Arsip Kategori: Regional

Pulih dari Covid-19, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Kembali Berkantor

212 Views

Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT,  Josef A. Nae Soi (JNS) dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kondisi kesehatan terkini dari pasangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut diungkapkannya saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan bertempat di ruang rapat gubernur pada Senin, 25 Januari 2020.

“Puji Tuhan dan terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat NTT, para ASN dan wartawan sehingga saya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sebelumnya, saya melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada tanggal 20 Januari. Saya sangat senang karena kondisi sudah pulih dan sehat kembali,” ujar Wagub Josef Nae Soi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/11/rumah-jabatan-mobil-wakil-gubernur-ntt-didesinfeksi-anti-covid-19/

Wagub Nae Soi pun ingin agar masyarakat yang terpapar Covid-19, jangan panik dan melakukan perawatan serta isolasi mandiri dengan disiplin. “Tingkatkan imunitas tubuh dan juga mengonsumsi makanan bergizi serta vitamin,” imbaunya.

Ia menjelaskan awal mula dinyatakan terjangkit virus Covid 19 pada tanggal 6 Januari 2021, usai melakukan rapid test dan swab yang mana sebelumnya sempat mengalami gejala demam tinggi. “Awalnya saya merasa demam tinggi sehingga melakukan rapid tes dan swab, kemudian dinyatakan positif juga nilai CN (Cycle Number) hanya berada pada angka 3 yang artinya saya terjangkit secara luar biasa. Saat itu saya demam sampai 38,9 derajat. Juga batuk dan mulut terasa hambar, serta badan agak lemas, nafsu makan hilang namun penciuman saya masih baik,” ungkapnya.

Wagub NTT Josef Nae Soi (tengah) didampingi Sekda Benediktus Polo Maing saat memberikan keterangan pers kepada awak media pada Senin pagi, 25 Januari 2021

Dalam keadaan seperti itu, papar Wagub Nae Soi, tidak mau putus asa dan bertekad untuk menghadapi dan melakukan perawatan untuk penyembuhan. “Saya isolasi mandiri di rumah dengan kamar tersendiri agar tidak ada kontak dengan anggota keluarga. Saya jaga pola makan, minum vitamin dan antibiotik, juga berolahraga,” jelasnya.

Pada Rabu, 20 Januari 2021, ungkap Wagub Nae Soi, melakukan tes PCR dinyatakan negatif. “Besoknya lagi saya tes swab dan dinyatakan mendekati negatif. Kemudian tanggal 23 Januari, saya minta lakukan lagi tes PCR dan dinyatakan negatif  nilai CN sudah naik menjadi kategori di atas 31 artinya kondisi sudah membaik,” bebernya.

Wagub Nae Soi juga mengimbau masyarakat NTT untuk tetap menjaga imunitas tubuh, menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak serta tidak berkumpul atau membuat kerumunan. “Kita sebagai manusia harus berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi bersama pandemi ini,” tegas beliau.

Ia menandaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan lakukan rapat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota juga mengimbau secara serius dan tegas untuk bisa melakukan pencegahan dan menekan tingkat produktivitas penularan  Covid-19. “Presiden juga sudah instruksikan dana penanganan covid harus terealisasi dengan baik di daerah untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi ini,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo Nailopo)

Foto oleh Humas Setda NTT

Editor (+roni banase)

Hasil ‘Swab Antigen’ Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Positif Covid-19

9.033 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Istri, Nyonya Elizabeth Rengka dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab antigen oleh petugas Rumah Sakit S K Lerik pada Kamis, 21 Januari 2021.

Kepada Garda Indonesia pada Jumat siang, 22 Januari 2021, Nyonya Elizabeth Rengka menyampaikan bahwa sebagai pejabat publik di Kota Kupang, ia dan Wakil Wali Kota Kupang wajib untuk menyampaikan kondisi kesehatan terkini kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada Pak (Wakil Wali Kota Kupang, red) untuk di-swab sembari menyampaikan kondisi kesehatan tak sehat saat kemarin (Kamis, 21 Januari 2021), sebelum beliau bertugas mengunjungi puskesmas,” urai Nyonya Elizabeth Rengka.

Dari hasil swab antigen tersebut, imbuh Elizabeth Rengka, kami dinyatakan positif. “Petugas dari rumah sakit datang ke rumah dan saya di-swab duluan, hasilnya positif. Kemarin juga langsung di-swab PCR, namun hasilnya belum keluar,” seraya mengungkapkan bahwa hasil swab antigen bapak Wakil Wali Kota Kupang pun positif.

