Arsip Kategori: Pendidikan

Ujian Nasional 2020 Dibatalkan, Pemerintah Pertimbangkan Kesehatan Siswa

200 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan ujian nasional (UN) tahun 2020 ditiadakan menyusul pandemi virus korona atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdiskusi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2020.

“Ratas siang hari ini akan dibahas mengenai kebijakan ujian nasional untuk tahun 2020. Kita tahu Covid-19 sangat mengganggu proses pendidikan di Tanah Air dan kita juga telah melakukan kebijakan belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Presiden.

Adapun keputusan ditiadakannya UN disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam keterangan persnya usai rapat terbatas. Nadiem menyebut alasan utama ditiadakannya UN adalah prinsip keamanan dan kesehatan untuk para siswa dan keluarganya.

“Setelah kami pertimbangkan dan juga diskusikan dengan Pak Presiden dan dengan instansi-instansi lainnya di kementerian dan di luar, kami telah memutuskan untuk membatalkan ujian nasional di tahun 2020 ini. Alasan nomor satu adalah prinsip dasar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa yang terpenting itu adalah keamanan dan kesehatan dari siswa-siswa kita dan tentunya juga keamanan keluarga mereka, dan kakek-neneknya siswa-siswa tersebut,” kata Nadiem.

Nadiem menjelaskan bahwa UN bukan menjadi syarat kelulusan ataupun seleksi bagi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara untuk ujian sekolah, Nadiem mengatakan bahwa setiap sekolah masih bisa melaksanakannya, dengan catatan tidak melalui tes tatap muka yang mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas.

“Ada berbagai macam opsi sekolah bisa melaksanakan ujian sekolah, misalnya melalui online kalau mau, ataupun dengan angka dari nilai lima semester terakhir. Itu adalah opsi yang bisa ditentukan oleh masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Ujian sekolah tersebut, kata Nadiem, tidak dipaksakan untuk mengukur ketuntasan seluruh capaian kurikulum sampai semester terakhir yang terdampak oleh bencana Covid-19 dan terdisrupsi pembelajarannya.

Sebelumnya dalam ratas, Presiden menjelaskan bahwa ada 8,3 juta siswa yang seharusnya mengikuti ujian nasional dari 106 ribu satuan pendidikan di seluruh Tanah Air. Maka itu, Presiden meminta agar kebijakan mengenai ujian nasional dapat segera diputuskan dengan memegang prinsip tidak merugikan hak para siswa.

“Prinsip yang utama yang harus kita pegang adalah kebijakan ini bisa kita ambil tetapi jangan sampai merugikan hak dari 8,3 juta siswa yang harusnya mengikuti ujian nasional yang diadakan,” tegas Presiden.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres) Foto oleh Muchlis Jr.
Editor (+rony banase)

‘PKBM Obor Timor Ministry’ Wujudkan Impian Anak Putus Sekolah

124 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Warga belajar pendidikan kesetaraan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Obor Timor Ministry yang terletak di Kelurahan Nunbaun Delha, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini berjumlah sekitar 500 orang yang datang dari berbagai latar belakang seperti anak jalanan, pekerja, bahkan ibu rumah tangga.

Pada tahun 2020, jumlah Warga Belajar dari PKBM Obor Timor Ministry paket A atau setara kelas 6 Sekokah Dasar (SD) berjumlah 15 orang, setara kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 35 orang, dan setara kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 62 orang.

Seperti disampaikan Fitria Dwi Utami (22 tahun) asal Surabaya, telah bergabung pada 2018 dan merasakan manfaat tambahan saat menjadi warga belajar PKBM Obor Timor Ministry. “Awalnya saya minder karena anggapan banyak orang tentang belajar paket C, namun saya merasakan kenyamanan dan perkembangan akan keahlian karena mendapat pelatihan merias wajah (make up) secara gratis dan kini, saya telah menerima job make up sambil mencari ijazah,” kisah Fitria sambil menyampaikan meski berdomisili di Surabaya namun tetap mengikuti pendidikan dengan pembelajaran daring (online).

Warga Belajar paket C (setara SMA) di PKBM Obor Timor Ministry sedang mengikuti ujian akhir

Berbeda dengan Tifany Sasa Bora yang berdomisili di Kelurahan Fontein Kota Kupang yang hendak melanjutkan kuliah usai menerima ijazah dari PKBM Obor Timor Ministry. “Saya ingin melanjutkan kuliah di fakultas hukum atas dorongan dan dukungan orang tua,” bebernya.

