Arsip Kategori: Regional

716 Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Paket C di Kupang Ikut Simulasi UNBK

66 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 716 warga belajar pendidikan kesetaraan paket C (setara SMA) dari 11 PKBM  dan 1 SKB yang berada di Kota Kupang, mengikuti Simulasi Hari Pertama UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) pada Minggu, 23 Februari 2020.

716 warga belajar peserta simulasi 11 dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yakni PKBM Bintang Flobamora (78 peserta), Obor Timor Ministry (62 peserta), Lais Manekat (30 peserta), Empowering Pemuda Harapan Bangsa (51 peserta), Sonaf Soet Hinef (18 peserta), Purnama Kasih (29 peserta), Pratama (12 peserta), Harapan Bangsa (50 peserta), Alice (81 peserta), Finoriken (80 peserta), Tunas Harapan (73 peserta), dan SKB Kota Kupang (152 peserta).

Proses simulasi dilaksanakan di 8 lokasi antara lain SMKN 4 Kota Kupang, SKO Flobamorata, SMK Muhammadiyah, PKBM Harapan Bangsa, SMPN 12 Kota Kupang, SMK Wirakarya, SMK Kristen, dan SMA Tunas Harapan.

Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Paket C sedang mengikuti simulasi UNBK

Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang, Polikarpus Do kepada media ini pada Minggu, 23 Februari 2020 mengatakan bahwa di hari pertama Simulasi UNBK, para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan simulasi tersebut. “Kegiatan simulasi ini dalam rangka persiapan bagi warga belajar, sebelum menghadapi UNBK pada April 2020 nanti,” terangnya.

Selain itu, ujar Poli sapaan akrabnya, warga belajar dilatih untuk mempersiapkan diri secara baik dari sisi teknis penggunaan fasilitas komputer dan juga aspek mental mereka saat menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada bulan April nanti tidak kaku dan secara mental mereka siap.

“Terima Kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas pendidikan dan Kebudayaan Bidang PAUD dan Pendidikan Non formal yang sudah bekerja sama dengan baik dalam mempersiapkan kegiatan simulasi ini, juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, para Operator Dinas, Operator Proton dan teknisi yang sudah bekerja sama dengan baik sehingga Kegiatan Simulasi UNBK paket C hari pertama dengan lancar,” ujar Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang.

Ketua DPD FK PKBM Kota Kupang juga menyampaikan bahwa Pendidikan Nonformal terus berbenah dari aspek kualitas penyelenggaraan program maupun aspek kelembagaannya. “Ini dilakukan demi mewujudkan pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan bermartabat,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKBM Bintang Flobamora)
Editor (+rony banase)

Bedah Buku ‘Kuasa Media di Indonesia’, Media & Warganet Tangkal Isu Intoleransi

37 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komunitas Peacemaker Kupang (KOMPAK) menghelat Diskusi dan Bedah Buku ‘Kuasa Media di Indonesia—Kaum Oligarki, Warga, dan Revolusi Digital’ karya Ross Tapsel pada Sabtu, 22 Februari 2020 pukul 09.00—selesai di Luy Pung Cafe areal Ruko Friendship.

Menghadirkan 5 (lima) pemantik diskusi yakni Anna Djukana dari Aliansi Jurnalis Independen, Beverly Rambu dari media Victory News, Pengelola Portal Berita Daring Garda Indonesia, Rony Banase yang mewakili Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) DPW Provinsi NTT, Novermy Leo dari media Pos Kupang dan Jurnalis detik indonesia, Yoseph Mbete Wangge yang mewakili Organisasi Jurnalis Muda NTT.

Turut hadir dalam Diskusi dan Bedah Buku, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Aktivis Perempuan untuk Kemanusiaan, Pdt.Emy Sahertian; Ketua Majelis Agama Buddha Theravada (Megbudhi) Provinsi NTT, Indra Effendy; dan perwakilan organisasi mahasiswa lintas agama.

Suasana Diskusi dan Bedah Buku “Kuasa Media di Indonesia’ karya Ross Tapsell di Luy Pung Cafe

Hasil bedah buku menunjukkan dua sisi antara Kaum Oligarki dan Warganet dimana Oligarki mengontrol ranah media media arus utama (mainstream) dan mendorong struktur kekuasaan elite terpusat di sektor politik dan media, sedangkan Warganet menggunakan media digital untuk membangun basis komunitas warga dengan tujuan aktivitas dan pembebasan yang dapat digunakan untuk menantang struktur kekuasaan elite melalui penggunaan media digital efektif.

