Arsip Kategori: Hukum Kriminal

Polri Buka Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Anak di Luwu Timur

334 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Polri membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan pencabulan tiga anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polri membuat laporan polisi (LP) tipe A yang dibuat penyidik Polri pada dua hari lalu.

“Saya mendapatkan update dari tim asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Kombes Ramadhan mengatakan penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25—31 Oktober 2019. Pasalnya, pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayahnya sendiri dan ditemukan kelainan.

Dari hasil visum kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, tidak ditemukan kelainan pada 3 anak yang diduga menjadi korban pencabulan.

“Disampaikan bahwa yang akan didalami oleh penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25, sampai diperiksanya ketiga korban tersebut di tanggal 31. Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” tuturnya.

Pemeriksaan kedua tanggal 24, imbuh Kombes Ramadhan, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Kemudian pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakanlah kelainan.

“Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar,” tegas Ramadhan.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, polisi sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban di tanggal 31 Oktober 2019 itu. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako.

“Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019. Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira,” imbuh Ramadhan.(*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Polri Tangkap 19 Remaja Penyusup Iklan Judi Online di Situs Pemerintah

411 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap 19 remaja yang diduga menyusupi iklan judi online di situs pemerintahan.

“Mereka ditangkap di 4 (empat) kota terpisah di seluruh Indonesia. Jadi total 19 pelaku. 17 laki-laki dan dua perempuan. ini ada kaitannya semua,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Dijelaskan Argo, pengungkapan kasus tersebut bermula ketika penyidik menerima informasi adanya situs pemerintah yang disusupi judi online pada Agustus 2021. Polri pun melakukan penyelidikan hingga menemukan dugaan adanya sindikat kasus tersebut.

“Ketika menerima informasi, kami membuat tim untuk melakukan penyelidikan berkaitan dengan adanya pemberitaan tersebut. Kemudian dari hasil penyelidikan juga didapatkan adanya sindikat yang memasarkan untuk backlink,” urai Argo.

Argo menuturkan seluruh pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Total, ada ratusan situs pemerintah dan lembaga pendidikan yang telah menjadi korban ilegal akses dan perjudian para pelaku.

“Ada 4 website kementerian dan lembaga pemerintahan dan ada 490 lembaga pendidikan,” ujarnya.

Argo menerangkan modus operasi para pelaku adalah mengubah backlink berupa gambar atau iklan judi online ke situs-situs pemerintah. Nantinya, iklan itu terhubung langsung kepada judi online yang dikelola para pelaku.

“Kita sudah mendapatkan daripada penyelidikan itu sasarannya itu ada di kementerian di lembaga pendidikan. Sasarannya itu. Di lembaga pendidikan yang ada tulisan go.id dan juga di lembaga pendidikan yang ada tulisan ac.id. Sindikat tadi menggunakan backlinkbacklink itu dipasang di akun-akun itu yang kalau di klik misalnya ada polri.go.id, nanti akan keluar sisipan di sana. sisipan apa? sisipan gambar dan iklan,” jelas Argo.

Argo menuturkan alasan pelaku memasang iklan judi online di lembaga pemerintahan untuk dapat menaikan rating. Tujuannya, rating ini membuat judi online-nya lebih mudah di akses banyak orang.

“Kenapa orang-orang ini menggunakan situs pemerintah? karena untuk iklan ini dia membutuhkan rating. Rating ini kalau naik kalau nanti kita lihat di algoritma-nya itu akan tinggi. Kalau naik rating-nya kan akan mudah dibaca oleh orang,” tukasnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku disangkakan pasal 46 ayat 1 ayat 2 ayat 3 Junto pasal 30 ayat 1 2 dan 3 atau pasal 48 ayat 1 ayat 2 Junto Pasal 32 ayat 1 ayat 2 atau pasal 45 ayat 2 Junto pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Selain itu, para pelaku dikenakan juga pasal 303 KUHP atau 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 3 pasal 4 pasal 10 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.(*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Berhenti? Ini Penjelasan Polri

270 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Polri merespons viral di media sosial soal penghentian penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan anak oleh Polres Luwu Timur pada akhir 2019. Tagar atau hashtag  #PercumaLaporPolisi pun sempat trending buntut viralnya penghentian penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menegaskan kepolisian pasti memproses setiap laporan masyarakat. Namun, dia menjelaskan, proses hukum yang ada didasarkan pada alat bukti.