Salah satu Warga Belajar PKBM Obor Timor Ministry bernama Fiona Jabi (21 tahun) yang telah berumah tangga dan kini tengah mengandung anak kedua merasa sangat senang karena bakal memperoleh ijazah yang dapat digunakan untuk mencari kerja dan membantu ekonomi rumah tangga.

Ketua PKBM Obor Timor Ministry, Berthadyn Fony Mella, S.Th

Ketua PKBM Obor Timor Ministry, Berthadyn Fony Mella, S.Th. menyampaikan bahwa lembaga pendidikan non formal ini didirikannya pada tahun 2010 kemudian menggapai legalitas pada 2011. “Awalnya kami melakukan kegiatan bagi anak-anak jalanan, seperti anak-anak di lampu merah El Tari Kupang, anak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Alak, penjual kantong plastik dan pendorong gerobak di pasar, dengan menangani mereka ternyata sebagian dari mereka tak menyelesaikan pendidikan karena tidak mau bersekolah formal,” kisah Fony Mella sapaan akrabnya saat dijumpai media ini di sela-sela ujian akhir bagi warga belajar paket C pada Kamis, 19 Maret 2020.

Kemudian, imbuh Fony, Obor Timor Ministry membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada 2013 yang bertujuan agar anak-anak binaan Obor Timor Ministry dapat kembali menikmati pendidikan layaknya anak-anak di sekolah formal. “Saat ini banyak anak-anak yang telah menyelesaikan sekolah bahkan ada 5 (lima) warga belajar melanjutkan ke bangku kuliah dan menggapai beasiswa hasil kerja sama Obor Timor Ministry dan perusahaan di Jakarta,” ungkap Fony seraya menyampaikan tak hanya anak-anak jalanan saja yang belajar namun warga di sekitar lokasi PKBM Obor Timor Ministry pun ikut menikmati pendidikan non formal.

Hingga saat ini, ungkap Fony, perhatian pemerintah yakni dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT turut mendukung keberlanjutan PKBM Obor Timor Ministry dengan memberikan biaya operasional, termasuk dana hibah dari Bank Indonesia yang memberikan bantuan buku dan pojok baca bagi warga belajar, dan Dinas Sosial juga turut memberikan dukungan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wakil Bupati Kupang Titip ‘Nasib Guru Honorer’ kepada Anita Jacoba Gah

219 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menitipkan nasib Guru Honorer yang mengabdikan diri untuk memajukan pendidikan di wilayah yang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/12/46-bangunan-sekolah-di-kupang-rusak-anita-gah-upaya-dorong-dana-pusat/

Permintaan Jerry Manafe tersebut disampaikannya saat kunjungan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah di ruang kerjanya pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 10.30 WITA.

“Saya punya pengalaman saat bertemu 2 (dua) orang Guru Honorer di Amfoang (salah satu kecamatan, red). Mereka mengatakan upah honor hanya Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dan mereka menetap di rumah warga. Saya mohon agar Ibu Anita dapat berbicara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat mengangkat tenaga honorer, terlebih tolonglah lihat guru honorer,” ungkap Wakil Bupati Kupang yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang 2 (dua) periode ini dengan sangat miris.

Lanjut Wakil Bupati Kupang, “Tenaga Honorer kita ibarat seperti layang-layang putus talinya, kasihan nasib guru honor, mereka sangat susah. Saya mohon, jika dapat dibantu agar dapat memprioritaskan tenaga guru honorer yang telah lama bekerja karena mereka menganggap profesi sebagai panggilan untuk mengabdi dengan ketulusan.”

Pertemuan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah

Saat ini, ujar Jerry Manafe, wajah Kabupaten Kupang agak berbeda!, Kabupaten Kupang merupakan kabupaten yang telah melahirkan Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Sabu Raijua. Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pendidikan di Kabupaten Kupang sangat terbatas sekitar 30 Miliar per tahun.

