Arsip Tag: Gubernur NTT

Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

712 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada Selasa, 15 Juni 2021. Gubernur VBL meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT.

“Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain. Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertemu dengan pengurus Akademi Teknik Kupang

Kampus ATK dan lulusannya, jelas VBL, harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. “Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” terangnya.

Gubernur VBL juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan. “Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer knowledge ‘pengetahuan’ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreativitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” urainya.

Selain itu, tandas Gubernur VBL, kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi Industrial. “Saat ini, IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka, kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur NTT Tinjau Eksplorasi PLTP Mataloko Kabupaten Ngada

231 Views

Ngada-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau lokasi PLTP Mataloko pada Senin, 24 Mei 2021. Kunjungan ini untuk mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dimana Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Flores sebagai ikon Geothermal Island melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2268K/30/MEM/2017 tanggal 19 Juni 2017, tercatat terdapat 21 lokasi potensi panas bumi dan 4 lokasi yang potensinya besar terdapat di Ulumbu, Mataloko, Sokoria, dan Atadei.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/05/22/dirjen-ebtke-gubernur-ntt-bakal-tinjau-progres-pltp-mataloko/

Gubernur VBL menyampaikan pemanfaatan EBT bagi kemajuan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sudah menjadi kebutuhan. “Eksplorasi telah dilakukan PLN dan kami melihat potensi energi baru terbarukan yang besar terhadap masyarakat NTT khususnya di Pulau Flores dan di Mataloko harus dilanjutkan eksploitasinya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, imbuh Gubernur VBL, di sekitar lokasi sumur terdapat warga masyarakat yang  perlu mendapatkan sosialisasi yang lebih baik, terarah, sistematis, dengan tujuan bagaimana membangun energi panas bumi ini berdampak bagi masyarakat. “Oleh karena itu, Bupati dan wakil Bupati Ngada bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tim PLN yang memahami teknis pembangunan energi panas bumi akan duduk bersama untuk merencanakan Pembangunan energi panas bumi ini dan semua kendala dapat diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan para pihak,” terangnya.

Didampingi GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko, Gubernur NTT meninjau rencana lokasi pembangunan PLTP Mataloko di Pulau Flores

VBL pun menambahkan, kita membutuhkan energi untuk kemajuan masyarakat. Perekonomian NTT akan maju bila tersedia energi dan apabila tidak dikelola akan membuat diri kita miskin sendiri. NTT memiliki sumber daya yang melimpah dan perlu dilakukan eksploitasi maupun kapitalisasi seluruh sumber daya yang ada.

“Saya berharap Bupati Ngada akan mampu meyakinkan seluruh masyarakat lewat kelembagaan yang ada di desa untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan tenaga listrik di NTT. Kebutuhan energi dunia saat ini adalah energi baru terbarukan tidak lagi energi fosil yang terus membebani kita dengan negara-negara lain yang terus berkembang pada energi baru terbarukan,” pinta Gubernur NTT.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko, menyampaikan pemenuhan kebutuhan  energi oleh pemerintah melalui PLN membangun energi listrik baru terbarukan, dan salah satunya adalah di Mataloko yang sedang dalam proses sosialisasi dan sudah ada timeline untuk penyediaan energi listrik yang lebih baik, ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Flores khususnya masyarakat di Bajawa.

Pose bersama GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim unit layanan listrik di Mataloko

PLN, tandas Jatmiko, telah melakukan sosialisasi secara bertahap dan sudah disampaikan kepada Bupati, dan kehadiran Gubernur hari ini di lokasi eksplorasi PLTP Mataloko akan ditindaklanjuti pertemuan dengan tokoh agama, dan tokoh masyarakat dan warga sekitar.

“Sosialisasi tidak bisa hanya sekali atau dua kali, sehingga PLN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Mataloko. Di Indonesia sudah banyak energi panas bumi yang dibangun dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi, serta akan memberdayakan dan melibatkan masyarakat dalam operasional,” tandas Agustinus Jatmiko.

