Arsip Kategori: Pendidikan

Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

712 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada Selasa, 15 Juni 2021. Gubernur VBL meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT.

“Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain. Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertemu dengan pengurus Akademi Teknik Kupang

Kampus ATK dan lulusannya, jelas VBL, harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. “Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” terangnya.

Gubernur VBL juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan. “Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer knowledge ‘pengetahuan’ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreativitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” urainya.

Selain itu, tandas Gubernur VBL, kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi Industrial. “Saat ini, IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka, kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Pendidikan Harus Holistik, Ketua DPD FPKBM Sentil Pidato Wali Kota Kupang

240 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jajaran, dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar, dan pendidikan menengah,” demikian penggalan pidato Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 tingkat Kota Kupang, pada Senin, 3 Mei 2021 di Aula Gedung Sekolah Dian Harapan Kupang.

Simak cuplikan video pidato Wali Kota Kupang pada channel Youtube di bawah ini : https://youtu.be/d8YH8Fo6Q1o

Dilansir dari Prokopim Setda Kota Kupang, pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas 2021 yang bertema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar” itu menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru Sekolah Dian Harapan (SDH), sedangkan undangan lainnya mengikuti secara virtual.

Usai membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, Wali Kota Kupang  berkesempatan memberikan arahannya melalui pidato yang mana Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk tetap meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jenjang, khususnya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, terang Wali Kota Jefri, Pemkot Kupang berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan, meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Wali Kota Jefri pun memaparkan berbagai program inovasi yang dilakukan Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang antara lain : menyiapkan anggaran untuk melakukan Diklat Penguatan dan Diklat Calon Kepala Sekolah dan menyiapkan anggaran transpor bagi pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap yang telah mengabdi di atas 5 tahun. Pemkot Kupang juga akan terus berupaya untuk mempertahankan program pemberian seragam gratis bagi anak sekolah.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore memotong tumpeng peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hardiknas 2021

Momentum peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hardiknas 2021 diwarnai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kupang dan foto bersama. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si serta para Kepala Bidang pada dinas terkait, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, para Kepala Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah se-Kota Kupang, baik yang hadir secara langsung maupun virtual.

Menyikapi pidato Wali Kota Kupang tersebut, Ketua DPD Forum PKBM Kota Kupang, Polikarpus Do menyayangkan kebijakan Pemkot Kupang yang terurai dalam isi pidato Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada peringatan Hardiknas 2021. “Dalam Pidatonya tidak sedikit pun tidak menyinggung tentang Pendidikan Non Formal (pendidikan anak usia dini [PAUD], pusat kegiatan belajar masyarakat [PKBM], Rumah Pintar, sanggar kegiatan belajar masyarakat [SKBM], lembaga kursus dan pelatihan [LKP]),” ulas Polikarpus Do.

Polikarpus pun kembali menegaskan kepada pemerintah dalam narasi-narasi di berbagai pidato agar dapat memberikan keyakinan dan semangat kepada Pendidikan Non-Formal. “Jika tidak menyebutkan kami, seolah-olah pemerintah lupa bahwa kami ada dan berperan sangat penting apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya sembari mengimbau Pemerintah Kota Kupang dapat menguatkan dan menggerakkan semua jalur Pendidikan sesuai mimpi bersama Pemerintah menjadikan Kota Kupang sebagai Smart City.

Menurut Poli sapaan akrabnya, Pendidikan harus dilihat secara holistik. “Pendidikan Non-Formal juga memberikan kontribusi besar dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Kupang,” tegasnya.

Bicara Pendidikan, urai Poli yang juga mendirikan dan mengelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora ini, harus dilihat secara holistik. “Semua jalur dan jenjang, ada Pendidikan  Formal, Non-Formal dan Informal (sesuai Permendikbud No. 20 Tahun 2003, red). Semua jalur dan jenjang mempunya peran dan fungsi sama serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Pendidikan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia di Kota Kupang,” ulasnya.

Polikarpus Do yang menerima penghargaan sebagai PKBM Nasional Terbaik Pertama Se-Indonesia pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2019, menandaskan sesuai Amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab VI yang mengatur tentang Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan. “Pada bagian kelima pasal 26 tentang pendidikan non-formal, pada bagian keenam pasal 27 tentang pendidikan Informal dan pada bagian ketujuh pasal 28 tentang pendidikan Anak Usia Dini,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/koleksi pribadi)

Danone-Alfamart Peduli Pendidikan Anak NTT

361 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Danone Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor Pro-gres Maxx bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan Ruangguru mendukung terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui program “Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju”.

