Arsip Kategori: Regional

PLN Alirkan Listrik ke 18 Desa Terpencil di NTT, Investasi 20,8 Miliar Rupiah

206 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-Badai  Seroja pada April 2021, PLN bergerak cepat melistriki 18 desa terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program listrik desa.  Dengan total investasi sebesar Rp.20,8 miliar, sekitar 742 warga di 18 desa tersebut telah menikmati listrik.

PLN menginvestasikan senilai Rp.28 juta untuk melistriki tiap warga di desa-desa tersebut. Tingginya biaya investasi disebabkan lokasi 18 desa yang terisolir.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko menyatakan, pencapaian ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk melistriki desa 3T demi mewujudkan energi berkeadilan hingga ke pelosok negeri. “Sesudah pemulihan pasca-bencana, PLN kebut melistriki desa-desa dari April hingga pertengahan Juni 2021 dan telah berhasil melistriki 18 desa tersebar di NTT,” ujarnya.

Adapun 18 desa sudah menikmati listrik tersebut tersebar di Pulau Flores yaitu Desa Boafeo, Desa Wologai, Desa Focoloderawe, Desa Nagerawe, di Sumba ada Desa Bolora, di Kalabahi ada Desa Welai Selatan,  Desa Tominuku, Desa Fuisama, Desa Malaipea. Kemudian, di Kabupaten Sabu, ada Desa Tada, Desa Bebae, Desa Loborui, Desa Waduwalla, Desa Eikare, Desa Raerobo, Desa Daiano, Desa Matei, dan di Kabupaten TTS, Desa Kaeneno.

Jaringan listrik yang dibangun oleh PLN UIW NTT

Untuk melistriki ke 18 desa tersebut, lanjut Jatmiko, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 62,79 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 46,09 kms, 18 Gardu dengan kapasitas 900 kVA.

Saat ini, rasio elektrifikasi untuk wilayah NTT mencapai 88,37 persen per Mei 2021 dan Rasio Desa Berlistrik telah mencapai 96,21 persen per Mei 2021.

Sementara itu, Jatmiko mengaku Program Listrik Desa ini membutuhkan sinergi dan kerja ekstra, terutama dalam hal pengangkutan tiang ke lokasi karena medan yang cukup sulit. Sebagian material itu dibawa secara manual dibantu warga desa setempat. “Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang sudah dengan sukarela membantu kami,” ungkapnya.

Jatmiko juga mengapresiasi dukungan pemda dalam mempercepat penyaluran listrik ke desa-desa terpencil. “Kami berharap dukungan pemerintah daerah khususnya pada kemudahan perizinan pembangunan serta saat penarikan kabel dan penentuan lokasi gardu dapat berjalan dengan lancar.

Mewakili masyarakat, Camat Alor Tengah Utara, Sabdi Makanlehi bersyukur atas mengalirnya listrik di wilayahnya. Penantian panjang puluhan tahun, akhirnya berbuah manis. “Akhirnya setelah proses yang panjang, masyarakat di sini bisa menikmati listrik dan berharap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga sehingga lebih meningkatkan roda ekonomi masyarakat,” ungkapnya

PLN akan terus melakukan pembangunan infrastruktur kelistrikan ke daerah-daerah yang belum mendapatkan aliran listrik PLN melalui Program Listrik Desa. Diharapkan kehadiran listrik desa bisa membuat warga lebih produktif, menggerakkan perekonomian sehingga kesejahteraan warga desa kian meningkat.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas pln)

Editor (+roni banase)

Reaksi Pemprov NTT atas Kasus Tumpahan Minyak Montara Australia 2009

215 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Keputusan Pengadilan Federal Australia memenangkan gugatan ribuan Petani Rumput Laut NTT atas perusahaan kilangan minyak Montara Australia tahun 2009, yang mewajibkan membayar ganti rugi mencapai triliunan kepada para petani.

Pemerintah Provinsi (Pemprov)  NTT meminta Pemerintah Pusat untuk lebih serius memperjuangkan ganti rugi kasus tumpahan minyak Montara Australia tahun 2009 tersebut.

