Arsip Tag: Gubernur NTT

Gubernur VBL : Pertanian Lahan Kering di NTT Harus Membantu Pembangunan

35 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian lahan kering harus ikut membantu pembangunan daerah. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis, 26 November 2020.

“Pengembangan pertanian lahan kering tentunya sangat penting untuk turut membantu pembangunan provinsi ini. Tentu juga harus menggandeng pariwisata sebagai lokomotif utamanya. Sektor pertanian, peternakan, serta perikanan harus mampu menjadi suplai chain bagi pariwisata,” jelas Gubernur VBL.

Lanjut VBL, “Supply chain dari sektor-sektor tersebut harus bisa dihasilkan dari NTT sendiri bukan dari luar. Komoditi unggulan dari sektor pertanian lahan kering tentunya diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan pariwisata.”

Ia pun menambahkan, dalam hasil survei menunjukkan bahwa bila pandemi Covid-19 berakhir, maka destinasi pariwisata dengan atraksi alam dan budaya akan paling banyak dikunjungi. Tentunya, NTT akan dapat keuntungan karena atraksi alam dan budaya yang atraktif dan eksotis adalah ciri khasnya.

“Terima kasih kepada Kampus Undana yang sudah menyelenggarakan seminar ini dan tentunya saya berharap mahasiswa lulusan Fakultas Pertanian harus mampu menjadi pengusaha di sektor pertanian. Begitu pun dengan lulusan Fakultas Peternakan, Perikanan dan lainnya untuk menjadi pengusaha di bidangnya,” pinta Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Undana Kupang

Selama ini, imbuh VBL, SDM lulusan sarjana yang ada di NTT masih memiliki pola pikir hanya mau untuk menjadi PNS. Setiap kali lulus dari kampus hanya tunggu lowongan PNS. Memang ada baiknya juga, namun kuota penerimaannya terbatas. Imbasnya adalah angka pengangguran yang tinggi. “Maka dari itu, lulusan sarjana pertanian harus bisa menjadi pengusaha di bidang pertanian. Itu sungguh luar biasa karena ilmu bukan hanya dipelajari namun juga bisa membantu di tengah masyarakat dan membantu untuk kemandirian dirinya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Univesitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredik Benu, M.Si, P.hd mengatakan pengembangan pertanian lahan kering sebagai salah satu ujung tombak perguruan tinggi dan pemerintah dan masyarakat untuk membangun pertanian sekaligus menjawab persoalan yang ada.

“Terima kasih pada Bapak Gubernur yang sudah memberikan dukungan. Baru-baru ini juga beliau menghimpun para pimpinan perguruan tinggi yang ada di Timor, Sabu, Rote dan Alor bertekad bersama mewujudkan tanggung jawab pembangunan di tengah masyarakat melalui MoU yang ditandatangani bersama,” ujarnya.

Fred Benu menambahkan, perkuliahan di kampus kini tidak hanya mengajarkan teori pada mahasiswa, namun mengambil tanggung jawab mengatasi persoalan di masyarakat. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

NTT Panen Garam & Ikan Kerapu di Juni 2021, VBL Undang Menko Maritim

23 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens tim Kemenko Maritim dan Investasi di ruang kerjanya pada Selasa, 24 November 2020, VBL pun mengundang untuk ikut panen garam dan Ikan Kerapu bulan Juni 2021 di NTT.

” NTT merupakan salah satu Provinsi yang terkenal dengan hasil laut terbaik di Indonesia dan kami sedang membudidayakan Ikan Kerapu untuk kelas ekspor. Seperti yang kita tahu Indonesia sulit untuk membudidayakan ikan kerapu dan NTT sedang berusaha membudidayakan ikan kerapu dan saya yakin pasti berhasil,” tandas Gubernur VBL.

Foto bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan tim Kemenko Maritim dan Investasi di ruang kerjanya pada Selasa, 24 November 2020

VBL juga menjelaskan produksi garam industri yang dilakukan di Provinsi NTT akan membantu memenuhi kebutuhan garam nasional dan sebagai bukti kemandirian serta kedaulatan rakyat.

