Arsip Kategori: Hukum Kriminal

Klarifikasi Laporan ARAKSI, Bupati TTU : Mereka Sebar Berita Bohong & Cemarkan Nama Baik

239 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes menyampaikan klarifikasi terkait laporan Ketua ARAKSI yang melaporkan dirinya dan istri ke Polda NTT terkait dugaan korupsi DAK Pendidikan T.A. 2007 senilai sekitar Rp.47,5 Miliar.

Kepada Garda Indonesia, melalui percakapan telepon pada Rabu, 20 Mei 2020 pukul 11.03 WITA, menyampaikan bahwa kapasitas dirinya dalam pengelolaan APBD tanggung jawab sebagai bupati pada tataran kebijakan, tetapi pelaksanaan teknis ada pada pengguna anggaran. Pengguna anggaran sudah melaksanakan pelelangan dan dinyatakan selesai.

“Yang mereka laporkan bahwa tidak ada dalam APBD itu omong kosong (tidak benar,red),” tegas Bupati T.T.U.

Lanjutnya, “Itu semua ada dalam APBD 2011 dan semua Dana SILPA sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan tidak boleh menumpuk Dana SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, red). Pemerintah diminta untuk segera.”

Oleh karena itu, imbuh Bupati Ray Fernandes (sapaan akrabnya, red), DAK 2007 dan 2008 dimasukkan dalam APBD 2011 dan kemudian dilaksanakan dan dilelang seperti biasa.

“Yang mereka nyatakan bahwa tidak ada kesepakatan dengan DPRD, Itu bohong! karena semua ada di dalam Perda APBD,” ungkapnya.

Terkait Pergub yang mereka singgung di dalam laporan, urai Bupati Ray, itu adalah itu perda harus ada pergub untuk penjabaran. Kalau pergub tidak ada, maka perda tidak bisa dijalankan.

Oleh karena itu, tambah Bupati Ray, Pergub pada bulan September 2011 itu terjadi perubahan pergub penjabaran karena juknis untuk pelaksanaan DAK baru turun, maka pemerintah daerah wajib untuk melakukan perubahan pergub untuk masukkan petunjuk teknis dari kementerian terkait dengan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus tersebut.

“Itulah kronologis seperti itu,” jelas Bupati Ray Fernandes sembari mengungkapkan melalui kuasa hukum sudah melaporkan ARAKSI ke Polres TTU terkait menyebar berita bohong dan pencemaran nama baik.

Dalam pemberitaan konferensi pers yang dilakukan oleh saudara kita ini Alfred Baun, beber Bupati Ray, bukan praduga tak bersalah, ini langsung menuding.

“Ini berhubungan dengan kepastian hukum. Maka saya menggunakan hak hukum saya melalui kuasa hukum untuk membuat laporan polisi,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Terungkap ! Seorang Ibu di Medan Sengaja Potong Empat Jari Untuk Hindari Hutang

235 Views

Medan, Garda Indonesia | Sempat viral di media sosial, seorang wanita dibegal di jalan AR Hakim yang mengakibatkan keempat jari tangan kirinya putus. Dampak dari peristiwa tersebut, dirinya kehilangan uang Rp.4 juta dan tas dirampas begal pada Jumat, 1 Mei 2020; dikonfirmasi tidak benar oleh Polda Sumut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si didampingi Dir Krimum dan Kabid Humas Polda Sumut pimpin rilis pengungkapan kasus Laporan palsu bertempat di lobi Adhi Pradana Polda Sumut. Jumat, 15 Mei 2020.

Sebelumnya, telah dilakukan pemeriksaan saat penyelidikan dimulai di TKP Jalan AR Hakim; ternyata keterangan Ibu Erdina Sihombing tidak sesuai kenyataan. Tim bekerja keras mengumpulkan seluruh alat bukti di TKP, mulai dari pengecakan CCTV hingga saksi mata dan semuanya tidak terbukti.