Wakil Gubernur NTT,  Josef  Nae Soi saat beraudiensi secara  luring dan daring dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Pembentukan Tim Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Laut di Wilayah Perairan NTT di ruang rapat Gubernur, pada Rabu, 23 Juni 2021 menegaskan, Pengadilan telah memenangkan Rakyat NTT, tetapi pemerintah pusat masih diam, belum ada action ‘aksi nyata’.

Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan (PPSDK) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Matheus Eko Rudianto, perwakilan UNDP, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT,  Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Karo Administrasi Pimpinan NTT, perwakilan Biro Hukum NTT, dan pemangku kepentingan lainnya.

Wagub Nae Soi pun kembali menegaskan, Masyarakat NTT masih belum dapat ganti kerugian. “Rakyat kita sudah menderita beberapa tahun. Kita telah berjuang, tapi pemerintah pusat terkesan belum bergerak optimal. Dan ini kami sudah sampaikan itu ke Presiden dan akan kami sampaikan lagi,” ujarnya.

Wagub Nae Soi meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk serius memperjuangkan hal ini karena Rakyat NTT sudah terlalu lama menderita akibat hal ini. “Saya akan diskusikan hal ini dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, agar jangan hanya fokus untuk memproduksi berbagai peraturan teknis tentang penanganan pencemaran laut sementara hal yang sudah terjadi dan di depan mata yakni penderitaan Rakyat NTT akibat kebocoran kilangan minyak Australia tidak kita perjuangkan secara maksimal. Saya minta Pengawas dari kementerian ini untuk lakukan aksi nyata daripada hanya sekadar berpatroli, ” tegas Wagub JNS.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat secara  luring dan daring dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Pembentukan Tim Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Laut di Wilayah Perairan NTT di ruang rapat Gubernur, pada Rabu, 23 Juni 2021

Lanjut Wagub Nae Soi menjelaskan sebagai orang yang pernah terlibat dalam mengawal perjuangan ini, ia melihat argumen-argumen diplomasi yang disampaikan instansi (kementerian) teknis belum cukup meyakinkan dunia internasional. “Saya harus omong ini secara keras dan serius karena Rakyat NTT menanggung penderitaan luar biasa selama hampir 10 tahun lebih tanpa mendapatkan ganti rugi satu sen pun. Sepertinya kita dianggap remeh oleh Australia,” ulas mantan anggota DPR RI tiga periode itu.

Wagub Nae Soi membandingkan kasus serupa yang pernah terjadi antara Amerika dan Meksiko dalam tumpahan minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko tahun 2010 yang mana sesudah putusan pengadilan, Perusahaan Kilangan Minyak langsung mengganti rugi kepada masyarakat. “Saya juga minta UNDP untuk membantu Pemerintah Indonesia  dalam mendesak Australia untuk segera mengeksekusi hak-hak ganti rugi dari Rakyat NTT sesuai putusan pengadilan,” jelasnya.

Terkait dengan  Pembentukan Tim Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Laut di Wilayah Perairan NTT, Wagub Nae Soi mengharapkan agar anggota tim yang ditempatkan tidak semata berdasarkan pangkat dan golongan. Juga tidak boleh hanya untuk memenuhi ketentuan Peraturan Menteri, tapi harus berdasarkan kompetensi.

“Tim ini punya kedudukan strategis ke depannya. Saya tidak akan tanda tangan SK kalau anggota timnya tidak kompeten. Anggota tim harus mengerti tentang laut dan potensi permasalahan internasional yang dihadapi. Jadi, bukan hanya berhadapan dengan nelayan kecil. Saya minta Kadis Lingkungan Hidup dan Kadis Perikanan dan Kelautan supaya tempatkan orang mumpuni di situ,  bukan lihat pangkat dan golongannya saja,” tegas Wagub Nae Soi.

Wagub Nae Soi juga meminta agar dalam Peraturan Gubernur terkait ini dimasukkan semua aturan perundang-undangan lintas sektoral sebagai konsideransnya. “Saya akan ikuti terus tim ini. Aksinya harus lebih nyata daripada dasar hukumnya. Dasar hukum sudah terlalu banyak, tetapi tolong kegiatannya harus jelas dan rinci. Bulan depan mau bikin apa, goal atau tujuannya apa, tahapan-tahapan  untuk capai goal itu bagaimana.  Anggota boleh sedikit tapi output dan outcome jelas. Termasuk lakukan negoisasi dengan Australia agar hak-hak rakyat NTT sesuai keputusan pengadilan segera dipenuhi,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan (PPSDK) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Matheus Eko Rudianto, menjelaskan Pembentukan tim ini berkaitan dengan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pencegahan Pencemaran, Pencegahan Kerusakan, Rehabilitasi serta Peningkatan Sumber Daya Ikan dan Lingkungannya serta Permen Perikanan dan Kelautan Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pengawasan Ruang Bawah Laut juga Permen lainnya tentang Sanksi Administrasi dan Penyelesaian Sengketa.

