Arsip Tag: Gubernur NTT

Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

172 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Program Tanam Maek Bako merupakan salah satu program unggulan Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang menelan anggaran 1,3 Miliar, ternyata gagal.

Hal ini diketahui setelah gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau secara langsung lokasi penanaman Maek Bako (Porang) oleh pemda Belu di Hutan Jati Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 11 Februari 2020 siang.

Ironisnya lagi, lokasi yang ditunjuk pemda Belu itu pun, adalah lahan budidaya Porang milik sekelompok warga setempat, bukan milik pemda.

Lokasi penanaman Maek Bako (Porang) milik Pemda Belu di Hutan Jati Nenuk

Ketika itu, Plt Sekda Belu Marsel Mau Meta berkilah, Maek Bako yang ditanam di lokasi tidak tumbuh lantaran telah dicuri oleh warga sekitar.

Pernyataan Plt Sekda Belu itu, selain didengar oleh sejumlah wartawan, juga mendapatkan reaksi keras dari masyarakat pemilik lahan bernama Yosefa De Jesus. “Itu tidak benar,” tutur Yosefa.

Pemilik lahan Porang (tengah, baju biru) saat diwawancara oleh wartawan

Menurut Yosefa, program pemerintah daerah Belu baru dimulai pada tahun 2017. Sedangkan, pihaknya sudah mulai menanam Maek Bako sejak tahun 2012.

“Kami tahu Maek Bako sudah ada harga, makanya kami cari sendiri Maek Bako yang tumbuh liar di hutan untuk tanam di sini. Kami tanam di hutan jati ini juga dapat izin dari Dinas Kehutanan, yang penting jangan tebang pohon. Kami memang tanam di lahan milik pemerintah, tapi kami tidak curi Maek Bako milik pemerintah,” tegas Yosefa.

PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta yang dikonfirmasi menuturkan, maksud dari pernyataan tersebut bukan menuding masyarakat mencuri, tetapi mengambil dari lokasi Porang milik pemerintah Kabupaten Belu di Hutan Jati Nenuk. “Jangan bilang curi. Kasihan orang. Orang su (sudah,red) kerja setengah mati kita bilang curi lagi,” ujar PLT Sekda Belu.

Dijelaskan Mau Meta, masyarakat mungkin ingin membudidaya Maek Bako, memanen dan menjualnya sendiri ke pasaran, sehingga mereka mengambil dari lahan yang sudah ditanam di lahan milik pemda. “Kalau mereka ambil, mungkin mereka butuh. Mereka mungkin ingin memiliki sendiri. Kalau mereka ingin rawat sendiri, mereka ambil tidak masalah to? Karena mereka pingin (mau) rawat sendiri, kemudian mereka panen sendiri, tidak usah tanya naik turun lagi to,” ungkapnya lagi kepada wartawan melalui telepon pada Selasa, 11 Februari 2020 sore. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Salah Tanda Tangan Kontrak Kinerja, Dua Pejabat Bank NTT Dihukum ‘Squat Jump’

534 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi sanksi berupa Squat Jump sebanyak 10 (sepuluh) kali kepada Sony Pellokila (Kepala Divisi Kredit Mikro Kecil dan Menengah) dan Billy Tjoanda (Kepala Divisi Kredit Komersil).

Kedua pejabat Bank NTT tersebut diberikan hukuman squat jump lantaran Billy Tjoanda salah membubuhkan tanda tangan di Kontrak Kinerja Pejabat Bank NTT pada kolom nama Sony Pellokila yang bermeterai 6.000 ribu. Begitu pun sebaliknya Sony Pellokila pun terpaksa membubuhkan tanda tangan di kolom nama Billy Tjoanda.

Pantauan media ini, entah karena gugup atau tergesa-gesa yang menyebabkan Billy Tjoanda salah membubuhkan tanda tangan di atas materai yang membuat Gubernur Viktor Laiskodat marah dan memerintahkan petugas Bank NTT untuk mencetak ulang sambil menanyakan butuh berapa lama untuk mencetak ulang.

“Butuh waktu berapa lama…Butuh waktu berapa lama?,” tanya Gubernur kesal sambil berkata bahwa melakukan tanda tangan saja salah apalagi mengelola uang.

