Arsip Kategori: Ekonomi dan Bisnis

DIPA Provinsi NTT Tahun 2020 Total Pagu Rp.12,9 Triliun

114 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 19 November 2019 pukul 13.00 WITA—Selesai, dilaksanakan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2020.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lydia Kurniawati Christyana dalam laporan/ komposisi DIPA kementerian/lembaga dan TKDD NTT Tahun 2020 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan penyerahan dokumen terkait yang diserahkan oleh Presiden Jokowi pada 14 November 2019 di Istana Negara.

“Penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran lingkup kerja Provinsi NTT satu bulan lebih awal karena penyerahan tahun lalu (2018) diserahkan pada bulan Desember. Diharapkan dengan penyerahan otorisasi lebih awal maka proses pelaksanaan kegiatan tahun 2020 dapat dilaksanakan lebih awal,” jelas Lydia Kurniawati di hadapan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakil Ketua DPRD NTT, Danrem 161/WS, Danlanud, Danlantamal, Kapolda, dan Wali Kota/Bupati Se-NTT.

“Hari ini akan diserahkan sebanyak 612 DIPA satuan kerja vertikal dengan total pagu sebesar Rp.12,9 Triliun dan akan diserahkan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp.25,3 Triliun,” beber Kakanwil Perbendaharaan Provinsi NTT.

Penyerahan secara simbolis DIPA NTT Tahun 2020 oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat kepada Santer di lingkup Provinsi NTT

Adapun rincian Alokasi TKDD tahun 2020 dengan rincian :

  • Dana Alokasi Umum (DAU) Rp.14,44 Triliun.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp.3,53 Trilliun.
  • DAK Non Fisik Rp.3,69 Triliun.
  • Dana Desa Rp.3,09 Triliun.
  •  DID Rp.234,3 Miliar.
  •  Dana Bagi Hasil Pajak Rp.239,1 Miliar.
  •  Dana Bagi Hasil SDA Rp.18,7 Miliar.

Sementara itu, 10 (sepuluh) alokasi dana terbesar untuk pembangunan infrastuktur yakni:

  1. SNVT Pembangunan Bendungan BWS Nusa Tenggara II sebesar Rp.1,4 Triliun.
  2. Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi NTT sebesar Rp.648,41 Miliar.
  3. Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi NTT sebesar Rp.623,83 Miliar.
  4. Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT sebesar Rp.537,73 Miliar.
  5. Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTT sebesar Rp.531,91 Miliar.
  6.  Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT sebesar Rp.390,42 Miliar.
  7.  Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT sebesar Rp.258,78 Miliar.
  8.  Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo sebesar Rp.214,23 Miliar.
  9. Unit Penyelenggara Pelabuhan Labuan Bajo sebesar Rp.204,21 Miliar.
  10.  SNVT Penyedia Perumahan Provinsi NTT sebesar Rp.203,82 Miliar.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kepada Satker Pengguna KKP Teraktif, Desa dengan Tax Collection Ratio Tertinggi dan Komitmen Peningkatan Kualitas LKPD melalui FGD dengan rincian sebagai berikut:

Satker Pengguna KKP Teraktif :

  • Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) NTT.
  • Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SPSDKP) Kupang.
  •  TVRI Stasiun NTT

Desa dengan Tax Collection Ratio Tertinggi :

  • Desa Oenunu Utara Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
  • Desa Ternate Selatan Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor.
  • Desa Buidokfoho Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka.

Komitmen Peningkatan Kualitas LKPD melalui FGD :

  • Pemkot Kupang
  • Pemda Rote Ndao
  • Pemda Alor
  • Pemda Ende
  • Pemda Sabu Raijua

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur Viktor Laiskodat Beber Kekayaan Sumber Daya Nusa Tenggara Timur

99 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di ruang kerjanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis 14 November 2019, melakukan tatap muka dengan 6 (enam) orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sedang melakukan kunjungan kerja ke NTT.

Pada kesempatan ini, Gubernur Viktor membeberkan beberapa potensi kekayaan alam di NTT yang saat ini sedang dikerjakan agar mampu bersaing di level internasional.

“NTT ini sangat kaya, baik potensi alamnya maupun budayanya, hanya saja sekian lama belum dikerjakan dan dikelola dengan baik. NTT memiliki pohon ajaib yakni Marungga, NTT juga memiliki tanaman kopi terbaik, kami juga memiliki pohon enau dan gewang yang dapat diolah menjadi minuman beralkohol, bahkan saat ini kami sedang mengerjakan garam dengan standar premium untuk kebutuhan nasional,” kata Gubernur.