“Saya tidak suka lihat wajah Kabupaten Kupang dengan kondisi saat ini!,” tegas Jerry Manafe seraya berkata bahwa cara kerja kepala dinas dan kabid di sini tidak mempunyai rasa memiliki dan mencintai kabupaten ini. Penegasan ini langsung ditujukan kepada Kadis Pemuda dan Olahraga, Sepri Klau, Kadis Pariwisata, Pieter Sabaneno; Sekretaris Dinas Arsip, Mariana Damaledo; Kadis Pendidikan Imanuel Buan, dan beberapa kabid dari dinas terkait yang turut serta menerima kunjungan reses Anita Jacoba Gah.

Foto bersama Anita Jacoba Gah, Wakil Bupati Kupang, Kadis dan kabid terkait bidang kerja Komisi X DPR RI

Menanggapi permintaan Wakil Bupati Kupang, Anita Jacoba Gah menanyakan berapa banyak tenaga guru honorer yang hendak diangkat di Kabupaten Kupang?

“Kami sebagai wakil rakyat di DPR RI dengan kondisi seperti anak kecil berebut makanan. Saya akan sangat kecewa sekali jika apa yang telah kami perjuangkan sia-sia, seperti masalah penyaluran dana PIP (Program Indonesia Pintar),” beber Anita.

Untuk itu, imbuh Anita, dirinya meminta laporan dan data dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang. “Saya juga melihat dengan mata kepala sendiri, mereka (Guru Honorer, red) menerima upah Rp.150.000,- oleh karena itu, saya meminta kepada Wakil Bupati Kupang untuk memberikan informasi berapa banyak tenaga Guru Honorer yang mau diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2020,” pinta Anita Jacoba Gah.

Anita Gah juga menyampaikan bahwa perjuangannya saat ini berfokus untuk Kabupaten Kupang tak hanya pada bidang pendidikan, namun juga untuk pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

46% Bangunan Sekolah di Kupang Rusak, Anita Gah Upaya Dorong Dana Pusat

153 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 2018—2019 sebesar Rp.16.067.911.754,- (16,067 Miliar,[*Data Dirjen Dikti]) yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemda Kabupaten Kupang melalui perjuangan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, untuk membantu membenahi sarpras (sarana dan prasarana) pendidikan di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/10/anita-gah-bakal-perjuangkan-sarana-prasarana-sekolah-di-kabupaten-kupang/

Namun, masih banyak bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan fisik bangunan dan malah terdapat sekolah yang beratap daun dan pelepah lontar.

Kondisi ini yang menggugah Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan berupaya mendorong dana APBN agar dapat dialokasikan bagi rehab bangunan dan pembangunan gedung sekolah baru. Termasuk melakukan kunjungan dalam rangkaian reses dan bertatap muka dengan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 10.30 WITA—selesai.

Pernyataan empati Anita Gah disampaikannya saat bertemu dengan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe di ruang kerjanya. Kunjungan Anita dalam masa reses pertamanya tersebut sebagai bentuk perhatian nyata bagi kemajuan proses belajar mengajar dan pendidikan di wilayah yang memiliki 24 kecamatan, berluas sekitar 5.898 km2 dan merupakan kabupaten terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

“Data yang saya peroleh dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang bahwa terdapat sekitar 46 persen sekolah (SD dan SMP) yang harus direhabilitasi dan semoga minimal 20 persen kita perjuangkan untuk dapat direalisasikan pada APBN tahun 2020,” ujar Anita kepada Jerry Manafe.

Kunjungan Anita untuk periode 2020, dengan melakukan belanja masalah ke lini bawah. “Saya ingin mendengar dan bertemu langsung dengan para kepala sekolah dari 5 (lima) kecamatan (Kecamatan Kupang Barat, Kupang Timur, Kupang Tengah, Amarasi Barat dan Amarasi Timur),” tuturnya sembari menyampaikan untuk mencoba mendorong dana APBN agar dapat menyelesaikan 20 persen yang dapat dipergunakan untuk rehab sekolah.

“Selain saya akan memperjuangkan anggaran 2020, saya harus memperoleh realisasi penggunaan dana APBN 2019 berdasar data paling lambat Senin, 16 Maret 2020 dan jika tidak ada masalah, maka saya akan dukung, namun jika terdapat masalah maka saya akan menghubungi KPK untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tegas Anita Gah sambil berujar bahwa mitra kerja Komisi X adalah dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Adapun perincian realisasi Dana APBN untuk pendidikan pada 2018—2019 di Kabupaten Kupang berupa rehab 2 ruang belajar senilai Rp.128 juta, Renovasi SD Inpres Lili sebesar Rp.1,565 Miliar, Peralatan Pendidikan untuk 54 sekolah Rp.4,777 Miliar, dan untuk 7 sekolah Rp.1,218 Miliar, 14 Ruang Kelas Baru senilai Rp.2,732 Miliar, Pembangunan 13 Laboratorium Rp.3,500 Miliar, dan Pembangunan 10 unit Ruang Perpustakaan Rp.2,144 Miliar.