Elizabeth Rengka yang juga menjadi Ketua Forkomwil Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) NTT pun menyampaikan informasi terkait kondisi dirinya dan Wakil Wali Kota Kupang yang terpapar Covid-19 atas hasil tes swab antigen.

Berikut isi pesannya di grup whatsapp “Hai sahabat Puspa NTT, kemarin saya dan suami swab antigen hasilnya + (positif), sekarang kami isoman (isolasi mandiri) di rumah. Maaf ya, rencana rapat kita tunda dulu. Doakan kami ya..semua seisi rumah sudah di-swab dan puji Tuhan semua – (negatif), memang yang terpapar sebelumnya adalah ajudan dan sopir.”

Beragam empati dan dukungan pun datang dari para anggota PUSPA antara lain:

Dr. Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana, “Tuhan Dokter Agung yakin bapa dan mama serta keluarga disembuhkan.”

Dani Manu dari LBH Apik, “Doa kami menyertai mama dengan bapa wakil.”

Jurnalis Senior Ana Djukana, “Tabib Agung menjamah mama, makan minum diberkati untuk pulih. Tetap semangat dan kuat ya. Doa kami untuk bapak dan mama.”

Dokter Essy dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT, “GWS Mama Ketua PUSPA NTT..Salam hormat untuk Bapak Wawali.”

Anggota DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, “Semoga lekas sembuh Ibu Ketua.. salam sehat untuk kita semua.”

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/istimewa, koleksi pribadi)

Diduga, Ketua RT di Kupang Mabuk Miras, Maki & Aniaya Mahasiswi Unwira

740 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Oknum Ketua RT, Yoseph Mone di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga telah meneguk minuman keras (miras), memaki mahasiswi HT dan memukul mahasiswi AK di wilayahnya dan telah menyebabkan warga sekitar mengeroyok EJL dan BIT, pada Rabu petang, 20 Januari 2021.

Informasi yang diterima Garda Indonesia dari para korban menyebutkan, bahwa saat itu, mereka hendak memberikan selamat kepada sepupu HT di Kos Anima Oesapa sekitar pukul 14.00 WITA, atas suksesnya ujian skripsi. Setibanya di TKP, Yoseph Mone sudah dalam keadaan setengah sadar akibat mengonsumsi miras. Yoseph Mone pun berdalil pandemi Covid-19, lalu pergi dalam keadaan mabuk parah untuk membubarkan kumpulan kelompok mahasiswa yang hanya berjumlah lima orang tersebut. Padahal, menurut para korban, di saat yang sama Yoseph Mone sendiri datang dalam kondisi mabuk dari acara kumpul keluarganya.

Yoseph Mone, lalu mendekat AK yang adalah seorang mahasiswi dan memukul tepat di bagian dada sebanyak dua kali. Tak terima dengan perlakuan tidak wajar itu, HT menarik AK untuk menjauh. Yoseph Mone, malah memaki HT dengan sebutan anjing, babi, kerbau, binatang, dan lainnya.

Korban EJL, melihat sepupunya HT dikasari dengan kata–kata tak senonoh, lalu mendekat ke arah Yoseph Mone untuk menegur secara baik–baik agar jangan memaki, karena HT seorang perempuan, yang juga saudarinya. Tetapi, teguran EJL itu justru mendatangkan petaka bagi dirinya dan BIT. Yoseph Mone tidak mau terima dengan teguran itu, lalu berusaha meninju EJL secara berulang–ulang sampai terjatuh sendiri akibat kondisi tubuh yang tidak seimbang. Warga sekitar yang tidak mengetahui pasti kejadian itu, lantas menuduh EJL yang telah memukul jatuh Yoseph Mone.

Selanjutnya, warga yang jumlahnya sekitar puluhan orang itu datang mengeroyok EJL dengan cara pukul, tendang dan melempari batu ke arah EJL berkali–kali di sekujur tubuhnya hingga tak berdaya, tanpa ada perlawanan.

Akibatnya, EJL menderita luka robek, bengkak, memar dan lebam di sejumlah titik badannya. Bahkan, sampai menjelang tengah malam pun, EJL masih susah diajak bicara oleh pihak keluarga, lantaran mengeluh sakit di bagian luar dan dalam tubuhnya. Selain EJL, korban BIT juga ikut dianiaya saat berusaha meminta massa untuk berhenti mengeroyok EJL.

