Arsip Tag: Gubernur NTT

Coklat Gaura asal NTT Diluncurkan di Pameran Salon du Chocolat Paris

222 Views

Paris, Garda Indonesia | Produk coklat asal Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diproduksi oleh PT Timor Mitra Niaga diluncurkan di Pameran Coklat Terbesar di dunia.

Pameran Coklat Terbesar di Dunia, Salon du chocolat 2019 yang akan berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles – Perancis sejak tanggal 30 Oktober—3 November 2019 yang memamerkan hasil olahan coklat terbaik di dunia.

Salon du chocolat merupakan pameran coklat paling bergengsi di dunia yang selalu dilaksanakan hanya di beberapa kota besar seperti Paris, Tokyo, New York dan Moskow ,dan yang terbesar dari semuanya adalah di Paris dan dihadiri lebih dari 500 produsen coklat dari seluruh dunia akan memamerkan produk coklatnya.

PT. Timor Mitra Niaga (PT.TMN) merupakan perusahaan Perkebunan Besar Swasta Nasional yang bergerak dalam bidang di Bidang Kakao yang lebih dari 25 tahun menggeluti perkebunan di bidang kakao telah memproduksi biji kakao fermentasi dengan kualitas terbaik yang telah di ekspor sampai ke Eropa dan pada 2015 biji kakao asal sumba ini mendapat penghargaan International Cocoa of Excellence 2015 sebagai salah satu Biji Kakao Terbaik Dunia.

Foto bersama Direktur Pemasaran PT. TMN, Bobby Lianto dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat

Dalam Pameran Salon Du Chocolat kali ini, PT.TMN memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Paris yang dihadiri oleh Bobby Lianto, M.M., MBA. selaku Direktur Pemasaran dan Leimena Djiauw sebagai Direktur Operasional. Turut hadir Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Direktur Pemasaran PT. TMN, Bobby Lianto kepada media ini menyampaikan rasa syukur dapat meluncurkan produk coklat hasil olahan pertama bermerk GAURA dan diluncurkan di Paris.

“Ini pertama kalinya PT. TMN memproduksi coklat dan diberi merek Gaura sesuai dengan nama lokasi perkebunan tersebut dan melalui Coklat Gaura ini kami akan mempromosikan Pulau Sumba dan NTT di kancah Internasional,” kata Bobby.

“Kami mohon dukungan dan doa restu atas peluncuran tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ibu Julie Laiskodat yang telah sangat mendukung kami dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Bupati dan wakil bupati serta jajarannya,” tandas Bobby.

Dalam peluncuran kali ini, PT.TMN mengenalkan dan meluncurkan 3 (tiga) produk yakni Dark Chocolate 60 %, Dark Chocolate 80 % dan Moringa Chocolate.(*)

Sumber berita (*/Bobby Lianto—PT.TMN)
Editor (+rony banase)

Gubernur NTT Ajak Masyarakat Lakukan Diversifikasi Pangan

59 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi atau penganekaragaman pangan di kebun atau lahannya.Hal ini untuk menghindari ketergantungan pada salah satu pangan.

“Kita harus melakukan diversifikasi atau penganekaragaman pangan. Kita berkewajiban mewujudkan penganekaragaman pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita, ” jelas Gubernur Viktor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah NTT, Ir. Benediktus Polo Maing saat acara penutupan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 Tingkat Provinsi NTT dan Pameran Pangan Lokal di Borong, Manggarai Timur, pada Jumat, 27 September 2019.

Tema yang diangkat adalah _Meningkatkan Potensi Pengelolaan Sumber Daya Lokal Menuju NTT sehat dan NTT Sejahtera._ Dengan motto _Menjadikan Pangan Lokal NTT Berdaya Saing Global._

Gubernur menegaskan, NTT punya beragam potensi pangan lokal yang tersebar luas di seluruh wilayah NTT. Baik yang tersedia di kebun, sawah, ladang, laut dan hutan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan mengembangkannya.