“Tugas tim ini adalah susun rencana aksi penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Laut di wilayah NTT. Harapannya tim ini segera terbentuk karena untuk tingkat provinsi, baru Provinsi Kepulauan Riau yang sudah punya tim seperti ini. Kalau di sini sudah terbentuk, NTT jadi provinsi kedua di Indonesia yang punya tim seperti ini,” jelas Matheus yang sudah menyandang jabatan baru sebagai Pengawas Perikanan Ahli Utama sejak Senin, 21 Juni 2021.(*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

UMKM di NTT Masih Individual & Lemah, Perlu Peningkatan Kapabilitas

223 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Sekitar 437.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyerap hampir 78 persen atau sebesar 1,5 juta tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 64,7 persen (sesuai data BPS). Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja usai even Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada Sabtu malam, 19 Juni 2021.

“UMKM sangat memiliki peran strategis di ekonomi NTT, dengan melihat kondisi tersebut, maka perlu Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder berkolaborasi menyatukan langkah sehingga UMKM dapat dikembangkan dengan baik dari sisi kelembagaan, kapabilitas, dapat bagaimana mereka dapat mengakses pembiayaan,” terang I Nyoman Ariawan Atmaja sembari mengungkapkan Dana PEN dari pemerintah yang disalurkan Bank Indonesia tahun 2021 sekitar Rp.51 Triliun.

Dana PEN Bank Indonesia bagi UMKM tersebut tak ada capping ‘dialokasikan’ untuk masing-masing provinsi, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, asalkan UMKM memenuhi syarat administrasi dan syarat assessment dari Perbankan, maka mereka dapat mengakses secara penuh. “Ini yang perlu kita siapkan. Dan beberapa kelemahan UMKM hasil interaksi kami selama 2 tahun yakni pertama dari sisi kelembagaan yang belum terbangun dengan baik sehingga UMKM masih bersifat individual dan belum menjadi kelembagaan yang kuat,” urai Nyoman Ariawan.

Kelemahan kedua, urai Nyoman Ariawan, terkait kapabilitas yang belum merata. “Jika dapat order ‘pesanan’ maka kuantitas dan kualitas tak dapat dicapai. Tak hanya itu, packaging  ‘pengemasan’ juga belum bagus, maka perlu penguatan dari sisi packaging sehingga layak menjadi oleh-oleh khas NTT,” ungkapnya seraya mencontohkan kemasan yang bagus punya La Moringa, Lewi’s Organics, dan La Bajo (3 dari 11 UMKM yang ikut serta dalam even Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo)

Nyoman Ariawan pun membeberkan hasil survei Bank Indonesia, hampir 87 persen terdampak pandemi Covid-19 yang mana terjadi penurunan terhadap omzet. “Sehingga perlu didorong agar pemasaran bisa lebih bagus dan tepat sasaran,” katanya.

Kelemahan terakhir terkait pembiayaan, ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang fokus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi ini pun menyampaikan bahwa dirinya telah duduk bareng selama 8 (delapan) bulan dengan OJK, DJPB, OPD.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat berbincang dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate saat Even Gernas Bangga Buatan Indonesia

“Belum ada yang siap secara kelembagaan maupun kapabilitas yang dapat mengakses dana pembiayaan dari pemerintah melalui Perbankan, kecuali di Perdagangan,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya pernah dijanjikan 300 Kelompok Ternak Sapi oleh Bupati Kupang, hingga saat ini hanya terdapat 17 kelompok yang telah dibiayai oleh Bank Negara Indonesia (BNI).

Lanjut Nyoman Ariawan Atmaja seraya menandaskan, “Bagaimana pertumbuhan ekonomi NTT bisa bagus di atas 5—7 persen, jika hal-hal tersebut tidak siap? Bagaimana jika pertumbuhan itu sustainable kalau sektor riil tak siap untuk diakseskan ke Perbankan? Itulah permasalahan utama kita di Nusa Tenggara Timur!”