Dari dua kelompok ini (Oligarki dan Warganet) akan memiliki intervensi dan dampak dengan tendensi luas dan jauh ke dalam politik dan budaya Indonesia ke depan. Kondisi ini, menurut Koordinator KOMPAK, Zarniel Woleka, media dapat digunakan sebagai alat pendidikan dan kampanye toleransi, gender, disabilitas, lingkungan inklusi yang adil bagi masyarakat Indonesia.

Dalam sesi diskusi, Zarniel berharap agar didorong sebuah Gerakan Toleransi Warganet (nitizen) karena 70 persen populasi daring (online) berada di bawah usia 35 tahun (Generasi Milenial atau Generasi Y) dan sekitar 71,6 persen penduduk Indonesia mengonsumsi berita melalui media sosial.

“Dengan adanya Gerakan Toleransi Warganet, dapat dilakukan pemahaman akan pentingnya isu keberagaman dan dapat mengedukasi nitizen tentang pentingnya kampanye toleransi, gender, disabilitas, lingkungan inklusi yang adil,” harap Zarniel.

Menyikapi kondisi di atas, Ketua IMO Indonesia Wilayah NTT, Rony Banase menyampaikan perlunya edukasi berupa Literasi Media Digital bagi Warganet untuk menggunakan internet secara positif dan sehat. “Diperlukan pembekalan bagi Warganet yang berada pada usia rentan dan dapat dipengaruhi dengan memberikan edukasi berupa Literasi Media Digital,” imbuh Rony Banase.

Menurut Rony, Sejalan dengan Visi Organisasi IMO Indonesia yang telah mengokohkan prinsip untuk tidak menyebarkan informasi yang bersifat hoaks, ujaran kebencian dan SARA Provokatif, maka merupakan kerja bersama untuk mengedukasi warganet yang merupakan citizen journalism (jurnalis warga).

“Karena warganet membentuk basis komunitas di era digital seperti grup facebook, grup whatsapp, dalam bentuk media jurnalis warga lainya, kita dapat melakukan panetrasi dan memberikan atensi berupa pemahaman akan keberagaman dan penyadaran akan isu Intoleransi,” imbuh Rony Banase sembari menyampaikan bahwa IMO NTT konsisten dan kontinu menyuarakan prinsip dasar kerja organisasi IMO-Indonesia.

Senada, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen Anna Djukana, mengatakan masih banyak media yang tidak mendukung isu keberagaman dan gender bahkan banyak yang mengeksplorasi perempuan “Media tidak mendukung keberagaman dan isu – isu gender, banyak mengeksploitasi perempuan.” ungkap Anna.

Begitu pula dikatakan oleh perwakilan Pos Kupang, Novermy Leo menyatakan bahwa banyak media saat ini memilih pemberitaan dengan rating tinggi untuk kepentingan bisnis, dan mengesampingkan pesan pesan edukasi bagi masyarakat.
“Media hari ini memilih pemberitaan – pemberitaan dengan rating tinggi untuk tujuan bisnis. Sebenarnya kita bisa menyisipkan pesan – pesan dan edukasi bagi masyarakat melalui berita – berita dengan rating tinggi.” ujar Novermy Leo.

Perwakilan Victory News Beverly Rambu, menegaskan bahwa masyarakat sebagai kekuatan media, harus memiliki kecerdasan yang bijak untuk mengikuti perkembangan zaman dan dapat memanfaatkan platform digital untuk menyuarakan pendapat, fakta, peristiwa dengan bijak, tanpa harus disebarkan dengan sistem hoaks dan memprovokasi.

“Dalam berpendapat perlu diperjuangkan nilai-nilai positif yang berguna dan penuh tanggung jawab. “Berpendapatlah dan perjuangkan nilai-nilai positif yang berguna melalui berbagai platform digital dan media sosial dengan penuh tanggung jawab moral serta beretika sehingga benar-benar menjadi kekuatan bangsa yang membanggakan dan membawa perubahan signifikan bagi Indonesia.” ungkapnya.

Ketua II Jurnalis Muda NTT, Yoseph Mbete Wangge menyampaikan perlu ada kecerdasan dalam menyiapkan strategi berkampanye di media sosial, sehingga hasil ke depan dapat dihitung dengan baik serta memiliki nilai yang positif. “Cerdas menyiapkan strategi kampanye medsos misalnya, konsolidasi wacana merupakan salah satu solusi karena untuk menjadikan sebuah isu terakumulasi algoritma dan menjadi tranding, ”pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)

Ultras Helat Diskusi Publik ‘Membaca Ulang 1,5 Tahun Kepemimpinan VBL – JNS’

138 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Unity In Diversity (Ultras) sebagai organisasi sayap pendukung garis keras VBL – JNS, bertugas mendukung, memenangkan dan mengawal kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef Nae Soi (JNS). Ultras selalu ada hingga VBL- JNS menyelesaikan kepemimpinan bahkan jika diperlukan Ultras tetap eksis untuk mengawal program pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guna menjalankan fungsinya secara maksimal, dan untuk mencari solusi terhadap permasalahan selama kepemimpinan VBL- JNS kurun waktu 1,5 tahun ini, maka Ultras menghelat sebuah Diskusi Publik bertajuk “Membaca Ulang Satu Tahun Setengah Perjalanan Kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi periode 2018—2023”.

Diskusi Publik yang konon baru pertama kali dihelat sejak masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur pertama di Provinsi NTT ini, dikemas oleh Ultras dan disajikan dalam bentuk diskusi publik yang dilaksanakan pada tanggal unik dan cantik yakni 20-02-2020 (20 Februari 2020) pukul 08.00—18.00 WITA di Aula Hotel Neo Aston Kupang.

Demikian penjelasan Ketua Panitia Petra Bilaut dalam sesi konferensi pers pada Rabu, 19 Februari 2020 pukul 16.30 WITA di Aula Hotel Neo Aston Kupang (lokasi pagelaran Dialog Publik Ultras).

Petra Bilaut menambahkan bahwa 5 (lima) figur pembicara yang bakal mewarnai Dialog Publik tersebut antara lain Dr.Dominggus Elcid Li (IRSGC); Dr.Laurens Sayrani (Akademisi Undana); Matheos V.Messakh (Satu Timor); Lecky Frederich Koli, STP (Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT), dan Fredi Ongko Saputra (Perwakilan Pengusaha).

Ketua Ultras NTT, Jongki Asadoma

Ketua Ultras NTT, Jongki Asadoma saat menjawab beberapa pertanyaan awak media yang hadir dalam sesi konferensi pers, menegaskan bahwa kehadiran Ultras untuk mendukung, memenangkan dan mengawal janji kampanye kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef Nae Soi (JNS).

“Kami berharap dalam dialog, para pembicara dan pengkritik dapat memberikan sebuah solusi jelas yang dapat diterima dan dipakai yang bersifat konstruktif,” ujar Jongki seraya menyampaikan bahwa Ultras juga bakal menerima dan menyampaikan ide, solusi yang bersifat konstruktif kepada Gubernur NTT.

Selain itu, imbuh Jongki, Ultras membangun sebuah tradisi demokrasi baru untuk mempertemukan pihak pro dan kontra terhadap pemerintah. “Ini sebuah konsep yang baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi NTT,” ungkapnya.

Ketua Ultras Kupang, Vecky Taseseb

Sementara itu, Ketua Ultras Kota Kupang Vecky Taseseb menyampaikan untuk model dialog publik akan dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi yakni dialog publik dan pembahasan komisi-komisi (Komisi 1 Ekonomi, Komisi 2 Birokrasi Pemerintahan, dan Komisi 3 Janji-janji Politik).

“Hasil dialog publik berupa catatan kritis akan dituangkan dalam sebuah rekomendasi yang disampaikan kepada kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi,” tandas Vecky.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pejuang Bravo 5 Bali Helat Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

16 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Pulau Bali merupakan pulau favorit untuk dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan Pulau Bali dipahami sebagian orang di luar sana adalah sebuah negara yang berada di dalam Negara Indonesia.

Tidak hanya itu Pulau Bali memiliki jumlah masyarakat yang heterogen dari berbagai macam suku, adat, budaya dan agama berbaur dalam satu mata rantai bermasyarakat yang sangat harmonis.

Melihat tingkat toleransi yang luar biasa antarumat beragama, maka Ketua PBL Bali I Putu Putra Jaya Wardana.ST.MT(MsTR) pada Selasa, 18 Februari 2020 malam, kepada awak media menyampaikan bahwa seluruh komponen Pejuang Bravo 5 Bali akan menghelat Sarasehan bertajuk “Potret Kerukunan Umat Beragama di Pulau Dewata Bali” dan dirangkai dengan Launching Buku Presiden RI berjudul “Kiprah Jokowi Membangun NKRI”.

Adapun sarasehan tersebut dihelat pada 20 Februari 2020 yang bertempat di Aula Universitas Hindu Indonesia, Bali.

“Diharapkan dengan diselenggarakannya sarasehan tersebut dapat meningkatkan rasa bangga kita menjadi bangsa Indonesia, bangga menjadi anak Indonesia, dan bangga memiliki Indonesia yang dengan keberanekaragaman agama, bahasa, adat dan budayanya tetapi tetap menjadi satu kesatuan yang solid,” ujar Ketua Pejuang Bravo 5 Bali, I Putu Putra Jaya Wardana.

Dirinya menambahkan yang akan menjadi narasumber utama adalah Menteri Agama RI, Jenderal TNI Purn. Fachrul Razi, Ketua Umum FKUB Indonesia, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet dan Rektor Universitas Hindu Indonesia, Prof.DR.Drh.I Made Damriyasa,MS.

Sementara itu, Sekretaris Pejuang Bravo 5 Bali, Eka Setiawan Hasibuan mengatakan bahwa kegiatan ini akan dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Dan seluruh Bupati/Walikota se Propinsi Bali, seluruh komponen Lintas Agama se Bali, seluruh Rektor se Bali, BEM se Bali dan seluruh ormas se-Bali. (*)

Sumber berita (*/Vidi IMO-Indonesia)
Editor (+rony banase)

Bank NTT Gandeng MarkPlus Latih Tim Marketing Handal Siap Gapai Target

111 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam menghadapi target pendapatan sebesar Rp.3 Triliun dan Laba 500 Miliar pada tahun 2020, telah mengambil langkah dan kebijakan termasuk mempersiapkan tenaga marketing handal.

Guna mempersiapkan tenaga marketing handal, Bank NTT menggandeng MarkPlus Institut untuk melatih dan membimbing sekitar 78 karyawan/ti agar dapat menjadi tenaga marketing handal yang bertugas di Kantor Pusat dan Kantor Cabang Bank NTT yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Dana Bank NTT, Hendry Wardono kepada awak media pada Selasa, 18 Februari 2020 pukul 11.10 WITA di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT. “Kegiatan pelatihan marketing Bank NTT diselenggarakan selama 5 (lima) hari sejak tanggal 17—19 Februari 2020 dilatih oleh MarkPlus dan pada 20—21 Februari 2020 khusus materi internal,” jelas Hendry.

Pelatihan yang dihelat oleh Direktorat Dana Bank NTT, urai Hendry, menggandeng MarkPlus karena memiliki daftar pengalaman (track record) mumpuni yang pernah menjadi konsultan Joko Widodo saat pencalonan dirinya menjadi Wali Kota Solo dan Presiden RI. “Pemilihan MarkPlus memang track record cukup bagus, sehingga kami pilih mereka (MarkPlus, red),” ungkap Hendry.

Fasilitator Instruktur MarkPlus, Eka Budiman saat memberikan pelatihan bagi Marketing Bank NTT, Foto oleh Rony Banase 

Mengenai materi yang diajarkan dan dilatih kepada marketing funding dan officer Bank NTT, jelas Hendry, semua hal yang terkait dengan dunia marketing (Total Marketing). “Usai memperoleh pelatihan diharapkan kinerja Marketing Bank NTT semakin lebih baik lagi ke depan,” harap Hendry.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan bahwa menghadapi kompetisi perbankan yang didominasi oleh IT dan persaingan dengan bank lain dan lembaga keuangan non bank, maka Bank NTT mengambil langkah untuk melatih tenaga marketing agar semakin handal dan efektif.

“Ini sebagai awal pelatihan bagi marketing Bank NTT dan bakal diikuti dengan penguatan SDM model pendidikan best practice sehingga dapat mengenali potensi diri, memanfaatkan talenta, mengenal dan memanfaatkan peluang pasar,” tandas Harry Riwu Kaho seraya berharap agar para marketing Bank NTT dapat paham produk dan mencapai target.

Suasana Pelatihan MarkPlus untuk Marketing Bank NTT, Foto oleh Rony Banase 

MarkPlus adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan marketing yang didirikan oleh Hermawan Kartajaya (Pakar Marketing Indonesia). Etika kerja yang dibangun berdasarkan passion for knowledge, business, service, dan people berhasil menjadikan MarkPlus memiliki banyak mitra di tingkat lokal, regional, hingga global.

Divisi MarkPlus Inc. terbagi dalam 4 bagian yakni MarkPlus Insight yang bergerak dalam social research, MarkPlus Institute pada bidang pelatihan, MarkPlus Consulting di bidang strategi pemasaran, serta MarkPlus Marketeers sebagai media perusahaan dalam berbagi informasi kepada komunitas dan masyarakat luas.

Fasilitator Instruktur MarkPlus, Eka Budiman kepada awak media menyampaikan kerja sama MarkPlus dan Bank NTT untuk memaksimalkan peran marketing Bank NTT agar dapat menjual produk secara mulai dari presentasi hingga closing penjualan.

“Cara MarkPlus mengubah marketing Bank NTT untuk menjadi Sales Hero dengan studi kasus, role play dan out bond,” urai Instruktur yang berpengalaman 9 tahun di MarkPlus ini yakin para Marketing Bank NTT dapat menjual produk lebih baik ke depan.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh Sandro—Bank NTT

Kementan & Pemda Bali Berkomitmen Kendalikan Kasus Kematian Babi

27 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyampaikan kesiapan dan komitmennya untuk terus membantu dalam mengendalikan penyakit pada babi yang dalam 1 (satu) bulan terakhir ini menjangkiti beberapa wilayah di Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikan I Ketut Diarmita, Dirjen PKH pada saat menemui Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali, pada Jumat, 14 Februari 2020.

Menurut Ketut, penyakit babi yang terjadi di Bali merupakan suspek African Swine Fever (ASF), dan tindakan pengendalian yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan di Provinsi Bali sudah tepat, hal ini terbukti dengan terkendalinya kasus.

“Berbeda dengan daerah ataupun negara lain, kasus kematian babi di Bali saat ini hanya mencapai 0,11% dari total populasi babi di Bali yang berjumlah 800 ribu ekor. Artinya petugas sudah sigap menghadapi kasus ini,” tambahnya.

Ketut juga menjelaskan bahwa Pemerintah telah berupaya membangun kapasitas dalam menghadapi kasus seperti kematian babi di Bali ini, karena kejadian kasus memang sudah diprediksi akan terjadi sebelumnya. Hal ini mengingat adanya penerbangan langsung dari negara tertular serta praktik pemberian sisa-sisa makanan sebagai pakan (swill feeding) yang memang biasa dilakukan masyarakat.

Swill feeding diduga merupakan sumber masuknya penyakit ini, mengingat sifat virus yang tahan pada makanan olahan dan juga di lingkungan,” ungkapnya. Namun demikian, Ketut juga menegaskan bahwa virus penyebab penyakit babi di Bali ini tidak dapat menular ke manusia (bukan zoonosis), sehingga masyarakat diimbau tidak takut konsumsi daging babi.

Pada kesempatan bertemu Gubernur Bali tersebut, Ketut memperkenalkan sebagian anggota tim ahli yang terdiri dari beberapa guru besar dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yakni Prof. I Nengah Kerta Besung dan Prof. IGN Kade Mahardika (FKH Unud), Prof. Sri Hadi Agung Priyono dan Prof. I Wayan Teguh Wibawan (FKH IPB University), Dr. AA Gde Putra (Komisi Ahli Kesehatan Hewan), dan drh. Agung Suganda (Kepala Pusvetma) yang saat ini dalam proses mengembangkan vaksin untuk mencegah ASF.

“Dalam waktu dekat, prototipe vaksin akan segera diuji coba, mudah-mudahan berhasil, sehingga bisa mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut,” imbuhnya.

Ketut menjelaskan bahwa pembuatan vaksin ASF ini tidak mudah, dan telah banyak negara mencoba membuatnya, namun belum ada yang berhasil membuat vaksin yang efektif mencegah penyakit. Ia berharap ada terobosan dalam pengembangan vaksin di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali menyampaikan apresiasinya kepada Kementan atas dukungannya dalam pengendalian penyakit babi yang terjadi. Ia meminta Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan jajarannya untuk tetap sigap dalam mengantisipasi kasus, dan mencegah penyebaran penyakit.

“Ini penting, mengingat babi merupakan penghidupan bagi masyarakat, khususnya untuk masyarakat Bali,” ungkapnya.

Mengakhiri kunjungan, Ketut kembali menegaskan komitmennya untuk terus membantu pengendalian penyakit pada babi di Bali.

Sumber berita (*/PBI/Red)
Editor (+rony banase)

Komisaris & Direksi Bank NTT Berani ‘Pink’ dan Turun ke Jalan di ‘Valentine Day’

124 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Warna pink sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang romantis karena warnanya yang lembut dan dikaitkan dengan Hari Valentin, warna ini bukan berasal dari bunga mawar yang notabene sering dijadikan sebagai hadiah di hari kasih sayang.

Warna pink juga jadi latar kegiatan Bank NTT pada momentum Valentine Day pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00 WITA—selesai di Bundaran Gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan bunga valentin kepada pengendara roda empat

Mengenakan kaos polo berwarna pink, jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT berani turun ke jalan bersama para Kepala Divisi dan Karyawan/ti Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang, membagikan bunga dan balon valentine juga mengenalkan Tabungan Valentine dengan cashback berupa beragam barang yang sesuai dengan nominal pembukaan rekening awal di Bank NTT.

Berani pink oleh jajaran direksi Bank NTT

Karena warna pink juga identik dengan warna perempuan dan warna merah jambu (Pink,red) sering dikaitkan dengan sifat-sifat dan hal-hal yang feminin, namun dalam momentum Valentine Day 2020, Komisaris Utama, Juveline Jodjana dan Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho berani turun ke jalan menggunakan pink dan berpeluh dengan segenap karyawan.

“Saya kaget dan memberikan apresiasi kepada Direktur Milenial (Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang inovatif dan punya ide-ide yang out of the box karena memberikan kejutan harus menggunakan baju berwarna pink,” ujar Juveline kepada awak media.

Alasannya, lanjut pengusaha perhotelan dan penerbangan ini, laki-laki pakai pink rasanya gimana ya? “Saya merasa dikerjain,” ujarnya berkelakar.

Bank NTT, urai Komut Juvenile Jodjana, harus punya inovasi apalagi tahun ini dikejar dengan target laba tahun 2020 yang signifikan sebesar Rp.500 Miliar. “Dewan Komisaris juga terus mengawasi kerja direksi dan ternyata apa yang mereka hitung sangat smart dan consider untuk dilakukan,’ ujar pria Manggarai ini mengakhiri wawancara.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Valentine Day’ ala Bank NTT, ‘Cashback Valentine’ Hingga bagi Bunga & Balon

119 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aksi fenomenal ditunjukkan oleh Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam memaknai Hari Raya Kasih Sayang (Valentine Day) tahun 2020. Dari jajaran staf, kepala divisi, direktur hingga komisaris rela turun ke jalan raya dan berpeluh bersama para pengguna jalan.

Mengambil lokasi di bundaran Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 14 Februari 2020, dalam nuansa Valentine Day, jajaran Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang memakai baju polo serba pink dan membagikan bunga, balon, dan selebaran Tabungan Valentine.

Pose bersama karyawati Bank NTT di sela-sela kegiatan Valentine Cashback Bank NTT

Aksi yang dimulai pada pukul 08.00 WITA—selesai tersebut, dimulai dengan pembagian bunga valentine kepada para pengendara roda dua dan roda empat oleh Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho; Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; para kepala divisi, dan karyawan Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media menyampaikan tentang aksi Bank NTT memaknai Valentine Day di tahun Tikus Logam ini dengan Bank NTT mengajak masyarakat untuk ke depan dapat melakukan implementasi kasih yang bersifat edukasi.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Melalui edukasi menabung di hari kasih sayang ini merupakan momentum membangkitkan spirit menabung untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Mengenai jenis cashback dari pembukaan Tabungan Valentine, Riwu Kaho menjelaskan bahwa cashback yang diberikan berupa semua jenis barang yang lebih beragam dan sepadan dengan nilai tabungan.

Karyawan dan karyawati Bank NTT berpose bersama pengendara roda dua

Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana mengatakan Bank NTT sebagai Bank Pemerintah Daerah dalam momentum hari kasih sayang seperti ini perlu tampil di berbagai event yang bagus dan berguna bagi masyarakat.

“Termasuk kegiatan hari ini juga berguna untuk memberikan warna baru dan berbeda dalam pemberitaan dan meng-counter berita-berita miring tentang Bank NTT,” tandas mantan Komisaris di PT Flobamor ini dengan penuh keyakinan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)