“Namun dalam kenyataannya, kebutuhan pangan kita masih didatangkan dari luar NTT. Selama ini, kita mendatangkan beras, jagung, kedelai, buah-buahan, bawang dan sayuran dari luar NTT. Melihat potensi-potensi yang kita miliki di lapangan, saya optimis kalau kita semua bekerja keras, kita bisa memperoleh hasil optimal juga bisa mandiri dalam hal ketersediaan pangap lokal,” jelas politisi Nasdem tersebut.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem itu mengharapkan agar pengembangan menu berbasis pangan lokal harus terus ditingkatkan. Tidak berhenti di meja pameran. “Kreasi ibu-ibu PKK berbasis pangan lokal harus disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat agar dapat diterapkan di dalam masing-masing keluarga. Promosi pangan lokal harus diperkuat dengan pengembangan aneka kuliner berbasis pangan lokal yang bisa jadi ikon dari masing-masing kabupaten/kota,” jelas Gubernur.

Kandidat Doktor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu secara khusus memgingatkan kembali masyarakat NTT untuk mengembangkan kelor. Tanaman tersebut menjadi pohon masa depan yang diandalkan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting.

“Tanaman kelor NTT termasuk yang terbaik di dunia sehingga bisa menjadi ’emas hijau’ yang bernilai ekonomis tinggi. Saya ajak seluruh masyarakat daerah ini untuk menanam kelor secara massal sebagai tanaman produksi dan mengonsumsinya untuk kebutuhan gizi,”urai Viktor Laiskodat.

Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan NTT, Yohanes Octavianus mengatakan, HPS bertujuan untuk mengingatkan pentingnya ketersediaan pangan sebagai hak hidup setiap manusia.

“Beberapa acara untuk menyukseskan HPS ini diantaranya sidak pangan segar asal tumbuhan di Pasar Inpres Borong dan kelompok tani. Dari hasil sidak ini, masih ditemukan tanaman-tanaman yang gunakan pestisida di atas batas normal. Juga ada kegiatan lomba pangan lokal oleh ibu PKK, jalan santai, lomba jajanan kreatif berbasis kelor, lomba stand pameran, juru informasi dan stand terbaik, kegiatan temu wicara (talkshow), seminar dan pertemuan evaluasi,” jelas Yohanes.

Sebelum penutupan acara, diadakan kegiatan lonto leok atau urung rembuk antara utusan para petani, kelompok tani, PKK dan unsur pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, terungkap usulan dan permintaan dukungan dari pemerintah daerah terhadap pengembangan pupuk organik di NTT.

“Kami minta perhatian pemerintah untuk bisa membatasi penggunaan pestisida yang berbahan kimia. Karena menurut pengalaman, beras atau pangan yang menggunakan pupuk organik lebih mahal harganya dari pangan yang menggunakan bahan kimia, ” jelas Marselus Rangkat, petani asal Manggarai Timur.

Dalam kesempatan tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT memberikan bantuan kepada Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) berupa dana insentif, 2 (dua) unit traktor, 1 mesin pompa air, benih. Turut diberikan juga bantuan dari Dinas Peternakan NTT berupa anakan lamtoro teramba, polybag, vaksin, Collar dan obat-obatan ternak.

Juga diserahkan hadiah kepada juara lomba festival pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), lomba citra menu jajanan kreatif berbasis kelor, lomba stand, juru penerang (jupen) dan poster.

Pada bagian akhir dibacakan deklarasi HPS ke-39 berupa dukungan bagi pengembangan pariwisata dengan upaya pengembangan holtikultura, pengoptimalan pemanfaatan lahan dengan adanya kebijakan bupati/wali kota, kampanyekan produk lokal di hajatan pemerintah dan keluarga, pekarangan instansi pemerintah harus ditanami pangan.