Kabupaten Kupang juga memperoleh Dana PIP untuk periode 2018—2019 sebesar Rp.63,766 Miliar (2018 sebesar Rp.31,802 Miliar dan 2019 sebesar Rp.31,964 Miliar).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/11/banyak-siswa-di-kabupaten-kupang-belum-dapat-dana-pip-anita-gah-singkap/

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe merasa bersyukur atas kehadiran Anita Jacoba Gah. “Saya tahu lama dengan Ibu Anita, namun hari ini bisa bertemu. Saya juga bangga ada orang NTT yang begitu eksis di pusat dan sangat membantu kita,” ungkap Jerry.

Selain itu, ujar Jerry, saya senang sekali belum kita minta Ibu Anita sudah memberikan perhatian dan dengan kecerdasan dapat melihat berbagai kebutuhan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Setahun Perjalanan Kepengurusan Ketua Perdiknas & Rektor Undiknas

72 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Pada 7 Maret 2020, Kepemimpinan Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (PERDIKNAS) Denpasar. Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda dan Rektor Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. genap berusia 1 (satu) tahun. Berbagai program pembangunan dan terobosan terus dilahirkan sebagai bentuk implementasi visi dan misi menjadikan bawa Undiknas unggul sebagai Universitas Riset dan Kampus Milineal.

A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda mengatakan Catatan Setahun Perjalanan Kepengurusan Perdiknas Perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Derasnya arus era revolusi industri 4.0 yang begitu pesat telah menuntut lembaga pendidikan untuk bisa lebih terbuka, luwes, dan bermutu. Sehingga lembaga pendidikan harus memiliki fleksibilitas tinggi agar dapat mewujudkan ekosistem belajar yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

“Menghadapi perubahan tersebut sudah saatnya semua pemangku kepentingan, baik pimpinan yayasan maupun pimpinan unit yang berada di bawah Perdiknas duduk bersama membahas persoalan–persoalan mendasar yang tengah dihadapi agar diperoleh solusi jernih dan rasional, bukan sekadar lontaran jargon, janji-janji manis, dan solusi absurd yang tidak bisa diterapkan di lapangan,” papar Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda pada Kamis, 12 Maret 2020.

Harus disadari betul, lanjut Eddy, bahwa diperlukan pemikiran yang matang dan rasional. Pemikiran dan hati harus terbuka agar mampu mengidentifikasi masalah dan membuat solusi tepat. Jangan pernah melepaskan “kepala dan badan” dalam merumuskan strategi, merancang dan menentukan langkah ke depan menuju masa depan seluruh lembaga yang berada di bawah naungan Perdiknas Denpasar.

“Berpikir cerdas dan selalu bertindak dengan menempatkan rasa dan empati yang tinggi sehingga langkahnya pasti, tidak sekadar meraba-raba mengikuti tren yang sedang berkembang di masyarakat. Dengan demikian di tengah gempuran perubahan yang demikian dahsyat, baik SMP Nasional, SMK Teknas, maupun Undiknas Denpasar dapat terus berkembang, memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan dan mampu menghasilkan generasi emas berkualitas serta lulusannya mampu diserap, bahkan menjadi idaman oleh dunia industri,” urai Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda.

“Dan semoga apa yang telah dan akan dilakukan didukung penuh oleh unit- unit kami, sehingga kita semua dapat berjalan bersama-sama dalam langkah yang sama, membawa yayasan ini semakin berkembang, maju, berjaya, dan terus memberikan kontribusi positif bagi negeri ini melalui pendidikan,” tandasnya.

Sementara itu, Nyoman Sri Subawa menyampaika Undiknas siap Lahirkan Entrepreneur- Entrepreneur Baru. “Selama proses perkuliahan Undiknas menekankan kualitas pembelajaran, tentu output-nya agar lulusan Undiknas mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Undiknas berorientasi menciptakan tenaga kerja yang andal, tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan tetapi melahirkan entrepreneur baru,”kata Nyoman Sri Subawa.