Peningkatan Kapabilitas UMKM oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT

Guna menyikapi kondisi tersebut, beber I Nyoman Ariawan Atmaja, Bank Indonesia Perwakilan NTT menyiapkan beberapa langkah di antaranya:

Pertama, Kelas Online UMKM via zoom (juga berlaku umum, red) dengan kapasitas seribu orang setiap 2 (dua) minggu. “Namun, terkendala sinyal dan infrastruktur yang belum memadai di NTT,” urainya.

Kedua, BI YES (Young Entrepreneur School) dengan kelas Basic ‘Dasar’ dan Advance ‘Lanjutan’ yakni kelas khusus untuk membangun usaha dan mengembangkan usahanya yang telah ada.

Tak hanya itu, ucap I Nyoman Ariawan Atmaja, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti BPOM untuk penyediaan Sertifikat Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan PIRT. “Kondisi tersebut dapat mendukung UMKM dari sisi kelembagaan agar semakin kuat dan layak di pasaran,” harapnya.

I Nyoman Ariawan Atmaja dan Johny G Plate saat memperagakan simbol QRIS

Bank Indonesia pun, pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja, duduk bareng dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DJPB, dan Biro Ekonomi Setda Provinsi NTT guna membangun “Pokja Pembiayaan” dengan target mendorong bank-bank untuk membiayai UMKM NTT melalui Pilot Project

“Jadi off taker kita siapkan, misalnya ternak sapi yakni Klik Daily akan siap mengambil seluruh produksi Sapi di NTT, dan Bank akan memberikan pembiayaan termasuk melakukan pendampingan terhadap kelompok ternak. Mengapa Sapi? Karena NTT terkenal dengan produksi Sapi, lalu Babi, dan Kambing. Dan kondisi ini sementara berjalan,” bebernya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Listrik Nyala 24 Jam di Batas NTT-Timor Leste, Warga Ucap Terima Kasih

418 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia |Sebanyak 845 masyarakat di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste, kini dapat menikmati listrik 24 jam tanpa henti berkat peningkatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Oepoli di Desa Netemnanu Utara, Kabupaten Kupang

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (IUW) NTT, Agustinus Jatmiko berharap kehadiran listrik selama 24 jam dapat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Hari ini, PLN bersama seluruh tim datang dan mulai mengoperasikan sistem kelistrikan Oepoli yang awalnya 12 Jam menjadi 24 Jam Penuh. Saya harap warga di Oepoli, para tokoh masyarakat, para Perangkat Desa dapat memanfaatkan energi listrik tersebut lebih produktif, sehingga perekonomian masyarakat Oepoli semakin meningkat,” ucap Jatmiko pada Minggu, 20 Juni 2021.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat memantau pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Oepoli

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, untuk melistriki daerah perbatasan membutuhkan upaya keras. PLN harus menambah kapasitas pembangkit dengan mendatangkan 1 Unit Mesin 160 kilo Watt (kW) dan 1 unit trafo dari kota Kupang dengan waktu tempuh selama 7 jam perjalanan.

“Kita ketahui, daerah Oepoli terletak di Kecamatan Amfoang Timur yang terkenal dengan medan yang terjal dan sulit dijangkau karena harus melewati banyak sungai dan anak sungai,” jelas Jatmiko.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Netemnanu Utara, Andrea Mora bersyukur atas listrik yang dapat dinikmatinya tanpa henti sekarang. “Puji Tuhan, kami masyarakat Kecamatan Amfoang Timur mengucapkan terima kasih yang berlipat ganda karena listrik di Oepoli sudah menyala 24 Jam, kami tidak memberi apa-apa kepada PLN, tetapi kami menghaturkan dengan ucapan doa,” tutur Mora.

Hingga kini PLN terus berupaya agar seluruh wilayah NTT dapat menyala 24 jam sehingga mendorong peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat. (*)

Sumber berita dan foto (*/humas pln)

Editor (+roni banase)

Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

711 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada Selasa, 15 Juni 2021. Gubernur VBL meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT.

“Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain. Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertemu dengan pengurus Akademi Teknik Kupang

Kampus ATK dan lulusannya, jelas VBL, harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. “Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” terangnya.

Gubernur VBL juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan. “Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer knowledge ‘pengetahuan’ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreativitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” urainya.

Selain itu, tandas Gubernur VBL, kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi Industrial. “Saat ini, IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka, kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Cahaya Listrik di Kebun Buah Naga, Atensi dan Peduli PLN bagi Petani TTU

369 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | PLN terus mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN UIW NTT memberikan bantuan 460 lampu, instalasi air dan pemasangan listrik baru senilai Rp.130 juta guna meningkatkan produktivitas Petani Buah Naga di Desa Nunmafo, Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan bantuan yang diberikan kepada Petani Buah Naga di TTU, dikemas dalam program PROLIGA (Program Listrik untuk Buah Naga). “Kami ingin TJSL kami, yaitu PLN Peduli dapat memberikan kontribusi secara berkelanjutan dan membuat masyarakat semakin sejahtera khususnya di Kabupaten TTU dan dengan meningkatnya produktivitas tentu akan meningkatkan kesejahteraan serta membentuk kemandirian ekonomi masyarakat.” tuturnya.

Melalui Elektrifikasi Pertanian Buah Naga ini, imbuh Agustinus Jatmiko, untuk meningkatkan produksi buah naga di luar musim panen. Peningkatan produksi dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik di malam hari dan di setiap pohon untuk membantu proses panen buah naga agar lebih cepat dan lebih baik.

Sinar Listrik PLN Menerangi Kebun Petani Buah Naga di Insana

“Program ini terinspirasi dari inovasi Kelompok Tani di Pulau Jawa-Banyuwangi yang juga sudah bekerja sama dengan PLN. ‘PROLIGA’ ini merupakan modernisasi pertanian dengan menggunakan listrik, dengan lahan terbatas bisa meningkatkan produktivitas buah naga hanya dengan pemberian lampu di setiap malam,” ungkap Jatmiko.

Sementara itu, Bupati TTU, Drs. Juandi David mengungkapkan apresiasi atas bantuan yang diberikan bagi Petani Buah Naga. “Pada kesempatan kali ini, saya bersama GM PLN UIW NTT datang dengan beberapa maksud. Yang pertama PLN selama ini kita lihat selalu menebang pohon untuk menjaga keandalan jaringan listrik tetapi PLN juga mencintai alam, tumbuhan dan perkebunan. Contohnya, malam ini kita menyaksikan sekaligus sempat menanam anakan pohon sebanyak 2.000 lebih sumbangan dari PLN di Desa Fatoin,” ucap pasangan Eusabius Binsasi.

Bupati TTU, Juandi David (kiri) bersama GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko (tengah), dan Petani Buah Naga Insana

PLN, lanjut Juandi David, memberikan perhatian kepada Kelompok Tani Buah Naga untuk meningkatkan produktivitas buah naga. Di mana buah naga yang disinari lampu akan meningkatkan kualitas dan kuantitas buah naga. “Kami harap ke depannya tidak hanyak 1 kelompok tani saja tapi bisa diikuti oleh kelompok yang lainnya” pintanya sembari mengucapkan terima kasih kepada GM PLN dan jajaran yang memberikan perhatian kepada masyarakat, “Semoga melalui penanaman buah naga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat  TTU khususnya di Kecamatan Insana.” tandasnya.

Perwakilan Kelompok Tani Buah Naga, Ignasius Neno Naisau, mengucapkan terima kasih kepada PLN yang memberikan bantuan berupa lampu di kebun Buah Naga, “Malam ini sudah menyala, saat ini ada hampir 800 pohon Buah Naga di kebun kami dan setiap panen, rata – rata kami mendapatkan penghasilan sebesar 30 juta rupiah. Dengan adanya lampu – lampu ini kami harap dapat meningkatkan produktivitas kebun buah naga ini.” ujarnya.

Aksi Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan, PLN Tanam 2 Ribu Pohon di TTU

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur juga menanam 2.250 pohon. Beragam anakan pohon tersebut ditanam di Kecamatan Insana pada Kamis 10 Juni 2021. Kegiatan ini dihadiri Bupati Timor Tengah Utara beserta warga setempat, PLN Unit Kefamenanu dan juga kelompok PIKK (Persatuan Istri Karyawan Karyawati) PLN UIW NTT.