Selanjutnya HPS ke-40 ditetapkan akan dilaksanakan di Sumba Barat Daya. Acara ini juga dimeriahkan oleh pentas tarian caci oleh siswa/siswi SMA di Borong, Manggarai Timur.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD NTT, Wakil Bupati Manggarai Timur, Dandim 1612 Manggarai, para ketua tim penggerak PKK dan Kadis Pertanian/ Ketahanan Pangan Kabupaten/ Kota se-NTT, Duta Pangan Lokal NTT 2019, para peserta, insan pers, masyarakat dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL : Pemprov Bakal Intervensi Tata Kelola Pantai Haubenkase

167 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Sabtu 7 September 2019, melakukan kunjungan kerja ke Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Kunjungan kali ini untuk melihat langsung lokasi objek wisata bahari, Pantai Haubenkase yang dikelola oleh Jemaat Ebenheiser Buatam.

“Tempat ini sangat indah, panoramanya luar biasa, hanya saja masih harus dibenahi, agar kedepan wisatawan yang datang tidak kesulitan untuk mendapatkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Harus dibangun restoran yang baik, siapkan anak – anak untuk dilatih Bahasa Inggrisnya, mereka juga harus diberi pelatihan agar mampu menjadi juru masak andal,” kata Gubernur.

“Harus berdayakan anak-anak dari tempat ini. Kebetulan ada SMK di tempat ini, harus bisa melahirkan generasi yang mengerti tentang pariwisata, generasi yang tidak mengharapkan untuk harus menjadi PNS,” sambung VBL.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengatakan bahwa pemerintah akan campur tangan agar tempat ini menjadi luar biasa.

“Pemprov pasti akan intervensi dalam upaya mengembangkan lokasi ini. Kita akan bekerja sama dengan pihak Pemkab Kupang agar bersama masuk dan benahi tempat ini. Mulai dari bangunannya, infrastrukturnya, listrik juga harus masuk di tempat ini, bahkan sampai ke permodalannya. Dan khusus masalah modal kita akan masuk melalui KUR,” kata Gubernur Laiskodat.

“Saya pastikan dalam waktu yang tidak lama lagi, tempat ini akan sangat luar biasa ramai oleh wisatawan,” tegas Gubernur VBL

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Sherly Tatibun, S.Th. meminta agar pihak pemprov membantu menyiapkan bibit untuk ditanam di tempat ini.

“Kami berencana untuk menanam berbagai macam tanaman. Mangga, Pepaya California, sayur-sayuran, sukun dan beberapa tanaman lainnya akan kami budidayakan di tempat ini. Oleh karena itu saya minta bapak Gubernur agar mampu memberikan bantuan benih kepada kami,” pinta Sherly. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL : “Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT di NTT!”

192 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), meminta pihak Gereja untuk segera mengembalikan kejayaan sekolah Gereja Majelis Injili di Timur (GMIT) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menghadiri syukuran HUT Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 6 September 2019.

“Saya ingat persis, dulu itu sekolah GMIT dibawah Yayasan Yupenkris, sangat ditakuti oleh sekolah negeri dalam hal prestasi dan juga kedisiplinannya. Setiap kali ada perlombaan apapun, pasti sekolah GMIT yang juara. Tetapi sekarang keadaan itu berubah drastis. Oleh karena itu saya minta pihak GMIT melalui gereja – gereja untuk segera mengembalikan kejayaan itu,” kata Gubernur.

“Karakter Yesus harus ditampilkan di dalam pribadi setiap jemaat, sehingga menurut saya pendidikan berkarakterlah yang harus dikedepankan untuk menjadikan karakter Yesus nampak dalam diri setiap orang. GMIT dan Gereja harus bersama – sama serius mengerjakan hal ini,” pinta Gubernur Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengajak seluruh anggota jemaat yang 80 persennya bekerja sebagai petani dan peternak ini, untuk serius mengerjakan usaha mereka ini.

