Arsip Tag: Gubernur NTT

40 Hektar Lahan di Desa Manusak Digarap Jadi Lahan Program TJPS

148 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lahan seluas sekitar 40 hektar di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dijadikan sebagai lahan penanaman jagung jenis hibrida dan lamuru yang merupakan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) besutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/30/ini-arahan-dan-motivasi-menteri-pertanian-bagi-petani-tjps-di-desa-manusak/

Pencanangan Program TJPS dan penanaman jagung jenis hibrida dan lamuru dilakukan oleh Gubernur VBL, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin; dan Bupati Kupang, Kornelis Masneno pada Jumat siang, 29 Mei 2020 di Desa Manusak.

Menteri Syahrul Yasin Limpo pun memberikan arahan dan memotivasi para petani Program TJPS untuk memaksimalkan panas, air dan lahan yang tersedia.

Foto bersama Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes (tengah depan berbaju batik dan bermasker merah) bersama perangkat desa, perangkat dusun, dan para petani Program TJPS Desa Manusak

Lantas, seperti apakah kesediaan dan semangat para petani (kebanyakan adalah warga eks Timor Leste, red) menyongsong Program TJPS tersebut dan dapat secara maksimal mengolah lahan Desa hasil pemekaran dari Desa Pukdale pada tahun 2003 ? Simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes pada Jumat, 29 Mei 2020 di Kantor Desa Manusak di bawah ini:

Garda Indonesia : Seberapa luas lahan yang digunakan di Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Hampir 40 hektar, yang tadi secara simbolis dilakukan penanaman jagung oleh Pak Menteri dan Pak Bupati ada 5 hektar.

Garda Indonesia : Program TJPS yang sudah berjalan dan dilakukan panen berjalan?

Kepala Desa Manusak : Kalau panen perdana tahap pertama sudah dilakukan dan tahap kedua untuk musim kemarau. Tahap pertama sudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri.

Garda Indonesia : Diperoleh berapa banyak ton jagung untuk pengolahan pertama?

Kepala Desa Manusak : Kalau dari kurang lebih 40 hektar lebih banyak fokusnya untuk padi. Pengolahan pertama dilakukan oleh masyarakat dan pengolahan kedua inilah yang diintervensi oleh pemerintah untuk program TPJS. Kami dari pemerintah desa sifatnya untuk membekali, karena ini ada di wilayah kami dan yang menjadi penerima manfaat tersebut adalah kelompok tani yang ada. Sebagai kepala desa mesti ada untuk memperlancar segala program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Garda Indonesia : Berapa banyak kelompok tani (poktan) yang dilibatkan untuk program ini?

Kepala Desa Manusak : Kali ini, kurang lebih ada 3 kelompok tani walaupun lebih fokus ke satu kelompok tani yaitu Liselik. Ada lagi dua kelompok yang lain. Secara total ada 18 kelompok tani di Manusak yang sudah memiliki SK dan yang belum memiliki SK kurang lebih ada 10 kelompok tani.

Garda Indonesia : Luas lahan yang dijadikan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat Manusak ada berapa hektar?

Kepala Desa Manusak : Di sini untuk lahan basah kurang lebih ada 250 hektar dan petani-petani ada yang menanam bawang merah. Dua minggu lalu diadakan panen kacang hijau dari provinsi hasil olahan kelompok tani yang baru pulang dari Cina. Karena tahun ini gagal tanam karena hujan, karena musim panasnya 8 bulan dan 4 bulan sisanya musim kemarau.

Garda Indonesia : Program tanam air apakah ada di sini?

Kepala Desa Manusak : Sudah ada P2T dan teman-teman kelompok yang lain secara swadaya, tetapi yang kita harapkan adalah optimalisasi dalam mengejar target dalam penyelesaian irigasi waduk Raknamo. Ini sedang berjalan semoga sebelum 31 Desember 2020 sudah tuntas.

Garda Indonesia : Keberhasilan yang sudah ditorehkan oleh Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Ada pemberdayaan yang kita lakukan dengan bantuan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa itu mesti mengikuti iklim yang ada. Seperti pada tahun 2020, hujan hanya sekitar 4 bulan sehingga langkah yang kita lakukan itu mendorong masyarakat melalui aparat-aparat dusun, RT/RW, BPD dan pendamping desa, kita betul-betul memanfaatkan lahan yang ada. Ada yang menanam kacang hijau, jagung, tanaman hortikultura yang lain, ada juga masuk di peternakan. Kami tentu memiliki prestasi, tetapi kami memiliki tujuan yang pasti yaitu untuk menyejahterakan masyarakat.

