Arsip Kategori: Pendidikan

716 Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Paket C di Kupang Ikut Simulasi UNBK

66 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 716 warga belajar pendidikan kesetaraan paket C (setara SMA) dari 11 PKBM  dan 1 SKB yang berada di Kota Kupang, mengikuti Simulasi Hari Pertama UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) pada Minggu, 23 Februari 2020.

716 warga belajar peserta simulasi 11 dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yakni PKBM Bintang Flobamora (78 peserta), Obor Timor Ministry (62 peserta), Lais Manekat (30 peserta), Empowering Pemuda Harapan Bangsa (51 peserta), Sonaf Soet Hinef (18 peserta), Purnama Kasih (29 peserta), Pratama (12 peserta), Harapan Bangsa (50 peserta), Alice (81 peserta), Finoriken (80 peserta), Tunas Harapan (73 peserta), dan SKB Kota Kupang (152 peserta).

Proses simulasi dilaksanakan di 8 lokasi antara lain SMKN 4 Kota Kupang, SKO Flobamorata, SMK Muhammadiyah, PKBM Harapan Bangsa, SMPN 12 Kota Kupang, SMK Wirakarya, SMK Kristen, dan SMA Tunas Harapan.

Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Paket C sedang mengikuti simulasi UNBK

Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang, Polikarpus Do kepada media ini pada Minggu, 23 Februari 2020 mengatakan bahwa di hari pertama Simulasi UNBK, para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan simulasi tersebut. “Kegiatan simulasi ini dalam rangka persiapan bagi warga belajar, sebelum menghadapi UNBK pada April 2020 nanti,” terangnya.

Selain itu, ujar Poli sapaan akrabnya, warga belajar dilatih untuk mempersiapkan diri secara baik dari sisi teknis penggunaan fasilitas komputer dan juga aspek mental mereka saat menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada bulan April nanti tidak kaku dan secara mental mereka siap.

“Terima Kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas pendidikan dan Kebudayaan Bidang PAUD dan Pendidikan Non formal yang sudah bekerja sama dengan baik dalam mempersiapkan kegiatan simulasi ini, juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, para Operator Dinas, Operator Proton dan teknisi yang sudah bekerja sama dengan baik sehingga Kegiatan Simulasi UNBK paket C hari pertama dengan lancar,” ujar Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang.

Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang juga menyampaikan bahwa Pendidikan Nonformal terus berbenah dari aspek kualitas penyelenggaraan program maupun aspek kelembagaannya. “Ini dilakukan demi mewujudkan pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan bermartabat,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKBM Bintang Flobamora)
Editor (+rony banase)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anita Gah Dorong Beasiswa bagi Anggota GMKI

228 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anita Jacoba Gah Anggota Komisi X DPR RI (Komisi Pendidikan) melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Sekretariat GMKI di Kota Baru Kupang.

Di sela pemaparannya tentang 4 (Empat) Pilar Kebangsaan yakni Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, Anita Gah mendorong agar Bidikmisi sebagai program besutan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sejak awal berlaku khusus bagi Universitas Negeri namun seiring waktu juga diperuntukkan bagi Universitas Swasta dapat dipergunakan bagi Anggota GMKI Cabang Kupang.

“Hari ini (Selasa, 11 Februari 2020) saya datang di sini karena saya percaya dari anggota GMKI dapat menjadi pemimpin masa datang di negeri ini,” ungkap Anita seraya berkata jika ingin menjadi pemimpin maka harus takut Tuhan dan menggunakan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Gah juga mengajak Mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI untuk peduli dan memberikan informasi bagi mahasiswa tidak mampu untuk memperoleh Bidikmisi. “Minggu depan, saya akan serahkan 300 Beasiswa Bidikmisi yang saya perjuangkan,” ungkap Anita Gah sambil berseru Jika lihat orang susah jangan diam, karena kita harus bersatu.

Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anita Jacoba Gah di Markas GMKI Cabang Kupang

“Saya akan bertindak tegas mengusulkan kepada Kemdikbud untuk mencabut Beasiswa Bidikmisi yang digunakan di luar dari kebutuhan kuliah,” tegas Anita sambil berujar kepada GMKI untuk melawan yang tidak benar.