“Saya bangga masyarakat di tempat ini mau berwirausaha. Jangan hanya mau menjadi PNS, karena pengusaha itu penghasilannya lebih besar dari PNS. Tinggal dirubah cara berpikir dan cara kerjanya. Mereka bukan lagi menjadi buruh tani maupun buruh ternak, tetapi harus dijadikan pengusaha tani dan pengusaha ternak. Pemerintah saat ini serius memperhatikan hal ini, mulai dari sistem permodalan maupun bagaimana memfasilitasi penjualan hasil yang mereka peroleh,” sambung VBL.

Foto bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua GMIT Dr. Merry Kolimon, Wakil Bupati Jerry Manafe dan Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat,

“Akan ada sebuah aplikasi informasi yang dibuat oleh pemerintah, namanya Ladang Rakyat. Aplikasi ini akan memuat informasi berapa banyak lahan yang akan ditanam, berapa banyak hasil yang akan dipanen, semuanya akan dimuat dalam aplikasi ini. Dengan demikian para petani dan peternak tidak kesulitan khususnya dalam memasarkan hasil mereka, karena pasarnya sudah jelas dan akan langsung turun ke lokasi untuk membelinya,” kata mantan anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan.

“Saat ini Kota Kupang mulai berbenah dan sudah mulai menunjukkan hasil yang baik. Kebersihan sudah mulai nampak, walaupun belum sesuai harapan. Oleh karena itu kita harus mendukung agar NTT bisa bebas dari masalah sampah, khususnya sampah plastik. Khusus mengenai sampah plastik ini, jika ada pembangunan gedung atau rumah yang harus dicor, maka sampah plastik ini juga dicampur dengan semen lalu dicor. Hal ini saya pelajari di Singapura, dan mereka berhasil menanggulangi masalah sampah plastik,” tambah gubernur.

Sementara itu dalam Suara Gembala yang disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. Merry Kolimon, menjelaskan bahwa saat ini Gereja sedang berusaha untuk membawa perubahan demi membuat NTT bisa sejahtera.

“Selain tugas Gereja membawa kabar baik bagi semua orang, saat ini kami juga sedang mempersiapkan Gereja untuk menjadi pusat belajar bagi anak – anak. Kita mempersiapkan SDM sedini mungkin, sehingga masyarakat NTT dapat terbebas dari tawanan, baik tawanan kebodohan maupun tawanan kemiskinan. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sehingga target kami untuk menghasilkan masyarakat sejahtera di NTT dapat terealisasi dalam waktu dekat,” kata Merry.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

19 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat – Gubernur NTT memberikan donasi /bantuan kursi roda kepada AngelaTekla Skolastika Mene (anak umur 8 tahun) penderita Hidrosefalus (penyakit menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak).

Bantuan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tersebut diterima langsung oleh Ibu kandung Angela Eryana Abuk Bere di kediaman mereka di RT 15 RW 04 Kelurahan Tuak Daun Merah Kecamatab Oebobo Kota Kupang, (Senin,21/1/2019)

Kadis Sosial Prov NTT, Willem Foni yang mewakili Gubernur NTT menyerahkan bantuan kursi roda tersebut.

“Ini merupakan bantuan kemanusiaan dan kepedulian Bapak Gubernur atas penyakit yang diderita oleh anak Angela”, ujar Willem Foni

Eryana, Ibu kandung Angela sangat bahagia dan tak menyangka bantuan begitu cepat di terima. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur”, ujarnya.

Karo Humas, Samuel Pakereng, Karo Kesra dan tetangga sekitar turut menyaksikan penyerahan bantuan kursi roda.

Dikutip dari hellosehat.com; Hidrosefalus adalah kondisi yang ditandai oleh ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) melaporkan bahwa sekitar dua dari 1000 bayi yang lahir di dunia mengalami hidrosefalus. Sementara itu, kasus hidrosefalus di Indonesia rata-rata bisa mencapai 4 per seribu kelahiran. Lantas, apa saja faktor risiko terjadinya hidrosefalus pada anak?