Dalam kunjungan Gubernur NTT tersebut, hadir Direktur Panas Bumi EBTKE, Harris ST MT, GM PLN UIW (Unit Induk Wilayah) NTT Agustinus Jatmiko, GM PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Nusa Tenggara, Josua Simanungkalit, dan Manager PLN UPK Flores, Lambok Siregar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur NTT : Pariwisata Bukan Persoalan Halal atau Haram

449 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “Saya senang karena banyak sekali teman-teman hadir malam ini dan saya bangga kepada panitia API (Anugerah Pesona Indonesia, red), terutama Pak Rio Kapela selaku penasihat yang telah bekerja luar biasa dan kita harapkan, ke depan apresiasi ini menjadi sebuah kekuatan lembaga yang dapat memberikan apresiasi terhadap seluruh destinasi pariwisata di Indonesia,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam sambutannya saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo pada Kamis malam, 20 Mei 2021.

Baca juga:  https://gardaindonesia.id/2021/05/21/taklukkan-sumsel-aceh-ntt-juara-umum-anugerah-pesona-indonesia-2020/

Berbicara tentang pariwisata memang tidak gampang terutama bagi kami, ungkap Gubernur VBL, walaupun secara kasat mata Nusa Tenggara Timur merupakan tempat terindah di dunia, the one and only karena memiliki binatang purba yakni Komodo. “Karena saya sudah keliling dunia, tapi ini tempat terindah di dunia. Bukannya karena saya gubernur, makanya saya bilang begitu. Oleh karena itu, kita patut berbangga karna banyak hal eksotis dan itu juga yang dimiliki Indonesia,” urainya.

Karena itu, imbuh VBL, kita patut berbangga dalam keberagaman kita, karena dalam keindahan itu tak perlu kita ribut tentang asal usul, bahasa, kulit, bahasa, suku, dan agama kita. “Makanya, saya bingung jika orang pariwisata ribut tentang agama, ribut tentang keyakinan. Apalagi barusan Bapak Presiden (Jokowi, red) bicara tentang kuliner saja dipersoalkan. Bangsa macam apa, jika Presiden bicara kok ribut,” ulas VBL.

Menurut Gubernur NTT, perbedaan itu harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. “Bila kita ingin agar Pariwisata Indonesia maju, maka keragaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan dari diri kita sendiri. Maka, saya selalu bilang, apa itu toleransi? Toleransi itu orang yang hidup dalam keragaman, dalam perbedaan tetapi rileks, kalau pun bercanda dalam keragaman dan perbedaan, ya biasa saja. Itulah Indonesia,” tegasnya.

Gubernur VBL yang konsen menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat NTT ini pun berharap agar momentum API Awards agar terus didorong bukan saja terhadap tempat-tempat pariwisata tetapi terhadap akomodasi, destinasi, amenitis. “Ke depan, diharapkan API juga mengumumkan restoran dan kuliner terbaik di Indonesia, itu akan sangat membantu. Jadi, jika tiba-tiba keluar ada Babi, maka itu bukan persoalan haram dan halal. Itu milik Indonesia,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur VBL yang terus mendorong geliat pariwisata di provinsi kepulauan yang memiliki 72 bahasa daerah ini menegaskan bahwa di dalam pariwisata tak mengenal haram dan halal. “Menyebabkan satu-satunya sektor yang bertumbuh eksponensil adalah pariwisata. Jadi, kalau mengerti pariwisata hanya pasir yang indah, tarian bagus, eksotik alamnya, no. Pariwisata itu berbicara seluruh kehidupan dan kegiatan manusia,” urainya.

Berbicara tentang pariwisata, lanjut Gubernur NTT yang menyelesaikan disertasi doktor dari Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana, berjudul Tranformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Inclusive, Local Resources Based, Sustainable ini menegaskan bahwa berbicara tentang pariwisata itu berbicara mengenai budaya kuliner, bicara, berpakaian, hospitality, kesehatan, pendidikan, peternakan, pertanian, dan budaya kesehatan.

“Itulah pariwisata!, tegasnya sembari menyampaikan pesan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 dapat memberikan kita kesempatan untuk menatap dunia dan dalam persaingan tanpa batas.

Suami dari Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT yang terus berupaya menggagas dan mendorong pelaku UMKM mengelola Kopi, Madu, dan Kelor ini menandaskan pariwisata dalam momentum saat dengan teknologi informasi, kita sedang bersaing dengan dunia. “Sebagai gubernur, saya sangat bangga Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia,” pungkasnya.

NTT dalam perhelatan Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 meraih Juara Umum API Awards 2020 atau The Most Favourite Tourism 2020 yang memenangkan 8 kategori termasuk Makanan Tradisional Terpopuler Daging Se’i (olahan daging asap dari daging Babi atau daging Sapi khas Kota Kupang, red).