Sementara itu, tim Kemenko Maritim dan Investasi memuji potensi sumber daya alam yang dimiliki NTT. “Kami sangat takjub dengan keindahan pariwisata dan budaya yang ada di NTT. Salah satunya 12 jenis mamalia yang hidup di Laut Sawu yaitu Lumba-lumba,” terang Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Dr. Ir Safri Burhanuddin,DEA.

Alumni University Brest, France, ini menambahkan potensi laut yang baik di NTT akan menghasilkan garam industri yang memiliki kualitas terbaik untuk ekspor. Juga dapat memenuhi kebutuhan garam nasional karena kandungan NaCl yang terdapat pada garam NTT adalah 97 persen dan itu adalah garam terbaik.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Keluarga Bisilisin Serahkan Tanah di Pulau Semau Kepada Pemprov NTT

167 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Keluarga Bisilisin dengan sukarela menyerahkan tanah di Desa Nahkea, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tanah tersebut akan dibagi dan diatur dengan baik sesuai dengan kesepakatan. Lahan yang sudah diolah dan yang sudah ada bangunan, dapat memiliki kejelasan berupa sertifikat sehingga tidak lagi ada masalah di kemudian hari.

Penandatanganan akta perjanjian penyerahan tanah dilakukan oleh Bupati Kupang, Drs, Korinus Masneno, M.Si. Plt. Camat Semau Selatan, Lexi Luther Pong; Kepala Desa Nahkean, Sefanya Patola; Pemilik Tanah, Donie Jacobus Bisilisin dan disaksikan para keluarga; Notaris, Ibu Serlina Sari Dewi Dermawan, dan Pimpinan Perangkat Daerah, di Ruang Rapat Gubernur Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 20 November 2020.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi kepada keluarga Bisilisin. “Saya selaku Ketua Gugus Tugas Agraria Provinsi menyampaikan terima kasih kepada keluarga Bisilisin yang dengan sukarela dan rendah hati telah mau menyerahkan hak atas tanahnya. Di mana sudah sekian lama tanah tersebut dibiarkan jadi lahan tidur,” ucap Gubernur VBL.

Kalau tanah seperti ini tidak diolah, imbuh VBL, maka hal ini jadi sumber kemiskinan. Juga dapat memicu konflik berkepanjangan. Konflik seperti inilah yang membuat seluruh tanah yang produktif tidak bisa diolah. Ini jadi salah satu penyumbang kemiskinan NTT.

Penandatanganan akta perjanjian penyerahan tanah

Menurut Gubernur VBL, hal seperti ini juga diterapkan pada lahan-lahan milik pemprov NTT yang tidak produktif dan tanah-tanah konflik. “Setelah saya menjadi Gubernur, saya mendorong agar kegiatan-kegiatan dapat dilakukan di tanah-tanah konflik. Urusan konflik di pengadilan tetap berproses, namun tanah-tanah ini harus tetap berproduksi,” terangnya.

Lanjut VBL, Hari ini penyerahan dilaksanakan lewat akta notaris yang telah ditandatangani dan akan diikuti dengan proses di BPN. “ Sebagai penerima kuasa saya tegaskan dan berkomitmen dalam waktu yang singkat, akan menjadikan tempat itu produktif serta memberikan manfaat bagi masyarakat Semau. Pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata bisa bertumbuh dengan baik. Paling lambat tahun 2023, jalan lingkar Semau akan selesai dan tentu ini akan turut membawa dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi masyarakat Semau. Saya minta agar masyarakat Semau tetap pertahankan keaslian budaya dan alam. Hindari konflik sosial untuk kemajuan pulau ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, tugasnya sebagai ketua gugus tugas agraria adalah bagaimana membuat seluruh tanah masyarakat harus mempunyai hak kepemilikan. Sehingga dapat dikerjakan dan dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Kita lihat bapak Presiden Jokowi dalam kedudukannya sebagai presiden telah mendorong agar masyarakat Indonesia mempunyai sertifikat atas tanah yang dimilikinya. Ini menjadi bukti sah kepemilikan atas tanah. Ini juga menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah terkhusus teman-teman di BPN Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT untuk menyukseskan program Presiden ini,” tandasnya.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Kunjungi Besipae, VBL Minta OPD Terkait Desain Kawasan Ekonomi Baru