Usai menyampaikan pers rilis, Kapolda Sumut berdialog dengan Ibu Erdina Sihombing (bermasker merah)

“Saat diinvestigasi ternyata peristiwa tersebut tidak pernah terjadi dan hari ini kita tetapkan bahwa tersangkanya adalah pelapor tersebut yaitu ES,” jelas Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut mengungkapkan motifnya adalah karena tekanan ekonomi dan dililit hutang agar mendapat klaim asuransi. “Jadi kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang agar meyakinkan penyidik bahwa dia memang dibegal,” tegas Kapolda Sumut.

Sementara, kedua rekan tersangka saat ini statusnya adalah saksi karena membantu mengantar ke rumah sakit dan membuat laporan. Namun, Erdina Sihombing sudah di tetapkan sebagai tersangka laporan palsu. “Yang pasti ini adalah kasus pertama di lingkungan Polda Sumut dan saya bersyukur para penyidik tidak bisa ditipu,” tandas Kapolda Sumut.

Di akhir rilisnya, orang nomor satu di Polda Sumut mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan hal nekat seperti ini, karena dapat merusak diri sendiri dan membuat kamtibmas di Sumatra Utara menjadi tidak kondusif. (*)

Sumber berita dan foto (*/Leodepari)
Editor (+rony banase)

Mayat Bocah Tanpa Kepala Ditemukan di Saluran Irigasi Galung Eserae

193 Views

Sidrap-Sulsel, Garda Indonesia | Warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sindereng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan adanya penemuan mayat seorang bocah tanpa kepala.

Penemuan mayat bocah tanpa kepala pada Kamis, 30 April 2020 sekitar pukul 14.00 WITA di saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, bocah yang diketahui bernama Muh Haikal  (5 tahun), diduga menjadi korban penculikan yang terjadi di Lappa-lappae, Kelurahan Tellu Panua, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Mayat bocah tanpa kepala tersebut mengambang di saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang melintas di lokasi jalan masuk SKPD Sidrap karena mengeluarkan bau yang tak sedap (busuk).

Setelah dilakukan evakuasi oleh pihak kepolisian Polres Sidrap yang dibantu beberapa warga, mayat bocah berusia 5 tahun tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo, Kabupaten Sidrap untuk dilakukan visum.

Aparat Polres Sidrap saat mengevakuasi mayat bocah tanpa kepala dari saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap

Orang tua korban, Angga yang mengetahui anaknya telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyaw, langsung menuju ke RSUD Nemal Kabupaten Sidrap.

Setiba di lokasi, orang tua korban mengakui bahwa bocah yang ditemukan tersebut merupakan anak pertamanya yang diculik pada Senin, 20 April 2020, sekira pukul 04.00 WITA. “Waktu anak saya diculik, rumah kami sementara direnovasi. Selain menculik anak kami, pelaku juga mengambil hp bersama STNK kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkapnya.

Ditemui awak media di lokasi, Wakapolres Sidrap Kompol Ishak Ifa yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pornika mengatakan bahwa kasus penemuan mayat bocah 5 tahun ini sudah ditangani oleh Polres Sidrap.

“Dan untuk kasus ini, sementara kami dari Pihak Polres Sidrap sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Pinrang karena TKP-nya di Kabupaten Pinrang”, jelasnya mengakhiri.(*)

Sumber berita dan foto (*/C13/Leo)

KPK Tahan Dua Tersangka Suap Fasilitas Izin Lapas Sukamiskin

152 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan korupsi melakukan penahanan pada dua tersangka dugaan suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar lapas klas I sukamiskin, pada Kamis, 30 April 2020.

Ketua KPK Firli Bahuri, mengatakan penahanan tersebut dilakukan setelah pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT-red ) tahun 2018 di Sukamiskin.