Rektor Universitas Pendidikan Nasional periode 2019—2024 ini bertekad ingin membawa kampus unggul sebagai universitas riset, di tengah berbagai capaian prestasi yang telah diraih selama ini. “Undiknas sebagai lembaga pendidikan tinggi juga ingin berada di garda terdepan untuk bersinergi dengan semua pihak dalam upaya merealisasikan, meningkatkan, dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia,” kata Sri Subawa

Sri Subawa mengemukakan saat ini Undiknas telah memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan raihan akreditasi unggul (A) dari BAN-PT Kementerian Ristekdikti untuk 5 (lima) program studi, dan enam program studi terakreditasi Baik (B), serta segera mewujudkan akreditasi internasional.

Terkait dengan tantangan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, menurut Sri Subawa, selain dengan penguatan kurikulum yang lebih dinamis dan adaptif, Undiknas telah menyelaraskan model pembelajaran dengan perkembangan kekinian dengan menerapkan secara dalam jaringan (daring) atau online, e-learning atau hybrid learning untuk mengurangi pembelajaran dengan model tatap muka.

“Jadi, segenap civitas akademika harus merespons berbagai perubahan dengan melek terhadap teknologi, literasi data dan menggunakan data untuk menentukan langkah dan strategi yang diambil,” tutup Sri Subawa. (*)

Sumber berita (*/Rudianto—Tim IMO Bali)
Editor (+rony banase, IMO NTT)

Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

237 Views

Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 58.398 siswa dari total 67.000 siswa di Kabupaten Kupang menerima beasiswa hingga pada tahun 2019 dengan kisaran anggaran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp.31.800.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah).

Kepastian penerimaan beasiswa tersebut disampaikan oleh Anita Jacoba Gah, Anggota Komisi X DPR RI saat melakukan reses dengan Kepala Sekolah SD, SMP, dan Pengawas Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 11 Maret 2020 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Data penerima Dana PIP yang disampaikan oleh Anita Jacoba Gah dari Dirjen Dikti tersebut disinyalir tak selaras dengan kondisi di lapangan dengan data yang disodorkan Anita Gah. Hasil pantauan media ini, saat beberapa kepala sekolah menyampaikan data dan terkuak masih banyak siswa yang belum menerima Dana PIP.

Anita Jacoba Gah saat menyerap aspirasi Kepala Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur di Kabupaten Kupang

Seperti disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Nunbaus 1 Leminabus Noti mengatakan, pada tahun 2019 mengusulkan 129 anak penerima beasiswa PIP, namun hanya 37 siswa yang menerima. Begitu pun dengan yang disampaikan oleh Dominggus Bilaut, Kepala SD Inpres Bismarak menyampaikan hanya 36 siswa yang menerima dana PIP dari pengajuan 76 siswa.

Anita dengan optimis menyampaikan bahwa dirinya akan melihat dan memperjuangkan kebutuhan sekolah termasuk Dana PIP di Amarasi Barat dan Amarasi Timur dari Senayan melalui Pemda Kabupaten Kupang dan dinas terkait.

“Bagaimana dengan kondisi sekolah dan proses penerimaan beasiswa PIP?” tanya Anita Gah kepada para kepala sekolah seraya menyampaikan bahwa pada 2019 hampir sekitar 59.000 siswa menerima dana PIP hasil perjuangan anggota DPR yang telah tiga kali menjabat sebagai wakil rakyat di Senayan.

“Hari ini saya sebagai Anggota DPR RI Komisi X melalui Rumah Aspirasi saya ingin aspirasi kongkret dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan perjuangan seperti masih akan terus berlanjut karena beruntung ada wakil NTT di Komisi X dan saat ini saya ingin belanja masalah serta menyerap aspirasi dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur,” ujar Anita Jacoba Gah yang didampingi oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan.

Anita Gah juga memberikan opsi kepada para kepala sekolah untuk mengajukan penerima Dana PIP melalui Dinas Pendidikan atau Rumah Aspirasi Anita Jacoba Gah yang terletak di Kabupaten Kupang.