Suasana khidmat dari Pelantikan Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing pada Selasa, 7 Januari 2019 pukul 14.00 WITA di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT tersebut berubah menjadi tegang dan agak sedikit gaduh saat Gubernur menanyakan kepada Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Lalu, jawab Izhak, menjadi tanggung jawabnya Kepala Divisi SDM. “Itu tanggung jawab Divisi SDM,” jawab Izhak.

Sony Pellokila (Kepala Divisi Kredit Mikro Kecil dan Menengah) saat menunaikan sanksi squat jump sebanyak sepuluh kali

Kepala Divisi SDM pun dipanggil menghadap lalu ditanyakan, siapa yang melakukan kesalahan dan dijawab bahwa kedua kepala divisi tersebut salah membubuhkan tanda tangan. Mendengar penjelasan tersebut, kemudian Gubernur Viktor memerintahkan kedua pejabat tersebut untuk maju ke depan dan melakukan squat jump sebanyak sepuluh kali.

“Ayo segera squat jump, lompat-lompat saja. Atau saya beri contoh,” tanya Gubernur Viktor sambil memberikan contoh 2 (dua) kali squat jump yang benar lalu kedua pejabat Bank NTT tersebut melakukan squat jump di hadapan Gubernur Viktor Laiskodat, Wagub Josef Nae Soi, unsur Forkompinda, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore; jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT; tamu undangan dan para wartawan media cetak, elektronik dan online yang memadati ruang lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W.J.Lalamentik.

Gubernur Viktor pun turut menghitung saat kedua pejabat Bank NTT tersebut melakukan squat jump hingga hitungan kesepuluh.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pesan Gubernur Viktor Laiskodat bagi Wisudawan/ti Periode III UPG 1945 NTT

204 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wisuda Periode III Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dihadiri oleh Sekretaris Dirjen Kelembagaan Kemendikbud RI, Dr. Ir. Agus Yulianto, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi M.Pd., Ketua YPLP UPG 1945 NTT, Samuel Haning S.H., M.H., Drs.Samuel Pakereng mewakili Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskoda (VBL), Forkompinda, Kepala BNN NTT, Senat dan wali wisudawan/wisudawati UPG 1945 NTT.

Samuel Pakereng saat menyampaikan sambutan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan bahwa sejak tanggal 19 Desember 2019, Gubernur NTT Viktor Laiskodat berada di Labuan Bajo dan pada hari ini, Sabtu, 21 Desember 2019 mengikuti Upacara HUT Ke-61 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Sumba. “Beliau, (Gubernur Viktor Laiskodat,red) menyampaikan salam kepada Rektor dan seluruh wisudawan/wisudawati UPG 1945 NTT,” tutur Samuel dalam rentetan proses Rapat Senat Terbuka Luar Biasa UPG 45 NTT pada Sabtu, 21 Desember 2019 di Aula Hotel Cahaya Bapa Kupang.

Lanjutnya, “Pelaksanaan Wisuda Periode III Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT bertepatan dengan perayaan HUT ke-61 Provinsi NTT dan memberikan nilai tambah bagi pendidikan di Provinsi NTT dengan satu tujuan mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” ujar Gubernur NTT.

Suasana Rapat Senat Terbuka Luar Biasa UPG 1945 NTT pada Sabtu, 21 Desember 2019 di Aula Hotel Cahaya Bapa Kupang

UPG 1945 NTT, beber Gubernur, Melepas wisudawan/wisudawati dengan percaya diri meski baru berusia muda namun yakin dengan kualitas wisudawan/ti. “Wisudawan/wisudawati UPG 1945 NTT harus menerapkan Kasih Allah ke tingkat dunia sehingga Kasih Allah makin dikenal,” pinta VBL.

Perihal kompetensi, Gubernur VBL meminta agar kompetensi Almamater UPG 45 NTT bermuara pada ilmu pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap dan percaya bahwa civitas akademik UPG 45 NTT telah membekali seluruh lulusan UPG 45 NTT.

Mengenai kualitas lulusan UPG 45 NTT, Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan bahwa kualitas alumni tak bisa dilihat dari seberapa pintar namun dilihat dari kualitas pelayanan dan percaya bahwa kualitas alumnus telah disertai dengan kompetensi.

Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, David Selan,S.E., M.M. mengatakan, para wisudawan tersebut enam puluh persennya sudah bekerja di berbagai instansi pemerintah dan lembaga swasta. “Terhitung sejak wisuda perdana UPG 1945 hingga sekarang, lulusan yang telah diwisuda UPG 1945 mencapai 1.684 orang. Sedangkan Universitas PGRI dari wisuda perdana sampai dengan wisuda ke-18, tahun 2016 berjumlah 10.826 dengan total alumni mencapai 12.510 alumni,” ungkap David Selan.

Disamping itu, Ketua YPLP UPG 1945 NTT, Samuel Haning mengatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Menteri pendidikan dan kebudayaaan, para wisudawan/wisudawati, panitia wisuda juga para tamu undangan dan berpesan kepada wisudawan/wisudawati yang menjadi utusan UPG 45 NTT untuk membuktikan pada dunia bahwa alumni UPG bukan sebatas lulus tapi mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di lingkungan masyarakat.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

44 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Seorang manusia itu hebat kalau dia berkarya dan punya jiwa yang militan. Orang militan itu, dia tidak peduli terhadap hambatan yang ada. Dia tahan terhadap berbagai tekanan dan tantangan. Tidak mudah menyerah. Kalau dengan semangat militan pasti kita bisa capai tujuan.

Baca : https://gardaindonesia.id/2019/12/16/anugerah-satya-lencana-karya-satya-bagi-asn-gubernur-viktor-asn-harus-fokus-kerja/

Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan amanat dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 17 Desember 2019.

“Kita sebagai pemimpin dan juga ASN itu harus mengabdi dengan semangat militan. Tidak mudah menyerah. Kalau ada tantangan ya harus maju terus. Cerdas intelektual saja tidak cukup. Karena itu, provinsi ini harus melahirkan orang-orang bukan hanya hebat dari intelektualnya saja, tapi jiwa militan harus ada. Tahan terhadap tekanan. Orang yang tidak punya daya tahan terhadap tekanan itu walaupun dia pintar macam apa pun tetap saja kerja pasti macet,“ungkap Gubernur Viktor.

“Kalau tidak tahan terhadap berbagai guncangan atau tekanan maka pasti mudah menyerah. Jangan seperti itu. Walaupun orang lain bilang tidak mungkin, tetapi kita kerja harus ada hasil dan pencapaiannya ada, “jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan amanat dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ditambahkannya, setiap ASN selain menjiwai semangat militan juga perlu punya kecerdasan, melayani dan berani mengambil keputusan. “Kita juga senang karena ada beberapa capaian yang kita lakukan. Saya melihat perubahan itu ada dari beberapa OPD dan mulai tampak. Ada upaya yang dilakukan sungguh-sungguh. Ada kemauan untuk orang mulai berubah. Tahun depan saya akan lebih ketat. Kita harus lebih cepat lagi,” ucap Gubernur Viktor.

“Bila kita kerja benar dalam semangat di mana Pemerintah Nasional saat ini sangat memberi perhatian pada NTT maka Gubernur bersama ASN dan Bupati, Camat, Kepala Desa perlu menyatu dalam semangat yang sama. Maka NTT tahun 2020 dan seterusnya pasti jadi lebih maju,” papar mantan Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem tersebut.

“Untuk melakukan perubahan maka harus ada namanya modernisasi. Harus ada percepatan pembangunan kalau mau bersaing. Kita lihat itu Negara Cina tahun 1990 masih tertinggal soal tol dengan Indonesia. Sekarang mereka sudah melebihi kita dalam pembangunan jalan tol. Itu tandanya kinerja infrastruktur mereka hebat dalam mengejar ketertinggalan,” jelas Gubernur Viktor.

Dalam apel pagi tersebut juga dilangsungkan Peluncuran Website resmi Biro Organisasi dan Radio Streaming Swara NTT bersama Media Centre Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT. Gubernur Viktor berharap dengan diresmikannya Radio Swara NTT dan Media Centre tersebut dapat membantu dalam menjalankan fungsi publikasi informasi yang mendukung program Pemerintah NTT.