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/tangkapan layar youtube)

Taklukkan Sumsel & Aceh, NTT Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

794 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), tanggal 20 Mei 2021 digunakan oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 sebagai momentum kebangkitan pariwisata nasional di tengah pandemi Covid-19, dan sebagai ajang Malam Anugerah Pesona Indonesia ke-5 Tahun 2020. Diselenggarakan sejak tahun 2016, pada perhelatan kelima, Provinsi NTT memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah API Awards 2020.

Dipandu oleh master of ceremony Riris Sulistiowati dan Bimo, Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 dihelat di arena terbuka Hotel Inayabay Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis malam, 20 Mei 2021 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat (peserta wajib menjalani swab antigen, menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, saat memasuki lokasi acara dilakukan pengecekan suhu tubuh, dan menjaga jarak duduk).

Hadir dalam Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 antara lain Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi; Wakil Bupati Manggarai Barat, Dr. dr. Yulianus Weng, M.Kes. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Bupati se-NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni dan anggota DPRD Kabupaten/Kota, Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup, Prof. Winarni; Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, Daulat Silitonga, S.H., M.Hum. Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Nofly, S.H., S.Sos., M.Si. dan Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone, Danrem 161/Wirasakti, Danlantamal Kupang, para traveller bloger, dan Duta API.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima Sertifikat Indikasi Geografis (untuk Sasando dan Kopi Robusta Manggarai) dari Kementerian Hukum dan HAM RI

Nusa Terindah Toleransi dan New Tourism Territory (NTT) pun memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual untuk alat musik Sasando dari Pulau Rote dan Kopi Robusta Manggarai yang diserahkan oleh Daulat Silitonga kepada Gubernur VBL. Selain NTT, Provinsi Riau juga memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual untuk Tanjak. Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 juga diwarnai oleh penampilan Jeni Bessin yang memainkan alat musik Sasando.

Gubernur VBL dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebelumnya NTT dikonotasikan sebagai Nasib Tidak Tentu, namun terakhir menjadi sebagai New Tourism Territory. VBL berharap agar ke depan API Awards dapat memberikan penghargaan kepada seluruh elemen pariwisata. “Berbicara tentang pariwisata, NTT merupakan tempat terindah di dunia dan satu-satunya yang mempunyai binatang purba yakni Komodo, the one and only in the world,” ujarnya.

Foto bersama Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT, Wali Kota Kupang, Bupati se-NTT, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, usai menerima Tropi Juara Umum API Awards 2020

VBL juga menegaskan jika Pariwisata Indonesia mau semakin maju, maka harus menerima keberagaman dan momentum ini sebagai pendorong untuk meningkatkan kualitas pariwisata. “Sebagai gubernur, saya sangat bangga dan berterima kasih karena Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai tuan rumah dan situasi pandemi Covid-19, kita dapat menata pariwisata menjadi lebih luar biasa karena dengan teknologi informasi kita sedang bersaing dengan seluruh dunia,” ucap Gubernur VBL yang berpasangan dengan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi dengan periode jabatan 2018—2023.

Proses seleksi API Awards 2020 dilaksanakan secara ketat oleh Komite Seleksi API Indonesia 2020 secara profesional dan independen, melalui tahapan kajian dan seleksi, hingga penentuan dan penetapan nominasi melalui vote dengan periodisasi 1 Agustus sampai dengan 31 Desember 2020 melalui YouTube dan Website API 2020, Android App dan SMS ke 99386.

Tropi Juara Umum API Awards 2020 diterima oleh Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, I Wayan Darmawa

Kemudian, Riris Sulistiowati dan Bimo mengumumkan NTT sebagai juara umum dengan nominasi yang berhasil meraih juara 1 pada 5 kategori dan juara 2 pada 3 kategori dari total 18 Kategori. “8 nominasi kategori yang dijuarai NTT yaitu; Pertama, Kategori Surga Tersembunyi juara dua diraih oleh Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Kategori Makanan Tradisional juara satu diraih oleh Daging Se’i di Kota Kupang, Kategori Destinasi Belanja juara satu diraih Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang, Kategori Wisata Air juara dua disabet Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur, Kategori Dataran Tinggi juara satu diraih Fulan Fehan di Kabupaten Belu, kategori Kampung Tradisional, juara satu diraih Kampung Adat Namata di Sabu Raijua, kategori Destinasi Baru, juara dua diraih Pulau Semau di Kabupaten Kupang, dan kategori Situs Sejarah, juara satu diraih Liang Bua Ruteng, Kabupaten Manggarai”, urai pasangan MC yang mengenakan balutan busana tenun motif NTT.

