Arsip Tag: wali kota kupang

‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

74 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19).

Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe juga turut menjalani Rapid Test Covid-19. Tampak Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, M.Kes. hadir mendampingi Wali Kota Kupang dan ibu selama menjalani pemeriksaan oleh dokter ahli yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan rapid test atau tes cepat Covid-19 ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kota Kupang. “Kami laksanakan pertama kali untuk Bapak Wali Kota Kupang serta ibu usai menerima alat rapid test dari Pemerintah Provinsi NTT. Dan karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu pernah ke luar daerah,” ujar Kadis Kesehatan.

Wali Kota Kupang kurang lebih 13 hari yang lalu pada 15 Maret 2020, imbuh drg. Retno, hadir dalam Kongres yang dilaksanakan Partai Demokrat di Jakarta dan menurut informasi salah satu pesertanya telah dinyatakan positif Corona. Selain itu Jakarta kini telah masuk kategori zona merah Covid-19.

“Alhamdulillah hasil tes Bapak Wali tadi negatif, tes ini merupakan bagian upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia sekaligus tanggung jawab kami untuk melayani kesehatan kepala daerah,” jelas drg. Retno.

Dirinya pun menjelaskan cara kerja alat rapid test yakni untuk melihat adanya antibodi dalam sampel darah. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG, dan IgM, “Kalau ada garis di C saja berarti negatif, kalau ada garis di C dan IgG atau IgM artinya positif. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada virus. Virus corona baru bisa dilihat dalam waktu 7—10 hari setelah terjangkit,” jelas Mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini kepada awak media.

Lanjutnya, “Jika baru terjangkit masih sulit dideteksi. Bapak Wali sendiri sudah 13 hari berada di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Jadi kalau saat itu baru pulang langsung dites virusnya masih sulit dideteksi. Lagi pula alatnya juga baru datang dan Bapak Wali sudah 13 hari semenjak pulang dari Jakarta. Kita bersyukur hasil tesnya negatif,” ungkap Kadis.

Menurutnya, ke depan rapid test akan dilakukan untuk umum, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penularan Covid-19, terlebih khusus untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), “Alat yang tersedia baru satu unit dan masih sulit mendapatkannya. Tapi kami sedang berupaya menambah alat rapid test ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang tersebut mengatakan tes yang dilakukan ini bukan untuk partai tertentu atau orang-orang tertentu. Menurutnya, siapa pun bisa melakukan tes menggunakan rapid test. Namun saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang mengutamakan mereka yang masuk kategori ODP. (*)

Sumber berita dan foto (*/SPK—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Racik ‘Hand Sanitizer’ & ‘Desinfectant Spray’

227 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam upaya mencegah wabah Corona Virus Desease (Covid-19), Pemerintah Kota Kupang menggandeng Apotek Kimia Farma untuk melakukan inovasi dalam meracik Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray. Hal ini dilakukan untuk menolong masyarakat kota yang kesulitan memperoleh hand sanitizer maupun disinfektan spray.

Pantauan media pada Kamis, 19 Maret 2020 sore, di hadapan Wali Kota Kupang Dr. Jefirston Riwu Kore, Branch Manager Kimia Farma, Khanif Al Fajri, S.Farm., Apt. memberikan pencerahan baru, bagaimana membuat sendiri Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray dengan mempergunakan bahan-bahan rumah tangga seperti pewangi ruangan dan pakaian, pembersih toilet dan lantai, obat luka, alkohol serta air.