Kedua program ini merupakan upaya kolaborasi bersama untuk memberikan dukungan akses pendidikan dan perbaikan fasilitas belajar untuk mendukung anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi maju.

Kesehatan dan pendidikan merupakan hal mendasar yang penting dalam peningkatan kualitas SDM. Sehingga, penting untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas agar dapat terus belajar dengan optimal demi kemajuan Indonesia. Namun, penutupan kegiatan sekolah di masa pandemi, berimbas pada terbatasnya akses pembelajaran bagi siswa dalam kondisi yang kurang beruntung. Siswa yang berada dalam situasi kurang beruntung tersebut, berpotensi mengalami penurunan kemampuan belajar.

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) masih menghadapi berbagai tantangan, karena banyak anak-anak di Indonesia yang belum memiliki akses pembelajaran yang memadai untuk sekolah secara daring.

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, jumlah data nomor ponsel yang sudah terdaftar per September 2020 sebanyak 21,7 juta nomor dari 44 juta siswa. Artinya, bisa dikatakan bahwa sekitar 50 persen siswa-siswi tidak memiliki ponsel untuk belajar daring. Hal ini tentu membuat proses dan kualitas pembelajaran masih belum maksimal.

Widyaprada Ahli Utama, Kemendikbud, Dr Huril Danu Ismadi, M.Pd mengatakan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas penting pemerintah. Oleh karenanya, kami sangat menghargai segala inisiatif pihak swasta, seperti kolaborasi dan kontribusi yang sangat baik antara Danone Indonesia, Alfamart dan Ruangguru melalui dua program strategis ‘Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju’ dalam upaya meningkatkan akses pendidikan di Indonesia agar kualitasnya semakin baik.

“Kedua program tersebut merupakan kolaborasi yang penting antara pemerintah dan dunia swasta, di mana pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar menjadi landasan dari semua jenjang pendidikan selanjutnya sampai dengan perguruan tinggi. Dengan semakin kita bisa memfasilitasi dan memberikan proses pembelajaran yang baik kepada anak-anak usia dini dan sekolah dasar, maka akan semakin memberikan kesiapan kepada mereka dalam mengeksplorasi semua potensinya serta memberikan harapan generasi maju di masa yang akan datang,” urai Huril Danu dalam acara peluncuran Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju secara virtual, pada Selasa 6 April 2021.

CEO of Danone Specialized Nutrition Indonesia Connie Ang mengatakan, “Kami percaya bahwa setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk bisa mengembangkan potensi prestasi mereka melalui akses pendidikan yang berkualitas. Kami menyadari, dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini, anak yang kesulitan mendapatkan akses terhadap fasilitas pendukung seperti gawai dengan fitur yang memadai untuk pembelajaran daring, akan berpotensi kehilangan kesempatan belajar yang seharusnya mereka dapatkan dalam situasi normal.”

Beberapa studi menunjukkan bahwa penurunan kemampuan belajar seorang siswa saat ini akan memengaruhi perkembangan pengetahuannya kelak yang berpotensi menciptakan ketimpangan pendapatan ketika mereka sudah bekerja. Hal tersebut diperkirakan dapat mengakibatkan kerugian pendapatan seumur hidup yang setara dengan $ 151 miliar di masa depannya akibat dampak berkurangnya kualitas pembelajaran di masa pandemi.

Potensi kerugian tersebut bahkan bisa menjadi lebih besar jika sekolah tetap ditutup untuk waktu yang lebih lama tanpa adanya tindakan tambahan untuk mendukung pembelajaran. Guna mendukung upaya pemerintah mengoptimalkan sistem belajar di rumah agar bisa berjalan dengan baik, berbagai pihak perlu bersatu untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang baik seperti fasilitas internet dalam bentuk kuota belajar, fasilitas belajar seperti gawai, materi pembelajaran yang berkualitas dan sebagainya.

