Arsip Tag: wali kota kupang

Bedah Rumah Bagi Warga Tak Mampu di Kota Kupang, Berlanjut di Tahun 2021

186 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore didampingi istrinya, anggota DPD RI Hilda Riwu Kore Manafe mengantar seorang janda lansia bernama Yuli Lenama-Riwu dan 1 anaknya untuk menempati rumah yang baru selesai dibangun di RT 03/RW 02, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak pada Senin sore, 28 Desember 2020.

Warga setempat pun hadir menyaksikan penyerahan rumah tipe 36 tersebut.

Mewakili keluarga besar dan warga setempat, Melky Bulan menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah Kota Kupang untuk membangun rumah bagi warga tak mampu. Ia mengungkapkan warga setempat mensyukuri program pro rakyat ini.

“Sekiranya Tuhan memberikan hikmat, agar bapak sebagai pemimpin kota ini diberkati agar semua masyarakat Kota Kupang boleh menikmati berkat dan hikmat yang Tuhan sudah berikan kepada bapak,” ungkapnya.

Foto bersama Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Anggota DPD RI, Hilda Manafe, dan penerima bedah rumah

Wali Kota Jefri menyampaikan bantuan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah agar warga bisa mendapat tempat hunian yang layak. Selain itu kualitas kehidupan warga pun bisa terukur secara baik.

Ia mengatakan, bantuan bedah rumah ini akan dilanjutkan pada tahun 2021. Dipastikan tetap memprioritaskan warga kurang mampu yang tidak memiliki rumah layak huni. “Masih banyak saudara-saudara kita yang harus kita bantu juga. Tugas tanggung jawab bapak lurah untuk kasih tahu ke kita, karena kita tidak punya mata yang tajam untuk melihat semua saudara-saudara kita,” ujarnya.

Wali Kota Jefri pun mengatakan sebagai pimpinan, dirinya tak mau hanya sekadar duduk diam dan mendengar lalu memerintah. Yang ia utamakan adalah bekerja dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warganya. “Kita tidak bisa hanya duduk-duduk saja, dengar-dengar saja, tetapi kita harus ada aksi nyata di masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa rumah yang diberikan sudah dilengkapi dengan meja kursi, televisi, lemari serta tempat tidur. Perabotan ini bukan bantuan pemerintah, tapi bantuan pribadi dari Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry dan anggota DPD RI Hilda Riwu Kore Manafe. Selain itu, ada juga bantuan sembako dan uang yang bisa digunakan sehari-hari oleh penerima bantuan bedah rumah. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_Let)

Editor (+roni banase)

Kado Natal Wali Kota Kupang bagi Bayi Mungil di RS Leona

1.841 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Empati dan belas kasih dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore dengan memberikan bantuan biaya rumah sakit kepada seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dengan bobot 2,3 kg yang lahir di momen Natal pada Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 20.41 WITA di RS Leona Kupang.

Inisiatif Wali Kota Jefri (sapaan akrab Wali Kota Kupang, red) untuk membantu, muncul saat menerima pesan Whatsapp dari Ibu Fony Mella yang melihat sebuah  postingan di grup facebook yang menyebutkan kondisi kesulitan untuk membayar biaya persalinan sekitar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan merelakan bayinya diadopsi.

Adapun kutipan postingan tersebut sebagai berikut: “Selamat Pagi teman-teman, mau tanya kira-kira ada yang mau adopsi bayi baru lahir, bayi laki-laki, lahir sehat tapi orang tuanya kendala biaya persalinan sekitar 3 juta, alasan lain juga karena ekonomi orang tua pas-pasan. Bayi yang baru lahir merupakan bayi ke-3. Ingat bukan jual beli bayi tapi orang tuanya lagi butuh uang untuk biaya rumah sakit karena pasien bukan pasien BPJS. Kalau ada langsung hubungi 081317126430.”

Demikian kutipan postingan tersebut di-like oleh 53 orang, 45 komentar dan 2 kali dibagikan, namun saat ini postingan tersebut tak lagi tersedia di facebook Viktor Lerik Bicara Bebas Bicara 2.