Usai pengeroyokan tersebut, para korban pergi ke Polsek Kelapa Lima sekitar pukul 17.00 WITA, untuk membuat laporan polisi. Akan tetapi, niat melapor itu diurung lantaran pihak kepolisian menawarkan jalan damai kepada kedua belah pihak.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, SH., S.I.K yang dihubungi via sambungan telepon pada Rabu malam, 20 Januari 2021, membenarkan peristiwa itu. “Mereka masih di Kantor polsek, sedang ditangani oleh piket reskrim, perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan kembali”, ungkap Kapolsek melalui pesan SMS pada pukul 21.32 WITA.

Selanjutnya, menurut Kapolsek Kelapa Lima, pihaknya memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menempuh jalur damai, karena berdasarkan keterangan saksi, bahwa keduanya sama–sama menjadi korban. Selain keempat korban itu, kata Kapolsek, ketua RT juga memiliki luka lecet karena sempat ada kontak fisik dengan korban EJL.

Kedua belah pihak juga, tutur Kapolsek, diamankan dalam kurun waktu 1 × 24 jam sembari menunggu kesepakatan untuk saling berdamai. “EJL ditegur oleh Ketua RT karena kumpul–kumpul di masa pandemi Covid,” ujar Kapolsek via telepon pada pukul 23.02 WITA.

Sebagai informasi, terkait permintaan keluarga EJL untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER), AKP Andri Setiawan menerangkan, bahwa VER dilakukan jika ada Laporan Polisi (LP). LP ada dua model, yakni model A dan model B. LP model A dibuat oleh pihak kepolisian berdasarkan laporan warga tentang adanya keributan. Sedangkan, LP model B dibuat berdasarkan laporan korban dan pelaku sendiri.

Pihaknya juga tidak mendengarkan keterangan dari korban dan pelaku, melainkan keterangan dari para saksi, bahwa keduanya salah dan bisa saja saling melaporkan. “1 × 24 jam kita amankan. Intinya, saya tidak mau intervensi. Saya kembalikan kepada mereka berdua yang bermasalah. Kalau mau diselesaikan secara keluarga juga, monggo. Yang pasti, kita masih mengedepankan humanis, sehingga kita kembalikan ke mereka berdua,” papar Andri Setiawan.

Informasi terakhir yang diperoleh dari korban EJL dan BIT, pada Kamis dini hari, pukul 01.45 WITA menyatakan, masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan menandatangani surat pernyataan telah berdamai. Kedua belah pihak yang bermasalah pun sudah pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/shutterstock)

Aksi Solidaritas Notaris Theresia Dimu di Kejati NTT, INI & IPPAT Tutup Kantor

1.515 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pengurus Wilayah Nusa Tenggara Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dalam sesi konferensi pers bersama awak media pada Rabu, 20 Januari 2021 pukul 13.00 WITA—selesai di Restoran Nelayan, menyatakan rasa solidaritas terhadap kasus yang sedang menimpa rekan Notaris/PPAT Theresia Koroh Dimu, S.H., M.Kn. yang saat ini ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT terkait kasus penjualan aset (tanah) negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Ketua IPPAT NTT, Emmanuel Mali, S.H., M.H. menegaskan bahwa sebagai rasa solidaritas dan bentuk kekecewaan terhadap Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT, maka Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) memutuskan untuk menutup kantor di seluruh wilayah NTT.

“Kami sangat kecewa karena profesi pengacara dilindungi oleh undang-undang, sehingga mulai Kamis, 21 Januari 2021 hingga Sabtu, 23 Januari 2021 akan menutup kantor dan tidak melayani masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah,” papar Emanuel Mali seraya menyampaikan akan bersurat kepada Presiden Jokowi, Komisi III DPR RI, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung untuk meminta perlindungan hukum.

Emanuel Mali yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Kehormatan Notaris NTT mengungkapkan bahwa Majelis Kehormatan Notaris (MKN) telah melakukan sidang, kemudian memeriksa beliau (Theresia Koroh Dimu, red) dan tidak ditemukan adanya pelanggaran atau hasil kerjanya cacat hukum.

“Sebagai Ketua IPPAT NTT, saya menilai proses pembuatan hingga pendaftaran akta jual beli yang dilakukan oleh Ibu Theresia Koroh Dimu, setelah dilakukan penelusuran oleh Majelis Kehormatan Notaris, tidak ditemukan adanya pelanggaran atau kesalahan formil (karena notaris/PPAT bertanggungjawab terhadap tanggung jawab formil bukan material seperti KTP palsu, surat palsu, kuitansi palsu, surat lurah palsu, dan tanda tangan palsu),” tegas Emanuel Mali.