187 Views

Besipae-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja di 4 (empat) kabupaten yakni Kabupaten TTS, Malaka, Belu dan TTU pada tanggal 14—18 November 2020. Pada hari pertama, Gubernur VBL mengunjungi TTS, tepatnya di Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, di mana terdapat lahan seluas 3.780 ha yang merupakan aset pemerintah provinsi dan bakal dijadikan kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Viktor bersama rombongan dan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M. langsung mengunjungi lokasi pembangunan Pom Bensin, penanaman Marungga, pembangunan ranch untuk pengembangan ternak Sapi dan aset bangunan pemerintah yang tidak berfungsi. Saat itu juga para Pimpinan Perangkat Daerah mendapatkan arahan langsung untuk percepatan desain pembangunan kawasan Besipae.

“Pasca kunjungan ini, saya perintahkan Dinas Peternakan agar menduplikasi model ranch peternakan sapi yang ada di Sumba untuk diterapkan di kawasan ini. Begitu juga Dinas Pertanian untuk Pengembangan Marungga. TJPS agar disiapkan luas lahannya beserta aspek teknisnya. Dinas Perindag mendesain kebutuhan pengadaan mesin pengering dan pengolahan bubuk Marungga serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup memetakan kawasan ini dan peruntukkannya serta siapkan lahan 5 ha untuk Taman Sepe. Badan Aset dan Pendapatan mendesain restoran dan penginapan di kawasan ini untuk peningkatan pendapatan Pemprov,” tegas Gubernur Viktor.

Setelah itu, Gubernur Laiskodat berdialog bersama para Usif dan masyarakat Besipae, terkait dengan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi di tempat tersebut sekaligus mendengar langsung harapan mereka terkait pengembangan Kawasan Besipae.

Gubernur VBL saat melihat langsung lahan Besipae

“Ini aset Pemprov yang dikelola untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk kolaborasi antar Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa agar lahan ini tidak dikelola seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sini akan ada pertanian, peternakan, perikanan, restoran, pom bensin, pariwisata. Oleh karena itu, program kerja di sini sistemnya pemerintah hanya membantu dan masyarakat yang kerja dan menikmati hasilnya,” ujar VBL.

Kita, imbuh VBL, sungguh-sungguh membangun dan para pimpinan OPD terkait saya beri target untuk mengimplementasikan programnya di sini. “Sebagai Gubernur, saya menyampaikan apresiasi kepada para Usif dan masyarakat yang telah membantu pemerintah dalam penyelesaian permasalahan di lahan ini.” tandasnya.

Usif Nope Nabuasa yang mewakili para Usif dan masyarakat juga menyampaikan harapannya terkait pembangunan kawasan Besipae. “Bapak Gubernur, persoalan Besipae telah selesai pada 20 Agustus 2020. Saat itu, keluarga Nabuasa telah menyerahkan kepada Pemerintah untuk beraktivitas dan mengimplementasikan program kegiatannya di sini. Harapan kami, lahan ini bisa ditata kembali lebih baik,” alasnya.

Selanjutnya Gubernur dan Bupati TTS bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Bena untuk panen Jagung Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi). (*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Kore–Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

VBL Dapat Predikat “Bapak Infrastruktur” dari Desa Kaeneno Kabupaten TTS

610 Views

Kaeneno—TTS, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam lawatannya saat pemakaman Almarhum Anderias Hiler Eduard Nabunome (Edu Nabunome) sang Legenda Atletik Indonesia asal NTT di Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 16 Oktober 2020; memberikan respons terhadap kondisi infrastruktur di sana.

Respons VBL tersebut, ditunjukkan dengan menindaklanjuti permintaan dari Kepala Desa Kaeneno, Gusti Fallo, S.Pt. terkait kondisi jalan dan listrik yang belum menerangi 2 (dua) dusun yakni di dusun A, Oe Ana dan dusun B, Oko. VBL pun langsung menghubungi via telepon General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko, dan Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Jusuf Adoe.