Selain itu, Anita meminta para kepala sekolah untuk memperhatikan data Dapodik untuk kelancaran input nama penerima Dana PIP. “Tolong perhatikan data Dapodik agar jelas seperti nama orang tua kandung ‘nama ibu kandung’ dan penulisan nama tidak boleh kurang huruf maka bakal ditolak saat pengiriman data ke pusat,” ungkap Anita.

Menurut peraturan, ujar Anita, seharusnya dana PIP sudah ada di rekening siswa, namun yang terjadi saat siswa itu datang ke Bank penyalur baru buku tabungan dicetak dan dengan tegas Anita mengatakan bahwa mekanisme penyaluran dana PIP dari Kementerian Pendidikan ke Dinas Pendidikan lalu ke Kepala Sekolah.

“Terjadi persoalan jika Kepala Dinas dan Kepala Sekolah tidak tahu, jadi tolong bapak/Ibu kepala sekolah perhatikan mekanisme penyaluran dana PIP agar tepat sasaran,” pintanya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Yuk Ikut Lomba Karya Tulis Ilmiah & Video Edukatif Bank NTT Ramai Skali Periode II

329 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran (Launching) Program Gerakan Menabung Sejak Dini atau ‘Ramai Skali Bank NTT’ Periode II resmi dibuka oleh Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho dan Ketua Dewan Juri, Pater Gregorius Neonbasu, SVD., PhD. pada Kamis, 5 Maret 2020 pukul 13.00 WITA di Resto Subasuka Paradise Kupang.

‘Ramai Skali Bank NTT’ merupakan program edukasi dan literasi keuangan perbankan sebagai bentuk dukungan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur terhadap Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini.

Program Ramai Skali Bank NTT tahap II tahun 2020 memberikan kesempatan kepada semua kalangan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah berlaku bagi tingkat SMP, SMA, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (4—25 Maret 2020) dan Video Edukatif bagi masyarakat semua kalangan (4 Maret—25 April 2020). Tak perlu membayar saat mendaftar atau gratis, cukup hanya dengan menabung di Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media menyampaikan bahwa Program “Ramai Skali” dirangkai dengan Penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah melibatkan Pelajar SMP, SMA, Madrasah, dan Mahasiswa, sedangkan Video Edukatif dapat diikuti oleh masyarakat umum di seluruh kabupaten /kota dengan total hadiah ratusan juta rupiah berupa Tabungan Bank NTT.

Harry Alexander Riwu Kaho juga mengajak awak media untuk mewartakan apa yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur NTT (Bank NTT) sangat memberikan dampak positif bagi kemajuan edukasi literasi bagi kaum milenial dan masa kini.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Lomba Karya Tulis Ilmiah sebagai bagian dari komitmen Bank NTT untuk menerjemahkan sebuah langkah besar membangun kecerdasan kaum muda dalam mengembangkan talenta mereka melalui menulis karya ilmiah dan membuat video edukasi,” urai Direktur Pemasaran Dana Bank NTT sembari menyampaikan bahwa tujuannya untuk melatih anak muda agar cerdas menyiapkan masa depan dengan memanfaatkan talenta mereka melalui karya tulis ilmiah dan video edukasi.

Selain itu, ujar Harry, diperlukan konsistensi dan komitmen kuat untuk tetap mempertahankan dan menyelenggarakan program Ramai Skali Bank NTT. “Tahun 2020 merupakan tahun kedua penyelenggaraan lomba karya tulis ilmiah dan video edukasi. Kami memperoleh dukungan sinergisitas dari Pater Gregorius Neonbasu, Undana, Bank Indonesia, OJK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, berbagai institusi, dan teman-teman yang berkecimpung dalam karya tulis ilmiah,” tandas Harry Riwu Kaho.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Video Edukatif Ramai Skali Bank NTT, Pater Gregor Neonbasu, SVD, PhD. mengatakan bahwa kegiatan Bank NTT tahun lalu begitu membludak dan populer berkat peran aktif media.

“Selama ini orang berpikir bahwa Bank NTT hanya selalu berurusan dengan uang dan usaha, namun saat ini saya melihat ada sisi kemanusiaan yang menyentuh dan mendidik anak-anak untuk menabung sejak dini dan Bank NTT memperhatikan dampak sosial bagi kaum muda,” ungkap Peter Gregorius.