Kalau ada peran serta Notaris di situ, ulas Ketua IPPAT NTT, itu adalah rentetan daripada tindakan atau pembuatan akta tersebut. “Seluruh PPAT keberatan atas penetapan tersangka terhadap teman kami dan oleh karena itu kami telah mendaftarkan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang dan berharap agar pengadilan dapat mempertimbangkan hal itu dengan bijaksana dan kami sama sekali tidak mengintervensi apa yang dilakukan bapak/ibu di Kejaksaan justru sangat menghargai, namun khusus teman kami yang sedang ditahan, dia hanya sebatas menjalankan profesi sesuai amanat undang-undang,” tegas Emanuel Mali.

Pendaftaran praperadilan telah didaftarkan dengan nomor 2/P/Pra/2021/PNKupang oleh Theresia Koroh Dimu, S.H., M.Kn. yang mana semua rangkaian akan diurus oleh tim legal yang akan mengawal kasus tersebut untuk memperjuangkan hak dan akan membatasi diri secara prosedural dan profesional.

Pengurus Ikatan Notaris Indonesia (INI) NTT, dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) NTT Saat konferensi pers bersama awak pada Rabu, 20 Januari 2021

Apabila Ibu Theresia Koroh Dimu melakukan kesalahan, tandas Emanuel Mali, maka yang mengadili adalah Majelis Kehormatan Notaris dan melakukan sidang secara bertahap dan kemudian memberikan izin kepada Kejaksaan untuk diperiksa sebagai saksi.

Ketua INI NTT, Albert Wilson Riwu Kore, S.H. menegaskan bahwa Theresia Koroh Dimu tidak mempunyai alasan mendasar untuk menolak pembuatan akta jual beli dan Notaris tak masuk dalam perjanjian yang dibuat oleh para pihak. “Pada saat dokumen diserahkan kepada rekan kita Theresia Koroh Dimu dalam kondisi bersertifikat dan proses penerbitan sertifikat dilakukan oleh instansi resmi yakni BPN (Badan Pertanahan Negara) sehingga pejabat PPAT hanya melaksanakan tugas dan tidak masuk dalam hal material,” urainya.

Materi secara formil, terang Ketua INI NTT, hanya membuat akta dengan menuangkan  kepentingan antara penjual dan pembeli di dalam akta jual beli, sehingga tidak ada kepentingan apa pun untuk terlibat dalam rekayasa membuat surat keterangan palsu atau surat apa pun.

“Notaris atau PPAT sebatas melakukan proses formil saja, mengenai material tak punya kapasitas untuk mencari tahu. Jika ada sertifikat atau data palsu, maka proses lebih lanjut menjadi pidana umum,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PPAT Kabupaten  Kupang/anggota Majelis Kehormatan Notaris NTT, Yerak A. Bobilex Pakh, S.H., M.KN. pun menegaskan bahwa salah satu kewenangan PPAT untuk membuat akta jual beli yang mengacu pada pasal 1320 KUHP di mana syarat-syarat jual beli ada objek, subyek, dan klausul, sehingga sebagai PPAT melakukan cross check kembali ke BPN.

“Pengecekan bertujuan jika di kemudian hari ada sengketa, maka tak bisa melakukan proses berikutnya,” terang Bobi Pakh.

Tugas PPAT dan diberikan kewenangan, urai Bobi, untuk memberikan bantuan hukum kepada BPN karena BPN tak memiliki kewenangan untuk menerbitkan akta jual beli. “PPAT hanya menuliskan berdasarkan keterangan yang diberikan dan dituangkan ke dalam minuta akta (akta asli),” urainya.

Selain itu, tandas anggota Majelis Kehormatan Notaris NTT ini, Theresia Koroh Dimu diangkat sebagai Notaris pada tahun 2013. “Menurut catatan kami, beliau belum pernah diberikan sanksi berupa teguran lisan dan tertulis,” pungkas Bobi Pakh.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Ahli Waris Amelia De Oliviera di Timor Leste Terima Santunan dari Jasa Raharja

453 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Cabang PT Jasa Raharja NTT, Radito Risangadi menyerahkan Santunan Meninggal Dunia sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kepada ahli waris Warga Negara Timor Leste. Acara penyerahan santunan diadakan di Kantor Konsulat Timor Leste dan diterima  langsung oleh Jesuino Dos Reis Matos De Carvalo selaku Konsul Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sebagai pihak yang diberi Kuasa pada Selasa, 19 Januari 2021.