”Sebagai produk susu pertumbuhan yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia selama lebih dari 65 tahun, SGM Eksplor terus berkomitmen mendukung tumbuh kembang maksimal anak Indonesia melalui penyediaan inovasi produk bernutrisi, seperti SGM Eksplor Pro-gress Maxx yang baru diluncurkan, serta melakukan berbagai program berkelanjutan dan kolaborasi bersama berbagai pihak. Di tahun 2021 ini, SGM Eksplor berkolaborasi dengan Alfamart dan Ruangguru melalui rangkaian inisiatif program ‘Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju’, untuk menyediakan akses pendidikan sehingga lebih banyak anak Indonesia bisa belajar dengan layak dan mendukung mereka mencapai potensi prestasi agar tumbuh menjadi anak generasi maju,” kata Connie Ang.

Walaupun saat ini masih belajar dari rumah, peningkatan sarana dan prasarana juga sangat penting untuk diperhatikan dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Melalui sarana dan prasarana yang memadai sesuai standar mutu pendidikan, setiap siswa dapat merasa nyaman dan aman selama mengikuti pembelajaran, sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan siswa tersebut.

Oleh karenanya, lanjut Connie Ang, SGM Eksplor juga bekerja sama dengan Alfamart untuk menjalankan inisiatif program “Rumah Belajar Generasi Maju” yang merupakan program sosial untuk menyediakan rehabilitasi infrastruktur pendidikan jangka panjang yang berkelanjutan, di mana program kali ini adalah membantu merenovasi 2 sekolah yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Danone Specialized Nutrition Indonesia akan terus mendukung perkembangan anak Indonesia agar dapat maksimal, baik itu dari sisi akses nutrisi maupun pendidikan. Karena, pemenuhan nutrisi yang lengkap dan pendidikan merupakan dua pilar utama yang perlu dimiliki oleh setiap anak agar dapat tumbuh maksimal menjadi anak generasi maju.

“Semoga kontribusi ini mendukung pendidikan anak generasi maju di masa pandemi sehingga akses dan fasilitas terhadap pendidikan yang layak dapat diakses oleh setiap anak, karena merekalah masa depan bangsa Indonesia,” ujar Connie Ang.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Anggara Hans Prawira menyambut baik kolaborasi bersama SGM Eksplor yang mendukung akses pendidikan melalui rehabilitasi infrastruktur pendidikan. “Melalui program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam mendukung penyediaan akses pendidikan yang layak bagi anak Indonesia. Bagi kami yang terpenting sebenarnya bukan hanya seberapa besar kita bisa memberi dukungan, namun juga bagaimana kita bisa berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka,” ujar Anggara.

Selain mendukung  peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui perbaikan fasilitas belajar, SGM Eksplor juga berkolaborasi dengan Ruangguru melalui program sosial “Kelas Generasi Maju” yang merupakan bentuk dukungan belajar untuk 1.000 siswa-siswi kelas 4—6 Sekolah Dasar (SD) yang kurang mampu di seluruh Indonesia.

Paket dukungan belajar ini terdiri dari langganan gratis layanan Ruangguru ‘Brain Academy Online’ selama 1 tahun dan 1 unit perangkat smartphone.serta kuota internet. Dalam program ini, nantinya para guru dari Ruangguru juga akan menjadi mentor dan memonitor langsung perkembangan belajar anak yang mengikuti program ini, sehingga diharapkan proses belajar mengajar bisa lebih optimal.

Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang merata, diharapkan dapat mendorong pembangunan nasional secara menyeluruh ke depannya. “Oleh karena itu, sebagai startup pendidikan, Ruangguru menyambut baik kerjasama dengan SGM Eksplor dan Alfamart untuk menghadirkan program Kelas Generasi Maju, yang diharapkan mengoptimalkan sistem belajar di rumah anak Indoesia, terutama selama masa pandemi ini, agar bisa berjalan dengan lebih maksimal dan mendukung mereka untuk dapat terus mengembangkan potensi prestasinya,” tandas Adamas.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edi Endi menyampaikan terima kasih kepada Danone dan Alfamart atas kepeduliannya terhadap pendidikan di Manggarai Barat. Ia berharap kerja sama tersebut senantiasa terjalin untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, lebih khususnya Manggarai Barat. (*)

Sumber berita (*/tim)

Foto utama (*/Istimewa, Virtual – Suasana peluncuran Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju secara virtual, pada Selasa, 6 April 2021.

Kunjungan Kerja ke TTS, VBL Minta SMK Punya Jurusan Khusus dan Unggul

346 Views

Soe-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan desain pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di NTT harus berkarakter serta memiliki keahlian khusus yang kualitasnya dapat bersaing di tingkat nasional.