Lanjut Firli, sebelumnya telah diumumkan penetapan tersangka oleh KPK pada 16 Oktober 2019 dengan menetapkan tersangka, antara lain:

DHA Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Sejak 2016 Maret 2018 sebagai tersangka dugaan penerima suap dimana TCW (narapidana Lapas Sukamiskin) diduga telah memberikan mobil Toyota Kijang Innova Reborn Luxury 2.0 G A.T warna putih tahun 2016 dengan nomor polisi D 101 CAT kepada tersangka DHA.

Pemberian tersebut diduga terkait dengan kemudahan Izin keluar Lapas yang diberikan tersangka DHA kepada TCW baik berupa Izin Luar Biasa (ILB) maupun Izin Berobat, dengan total izin pada tahun 2016 s.d. 2018 sebanyak 36 (tiga puluh enam) kali.

RAZ Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi sebagai tersangka dugaan pemberi suap dimana tersangka RAZ diduga telah memberikan kepada WS berupa sebuah mobil merek Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B 1187 FJG berwarna hitam atas nama MUAHIR (anak buah RAZ).

Bahwa pemberian tersebut diduga dilakukan sehubungan dengan bantuan yang diberikan oleh WS kepada tersangka RAZ untuk menjadikan tersangka RAZ sebagai Mitra Koperasi di LP Madiun, LP Pamekasan, dan LP Indramayu, serta sebagai Mitra Industri Percetakan di LP Sukamiskin.

Ada pun perkara ini, imbuh Ketua KPK, merupakan pengembangan perkara kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 20-21 Juli 2018 di Bandung dan Jakarta. “Beberapa tersangka sebelumnya (Wahid Husain, Fahmi Darmawansyah, Hendry Saputra dan Andri Rahmat) telah dinyatakan bersalah dan dipidana di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung dan perkaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Para tersangka disangkakan melanggar pasal: Tersangka DHA disangkakan melanggar Pasal 12. huruf a atau Pasal 12 huruf, atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tersangka RAZ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penahanan dilakukan kepada dua orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak tanggal 30 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 di rutan cabang KPK kaveling C1.

“KPK berkomitmen untuk terus secepatnya menyelesaikan perkara tindak pidana korupsi sekalipun dalam kondisi Pandemi Wabah Covid-19 sekarang ini, namun tentu tetap memperhatikan prosedur pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkas Ketua KPK Firli Bahuri. (*)

Sumber berita dan foto (*/@yfi–IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Rumah Doa Sola Gratia Digarap Maling, Kanit Reskrim Terkesan Tutup Mata

137 Views

Medan, Garda Indonesia | Kondisi saat ini, di wilayah Kecamatan Pancur Batu semakin marak dan merajalela aksi kriminal terutama aksi maling. Bukan di rumah warga saja yang kerap dimasuki maling, bahkan sepeda motor warga di Kecamatan Pancur Batu kerap dicuri oleh kawanan maling yang berkeliaran bebas di Pancur Batu.

Kali ini, maling yang sepertinya bebas beraksi di wilayah hukum Polsek Pancur Batu tersebut pun nekad masuk ke dalam lokasi rumah ibadah dan menggarap semua barang berharga milik korban yang berlokasi di Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu .

Tak terima dengan kejadian tersebut , Korban Neo pun langsung melaporkan aksi pencurian tersebut ke Polisi Pancur Batu.

Seperti dilansir dari surat tanda penerima laporan dengan nomor : STPL 152 /IV/RESTABES MEDAN /SEK. PANCUR BATU yang ditanda tangai oleh Aipda Eduard Sudabuke pada tanggal 21 April 2020. Kepada Polisi, Neo mengaku bahwa sejumlah barang yang raib dari dalam rumahnya yakni : satu pasang gelang emas 6 gram , Cincin lilit 1 gram, cincin kaki 1 gram, 2 unit laptop merek Asus warna merah , 1 unit laptop merek Toshiba , 2 buah hp merek Asus , 1 unti Handycam Merek Sony , 1 kamera digital merek Sony, 2 buah senter kepala, 1 buah lampu emergency ,1 lembar ijazah sd an: Juliana br Surbakti , 1 Lembar ijazah a.n. Neo Chandra, Surat Nikah dan Surat Lahir.

