Arsip Tag: Gubernur NTT

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi : Air Kunci Kemakmuran di NTT

276 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp.880 miliar.

Ia mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Kepala Negara amat memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

“Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan peresmian Bendungan Napun Gete di Sikka.

Hingga saat ini, terdapat tiga dari tujuh bendungan yang telah dapat diselesaikan pembangunannya. Selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete ini menyusul pembangunan bendungan lainnya, yakni Raknamo di Kupang dan Rotiklot di Belu, yang masing-masing selesai pada tahun 2018 dan 2019.

“Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi Gubernur menyampaikan pada saya minta tambahan dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi yang memang di sini bendungan sangat dibutuhkan,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Bendungan Napun Gete di Sikka

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Presiden kali ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete juga dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua per tiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

Kepala Negara sangat berharap agar bendungan-bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sekaligus menjadikan NTT untuk terlepas dari statusnya sebagai provinsi yang masih tertinggal.

“Kalau nanti satu per satu bendungan selesai, insyaallah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, dengan bupati dan wakil bupati yang baik, memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang,” ucapnya.

Presiden Jokowi melihat pasokan air di Bendungan Napun Gete didampingi Gubernur NTT, Bupati Sikka, dan Menteri PUPR

Sementara itu, dalam laporannya di kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diongo mewakili warga setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan bendungan di provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

“Ini adalah mahakarya yang dipersembahkan oleh Bapak Presiden kepada kami dalam upaya penanganan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka juga menjanjikan bahwa dengan kehadiran Bendungan Napun Gete ini baik Pemerintah Kabupaten Sikka maupun masyarakatnya akan lebih giat dan produktif untuk dapat menggalakkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali tanam dalam tiap tahunnya menjadi tiga kali tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan terbangunnya bendungan ini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka akan lebih giat menggalakkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam satu tahun untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.(*)

Sumber berita dan foto (BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Nama Penderita Covid-19 Harus Diumumkan ke Publik? Ini Alasannya

1.038 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus positif Covid-19 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus meningkat setiap hari, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah taktis. Dalam rapat evaluasi Penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi NTT dengan para Bupati/Walikota se-NTT secara virtual di ruang rapatnya, pada Selasa, 9 Februari 2021; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan agar perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah pertambahan angka kematian akibat virus corona.

“Kita harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya peningkatan kematian (pasien positif covid, red).  Siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Perlu dilakukan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. Apalagi kalau sudah positif, Tim Satuan Tugas (Satgas) harus berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tutur Gubernur VBL.

Karena ini sudah menjadi bencana non alam, Gubernur VBL meminta agar Satgas menyampaikan secara terbuka nama-nama pasien penderita Covid-19. “Alamat dan tempat tinggal mereka di mana. Walaupun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau kita ambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan,” alasnya.

Situasi darurat pandemi seperti ini, tegas VBL, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri. Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarga.

“Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka.  Juga bisa dikontrol agar penderita covid tidak jalan ke mana-mana dan menularkan virus ke orang lain. Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur VBL pun mengimbau kepada masyarakat terutama para penyintas atau yang sudah sembuh dari Covid untuk melakukan donor plasma. “Hal ini sangat membantu saudara-saudari kita yang sedang menderita akibat terpapar virus corona, ” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto utama (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Stefen Messakh Dilantik Sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

781 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jajaran direksi dan komisaris Bank NTT bersama pemegang saham pengendali, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meneguhkan dan menetapkan Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yang dilangsungkan di ruang rapat Gubernur NTT pada Rabu, 10 Februari 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur tahun 2021 dilaksanakan secara virtual, melalui layanan video converence, dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtillu Laiskodat didampingi Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan para Direksi, jajaran Komisaris serta seluruh Bupati dan Wali Kota di NTT, selaku pemegang saham. Namun, tidak semua pejabat ini mengikuti pertemuan ini secara tatap muka, dan difasilitasi melalui layanan video converence dari daerah masing-masing.