“Dan sekarang ini saya boleh katakan NTT sudah mulai dilirik oleh dunia internasional. Baru-baru ini kami membawa produk coklat marungga asal Sumba untuk ditampilkan pada festival coklat dunia yang berlangsung di Kota Paris. Hasilnya sungguh luar biasa, banyak produsen coklat di Eropa yang memesan untuk dijual di negaranya. Ini suatu kebanggaan luar biasa bagi Nusa Tenggara Timur tentunya. Sama halnya juga dengan produk Sopia (minuman alkohol asli NTT). Ketika NTT ikut ambil bagian dalam festival budaya yang berlangsung di London, banyak pengunjung yang tertarik dengan minuman ini, karena memiliki cita rasa yang sangat berbeda dengan minuman beralkohol dari negara lain. Bahkan ada pengunjung yang mencoba lebih dari satu kali. Hal ini membuktikan bahwa produk asli NTT tidak kalah dengan negara lain,” ungkap Viktor Laiskodat.

Pertemuan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan 6 (enam) anggota DPD

Mantan anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem ini juga kembali mengangkat soal kopi asli NTT yang saat ini sudah banyak dikenal di dunia internasional.

“Saat ini kopi NTT asal kabupaten Manggarai menjadi kopi terbaik di dunia. Sebagai Gubernur saya yakin kopi dari daerah lain di NTT juga akan mengikuti jejak kopi Manggarai, asalkan dilakukan penelitian yang baik maka semuanya akan terwujud,” sambung VBL.

Selain potensi Sumber Daya Alam, Nusa Tenggara Timur juga memiliki potensi pariwisata yang sangat hebat. Salah satunya adalah Pulau Komodo.

“Komodo itu satu-satunya di dunia, jadi kita harus tampilkan yang terbaik. Ke depan, tidak semua orang bisa datang ke sana. Sebagai Gubernur saya pastikan bahwa Pulau Komodo akan menjadi tujuan wisata prioritas bagi para wisatawan ke depannya,” ungkap Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Ir. H. Djafar Alkatiri, selaku ketua rombongan mengatakan bahwa NTT di bawah kepemimpinan bapak Viktor Bungtilu Laiskodat semakin menunjukkan kemajuan yang luar biasa.

“NTT sangat dikenal saat ini, berkat kebijakan-kebijakan yang diambil oleh bapak Viktor. Memang untuk memajukan sebuah daerah membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai karakter kuat, berani dan bekerja dengan hati, dan tiga hal ini dimiliki oleh bapak Viktor,” tandas Djafar. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Coklat Gaura, Sopia & Teh Kelor Dikenalkan di World Travel Market London

124 Views

London, Garda Indonesia | Pameran pariwisata terbesar di dunia ini berlangsung di London, Inggris pada 4—6 November 2019 di lokasi pameran raksasa Excel London di Royal Victoria Docks, United Kingdom. Sejarah baru diukir oleh Nusa Tenggara Timur yaitu dapat mengikuti pameran (exhibition) tersebut dengan memiliki sendiri stan seluas 400 meter persegi atau 100 m lebih besar dari stan Indonesia.

Bersebelahan dengan stan NTT yang ditulis dengan nama Exotic East Nusa Tenggara (EENT) adalah beberapa negara Asia seperti Korea Filipina Taiwan Malaysia sehingga pengunjung yang tidak tahu, mereka bertanya-tanya Apakah Nusa Tenggara itu adalah suatu negara baru sehingga memiliki stan di tengah-tengah dari beberapa negara-negara besar ?

Tetapi kami menjelaskan bahwa Exotic East Nusa Tenggara adalah bagian dari negara Indonesia. Begitu banyak pengunjung bertanya-tanya di bagian manakah posisi letak dari Nusa Tenggara karena kebanyakan dari pengunjung lebih mengenal Bali dari pada Indonesia,” terang Jonathan Hani, Project Leader EENT.

Tetapi kali ini mereka baru tahu bahwa ada Surga Tersembunyi di Selatan Indonesia yaitu Exotic East Nusa Tenggara.