Laporan Polisi oleh Neo Sembiring dan foto lokasi kejadian perkara 

Korban yang bernama Neo Sembiring kembali menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di Dalam KDH/Yayasan Sola Gratia yang berlokasi di Jalan Letjen Jamin Ginting Dusun V Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu , Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Suhaily Hasibuan saat kami konfirmasi pada Minggu, 26 April 2020, tidak menjawab pertanyaan ataupun konfirmasi yang di lontarkan wartawan melalui wa pribadinya. Begitu pun saat kami coba konfirmasi melalui nomor selulernya juga tidak bisa terhubung.

Sementara, Kapolsek Pancur Batu AKP Dedy Dharma menjelaskan bahwa saat ini Polsek Pancur Batu masih melakukan penyelidikan atas laporan Neo Sembiring. (*)

Sumber berita dan foto (*/Leodepari)
Foto utama oleh prokabar.com
Editor (+rony banase)

Kapolsek Raimanuk: Laporan Perusakan Rumah Sudah Diterima SPKT Polres Belu

283 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dugaan tindakan perusakan rumah oleh massa terhadap rumah milik Clara Balok dan Gabriel Manek (alm.) di Dusun Motamauk, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Belu pada Senin, 2 Maret 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/02/rumah-warga-desa-mandeu-di-belu-rusak-diserang-massa/

Berdasarkan hasil konfirmasi media ini pada Senin malam (2/3/2020), Kapolsek Raimanuk Maternus Klau menyebutkan bahwa, laporan korban perusakan rumah tersebut sudah diterima pihak SPKT secara resmi. “Laporannya sudah diterima resmi oleh SPKT tadi siang. Keterangan para korban pun sudah diambil. Besok, pemeriksaan para saksi sekaligus menerjunkan anggota reskrim ke TKP untuk lakukan proses identifikasi kasus,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek Raimanuk, Maternus Klau

Terkait tersangka tindakan kekerasan terhadap korban Gede, Kapolsek menambahkan bahwa, hingga saat ini pihaknya serius dalam proses pencarian dan pengejaran terhadap tersangka Irwan. Kapolsek juga meminta kerja sama yang baik dari pihak keluarga Irwan agar membantu memberikan informasi kepada anggota Polsek Raimanuk tentang keberadaan tersangka.

“Kami harapkan kerja sama yang baik dari pihak keluarga untuk membantu mengajak tersangka untuk kalau bisa menyerahkan diri ke pihak kepolisian demi kelancaran proses hukum ke depan,” pinta mantan KBO Satlantas Polres Belu itu.

Kasatreskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K. yang dikonfirmasi pada Senin malam melalui pesan whatsapp terkait tindak lanjut terhadap laporan para korban tersebut,  pihaknya akan proses sesuai prosedur.

“Tindak lanjutnya ya kita proses sesuai prosedur,” tanggap Siregar singkat.(*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Belum Dapat Dibuktikan, Polres Belu Lepas Dua Terduga Pencuri Sapi 19 Ekor

185 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia| Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Belu melepas dan wajib lapor bagi dua orang terduga pencurian sapi 19 ekor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada Garda Indonesia melalui layanan WhatsApp pada Senin, 3 Februari 2020 malam.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/02/01/19-ekor-sapi-dicuri-di-belu-polisi-minta-pemilik-cari-sendiri/

Meskipun dilepas, lanjut Siregar, proses hukumnya tetap berlanjut. “Jadi, untuk sementara belum dapat dibuktikan dua orang ini (entah, red), hanya sebatas penadah atau malah pencurinya, sebelum pelakunya ditangkap. Yang penting proses tetap lanjut. Dan, tidak semua perkara di kepolisian harus dilakukan penahanan terhadap tersangka. Sekali lagi, yang penting proses tetap lanjut,” tegasnya.