Di samping itu, Juara Favorit Anugerah Pesona Indonesia 2020 diraih oleh Dawet Ayu dari Kabupaten Banjarnegara dan Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia 2021 bakal dihelat pada November 2021 di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/tangkapan layar youtube)

Pelabuhan Tenau Kupang Harus Modern, GM Pelindo III: Harus Naik Status

204 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendorong agar pihak PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tenau Kupang berkomitmen mengembangkan Pelabuhan Tenau Kupang menjadi salah satu pelabuhan favorit dan modern.

“Tenau kita siapkan dan harus kita kembangkan menjadi salah satu pelabuhan favorit dan modern, yang wajib dilengkapi peralatan bagus serta sistem IT yang dapat bekerja dengan maksimal,” tegas Gubernur Viktor saat menerima audiensi General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Kupang, Agus Nazar di ruang kerjanya, pada Senin, 17 Mei 2021.

Menurut Gubernur VBL, pelabuhan menjadi salah satu sektor penting dalam mendongkrak kehidupan ekonomi, sosial, budaya serta pemerintahan, sehingga infrastruktur dan fasilitas pelabuhan serta kualitas sumber daya manusia haruslah yang terbaik. “Buat perencanaan yang baik. Sumber daya manusia harus yang terbaik. Crane yang sudah tidak layak jangan dipakai lagi, tapi harus diganti dengan yang baru serta Depo Kontainer yang tersedia saat ini harus didata dan ditata dengan baik,” terangnya.

GM Pelindo III Tenau Kupang, Agus Nazar saat beraudiensi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

Selain itu, VBL juga mengingatkan agar potensi daerah berupa kekayaan alam maupun produk-produk lokal yang bisa dijual ke daerah lain dapat dioptimalkan melalui pengiriman via pelabuhan. “Supaya jangan hanya produk dari luar saja yang masuk. Tapi yang saya lihat banyak komoditi lokal yang berkualitas ekspor belum dikelola dengan baik. Semua produk-produk lokal harus kita dorong agar pendapatan daerah juga dapat meningkat,” ulasnya seraya berpesan agar Pimpinan beserta jajaran karyawan Pelindo III Cabang Tenau Kupang untuk tetap bekerja keras membangun Provinsi NTT menuju lebih baik lagi ke depannya.

Pada kesempatan tersebut, GM. Pelindo III Cabang Tenau Kupang mengaku siap bersama tim akan bekerja kreatif dalam membenahi dan meningkatkan pengoperasian Pelabuhan Tenau. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas arahannya. Saya bangga bisa bergabung dengan tim pembangunan di bawah komando Bapak. Bersama jajaran Pelindo Tenau Kupang, saya siap untuk secara kreatif membenahi serta meningkatkan segala potensi yang ada di sini.” tandas Nazar.

Pelabuhan Tenau Masih Berstatus Dermaga Konvensional

Sebelumnya pada Jumat, 7 Mei 2021, GM Pelindo III Agus Nazar saat ditemui usai mengikuti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, mengungkapkan bahwa pengelolaan pelabuhan dapat menunjang logistik karena Pelabuhan Tenau merupakan terbesar di NTT.

Agus Nazar saat memantau fasilitas Container Crane di Pelabuhan Tenau Kupang

“Kami berharap agar para pemain (penyedia jasa kontainer, red) dapat bertambah yang saat ini hanya berjumlah 7 (tujuh) dan dapat bertambah pelayanan peti kemas yang dapat menekan besaran ongkos yang mencapai Rp.11.800.000,- (sebelas juta delapan ratus ribu rupiah),” urainya seraya menyampaikan harga tersebut terbilang masih tinggi dibanding di daerah lain.

Nazar pun berharap dengan kedatangan teman-teman pemain peti kemas mungkin akan menekan harga logistik. “Dengan kedatangan teman-teman dari pelayaran peti kemas yang masuk ke Pelabuhan Tenau Kupang, maka kita membutuhkan lahan yang besar. Karena di sini lahan karang, maka kami memohon bantuan secara logistik dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota dapat membantu kami untuk membesarkan logistik yang dapat mencegah high cost di pelabuhan,” urainya.