Penekanan Gubernur VBL tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMK Negeri 1 Soe, pada Selasa, 23 Maret 2021. “Untuk desain Pendidikan Menengah Kejuruan di NTT agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyiapkan desain roadmap, di mana pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dengan mempertimbangkan kualitas SDM tenaga pendidik sebagai aset terbesar yang memiliki kualitas intelektual yang bagus,” urainya.

Setiap sekolah menengah kejuruan, imbuh VBL, juga harus miliki jurusan khusus yang menjadi kebanggaan daerah dan nasional, output lulusannya berkarakter kebangsaan, memiliki daya tahan dalam bekerja di bidang keahliannya dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Gubernur VBL pun meminta agar para pendidik di SMK Negeri 1 Soe harus mengembangkan jurusan yang jadi  jurusan unggulan dan ciri khas pada sekolah tersebut. “Jangan banyak jurusan tapi tidak ada yang berhasil. Harus berani tampil dengan satu jurusan tetapi jurusan itu mampu menjadikan siswanya menjadi manusia hebat,” ulasnya.

Kalau mau tertarik terhadap bidang pertanian, tekan VBL, maka harus sungguh-sungguh belajar tentang pertanian. Datangkan pengajar yang paham betul tentang ilmu pertanian, sehingga siswa mampu memahami secara detail tentang pertanian, juga misalnya pada sektor peternakan. “Jangan kita buat program yang banyak, tapi hasilnya di bawah standar, lebih baik programnya cukup satu tetapi orang langsung melihat hasilnya begitu luar biasa,” jelasnya.

Selama ini, ungkap Gubernur VBL, masalah yang dialami adalah para siswa adalah belajar tentang pertanian atau peternakan, tetapi saat mereka tamat, tidak memiliki lahan ataupun ternak. Hal ini menurutnya akan berdampak pada saat siswa itu menamatkan pendidikan. Dia akan bersusah payah untuk mencari pekerjaan.

“Sebagai Gubernur saya mengharapkan agar pihak sekolah mampu berkolaborasi dengan dinas terkait ataupun Bumdes agar para siswa dapat memiliki lahan yang ke depannya mampu diolah langsung oleh siswa itu sendiri,” tandas VBL.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun dalam arahannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur VBL, karena dengan kehadiran ini dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kabupaten TTS.

“Hari ini saya melihat banyak bahan makanan termasuk sayuran dan juga daging yang dibeli untuk sarapan Bapak Gubernur bersama rombongan, sudah pasti hal ini mendatangkan keuntungan bagi para penjual dan ini akan tetap kami jaga agar perekonomian di Kabupaten TTS tetap stabil,” urai Bupati Tahun.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

327 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/14/giat-literasi-ftbm-belu-donasi-buku-ke-tbm-lopo-cerdas-sabar-manumutin/

Ia pun menandaskan bahwa gerakan literasi membaca dimaksud, untuk menekan angka buta aksara di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, dirinya didampingi anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Theodorus Seran Tefa memenuhi undangan Ketua FTBM untuk turut hadir dalam kunjungan ke salah satu kelompok binaan FTBM, TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021.

“TBM Lopo Cerdas itu luar biasa. Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota bahwa mereka sudah mulai belajar menghemat dan menabung. Hasil menabung itu, kemudian didonasikan kepada panti–panti asuhan yang ada. Mereka juga belajar menanam, mendaur ulang sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini,” urai Plh. Bupati, Frans Manafe.

Untuk mendukung sosialisasi menggunakan masker tersebut, kisah Plh. Bupati lebih lanjut, anak-anak TBM Lopo Cerdas Sabar belajar menjahit masker. Selain itu, mereka belajar untuk memberikan apresiasi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan para pegiat Covid-19 melalui kartu-kartu apresiasi. Bahkan, ada pun dari antara peserta TBM Lopo Cerdas yang sudah sukses mengikuti lomba Master Ceremony (MC), berani tampil di depan umum, dan membantu orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Anggota DPRD Belu (Ketua Komisi II), Theodorus Seran Tefa

Menariknya, imbuh Frans Manafe, mereka sudah bisa membedakan antara status anak pekerja dan pekerja anak. “Anak pekerja, artinya orang tua memberikan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Sedangkan pekerja anak berarti, anak dalam tanda kutip dipaksakan oleh orang tuannya untuk bekerja karena alasan impitan ekonomi keluarga,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa menambahkan, bahwa dirinya mendampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang hadir di TBM Lopo Cerdas itu untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku, demi membangkitkan kembali budaya semangat membaca masyarakat, terutama untuk menekan angka buta aksara di wilayah Kabupaten Belu, termasuk mendorong semangat membaca dan menulis  bagi aksarawan dan aksarawati yang sudah dibina selama ini.