Karena sesuai sumpah jabatannya, urai Anita, peruntukan Bidikmisi hanya untuk mahasiswa tidak mampu dan bukan untuk mahasiswa mampu, maka dirinya akan memperjuangkan beasiswa Bidikmisi yang ditahan dan dipotong oleh pihak kampus. “Jika ada anggota DPRI RI yang berjuang untuk rakyat maka harus dibantu dan jangan diam,” pinta Anggota Komisi X (Bidang Pendidikan) dari Fraksi Partai Demokrat ini kepada sekitar 150 peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah pose bersama Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo Foeh dan Dosen Hukum Unkris Kupang, Liven Rafael

“Kami juga menyediakan Rumah Aspirasi yang berada di Kota Kupang, SoE, Sumba, silakan datang membawa surat keterangan tidak mampu dan kelengkapan lain untuk memperoleh Beasiswa Bidikmisi. “Asal calon penerima Bidikmisi memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur,” terang Anita.

Untuk tahun 2020 alokasi beasiswa Bidikmisi hanya untuk 300 mahasiswa yang diperjuangkan oleh Anita Gah. “Bagi mahasiswa yang merasa tidak mampu silakan ke Rumah Aspirasi untuk mengisi formulir Bidikmisi dan memprioritaskan bagi mahasiswa yang tergabung dalam GMKI,” tandasnya.

Sementara itu, Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Eduard Nautu kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini memicu para mahasiswa untuk membentengi diri dan dibekali dengan pemahaman tentang Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara (Empat Pilar Kebangsaan).

“Mahasiswa sebagai agen perubahan saat kembali kepada masyarakat harus memahami betapa pentingnya Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tak terpapar oleh isu dan paham radikalisme,” ujar Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Kupang Komisi X, Deasy Ballo Foeh. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ditutup dengan menyanyikan bersama Lagu Padamu Negeri dan Mars GMKI.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

103 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Co-Branding Kartu ATM/Debit sekaligus Kartu Mahasiswa pada Senin, 10 Februari 2020 di Kampus Politani Kupang.

Dikutip dari portalimvestasi.com, Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau jasa yang merupakan bagian dari aliansi strategis. Istilah ini dikenal juga sebagai kemitraan merek, co-branding (atau “cobranding”) mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai penandatanganan kerja sama mengatakan bahwa perpaduan kerja sama antara Bank NTT dan Politani Kupang memudahkan sistem pembayaran bagi Mahasiswa Politani Kupang dengan menggunakan Kartu Mahasiswa yang juga berfungsi sebagai Kartu ATM berlogo Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Sebelumnya, kerja sama awal antara Bank NTT dan Politani Kupang dengan penempatan Kantor Kas Bank NTT di Kampus Politani, kemudian berkembang menjadi sistem pembayaran oleh mahasiswa yang berasal dari semua daerah di Provinsi NTT untuk memudahkan mereka (mahasiswa,red) melakukan pembayaran dengan menggunakan Kartu ATM Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Ke depan, jelas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, bakal dikembangkan menjadi sistem pembayaran berbasis barcode. “Dan tak hanya itu, Bank NTT juga menyediakan pola pemberdayaan mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa mandiri. Oleh karena itu, perlu sinergi antara Bank NTT dan Politani Kupang,” beber Harry.

Lanjut Harry Riwu Kaho, Bank NTT juga menyediakan modal usaha bagi Alumni Politani maupun Mahasiswa Politani yang akan tamat. “Nanti akan disepakati project pendidikan bersama dengan melihat peluang kebutuhan hasil pertanian organik dan bagi mahasiswa yang akan tamat dan membutuhkan modal kerja,” tandas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT.

Foto bersama Pihak Bank NTT dan Politani Kupang

Turut hadir mendampingi Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu; Kepala Divisi Dana Endri Wardono; Pemimpin Cabang Khusus, Johanis Tadoe; Kepala Kas Politani, Berlian Dima; dan Kepala Kas Politani (Pengganti), Tessa Pau.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan berharap kerja sama dengan Bank NTT tidak sampai di sini saja, namun ada keberlanjutan khususnya untuk mahasiswa setelah wisuda.