GM Pelindo III Tenau Kupang saat menerima kunjungan kerja Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Terkait tipe Pelabuhan Tenau yang masih berstatus tipe B, Agus Nazar memaparkan secara gamblang agar dapat memperoleh dukungan dari Gubernur NTT. “Kami sudah menyampaikan kepada Dirjen Perhubungan Laut dan telah menyiapkan fasilitas-fasilitas yang terkait dengan terminal peti kemas. Saat ini dermaga yang kami miliki hanya dermaga konvensional untuk melayani peti kemas, sementara fasilitas yang tersedia di Terminal Tenau Kupang sudah memenuhi fasilitas terminal peti kemas. Nah, ini kami minta dorongan pemerintah untuk menaikkan status menjadi Terminal Peti Kemas Tenau Kupang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut layak, tandas Agus Nazar, karena semua fasilitas di terminal yang memiliki alat container crane layaknya sudah ditetapkan naik status menjadi Terminal Peti Kemas. “Nah, jika Pelabuhan Tenau sudah menjadi Terminal Peti Kemas, maka kita sudah sama dengan pelabuhan lain yang mana dapat menunjang tarif, standar kinerja kami, dan akan terpantau semua oleh Dirjen Perhubungan. Dan kami sementara bekerja sama dengan Kepala Syahbandar berupaya menaikkan level of service Pelabuhan Tenau Kupang,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/koleksi Pelindo III Tenau Kupang)

Narasi Awal dan Foto Pendukung oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

679 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT yang selanjutnya diserahkan kepada wali kota/bupati penerima DTH tahap I di ruang rapat gubernur, pada Rabu, 28 April 2021.

Gubernur VBL pun kembali menegaskan batas akhir penyampaian data pada Jumat 30 April 2021 pukul 00.00 (24.00 WITA).

“Saya minta perhatian serius para Bupati/Wali Kota. Lewat satu menit saja, bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan Senin, 3 Mei sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap Bupati,” ulasnya.

VBL lalu menyampaikan maaf kalau harus tegas dan keras. “Karena untuk hal-hal extraordinary,  pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegasnya.

Gubernur VBL Ucap Terima Kasih kepada Presiden Jokowi dan BNPB

Gubernur VBL menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, Kepala BNPB sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami,  para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat,” ujar Gubernur VBL di hadapan Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi; Bupati Kupang, Korinus Masneno; Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Bupati lain yang mengikuti secara virtual.

Menurut VBL, sebagai Gubernur yang punya pengalaman lapangan, ia melihat apa yang telah dilakukan Kepala BNPB menunjukkan panggilan pelayanan dengan hati nurani dan keberanian luar biasa. Inilah ciri khas pemimpin.

“Saya tahu situasi saat itu sangat sulit untuk mendarat atau landing di NTT. Kecepatan angin kira-kira 80 km per jam sangat berat untuk pesawat mendarat. Saya juga tahu Kepala BNPB coba landing di Flores Timur, tapi tidak bisa. Dan akhirnya putuskan mendarat di Maumere. Ini ciri khas pemimpin yang berani berdiri di depan dan ambil langkah tegas. Semangat seperti ini harus terus dipupuk oleh semua pemimpin di NTT. Sekali lagi, respek saya untuk Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dan jajaran, ” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat menerima simbolis DTH Tahap I dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama.  Gubernur mengingatkan kepada para Bupati/Wali Kota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat. “Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya.  Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para Bupati/Wali Kota,” ujarnya.

Dana Tunggu Hunian (DTH) 10 Kabupaten di NTT Rp.7,4 Miliar

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi mengatakan DTH merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana Siklon Tropis Seroja yang rumahnya terkategori Rusak Berat (RB) . Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.

“Kita menghindari adanya konsentrasi warga di tempat pengungsi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Besaran dana ini adalah Rp.500 ribu per bulan untuk setiap KK. Tahap pertama ini diberikan untuk tiga bulan. Selanjutnya akan ada tahap kedua untuk 3 bulan berikutnya,” jelas Syahyudi.

Lebih lanjut, Syahyudi mengungkapkan DTH tahap I tersebut diberikan kepada 10 Kabupaten yang sudah memasukkan data. Jumlahnya sebesar Rp. 7.405.500.000,- (Tujuh Miliar Empat Ratus Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana ini diperuntukkan bagi Kabupaten Kupang sebanyak 2.060 rumah, TTU 62 rumah,  Malaka 556 rumah,  Belu 28 rumah,  Alor 733 rumah, Lembata 238 rumah, Flores Timur 234 rumah,  Nagekeo 3 rumah, Sumba Timur 762, dan Kota Kupang 261 rumah.