Peneguhan sumpah Direktur Pemasaran Dana Kredit Bank NTT, Stefen Messakh oleh Pendeta

Pelantikan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh, S.E. dilaksanakan pada hari yang sama, usai RUPS di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Sebelumnya, semua peserta pelantikan termasuk awak media diwajibkan melakukan screening dengan swab antigen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Paulus Stefen Messakh, S.E. diangkat sumpah menjadi Direktur Pemasaran Kredit, berdasarkan hasil persetujuan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan calon Direktur Pemasaran Kredit sesuai surat OJK No. SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020. Surat itu berisi usulan kepada Pemegang Saham untuk menetapkan dan mengangkat Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Jabatan terakhir dari Paulus Stefen Messakh, S.E. adalah sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pangkat terakhir, Pimpinan Utama Dua/PUT 2 pada Bank NTT. Sekilas mengenai profil Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, S.E. yang akan mengabdi dengan masa bakti 10 Februari 2021 sampai dengan 9 Februari 2025 sebagai berikut:

  • Pelaksana (14 Februari 2002-17 November 2005)
  • Kepala Cabang Pembantu merangkap Asisten Manajer Cabang Pembantu Baun (18 November 2005–19 Januari 2009)
  • Kepala Cabang Merangkap manager Bisnis Waingapu (16 Januari 2009–Agustus 2009)
  • Kasubdiv Inspektur Wilayah 1 Kantor Pusat (18 Agustus 2009–7 Maret 2011)
  • Pemimpin Cabang Waingapu (8 Maret 2011–April 2015)
  • WPCU Kupang Bidang Bisnis (April 2015–Agustus 2016)
  • Kepala Divisi Kepatuhan (Agustus 2016–Juni 2019)
  • Kepala Divisi SDM (Juni 2019-sekarang)

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Rumah Makan & Toko Langgar Prokes, Gubernur VBL : Tindak Tegas !

499 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian dalam upaya menangani penyebaran kasus Covid-19 yang terus meningkat dengan melakukan rapat bersama Forkopimda di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021.

“Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan di situ. Beli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” urai Gubernur VBL.

Juga untuk perayaan pesta-pesta, tegas VBL, tidak boleh ada sampai bulan Mei. “Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” tegas Gubernur VBL.

Ia mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana. “Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan Covid-19,” tandas Gubernur VBL.

Rapat bersama Forkopimda sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian. “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujarnya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan. “Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat sering kali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya”, ujar dr. Herman.

Dokter Herman Man juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. “Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik,” tambahnya.

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menegaskan pada peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang mana sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal yang cukup tinggi.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Pasca-terpapar Covid, ‘Swab’ I Wagub NTT Negatif dan Gubernur Membaik

498 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi terkini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi secara fisik dalam keadaan segar dan sehat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing kepada awak media di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, pada Senin pagi, 18 Januari 2021.

“Pasca-diumumkannya pak Gubernur dan Wakil Gubernur terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 Januari 2021 lalu, kondisi terkini Bapak Gubernur dan Wagub masih menjalankan karantina dan secara fisik dalam keadaan segar dan sehat,” ujar Sekda Benediktus.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/15/ini-pesan-gubernur-ntt-saat-isolasi-covid-19-julie-laiskodat-kami-video-call/

Sekda juga menjelaskan bahwa kondisi Gubernur VBL dalam keadaan baik dan masih menjalani masa karantina  di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta. “Kondisi terkini Pak Gubernur masih menjalani karantina di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta, sesuai dengan protap medis terkait dengan penanganan Covid, sehingga pada saat ini beliau belum berada di tempat dan bekerja sebagaimana biasanya, namun secara fisik beliau dalam kondisi yang sehat dan segar,” terangnya.

Kondisi kesehatan terkini Bapak Wagub Josef pun disampaikan Sekda Polo Maing. “Terkait dengan perkembangan terkini kondisi Kesehatan Bapak Wagub Josef, beliau telah melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pertama setelah terkonfirmasi positif Covid-19 dan hasilnya negatif, saat ini beliau bekerja dari rumah, sambil menunggu secara medis pemeriksaan PCR yang kedua dan setelah pemeriksaan yang kedua hasilnya negatif, tentunya sesuai dengan protap medis, Bapak Wagub dapat kembali bekerja seperti biasa,” jelas Sekda Polo Maing.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/koleksi foto Julie Sutrisno Laiskodat)

Editor (+roni banase)

Pelatihan Vaksinator Covid-19 di Tiga Provinsi Dibuka Gubernur NTT

382 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Balai Pelatihan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menghelat kegiatan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi NTT, NTB, dan Kalimantan Utara secara virtual pada 7—9 Januari 2021.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memperoleh kehormatan membuka secara langsung pelatihan vaksinator atau juru suntik Covid-19 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom pada Kamis pagi, 7 Januari 2021 di ruang rapat Gubernur NTT, Gedung Sasando.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/05/400-juru-suntik-dilatih-vaksinasi-covid-19-selama-seminggu/

Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan vaksinator atau Juru Suntik Vaksin Covid-19 ini sangat penting sehingga dirinya hadir untuk membuka. “Acara ini super penting, karena pelatihan ini langkah terjadi dan akan memberikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya di hadapan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah; dan Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes.