“Kami dari Politani Kupang sangat berterima kasih atas kerja sama menyangkut Kartu Mahasiswa yang berfungsi sebagai Kartu ATM. Ini sangat membantu karena hampir 100 persen mahasiswa Politani berasal dari kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Alor, Belu dan Malaka,” tutur Thomas Lapenangga.

Politani Kupang, tambah Thomas, berharap agar Bank NTT juga dapat menyediakan dana berupa pinjaman bagi Alumni Politani. “Tak hanya alumni, kami juga sedang merancang agar dana bantuan tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa yang melakukan praktik lapangan sehingga dapat menghasilkan orang muda yang bergelut dalam bidang pertanian,” tandas Direktur Politani Kupang didampingi Wakil Direktur II dan Kepala Fakultas Politani Negri Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Bank NTT

Studi Banding Pramuka ‘Association of New Caledonia’ di Kwarda Bali

76 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali. I Made Rentin menerima Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce dan rombongan, pada Minggu, 9 Februari 2020 di Kantor Kwartir Daerah Bali.

I Made Rentin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada rombongan dari Scouts Association of New Caledonia, yang telah menjadikan Kwarda Bali sebagai satu tujuan studi banding bagi anggota pramuka dari negara bagian Prancis ini.

”Ini satu kebanggaan bagi Kwarda Bali dijadikan satu tujuan studi banding oleh anggota Scouts Association of New Caledonia,” kata Rentin

Dikatakan Made Rntin, kunjungan ini diharapkan dapat menjalin kerja sama baik di bidang Kepramukaan yang ada di Kwarda Bali dan Scouts Association of New Caledonia.

Pengalungan syal Kwarda Bali oleh Made Rntin kepada Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce

Michel Reverce menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana Gerakan Pramuka di Bali. Seperti diketahui, 5.000 populasi dari masyarakat New Caledonia merupakan penduduk asli Indonesia yang datang pada zaman kolonialisme dan kemudian menetap di sana.

“Kami tidak memiliki banyak anggota pramuka karena (di New Caledonia) tidak diwajibkan di sekolah (seperti halnya di Indonesia). Pramuka merupakan kegiatan pilihan seperti layaknya kegiatan olahraga di sekolah,” ungkap Michel.

Sebelum berkunjung ke Indonesia, rombongan telah mempelajari pengetahuan tentang Indonesia sejak bulan April 2019 dalam setiap pertemuan rutin mereka. Hal yang dipelajari termasuk budaya, kondisi geografis, ekonomi, pemerintah, keluarga kerajaan, agama, hingga bahasa. Di akhir pertemuan, mereka selalu mengadakan evaluasi untuk menguji kemampuan.

Foto bersama Pramuka Kwarda Bali dan Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce

“Saya membawa rombongan dari New Caledonia yang berjumlah 33 orang anggota Pramuka dan kami akan berada di Bali selama 4 hari ke depan. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali dalam kegiatan Kepramukaan dengan tujuan tukar pengalaman, wisata dan pengenalan budaya,“ ucap Michel Reverce.

“Bali itu sangat indah dan sangat mengesankan saat bertemu dengan pramuka yang baik seperti Ketua Pramuka Bali Made Rentin. Kita di sini yang disambut sangat meriah dan berharap persahabatan tidak berakhir sampai di sini saja, mungkin ada kegiatan lain berikutnya kita bisa saling bertatap muka atau bertemu kembali,” harap Michel Reverce.

Michel Reverce juga menyebutkan ada tiga kata untuk pramuka Bali. Sangat Baik, Luar Biasa dan Sangat Emosional dalam menyambut rombongan kita. (*)

Sumber berita (*/Kwarda Bali—IMO Bali)
Editor (+rony banase)

Festival Ke-72 Don Bosko Kupang, SD Katolik Don Bosko 1 Raih Juara Umum

119 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko Kupang merayakan Pesta Sekolah Yohanes Bosko ke-72 (31 Januari 1948—31 Januari 2020) dengan menghelat berbagai kegiatan yang diramu dalam rangkaian Festival Don Bosko Kupang yang diselenggarakan sejak tanggal 22—31 Januari 2020.