Sebagai anggota DPRD, dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap FTBM, agar bisa terus berkembang  hingga ke wilayah-wilayah pelosok, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Belu.

“Harapan saya, semoga dengan hadirnya FTBM Belu ini dapat mengembalikan tradisi membaca buku fisik, untuk membatasi tantangan globalisasi era digital saat ini, yang mana telah mengurangi minat baca dan tulis. Kalau minat baca ini ditingkatkan, maka akan membantu untuk mendorong literasi-literasi dalam bentuk lainnya,” papar Ketua Komisi II DRPD Belu yang akrab disapa Theo Manek. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

259 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Rm. Kristianus Fallo, Pr., bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, anggota DPRD, Theodorus Seran Tefa, dan perwakilan Dinas Perpustakaan Belu berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 14 Maret 2021.

Kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Manumutin, jelas Romo Kris, sapaan akrabnya, selain berdonasi buku, juga sosialisasi tentang FTBM.

FTBM Belu saat ini, urai Romo Kris Fallo, bergerak di 6 bidang literasi dasar, yaitu literasi baca–tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya, literasi keuangan, dan literasi digital, sembari menyebutkan literasi – literasi lainnya seperti literasi pariwisata, literalasi pertanian, literasi peternakan, literasi kesehatan yang akan diupayakan sesuai kondisi konkret dan kebutuhan masyarakat.

“Tujuan Sahabat Literasi adalah mencerdaskan anak-anak bangsa, sebagaimana tertuang dalam mukadimah UUD ‘45 dan AD/ART FTBM. FTBM di wilayah perbatasan ini memiliki mimpi mengakomodir kelompok pegiat literasi yang sudah ada, dan mendorong terbentuknya kelompok literasi baru di kota hingga ke daerah – daerah. Target kami adalah 1 desa, minimal 1 kelompok literasi”, ulas pastor pembantu di Katedral Atambua itu.

TBM Lopo Cerdas, menurut Romo Kris, adalah salah satu kelompok binaan FTBM. Karena itu, perlu adanya keterlibatan pemerintah. “Sehingga, dalam kunjungan itu kita undang Plh. Bupati, anggota DPRD dan dinas perpustakaan untuk turut hadir. Kita mau tunjukkan kepada pemerintah bahwa kita ada gerakan – gerakan literasi berkelompok”, terangnya.

Ketua FTBM Kabupaten Belu, Rm. Kristianus Fallo, Pr.

Selain itu, kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Sabar tersebut, guna memberikan motivasi dan semangat kepada para pembinanya dalam mendidik para anggota dengan misi memperjuangkan wilayah Kabupaten Belu sebagai Kabupaten Literasi. “Karena itu, kita meminta dukungan pemerintah Kabupaten Belu dalam pergerakan ini. Tujuan lain hadirnya FTBM ini untuk mengembalikan minat membaca, terutama bagi anak–anak. Sejauh ini, sudah ada sekitar 30–an kelompok yang terbentuk dan tersebar di wilayah Kabupaten Belu”, tandas Romo Kris Fallo.

Program tahunan FTBM, tambah Romo Kris Fallo, pihaknya akan mengunjungi setiap kelompok binaan yang sudah terbentuk, membentuk kelompok literasi baru, buka sumbangan (open donasi) buku dari masyarakat, mempromosikan destinasi wisata, dan menggelar lomba menulis antarkelompok literasi.

“Siapa pun yang memiliki buku–buku bekas, yang tidak dipakai lagi, bisa disumbangkan kepada kami untuk disebarkan ke setiap kelompok literasi,” pinta Romo Kris Fallo.