Penyerahan bantuan Wali Kota Kupang dilaksanakan di rumah jabatan pada Minggu sore, 27 Desember 2020. Diserahkan langsung oleh Wali Kota Jefri dan diterima oleh orang tua dari bayi mungil dan disaksikan oleh Garda Indonesia, Ibu Fony Mella beserta suami, dan Nyonya Hilda Manafe.

Wali Kota Jefri pun menyampaikan bahwa terpanggil untuk membantu. “Kami membantu untuk meringankan beban orang tua,” ungkapnya seraya menyampaikan ke depan bakal mendirikan rumah singgah bagi anak jalanan di Kota Kupang.

Orang tua bayi mungil itu pun mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Kupang usai menerima bantuan, kemudian bergegas pamit seraya menyampaikan bahwa telah mendapat panggilan dari pihak rumah sakit.

Selanjutnya, Garda Indonesia melihat lebih dekat kondisi bayi mungil tersebut, namun tak bisa oleh karena aturan di rumah sakit. Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, menyebutkan bahwa bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat dan masih dalam pengawasan.

Bayi yang belum memiliki nama tersebut, lahir dari rahim seorang ibu muda berusia sekitar 26 tahun berinisial ST yang bersuami asal Timor Tengah Selatan (TTS) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang cukur rambut di wilayah Penfui.

Penulis, foto, dan Editor (+roni banase)

Wali Kota Kupang Lantik Enam Pejabat PTP dan Lima Pejabat Fungsional

462 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengambil sumpah dan melantik 11 orang pejabat terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP) dan pejabat fungsional pengelola barang dan jasa pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang; dilaksanakan di lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, pada Senin siang, 21 Desember 2020.

Pelantikan tersebut juga dihadiri dan disaksikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoue, S.Sos., Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., Kajari Kota Kupang, Oder Max Sombu, S.H., Kasdim Kodim 1604 Kupang, Letkol Inf, Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., serta Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Kesebelas pejabat tersebut dilantik berdasarkan surat keputusan Wali Kota Nomor BKKPD.821/1624/D/XII/2020 tanggal 14 Desember 2020. Dari 11 orang yang dilantik, 6 (enam) di antaranya pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang mengalami mutasi jabatan dan 5 (lima) orang yang merupakan pejabat fungsional pengelola barang dan jasa.

Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat eselon II dan pejabat fungsional oleh Wali Kota Kupang

Berikut keenam pejabat Eselon II yang mengalami mutasi untuk penyegaran jabatan yaitu :

  1. Drs. Adrianus Lusi, M.M. dilantik menjadi Inspektur Kota Kupang, sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD Kota Kupang;
  2. Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si. dilantik menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang;
  3. Orson Genes Nawa, S.H. dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang;
  4. Dra. Thruice Balina Oey, M.Si. dilantik menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang;
  5. Yanuar Dally, SH, M.Si. dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Sekda kota Kupang, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang;
  6. Yeri S. Padji Kana, S.Sos, M.M. dilantik menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang, sebelumnya menjabat Kadis LHK Kota Kupang.

Adapun lima pejabat fungsional yang dilantik, antara lain Deberleksy Tennyson Angi, S.Si.T, M.Sc. Edwin Ady Adrian Tse, S.T., Heo Julianus Lado, S.H., Jefry Steven, S.E. dan Muhammad A. Mochdar, S.KM. semuanya merupakan pejabat  pengelola pengadaan barang/jasa Ahli Madya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ghe/ddy)

Editor (+roni banase)

Air Mancur di Bundaran Tirosa Memesona, Salut bagi Pemkot Kupang & Bank NTT

226 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Air Mancur Bundaran Tirosa ditampilkan perdana pada Minggu malam, 20 Desember 2020. Pemasangan air mancur yang bakal menjadi ikon di pintu masuk Kota Kupang tersebut atas ide dari Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan didukung pembiayaan oleh Bank NTT.

Pemprov NTT melalui Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pun memberikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah Kota Kupang yang telah bersinergi dengan Bank NTT melakukan inovasi untuk mempercantik wajah ibu kota Provinsi NTT saat pra launching air mancur di Bundaran Tirosa, berkenaan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi NTT.