Garda Indonesia : Berapa banyak jumlah jiwa dan KK di Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Dilihat dari sisi historis dan fakta di lapangan bahwa ada 839 KK dengan total jiwa 4.317 dengan mayoritasnya ada warga eks Timor-Timur. Itu memiliki sebuah tantangan sendiri. Dengan demikian mulai tahun 2014 sebelum ada dana desa, 2013 kita berupaya melakukan pemberdayaan yang lebih fokus pada perikanan.

Selain itu, dengan pemerintah daerah dan kementerian peternakan, kita melakukan pembagian sapi lalu tahun 2019—2024, kita akan fokuskan masyarakat untuk peternakan, jagung dan pertanian. Karena kalau peternakan melalui dana desa selalu berupaya untuk membentuk kelompok agar masyarakat secara bersama bisa menerima sapi dari pemerintah desa agar digulirkan demi perekonomian keluarga.

Garda Indonesia : Berapa banyak sapi yang dihasilkan dari program tersebut?

Kepala Desa Manusak : Tahun 2020 ada 25 ekor, kami akan membuat SK sehingga ada 25 orang yang menerima itu. dari 25 orang, tidak dikembalikan ke desa, setelah 4 tahun harus putar kepada tetangganya yang belum mendapatkan sapi. Sehingga betul-betul bukan pinjam modal lalu kembalikan dengan modal, tetapi kita mendampingi dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan perencanaan yang ada.

Sehingga dari RI yaitu Pak Menteri berserta jajarannya, Pak Gubernur serta jajarannya, dan kami di pemerintah daerah dengan paket komplit Pak Bupati yaitu 5P. Kami di desa korelasikan program itu menjadi kekuatan untuk bisa merencanakan dan membangun bersama-sama.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur VBL : Rumah Ibadah dan Sarana Transportasi Dibuka 15 Juni 2020

958 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghimbau agar semua Kepala Daerah (Bupati/Wali kota) agar tidak perlu takut berlebihan dengan Covid-19. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur saat menggelar video konferensi dengan para Bupati/Walikota di ruang rapat Gubernur, pada Selasa 26 Mei 2020.

“Sebagai Gubernur saya tidak mau kasus Covid-19 ini menjadi alasan untuk kita tidak bekerja. Tanamkan semangat untuk berjuang menyejahterakan masyarakat. Memang bukan berarti kita tidak menghiraukan virus ini, tapi kalau kita tetap berada dalam ketakutan, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya,” kata Gubernur.

“Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT ini daerah termiskin, oleh karena itu pola pikir saya selalu berpikir sebagai orang miskin. Dan ciri khas orang miskin itu pasti akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup,” sambung VBL.

“Memang WHO telah mengeluarkan maklumat tentang cara penanggulangan Virus ini. Tetapi hal ini tidak cocok diterapkan di NTT. Kita di sini serba kekurangan. Mulai dari anggarannya, fasilitas kesehatannya, bahkan tenaga kesehatan pun kurang. Oleh karena itu sekali lagi saya mengajak kita semua untuk beraktivitas seperti biasa. Kembali bekerja, para petani kembali berkebun, para nelayan kembali melaut, para peternak kembali melakukan aktivitasnya secara baik, dan juga kekuatan SDM yang ada di birokrat harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati kesejahteraan,” urainya.

Pada tanggal 15 Juni 2020 nanti, imbuh Gubernur VBL, kita akan beraktivitas normal kembali. Seluruh pelayanan di perkantoran akan dibuka, transportasi darat, laut dan udara akan kembali berjalan seperti biasa, begitu juga dengan rumah – rumah ibadah akan kembali melaksanakan ibadah.

“Khusus untuk anak – anak sekolah baru akan memulai kegiatan pada bulan Juli nanti. Hal ini karena pada bulan Juni ini juga merupakan hari libur untuk memasuki tahun ajaran baru,” tandas Gubernur.

Di akhir arahannya, orang nomor satu di NTT ini menyerukan agar sekarang ini kita fokus untuk program kerja tahun 2020—2021.

“Saya mau agar tahun 2020—2021 kita fokus ke pemberdayaan. Jangan buat program terlalu banyak tapi tidak ada hasil. Lebih baik kita fokus dan buatkan cukup satu atau dua program saja tapi hasilnya jelas dan menguntungkan masyarakat. Sekali lagi mari kita semua bekerja dengan penuh semangat demi kesejahteraan masyarakat, tentunya dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan,” ungkap Gubernur VBL.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Hamidin, dalam arahan singkatnya mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dari aparat Kepolisian, menunjukkan adanya peningkatan kejahatan di jalan. Hal ini disebabkan karena dampak sosial ekonomi yang timbul dari adanya Covid 19 ini.