Beragam faktor risiko hidrosefalus pada anak

Otak normalnya mengandung cairan bening yang diproduksi dalam rongga ventrikel otak. Cairan ini disebut dengan cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal mengalir dari sumsum tulang belakang ke seluruh otak untuk menunjang berbagai fungsi otak.

Namun ketika jumlahnya berlebihan, ini justru akan mengakibatkan kerusakan permanen jaringan otak yang menyebabkan terganggunya perkembangan fisik dan intelektual anak.

Sebagian besar kasus hidrosefalus pada anak terjadi sejak lahir (cacat lahir bawaan/kelainan kongenital). Selain itu ada beberapa kondisi yang memperbesar peluang terjadinya hidrosefalus pada bayi baru lahir, seperti:

  • Sistem saraf pusat tidak berkembang dengan normal sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal;
  • Adanya perdarahan di dalam ventrikel otak, yang memicu kemungkinan bayi lahir prematur;
  • Ibu mengalami infeksi yang menyerang rahim selama kehamilannya, sehingga timbul peradangan di jaringan otak janin. Misalnya infeksi rubella, toksoplasma, gondok atau cacar air.

Pada kasus hidrosefalus yang baru terjadi setelah anak tumbuh besar, faktor risikonya termasuk cedera pada kepala yang mengenai otak, atau:

  • Tumbuh tumor di otak atau sumsum tulang belakang;
  • Infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang;
  • Perdarahan di pembuluh darah otak;
  • Operasi kepala.

Sumber berita (*/Humas Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Pinta Dana KUR 2019 Dinaikkan Hingga Rp 3 Triliun

17 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT menyatakan, keberadaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdaya guna untuk meningkatkan perekonomian di NTT. Kalangan perbankan diharapkan dapat menambah jumlah penyaluran KUR kepada masyarakat.

“KUR kita di NTT sekarang baru mencapai Rp. 1 triliun lebih. Jumlah ini masih tergolong kecil, belum terlalu besar. Kita ingin mendorong agar Tahun 2019 ini bisa mencapai Rp 2—3 triliun lebih,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi XI DPR RI di Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Senin (21/1).

Dipimpin oleh Ketua Tim Agun Gunanjar Sudarsa, 5 (lima) orang rombongan Komisi XI DPR melakukan kunjungan kerja selama 3 ( tiga) hari dari tanggal 21—23 Januari untuk memantau dan mengawasi penyaluran KUR di NTT. Para anggota Komisi Anggaran tersebut akan melakukan kunjungan lapangan dan bertemu dengan bebrapa perwakilan penerima KUR di Kota Kupang.

Gubernur Viktor saat menerima Ketua Tim Komisi XI DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa

Menurut Gubernur Viktor, kehadiran dan kunjungan Komisi XI itu memberikan energi positif dalam mendorong kerjasama Pemerintah Provinsi dengan kalangan perbankan untuk meningkatkan jumlah penyaluran KUR di NTT. Kehadiran KUR turut berperanan dalam membantu perekonomian masyarakat. Terutama dalam menggali potensi-potensi yang ada menuju NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

“Target saya, KUR di tahun 2019 ini bisa menyentuh Rp 3 triliun Karena peluang KUR untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja sangat besar dan potensial. Terutama dalam mempersiapkan tenaga kerja, baik ke dalam maupun ke luar negeri dengan kompetensi dan kualitas kerja yang bagus,” jelas Viktor Laiskodat.

Di hadapan anggota Komisi XI tersebut, Viktor Laiskodat juga menguraikan target pemerintah Provinsi untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp. 1,1 triliun menjadi Rp 3 triliun di tahun 2023. Banyak orang yang menganggap target tersebut terlampau bombastis. Namun, lanjut Viktor, dengan kerja yang luar biasa dan desain yang baik, target tersebut diyakini akan tercapai. NTT punya banyak potensi-potensi hebat dan luar biasa.