Jesuino Dos Reis Matos De Carvalo menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Jasa Raharja yang telah memberikan hak kepada warga negaranya sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Indonesia. “Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Republik Indonesia, melalui Jasa Raharja Cabang NTT yang telah membangun komunikasi dengan pihak konsulat,” ucapnya.

Sehingga pada hari ini, imbuh Konsul Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), kita dapat merealisasikan penyerahan dana santunan. “Semoga semangat kerja sama yang telah berlangsung tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tandasnya.

Foto bersama usai penyerahan santunan

Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT, Radito Risangadi menyampaikan sebagai Member Indonesia Financial Group (IFG), PT Jasa Raharja selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat bagi masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) sesuai Visi dan Misi Perusahaan.

“Ahli Waris yang merupakan warga negara asing berhak mendapatkan dana santunan dari PT Jasa Raharja yang telah diberi amanat sebagai pelaksana Program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang & Program Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” terang Radito.

Seperti diketahui, pada Sabtu, 16 Januari 2021, Amelia De Oliviera  mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Timor Raya KM.13, Kel. Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban ditabrak oleh pengendara SPM DH-8268-AJ saat hendak menyeberang jalan.

Korban meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan intensif di RS SK Lerik Kota Kupang. Setelah dilakukan pendataan oleh Penanggung Jawab Jasa Raharja Kabupaten Kupang, Ignasius Stefanus, diperoleh data dan fakta  bahwa ahli waris Alm. Amelia De Oliviera adalah Rui Manuel De Oliviera yang merupakan warga Negara Timor Leste.

Ke depan peran negara dalam memberikan perlindungan terhadap pengguna jalan perlu ditingkatkan terutama terkait mobilitas melalui perlintasan batas antar negara.(*)

Sumber berita dan foto (*/Yanto—Jasa Raharja NTT)

Editor (+roni banase)

Pasca-terpapar Covid, ‘Swab’ I Wagub NTT Negatif dan Gubernur Membaik

419 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi terkini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi secara fisik dalam keadaan segar dan sehat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing kepada awak media di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, pada Senin pagi, 18 Januari 2021.

“Pasca-diumumkannya pak Gubernur dan Wakil Gubernur terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 Januari 2021 lalu, kondisi terkini Bapak Gubernur dan Wagub masih menjalankan karantina dan secara fisik dalam keadaan segar dan sehat,” ujar Sekda Benediktus.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/15/ini-pesan-gubernur-ntt-saat-isolasi-covid-19-julie-laiskodat-kami-video-call/

Sekda juga menjelaskan bahwa kondisi Gubernur VBL dalam keadaan baik dan masih menjalani masa karantina  di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta. “Kondisi terkini Pak Gubernur masih menjalani karantina di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta, sesuai dengan protap medis terkait dengan penanganan Covid, sehingga pada saat ini beliau belum berada di tempat dan bekerja sebagaimana biasanya, namun secara fisik beliau dalam kondisi yang sehat dan segar,” terangnya.

Kondisi kesehatan terkini Bapak Wagub Josef pun disampaikan Sekda Polo Maing. “Terkait dengan perkembangan terkini kondisi Kesehatan Bapak Wagub Josef, beliau telah melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pertama setelah terkonfirmasi positif Covid-19 dan hasilnya negatif, saat ini beliau bekerja dari rumah, sambil menunggu secara medis pemeriksaan PCR yang kedua dan setelah pemeriksaan yang kedua hasilnya negatif, tentunya sesuai dengan protap medis, Bapak Wagub dapat kembali bekerja seperti biasa,” jelas Sekda Polo Maing.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/koleksi foto Julie Sutrisno Laiskodat)

Editor (+roni banase)

Alo Malo Ladi Pimpin DPW PKB NTT Masa Bakti 2021—2026

638 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) dalam sidang pleno Musyawarah Wilayah VI DPW PKB NTT pada Sabtu sore, 16 Januari 2021, menetapkan Aloysius Malo Ladi, S.E., sebagai Ketua Dewan Tanfidz, Sekretaris, Donatus Djo dan Bendahara, Marlince Adoe.

Sidang Pleno yang dipimpin oleh Faisol Reza, Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB yang memegang mandat bernomor : 5287/DPP/01/I/2021, juga menetapkan H. Ismail Dean sebagai Ketua dan Pdt. Junus Naisunis sebagai sekretaris Dewan Syuro DPW PKB NTT periode 2021—2026.