Foto bersama Tim Exotic East Nusa Tenggara (EENT) dan Putri Pariwisata Indonesia 2019 asal NTT, Clarita Mawarni Salem

Tetapi ada juga yang lebih menarik bahwa stan NTT banyak dikunjungi oleh orang-orang dari seluruh dunia dan mereka disuguhkan coklat dari Sumba bermerek GAURA yang sedang Viral dan baru saja di launching di PARIS.

Mereka juga mencicipi minuman beralkohol Sopia, bahkan Teh Kelor dari Timor Moringa produksi dari entrepreneur muda Meybi Agnesya

Banyak juga yang kaget bahwa NTT juga memiliki coklat berkelas dunia yaitu Gaura Dark Chocolate 60% dan 80 % serta coklat yang unik berwarna hijau yaitu coklat kelor yang habis menjadi rebutan para pengunjung di sana

Demikian cerita seru dan sukses dalam 3 (tiga) hari berturut-turut dan NTT dipenuhi oleh banyak pengunjung dan banyak Kesepakatan bisnis pariwisata mencapai puluhan miliar. Di stan NTT terdapat sekitar 20 pojok dari hotel-hotel di NTT dan Tour and Travel yang mempromosikan NTT. Ini adalah sukses besar NTT diperkenalkan di kancah internasional.(*)

Sumber (*/Bobby Lianto)
Editor (+rony banase)

Coklat Gaura asal NTT Diluncurkan di Pameran Salon du Chocolat Paris

223 Views

Paris, Garda Indonesia | Produk coklat asal Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diproduksi oleh PT Timor Mitra Niaga diluncurkan di Pameran Coklat Terbesar di dunia.

Pameran Coklat Terbesar di Dunia, Salon du chocolat 2019 yang akan berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles – Perancis sejak tanggal 30 Oktober—3 November 2019 yang memamerkan hasil olahan coklat terbaik di dunia.

Salon du chocolat merupakan pameran coklat paling bergengsi di dunia yang selalu dilaksanakan hanya di beberapa kota besar seperti Paris, Tokyo, New York dan Moskow ,dan yang terbesar dari semuanya adalah di Paris dan dihadiri lebih dari 500 produsen coklat dari seluruh dunia akan memamerkan produk coklatnya.

PT. Timor Mitra Niaga (PT.TMN) merupakan perusahaan Perkebunan Besar Swasta Nasional yang bergerak dalam bidang di Bidang Kakao yang lebih dari 25 tahun menggeluti perkebunan di bidang kakao telah memproduksi biji kakao fermentasi dengan kualitas terbaik yang telah di ekspor sampai ke Eropa dan pada 2015 biji kakao asal sumba ini mendapat penghargaan International Cocoa of Excellence 2015 sebagai salah satu Biji Kakao Terbaik Dunia.

Foto bersama Direktur Pemasaran PT. TMN, Bobby Lianto dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat

Dalam Pameran Salon Du Chocolat kali ini, PT.TMN memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Paris yang dihadiri oleh Bobby Lianto, M.M., MBA. selaku Direktur Pemasaran dan Leimena Djiauw sebagai Direktur Operasional. Turut hadir Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Direktur Pemasaran PT. TMN, Bobby Lianto kepada media ini menyampaikan rasa syukur dapat meluncurkan produk coklat hasil olahan pertama bermerk GAURA dan diluncurkan di Paris.

“Ini pertama kalinya PT. TMN memproduksi coklat dan diberi merek Gaura sesuai dengan nama lokasi perkebunan tersebut dan melalui Coklat Gaura ini kami akan mempromosikan Pulau Sumba dan NTT di kancah Internasional,” kata Bobby.

“Kami mohon dukungan dan doa restu atas peluncuran tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ibu Julie Laiskodat yang telah sangat mendukung kami dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Bupati dan wakil bupati serta jajarannya,” tandas Bobby.

Dalam peluncuran kali ini, PT.TMN mengenalkan dan meluncurkan 3 (tiga) produk yakni Dark Chocolate 60 %, Dark Chocolate 80 % dan Moringa Chocolate.(*)

Sumber berita (*/Bobby Lianto—PT.TMN)
Editor (+rony banase)

Kepala BPS NTT Darwis Sitorus Bakal Sajikan Data Terbaik

75 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Darwis Sitorus yang menggantikan Maritje Pattiwaellapia, S.E., M.Si. yang mana berpindah tugas ke Papua; menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyajikan data terbaik.