“Angka kejahatan di jalan sedikit meningkat karena tekanan sosial ekonomi, dan ini fakta yang kami temui di lapangan. Sampai kapan kita mau bertahan dengan keadaan seperti ini? Kita harus segera bangkit. Kita harus kembali bekerja dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ada. Dan kami tetap akan bekerja sama dengan TNI untuk tetap menjaga dan mengawal keamanan di Nusa Tenggara Timur,” ujar Hamidin.

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Naesoi, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan juga Kepala Dinas, Badan dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

‘New Normal NTT’ pada 15 Juni 2020, Sekolah Tetap ‘Online’ dari Rumah

1.442 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil rapat melalui video telekonferensi antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati /Wali Kota se-NTT pada Selasa, 26 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, menyepakati tata kelola pemerintahan di wilayah NTT kembali dibuka dalam rangkaian New Normal atau kehidupan normal baru dalam semua sektor di tengah Pandemi Covid-19.

Demikian penyampaian Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi jumpa media pada Selasa, 26 Mei 2020 pukul 15.00 WITA—selesai.

Setelah mendengarkan dan arahan Kapolda NTT, Wakil Gubernur NTT, Kejati NTT, dan Bupati/ Wali Kota, menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Tata kelola pemerintahan dan pembangunan akan dibuka pada 15 Juni 2020. Bagi kabupaten yang hingga saat ini yang masih zona hijau dapat melakukan kegiatan sebelum 15 Juni 2020. Gubernur NTT mengi

Kedua, Bagi sekolah dari SD—SMA tetap melaksanakan belajar mengajar dari rumah atau online dan diharapkan para kepala sekolah dapat mengaturnya dan Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli 2020;

Ketiga, Para Bupati/ Wali Kota memfokuskan pada program kerja urgen mengingat pembiayaan lebih berfokus pada penanganan Covid-19;

Keempat, Pada awal Juni sekitar 5.000 migran akan masuk ke NTT, Bupati/Wali Kota dihimbau menyiapkan lokasi karantina dan tetap menjalankan protokol kesehatan;

Kelima, Perbatasan antara kabupaten segera dibuka. Tak boleh ada lagi penutupan perbatasan.

“Walaupun semua kegiatan dimulai pada 15 Juni 2020, namun Gubernur NTT mengimbau untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat,” tandas Karo Humas dan Setda Pemprov NTT seraya menandaskan bahwasanya Provinsi NTT tak bisa mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO terkait keterbatasan anggaran.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Imbauan Gubernur NTT Terkait Perayaan Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19

346 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19.

Disampaikan oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam rilis media pada Sabtu siang, 23 Mei 2020, Gubernur NTT Viktor mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dan menekankan terhadap tata laksana perayaan di tengah Pandemi Covid-19 dengan meminta perhatian Bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang untuk memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Covid-19.

Gubernur NTT meminta dan mengimbau perhatian para tokoh agama, toko masyarakat dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yakni :

Pertama, Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah di lapangan dan masjid agar ditiadakan;

Kedua, Tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Takbiran keliling, kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid dengan menggunakan pengeras suara;
  2. Pesantren kilat dilakukan online;
  3. Halal bi halal dilakukan melalui media sosial atau video telekonferensi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur VBL : Kita Tidak Butuh Superman, Namun Supertim

154 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali menggelar rapat bersama beberapa dinas yang dianggap berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, di ruang rapat Gubernur NTT pada Rabu, 20 Mei 2020.

Pada kesempatan ini, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, mengingatkan agar semua badan/dinas maupun biro mampu bekerja sama agar segala urusan dapat berjalan secara baik, cepat dan tepat.

“Saat ini yang dibutuhkan bukanlah Superman, tapi Supertim. Kalau kita bekerja secara tim maka semua program bisa berjalan dengan baik. Dan yang tidak kalah penting adalah saling koordinasi dan saling mengingatkan antar bagian. Kalau sistem kerja seperti ini sudah berjalan baik, maka segala urusan dan program yang telah dibuat akan tepat sasaran,” tegas Gubernur VBL.

“Coba kita lihat permainan sepak bola. Semua orang bergerak cepat, jemput bola, akselerasinya juga berjalan baik, pasti indah permainannya. Itu yang kita butuhkan saat ini. Hilangkan sifat ego dan individualis. Pemerintah itu harus berani dan rela berkorban demi kesejahteraan masyarakatnya. Berikan kesan yang baik di masyarakat, karena harga diri adalah segalanya dan merupakan harga mati,” urai VBL.

Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini kembali ingatkan para Kepala Dinas agar dalam membuat laporan dan harus mampu menarasikannya.

“Sebagai Gubernur saya mau agar laporan yang dibuat harus rinci dan diuraikan dengan baik. Apa yang mau dibuat, di mana lokasinya, siapa saja yang terlibat, kapan mulai pelaksanaannya, keuntungan untuk masyarakat apa, dan juga kendalanya apa saja. Dan kendala ini yang nantinya menjadi bahan diskusi kita semua untuk mencari jalan keluar yang tepat,” tandas Gubernur VBL. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Izhak Rihi Non Aktif, RUPS Tunjuk Harry Riwu Kaho Jadi Plt. Dirut Bank NTT

303 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Tahun 2018—2019 kita sudah sepakati untuk laba bersihnya itu target 500 miliar, tetapi ternyata sampai kita lakukan RUPS kali ini capaiannya tidak sampai bahkan sangat kecil hanya 200 miliar sekian. Ini tentunya membuat harus dilakukan penyegaran-penyegaran. Oleh karena itu, RUPS memutuskan untuk melakukan penyegaran dan dan menonaktifkan Dirut (Izhak Eduard Rihi, red) yang bergeser ke posisi Direktur Kepatuhan,” ujar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/01/07/dilantik-jadi-dirum-bank-ntt-yohanis-praing-yakin-gapai-laba-500-miliar/

Pernyataan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut disampaikannya dalam sesi konferensi pers usai dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2019 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 6 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, dan Jajaran Komisaris serta Direksi Bank NTT.

Lebih lanjut, Gubernur VBL menyampaikan untuk melakukan penyegaran-penyegaran karena diperlukan kerja yang lebih ekstrem dan profesional agar lebih siap saat masuk tahun ini, sebab, menurutnya, tahun 2020 ini merupakan tahun yang sangat sulit, karena tahun kemarin (2019, red) yang standar saja sudah berat.

“Kalau tidak disiapkan dengan baik, maka kita tidak akan membawa Bank NTT menjadi lebih hebat. Apalagi aturan dari OJK 2024 nanti modal yang harus disetor itu 3 triliun dan kita kekurangan 1,2 triliun, itu perlu ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dengan luar biasa,” terangnya.

Oleh karena itu, imbuh Gubernur VBL, kita mendorong seluruh direksi agar penyegaran yang dilakukan dapat bekerja lebih profesional dan lebih bersemangat.

“Karena saat ini Non Performing Loan (NPL) kategori 4, itu tanda berbahaya dan kita berusaha agar langkah-langkah yang dilakukan mampu menekan agar NPL-nya bisa turun dan tidak menggerus keuntungan di tahun-tahun mendatang,” tandas Gubernur VBL.

Ada pun Formasi Direksi Bank NTT adalah Dirut (non aktif) : Izhak Eduard Rihi menjabat Direktur Kepatuhan; Direktur Kredit merangkap Plt. Direktur Utama Bank NTT : Harry Alexander Riwu Kaho (sebelumnya menjabat Direktur Dana), Absalom Sine sebelumnya Direktur Kredit, jabatan saat ini Direktur Dana, sedangkan Direktur Umum tetap dipegang Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu. (*)

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Panen Jagung Program TJPS di Kab. Kupang, Gubernur NTT: Belajar dari Kisah Yesus

209 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Kepala Dinas Pertanian, Para Pendamping dan juga Kelompok Tani Sehati agar menjadikan Yesus sebagai teladan dalam bekerja. Hal ini disampaikannya saat panen dan tanam jagung jenis Sumo, NK 212 dan Pioner di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 24 April 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/ikut-program-tjps-gubernur-vbl-apresiasi-kinerja-kelompok-tani-fajar-pagi/

“Waktu Yesus memberi makan lima ribu orang itu hanya bermodalkan lima potong roti dan dua ekor ikan. Jadi walaupun saat ini kita bergerak dengan segala keterbatasan, sebagai Gubernur saya minta agar hal ini tidak menjadi penghalang, melainkan harus menjadi motivasi agar kita bekerja lebih giat untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” kata Gubernur memotivasi.

“Prinsip saya dalam bekerja adalah tidak ada yang tidak bisa. Kalau kita sudah mulai dengan tidak bisa, maka selamanya tidak akan berhasil. Datang dan katakan bahwa bisa, ini baru dinamakan orang yang mau berubah dan mau berhasil,” sontak Gubernur Laiskodat.