Untuk diketahui, FTBM Kabupaten Belu, resmi dibentuk pada tanggal 27 Januari 2021 dengan merujuk pada SK pengurus wilayah FTBM Provinsi NTT, tanggal 27 Januari 2021, periode 2021—2026, dan diketuai oleh Romo Kristianus Fallo, Pr. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

102 Siswa Kelas XII STM Katolik St.Yoseph Nenuk Ujian Sekolah Saat Pandemi

368 Views

Atambua, Garda Indonesia | Terhitung mulai Senin, 8 Maret 2021 hingga Selasa, 16 Maret 2021, Sekolah Teknik Menengah (STM) Katolik St.Yoseph Nenuk menghelat Ujian Sekolah (US) bagi siswa/siswi 5 jurusan Kelas XII.

Kepala Sekolah (Kepsek) STM Katolik St.Yoseph Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil., M.Sc. mengatakan Ujian Sekolah selama 8 hari ini, diikuti oleh siswa/siswi kelas XII dari 5 jurusan yakni Teknik Otomotif Kendaraan Ringan (TOKR), Teknik Pemesinan (TP), Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) serta Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan jumlah keseluruhan 102 orang.

“Sesuai jadwal mata pelajaran yang diuji selama sepekan lebih ini berjumlah 16 bidang studi,” ungkap Pater Petrus kepada media ini, pada Senin, 8 Maret 2021.

Dirinya merasa optimis dengan hasil Ujian Sekolah yang akan diraih oleh para siswa/siswi nanti, karena memang selama ini sudah dibekali dengan teori maupun praktik baik di sekolah dan di dunia Industri. “Saya pikir siswa/siswi sudah siap mengikuti ujian karena memang selama ini sudah dibekali dengan teori maupun praktik yang cukup,” jelas Pastor asal Lamalera Lembata ini.

Kepala Sekolah (Kepsek) STM Katolik St.Yoseph Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil., M.Sc.

Namun untuk Ujian Sekolah, lanjut Dia menambahkan, kita memiliki kebijakan yang harus diselesaikan oleh para siswa/i kelas XII di antaranya  dengan menyelesaikan tunggakan administrasi sekolah. Selain itu, laporan praktik kerja industri (Prakerin) juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian sekolah.

“Jika tidak, siswa tersebut tidak diikutkan dalam ujian, sambil menunggu tunggakan dan Laporan Prakerin diselesaikan barulah dia ikut ujian,” tegasnya.

Lanjut Pater Kepsek menjelaskan, siswa yang mengikuti ujian hanya mereka yang sudah selesaikan tunggakan seperti Laporan Prakerin, keuangan sekolah maupun asrama. Sedangkan mereka yang belum selesai, tidak diikutkan dalam ujian. “Hal ini kita perhatikan serius, sehingga tidak terjadi lagi tunggakan seperti yang terjadi pada tahun-tahun kemarin yang belum selesai hingga kini,” jelasnya.

Dengan adanya ujian sekolah ini, Ia berharap agar siswa/siswi kelas XII dapat mengikuti dan mengerjakan soal dengan baik sehingga memperoleh hasil maksimal.

Pantauan, tampak siswa/siswi mengikuti dan mengerjakan soal-soal Ujian Sekolah dengan saksama yang diawasi oleh panitia ujian. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim/agus kefi)

Editor (+roni banase)

Persoalan Guru Ibarat Benang Kusut, Mengurainya Bersama Ana Waha Kolin

590 Views

Oleh : Helmy Tukan

“Menjadikan semua murid adalah raja menjadikan sekolah adalah istana belajar yang nyaman karena dengan demikian kita akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang berkwalitas”. Sederet kalimat yang sarat makna ini lahir dari Sosok Pendidik yang dikenal dengan senyum khasnya, Yohan Riberu, seorang guru yang mengabdi di SMAN 1 Lewolema.

Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah ini. Kalimat pembuka tulisan saya ini begitu menyentuh nurani saya yang juga adalah seorang guru. Menjadi guru bukanlah profesi yang mudah, karena kita dihadapkan dengan siswa yang datang dari beragam latar belakang, beragam kemampuan dasar, bakat dan pengalaman berbeda.

Hari ini begitu beda dengan hari-hari kemarin meski kadang gerimis hadir dan ingin mempercepat datangnya suasana yang semakin sejuk. Jalan menuju ke Desa Bantala terasa begitu jauh karena gemercik titik hujan seolah ingin menghalangi tarikan gas motorku. Jumad ceria mengantarkan kami tim IGI Kabupaten Flores Timur melaksanakan kegiatan Pelatihan pembuatan video pembelajaran di sekolahnya Pak Wily, salah satu pengurus IGI Flotim.