“Pemkot Kupang telah mewujudkan koordinasi dengan semua pihak dalam membangun dan menata Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dengan melengkapi Bundaran Patung Tirosa dengan air mancur menari dan water screen,” ucap Wagub Josef Nae Soi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT yang turut serta dalam pembangunan air mancur dan berharap agar penataan seperti ini tidak hanya di satu tempat saja namun perlu dilakukan pengembangan di tempat lainnya, “air mancur ini salah satu infrastruktur yang memberikan daya tarik bagi masyarakat dan juga memperindah wajah kota,”.

Wagub Nae Soi mengungkapkan kekagumannya atas upaya Pemkot Kupang dan Bank NTT untuk menyempurnakan Bundaran Tirosa dengan air mancur adalah pada tekad Pemkot Kupang menjadikan tempat tersebut sebagai ikon, lanjutnya bahwa momentum hari ini akan tercatat sebagai sejarah baru dalam pembangunan di NTT, rasa bangga ini diungkapkannya karena melihat kondisi Kota Kupang yang mirip dengan Ibu Kota DKI Jakarta pada tahun 1971, saat Gubernur Ali Sadikin meresmikan air mancur di Monumen Nasional, sementara warga DKI Jakarta saat itu dalam kesulitan air.

“Saya tahu masih banyak masyarakat Kota Kupang yang mengeluh air,” ujarnya.

Pose bersama Wagub Nae Soi, Wali Kota Jefri dan Direktur Umum Bank NTT sebelum Pra Launching Air Mancur Bundaran Tirosa

Politisi Partai Golkar ini memberi gambaran bahwa air mancur menari Bundaran Tirosa memberikan makna yang komplit, sebab dari atraksi airnya, menunjukkan bahwa warga NTT di kota ini berjalan tanpa melupakan budaya NTT yang kaya akan tarian dari leluhur, sebab tarian adalah bentuk curahan ekspresi semangat.

“Mari kita dari NTT tunjukkan kepada Nusantara, bahwa kita di NTT tidak hanya sendiri menari, namun semua akan semangat dengan simbol tariannya,” ajaknya.

Sosok patung yang berdiri di atas bundaran tersebut, imbuh Wagub Nae Soi merupakan wujud semangat warga NTT untuk bekerja keras dan terukur sumber daya manusianya. Di mana patung HR Koroh memegang pacul untuk bekerja, Mantan Gubernur NTT, El Tari memegang anakan tumbuhan, untuk mengajak agar teruslah menanam, tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan hidup, sementara Prof. Dr. W.Z. Johannes memegang obor yang menyala, sebagai tanda bahwa semua yang dikerjakan haruslah terukur dengan kualitas pengetahuan.

“Oleh sebab itu, kita sebagai generasi penerus tidak boleh minder, anak muda NTT harus lebih pintar dari yang lain, masyarakat harus bekerja untuk mewujudkan NTT bangkit, NTT  Sejahtera dengan bekerja keras,” imbau Wagub Nae Soi.

Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing mengatakan bahwa Pembangunan Air Mancur Menari ini merupakan kerja sama antara bank NTT dan Pemerintah Kota Kupang, dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pembangunan tersebut bisa berjalan baik dan lancar.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov NTT dan Pemkot Kupang selama ini. Pengerjaan air mancur ini belum mencapai 100% dan akan terus dilanjutkan hingga finishing, ini akan menjadi ikon baru bagi masyarakat Kota Kupang, semoga dengan hadirnya air mancur ini dapat memperindah wajah Kota Kupang dan menjadi tempat hiburan wisata,” tutur Umbu Landu sapaan akrabnya.