“Banyak diabaikan ya datanya dari mana dulu? Yang jelas apabila setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum, pasti akan ditindaklanjuti dan tentunya diproses kepolisian sendiri didasari dari alat bukti,” ujar Brigjen Rusdi Hartono, pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Brigjen Rusdi menekankan polisi pasti menindak lanjuti semua laporan warga apabila ditemukan alat bukti yang cukup. Jika tidak, penyidik pasti tidak akan melanjutkan laporan tersebut.

“Ketika memang didasari oleh alat bukti dan penyidik berkeyakinan ada suatu tindak pidana, pasti akan ditindaklanjuti. Tetapi ketika satu laporan ternyata alat-alat bukti yang menjurus pada laporan tersebut tidak mencukupi, dan ternyata memang penyidik berkeyakinan tidak ada suatu tindak pidana, tentunya penyidik tidak akan melanjutkan laporan tersebut,” imbuhnya.

Rusdi menambahkan kasus ini masih mungkin untuk dibuka kembali penyelidikannya. Asalkan pelapor memiliki bukti baru untuk didalami penyidik.

“Ini belum final,” ucapnya.

Adapun tagar itu sempat trending di Twitter. Tagar #PercumaLaporPolisi itu muncul setelah kasus dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur yang dihentikan viral. Tagar itu juga muncul sebagai buntut banyaknya kasus kekerasan seksual lain yang dianggap diabaikan polisi. (*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Ketua Araksi NTT Cemar Nama Baik Gubernur VBL? Ini Penjelasannya

775 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, S.H., M.Hum memberikan keterangan pers kepada media pada Kamis, 5 Agustus 2021 atas laporan ke Polda NTT terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi NTT Alfred Baun kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

“Di sini saya nyatakan bahwa memang benar saya diberikan kuasa oleh Bapak Gubernur NTT untuk melaporkan saudara Alfred Baun. Surat kuasanya ditandatangani sendiri oleh Bapak Gubernur dan berikan kepada saya tanggal 21 Juli 2021. Kemudian tindak lanjut dari pemberian kuasa tersebut saya sudah melapor ke Polda pada tanggal 26 Juli 2021,” jelas Alex Lumba.

Untuk diketahui Laporan Polisi tersebut dengan Nomor LP/B/231/VII/ Res.1.14/2021/SPKT tanggal 26 Juli oleh Alexon Lumba S.H., M.Hum. terkait dugaan tindak pidana Pencemaran Nama Baik oleh Alfred Baun.

“Inti laporan itu adalah menyikapi pemberitaan di media online suara flobamora yang disampaikan oleh Alfred Baun pada tanggal 29 Mei yang lalu. Intinya ada tuduhan bahwa Gubernur NTT dalam hal ini Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat ‘namoe’ dan DPRD ‘namkak’ dalam kaitan dengan Rencana Pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar 492 miliar,” urai Alex Lumba sapaan akrab dari Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT.

Menurut Alex, bahwa pernyataan yang disampaikan itu adalah tendensius dan juga ada iktikad-itikad tidak baik untuk menyerang Bapak Gubernur NTT baik secara pribadi maupun secara Gubernur.

“Yang pertama bahwa dana itu masih direncanakan dan masih berupa usulan dan kemudian masih berproses di DPRD. Mekanisme pembahasan di DPRD mulai dari tingkat pertama sampai dengan penetapan. Nah, saat itu dana itu masih berproses dan bagaimana seorang Alfred Baun bisa mengatakan bahwa ada ketidakjujuran juga ada niat untuk mencuri uang negara,” tutur Alex.

Lanjut Alex menegaskan, “Itu merupakan suatu penghinaan dan menurut kami itu pencemaran nama baik terhadap Bapak Gubernur NTT Viktor dan suatu pembohongan publik karena beliau adalah publik figur untuk masyarakat NTT sehingga kami melapor saudara Alfred Baun ke pihak Polda NTT untuk ditindaklanjuti.”