Kegiatan ini sering kami laksanakan selama masa pandemi, karena bagi kami tim IGI, dengan bermodalkan semangat, kami selalu berbagi agar dapat tumbuh bersama menjadi guru yang terampil dan dapat menjawab tantangan zaman yang sudah berubah menjadi era digital.

Kegiatan kali ini dibuka oleh Plt. IGI Flores Timur, Wili Muda, karena Ketua IGI, Frans Berek dipilih menjadi pengurus pusat IGI, tentunya kami merasa terhormat mendapat kesempatan untuk menjadi pengurus di tingkat nasional. Salut dan bangga padamu Pak Frans.

Kembali pada kegiatan pembuatan video pembelajaran sebagai bagian dari program kerja IGI di tahun 2021, IGI melatih para guru se-Kabupaten Flores Timur agar dapat menguasai teknologi dengan demkian dapat meningkatkan kompetensi diri yang berguna bagi kegiatan pembelajaran siswa.

Sebagai guru, kita dituntut agar dapat memberikan solusi belajar bagi anak didik, meski dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini. Tentunya, guru tidak kehilangan akal untuk mencari cara terbaik bagi proses belajar anak didiknya, meski lambat karena pengaruh situasi covid, namun kita yakin bisa karena pendidikan adalah sebuah proses untuk mencapai hasil yang maksimal.

Hadir juga pada kegiatan IGI kali ini, Ibu Ana Waha Kolin bersama tim DPRD Provinsi dan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, Pak Robert Kreta. Rupanya menjawab kerinduan para guru di sekolah ini, Mestakung (semesta mendukung), Tuhan merestui hingga akirnya terjadilah pertemuan yang tak disangka-sangka pada siang hari ini.

Ana Waha Kolin (berbaju hijau) saat berdialog dengan para guru di Flores Timur

Kehadiran para wakil rakyat ini, memberikan angin segar bagi pendidik dan pengajar di desa. “Semua guru menumpahkan segala persoalan dan usul saran kepada para wakil rakyat meski singkat, namun sangat berkesan dan memberi arti yang luar biasa,” kata Pak Yohan.

Persoalan guru bagai mengurai benang kusut semakin ditarik semakin kusut terlihat. Lalu kapan semua permasalahan ini berakhir? Tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab pemerintah, para wakil rakyat dan masyarakat. Namun, pada kenyataan masalah guru sepertinya tidak pernah ada habisnya.terkhusnya bagi guru SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, tentunya semakin menambah benang kusut di dunia pendidikan.

Segala urusan guru harus dilakukan di provinsi, baik guru PNS maupun guru honor. Bukti nyata yang ada, banyak sekali hal yang tidak beres yang terjadi di sekolah ini. Mulai dari minimnya sarana dan pra sarana sekolah, persoalan keterlambatan pembayaran tamsil, pemberhentian sementara tunjangan profesi pada seorang guru yang terjadi sejak 2 tahun lalu.

Masalah yang cukup serius di sekolah ini menjadi lambat untuk diselesaikan karena kita bagai mengurai benang kusut, semakin ditarik semakin kusut. Segala upaya sudah dilakukan, namun hasil belum maksimal. Pemerintah perlu mengkaji ulang mengenai segala permasalahan ini.

Bagaimana mungkin seorang guru dapat bekerja dengan baik jika kesejahteraannya belum tercapai? Apakah guru tetap menjadi guru yang lugu meski telah banyak belajar dari masa orde lama ke masa reformasi hingga saat ini? Guru hanyalah insan pendidik yang mau dengan iklas hati mencerdaskan anak Bangsa.

Berbagai upaya kami lakukan demi masa depan Anak Negeri. Bagi kami, anak didik adalah raja, maka berbagai pelatihan kami ikuti demi pengembangan sebagai guru. Meski, kadang Pemerintah kurang memperhatikan kami terkhusus guru honor di pelosok negeri ini.

Terima kasih IGI Flores Timur yang dengan semangat share and growing together memberikan diri, pikiran dan hati yang tulus bagi para guru di SMAN 1 Lewolema. Terima kasih Ibu Ana Kolin bersama tim, semoga semua permasalahan guru tadi dapat segera diatasi. Tuhan dan Lewotanah merestui segala langkahmu.(*)

Penulis merupakan Guru dan Pegiat Literasi di Kabupaten Flores Timur

Foto (*/koleksi pribadi)

Editor (+roni banase)