General Manager UIW PLN NTT, Agustinus  Jatmiko menyampaikan, penanaman pohon dilakukan sebagai aksi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Kegiatan ini berlangsung menyusul maraknya isu terkini yang menjadi perhatian dunia. Yaitu perubahan iklim dan pemanasan global.

Aksi menanam pohon oleh PLN UIW NTT di Kabupaten Timor Tengah Utara

Dampak paling jelas, terang Jatmiko, adalah panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan. Makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” merata seperti demam berdarah, diare, dan malaria, juga merupakan akibat dari terjadinya perubahan iklim.

“Dengan dampak tersebut, PLN melalui TJSL membantu mengelola lingkungan seperti penanaman anakan pohon akan mampu menyerap kadar Co2 dalam atmosfer.” ujar Jatmiko.

Jatmiko pun berharap, dengan penanaman 2.250 pohon secara simbolis di Kecamatan Insana, Kabupaten TTU ini, dapat menggerakkan seluruh warga NTT sebagai pewaris Tanah Timor dapat menjaga dan melestarikan alam sekitarnya dari ancaman bahaya pemanasan global dan lain sebagainya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Jasa Raharja Beri Santunan Kecelakaan 50 Juta ke Keluarga Korban di Alor

258 Views

Alor-NTT, Garda Indonesia | PT  Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan santunan senilai Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kepada ahli waris korban kecelakaan maut di Jalan Herman Yohanes, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada Rabu, 9 Juni 2021.

Kecelakaan maut di ruas Jalan Herman Yohanes terjadi sekitar pukul 18.00 WITA, menewaskan Yairus Markos Lanikari, berawal dari pengendara sepeda motor  bergerak dari arah belakang kampus Undana dengan tujuan ke arah Lasiana bertabrakan dengan pengemudi mobil tronton yang bergerak dari arah berlawan dan hendak berbelok ke arah kanan jalan.

Kepala Cabang Jasa Raharja Nusa Tenggara Timur Radito Risangadi yang diwakili oleh penanggung jawab Jasa Raharja Kabupaten Alor, Agus Prasetiyo bersama Kepala UPT Samsat Alor dan Kepala Desa Pailelang, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor bersama-sama menyerahkan secara simbolis Dana Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan, pada Jumat, 11 Juni 2021.

Keluarga korban yang mendapatkan santunan adalah ibu kandung almarhum an.  Yuliana Pius Aran (50 tahun) orang tua dari alm. Yairus Markos Lanikari. Santunan 50 Juta rupiah diberikan kepada kedua keluarga korban kecelakaan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 dan Nomor 16/PMK.010/2017.

Kepala Cabang Jasa Raharja Nusa Tenggara Timur, Radito Risangadi

Kepala Cabang PT Jasa Raharja NTT, Radito Risangadi saat dihubungi via telepon, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga besar di Kabupaten Alor. “Saya ucapkan turut berduka yang mendalam atas meninggalnya almarhum, semoga orang tua dan keluarga besar di Alor diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Radito.

Dijelaskan Radito, PT Jasa Raharja sebagai member of Indonesia Financial Group telah diberikan amanah oleh undang-undang untuk menyelenggarakan Program Dana Pertanggung Wajib Kecelakaan Penumpang dan Program Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dengan metode komunikasi terapeutik (komunikasi yang menenangkan).

“Dana santunan yang diterima oleh korban yang mengalami kecelakaan bersumber dari pembayaran SWDKLLJ yang dibayarkan oleh masyarakat saat melakukan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Samsat. Sehingga kami juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pembayaran SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) di Samsat sebelum jatuh tempo,” tandas Radito.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim Jasa Raharja NTT)

Editor (+roni banase)

Geliat Ekonomi di Desa Kambatatana, Pelaku Usaha: Terima Kasih Bank NTT

333 Views

Sumba Timur, Garda Indonesia | Empat pelaku atau kelompok usaha di Desa Kambatatana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merasakan manfaat pendampingan dan pembinaan dari Bank NTT di antaranya Rumah Tenun Tirta Hamuli Panggolu, Usaha Tomat Kel.11, Wahana Air & Pemandian, serta Usaha Ternak Sapi dan Kuda Sumba.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/12/desa-makatakeri-sumba-tengah-optimalkan-lopo-dia-bisa-bank-ntt/