“Kami sedang mendesain APBD Provinsi secara efisien. Kita sedang melakukan konsolidasi anggaran dengan cara misalnya pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) untuk seluruh dinas dan biro diadakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Kami juga melakukan perampingan perangkat daerah dari 48 menjadi 39. Begitupun misalnya dalam tender jalan. Para pengusaha di NTT tidak punya aspal, pemerintah provinsi dapat memfasilitasi dengan sediakan aspal sehingga bisa berkontribusi bagi PAD. Masih banyak cara-cara baru yang dapat kita lakukan untut tingkatkan PAD sesuai target”,pungkas Viktor Laiskodat.

Ketua Tim Komisi XI, Agung Gunanjar Sudarsa, mengapresiasi perhatian pemerintahan Presiden Jokowi untuk masyarakat di pelosok-pelosok desa. Tidak hanya kedaulatan politik yang diperhatikan tetapi juga kucuran dana yang terus meningkat baik dana transfer ke desa, program keluarga harapan dan juga KUR.

“Kami ingin mengetahui secara langsung pelaksanaan KUR di NTT. Kami akan mengunjungi para penerima manfaat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaannya di NTT. Karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kalangan perbankan dan non perbankan melalui KUR punya kewajiban untuk mendorong roda perekonomian masyarakat,” jelas politisi Golkar tersebut.(*)

 

Sumber berita (*/Aven Rame-Humas Pemprov NTT)

Editor (+rony banase)

Gubernur NTT: “Sindrom dengan Stigma Miskin Lemahkan Daya Juang”

31 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat-Gubernur NTT mengatakan bahwa kita tidak pernah serius membangun manusia; Gereja dan Pemerintah NTT belum mampu mengeluarkan manusia NTT dari sindrom kemiskinan. “Gereja dan Pemerintah harus sungguh-sungguh bekerja untuk mengangkat rasa optimis diri dari seluruh kita untuk melihat masa depan,” tegas Gubernur Viktor. Pernyataan tersebut disampaikan Viktor Laiskodat dalam pesan Natal Oikumene 2018 di Gereja Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang (Jumat,4/1/2019).

Hal itu, jelas Gubernur Viktor tercermin dari perencanaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kab/kota yang terkesan takut yang hanya berkisar 90—100 Milliar. “Bagaimana kita bisa bangkit dan sejahtera jika PAD seperti itu,”tanya Gubernur Viktor.

Suasana Perayaan Natal Oikumene 2018 di Gereja Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang

Dengan rasa optimis dan berkeyakinan, Gubernur Viktor menyatakan bahwa percuma kita berbakti dan beriman jika tidak ada manusia yang keluar dari kemiskinan dan kebodohan tersebut menjadi manusia pintar dan kaya. Gubernur juga mempertanyakan kepada para peserta Natal Oikumene 2018.

“Siapa yang lahir di dunia ini yang ingin miskin dan bodoh,” tanya Gubernur Viktor.

Semua pemimpin harus berpihak kepada orang miskin dan bodoh; bukan karena kemiskinan dia berpihak namun mereka tidak layak sehinggga mereka segan. Maka sebagai gubernur, salah gubernur itu, salah bupati itu, jika tidak segera menyiapkan sebuah program untuk mengangkat mereka dari kemiskinan dan kebodohan.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/01/04/pesan-natal-oikumene-2018-gubernur-viktor-laiskodat-jangan-takut/

Karena itu, tanya Gubernur Viktor, “Sebuah pemerintahan perlu propaganda; pemerintahan tanpa propaganda mati dan propaganda selalu provokatif, karena itu saya memilih yang bodoh dan miskin masuk neraka namun siapa yang mau masuk neraka?”