Ketua Panitia HUT ke-72 Pesta Pelindung Sekolah Yohanes Bosko, Selfiana A.B.Kara dalam laporannya pada Puncak Perayaan Festival Don Bosko Kupang pada Jumat, 31 Januari 2020 di Halaman SD Katolik Don Bosko 1 menyampaikan bahwa peringatan Ulang Tahun ke-72 Yohanes Bosko dilaksanakan oleh SDK Don Bosko Kupang untuk mengenang berdirinya sekolah sejak tahun 1948 dengan Nama Pelindung Santo Yohanes Bosko.

Peragaan Busana (Fashion Show) Tenun Modifikasi NTT oleh Siswa-siswi SDK Don Bosko Kupang

Dirinya mengatakan berbagai kegiatan telah dilaksanakan seperti penanaman 100 anakan pohon mahoni di Taman Ziarah Oebelo Kabupaten Kupang, Pembersihan Gereja Katolik Katedral dan Asumpta, dan lomba-lomba seperti Peragaan Busana (Fashion Show) Tenun Modifikasi NTT, Gigit Sendok, Membawa Bola dalam Keranjang, Lari Karung, Futsal, Paduan Suara, Bercerita dalam Bahasa Inggris (Story Telling), Joged Balon, dan Tarik Tambang.

Pantauan Garda Indonesia selama pelaksanaan lomba, para guru dan siswa-siswi SDK Don Bosko 1—4 turut memeriahkan dan berpartisipasi dalam berbagi lomba yang dilaksanakan di pelataran sekolah.

SDK Don Bosko 1 Juara Umum

Dari hasil lomba dan penjumlahan nilai maka SD Don Bosko 1 berhasil meraih Juara Umum dan berhak memboyong Piala Bergilir. Adapun hasil lomba sebagai berikut:

  • Lomba Peragaan Busana (Fashion Show) Tenun Modifikasi NTT Juara 1 Putra, Edmund Champion Banase (Don Bosko 1; Putri, Fifil Yappi (Don Bosko 1);
  • Lomba Futsal, Juara 1 Don Bosko 1;
  • Lomba Bercerita dalam Bahasa Inggris (Story Telling), Juara 1 Theovillo Prieta Boekan (Don Bosko 1);
  • Lomba Masukkan Bola dalam Keranjang, Juara 1 Putra (Don Bosko 1), Putri (Don Bosko 3);
  • Gigit Sendok, Juara 1 Putra (Don Bosko 4), Putri (Don Bosko 2);
  • Lomba Lompat Karung, Juara 1 Putra (Don Bosko 2), Putri (Don Bosko 3);
  • Lomba Joged Balon antar guru, Juara 1 (Don Bosko 3).

Wakil Wakil Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko 1, Gabriel Bie, S.Pd. kepada media ini menyampaikan rasa bangga dan bahagia karena anak-anak dan para guru bekerja sama dan menampilkan yang terbaik selama pelaksanaan lomba. “Kami bersyukur dapat meraih juara umum dan berharap ke depan semakin lebih baik,” ujar Geby sapaan akrabnya.

Wakil Wakil Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko 1, Gabriel Bie, S.Pd. (tengah berbaju kuning) berpose bersama anak-anak SDK Don Bosko 1 Kupang

Geby juga menuturkan sejarah Sekolah Katolik yang bernaung di bawah Yayasan Swastisari ini sebelumnya hanya terdapat 2 (dua) sekolah yakni SD Katolik Putra 1 dan SD Katolik Putri 2. “Pesta Sekolah ke-72 ini dilaksanakan sejak diberikan nama SDK Don Bosko yang sebelumnya bernama SD Katolik Putra 1 (sekarang, SDK Don Bosko 1 Kupang) dan SD Katolik Putri 2 (sekarang, SDK Don Bosko 4 Kupang),” ungkapnya.