Turut hadir Staf ahli Gubernur NTT, Anwar Pua Geno dan Imanuel Blegur, para Kabid dan staf Dinas Kesehatan Provinsi NTT beserta para fasilitator pelatihan.

Lanjut Gubernur VBL, pelatihan ini super penting karena para vaksinator bakal menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global. “ Saya juga ingin terus mendorong agar pelatihan seperti ini dapat diikuti dengan disiplin tinggi dan mampu menjalankan krisis secara baik,” pintanya.

Gubernur VBL pun meminta para vaksinator untuk dapat menjelaskan kepada masyarakat karena banyak yang belum memahami tentang tata cara vaksinasi Covid-19. “Vaksinator perlu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana dampak dari vaksin dan dapat menjadi agen pemerintah yang dapat memberikan gambaran jelas saat masyarakat membawa diri mereka untuk divaksin,” tegasnya.

Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, dan Kadis Kesehatan Provinsi NTT saat memberikan salam sehat kepada para peserta pelatihan vaksinator Covid-19

Selain itu, Gubernur VBL juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan meminta seluruh fasilitator agar dapat memberikan pelatihan secara baik kepada para vaksinator Covid-19.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes. mewakili Kadis Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan, vaksinator bertugas menyuntikkan vaksin ke dalam tubuh seseorang dan tugas bidang SDM untuk menyiapkan para vaksinator pada gelombang kedua angkatan ke-19 dan 20 dengan alokasi masing-masing 200 peserta.

“Target peserta pelatihan vaksinator di Provinsi NTT sebanyak 2.455 yang terbagi di 410 puskesmas (masing-masing puskesmas 5 orang), untuk rumah sakit 3 orang, dan Dinas Kesehatan di 22 kabupaten/kota termasuk Dinas Provinsi NTT masing-masing 5 orang,” ungkap Joyce.

Lama pelatihan, imbuh Joyce, dilakukan dalam waktu 4 (empat) bulan hingga Juni 2021 dan gelombang berikut naik menjadi 800 orang per pelatihan. “Para peserta juga difasilitasi pulsa sebesar 100 ribu rupiah dengan mengikuti pelatihan secara daring dan diikuti dengan simulasi vaksinasi yang didampingi oleh fasilitator,” tandasnya.

Terpisah, Kasie Pengembangan SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Merpati Nalle,  S.Sos., M.M. menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan pada 7—9 Januari 2021 merupakan dokter, perawat atau bidan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi NTT. “Untuk tanggal 11—13 Januari 2021 sedang disiapkan para peserta pelatihan sekira 200 orang,” terangnya.

Adapun alokasi peserta pelatihan vaksinator Covid-19 dari Provinsi NTT, tandas Merpati, sebagai berikut Kota Kupang 28 peserta, Sabu Raijua 7, Manggarai Timur 21, Nagekeo 7, Malaka 21, Sumba Tengah 8, Rote Ndao 12, Ende 25, Sikka 19, Flores Timur 21, Lembata 9, Belu 16, dan Timor Tengah Utara 6 peserta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Wisata Premium Labuan Bajo Harus Berbasis Pelayanan Premium

61 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium dibutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang memadai,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat beraudiensi  dengan PT. Moratelindo di Ruang Kerja Gubernur pada Rabu, 6 Januari 2021.

Gubernur VBL pun menegaskan, untuk mendukung pengembangan wisata premium Labuan Bajo harus berbasis pelayanan yang premium pula.  Agar wisatawan dan orang-orang berkunjung ke sana mendapatkan kenyamanan dan kepuasan.

Menurut VBL,  dengan adanya jaringan komunikasi dan informasi yang memadai, akan mempercepat pengembangan kawasan wisata Labuan Bajo. “Saya sangat mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi di NTT, karena saya ingin meningkatkan keamanan bagi para wisatawan yang akan datang ke NTT. Lebih jauh lagi, peningkatan keamanan ini juga untuk para petinggi negara yang akan melaksanakan KTT G-20 di Labuan Bajo yang rencananya dimajukan ke tahun 2022 serta ASEAN Summit 2023 nanti,” urainya.