Tak hanya empat usaha, ada lagi 11 (sebelas) usaha binaan Bank NTT Cabang Waingapu yang juga memperoleh edukasi dan pendampingan guna mengoptimalkan layanan digital melalui Lopo Dia Bisa dan penggunaan QRIS Bank NTT antara lain Kelompok Tenun Ikat Hina Wangunahu, Pamutu Ndedi Tuama, Mondu Lambu, Wulak Mamila, Panamung Maparera, Opang Mandangu, Kurra Hilijullu, Kanuhu Patangara, Milla Mungga Eti, Tenun Ikat Sumba, dan Kelompok Tenun Ikat Ori Angu.

Foto bersama Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Kadiv Pemasaran Kredit Mikro Kecil dan Konsumer, Johannis Tadoe, Pengelola Rumah Tenun Tirta Hamuli Panggolu dan para penenun

Saat kunjungan Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Johny Rohi bersama Kepala Divisi Pemasaran Kredit Mikro Kecil dan Konsumer, Johannis Tadoe dan Pemimpin Cabang Bank NTT Waingapu, Yusuf Hanggar Mawolu, S.Sos. saat meninjau dan menilai Desa Kambatatana pada Jumat pagi, 11 Juni 2021 pukul 09.00 WITA—selesai, tim juri menjumpai spanduk Agen Dia Bisa di beberapa rumah penduduk dan terpampang barcode scan QRIS di tempat usaha.

Kepada Garda Indonesia pada Jumat, 11 Juni 2021 pada saat penilaian Festival Desa Binaan Bank NTT oleh Johny Rohi; keempat pelaku usaha binaan Bank NTT Cabang Waingapu menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Bank NTT, seperti pengelola Usaha Tomat Kel.11, Petrus Ngorodi. “Awalnya kami bertani secara tradisional, namun setelah didampingi oleh Bank NTT, hasilnya lebih mantap,” ungkapnya seraya menyampaikan, kini para petani lain ikut caranya bertani tomat.

Barcode QRIS Bank NTT pada Kebun Tomat Kel.11 di Desa Kimbatatana

Petani Tomat yang akrab disapa Bapa Demus pun berharap agar Bank NTT dapat memfasilitasi agar para pemasok hasil pertanian seperti hotel dapat membeli tomat budidaya mereka. “Kemarin saat panen, saya dapat 6,7 ton jika diuangkan sekitar 50 juta rupiah. Dan kami berharap ada pemasok besar yang dapat mengambil hasil kami,” tandasnya.

Senada, Pengelola Rumah Tenun Tirta Hamuli Panggolu, Katanga Teul menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT lalu mengisahkan jalinan kerja sama yang terbentuk saat dirinya mengunjungi Kantor Bank NTT Cabang Waingapu. “Kemarin (dalam tahun 2021,red), kami mencari relasi untuk membantu memasarkan tenun dan kami menjalin kerja sama dengan Bank NTT,” ungkapnya.

Pimpinan Cabang Bank NTT Waingapu, Yusuf Hanggar Mawolu, S.Sos di lokasi Usaha Ternak Kambatatana Indah

Sebelum bergabung dengan Bank NTT, imbuh Katanga Teul, Rumah Tenun Tirta Hamuli Panggolu kesulitan sekali memasarkan hasil Tenun Sumba. “Setelah bergabung dengan Bank NTT, ada kemudahan khusus karena kami diajarkan khusus tentang pemasaran digital sehingga produk kami dapat dilihat orang lain,” tandasnya seraya menyampaikan Kelompok Tirta Hamuli Panggolu terbentuk pada 15 Oktober 2013 yang beranggotakan 25 orang.

Sementara itu, Pengusaha Ternak Sapi, Kerbau, dan Kuda Sumba, Pura Jangga Ngaru mengatakan kerja sama dengan Bank NTT telah berjalan 8 (delapan) bulan. “Saya bisnis ternak, ambil (beli, red) Kuda, Sapi, Kerbau dari gunung lalu dijual lagi ke Orang Sulawesi dan saya merasakan perubahan besar karena bekerja sama dengan Bank NTT,” ujarnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)