Wali Kota Kupang, memberikan apresiasi atas inovasi yang terlihat sederhana namun dapat memberikan dampak baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat guna mensterilkan tubuh dan ruangan pada rumah tempat tinggal warga. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan keadaan saat ini, namun perlu untuk ikut melakukan inovasi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, Dr Retno (kiri), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (tengah), dan Branch Manager Kimia Farma Kupang usai meracik hand sanitizer dan disinfectant spray

“Mudah-mudahan hal ini bisa dilakukan di rumah dan bisa dipergunakan, ingat ini tidak bisa dijual tapi dipakai untuk kepentingan pribadi, bapak ibu semua kalau memang kesulitan dengan bahan-bahan ini, bisa kami bantu dengan bahan yang telah diolah dan masyarakat bisa datang untuk mengambil dalam bentuk yang lebih sederhana guna dipergunakan bagi sterilisasi tangan dan ruangan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati M.Kes saat diwawancarai mengatakan, hal ini dilakukan karena mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa, saat ini bahan rumah tangga untuk higenisasi mengalami kelangkaan di berbagai tempat jualan, sehingga dengan upaya ini bisa memberikan solusi agar masyarakat bisa terhindar dari terjangkitnya virus maupun bakteri.

“Oleh karena itu saya bekerja sama dengan Kimia Farma untuk membantu masyarakat guna mendapatkan Hand Sanitizer dan Desinfektan dengan mudah dari rumah tangga kita sendiri jadi kita tidak usah panik lagi karena bahan-bahan yang kita pakai itu masih ada dan kita (Dinkes) juga sudah memberikan edaran kepada seluruh pusat layanan kesehatan di Kelurahan agar dapat mengajak masyarakat untuk dapat menerapkan hal ini,” katanya.(*)

Sumber berita (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Imbauan Wali Kota Kupang Terkait Isu dan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

68 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi situasi dan kondisi terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terjadi di berbagai negara di dunia saat dan maraknya pemberitaan serta informasi yang beredar, maka Wali Kota Kupang mengeluarkan pernyataan guna meredam kepanikan warga terhadap berbagai informasi mengenai penyakit tersebut.

Pemerintah Kota Kupang bekerja sama penuh dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat melakukan yang terbaik untuk melindungi masyarakat. Kepada seluruh warga, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengimbau agar tetap tenang dan jangan terpengaruh berita-berita hoaks bermuatan negatif dan tidak benar yang beredar khususnya di Kota Kupang akhir-akhir ini tentang Virus Corona atau Covid-19.

Wali Kota Kupang pada Rabu, 4 Februari 2020, dengan Bahasa Melayu Kupang menyampaikan imbauan, “Beta Jefri Riwu Kore, Wali Kota Kupang mengajak seluruh warga untuk berdoa khususnya bagi situasi dan kondisi terkait penyebaran virus corona yang terjadi akhir-akhir ini”.

Wali Kota Kupang mengajak agar warga tenang dan tidak panik serta tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dengan mendukung dan memperkuat aspek pencegahan penularan virus corona sebagai berikut :

Pertama, Rajin mencuci tangan pakai sabun dengan baik sebelum makan, setelah bepergian dan sesudah beraktivitas;

Kedua, Jika mengalami demam disertai batuk dan sesak napas setelah melakukan perjalanan dari negara atau daerah yang positif terdampak virus corona dapat melaporkan/memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Kooperatif dengan memberikan data dan informasi yang benar terkait kondisi, aktivitas serta kontak dengan orang lain yang dilakukan sebelumnya pada petugas kesehatan;

Ketiga, Mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahatlah yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh, mengingat virus mampu menginfeksi manusia ketika daya tahan tubuh menurun. Bila perlu pakailah masker untuk melindungi diri kita dan keluarga ketika beraktivitas terutama jika sedang sakit flu dan/atau batuk;

Keempat, Tetap jaga kebersihan lingkungan dengan bergotong-royong kerja bakti membersihkan lingkungan tempat kita tinggal dan kerja masing-masing;

Kelima, Tidak panik atau menimbulkan kepanikan dengan memborong bahan makanan dan/atau masker, hand sanitizer yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Pemerintah Kota Kupang akan melakukan penertiban bagi toko dan apotek yang menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang tidak wajar. Bagi oknum atau usaha toko yang sengaja melakukan penimbunan dan menaikkan harga akan kami tindak tegas dengan salah satunya mencabut izin usahanya;