Pra Launching Air Mancur Bundaran Tirosa dengan menekan tombol secara bersama

Sementara itu Wali Kota Kupang, Dr. Jefri  Riwu Kode mengatakan bahwa air mancur ini merupakan persembahan bagi masyarakat Kota Kupang, menurut mantan anggota DPR RI ini, pencapaian luar biasa ini bukan kekuatan dirinya tapi semua dapat terlaksana atas kerja sama antara Bank NTT dan Pemprov NTT sehingga pada moment HUT ke-62 Provinsi NTT ini Pemerintah Kota Kupang melakukan Pra Launching agar menata Kota Kupang menjadi lebih baik lagi.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur NTT yang selalu memberikan arahan dan tuntunan kepada kami untuk menata kota ini jadi lebih baik, ini akan jadi ikon baru dan menjadi kebanggaan, ini hanya salah satu yang dilakukan, pada Desember tahun 2021 yang akan datang masih ada tiga ikon lagi yang akan menghiasi wajah Kota Kupang,” tutur sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Lebih lanjut, Wali Kota Jefri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas semua dukungan dan visi bersama untuk menjadikan Kota Kupang sebagai kota modern, semua yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang ini selurunya demi rakyat, untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat Kota Kupang.

“Untuk sementara, air mancur ini belum bisa dinikmati secara utuh mengingat masih tingginya penyebaran angka Covid-19, untuk itu masyarakat di minta untuk selalu menaati protokol kesehatan sehingga pada saatnya nanti kita dapat menyaksikan indahnya air mancur ini, tanpa rasa was-was,” tandas Wali Kota Jefri.

Turut hadir pada acara Pre Launching tersebut, anggota DPD RI, Hilda Manafe, Wakil Wali Kota Kupang dr. Herman Man, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoue, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay, S.E., M.Si serta Para Pimpinan OPD Lingkup Pemkot Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ sny/jm)

Editor (+roni banase)

Umat Beragama di Kota Kupang Rukun, Menteri Fachrul Razi Apresiasi

128 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi memberi apresiasi kepada pemerintah dan warga Kota Kupang yang telah membina kerukunan antar umat beragama dengan baik selama ini. Pujian tersebut disampaikannya dalam dialog keberagaman bersama para tokoh agama Kota Kupang di Vihara Pubbaratana, pada Jumat, 27 November 2020.

Vihara Pubbaratana merupakan rumah ibadah umat Budha perdana yang dibangun di Kota Kupang. Bahkan bukan hanya di Kota Kupang, Vihara Pubbaratana yang dibangun di atas tanah hibah dari Pemerintah Kota Kupang itu merupakan Vihara pertama yang dibangun secara permanen di NTT. Sementara di dua daerah lainnya yakni di Belu dan Sikka, rumah ibadah untuk umat beragama Budha masih berupa bangunan sementara.

Menteri Agama memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah berkenan memberikan lahan untuk dibangun rumah ibadah yang indah dan representatif ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak termasuk para tokoh agama di Kota Kupang yang hingga saat ini telah merawat kerukunan dalam keberagaman.

Diakuinya kebinekaan jika dirawat dengan baik bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Namun jika tidak dirawat dengan baik bisa menjadi sumber perpecahan. Tidak adil dan diskriminasi menjadi ancaman terhadap keberagaman tersebut. Karena itu, menurut Menteri Fachrul, toleransi antar umat beragama menjadi sangat penting sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada umat beragama lain.

“Toleransi membawa pengaruh besar terhadap ekonomi suatu daerah. Sebagai contoh sebuah daerah dengan kekayaan wisata alam tidak akan mau dikunjungi wisatawan jika tidak ada toleransi terhadap agama yang dianutnya,” urai Menteri Fachrul.

Purnawirawan Jenderal TNI itu juga mengakui sebagai wujud toleransi antar umat beragama, sebelumnya dirinya sudah punya ide agar asrama haji yang ada di Kota Kupang tidak hanya digunakan oleh umat muslim saja untuk persiapan naik haji dan Umroh. Tetapi juga bisa digunakan oleh umat beragama lain. Namun, ternyata ide itu sudah lebih dahulu diterapkan oleh para tokoh agama di Kota Kupang. Saat ini asrama haji Kota Kupang menjadi tempat tinggal bagi 40 mahasiswa asal Papua yang beragama Kristen yang sedang menimba ilmu di Kota Kupang. Karena itu, dia menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama di Kota Kupang pada khususnya dan NTT pada umumnya yang telah berkontribusi merawat kerukunan bangsa ini.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefry Riwu Kore, pada kesempatan tersebut mengakui kerukunan di Kota Kupang sudah dibina selama ini. Pemerintah Kota Kupang, menurutnya memiliki cita-cita menjadikan Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan antar suku agama dan ras serta berkomitmen bahwa kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama merupakan suatu kebutuhan yang mutlak.