Kemudian, jelas Geby, SD Katolik bertambah menjadi Putra 2 (Don Bosko 3), Putri 1 (Don Bosko 2). “Awal berdiri yakni SDK Putra 1 (Don Bosko 1), Putra 2 (Don Bosko 3), Putri 1 (Don Bosko 2), Putri 2 (Don Bosko 4),” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Perdana! SKO Flobamorata Kupang Kirim Tiga Pelajar Ikut Pelatnas PB PASI

164 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Menjadi kebanggaan kami dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang dapat mengirimkan 3 (tiga) pelajar berbakat untuk mengikuti pelatnas atletik lari jarak/maraton yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) di Pengalengan Jakarta,” ujar Kepala SKO Flobamorata Kupang Drs. Lambertus Hurek, M.M. pada Sabtu, 1 Februari 2020.

Kepada Garda Indonesia, Kepala SKO Flobamorata Kupang yang bertugas sejak SKO Flobamorata Kupang didirikan pada 11 Mei 2016 ini menyampaikan rasa bangga karena dapat mengirimkan perdana pelajar untuk mengikuti pelatnas dan ke depan bakal tumbuh pelajar berbakat lainnya.

Kepala SKO Flobamorata Kupang, Drs. Lambertus Hurek, M.M.

“Dalam tempo 3,5 tahun SKO Flobamorata Kupang dapat mengirimkan perdana pelajar ke PB PASI. Jika dibandingkan dengan SKO lain di Indonesia yang berjumlah 18 SKO, yang lain jarang muncul, justru Pelajar SKO NTT yang muncul dari 6 (enam) cabang olahraga yakni Karate, Atletik, Kempo, Tinju, Pencak Silat, dan Taekwondo,” beber Lambertus Hurek dengan bangga sambil mengungkapkan bahwa fasilitas di SKO minim lapangan multifungsi dan bus sekolah.

Tiga pelajar yang diberangkatkan pada Sabtu, 1 Februari 2020 ke Jakarta yakni Arcelina Dima (Sumba Timur), Natalia Nenu Rema (Ngada), dan Mateus Wuli (Ngada) untuk bergabung dengan 27 pelajar lain untuk dibina oleh PB PASI. Perekrutan tiga pelajar tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh PB PASI dan saat mengikuti kejurnas telah menunjukkan prestasi.

Penyerahan bantuan pakaian dan sepatu olahraga dari Wagub NTT Josef Nae Soi kepada ketiga pelajar yang diberangkatkan ke PB PASI

Ketiga pelajar tersebut, jelas Lambert sapaan akrabnya, juga dibantu oleh Wagub NTT Josef Nae Soi dalam penyediaan kelengkapan olahraga (pakaian dan sepatu olahraga) yang memadai.

Mengenai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SKO Flobamorata Kupang hingga pakaian seragam, ungkap Lambert, 100 persen pengelolaan SKO Flobamorata Kupang dibiayai oleh APBD 1 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal didirikan hingga sekarang.

“Orang tua siswa hanya diberikan tanggung jawab untuk membayar uang partisipasi sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) per bulan,” ungkap Kepala SKO Flobamorata Kupang yang mengabdi sejak tanggal 3 Maret 2016.

“Saat ini, sebanyak 206 pelajar di SKO Flobamorata Kupang difokuskan untuk belajar dan mengembangkan bakat mereka dalam olahraga karena SKO Flobamorata Kupang menyediakan asrama termasuk makan dan minum yang dibiayai oleh pemerintah,” tandas Lambert sambil menyampaikan jika ada anak-anak di daerah kabupaten/kota yang berbakat agar dapat direferensikan ke SKO Flobamorata Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)

Tiga Alasan Wagub Josef Nae Soi Hadir Saat Pesta Emas SMK Swastisari Kupang

135 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi berkesempatan hadir dalam puncak Perayaan HUT ke-50 (Pesta Emas) SMK Swastisari Kupang pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 09.30 WITA—selesai di Aula STIE Oemathonis Kupang.