Pernyataan senada tentang sindrom miskin juga pernah disampaikan Gubernur Viktor dalam pidato politik dalam rangka HUT NTT Ke-60 di Sidang Paripurna Istimewa DPRD NTT, Kamis/20/12/2018. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan bahwa ‘Sindrom (=himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak_KBBI V) dengan Stigma (=ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang_KBBI V) Kemiskinan Melemahkan Daya Juang Masyarakat Nusa Tenggara Timur’.

Viktor Laiskodat menilai secara kritis terhadap cita-cita kelahiran Nusa Tenggara Timur dengan tingkat capaian pembangunan yang tercermin dalam kondisi obyektif kehidupan masyarakat.

“Secara jujur kita harus akui bahwa perbandingan antara harapan dengan kenyataan masih timpang; pembangunan NTT selama 60 tahun belum sanggup menjawab tantangan sejarah menghadirkan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat NTT,” tutur Gubernur NTT Viktor Laiskodat di hadapan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Presiden Portobrigade Oekusi Ambenu Dr Mari Alkatiri, Unsur Forkompinda, Ketua DPRD NTT dan jajaran anggota serta hadirin paripurna istimewa.

Lanjut Gubernur, Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai namun secara umum kehidupan masyarakat NTT masih diliputi berbagai tekanan kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, sakit penyakit, kelaparan, dan ketidakberdayaan.

“Masyarakat NTT bahkan mengalami stigmanisasi sebagai provinsi termiskin dan stigma ini melahirkan sindrom kemiskinan yang membebani dan melemahkan daya juang kita,” ungkap Gubernur Viktor. (+)

Penulis dan editor (+rony banase)

Pesan Natal Oikumene 2018 Gubernur Viktor Laiskodat : “Jangan Takut!”

24 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat- Gubernur NTT dalam pesan Natal Oikumene 2018 di Gereja Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang (Jumat,4/1/2019) mengangkat isu besar dunia tentang 5 P (Planet, People, Poverty, Partnership, Peace); karena itu dikenal sebuah gerakan yakni pembangunan yang inklusif dengan membangun manusia NTT seluruhnya.

Karena itu, jelas Gubernur Viktor dalam pemerintahan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi mendorong pembangunan yang inklusif merupakan perwujudan dari Kelahiran Yesus.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dihadapan Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang dan Ketua Sinode GMIT Pdt Mery Kolimon menyampaikan bahwa Pesan Natal pertama yang disampaikan saat Yesus lahir yakni ‘Jangan Takut’, dan pesan natal tersebut diberikan kepada kelompok manusia yang tidak pernah dihormati, dipandang, dan tidak layak.

Suasana Perayaan Natal Oikumene 2018 di Gereja Kaisarea BTN Kolhua

Kelahiran Yesus; menurut Gubernur Viktor sebagai sebuah pesan dan desain yang sangat kompleks dan sempurna yang terintegrasi di dalam semangat gotong royong dunia dan akhirat.

Karena itu, tambah Gubernur Viktor “Ciri khas pemimpin adalah mampu merubah dan mendobrak seluruh tatanan sosial yang terstruktur yang membuat perbedaan besar yang melekat sehingga Poverty (kemiskinan) dapat diselesaikan dan dibangun dengan Partnership (kerjasama) yang baik dengan cara Kolaboratif”.

“Nusa Tenggara Timur Menuju kesana,” terang Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Karena itu dalam pesan natalnya, Gubernur Viktor menegaskan bahwa tidak mungkin Gubernur dan Wakil Gubernur dan seluruh jajaran dapat menyelesaikan sendiri kemiskinan dan kebodohan di Nusa Tenggara Timur yang menempati urutan ketiga sebagai provinsi termiskin dan terbodoh di Indonesia.

“Kita harus mampu bekerja sama dengan baik seluruh lembaga di NTT dalam semangat kebersamaan untuk dapat menerima satu sama lain dengan baik,” pinta Gubernur Viktor.

Penulis dan editor (+rony banase)