Hal tersebut diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Wali Kota yang salah satu poinnya menjamin bahwa semua umat beragama di Kota Kupang memiliki rumah ibadah. Rumah ibadah yang bermasalah proses izinnya akan diselesaikan. Forum Kerukunan Umat Beragama memfasilitasi terbentuknya rumah ibadat tersebut. Menurutnya aturan lama tentang ketentuan 90 KTP pengguna dan 60 KTP dukungan warga setempat tentunya menyulitkan bagi umat Budha yang jumlahnya tidak banyak. Karena itu mereka menggunakan kearifan lokal tentunya tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Tidak boleh ada umat beragama di Kota Kupang, yang tidak punya rumah ibadah,” tegas Wali Kota Jefri seraya menyampaikan Kota Kupang merupakan rumah besar persaudaraan antara beragam suku dan agama.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus mengakui kunjungan Menteri Agama kali ini merupakan pengalaman bersejarah yang tidak terlupakan bagi umat beragama di NTT khususnya umat Budha. Dia berharap mudah-mudahan kunjungan ini bisa memberikan semangat bagi mereka untuk mendukung kelanjutan pembangunan Vihara tersebut.

Harapan yang sama juga disampaikan Indra Efendy, Ketua Majelis Agama BuddhaTheravada Indonesia Provinsi NTT. Dia berharap dengan kunjungan ini perhatian pemerintah atas rumah ibadah mereka yang merupakan bukti kerukunan di daerah ini bisa semakin besar. Atas nama umat Budha di Kota Kupang dan NTT dia menyampaikan terima kasih atas kehadiran menteri di tengah mereka, meski kondisi bangunan Vihara mereka belum selesai sepenuhnya. Baru dibangun satu lantai dari dua lantai yang direncanakan.

Indra juga mengungkapkan awal mula berdirinya Vihara mereka. Bermula dari tahun 2015, Pemkot Kupang menghibahkan tanah di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa untuk dibangun rumah ibadah. Pada tahun 2017 lalu dilaksanakan peletakan batu pertama dan dimulai proses pembangunan. Pada akhir 2019 lalu Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., berkesempatan meninjau langsung proses pembangunan tersebut bersama Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, S.Th.

Nama Pubbaratana menurutnya merupakan pemberian dari salah seorang Bhikku yang artinya permata dari timur. Dengan nama ini dia berharap dari Kupang, NTT dan Indonesia Timur mereka bisa memberi cahaya bagi kerukunan di Indonesia. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP)
Editor (+rony banase)

Hari Guru 2020, Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Seragam

130 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Bertepatan dengan peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke-75, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, menyerahkan bantuan pakaian seragam, tas dan buku tulis bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kupang. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada beberapa siswa di SD Inpres Oepoi, pada Rabu, 25 November 2020.

Saat penyerahan, Wali Kota Jefri didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. dan jajarannya serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si.

Wali Kota Jefri saat penyerahan tersebut menyampaikan, bantuan berupa pakaian seragam, tas sekolah dan buku tulis ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan proses belajar anak-anak peserta didik. Bantuan ini menurutnya merupakan bagian dari perjuangan Pemerintah Kota Kupang untuk memberikan kontribusi bagi anak-anak yang membutuhkan.

“Kita tidak hanya sekadar urus jalan dan taman saja, tapi juga ingin bantu saudara kita yang tidak mampu di tengah pandemi Covid-19 ini. Jangan sampai korbankan anak-anak yang butuh hanya karena segelintir orang yang sudah mampu,” ujar Wali Kota Jefri sembari mengungkapkan pada bulan Januari 2020, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah mulai berjalan seperti biasa.