Saat tiba di Halaman STIE Oemathonis, bersama Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola; Wagub Josef Nae Soi disambut oleh Ketua Yayasan Santu Aloysius, Johanes Assan dan Istri; Ketua STIE Oemathonis, Antonius Ugak; Kepala SMK Swastisari Kupang, Suster Yohana Elu, para guru, siswa, dan alumni. Tak ketinggalan Siswa-siswi SMK Swastisari Kupang menyuguhkan Tarian Likurai asal Kabupaten Belu sebagai tarian penyambutan.

Wagub Josef Nae Soi hadir menggantikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang seharusnya hadir namun berhalangan karena harus bertolak ke Labuan Bajo selama 3 (tiga) hari untuk melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan

Kepada Ketua Yayasan Santu Aloysius, Kepala SMK Swastisari Kupang, Ketua STIE Oemathonis; para Guru, murid, alumni SMK Swastisari Kupang, Dosen dan Mahasiswa STIE Oemathonis Kupang dan undangan lainnya, Wagub Josef Nae Soi saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa alasan hadir dalam Misa Syukur Pesta Emas SMK Swastisari Kupang. “Saya tinggalkan beberapa kegiatan untuk datang dan hadir di sini,” ungkap Wagub Josef.

Misa Ekaristi Pesta Emas SMK Swastisari Kupang dipimpin oleh Romo Sam (alumni SMEA Swastisari)

Alasan pertama, tutur Wagub Josef, ada seorang pemuda bernama Aloysius Assan datang ke Maumere pada tahun 1970 bertemu saya menyampaikan akan mendirikan sekolah. “Saat itu saya masih seorang Guru SMEA dan SMA Maumere dan kami berdiskusi saat itu untuk mendirikan sekolah ini (SMEA Swastisari,red). Saya kenal beliau (Alm. Aloysius Assan) saat beliau masih menjabat sebagai Kepala BP7. Beliau sosok luar biasa!, kuliah hukum namun mendirikan sekolah SMEA,” ungkap Nae Soi.

Alasan Kedua, Nama Pendiri Yayasan Santu Aloysius adalah Aloysius Assan dan nama orang tua Wagub Josef Nae Soi juga memiliki nama Aloysius. “Ini alasan subyektif,” tutur Josef Nae Soi.

Alasan lainnya, “Sejak tahun 1970—sekarang, Saya masih menjadi guru hingga sekarang. Saya masih menjadi pengajar dan mengajar filsafat hukum di Universitas Atmajaya Jakarta ,” beber Wagub Josef Nae Soi.

Kepada para pendidik SMK Swastisari Kupang, Wagub Josef Nae Soi berpesan agar sekolah yang telah berumur 50 tahun ini agar tetap berdiri.

Penanaman Anakan Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi

Wagub Josef Nae Soi juga menyarankan agar SMK Swastisari Kupang dapat mendirikan program studi yang sesuai dengan perkembangan zaman agar tetap kokoh berdiri. “Pariwisata menjadi prime mover pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT dan NTT saat ini merupakan New Tourism Territory,” pinta Josef Nae Soi.

Perayaan Pesta Emas SMK Swastisari Kupang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Ketua Yayasan Santu Aloysius dan penanaman Pohon Cendana oleh Wagub Josef Nae Soi dan Kadis P dan K Provinsi NTT, Benyamin Lola di Halaman SMK Swastisari Kupang.

Penulis, foto dan editor (+rony banase)

Universitas Muhammadiyah Kupang Lepas Tiga Orang Mahasiswa PGSD ke Malaysia

125 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) melepas 3 (tiga) mahasiswa untuk mengikuti KKNdik dan PPL Internasional di Kuala lumpur Malaysia. Ketiga orang mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Program Studi PGSD yang saat ini berada pada semester V dan VII.

Acara pelepasan dilaksanakan di ruang rapat lantai dua gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kupang, dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Zainur Wula, S.Pd.,M.Si, pada Senin, 13 Januari 2020.