Gubernur VBL yang fokus pada pembangunan JALA (jalan, listrik, dan air) meminta sinergisitas antara Pemprov NTT dan Pemkab Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menyelesaikan ruas jalan provinsi menjadi tanggung jawab provinsi dan meminta Bupati Epy Tahun untuk menyelesaikan ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Kaeneno.

Berselang dua minggu kemudian, pada Rabu, 4 November 2020, sebanyak 50 unit meteran diberikan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Kaeneno melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan telah dilakukan instalasi meteran ke rumah masyarakat sambil menunggu jaringan listrik masuk ke lokasi tersebut.

Penyerahan meteran listrik gratis kepada masyarakat Kaeneno

Kepada Garda Indonesia pada Minggu malam, 8 November 2020, Kepala Desa Kaeneno, Gusti Fallo, S.Pt menuturkan terima kasihnya kepada Gubernur VBL atas bantuan 50 unit meteran gratis. “Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat saat berkunjung ke sini dalam rangka menghadiri pemakaman almarhum saudara Eduar Nabunome, beliau sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan di desa kami,” ungkapnya.

Kades Fallo pun mengungkapkan menggunakan kesempatan saat bertemu dan berbincang selama lebih kurang 20 menit dengan Gubernur VBL untuk menyampaikan kondisi Desa Kaeneno. “Sebelumnya, Kami telah berencana membuat sebuah kegiatan untuk menghadirkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, namun tak ada jalan bertemu. Puji Tuhan, beliau bisa hadir dalam acara pemakaian Almarhum Eduar Nabunome,” urainya.

Masyarakat Kaeneno, ungkap Kades Fallo, merasa sangat bahagia karena Gubernur NTT dapat hadir di desa yang terletak di Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan. “Sebelumnya, tak pernah ada Gubernur NTT yang mengunjungi Desa Kaeneno. Kami hanya mendengar Gubernur NTT melakukan kunjungan ke TTS, namun kami hanya mendengar, tak bisa melihat langsung. Berbeda dengan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dapat hadir di desa kami, lewat Almarhum Bapa Edu (Eduardus Nabunome, red), dan masyarakat sangat senang sekali, meski ada pandemi Covid-19,” ujar Kades Fallo yang mulai menjabat sejak Maret 2018.

Atas nama pemerintah Desa Kaeneno dan masyarakat di sini, imbuh Kades Fallo, kami mengucapkan terima kasih yang tulus tak terhingga kepada Bapak Gubernur NTT yang peka, peduli dan responsif dengan kami di daerah terpencil. Karena semua jalan Tuhan, Kami dapat berbincang dengan Pak Gubernur untuk menyampaikan kondisi listrik yang hanya mengaliri kecamatan saja, dan tak masuk di dusun-dusun.

Pemasangan meteran listrik di rumah warga di Dusun A, Oe Ana dan Dusun B, Oko di Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan

“Bahwa beredar isu dari sejumlah pemberitaan, kalau Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, selama ini lebih banyak perhatian kepada kebutuhan fasilitas umum di daratan Flores dan Sumba saja. Namun, semua kabar itu tidak benar!, terbukti saat ini, kami mendapat bantuan listrik. Beliau menjadi Gubernur untuk seluruh NTT, bukan hanya untuk satu suku atau daerah saja,” urainya.

Lanjutnya, “Saya secara pribadi menilai beliau sebagai sosok pemimpin yang sangat peka dan cepat merespons serta menindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, ketika beliau mengetahui persoalan saat melakukan kunjungan kerja.”

Atas dasar itu, Kami meneguhkan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai “Bapak Infrastruktur” karena sangat peka, dan cepat menidaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat berupa infrastruktur jalan, kebutuhan penerangan, kebutuhan air dan fasilitas umum lainnya terlihat dari kerja nyata beliau selama ini.

Kades Kaeneno, Gusti Fallo, saat bertemu GM PLN UIW NTT, Agustus Jatmiko

Sebelumnya, pada Kamis siang, 5 November 2020, General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa Gubernur VBL telah menghubungi dirinya pada 16 Oktober 2020 terkait listrik di sana.