Wali Kota Kupang berpose bersama siswa-siswi penerima bantuan seragam

Wali Kota Jefri juga akan berusaha dan berjuang agar bantuan ini bisa menjadi program rutin setiap tahunnya. Namun, tentu rencana tersebut baru bisa terwujud jika mendapat dukungan dan persetujuan dari DPRD Kota Kupang. “Kalau dewan tidak setuju terpaksa program ini kita stop sampai di sini saja,” tambahnya.

Kepala Sekolah SDI Oepoi, Juliana Ludji, S.Pd. menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajarannya yang sudah merancang program bantuan ini. Menurutnya bantuan pakaian seragam, tas sekolah dan buku tulis ini sangat membantu para siswa mereka terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Saat ini SDI Oepoi memiliki 613 orang siswa-siswi, yang terdiri atas 328 siswa dan 285 siswi.

Dukungan terhadap program bantuan seragam sekolah juga disampaikan Ibu Marselina Amalo Adi, orang tua siswa yang turut hadir pada kesempatan tersebut mendampingi anaknya. Atas nama para orang tua dan siswa dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah memberikan bantuan kepada anak-anak mereka. Diakuinya akibat pandemi Covid-19 ini, pendapatan yang mereka gapai jadi terbatas.

Karena itu, mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah dan bantuan semacam ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Kalau bisa jangan hanya bantuan seragam, tas dan buku tulis saja, tetapi anak-anak kami juga diberikan bantuan lainnya, seperti buku pelajaran supaya bisa belajar dari rumah,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_Ans)
Editor (+rony banase)

Dinamika Usai, Pemkot dan DPRD Kota Kupang Sepakat Lanjutkan Sidang

331 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sempat mengalami jeda beberapa hari karena dinamika dalam persidangan, akhirnya Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang sepakat untuk melanjutkan agenda sidang I tahun 2020/2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/23/dprd-kota-kupang-batalkan-anggaran-sepihak-pemkot-tak-mau-bersidang/

Kepastian tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkiel Loudoe dalam jumpa pers bersama awak media di ruang sidang DPRD Kota Kupang, Rabu sore, 25 November 2020.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut para Wakil Ketua DPRD dan segenap anggota DPRD Kota Kupang, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, dan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Kota Kupang, Elvianus Wairata.

Dalam penjelasannya, Wali Kota Jefri mengakui dalam sidang beberapa waktu lalu sempat terjadi perbedaan sudut pandang, namun sesungguhnya kedua lembaga ini punya tujuan yang sama yakni kesejahteraan rakyat. Karena itu, menurutnya pimpinan kedua lembaga ini sudah berbesar hati bertemu, berdiskusi dan telah mencapai kesepakatan bersama yang mengakomodir harapan masing-masing.

“Kami sepakat untuk melanjutkan persidangan demi kesejahteraan warga Kota Kupang. Tidak ada lagi sekat antara pemerintah dan dewan. Kita saling menghormati dan mendukung untuk kesejahteraan rakyat. Mari berpegang tangan bersatu padu membangun kota ini” tandas Wali Kota Jefri.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkiel Loudoe, juga mengakui segala perbedaan pendapat dan dinamika persidangan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu sudah selesai. Menurutnya ini merupakan pengalaman berharga bagi dua lembaga, baik pemerintah maupun DPRD Kota Kupang. Ditambahkannya kesepakatan ini lahir berkat niat baik untuk menghilangkan ego dua lembaga ini demi kepentingan lima ratus ribu lebih warga Kota Kupang.

“Target kami tanggal 30 November 2020 mendatang seluruh tahapan sidang sudah selesai,” ujar Yezkiel Loudoe.

Usai jumpa pers pimpinan DPRD Kota Kupang bersama Badan Musyawarah (Banmus) langsung menggelar rapat Banmus untuk menetapkan jadwal Sidang I Tahun 2020/2021 yang terbaru, dengan memaksimalkan sisa waktu yang ada.(*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans/eh)
Editor (+rony banase)

DPRD Kota Kupang Batalkan Anggaran Sepihak, Pemkot Tak Mau Bersidang

251 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sidang DPRD Kota Kupang membahas Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021 menuai polemik. Pasalnya, sejumlah anggaran untuk program prioritas Pemkot Kupang dihapus seluruhnya tanpa meminta penjelasan dan klarifikasi dari Pemkot Kupang. Hal ini menjadi salah satu alasan Pemkot Kupang tidak mau lagi bersidang.