Alex menandaskan mekanisme tindak lanjut laporan tersebut diserahkan kepada pihak Polda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan juga SOP yang ada pada Polda NTT.(*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Hakim Vonis Oknum Anggota DPRD Belu Marthen Naibuti 1 Bulan Penjara

1.721 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Terdakwa, oknum anggota DPRD Belu fraksi Gerindra, Marthen Martins Naibuti/MMNB divonis terbukti bersalah oleh Hakim, Junus Dominggus Seseli, S.H. dalam sidang perkara yang dihelat di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 4 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/31/usai-diperiksa-penyidik-polres-anggota-dprd-belu-resmi-jadi-tersangka/

Terdakwa Marthen Naibuti divonis bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana penghinaan terhadap 9 (sembilan) warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua sebagaimana dimaksud dalam pasal 315 ayat (1) KUHP.

Dalam amar putusan, terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 1 (satu) bulan penjara dengan percobaan hukuman selama 2 (dua) bulan dan denda sebesar Rp. 2.000 (dua ribu rupiah).

Pantauan wartawan, hadir dalam sidang,  panitera pengganti Konstantinus Nahas, S.H., penuntut Brigpol Charles Lapudooh dan terdakwa Marthen Naibuti. Sementara dari pihak korban yang hadir, antara lain Yopianus Naimau, Ermelinda Selestina Naimau, Melkianus Banu, Arkidius Mau, Viktoria Emanuela Naimanu, Albertus Ruben Fallo, Alexander Da Silva Mau dan Martinus Sari Laka.

Agenda sidang yang dimulai pukul 12:00 WITA, yakni pembacaan dakwaan, penyumpahan dan pengambilan keterangan saksi korban, pengambilan keterangan terdakwa dan pembacaan putusan oleh hakim.

Untuk diketahui, bunyi pasal 315 KUHP yang mengatur tentang penghinaan ringan adalah sebagai berikut:

“Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/tim)

Respons Cepat, Kanit Tipidter Polres Belu Periksa Vegal dan Saksi

1.427 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Menindaklanjuti laporan korban dugaan pencemaran nama baik, wartawan media daring Timordaily.com Silvester Manek alias Vegal terhadap terlapor Asty Sene, Kanit Tipidter Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Aipda Mesakh Boymau selaku penyidik pembantu  melakukan pemeriksaan terhadap Vegal dan para saksi di ruang kerjanya pada Rabu pagi, 4 Agustus 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/08/03/diduga-cemar-nama-baik-akun-asty-sene-dipolisikan-timordaily-ke-polres-belu/

Pantauan Garda Indonesia, proses pemeriksaan terhadap korban Vegal didampingi kuasa hukumnya, M. A. Putra Dapatalu, S.H., berjalan lancar. Semua pertanyaan yang diajukan kepada korban dan para saksi oleh penyidik Aipda Boymau, dijawab secara baik.

“Saudara Vegal, apakah benar saudara seorang preman dan perusak generasi seperti yang dituduhkan terlapor Asty Sene dalam postingan di grup Belu Memilih 2020?,”bunyi salah satu dari sejumlah deretan pertanyaan Kanit Tipidter dan Vegal membantah bahwa tuduhan itu tidak benar. “Saya merasa sangat dirugikan dengan tuduhan itu. Jadi, silakan Asty Sene membuktikan, kalau  memang menurut dia, hal itu benar,” jawab Vegal sembari menambahkan bahwa dirinya tidak pernah mengenal siapa itu Asty Sene.

Usai mendampingi kliennya dalam proses pemeriksaan, Kuasa Hukum M.A. Putra Dapatalu, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap  kinerja Kanit Tipidter yang sangat responsif sehingga langsung memproses laporan kliennya.