“Kami sudah punya drawing survei Desa Kaeneno, dan sedang berproses administrasi, karena kami masih menyesuaikan alokasi anggaran,” ungkapnya sembari menyampaikan dalam waktu dekat PLN segera masuk ke sana.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto-foto (*/istimewa)

VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

282 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 5—7 November 2020, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020.

Menurut VBL, NTT merupakan daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi ketiga di Indonesia. Sebenarnya, NTT miliki potensi sumber daya dan industri yang besar namun kurang didesain secara baik, perilaku korupsi yang masih tinggi serta pelayanan perijinan yang kurang maksimal.

“Daerah ini sangat bagus potensinya tetapi tidak didesain dengan baik. Salah satu hambatan bagi akselerasi ekonomi NTT adalah tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) atau rasio output modal tambahan yang masih tinggi. ICOR NTT di kisaran 10. Artinya untuk menghasilkan satu unit output PDRB di NTT, membutuhkan 10 modal tambahan investasi,” jelas Gubernur VBL.

Hal ini, ungkapnya, membuat ekonomi NTT inefisien. ICOR NTT ini lebih tinggi dari ICOR nasional yang ada di kisaran 6. Inilah yang menyebabkan industri di NTT sulit berkembang. Hal ini disebabkan oleh perizinan berbelit-belit serta korupsi yang masih tinggi.

“Dalam masa pemerintahan kami, saat ini berdasarkan hasil laporan KPK kepada Bapak Presiden, NTT masuk dalam lima besar provinsi terbaik dalam pengendalian korupsi. Sebelumnya, NTT masuk kategori sebagai provinsi terkorup keenam,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020

Selanjutnya VBL menguraikan, saat ini, Indonesia masih mengimpor daging sapi dengan kualitas premium. Sementara, Indonesia sesungguhnya mampu menyiapkan daging tersebut jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini berlaku juga untuk garam industri yang potensinya sangat besar di Indonesia.

“Impor daging ini bukan dikarenakan Indonesia tidak mampu mendesain dan mengembangkan sapi seperti Sapi Wagyu akan tetapi masih kurangnya komitmen dan keberpihakan kepada para petani-peternak. Manakala empat tahun ke depan, kita menyiapkan desain bagi para petani-peternak untuk jenis Sapi Wagyu dengan kualitas daging premium, maka untuk kebutuhan daging premium dalam negeri tak perlu lagi impor,” urainya.

Sama halnya dengan Garam, imbuh VBL, Indonesia masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. “Sementara, kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Gubernur VBL, NTT melakukan percepatan pembangunan melalui cara-cara yang tidak biasa. Meretas rantai kemiskinan dengan pola pendekatan kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui optimalisasi potensi yang ada.

“Pada sektor pariwisata dengan atraksi yang luar biasa, kami sementara menyiapkan infrastruktur pendukung dan SDM untuk mewujudkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan. Menyiapkan industri pakan ternak di NTT agar tidak terjadi capital flight dari sektor pakan ternak babi dan ayam yang setelah kami hitung, setahun senilai 1,8 triliun rupiah. Juga telah ada ranch sapi di Sumba. Kami juga siapkan anggaran untuk mereplikasi demi memenuhi kebutuhan daging premium Indonesia yang dihasilkan oleh peternak NTT,” beber VBL.

Saling bertukar cinderamata antara Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Untuk garam, lanjut VBL, “Kami memiliki lahan garam di NTT yang selama 26 sudah ada izinnya, tapi tidak berjalan. Saat ini, kami sementara menyiapkan garam lokal dengan kualitas NaCL terendah 95 persen untuk mendukung kebutuhan garam industri dalam negeri. Dan dipastikan kami menyiapkan 1.800 ha untuk tahun depan dipanen langsung oleh Bapak Presiden dan juga komoditi kelor, kopi dan coklat yang merupakan kualitas dunia, sementara kami siapkan rantai ekonominya. Semuanya ini untuk wujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur NTT yang berkenan hadir dalam kegiatan Rakestra yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tentunya ada alasan kenapa Labuan Bajo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saat ini, kami terdiri dari 9 orang dewan komisioner dan saya ketuanya. Peserta yang hadir saat ini sebanyak 300-an lebih. Terdiri dari para pejabat OJK seluruh Indonesia yang hadir secara virtual dan fisik. Dengan pendekatan pembangunan pariwisata sebagai prime mover, pengembangan industri pertanian, peternakan dan perikanan di NTT, tentu akan berkembang pesat. Labuan Bajo juga pantas jadi destinasi wisata super prioritas di Indonesia,” jelas Wimboh.