Dalam surat Wali Kota Kupang Nomor 050/Pem.170/XI/2020 kepada Ketua DPRD Kota Kupang, yang kopiannya didapat awak media, tercantum sejumlah alasan Pemkot tidak mau lagi melanjutkan persidangan.

Terdapat 5 poin dalam surat yang ditandatangani langsung Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore tersebut. Kelima poin tersebut, yakni:

1. Bahwa sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan. Sedangkan DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Hal ini berarti kedudukan wali kota sebagai pemimpin dalam penyelenggaraan Pemerintah daerah bermitra dengan DPRD sebagai unsur penyelenggara.

2. Bahwa dalam proses persidangan pembahasan KUA-PPAS dewan langsung membatalkan/menghapus/mengalihkan program-program utama pemerintah misalnya bantuan seragam. Pembatalan/penghapusan/pembatalan program-program tersebut tanpa sama sekali mendengar penjelasan pemerintah.

3. Bahwa proses pengalihan/penghapusan/pembatalan tersebut dilaksanakan saat sidang KUA-PPAS sehingga tidak mungkin dianggarkan kembali dalam RAPBD Kota Kupang, artinya semua program tersebut telah hilang dan tidak akan dibahas lagi.

4. Bahwa sebagai mitra kami menghargai dewan, namun setiap evaluasi harusnya diberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjelaskan, namun hal ini tidak memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjelaskan/klarifikasi.

5. Bahwa pemerintah daerah Kota Kupang juga merasa keberatan atas tindakan verbal baik pimpinan/anggota DPRD Kota Kupang yang merendahkan kewibawaan pemerintah dengan menggunakan narasi-narasi yang tidak patut, seperti bodoh, pembohong, pencuri, bahkan pemerintah diposisikan seperti terdakwa dalam persidangan. Hal ini telah berlangsung berulang kali dalam sidang-sidang sebelumnya, sehingga ini tidak menggambarkan kemitraan tersebut.

“Berdasarkan hal tersebut di atas, pemerintah mengambil sikap untuk sementara tidak melanjutkan persidangan I DPRD Kota Kupang tahun 2020/2021 sampai hal-hal yang menjadi keberatan pemerintah diakomodir,” demikian bunyi surat tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan dokumen KUA-PPAS, Badan Anggaran awalnya menyetujui anggaran untuk DPRD sebesar Rp.35 miliar, tepatnya Rp 35.446.085.520,- Namun, dalam pembahasan dinaikkan jadi Rp.40 miliar.

Dari Rp.40 miliar tersebut ada beberapa item anggaran yang tercantum dalam KUA-PPAS, di antaranya koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD Rp.2,6 miliar, pelaksanaan reses Rp.3,7 miliar, penyerapan aspirasi masyarakat Rp.3,9 miliar, peningkatan kapasitas DPRD Rp.323 juta, layanan administrasi DPRD Rp.1 miliar, layanan keuangan dan kesejahteraan DPRD Rp.19,5 miliar, Dukungan pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Rp.8,1 miliar di antaranya termasuk pembentukan Perda dan Peraturan DPRD Rp.120 juta.

Selanjutnya, penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah Rp 1,8 miliar, dan administrasi keuangan perangkat daerah Rp 3,8 miliar serta puluhan program lainnya.

Mirisnya, anggaran Rp.8,7 miliar di Dinas Pendidikan Kota Kupang dicoret secara sepihak tanpa meminta klarifikasi pemkot. Anggaran ini direncanakan untuk bantuan bagi para siswa. Bahkan, ini menjadi salah satu program prioritas Pemkot Kupang.

Dalam dokumen KUA-PPAS, anggaran Rp. 8,7 miliar ini untuk bantuan baju seragam, sepatu, tas dan buku tulis untuk siswa. Selain itu pengadaan buku-buku perpustakaan dan pembangunan ruang UKS. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)