“Informasi lewat radio ini harus sampai hingga desa untuk bawa perubahan. Masyarakat harus tahu mimpi dan tujuan program Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Kepala-kepala OPD. Masyarakat juga tahu mengenai target apa saja yang sudah dicapai serta perencanaan program-program selanjutnya,”beber Gubernur.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Anugerah Satya Lencana Karya Satya bagi ASN, Gubernur Viktor: ASN Harus Fokus Kerja

149 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta seluruh jajaran ASN untuk terus memberikan pemikiran-pemikiran hebat dan tanggung jawab besar dalam kontribusi nyata terhadap pelayanan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.

Penegasan Gubernur Viktor tersebut disampaikannya dalam acara Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya X, XX, XXX Tahun (Sepuluh, Dua Puluh dan Tiga Puluh Tahun) dan Pelepasan Pegawai Negeri Sipil Purna Bhakti Periode Desember 2019 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin, 16 Desember 2019.

“Kita bersyukur karena hari ini adalah peristiwa bermartabat, di mana kita menerima penghargaan dari Bapak Presiden RI berupa Satya Lencana Karya Satya X, XX dan XXX Tahun. Itu sebuah bentuk implementasi serta kehormatan kinerja dan karya panjang anak bangsa. Bukan masalah berapa lama waktu bapak dan ibu melayani dan menerima tanda jasa itu tetapi harus menjadi renungan sehingga menjadi panutan untuk abdi bagi Provinsi NTT ini. Tanda jasa itu harus berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan. Bahkan punya dampak dengan pembangunan bangsa,”kata Gubernur Viktor.

“Saya mau setiap ASN Pemerintah Provinsi untuk terus belajar upgrade dirinya. Kita mau SDM yang kuat. Hari ini juga ada ASN yang pensiun walaupun sudah pensiun saya mau agar kita tetap bekerja dengan memberikan pemikiran-pemikiran yang baik dan yang hebat demi perubahan. Tantangan Provinsi begitu besar sehingga kita butuh sinergitas bagi semua masyarakat NTT”, tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur Viktor meminta agar pelayanan ASN harus menciptakan modernisasi pada setiap bidang. “Ciri khas orang membangun adalah adanya modernisasi dalam segala hal tujuannya demi kesejahteraan. Ciptakan pelayan yang maksimal dengan adanya modernisasi di bidang pertanian, perdagangan, industri, pariwisata dengan yang lain. Kita harus mengejar ketertinggalan dari provinsi yang lain,” tegasnya.

Para ASN lingkup Pemprov NTT yang menerima Anugerah Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun

Ia juga meminta agar fokus untuk bekerja tanpa terpengaruh dengan berbagai isu negatif atau cibiran yang menjatuhkan atau memicu konflik. “Pemimpin itu harus tegar. Saya mengajak semua agar tetap fokus bekerja dan tidak usah peduli dengan omongan orang lain yang sebetulnya ingin menjatuhkan. Jangan peduli dengan cibiran yang menghambat mimpi kita bersama,” katanya.

“Saya sangat ingin agar kita ASN tidak boleh terjebak dalam urusan seremoni-seremoni. Kita melakukan rapat sangat banyak. Rapat ini, rapat itu. Rapat terus tapi tidak ada hasil. Oleh sebab itu kita harus lebih fokus dan cerdas pada eksekusi pelayanan secara langsung di lapangan,” jelasnya.

“Sebentar lagi kita akan merayakan ulang tahun NTT yang ke-61. Memang masih banyak tantangan yang menjadi tanggung jawab untuk masa depan provinsi ini. Karena itu dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk wujudkan mimpi-mimpi kita bersama,” ucap Viktor Laiskodat.

Berdasarkan Laporan Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT, Henderina S. Laiskodat, Penyerahan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI tersebut diberikan kepada 175 Pegawai Negeri Sipil antara lain Satya Lencana Karya Satyaa XXX Tahun sebanyak 13 orang, XX Tahun sebanyak 57 orang, X tahun sebanyak 105 orang, serta PNS yang memasuki masa Purna Bakti tahun 2019 sebanyak 408 orang dan diterima secara simbolis 4 PNS.

Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya tersebut juga didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1994 tentang tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya, Keputusan Presiden RI Nomor 125/TK/THN 2019 tanggal 22 November 2019 dan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : BKD. 840/164/BID.IV-Kesra 2019 tanggal 9 Desember 2019 tentang pemberian Penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil yang memperoleh tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun di Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Laiskodat Pinta BPK Tingkatkan Profesionalisme & Integritas

59 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dalam semangat pembangunan modernisasi Provinsi Nusa Tenggara Timur ini ke depan, kita membutuhkan peningkatan profesionalisme dan integritas para pemeriksa BPK untuk mampu memberikan petunjuk yang benar,” ujar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam ‘Workshop Implementasi Penegakan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan’ pada Jumat, 13 Desember 2019 di Hotel Sotis Kupang.

Selain itu, imbuh Gubernur Viktor Laiskodat, BPK harus memeriksa dengan baik agar tidak ada yang masuk dalam tindak kejahatan. Ujung dari penataan administrasi dan pengelolaan anggaran pemerintahan yang baik adalah pelayanan publik yang meningkat.

“Ke depannya saya pikir BPK periksa juga output nya dari apa yang dilaksanakan. Jangan hanya pemeriksaan pada laporan dan pelaksanaan pengelolaan anggaran saja. Periksa juga output apa yang dihasilkan. Apa yang berguna bagi masyarakat. Pemeriksaan harus sampai ke sana,” ungkap Gubernur Viktor.

“Aspek profesionalisme harus ditingkatkan. BPK wajib menjalankan desain program pemeriksaan mulai dari bagaimana pelaksanaan pengelolaan anggaran, sumber daya alam dan juga penataan SDM pengelola anggaran secara benar sehingga berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Juga implementasi kode etik itu kalau dilakukan maka itu sangat baik dan bila dijalankan dengan benar maka kita bersyukur untuk itu,” jelas Gubernur NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat memberikan sambutan dalam ‘Workshop Implementasi Penegakan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan’ pada Jumat, 13 Desember 2019 di Hotel Sotis Kupang

Ia juga memberikan apresiasi pada BPK yang dinilainya sangat membantu kontrol anggaran daerah. “BPK ini sangat banyak membantu. Mereka perlu melakukan pemeriksaan yang bagus, memberikan peringatan dalam kekeliruan, agar kita bisa memperbaiki mengikuti aturan yang ada. Kita harus lakukan dengan benar juga sampai pada pemeriksaan pengelolaan dana desa,” tambahnya.

Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna mengungkapkan workshop kali ini merupakan pesan ajakan dari BPK agar kode etik tidak hanya dilindungi dan ditegakkan oleh BPK tetapi dijunjung dan diamanatkan oleh seluruh jajaran pengelolaan keuangan daerah pada pemerintahan daerah di Provinsi NTT.

“Penegakan kode etik juga harus didukung agar dapat terinternalisasi dengan baik. Agar pengelolaan keuangan daerah yang dikelola berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dapat dijadikan sebagai alat mencapai tujuan negara,” jelas Agung.

“Semuanya dilaksanakan secara akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Kinerja harus mendukung pembangunan. Setelah Pemeriksaan laporan keuangan dengan baik, kita lakukan pemeriksaan kinerja untuk mendorong peningkatan kinerja,” tambah Agung.

Tujuan dari workshop tersebut antara lain menyampaikan dan menginformasikan serta memberikan pemahaman bagi pemeriksa BPK mengenai materi muatan peraturan No. 4 Tahun 2018 tentang Kode etik BPK dan Peraturan BPK No. 5 Tahun 2018 tentang Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE), Memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar BPK serta tugas MKKE, dan menjadi forum diskusi MKKE dngan para peserta mengenai pelanggaran kode etik.

Dalam pembukaan workshop tersebut juga dilakukan penandatanganan pernyataan komitmen antara para Inspektur Daerah dengan Kepala Daerah se-Provinsi NTT di mana para Inspektur Daerah berkomitmen untuk meningkatkan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Lantik 2.373 Pejabat Fungsional, Gubernur Viktor Serukan Jadi Agen Perubahan

155 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di GOR Oepoi Kupang, pada Senin 9 Desember 2019, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik 2. 373 Pejabat Fungsional Tertentu, lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Dalam arahannya, Gubernur mengharapkan agar semua pejabat yang dilantik bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat NTT.

“Selagi masih dipercaya oleh negara untuk mengemban tugas mulia, saya minta agar kita semua memberikan dan mengerahkan seluruh potensi yang ada dalam diri kita masing – masing, demi kesejahteraan masyarakat NTT. Tanamkan keyakinan dalam diri, bahwa kita adalah agen perubahan dalam kemajuan Nusa Tenggara Timur,” ucap Gubernur Viktor.