Selanjutnya, Wimbo menegaskan, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan. Termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan sebagai bagian dari kebijakan di luar kebiasaan karena Covid-19. Masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan tersebut juga diputuskan untuk diperpanjang selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022. Hal ini mesti kita optimalkan karena ruang pertumbuhan ekonomi yang besar ada daerah-daerah termasuk NTT,” pungkas Wimboh Santoso.(*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Koreh—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

VBL Meresmikan Kantor Kas Titipan BI Ke-8 pada Bank NTT Labuan Bajo

73 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Manggarai Barat, Deputi Kaper BI NTT, Komisaris Utama Bank NTT, Juveline Jodjana, dan Direktur Utama, Alex Riwu Kaho, dan Direktur Pemasaran Dana Absalom Sine, disaksikan para OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat, juga para staf khusus Gubernur dan pejabat struktural Bank NTT; meresmikan Kantor Kas Titipan Bank Indonesia pada Bank NTT Kantor Cabang Labuan Bajo pada Kamis, 5 November 2020.

Bank NTT Kantor Cabang Labuan Bajo merupakan Kas Titipan BI ke-8, adapun kas titipan yang sudah beroperasi pada Kantor Cabang Atambua, Maumere, Lewoleba, Ruteng, Ende, Waikabubak dan Kalabahi.

Bank Indonesia memberikan plafon titipan kas senilai maksimal Rp.200 miliar dengan menimbang bahwa Bank NTT secara fasilitas dan prasarana sangat memenuhi standar Kas Titipan BI, juga melihat peredaran uang dan potensi ekonomi di Labuan Bajo yang makin meningkat.

Selain itu, Bank NTT menandatangani MoU interkoneksi Sistem Pembayaran Online dengan E-Commerce, penyerahan Sertifikat Hak Intelektual (Haki) untuk 157 pelaku UMKM binaan Bank NTT, Penandatanganan PKS Pembiayaan dengan Debitur UMKM dan Penyerahan Kredit Merdeka.

Foto bersama Gubernur NTT dengan jajaran Direksi dan Direktur Bank NTT, dan Perwakilan Bank Indonesia

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam laporannya mengatakan, menindaklanjuti program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjadikan Pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di NTT, Bank NTT siap memberikan dukungan penuh dari aspek ekonomi dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di NTT.

“Kami bersinergi dengan Bank Indonesia melalui aspek Ekonomi dan UMKM yaitu dengan hadirkan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo sebesar Rp.200 miliar untuk mendukung sistim pembayaran uang tunai dan peredaran uang di Manggarai Barat. Tujuannya untuk mengatasi kendala pembayaran uang tunai dan memperlancar peredaran uang di wilayah ini,” ujar Alex.

Terkait kantor kas titipan ini, imbuh Alex, Bank NTT terus mengoptimalkan pengelolaannya sehingga terus mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia. Ke depan, Bank NTT dapat mengelola kantor kas titipan terbanyak di Indonesia. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk UMKM binaan sebanyak 236 UMKM dengan 157 UMKM di Manggarai Barat dan sisanya tersebar di seluruh NTT.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan – Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI NTT , Eddy Junaedi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya sehingga terlaksana hubungan kerja sama dengan Bank NTT. Ia berharap pengelolaan kantor kas dan kendala-kendala yang dihadapi dapat teratasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur VBL berharap Bank NTT terus berkembang maju dan manfaatkan momentum kebijakan pemerintah pusat yang senantiasa berpihak pada NTT. “Bank Daerah kebanggaan NTT mesti terus berbenah diri, berikan pelayanan baik misalnya ATM yang tersebar di Labuan Bajo ini juga harus bagus dan canggih. Begitu pun aspek lainnya juga mesti dilakukan perbaikan,” pinta Gubernur VBL.