Keenam, Kami juga mengimbau kepada media baik cetak, elektronik maupun online berserta seluruh awaknya serta masyarakat pengguna media sosial agar bersama-sama menjaga suasana kondusif di Kota Kupang dan bijak dalam menyebarluaskan informasi, tidak memberitakan kabar hoaks yang belum tentu kebenarannya, hindari sumber-sumber berita yang tidak valid dan tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan kepanikan warga yang dapat memperburuk situasi dan kondisi saat ini.

Demikian imbauan, untuk itu sekali lagi saya minta agar masyarakat tetap tenang, tidak panik dan tetap berdoa serta mengikuti imbauan yang ada agar kita terhindar dari virus corona atau penyakit lainnya. Salam siaga dan salam perubahan.(*)

Sumber berita (*/Nina Tiara–Humas Pemkot Kupang)
Editor dan foto (+rony banase)

Wali Kota Jefri ‘Deadline’ Lurah tentang Data

113 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. memberi batas waktu (deadline) kepada para lurah soal pendataan warga penerima bantuan sosial. Penegasan ini disampaikan saat membuka Panel Diskusi dalam rangka Verifikasi dan Validasi (Verivali) Data Bantuan Sosial (Beasiswa, Sembako, BPJS, Kacamata dan Lampu Jalan) di Aula Rumah Jabatan Walikota, pada Jumat, 28 Februari 2020.

Menurutnya konsolidasi semacam ini perlu dilakukan mengingat selama ini Pemkot sering terkendala dengan persoalan klasik seperti lambatnya laporan dan input data yang dibutuhkan masuk tidak tepat waktu.

“Ini adalah kebutuhan urgent, saya minta para Lurah bekerja maksimal dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk selesaikan pendataan ini. Setelah itu kita bertemu lagi untuk mencek hasilnya,” tegas Jefri Riwu Kore sapaan akrab Wali Kota Kupang.

Untuk itu Wali Kota Jefri mengimbau agar para RT dan RW juga dilibatkan secara aktif. Menurutnya saat ini ada banyak bantuan sosial yang disalurkan baik dari APBD maupun dari APBN. Sayangnya masih banyak warga yang tidak dapat menikmati karena belum terdata atau data yang masuk belum jelas terutama untuk penerima bantuan sosial seperti bedah rumah, kacamata, beasiswa dan lampu jalan.

Wali Kota Kupang berharap dengan konsolidasi data yang baik tidak ada lagi warga yang tidak terpenuhi kebutuhannya. Setelah didata dengan baik, Pemkot Kupang berencana hendak menyampaikan pemberitahuan kepada masing-masing warga, supaya mereka tahu hak mereka.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat memberikan arahan dan didampingi dr. Fauzi Lukman Nurdyansyah, MM, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang (kanan) dan Kepala Dinas Sosial Kupang, Lodowyk Djungu Lake

Keluhan tentang pendataan juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kupang, Lodowyk Djungu Lake, yang menjadi salah satu nara sumber dalam panel diskusi tersebut. Menurutnya saat ini ada sekitar 26 ribu Kepala Keluarga Miskin di Kota Kupang. Namun baru sekitar 14 ribuan KK yang terdata sebagai penerima bantuan sosial sembako murah. Padahal kuota yang diberikan dari Kementerian Sosial untuk Kota Kupang mencapai 17.130 KK penerima. Karena itu mereka sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari kelurahan untuk memperbaharui data yang sesuai.

Rencananya, bulan April mendatang Kemensos akan menerbitkan SK penetapan penerima bansos sembako murah yang baru. Dia berharap dengan konsolidasi yang lebih baik kali ini, makin banyak warga yang tidak mampu bisa diakomodir dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan data untuk penyaluran bansos.