Tak sekadar lomba, terang Pater Gregorius, Bank NTT kini keep in touch dengan sebuah bahtera penting yakni pendidikan. “Dampaknya dari kegiatan pertama dari Lomba Karya Tulis Ilmiah pada 2019 untuk mendidik anak-anak sejak awal untuk menabung karena hadiahnya berupa tabungan Bank NTT,” beber budayawan NTT ini dengan penuh antusias.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Presiden Jokowi Apresiasi Kiprah Guru Besar UIN K.H. Asep Saifuddin Chalim

84 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menghadiri pengukuhan K.H. Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel. Acara pengukuhan berlangsung di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 29 Februari 2020.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan selamat atas pengukuhan tersebut. Menurutnya, guru besar adalah bentuk pengakuan akademik tertinggi atas kontribusi K.H. Asep dalam mengembangkan Studi Islam dan dalam mengembangkan model pendidikan yang inovatif untuk membangun umat dan membangun bangsa.

“Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kiai Asep, dalam mengembangkan dan mewujudkan manusia unggul dan berakhlakul karimah. Bukan hanya melalui pemikiran-pemikiran yang beliau sampaikan di banyak kesempatan, tetapi yang lebih penting lagi adalah melalui kiprah dan karya yang beliau ciptakan,” kata Presiden.

Salah satu karya tersebut yaitu buku berjudul “Aswaja”, yang menurut Presiden merupakan sebuah buku yang sangat apik yang menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang benar dalam keluarga. “Supaya kita terhindar dari pemikiran dan kepercayaan yang menyimpang di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini,” imbuhnya.

Presiden Jokowi saat bersama K.H. Asep Saifuddin Chalim (Guru Besar bidang Sosiologi) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel

Perkembangan dunia saat ini, lanjut Kepala Negara, tidak hanya memengaruhi perilaku keagamaan seseorang, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan seseorang pada sebuah sistem ideologi, tata negara dan kehidupan sosial kita. Saat ini gerakan-gerakan ekstremis muncul yang bahkan memicu peperangan dan konflik di beberapa negara. “Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan,” ungkap Presiden Jokowi.

Pendidikan moderasi tersebut ialah pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (bersikap moderat), tawazzun (bersikap seimbang), i’tidal (bersikap adil), dan tasamuh (bersikap toleran).

Presiden memandang, nilai-nilai dan karakter tersebut menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani. “Saya juga menyaksikan kiprah dan karya nyata Kiai Asep di masyarakat. Bapak Kiai membangun pesantren dari nol hingga menjadi pesantren besar seperti sekarang ini, Pesantren Amanatul Ummah di Siwalankerto dan di Pacet. Saya pernah ke sana, dan sekarang informasi yang saya dapatkan sudah memiliki lebih dari 10 ribu santri,” paparnya.

Tidak hanya itu, K.H. Asep juga mendirikan sebuah institut yang membuka layanan pendidikan sarjana dan pascasarjana, yang sebagian mahasiswanya berasal dari beberapa negara, yang memberikan banyak beasiswa, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswanya.

Presiden Jokowi saat berswafoto dengan Guru Besar dan  para Dosen UIN Sunan Ampel

K.H. Asep juga dikenal memiliki perhatian besar dalam meningkatkan kualitas guru dan pesantren. Menurut Presiden, sebagai Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu), banyak program dan inovasi yang dilakukan oleh K.H. Asep, seperti pengembangan metode pembelajaran dan peningkatan fasilitas pesantren, serta penguatan keterampilan bagi para guru dan santri.

“Saya dengar anggota Pergunu juga didorong untuk membuat gerakan teacher-preneur, pemberdayaan komunitas berbasis ekonomi kerakyatan, menerapkan kearifan lokal, dan sudah memanfaatkan teknologi digital. Ini semua adalah kiprah yang layak kita apresiasi,” jelasnya.

Presiden menilai, pemikiran, kiprah, dan karya K.H. Asep dalam membangun umat dan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) bangsa yang unggul sangat selaras dengan agenda besar bangsa Indonesia sekarang ini, yaitu pembangunan sumber daya manusia. “Kita ingin SDM Indonesia mampu menghadapi tantangan dunia saat ini. Kita ingin SDM Indonesia semakin unggul dan kompetitif sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi bangsa mewujudkan Indonesia Maju,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Rektor UIN Sunan Ampel Prof. Masdar Hilmy, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)