“Jadi, saya berharap kepada pihak kepolisian, khususnya Unit Tipidter segera memanggil terlapor Asty Sene untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut terkait postingan yang diunggah di grup Belu Memilih 2020,”, tandas Putra Dapatalu, dan langsung mendapat tanggapan dari penyidik pembantu Aibda Boymau, bahwa pihaknya segera mengeluarkan surat panggilan kepada terlapor Esty Sene. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Diduga Cemar Nama Baik, Akun Asty Sene Dipolisikan Timordaily ke Polres Belu

1.993 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wartawan media daring Timordaily.com, Silvester Manek atau Vegal melaporkan akun facebook Asty Sene ke Unit Tipiter (tindak pidana tertentu) Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Pantauan Garda Indonesia, laporan Vegal, sapaan karibnya, didampingi kuasa hukum M.A. Putra Dapatalu, S.H., bersama sejumlah wartawan menyerahkan materi pengaduan dugaan pencemaran nama baik, dan diterima langsung oleh Kanit Tipiter, Aipda Mesakh Boymau.

Eros, sapaan akrab Kanit Tipiter menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. “Kami akan panggil pemilik akun Asty Sene dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk dimintai pertanggungjawaban. Ini ‘kan masuk dalam kasus pencemaran nama baik, pasal 27 ayat (3) UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tandas Aipda Boymau.

Selain itu, ujar Kanit Tipiter Polres Belu, pihaknya akan meneruskan Laporan Informasi (LI) ini ke Kapolres Belu dan selanjutnya mengambil keterangan dari korban/pelapor bersama sejumlah saksi.

Penasehat Hukum Vegal M.A. Putra Dapatalu, S.H., menuturkan, kasus yang dialami kliennya itu dinilai telah mencoreng nama baik. Karena itu, ia akan mendampingi kasus ini sampai tuntas. “Kita berharap agar pihak kepolisian, dalam hal ini Kanit Tipiter dapat mendalami perkara ini sampai tuntas, sekaligus menjadi pelajaran bagi pengguna media sosial lainnya sehingga ke depan bisa menggunakan media sosial secara lebih bijak,” pintanya.

Sebagaimana salinan materi laporan yang diterima, memuat kronologi sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 WITA, saudari Asty Sene dengan nama akun facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dengan menyebutkan Silvester Manek sebagai perusak generasi, dan ilmu premannya melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.
  2. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 WITA, saudari Asty Sene dengan nama facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dan menyebut nama lembaga Timordaily.com melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.
  3. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2021 pukul 11:14 Wita, saudari Asty Sene dengan nama facebook Asty Sene diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Silvester Manek alias Vegal dan menyebut nama wartawan melalui postingan di facebook grup Belu Memilih 2020 sesuai dengan lampiran print out screenshot terlampir.

Untuk diketahui, pasal 27 ayat (3) UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dengan hukuman paling lama 6 (enam) tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Usai Diperiksa Penyidik Polres, Anggota DPRD Belu Resmi Jadi Tersangka

1.060 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Usai diperiksa penyidik Polres, oknum anggota DPRD Belu fraksi Partai Gerindra berinisial MMNB, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas kasus dugaan tindak pidana penghinaan ringan terhadap 9 orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua. Demikian disampaikan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam jumpa pers yang dihelat bersama awak media di aula serba guna Mapolres Belu pada Sabtu, 31 Juli 2021.

“Penyidik sudah lakukan pemeriksaan terhadap tersangka MMNB di ruang Satreskrim Polres Belu pada Jumat pagi, 30 Juli 2021. Sesuai hasil gelar perkara, ini penghinaan ringan, melanggar pasal 315 KUHP dengan ancaman hukuman 4 bulan penjara,” terang Kapolres Belu.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/22/hina-masyarakat-oknum-anggota-dprd-belu-terancam-jadi-tersangka/

Kapolres Khairul Saleh menuturkan, penyidik tidak bisa menahan tersangka MMNB karena kasus ini merupakan tindak pidana ringan. Penyidik segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Atambua untuk disidangkan.

“Yang bersangkutan diancam dengan 4 bulan penjara. Selanjutnya nanti, kita tunggu hasil di pengadilan. Karena ini kasus tipiring, tersangka MMNB tidak bisa ditahan. Yang bisa ditahan itu, minimal ancaman hukumannya 5 tahun ke atas. Itu sesuai dengan aturannya,” pungkas Kapolres. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa)