Arsip Kategori: Regional

VBL Pinta Pengurus Kwartir Pramuka NTT Reformasi Karakter Anak Pramuka

57 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat bertatap muka dengan Pengurus Pramuka Kwartir Provinsi NTT, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak para pengurus agar mampu mereformasi karakter dari anak-anak Pramuka NTT.

“Dengan tidak meninggalkan identitasnya sebagai Anggota Pramuka, mereka harus dibentuk melalui pola pembinaan yang baik, agar karakter mereka bisa dibentuk,” ujar VBL di ruang kerjanya pada Jumat, 10 Juli 2020.

Menurut Viktor, mereka harus dibentuk menjadi manusia milenial NTT yang punya karakter Pancasilais, berkepribadian kebangsaan, mandiri, berpikiran modern serta manusia yang survive. Jika dalam diri mereka sudah tertanam nilai-nilai ini, maka mereka sudah siap menghadapi tantangan hidup sesungguhnya.

Hal penting lainnya yang dikatakan Gubernur saat pertemuan ini adalah bagaimana anak-anak Pramuka NTT didesain agar mereka mengerti tentang pariwisata, karena sektor ini menjadi penggerak utama pembangunan di Nusa Tenggara Timur saat ini. “Mereka harus bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan juga harus peka dan peduli tentang kebersihan,” imbau Laiskodat.

Menurut VBL, masalah kebersihan sebenarnya merupakan hal kecil tetapi sangat penting untuk menentukan peradaban seseorang, karena salah satu ciri manusia beradab adalah mereka yang punya kepedulian tinggi tentang kebersihan.

Selain kebersihan, hal lain yang menentukan peradaban seseorang, bahkan suatu daerah atau negara adalah penelitian. Menurutnya, penelitian sangatlah penting agar seseorang bisa mengetahui banyak hal. “Negara China adalah negara yang tidak memakai produk Eropa. Hal ini karena mereka banyak melakukan penelitian untuk menciptakan produk sendiri. Ini yang sekian lama tidak diterapkan di daerah ini,” ujar Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat berdialog dengan Pengurus Kwartir dan anak Pramuka NTT di ruang kerjanya

Masih menurut Laiskodat, Anak – anak sekarang adalah anak-anak milenial yang akrab dengan teknologi berbasis digital. Komunikasi antar mereka sering melalui dunia maya, oleh karena itu dalam pembinaan ke depan kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggungjawab sangat perlu disosialisasikan.

Mereka juga harus mengenal daerahnya dengan baik, mengetahui potensi daerahnya untuk dikembangkan ke depan saat mereka sudah dewasa dan bekerja, karena mereka adalah agen pembangunan masa depan.

Sebelum mengakhiri pertemuan ini, Gubernur kembali mengingatkan para Pengurus Pramuka Kwartir NTT agar serius untuk membangun sumber daya manusia (SDM). “Hal ini yang sekian lama diabaikan oleh seorang pemimpin. Mereka lebih memilih membangun fisik agar hasilnya langsung bisa kelihatan, dibanding membangun sumber daya manusia, karena membangun karakter seseorang menjadi manusia berkualitas baru akan kelihatan hasilnya setelah 20—25 tahun ke depan,” ujar Laiskodat

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pramuka Kwartir NTT, Sinun Petrus Manuk, menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi guna kelancaran kegiatan Kepramukaan di Nusa Tenggara Timur.

“Kami akan adakan Musyawarah Daerah pada tanggal 30 Oktober mendatang, selanjutnya pada bulan Agustus tahun depan akan dilaksanakan Jambore Daerah di Labuan Bajo, dan langsung mengikuti Jambore Nasional di Cibubur,” ungkap Manuk.

Turut hadir pada kesempatan ini, Pengurus Pramuka Kwartir Provinsi NTT dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius A. Jelamu.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Harly Babys—Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

1 Kasus Positif Covid-19 di Timor Tengah Utara, Mahasiswa Kuliah di Semarang

329 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers pada Kamis, 9 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof.W..Z. Johannes Kupang dan 2 sampel swab diperiksa menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Manggarai Barat, diperoleh hasil 2 (dua) kasus positif Covid-19.

Dari pemeriksaan tersebut, ungkap drg Domi, diketahui terdapat 1 (satu) pasien positif Covid-19 di Manggarai Barat. “Pasien tersebut baru kembali dari Makassar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut drg Domi, ada 1 (satu) pasien positif Covid-19 yang dilaporkan dari Timor Tengah Utara (T.T.U). “Pasien tersebut merupakan seorang mahasiswa dari Semarang, tanggal 29 Juni 2020 dilakukan swab di sana dan pada 3 Juni 2020 tiba di T.T.U,” ungkapnya seraya menyampaikan hasilnya baru diketahui hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di Semarang.

Dengan bertambahnya 1 kasus baru di Kabupaten T.T.U, maka jumlah kabupaten yang terpapar Covid-19 sebanyak 13 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, T.T.S, T.T.U, Rote Ndao, Sikka, Ende, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, total pasien yang sedang dirawat sebanyak 29 orang di antaranya di Kota Kupang 3 orang, 6 orang di Sikka, 1 di Flores Timur, 1 di Manggarai, 1 pasien di Nagekeo, 7 orang dirawat Manggarai Barat, 3 pasien di Sumba Timur, Sumba Barat 4 pasien, 1 orang dirawat di Sumba Barat Daya, dan 1 orang dari Timor Tengah Utara (T.T.U). Sementara jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 123 kasus, 93 orang sembuh dan 1 meninggal.

Domi Mere yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini juga menyampaikan kabar gembira bahwa terdapat 1 (satu) pasien sembuh Covid-19 dari Manggarai Barat.

Penulis dan editor (+ rony banase)
Foto utama oleh okezone.com

Pemprov NTT Kaji Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana wilayah Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan di Kabupaten Kupang yang akan bergabung ke dalam wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikaji agar sesuai dengan prosedur administrasi tata kelola pemerintahan.

Maka, dilaksanakan Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang, yang dilaksanakan di Aula Fernandez, pada Rabu, 8 Juli 2020. Seminar tersebut dilaksanakan atas kerja sama Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT dan Universitas Nusa Cendana  (Undana) Kupang

Dalam hasil paparan kajian oleh tim peneliti Undana dikatakan memang layak dilakukan pengalihan wilayah Semau ke Kota Kupang atas pertimbangan antara lain, masyarakat Semau lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah dalam mengakses layanan publik di Kota Kupang dibandingkan di Oelamasi (Pusat Kabupaten Kupang). Karena alasan geografis Pulau Semau yang lebih dekat dengan Kota Kupang. Termasuk aktivitas masyarakat Semau yang lebih sering atau lebih dekat interaksinya dengan masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan kesulitan akses tersebut, pengalihan Pulau Semau juga telah disetujui oleh kebanyakan tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa, ketua BPD, pelaku pendidikan, pelaku kesehatan, dan pelaku bisnis. Hal tersebut berdasarkan survei dari tim peneliti Undana.

Wagub Josef Nae Soi memberikan arahan dalam Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam kesempatan tersebut menyampaikan Pemprov NTT meminta tim peneliti Undana untuk melakukan penelitian dan mengkaji rencana bergabung Semau ke dalam wilayah Kota Kupang.

“Maka sebagai Pemprov kita minta pihak Akademisi Universitas Nusa Cendana untuk melihat dan mengkaji dengan melakukan penelitian dan seminar supaya kita bisa memiliki suatu data yang menunjukkan norma, prosedur dan kriteria. Sebab administrasi modern dalam pemerintahan yang kuat harus ada tata kelola yang baik,” tegas Wagub Nae Soi.

Karena itu, imbuh Nae Soi, segala pengurusan tata kelola wilayah harus bisa mendorong kesejahteraan masyarakat

Ia pun kembali menekankan tentang pentingnya mengutamakan kesejahteraan rakyat. “Semua kita memiliki wilayah dan pemerintah dan satu negara memerlukan adanya wilayah masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan wilayah dan pemerintahan harus mengutamakan kesejahteraan rakyat. Tidak boleh lupa itu. Perhatikan juga seluruh aspek kebutuhan masyarakat yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan Wagub Nae Soi, tugas pemerintah dalam hukum administrasi adalah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan berdasarkan keadilan dalam suatu negara. “Di mana ada hukum, maka ada keadilan. Oleh sebab itu, peran Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat di daerah adalah memberikan binaan dan pengawasan sesuai dengan norma, prosedur, dan kriteria,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama oleh Sonya Marthina
Editor (+rony banase)

4 Calon Perseorangan dari 4 Kabupaten di NTT Jalani Verifikasi Faktual

158 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sesuai undang-undang pemilihan Nomor 1 tahun 2015, sebagaimana telah diubah dalam UU No. 8 tahun 2015, dan UU No. 10 tahun 2016, calon perseorangan harus memenuhi dukungan minimal pencalonan dari data pemilih terakhir di daerah tertentu dengan klasifikasi sebagai berikut: (i) pemilih 250.000 jiwa sebanyak 10%, (ii) pemilih 250.000 – 500.000 sebanyak 8.5%, (iii) pemilih 500.000—1.000.000 sebanyak 7,5%, dan (iv) pemilih lebih dari 1.000.000 sebanyak 6.5%. Dukungan minimal tersebut harus tersebar di lebih dari 50% dari Jumlah Kecamatan di Kabupaten/Kota.

Dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ada 9 (sembilan) daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 yakni Kabupaten Belu, Malaka, T.T.U, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur dan Sumba Barat.

Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu kepada Garda Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2020 menyampaikan saat ini tahapan yang sedang berjalan khusus 4 kabupaten yang memiliki calon perseorangan yakni Kabupaten Ngada, Sabu Raijua, T.T.U dan Belu.

Menurut Thom, saat ini sedang dilaksanakan verifikasi faktual hingga 12 Juli 2020. Sementara, untuk proses coklit data pemilih dimulai pada Rabu, 15 Juli 2020.

“Sedangkan untuk jadwal pendaftaran calon baru mulai pada Rabu, 2 September 2020,” urainya.

Adapun 4 calon perseorangan, tandas Thom di antaranya :

  1. Agustinus Talan, S.Sos., dan Drs. Yosef Akoit dari T.T.U;
  2. Drs. Vinsensius Brisius Loe dan Arnaldo da Silva Tavares dari Belu;
  3. Dorothea Dhone, S.Sos., dan Arnoldus Keli Nani, A.md;
  4. Taken Radja Pono dan Herman Radja Habu.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh radioidola.com

Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

647 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus kecelakaan laut di perairan Selat Pukuafu, dialami oleh Perahu Lempara [perahu penangkap ikan] “Kasih 25” milik Yos Doro beralamat di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Lampara [perahu penangkap ikan] tersebut berangkat dari pelabuhan laut Tablolong sekira pukul 09.00 WITA dengan tujuan ke pulau Pulau Rote, setibanya di perairan Selat Pukuafu, Lampara tersebut diterjang gelombang setinggi ± 3 meter, yang mengakibatkan Lampara tersebut langsung terbalik dan tenggelam.

Diperkirakan kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu, 5 Juli 2020 sekitar pukul 12.15 WITA membawa penumpang dari Pantai Tablolong menuju ke Pulau Rote; sebanyak 16 orang dan ABK yang ikut sebanyak 12 orang.

Adapun data penumpang yang turut serta dalam kapal lampara tersebut antara lain :

  1. Jefri Poy;
  2. Fredik Poy;
  3. Molan Bulan;
  4. Titiana Poy;
  5. Desi Seran;
  6. Neira Poy;
  7. Novi Poy;
  8. Anita Oan.

Sementara, data Anak Buah Kapal (ABK) dan Nahkoda Kapal Lampara yakni:

  1. Frengky Liu (ABK);
  2. Yonsan Lada (ABK);
  3. Faldo Lodo (ABK);
  4. Nando Gause (ABK);
  5. Man Doroh (ABK);
  6. Abiyatar Doroh (ABK);
  7. Frit Doroh (ABK);
  8. Yos Poy (ABK);
  9. Romi Gause (ABK);
  10. Nimrot Malole (ABK);
  11. Frengki Doroh (Nakhoda).
Dua ABK Kapal Lampara ” “Kasih 25” yang selamat dan dievakuasi oleh Kapal Cepat Express Bahari

8 (delapan) orang yang belum ditemukan yakni Elisabeth Poy-Bulan (penumpang), Felicya Bulan (penumpang), Stefania Bulan (penumpang), Stefano Bulan (penumpang), Jon Mulik (penumpang), Vony Poy (penumpang), Kacho Poy (penumpang), dan Mus Toudua (ABK).

Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao, Diksel Haning saat dihubungi Garda Indonesia pada Minggu malam, 5 Juli 2020 sekitar pukul 20.43 WITA mengungkapkan bahwa hingga saat ini Tim Gabungan dari TRC BPBD Rote Ndao, Anggota Pos SAR Rote, Anggota Pol Air Rote Ndao, dan Posal Papela terus melakukan pencarian intensif.

“Para penumpang masih trauma, kami sedang menggali informasi dengan sangat hati-hati, data terus kita update,” ujar Diksel sembari mengungkapkan bahwa kebanyakan penumpang merupakan keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak.

Informasi terakhir yang dihimpun Kapal Basarnas, imbuh Kalak BPBD Rote Ndao, sebanyak 4 (empat) anak ikut berlayar dengan kapal lampara. “Dua anak yang meninggal telah ditemukan dan dua anak selamat, orang tua mereka selamat dan ada di sini,” urainya.

Sementara itu, Dua ABK yakni Romi Gause dan Nimrot Malole, selamat dan dievakuasi oleh kapal cepat Exprees Bahari [Kupang], dan 1 (satu) penumpang yang terdata atas nama Hes Mulik.

“Korban selamat yang belum dirawat sebanyak 9 orang dan masih berada di Pantai Rote yang sangat segera membutuhkan perawatan medis,” tandas Kalak BPBD Rote Ndao, Diksel Haning.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto dan video oleh Tim Gabungan Evakuasi

‘Angkringan New Normal’ di Neo Aston Kupang Mulai Rp.20—75 Ribu

187 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Neo Aston Kupang, Hotel Bintang 3 yang berlokasi hanya 3 km atau sekitar 7 menit perjalanan dari Bandara Internasional El Tari Kupang, di era normal memberikan penawaran istimewa. Hanya dengan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah) saja, kita bisa dapat menikmati suguhan istimewa gaya angkringan dengan nuansa berkelas.

Kalau di Jawa Tengah, Klaten, dan Yogyakarta, angkringan dalam bentuk gerobak dorong untuk menjual berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan, namun berbeda dengan yang disuguhkan Neo Aston Kupang yang berlokasi di Jalan Piet A. Tallo, RT.035/RW.012, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kudapan gaya angkringan Neo Aston Kupang

Menu khas dan suasana angkringan dipindahkan oleh manajemen Neo Aston Kupang, ke dalam nuansa mewah, namun dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, baik anak muda, keluarga, maupun komunitas.

Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, merayakan kebersamaan mereka menikmati suguhan angkringan dan suasana Hotel Neo Aston Kupang sambil menikmati alunan musik khas masa kini di pinggir kolam.

Garda Indonesia yang diundang manajemen Neo Aston Kupang pun turut menikmati kudapan [jajanan pasar] dengan cita rasa hotel bintang tiga pada Sabtu malam, 4 Juli 2020 pukul 19.30—22.00 WITA. Tak hanya itu, Garda juga berkesempatan menikmati suguhan Barbeku dengan pilihan rasa seafood (ikan tuna dan udang) plus daging ayam.

Sungguh lezat dan memanjakan lidah, jika ditakar dalam rupiah, fasilitas Barbeku cukup murah untuk ukuran hotel bintang tiga, cukup hanya membayar Rp.75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) saja, kita dapat menikmati suguhan pembuka berupa kudapan, ditambah bakso atau mie kocok hingga menikmati barbeku (bbq).

Sales Manager Hotel Neo Aston Kupang, Helen Freiny Karundeng mengungkapkan bahwa memasuki masa normal baru, manajemen hotel menyuguhkan angkringan barbeku khas Neo Aston Kupang dengan harga relatif sangat murah pada awal bulan dan akhir bulan.

“Harga mulai dari Rp.20.000/menu dengan 3 Jenis Kudapan + kopi/teh + air mineral dan ditambah 4 tusuk sate ayam/ikan/udang bakar (barbeku) + air mineral atau dapat memilih menu lain berupa mie kocok + air mineral atau siomay + air mineral atau mie bakso + air mineral atau nasi goreng + air mineral,” urai Freni sapaan akrabnya.

Namun, imbuh Freni, jika kita membayar harga Rp.75.000, maka kita akan makan sepuasnya. “Kita terapkan dengan sistem voucher mulai 20 ribu hingga 75 ribu,” tambahnya.

Sementara, lanjutnya, jika mengambil paket Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat makan sepuasnya dan raih bonus 1 picer bir. “Selain itu, tersedia wifi gratis, sehingga kita dapat menikmati menu angkringan plus berselancar dengan internet,” ucap Freni.

Untuk reservasi selanjutnya dapat menghubungi Freiny Karundeng pada no whatsapp 081138106137 atau 082254487054.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto dan video oleh Tim PR Neo Aston Kupang

‘New Normal’ Bali 5 Juli 2020, Pemprov Berlakukan Sertifikasi Protokol Kesehatan

113 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Setelah lebih dari tiga bulan sektor pariwisata tidak dibuka, Pemprov Bali berencana buka pada Minggu, 5 Juli 2020. Berbagai langkah persiapan normal baru pun dilakukan termasuk sertifikasi pariwisata yang di dalamnya mencakup penerapan standar protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Saat ini pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerja sama dengan asosiasi pariwisata telah membentuk tim verifikasi untuk terjun ke usaha pariwisata dan mengecek penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19,” demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa saat memantau jalannya verifikasi penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di Griya Royal Santrian Resort, Tanjung Benoa, Badung, pada Jumat, 3 Juli 2020.

Putu Astawa menjelaskan, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata telah menggandeng asosiasi-asosiasi pariwisata seperti PHRI, ASITA ataupun PAWIBA untuk membentuk tim verifikator. “Jadi nanti untuk assessment di hotel dan restoran pemerintah menggandeng PHRI, begitu juga untuk travel digandeng ASITA. Kita kolaborasi agar target Oktober ini semua usaha pariwisata di Bali sudah tersertifikasi,” imbuhnya.

Untuk proses assessment sendiri, sudah ditetapkan berbagai indikator yang sesuai dengan standar CHS (Cleanliness, Health, Safety) yang ditetapkan oleh WHO. “Jadi protokol kedatangan, pelayanan serta kebersihan tempat usaha harus memenuhi semua indikator ini,” harapnya. Putu Astawa menegaskan tujuan dari sertifikasi ini agar sektor pariwisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Kami ingin meminimalisir kemungkinan karyawan maupun pengunjung terinfeksi virus ini,” tambahnya. Selain itu, sertifikat ini juga bisa menjadi modal kepercayaan bagi wisatawan maupun travel agent di luar negeri bahwa Bali benar-benar siap dan sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan wisatawan.

Untuk tim verifikator atau assessor sendiri, Astawa mengaku sudah dilakukan pelatihan-pelatihan terlebih dahulu, baik dari tim dari Dinas Kesehatan maupun Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Bali. “Kami mempersiapkan SDM-SDM kami dengan sungguh-sungguh agar bisa memverifikasi dengan tepat sasaran. Karena tim verifikator selain mengecek ke lapangan juga bertugas untuk memberikan pemahaman kepada pegawai usaha pariwisata agar benar-benar memahami masalah protokol kesehatan dan pencegahan tersebut,” jelasnya.

Untuk teknis assessment, pihaknya mengaku juga bekerja sama dengan pemerintah kab/kota. Ia mengaku untuk Resort, dan Hotel bintang lima diverifikasi oleh tim provinsi, sementara untuk homestay, hotel bintang 3 dan DTW diverifikasi oleh tim kab/kota. “Ini diperlukan pemahaman bersama sebelumnya dari semua tim, sehingga sudah kita lakukan TOT sebelumnya,” jelasnya.

Sementara, untuk sertifikat sendiri nanti bisa diunduh di website http://dispardaprovbali.go.id setelah dinyatakan lulus oleh tim verifikator. “Bagi mereka yang sudah mengantongi sertifikat ini bisa dijadikan modal untuk menggaet wisatawan dan travel agent di luar negeri serta bisa membangun kepercayaan dan confident dalam mengelola usaha pariwisatanya,” tandasnya.

Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan ini langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali. “Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata Prov. Bali untuk memulihkan pariwisata kita pasca Covid-19,” jelasnya.

Rai Suryawijaya mengaku dari hasil webminar pariwisata yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, sebagian masyarakat dunia sudah rindu berwisata ke Bali, bahkan dari 50 destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca Covid-19, Bali masuk ke nomor 20 besar. “Berdasarkan polling, 80% penduduk Eropa sudah rindu ke Bali, 90% warga Australia sudah menunggu pariwisata Bali dibuka. Maka sertifikasi ini adalah langkah penting untuk menjawab kerinduan wisatawan tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Bali juga menambah indikator dalam penerapan protokol Covid-19 selain CHS itu sendiri. “Kami menambahkan contactless ke dalam indikator kami. Jadi wisatawan dan karyawan meminimalkan kontak fisik dengan salah satu caranya adalah cashless,” imbuhnya.

Ia berharap melalui ini sektor pariwisata di Bali bisa bangkit kembali, serta jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19 melalui transmisi lokal bisa berkurang. “Kami berharap semua berjalan lancar dan astungkara Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati. 5 Juli nanti akan nada persembahyangan bersama dipimpin oleh Gubernur Bali untuk membuka pariwisata kita, dan Oktober nanti jika keadaan bisa dikendalikan pariwisata internasional akan dibuka, karena dalam waktu dekat Eropa juga akan membuka perbatasan mereka. Kami harap semua berjalan lancar,” tandasnya.

Sementara itu, Ricky Putra General Manager Royal Santrian Resort menyatakan pihaknya sangat siap menjalan protokol new normal ini. Indikator-indikator yang ditetapkan sudah diterapkan di hotel tersebut. Selain itu karyawan hotelnya juga sudah dilatih untuk menerapkan protokol-protokol Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto (*/Rudianto—IMO Bali)
Editor (+rony banase)

Hingga 2 Juli 2020, Total Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Mencapai 88 Orang

219 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam rilis kepada awak media pada Kamis, 2 Juli 2020; menyampaikan dari 94 sampel swab yang diperiksa dari Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Manggarai Barat terkonfirmasi 1 (satu) kasus positif Covid-19 dari Kabupaten Flores Timur [kluster lokal].

“Satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Flores Timur tersebut merupakan pekerja yang sudah satu bulan berdomisili di sana,” ungkap drg. Domi.

Sebelumnya, pada Rabu, 1 Juli 2020, dari hasil pemeriksaan swab terhadap 94 sampel swab yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Nagekeo, dan Sumba Barat Daya; semuanya negatif Covid-19. “Hasil pemeriksaan di Lab Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, semuanya negatif,” urai drg Domi sembari menyampaikan terdapat 1 (satu) pasien sembuh dari Nagekeo klaster Magetan.

Secara gamblang, drg Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan data terperinci jumlah kasus, pasien sembuh dan sedang dirawat, dan kasus meninggal sebagai berikut :

  • Kota Kupang 35 kasus, 1 meninggal, dan 29 orang sembuh Covid-19, dan 5 pasien dirawat;
  • Sikka 27 kasus, 21 sembuh, dan 6 pasien sedang dirawat;
  • Flores Timur 3 kasus, 2 sembuh, 1 dirawat;
  • Manggarai 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Nagekeo 3 kasus, 1 sembuh, dan 2 sedang dirawat;
  • Manggarai Barat 16 kasus, 9 sembuh, dan 7 pasien sedang dirawat;
  • Sumba Timur 11 kasus, 8 sembuh, dan 3 sedang dirawat;
  • Sumba Barat Daya 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Sumba Barat 4 kasus dan sedang diisolasi di RSUD Waikabubak.

Sementara untuk Kabupaten T.T.S, Rote Ndao, dan Ende, semua pasien telah sembuh.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, pasien sembuh Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 88 orang dan 30 pasien sedang dirawat dari 119 kasus, “Kita berharap, ke depan semakin banyak pasien yang sembuh dan mudah-mudahan berangsur diperoleh hasil negatif di beberapa kabupaten,” harapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)