Sumber berita (*/tim)
Foto oleh Humas dan Protokol Setda NTT
Editor (+rony banase)

VBL Memotivasi 100 Perempuan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM

470 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertolok dari pengalaman pribadinya saat merantau ke Jakarta, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi motivasi kepada 100 (seratus) perempuan pemilik usaha mikro yang hadir dalam dialog bersama dengan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM (Tanaoba Lais Manekat) Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur, pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

“Di Jakarta, saya bekerja sebagai pemulung. Saya menikmati dan tetap survive dengan pekerjaan ini. Kesabaran, hati untuk bekerja secara baik, dan keberanian berhasil membuat saya meraih kesuksesan. Orang selalu mengidentikkan saya dengan dunia preman, perjudian, kekerasan, narkoba dan lain sebagainya. Tetapi saya tidak pernah peduli dengan semua tuduhan itu. Karena prinsip hidup saya adalah berguna bagi banyak orang dengan cara fokus bekerja untuk meraih hasil maksimal,” cerita Gubernur Laiskodat.

Hal inilah yang diharapkan oleh mantan Anggota DPR RI ini dari para pengusaha mikro di NTT. “Jangan pernah tertarik terhadap cibiran ataupun urusan orang yang bukan merupakan hak kita. Asalkan kita memiliki kesabaran, kecerdasan, hati untuk tetap berusaha dan keberanian untuk melangkah, maka dapat dipastikan kalianlah yang akan menikmati kehidupan yang luar biasa,” kata Gubernur VBL.

Hal penting lainnya yang dipesan oleh Gubernur adalah jangan pernah menganggap remeh usaha mikro. Menurutnya banyak orang yang gagal karena mereka lebih tertarik untuk memulai segala sesuatu yang besar. Padahal mereka tidak pernah berpikir bahwa sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil, demikian pula dengan usaha mikro ini.

“Asalkan karakternya baik dan tidak menyerah dengan berbagai kegagalan maka mimpi untuk mencapai hal yang besar pasti akan terwujud,” lanjut Gubernur Laiskodat.

Gubernur VBL saat memberikan motivasi kepada 100 Perempuan Pengusaha Mikro Yang tergabung dalam Coop TLM

VBL pun mengharapkan pihak Coop TLM berkolaborasi dengan pemerintah dalam membantu setiap pengusaha mikro di NTT.  “Sebagai Gubernur saya memberi apresiasi kepada Coop TLM. Dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,04 persen, membuktikan bahwa lembaga ini memiliki anggota dengan karakter yang hebat dan luar biasa. Karena prinsip dari lembaga keuangan adalah menjual jasa. Di sini, kepercayaan merupakan hal utama yang mutlak ada,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut VBL, jika Coop TLM dan Pemerintah bisa bersinergi secara baik, maka dapat dipastikan bahwa karakter ekonomi Nusa Tenggara Timur dapat secara jelas terlihat.

Sebelum mengakhiri dialog ini, Gubernur kembali mengajak pihak Coop TLM untuk tetap membangun relasi yang baik dengan para pengusaha mikro di Nusa Tenggara Timur. Menurut Gubernur merekalah yang sudah terbukti memiliki karakter tangguh, dan orang – orang inilah yang ke depan dapat memberi kontribusi hebat bagi pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Ketua Pengurus Coop TLM Indonesia, Pdt. Semuel Viktor Nitti, M.Th. dalam sambutan awalnya mengatakan bahwa pihaknya akan tetap bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT melalui optimalisasi kerja sama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah.

“Saat ini Coop TLM memiliki 35 Kantor Cabang di seluruh wilayah NTT dan 6 Kantor Cabang di luar wilayah NTT, dengan sasaran utamanya adalah UMKM,” urai Nitti.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys-Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)