Tiga Mahasiswa UMK akan berada di Malaysia hingga 13 Februari 2020 mendatang dan akan didampingi oleh 2 (dua) orang dosen. Tiga mahasiswa tersebut adalah Wahyuningsih Ridwan, Mahasiswa PGSD Semester VII, Nurul Istiqomah Sanusi, Mahasiswa PGSD Semester V, dan Nani Muliandani, Mahasiswa PGSD Semester V dan dosen yang mendampingi adalah Uslan, S.Pd., M.Si. Kaprodi PGSD UMK dan Julhidayat Mushan, S.P.d., M.Pd. Sekpro PGSD UMK.

Dalam sambutan sekaligus melepas tiga mahasiswa yang akan mengikuti KKNdik dan PPL Internasional di Kuala lumpur Malaysia, Rektor UMK, DR. Zainur Wula, S.Pd.,M.Si mengatakan bahwa di periode yang pertama tahun ini Universitas Muhammadiyah Kupang mengirim tiga orang dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan ke depan akan ada dari program studi lain.

“Kali ini kami mengirim tiga orang Srikandi kita yang mana kali ini dikirim dari prodi PGSD dan ke depan prodi-prodi yang lain,”ungkap Zainur.

Lanjutnya, KKNdik dan PPL Internasional ini merupakan salah satu terobosan baru bagi Universitas Muhammadiyah Kupang dengan berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. “Jadi program PPL Internasional ini adalah langkah awal kerja sama kita dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia, “ungkapnya. Selain itu, ke depan akan disusul dengan Kuliah Kerja Nyata Internasional ke berbagai negara di Asia Tenggara.

“Ini akan disusul dengan kuliah Kerja Nyata Internasional yang akan kita kirim ke negara negara Asia Tenggara,” lanjutnya.

Zainur juga mengungkapkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kupang ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia juga memiliki kemampuan dan dapat bersaing dengan negara lain.

“Itu semua dalam rangka kompetensi dasar karena kita ingin memperkenalkan bahwa Indonesia juga mempunyai kemampuan dan bisa bersaing dengan negara lainnya,”ungkapnya.

Selain pengiriman mahasiswa keluar negeri, Universitas Muhammadiyah Kupang akan membangun Kantor Urusan Internasional dan kantor tersebut akan bergerak dalam hubungan internasional dengan berbagai negara. “Ke depan Universitas Muhammadiyah Kupang akan membangun Kantor Urusan Internasional yang mana kantor ini berkaitan dengan hubungan internasional,” lanjutnya.

Selain itu, salah satu Dosen Pendamping Uslan S.Pd.,M.Si. yang juga adalah Kaprodi PGSD mengatakan keikutsertaan PGSD Muhammadiyah Kupang merupakan salah satu kerja sama dengan Asosiasi Program Studi PGSD Muhammadiyah Seluruh Indonesia.

“Waktu pertemuan di Persatuan Asosiasi Program Studi PGSD Muhammadiyah Seluruh Indonesia, menawarkan kerja sama khususnya PGSD Muhammadiyah dan inilah aplikasi dari kerja sama itu sehingga kami bisa mengirim tiga orang mahasiswa PGSD Untuk KKN di Malaysia,” ungkap Uslan.

Lanjutnya, para utusan mahasiswa PGSD Muhammadiyah Kupang, Selain KKN, akan mengajar di sekolah-sekolah Indonesia di Malaysia. “Di samping KKN mereka juga akan mengajar di sekolah-sekolah Indonesia yang ada di Kuala Lumpur selama kurang lebih empat belas hari di bawah naungan Pimpinan Cambang Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur Malaysia,” ungkap Uslan.

Selain itu, tiga mahasiswa utusan PGSD Muhammadiyah Kupang akan membawa Tarian Ja’i di Kedutaan Besar Republik Indonesia dan di beberapa Universitas di Malaysia. “Mereka di sana akan menampilkan Tarian Ja’i di Kedutaan Besar Republik Indonesia, etase etase dan di Universitas Malaya Kuala Lumpur dan Islamic University of Malaya. Jadi mereka akan pentas Ja’i di sana,” tandas Uslan.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)