Pernyataan Kepala BPS NTT asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut disampaikannya saat jumpa pers bersama awak media pada Jumat, 1 November 2019 di Aula Teleconference BPS NTT.

“Saya sangat bersyukur bisa bekerja di Nusa Tenggara Timur yang sangat menarik. Sebagai pengelola data, kami bakal berupaya untuk menyajikan data terbaik,” ujar Darwis Sitorus menjawab pertanyaan media ini tentang asal domisilinya.

Selain itu, kata Darwis Sitorus, pihaknya juga bakal menyajikan data terbaik bagi Gubernur NTT beserta jajarannya.

Kepala Badan Pusat Statistik NTT, Darwis Sitorus

Darwis Sitorus juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Sensus Penduduk Nasional 2020.

Mengenai data pariwisata NTT tentang Tingkat Penghunian Kamar, Jumlah Tamu Menginap dan rata-rata lama tamu menginap dan jumlah penumpang angkutan udara bulan September 2019; secara gamblang Darwis Sitorus menjelaskan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan September 2019 sebesar 52,26 persen, turun 6,46 poin dibanding TPK Agustus2019 yang sebesar 58,72 persen.

“Jumlah tamu menginap pada hotel bintang bulan September2019 sejumlah 38.769 orang dengan rincian 34.372 orang tamu nusantara dan 4.397 orang tamu mancanegara,” paparnya.

Tambahnya, “Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan September 2019 selama 1,61 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,50 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 2,44 hari.”

Sementara itu, beber Sitorus, Jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan September 2019 berjumlah 171.652 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 165.297 orang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Menko Perekonomian Airlangga Bicara Ekonomi Indonesia

55 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ada 3 (tiga) hal yang menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu pasar domestik, investasi, dan kebijakan fiskal. Selain itu, Pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat dan mengembangkan lapangan pekerjaan baru.

“Kemudian juga ada program-program yang diharapkan bisa memberikan debottlenecking terhadap perekonomian nasional. Mulai dari logistik, perizinan, sampai tahap operasionalisasi pada iklim berusaha di Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Rabu, 30 Oktober 2019.

Defisit neraca perdagangan juga menjadi perhatian Pemerintah. Menurutnya, salah satu penyebab terbesar dari defisit tersebut adalah ketergantungan terhadap impor sektor migas.

“Pemerintah akan mendorong pengurangan impor migas dengan merevitalisasi PT Tuban Petrochemical Industries (PT TPI). Kedua, dengan program biodiesel yang saat ini B20, tentu kita bisa tingkatkan menjadi B30 atau bahkan B100 pada waktunya nanti,” sambungnya.

Selain terus mendorong pembangunan infrastruktur fisik, Pemerintah juga akan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi dan pendekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Ini ada 3 layer. Pertama, dalam bentuk pelatihan keterampilan jangka pendek melalui balai-balai. Kedua, revitalisasi SMK dan link and match dengan DUDI. Ketiga, melalui politeknik,” terang Airlangga.

Program-program tersebut, lanjutnya, sudah difasilitasi dengan super deduction tax yang dirancang untuk mendorong dunia korporasi agar ikut serta dalam upaya peningkatan SDM.

Menko Airlangga pun menggarisbawahi persoalan perizinan. Setelah sebelumnya Pemerintah membuat sistem Online Single Submission (OSS) untuk memudahkan izin usaha, saat ini Pemerintah tengah menyiapkan omnibus law.

“Jadi ekosistem perizinan akan lebih disederhanakan lagi sehingga akan memudahkan para investor untuk berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.

Sementara mengenai perang dagang dan situasi ekonomi global, Menko Airlangga mengatakan kita perlu melihatnya sebagai sebuah peluang.

“Ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia karena tentunya dari segi perdagangan pembeli akan melihat dari sumber-sumber lain seperti Indonesia. Terlebih kalau kita bicara komoditas seperti tekstil, clothing garment, elektronik, otomotif, furniture, jewelry dan lain-lain itu komoditas-komoditas yang bisa kita kembangkan, bisa kita genjot untuk ekspornya dinaikkan,” tegas Airlangga.

Apalagi sebetulnya Indonesia tidak terkena dampak langsung dari perang dagang tersebut. “Perang dagang China-Amerika itu dampaknya tidak terlalu langsung terhadap Indonesia. Dampak ke kita itu sifatnya secondary, yaitu lebih ke bagaimana investor itu berhati-hati dengan situasi ekonomi yang penuh tantangan termasuk perang dagang ini,” katanya.