Pentingnya validasi data juga disampaikan nara sumber lainnya, dr. Fauzi Lukman Nurdyansyah, MM, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang. Menurutnya saat ini Pemerintah Pusat sedang menghimpun data penerima bantuan iuran jaminan kesehatan. Syaratnya antara lain, penerima sudah terlabel dlm DTKS dan datanya sudah tersinkron di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Jika proses verifikasi ini dilakukan secara baik, sangat diharapkan makin banyak warga Kota Kupang yang kurang beruntung bisa menerima bantuan ini.

Turut hadir dalam panel diskusi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati yang membawa materi tentang pendataan bantuan kaca mata lansia, Plt. Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, Ariantje Baun yang membawa materi tentang bantuan beasiswa dan Plt. Kabag Pemerintahan Setda Kota Kupang, Max Bunga Nawa yang membawa materi tentang dukungan camat dan lurah. Hadir juga para camat dan lurah yang didampingi dengan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS – NG).

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Targetkan Bakal Bangun Enam Taman Kota di Tahun 2020

125 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang dalam kepemimpinan Dr. Jefritson Riwu Kore dan dr. Hermanus Man bertekad menyelesaikan pembangunan 6 (enam) Taman Kota di seputaran Kota Kupang bakal rampung di tahun 2020.

6 (enam) Taman Kota tersebut antara lain Taman Perdamaian, Taman Revolusi Mental, Taman Tagantong di depan Kantor Camat Kelapa Lima, Taman Koridor Tiga, Terminal Kupang (Kupang Square), dan Wisata Kuliner Laut di depan Hotel Aston.

Kepastian penyelesaian taman kota yang pembiayaan bersumber dari bantuan pemerintah pusat dan tidak menggunakan APBD Kota Kupang tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (sapaan akrab Wali Kota Kupang, red) dalam sesi Media Gathering Pemerintah Kota Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 16.00 WITA—selesai di Palaccio Room Aston Hotel Kupang.

Di hadapan para pemimpin media, wartawan media cetak, elektronik dan daring (online), Jefri Riwu Kore juga menyampaikan apresiasi kepada media dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020 dan mengacu pada Visi Misi Pembangunan Kota Kupang terkait penyelesaian masalah air bersih dengan memperkuat kelembagaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, sembako nasional, JKN KIS bagi warga kota, bedah rumah, beasiswa bagi 3.000 anak tak mampu, pembagian seragam sekolah, kacamata gratis, penataan Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oeba, bantuan pemberdayaan masyarakat pinggiran, gagasan taman dan ruang terbuka hijau yang menarik.

“Pada tahun 2020 ini bakal diselesaikan taman-taman di Kota Kupang,” ujarnya yakin.

Mengenai pembiayaan pembangunan taman kota, urai Jefri, untuk tahun 2020, Pemkot Kupang berupaya membangun enam taman dengan tidak menggunakan APBD tapi bantuan dari pusat.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh samuel dearthur

183 Kasus Demam Berdarah, Ini Imbauan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

94 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Pemkot melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan Instruksi Wali Kota Kupang nomor179/Dinkes.440.870/II/2020 tanggal 7 Februari 2020 yang menginstruksikan antara lain :

Pertama, Kepada Camat se-wilayah Kota Kupang segera mengoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) demam berdarah dengue di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Wali Kota Kupang;

Kedua, Kepada seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas. Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu Mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastik bekas, ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minum maupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air di sekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Wali Kota Kupang; dan;

Ketiga, Kepada para Lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Camat, tembusan kepada Wali Kota Kupang.

Menurut isi instruksi tersebut, untuk membebaskan Kota Kupang dari penyakit demam berdarah dengue, semua komponen masyarakat harus bahu membahu serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue sedini mungkin untuk menumpas semua telur dan jentik-jentik nyamuk.

