red) pindah sebagai Direktur Dana. Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) masih stay di posisi yang sama, karena untuk menjadi seorang dirut harus melalui proses uji kelayakan di OJK.

“Untuk itu, nanti Pak Frans Gana sebagai Ketua KRN akan memproses administrasi secepatnya, walaupun dalam kondisi Covid ini kita akan cari supaya cepat,” ungkapnya sembari menyampaikan jika Pak Alex bisa lolos fit and proper, tentunya dia akan dilantik sebagai dirut dan Pak Izhak (Izhak Eduard Rihi, red) akan kembali aktif, tetapi dengan posisi sebagai Direktur Kepatuhan.

Lebih lanjut Juveline menyampaikan, “Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) akan bergeser juga. Pak Hila direncanakan di posisi Direktur Umum dan Pak Umbu akan di Direktur Kredit. Kira-kira itu, yang sekarang dalam program kerja kita. Kita percaya bahwa keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik. Karena pemegang saham ingin menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat,” terangnya.

Dewan komisaris, ujar Juvenile, sekarang juga bisa memetakan kemampuan dari masing-masing direksi. “Kami menjamin bahwa semua direksi profesional. Semua direksi bekerja dengan luar biasa. Kita berharap dengan ini lebih solid lagi Bank NTT ke depannya, apalagi kita sekarang menghadapi era covid di mana banyak terjadi restrukturisasi kredit dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, tambah Juveline, Tentunya kami harus tetap bertumbuh. Tadi PSP juga menekankan hal-hal yang penting khususnya kepada Plt Dirut untuk segara memperbaiki NPL, karena NPL kita sudah mencapai angka 4. “Itu menjadi tugas Plt Dirut merangkap Direktur kredit untuk segera menyelesaikan NPL ini secara tidak segan-segan lagi. Tidak tanggung-tanggung lagi. Karena beliau fresh dari posisi Direktur dana yang dianggap sukses. Jadi kalau NPL itu bisa kita recover, tentunya laba kita di 2020 bisa lebih baik lagi,” kata Juvenile yakin.

Terkait penyumbang NPL 4 untuk Bank NTT, Juvenile mengakui bahwa dewan komisaris terus berusaha agar satu tahun terakhir ini bagaimana terus melakukan pengawasan dan mitigasi. Jadi, ada beberapa cabang yang memberi kontribusi NPL terbesar seperti cabang Surabaya.

“Kami sudah ambil tindakan, contohnya sekarang cabang Surabaya tidak boleh member kredit, hanya funding saja. Kantornya kami sudah minta dikecilkan. Itu salah satu yang dewan komisaris sangat serius untuk melakukan punishment. Bahkan, karyawan-karyawan disana ada yang sebagian besar berhenti dengan sendirinya, ada yang sudah dirumahkan, ada yang dirotasi dan sebagainya,” tegasnya.

“Bahkan tadi Pak PSB sudah minta, kalau dirasakan kurang tegas maka harus diberikan punishment lebih tegas lagi. NPL Surabaya itu kurang lebih 2 digit,” pungkas Komisaris Utama Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Izhak Rihi Non Aktif, RUPS Tunjuk Harry Riwu Kaho Jadi Plt. Dirut Bank NTT

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Tahun 2018—2019 kita sudah sepakati untuk laba bersihnya itu target 500 miliar, tetapi ternyata sampai kita lakukan RUPS kali ini capaiannya tidak sampai bahkan sangat kecil hanya 200 miliar sekian. Ini tentunya membuat harus dilakukan penyegaran-penyegaran. Oleh karena itu, RUPS memutuskan untuk melakukan penyegaran dan dan menonaktifkan Dirut (Izhak Eduard Rihi, red) yang bergeser ke posisi Direktur Kepatuhan,” ujar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/01/07/dilantik-jadi-dirum-bank-ntt-yohanis-praing-yakin-gapai-laba-500-miliar/

Pernyataan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut disampaikannya dalam sesi konferensi pers usai dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2019 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 6 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, dan Jajaran Komisaris serta Direksi Bank NTT.

Lebih lanjut, Gubernur VBL menyampaikan untuk melakukan penyegaran-penyegaran karena diperlukan kerja yang lebih ekstrem dan profesional agar lebih siap saat masuk tahun ini, sebab, menurutnya, tahun 2020 ini merupakan tahun yang sangat sulit, karena tahun kemarin (2019, red) yang standar saja sudah berat.

“Kalau tidak disiapkan dengan baik, maka kita tidak akan membawa Bank NTT menjadi lebih hebat. Apalagi aturan dari OJK 2024 nanti modal yang harus disetor itu 3 triliun dan kita kekurangan 1,2 triliun, itu perlu ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dengan luar biasa,” terangnya.