“Dengan predikat Provinsi termiskin ketiga di Indonesia, Kerja keras dengan penuh semangat, jiwa militan dan melayani dengan hati, adalah kunci utama untuk mengangkat wajah NTT di level Nasional,” sambung Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga menyinggung soal masalah kebersihan di Nusa Tenggara Timur. “Walaupun sudah mulai ada perubahan, tetapi tentu itu belum sesuai dengan yang kita harapkan. Tanamkan pola hidup bersih dalam diri kita masing – masing. Sehingga apabila perkara kecil ini sudah bisa diatasi, maka saya yakin perkara yang besar demi mewujudkan masyarakat NTT Bangkit menuju Sejahtera akan mampu kita wujudkan dalam waktu dekat,” ujar Gubernur.

Di akhir sambutannya, mantan anggota DPR-RI dari fraksi Partai NasDem ini juga mengimbau agar semua yang dilantik saat ini, bukan saja bersih secara fisik, tetapi bersih juga moralnya. Karena saat ini NTT dikenal sebagai salah satu Provinsi terkorup di Indonesia. “Sehingga apabila hati kita bersih, maka kita pasti mampu mengendalikan perbuatan kita agar tidak tergiur dengan hal – hal yang berbau korupsi,” tandas Gubernur Viktor Laiskodat.(*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Anggota KORPRI Harus Berinovasi dan Mengubah Cara Kerja

53 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden RI, Ir. Joko Widodo meminta segenap anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) agar melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas. Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.

“Dengan teknologi yang semakin canggih, cara kerja kita juga harus berubah. Kecepatan merupakan faktor kunci dalam kesuksesan berkarya. Yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Saya mengajak anggota Korpri untuk terus melakukan inovasi, ” kata Jokowi dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Korpri Tingkat Provinsi NTT di Halaman Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Jumat, 29 November 2019.

Mengambil tema “KORPRI Melayani, Berkarya dan Menyatukan Bangsa” para ASN berpakaian KORPRI disanding tenun ikat daerah NTT, para PNS Lingkup Pemerintah Provinsi mengikuti acara tersebut dengan penuh semangat.

Menurut Jokowi, ke depan harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik akan semakin tinggi. Karenanya, setiap anggota KORPRI harus memberikan pelayanan secara profesional.

“Kita tidak boleh lagi menyelesaikan masalah saat ini dengan cara-cara masa lalu. Melainkan dengan cara-cara kekinian yang lebih cepat, efektif, efisien dan memberikan dampak jangka panjang,” ungkap Jokowi dalam sambutannya.

Untuk mewujudkan hal ini, Jokowi meminta para PNS untuk terus melakukan terobosan. Saat ini pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi dengan mengedepankan e-goverment di era industri 4.0.

Foto bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan para ASN penerima SK Pensiun

“Inovasi adalah rohnya birokrasi. Saya ingin kita semua jadi birokrat yang inovatif. Agar terjadi perubahan dalam cara pandang, sikap dan bertindak dalam semangat melayani. PNS juga harus memiliki media sosial untuk mengetahui keadaan sekitar karena informasi dari warganet lebih cepat diketahui melalui media ini dibandingkan media mainstream, “tandas Jokowi.

Selanjutnya Jokowi mengharapkan agar KORPRI harus mampu menjadi perekat dan pemersatu bangsa. Jokowi mengingatkan KORPRI bukanlah organisasi politik melainkan organisasi kedinasan yang berfokus pada penyelenggaraan pemerintahan. Memastikan setiap target dan tujuan dapat terwujud dengan baik.

“Pengabdian setiap anggota KORPRI adalah tegak lurus terhadap bangsa dan bernegara. Anggota KORPRI harus menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Menggaungkan secara terus menerus dan membangun kesadaran sebagai bangsa besar dan bangsa pemenang. Menebarkan optimisme dalam setiap gerak langkahnya, “pungkas Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT menyerahkan SK pensiun kepada beberapa PNS lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang memasuki masa purna bhakti pada tanggal 1 Desember 2019. Tampak hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkopimda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah dan ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT,Insan Pers dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame—Staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)