Proses fogging di salah satu rumah warga Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang terhitung gencar melaksanakan pengasapan atau fogging terutama di wilayah Kelurahan yang diketahui terdapat kasus pasien tertular penyakit demam berdarah. Meskipun begitu, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bersifat sementara serta kurang efektif karena telur dan jentik yang ada pada tempat-tempat yang berpotensi dapat menampung air hujan tidak terbunuh karena fogging dan dalam kurun waktu lebih kurang satu minggu akan menjadi nyamuk Aedes Aegypti yang siap menularkan virus dengue.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. memerintahkan agar jajaran Pemerintah Kota Kupang segera melakukan penanganan agar kasus demam berdarah dengue yang sudah terjadi tidak bertambah dan meluas.

“Dinas Kesehatan Kota Kupang agar memberikan prioritas tinggi kepada kasus DBD, segera keluarkan imbauan, melakukan fogging dan menyiagakan seluruh jajaran Dinkes terutama di puskesmas dan pustu guna memberi perhatian penuh dalam penanganan pasien DBD serta mencegah pasien bertambah. Camat dan Lurah terus berkoordinasi, bekerja sama dengan seluruh komponen di Kelurahan untuk melakukan pencegahan salah satunya kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Tingkatkan kewaspadaan warga masing-masing terhadap penularan DBD,” perintah Wali Kota Kupang.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melalui pesan video berdurasi hampir 5 menit yang dikirim di grup whatsapp Perangkat Kecamatan menginstruksikan hal yang sama kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang. Wakil Walikota Kupang bahkan mengungkapkan bahwa sudah terdapat 183 kasus DBD di Kota Kupang, 3 diantaranya yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Maulafa atau daerah pelayanan Puskesmas Sikumana. Dirinya mengintruksikan serta menghimbau sebagai berikut:

  1. Lurah dan Camat mengoordinasi pelaksanaan kerja bakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;
  2. Melakukan abatisasi massal, untuk itu Para Lurah agar mengimbau warganya masing-masing agar menerima petugas atau mahasiswa yang datang ke rumah-rumah untuk membagi-bagikan abate, kemudian tiap-tiap warga agar menaburkan bubuk abate ke dalam tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing. Abate dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang dapat berkembang di dalam bak penampungan air;
  3. Kepada warga masyarakat, jika anak atau anggota keluarga lainnya demam lebih dari 2 hari agar segera dibawa ke Puskesmas, Pustu atau Rumah Sakit untuk dilakukan deteksi penyakit Demam Berdarah Dengue;
  4. Kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan segera melakukan pengobatan terhadap warga yang terdeteksi mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan;
  5. Kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang dhimbau agar melakukan fogging terutama pada wilayah yang terdapat kasus DBD dan selalu memantau terkait adanya kasus DBD ini.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan bahwa waktu melakukan fogging yang baik adalah waktu di mana kondisi cuaca tidak berangin, menurutnya waktu paling baik untuk melaksanakan fogging di pemukiman warga adalah di pagi atau sore hari.

Dinas Kesehatan Kota Kupang menurut pesan di grup whatsapp yang dikirim Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si akan melaksanakan survei jentik dan abatisasi terutama di wilayah Perumahan BTN Kolhua,

“Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk atau PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, Menguras, Mengubur dan Menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing. Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih 7 hari setelah kasus. Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang yang akrab disapa Dokter Retno itu melalui pesan singkat di grup whatsapp.

drg. Retnowati, M.Si menambahkan bahwa barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa serta tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Putu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas Pemkot Kupang) Foto utama oleh hallosehat.com
Editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang Kukuhkan dr. Ari Wijana Jadi Kepala Bapenda Kota Kupang

184 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan Pejabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pada Selasa, 21 Januari 2020 di Ruang Rapat Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Kupang Nomor BKPPD.821 /70/D/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 tentang Pemberhentian / Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang, maka dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. diambil sumpah dan dikukuhkan untuk menduduki jabatan Kepala Bapenda Kota Kupang.