“Dana ini langsung kami transfer ke rekening daerah. Kami harapkan agar usulan rumah baik itu Rusak Berat,  Rusak Sedang dan Rusak Ringan agar segera finalisasi sesuai fakta yang ada. Jangan sampai ada yang dobel. Seharusnya batas akhir tanggal 26 April,  kami harapkan minggu ini sudah selesai. Terkait lokasi untuk relokasi, kami harapkan harus benar-benar clear. SK usulan data dari Pemerintah Daerah juga harus jelas, apa yang sudah dikirim benar-benar harus merupakan hasil validasi dan verifikasi,” pungkas Syahyudi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTT,  Isyak Nuka mengungkapkan DTH yang diserahkan adalah yang sudah dibuatkan SK oleh (Pemerintah) Pusat. Sudah divalidasi dan diverifikasi. Masih ada sebelas Kabupaten yang belum masukan data.

“Yang belum masukan 11 (sebelas) kabupaten. Kalau kemarin semua masukan,  pasti semua sudah terima tahap I, jumlahnya bisa dua kali lipat. Tadi terimanya baru tahap I, tiga bulan lagi mereka terima tahap II dan selesai. Terkait yang rusak ringan dan rusak sedang, sesuai petunjuk pusat akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Sementara yang rusak berat akan diproses dan diadakan pembangunannya oleh pihak ketiga yang semua prosesnya dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelas Isyak.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL  menyerahkan secara simbolis DTH kepada Bupati Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang.  Untuk Kabupaten Kupang sebesar Rp. 3.090.000.000,- (Tiga Miliar Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan Kota Kupang sebanyak Rp.  391.500.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur NTT Hibah Tanah 25 Hektar di Belu Kepada Warga Eks Timtim

492 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskosat (VBL) telah menghibahkan tanah seluas 25 hektar kepada 475 Kepala Keluarga (KK) warga eks Timor – Timur ( Timtim) di depan Bandar Udara  A. A. Bere Tallo Haliwen – Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Rabu, 24 Maret 2021.

Berita Acara tanah hibah tersebut, ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Gubernur VBL kepada perwakilan Pemerintah Daerah Belu, tokoh agama dan tiga orang tokoh masyarakat perwakilan dari 475 KK eks Timtim.

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT , Dr. Zeth Sonny Libing, M.Si. dalam laporannya mengatakan, bahwa tanah yang dihibahkan itu adalah kawasan milik Pemerintah Provinsi NTT berdasarkan GS Nomor 1 tahun 1985 dan tercatat dalam aset provinsi NTT.

“Luas lahan 46,3 hektar ini diserahkan Alm. Zakarias Maukura sekitar tahun 1980 – an kepada pemerintah daerah untuk kepentingan pengembangan peternakan,” kenang Zeth Sonny Libing.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menandatangani berita acara hibah tanah Pemprov NTT kepada warga eks Timor Timur di Kabupaten Belu

Sejak tahun 1999, ujar Zeth Sonny Libing, tanah tersebut dihuni oleh 475 KK warga eks Timtim. Selain menjadi tempat hunian warga eks Timtim, terdapat pula beberapa fasilitas umum seperti sekolah, gereja, PAUD, pekuburan umum dan stadion.

“Hari ini, atas kebijaksanaan hati Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, diserahkan tanah seluas 25 hektar kepada 475 KK eks Timtim, dengan setiap KK mendapatkan 500 m²; 2.500 m² untuk kapela; 7.500 m² untuk sekolah; 500 m² untuk PAUD, dan 2.000 m² untuk pekuburan umum,” rinci Zeth Sonny Libing.

Sisa luas tanah 25,3 hektar, tambah Zeth Sonny Libing, menjadi tanah milik Pemerintah Provinsi NTT yang akan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, baik itu pertanian maupun peternakan.

Diketahui, penghibahan tanah kepada warga eks Timtim itu sebagai perwujudan janji Bupati dan Wakil Belu terpilih 2020 Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens dengan tagline SEHATI menuju perubahan, pada masa kampanye beberapa waktu lalu.