Siregar menuturkan, kedua orang terduga yang disebutkan Andreas Fahik (korban pencurian) bernama Paulus dan Geradus Lelo itu bukan dilepas begitu saja. Karena, menurutnya, kalau kedua orang itu ditahan, sementara pelaku utama belum ditangkap sampai habis batas masa penahanan, maka penyidik yang akan disalahkan.

Kasat Reskrim juga mengatakan, beberapa penegak hukum memiliki pandangan yang berbeda- beda. Ada yang bisa memproses tersangka berdasarkan pasal 480 KUHAP (pasal tentang penadah,red) itu secara berdiri sendiri (terpisah,red). Ada pula yang tidak bisa, dan mewajibkan pelaku utamanya ditangkap terlebih dahulu.

Kalau Kanit Reskrim (polsek Tasifeto Barat, red), lanjut Siregar, memang tidak banyak tahu tentang kronologi awal kejadian lantaran, sebatas mendapat informasi mulai dari saat dia dihubungi Kapolsek, bahwa ada warga menemukan 4 ekor sapi. Kemudian, kanit saat akan hendak bergerak menuju ke lokasi, dihubungi lagi, bahwa sapi- sapi tersebut sudah dalam perjalanan menuju ke kantor polsek, sehingga kanit langsung balik dan menunggu di kantor. “Setelah datang, barulah diproses oleh kanit reskrim terhadap para pelaku. Diambillah keterangan dari kedua orang tersebut dan menyebutkan nama orang, dari mana dia mendapatkan sapi tersebut,” jelasnya lagi.

Terkait sapi 4 ekor tersebut, masih menurut Kasat Siregar, saat ini sudah dititip dan dirawat oleh pemiliknya, karena itulah keadilan. “Memang, itu miliknya dan untuk pembuktian pun sudah kita ambil dokumentasinya. Kita sendiri pun akan sulit merawat barang bukti berupa benda hidup seperti itu dan lebih baik dititip dan dirawat ke pemiliknya,” tandas Siregar. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Patroli Satgas Pamtas 641/Bru Berhasil Amankan 5,4 Ton Bawang Selundupan

86 Views

Sanggau, Garda Indonesia | Rutin menggelar patroli, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 641/Beruang pada Jumat, 31 Januari 2020 berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah seberat 5,4 ton (300 karung) asal Malaysia.

300 karung bawang merah ilegal tersebut diamankan satgas di jalan tikus Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono di Pos Kotis Gabma Entikong pada Sabtu, 1 Februari 2020. Menurutnya, bawang asal negeri jiran tersebut dibawa menggunakan truk oleh saudara Heri (39) salah satu warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Letkol Inf Kukuh Suharwiyono mengatakan, saudara Heri serta barang bukti diamankan Satgas bermula pada saat Danpos Segumun, Letda Inf Ashari Muiz Ramadhan beserta 5 personel Satgas lainnya melaksanakan kegiatan patroli malam di wilayah sekitar Dusun Segumun. Pada saat patroli, tim melihat adanya kendaraan truk yang berjalan pelan. Kemudian Letda Inf. Ashari memerintahkan anggotanya untuk menghentikan truk tersebut.

“Setelah diberhentikan, tim Satgas Yonif R-641/Bru melakukan pemeriksaan dan mendapatkan truk tersebut bermuatan 300 karung bawang merah dengan berat total 5,4 ton,” terang Dansatgas Pamtas.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono mengatakan, kegiatan patroli malam memang rutin dilaksanakan oleh personel Satgas dengan tujuan untuk menertibkan dan mengantisipasi terjadinya penyelundupan dan peredaran Narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur-jalur tidak resmi.

“Saat ini barang bukti berupa bawang merah, satu kendaraan truk dan satu orang pelaku telah diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Bru dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pendam XII/Tpr)
Editor (+rony banase)