Sebagai negara besar, Indonesia mempunyai tantangan tersendiri untuk pembangunan berkelanjutan. “Tentu kemudahan itu akan kita sediakan, tapi kita juga tidak akan menghilangkan faktor kehati-hatian dan keberlanjutan dari pembangunan di Indonesia,” jelas Airlangga.

Salah satu kemudahan itu terkait dengan relokasi. Relokasi perlu dimudahkan untuk barang modal dan nantinya juga bahan baku untuk produk-produk manufaktur. “Ini diharapkan bisa mengisi rantai pasokan industri di dalam negeri maupun menjadi rantai pasokan dari global supply chain”, pungkas Menko Airlangga. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Keuangan Bank NTT Alami Pertumbuhan Sebesar Rp.4,88 Triliun

121 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja keuangan Bank NTT berhasil menunjukkan tren positif per 23 Oktober 2019. Total aset Bank NTT mengalami peningkatan sebesar Rp.4,88 Triliun menjadi Rp.16,09 Triliun dibandingkan total aset pada tahun buku 2018 sebesar Rp.11,21 Triliun atau mengalami peningkatan 16,09 %.

Sesuai rilis yang diperoleh dari Humas Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, pada Jumat, 25 Oktober 2019, Kredit yang disalurkan per 23 Oktober 2019 meningkat Rp.1,56 Triliun menjadi Rp.10,32 Triliun dibandingkan total kredit di tahun buku 2018 sebesar Rp.8,76 Triliun atau mengalami kenaikan 10,32 %.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan sebesar 11,98 % atau meningkat Rp.4,38 Triliun menjadi Rp.11,98 Triliun dibandingkan total aset tahun buku 2018 sebesar Rp.7,01 Triliun, dengan komposisi: Giro cenderung naik dari angka Rp.1,69 Triliun menjadi Rp. 3,41 Triliun atau meningkat sebesar Rp. 1,72 Triliun.

Untuk tabungan pada tahun sebelumnya sebesar Rp.3,59 Triliun, per 23 Oktober 2019 baru mencapai angka Rp.3,11 Triliun. Dan deposito meningkat sebesar Rp.3,13 Triliun menjadi Rp.5,45 Triliun dari aset tahun sebelumnya sebesar Rp.2,32 Triliun atau meningkat 5,45 %.

Selain mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan, Bank NTT juga mencatatkan peningkatan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp.4,164 miliar atau naik 4,16% dari penyaluran CSR tahun buku 2018 sebesar Rp.3,689 Miliar. (*)

Sumber berita (*/Joe Tkikhau–Humas Bank NTT)
Editor & Foto (+rony banase)

Budidaya Cacing LR, Upaya Pemkot Kupang Dongkrak Ekonomi Pemulung

120 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, melalui Tim Penggerak (TP) PKK, melakukan panen perdana cacing Lumbricus Rubellus (LR), yang dibudidayakan oleh masyarakat di kampung pemulung ‘Aku Ada’, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Ketua Pokja 3, PKK Kota Kupang, Henny Lukas menyampaikan bahwa program tersebut merupakan program utama dari TP. PKK Kota Kupang yang dilaksanakan tahun ini (2019), yang bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya pemulung di Kota Kupang.

“Ini merupakan program prioritas dari TP. PKK Kota Kupang, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pemulung di Kota Kupang. Pembagian bibit (cacing LR) sudah dari Agustus 2019. Saat ini sudah memasuki bulan ke-tiga,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan bahwa target dari PKK untuk pembudidayaan cacing LR bisa dilakukan oleh seluruh pemulung yang ada di Kota Kupang. Untuk tahun 2019 baru satu lokasi saja yang digapai, yang terdiri dari 4 kelompok pembudidayaan cacing LR.

“Tahun depan kita usahakan lagi di 2 atau 3 tempat lagi. Kita harapkan 5 tahun ke depan, semua area di Kota Kupang yang ada pemulungnya bisa membudidayakan cacing,” harapnya.