Lanjut VBL, layanan terintegrasi lewat digitalisasi memungkinkan keamanan dan kenyamanan wisatawan lebih terjamin. “Saya mau melakukan peningkatan keamanan sehingga semua aktivitas terintegrasi sama seperti yang ada di Singapura. Nantinya, para wisatawan yang datang ke NTT seluruh aktivitasnya dapat dipantau sehingga keamanannya terjamin,” tegasnya.

Gubernur VBL yang getol menjadikan Pariwisata sebagai prime mover ekonomi di NTT ini juga menegaskan bahwa penambahan infrastruktur jaringan telekomunikasi di NTT juga penting untuk pengembangan ekonomi masyarakat. “Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi di NTT juga sangat membantu karena kita sedang menargetkan pembentukan 1.000 koperasi digital,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, PT. Moratelindo yang diwakili oleh Head of Enterprise East Region, Jermias Lazarus Unu menyampaikan, rencana pembangunan infrastruktur telekomunikasi di NTT yaitu pemasangan kabel internet di Kota Kupang sepanjang 42 KM dan di Labuan Bajo sepanjang 24 KM.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut  Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, Kadis Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Aba Maulaka; Assistent Manager Head of Enterprise East Region PT. Moratelindo Kennova Prawesti, dan Account Manager Enterprise East Region PT. Moratelindo, Yohanes Buang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur NTT Minta Bupati & Wali Kota Hadir di Tengah Masyarakat

494 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada rapat yang dilaksanakan secara virtual di aula rumah jabatan Gubernur NTT pada Minggu, 20 Desember 2020, dalam Rangka HUT ke-62 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam arahannya menyampaikan pada para Bupati dan Wali Kota untuk bekerja lebih giat dan bersinergi dengan baik untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor dengan perencanaan yang baik.

Bersama Wakil Gubernur, Josef Nae Soi dan dipandu oleh Sekda NTT, Ben Polo Maing, Gubernur VBL menginginkan agar semua Bupati dan Wali Kota, serta OPD agar harus bisa hadir di tengah masyarakat dan bekerja lebih keras dan konkret bersama masyarakat.

“Aset terbesar dari daerah baik provinsi atau kabupaten itu ada pada pelayanan birokrasinya,” terang Gubernur VBL.

Untuk sektor pertanian, imbuh VBL, saya mau para Bupati agar turun langsung ke desa-desa, lihat berapa luas lahan yang berpotensi, jumlah SDM petaninya dan juga komoditi apa yang ditanam.  “Perencanaan harus jelas dan Sekda juga mengawasi. Saya tidak mau kita rapat seperti biasa dan kerja juga biasa-biasa saja. Presiden juga bilang pada saya bahwa untuk membangun Provinsi NTT ini harus dengan cara-cara yang luar biasa,” jelasnya.

Rapat virtual Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama Bupati dan Wali Kota dalam rangka HUT ke-62 Provinsi NTT, Foto oleh Humas dan Setda NTT

VBL juga menjelaskan, dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti ini, harus bisa optimalkan penggunaan anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pembangunan. “Kita perbaiki pertumbuhan ekonomi kita, manfaatkan dana PEN. Anggaran itu harus juga kita manfaatkan untuk membantu sektor-sektor pembangunan,” imbaunya.

Untuk infrastruktur, lanjut Gubernur VBL, kita manfaatkan bendungan yang sudah dibangun Pemerintah Pusat. Presiden Jokowi ini sangat baik dan perhatian dengan NTT. Dia tahu kita butuh infrastruktur yang baik.

“Saya mau Bupati dan Wali Kota turun dan lihat, dari tiap-tiap bendungan itu kita usahakan salurkan air ke lahan pertanian masyarakat dengan pemasangan pipa-pipa air. Itu harus kita pastikan ke titik mana saja sesuai kebutuhan. Infrastruktur ini kalau kita manfaatkan baik maka akan menumbuhkan ekonomi pertanian,” pintanya.

Ia juga mengatakan saat ini koperasi di NTT sudah bergerak maju. Bupati bersama Wali Kota juga harus memperhatikan koperasi-koperasi yang saat ini mulai bergerak maju. “Kita target tahun depan itu harus 1.000 koperasi digital dari Pemprov NTT dan 100 koperasi digital dari setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.

Dalam arahannya tersebut, Gubernur NTT juga mengingatkan untuk sektor kesehatan bisa bekerja lebih ekstra seperti penanganan stunting di beberapa kabupaten dan juga demam berdarah yang tinggi di Kabupaten Sikka. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo—Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor dan foto utama (+roni banase)