Hadir dalam acara serah terima tanah hibah tersebut, pimpinan OPD lingkup Pemrov NTT, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih, dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens, pimpinan OPD lingkup Pemkab Belu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan masyarakat setempat. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS Periode Oktober—Maret di Sulamu

181 Views

Sulamu-Kupang, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) periode tanam Oktober—Maret di Desa Pontulan Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, pada Senin, 22 Maret 2021.

Adapun luas lahan TJPS periode tanam Oktober—Maret (Okmar) dengan data persebaran pada 16  Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang 1.260 Ha, TTS 890 Ha, TTU 850 Ha, Belu : 710 Ha, Malaka 1.200 Ha, Rote Ndao 267 Ha, Flores Timur 455 Ha, Ende 127 Ha, Ngada 238 Ha, Manggarai 125 Ha, Manggarai Timur 513 Ha, Manggarai Barat 250 Ha, Sumba Tengah 239 Ha, Sumba Timur  550 Ha, Sumba Barat Daya 401 Ha dan Kabupaten Sumba Barat 100 Ha.

Luasan lahan periode tanam Oktober—Maret sebesar 1.260 Ha di Kabupaten Kupang merupakan kontribusi dari 9 Kecamatan yaitu Amfoang Barat Laut 20 Ha, Amfoang Selatan 82 Ha, Fatuleu Barat  152 Ha, Sulamu 447 Ha, Kupang Timur 80 Ha, Kupang Tengah 60 Ha, Amarasi Timur 280 Ha, Semau : 83 Ha, Kecamatan Semau Selatan  56 Ha.

Pasca-panen Jagung Program TJPS pada lahan seluas 79 Ha, Gubernur VBL langsung menyaksikan Demo Mesin Pencacah, Inseminasi Buatan untuk ternak Sapi dan menyerahkan sejumlah bantuan berupa SOP budidaya tanaman Jagung, bibit rumput odot, mesin pencacah, obat-obatan dan asuransi ternak yang diwakilkan kepada para kepala dinas yang hadir untuk menyerahkan bantuan tersebut.

“Bantuan yang diberikan kepada masyarakat agar dinas terkait untuk mengawalnya dengan baik. Karena setiap bantuan harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang maksimal, karena masyarakat butuh pendampingan teknis dari kita. Untuk itu, dinas teknis terkait agar mengoptimalkan peran pendampingnya di tengah masyarakat”, tegas Gubernur saat penyerahan bantuan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Obet Laha dalam sambutannya menyampaikan mayoritas masyarakat di Kabupaten Kupang adalah bertani. Untuk itu, apresiasi kepada Gubernur NTT melalui program TJPS yang berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2021. Perlu terus bergerak untuk luasan lahan tanam di periode tanam April—September.

“Apresiasi kepada Bapak Gubernur. Program TJPS ini sangat sesuai dengan karakteristik Wilayah Kabupaten Kupang dengan mata pencaharian masyarakat kita adalah bertani. Panen raya perdana diatas lahan seluas 79 Ha di Desa Pantulan ini selanjutnya hasilnya akan di pakai untuk membeli sapi. Musim tanam April sampai dengan September nanti, perluasan lahan akan di kembangkan diatas lahan 800 Ha dengan memanfaatkan Anggaran melalui APBD Kabupaten Kupang untuk sektor pertanian sebesar 24 miliar,” ungkap Obet.

Gubernur langsung  berdialog bersama masyarakat pada kesempatan tersebut. Salah satu tokoh masyarakat  Kecamatan Sulamu mengapresiasi Program TJPS sekaligus meminta kepada gubernur untuk bantuan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa tersebut. “Di tengah hujan dan badai kami terus bekerja keras untuk menyukseskan program ini karena bermanfaat bagi kami para petani. Untuk menghadapi musim tanam berikutnya, kami membutuhkan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa”, ungkap tokoh masyarakat tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur menegaskan akan berbagi peran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kupang. “Untuk usulan sumur bor segera dipenuhi melalui APBD Provinsi. Sedangkan traktor, mekanismenya adalah kebutuhan luasan lahan yang digarap berapa, akan kami layani untuk traktor tersebut tanpa dikenakan biaya apa pun. Sementara, untuk bantuan kawat duri akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Kupang serta listrik pasti akan segera terpenuhi (langsung melakukan koordinasi via hanphone dengan General Manager PLN UIW NTT,red),” pungkas Gubernur Laiskodat.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)