Oleh karena itu, imbuh Gubernur VBL, kita mendorong seluruh direksi agar penyegaran yang dilakukan dapat bekerja lebih profesional dan lebih bersemangat.

“Karena saat ini Non Performing Loan (NPL) kategori 4, itu tanda berbahaya dan kita berusaha agar langkah-langkah yang dilakukan mampu menekan agar NPL-nya bisa turun dan tidak menggerus keuntungan di tahun-tahun mendatang,” tandas Gubernur VBL.

Ada pun Formasi Direksi Bank NTT adalah Dirut (non aktif) : Izhak Eduard Rihi menjabat Direktur Kepatuhan; Direktur Kredit merangkap Plt. Direktur Utama Bank NTT : Harry Alexander Riwu Kaho (sebelumnya menjabat Direktur Dana), Absalom Sine sebelumnya Direktur Kredit, jabatan saat ini Direktur Dana, sedangkan Direktur Umum tetap dipegang Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu. (*)

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

214 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis dan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/03/27/donasi-covid-19-bank-ntt-275-juta-untuk-pencegahan-penyebaran-covid-19/

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh Manajemen Bank NTT, maka dana yang sebelumnya akan diserahkan dalam bentuk barang penunjang bagi tenaga medis menghadapi Pandemi Covid-19, selanjutnya tetap diserahkan dalam bentuk uang tunai dan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yakni Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta beberapa Karyawan Bank NTT Divisi Humas. Sementara dari Pemprov NTT, mewakili Wagub Josef Nae Soi yakni Sekda Provinsi NTT, Ir Benediktus Polo Maing; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tampak dalam layar ponsel, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi (kiri) sedang berbincang dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan)

Prosesi penyerahan Dana Donasi Covid-19 Bank NTT dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT pada Kamis, 23 April 2020 pukul 13.35 WITA—selesai.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Wagub Josef Nae Soi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab Bank NTT untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba kumpulkan melalui pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” ujarnya.

Izhak Eduard Rihi menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ungkap Direktur Utama Bank NTT.

Tampak dari ujung kiri ke kanan, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak Bank NTT yang memiliki respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh, bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub Josef.

Selain Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi juga menyorot wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menempati urutan kedua angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” tandas Wagub Josef sembari menyampaikan menerima dengan sukacita Hibah Dana Covid-19 Donasi Bank dan berharap agar semua masalah dapat terselesaikan.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)

Uang Tunai Sumber Covid-19, Ayo Ganti Pakai QRIS Bank NTT

420 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Uang tunai diindikasi sebagai salah satu sarana penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19), karena uang tunai dipegang oleh banyak orang yang selalu berpindah pindah dari satu orang ke orang lainnya. Mencermati kondisi tersebut, maka Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara (Bank NTT) mengajak dan mengimbau untuk bertransaksi menggunakan QRIS.

QRIS (Quick Response Indonesia Standard) adalah Metode transaksi pembayaran dengan menggunakan Scan kode QR yang sudah distandardisasi oleh Bank Indonesia sehingga seluruh pengguna aplikasi yang menyediakan pembayaran QR dapat bertransaksi di seluruh merchant yang menerima pembayaran QR berbasis QRIS.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada media ini pada Rabu, 15 April 2020, menyampaikan dengan memilih menggunakan transaksi non tunai maka selain mendukung imbauan pemerintah dan berbagai lembaga, juga selaras dengan upaya Bank Indonesia dan perbankan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran/penularan wabah covid-19.

“Pilihan menggunakan transaksi non tunai untuk mencegah penularan/ penyebaran Covid-19 melalui uang yang beredar, karena kita tak pernah mampu mengendalikan peredaran uang dari tangan ke tangan yang memenuhi standar kesehatan,” terang Harry.

Selain itu, ujar Harry, pilihan memanfaatkan transaksi non tunai juga mendidik kita untuk bijak menentukan skala prioritas yang akan kita beli atau bijak memanfaatkan uang sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Juga, imbuhnya, termasuk pilihan menggunakan transaksi non tunai sangat membantu pemerintah melakukan efisiensi biaya pencetakan uang layak edar, pilihan menggunakan transaksi non tunai lebih aman, valid dan sehat untuk nasabah.

“Ayo segera bergabung di Bank NTT, buka rekening tabungan anda dan aktifkan Mobile Banking Bank NTT dan nikmati fasilitasnya, tinggal scan barcode-nya, otomatis terbayar,”pinta Harry sembari menyampaikan hingga saat ini pengguna Mobile Banking Bank NTT mencapai 37 ribu nasabah.

Mudahkan?, bebernya, Ayo segera ke Bank NTT terdekat, juga kita tak repot pegang uang tunai.

“Sementara ini, aplikasi Mobile Banking Bank NTT hanya tersedia di Playstore, sedangkan di Appstore menunggu persetujuan (approve) dari pihak IOS,” pungkas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)