Para pemulung yang saat ini membudidayakan cacing LR, akan dilatih juga bagaimana cara mengeringkan cacing LR, sehingga yang dijual bukan lagi cacing mentah tapi cacing kering. Terkait manfaat dari cacing LR sendiri, Henny menjelaskan bahwa cacing tersebut digunakan sebagai bahan kosmetik dan juga dimanfaatkan sebagai obat tifus.

Henny menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan untuk kedepannya dapat memproduksi obat tifus di Kota Kupang, untuk bisa dipasarkan secara langsung. Namun yang menjadi kendala terkait dana dalam pelaksanaan kegiatan. “Ibu Ketua TP. PKK sudah meminta untuk melakukan penjajakan ke tokoh-tokoh yang berkompeten baik dibidang kosmetik maupun obat-obatan, yang akan diminta untuk menjadi narasumber”, ujarnya.

Henny berharap pemerintah dan para anggota DPRD dapat melihat dengan baik setiap program yang langsung menyentuh masyarakat. “Kalau kita dipercaya oleh pemerintah dan DPRD untuk meneruskan ini (produksi kosmetik dan obat) dalam jumlah yang besar, kami akan lanjutkan,” pungkas Henny.

Foto bersama Ketua Pokja 3, PKK Kota Kupang, Henny Lukas dan Ketua Forum Peduli Masyarakat Pemulung Kota Kupang, Yulius Tenis, S.H.

Hadir pada kegiatan panen perdana tersebut perwakilan dari PT. Dewi Agro Indonesia, Reno Missa, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membeli cacing hasil budidaya dengan harga cacing mentah per kilo Rp. 50.000-, dan cacing kering dibeli dengan harga Rp. 500.000-, per kilo.

Reno menjelaskan bahwa budidaya cacing LR sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah organik berupa makanan-makanan sisa, maupun sayur-sayuran sisa. “Kalau sampah anorganik bisa didaur ulang, maka sampah organik berupa sisa-sisa makanan dan sayur-sayuran bisa dimanfaatkan untuk budidaya cacing, untuk menambah pendapatan perekonomian masyarakat,” jelas Reno.

Dirinya membeberkan beberapa keuntungan lain dari budidaya cacing LR, di mana para pembudidaya akan menjadi peternakan cacing LR. Selain itu, proses panen tersebut akan dilakukan pada bulan kedelapan pemeliharaan. “Kalau sudah 8 bulan, cacing tidak bertelur lagi jadi harus dipanen sudah”, ujarnya.

Sementara itu, setiap dua bulan selama proses pemeliharaan harus dilakukan pemindahan untuk cacing LR yang sudah berumur 2 bulan ke tempat baru. Lalu dua bulan lagi dilakukan pemindahan lagi, sehingga pemeliharaannya akan berkelanjutan.

“Setiap 2 bulan itu dipindahkan ke tempat baru (untuk cacing LR yang sudah berusia 2 bulan). Jadi kalau budidaya 1 keranjang, maka bulan kedua akan bertambah 1 keranjang lagi, pada bulan keempat akan bertambah 2 keranjang, bulan ke-enam bertambah 4 keranjang dan pada bulan kedelapan akan bertambah 8 keranjang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Masyarakat Pemulung Kota Kupang, Yulius Tenis, S.H. berharap kedepan para pemulung bisa mendapatkan perhatian yang lebih agar mereka bisa diberikan tempat tinggal yang layak, karena saat ini para pemulung tinggal di lahan pemerintah yang merupakan lokasi terbuka hijau.

Dirinya juga sangat mengapresiasi program terobosan yang dilakukan oleh TP. PKK Kota Kupang. Menurutnya, melalui program terobosan tersebut masyarakat pemulung bisa merasakan bantuan secara langsung. Dan apabila dikelola dengan baik, maka budidaya cacing LR akan mendatangkan pemasukan yang besar bagi pemerintah Kota Kupang.

“Kalau kelompok ‘Aku Ada’ saja bisa berhasil dan disebarkan ke kecamatan lain, maka dalam satu kali panen Pemkot bisa mendapatkan pemasukan yang besar dan masyarakat bisa langsung merasakan bantuan tersebut”, ujar Yulius.

Yulius juga berharap ke depan bisa dibuka sebuah Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan yang dapat memberikan pendidikan khusus tentang bagaimana membudidayakan cacing LR dan setiap pemulung yang mengikuti program tersebut bisa mendapatkan sertifikat sehingga bisa digunakan sebagai fasilitator pembudidayaan cacing LR. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)