Pengukuhan tersebut menindaklanjuti penetapan Peraturan Wali Kota Kupang nomor 44 tahun 2019 tanggal 27 November 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 1 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Kupang, perlu menetapkan Peraturan Wali Kota tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.

“Pengukuhan ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan amanat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti melalui Perda 6 tahun 2019 dan Perwali 44 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah,” jelas Wali Kota Jefri ketika menjawab pertanyaan awak media.

“Badan Pendapatan Daerah diharapkan agar segera melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dibidang pendapatan daerah/pengelolaan pajak dan retribusi daerah dalam kerangka smart city dan semangat ayo berubah,” tambahnya.

Wali Kota Jefri berharap pejabat yang dilantik agar segera melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang baru sesuai amanat dalam peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan pendapatan daerah demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi, kolusi serta nepotisme.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat mengambil sumpah dan melantik dr Ari Wijana menjadi Kepala Bapenda Kota Kupang

“Saya berharap Bapenda segera menciptakan atau membenahi sistem pemungutan pajak retribusi menjadi sistem online yang terintegrasi antara Pemkot dalam hal ini Bapenda, bank sebagai tempat setor pajak dan sistem payment milik pelaku usaha/perusahaan seperti perhotelan, restoran, outlet perdagangan dan usaha-usaha lainnya,” tukas Wali Kota Kupang.

Pembenahan sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara online

Mulai tahun 2020 ini diharapkan Pemerintah Kota Kupang melalui Bapenda segera menciptakan atau membenahi sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah online yang mewajibkan setiap perusahaan/pelaku usaha seperti perhotelan, restoran, outlet-outlet pergadangan dan lain-lain agar mengintegrasikan payment system usaha masing-masing dengan sistem pajak online milik Pemerintah Kota Kupang yang dikelola oleh Bapenda, sehingga setiap transaksi otomatis tercatat dalam sistem pemungutan pajak milik Pemkot Kupang.

“Dengan begitu, diharapkan tidak akan ada lagi pajak jasa atau perdagangan yang luput setor. Dengan adanya sistem online, setiap transaksi tercatat dalam sistem di Bapenda dan ditetapkan sebagai pajak yang wajib disetor pelaku usaha. Sistem ini juga diharapkan dapat meminimalisir kerugian daerah akibat salah dalam penetapan pajak,” jelas Walikota Kupang.

Untuk mewujudkan sistem dimaksud, Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Bapenda akan bekerjasama dengan bank-bank agar sistem pembayarannya dapat diintegrasikan dengan sistem pajak online Bapenda sebagai bank tempat menyetor pajak para pelaku usaha/perusahaan. Sedangkan untuk setiap pelaku usaha dan jasa yang beroperasi di Kota Kupang wajib mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan sistem pajak online Bapenda Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/Tika Nubatonis—Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

134 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/01/15/wali-kota-kupang-jefri-riwu-kore-bakal-terima-penghargaan-dari-menteri-agama/

Ucapan syukur dan terima kasih Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya usai menerima penghargaan pada Kamis, 16 Januari 2020 di Auditorium H. M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Wali Kota Kupang di antara para Kepala Daerah yang menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menerima Piagam Penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dengan Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi. Wali Kota Kupang hadir di antara para kepala daerah se-Indonesia lainnya untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan yang diterima Wali Kota Kupang, tentunya menjadi kebanggaan Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang sebagai bukti kepedulian Pemerintah Daerah terhadap umat beragama di Kota Kupang tanpa membeda-bedakan agama mana pun.

Dalam pidatonya, Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi menyebutkan bahwa Wali Kota Kupang menghibahkan tanah seluas 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Padahal beliau (Wali Kota Kupang, red) agamanya bukan Buddha, tapi beliau menghibahkan 942m² tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” kata Menteri Agama RI.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tika Nubatonis—Biro Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)