Lebih lanjut, berkaitan dengan kegiatan panen hari ini, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini, menghimbau agar ke depan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) harus digalakkan di tempat ini.

“Saya mau agar ke depan, petani di tempat ini dapat membeli sapi dari hasil panen jagung. Pak Kadis Pertanian harus galakkan program TJPS. Sehingga batang jagung yang setelah dipanen dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” imbau Gubernur VBL.

Dengan bermodalkan lahan kosong yang masih sangat luas di sini, Gubernur VBL juga meminta agar bulan September nanti, tempat ini kembali dilakukan panen jagung dengan hasil yang lebih bagus.

“Saya mau jagung jenis Sumo, Nasa dan Pioner harus segera ditanam di lahan seluas sepuluh ribu hektar agar bulan September nanti bisa dipanen. Saya akan siapkan anggaran sebesar Rp.25 Miliar. Pak Kadis Pertanian segera buatkan rinciannya, mulai dari benih, pupuk dan juga traktor untuk membuka lahan, semuanya harus disiapkan sebaik mungkin,” pintanya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat (bertopi baret dan berkacamata) saat panen jagung

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Yohanis Oktovianus dalam sambutannya mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya siap melaksanakan apa yang diperintah oleh Bapak Gubernur NTT. “Sesuai dengan perhitungan kami bahwa anggaran sebesar 25 Miliar yang disampaikan langsung oleh Bapak Gubernur, sangat bisa untuk mengolah lahan seluas sepuluh ribu hektar,” terang Kadis Oktavianus.

Di samping itu, Ketua Kelompok Tani Sehati, Kris Liunome mengatakan bahwa lahan yang saat ini diolah oleh Kelompok Tani Sehati seluas 7 hektar, dan masing – masing hektarnya mampu memproduksi jagung sebanyak 13 ton. Masih menurut Kris, bahwa hasil panen kali ini terasa sangat istimewa karena sudah ada pengusaha yang langsung datang ke lokasi untuk membelinya dengan harga Rp.3.200 per kilonya.

Tampak hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Christian Mbuik, beberapa Anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang dan juga Wakapolres Kabupaten Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur NTT : Segera ! Kita Punya ‘Laboratorium Swab PCR Test’ Sendiri

962 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mengadakan Rapat Kerja Pemprov NTT dengan Menteri Sosial RI melalui video telekonferensi pada Kamis, 16 April 2020 pukul 13.30 WITA, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan dalam waktu tak lama lagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal memiliki Laboratorium Swab PCR Test sendiri.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial RI karena mendapatkan bantuan Jaring Pengaman Sosial bagi 300.000 Kepala Keluarga (KK) untuk tiga bulan (April—Juni 2020).

“Dalam waktu 2 (dua) minggu ke depan, saya minta pada tanggal 21 atau paling lambat akhir bulan April ini kita akan memiliki Lab PCR sendiri ,” ulas Gubernur VBL dalam Rapat Koordinasi melalui video telekonferensi dengan Bupati/Wali Kota se-NTT di ruang rapat Gubernur NTT.

Gubernur VBL juga menyorot tentang pernyataan oleh Bupati/Wali Kota terkait hasil tes cepat atau Rapid Test agar jangan membuat masyarakat panik dan ketakutan, dan diupayakan agar juru bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten/Kota cukup satu saja.

Video Telekonferensi menggunakan Aplikasi Zoom antara Gubernur NTT dan Bupati/Wali Kota se-NTT

“Kalau belum Swab PCR sudah meneriakkan Positif Covid-19, maka akan membuat masyarakat panik,” tegas Gubernur sembari mencontohkan Kabupaten Rote Ndao dan Lembata yang mengumumkan positif Covid-19 atas dasar tes cepat (Rapid Test)

Lanjutnya, Pemimpin di daerah jangan membuat masyarakat panik dan takut. “Jika pemimpin membuat masyarakat ketakutan, maka pemimpin tersebut merupakan pemimpin bodoh,” tegas Gubernur Viktor di hadapan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Sekda Provinsi NTT Benediktus Polo Maing, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni, Kabinda NTT, Danlanud El Tari Kupang, Danlantamal VII Kupang, Danrem 161/WS Kupang, Kajati NTT, dan Kapolda NTT.

Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni dan unsur Forkompinda dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur NTT

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni menyampaikan dalam konteks penganggaran, DPRD Provinsi NTT bersama Pemerintah berkolaborasi untuk mengadakan PCR Test. “Persetujuan anggaran sebagai bentuk dukungan dan kerja bersama dan sebagai kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat,” beber Emi Nomleni.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)