Kepada Garda Indonesia pada Minggu, 17 Januari 2021, Ketua DPW PKB NTT masa bakti 2021—2026, Alo Ladi (sapaan akrabnya, red) membeberkan perjalanan karier politik semenjak bergabung pada 2013. “Saya bergabung dengan PKB pasca tamat kuliah dan menjadi Ketua PAC PKB Maulafa,” urainya.

Perjalanan Karir Politik Alo Malo Ladi

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira (Unika) tahun 2000 ini pun melanjutkan kisahnya. “Dalam rangkaian waktu dan terus berproses, saya bergabung dengan DPC PKB Kota Kupang dan menempati posisi wakil ketua kemudian menjadi sekretaris dan maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan Kecamatan Alak pada tahun 2014,” ungkapnya.

Pose Ketua DPW PKB NTT Alo Ladi (berpeci hitam) bersama jajaran pengurus masa bakti 2021–2026

Ketua DPW PKB NTT masa bakti 2021—2026 yang dilahirkan dari rahim seorang ibu asal Pulau Rote bernama Huberta Mooy dan berayah Rafael Rua Ladi dari Pulau Sumba melanjutkan kisahnya. “Gagal sebagai caleg di Kota Kupang, kemudian pada tahun 2014, masuk dalam jajaran pengurus PKB Provinsi NTT dan menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB NTT pada 2016 mendampingi Ketua DPW PKB NTT masa bakti 2016—2021, Bapak Ir. Yucundinus Lepa,” urainya Alo Ladi.

Suami dari Losa Dasayani Dano dan ayah dari Rafael, Alisa, Belva Ladi ini pun kembali mengambil langkah politik sebagai calon legislatif DPRD Provinsi NTT dari PKB daerah pemilihan Sumba pada 2019. “Saya lolos dengan jumlah dukungan kurang lebih 11.700-an suara dan PKB menempatkan saya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB,” ujarnya.

Terkait program kerja DPW PKB NTT dalam menghadapi penataan struktur menuju perhelatan Pemilu tahun 2024, lanjut Ketua DPW PKB NTT masa bakti 2021—2026, Alo Ladi menyampaikan bahwa mendapat dukungan dari pengurus PKB dari 21 kabupaten dan 1 kota di Provinsi NTT. “Ini sebuah amanah dan saya mengajak untuk bersama-sama bekerja sama dan sama-sama bekerja dan berharap dapat bersama membesarkan partai,” ucapnya antusias.

Ke depan, ungkap Alo Ladi, sesuai dengan saat rapat komisi dalam Muswil VI DPW PKB NTT; bersama pengurus akan berfokus dalam penataan struktur di tingkat DPC dan melakukan konsolidasi internal partai termasuk advokasi ke masyarakat. “PKB tetap bersama masyarakat melalui bantuan yang bersifat pribadi maupun partai dan PKB menjadi Garda Terdepan membela hak-hak masyarakat,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Alo Ladi kembali menegaskan bahwa DPW PKB NTT dalam rekomendasi Muswil VI menetapkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar menjadi calon Presiden Tunggal dari PKB dalam perhelatan Pemilihan Presiden pada tahun 2024.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/facebook—koleksi Theodora Ewalde )

Cegah Klaster Muswil VI PKB NTT, Peserta Wajib Ikut ‘Rapid Test Antigen’

176 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat musyawarah wilayah (Muswil) VI pada tanggal 16—17 Januari 2021 di Hotel Aston Kupang. Demikian penegasan Ketua Panitia Muswil VI DPW PKB Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, S.H., dalam sesi jumpa media pada Jumat siang, 15 Januari 2021 di aula Gus Dur Sekretariat DPW PKB NTT.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/15/ana-kolin-figur-perempuan-caketum-dpw-pkb-dalam-muswil-keenam-2021/

Ana Waha Kolin yang juga masuk dalam bursa calon Ketua DPW PKB NTT, mengatakan pelaksanaan Muswil VI PKB Provinsi NTT berdasar Surat DPP PKB tertanggal 18 Desember 2020 bernomor : 4896/02/XII/2020 tentang pelaksanaan musyawarah wilayah seluruh Indonesia dan Surat Keputusan DPW PKB NTT Nomor 2162/DPW-29/01/XII/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang penetapan ketua panitia dan susunan kepanitiaan Muswil VI DPW NTT.

“Setelah menerima surat dari DPP, di bawah pimpinan Ketua DPW PKB NTT, Ir. Yucundinus Lepa dan Sekretaris, Aloysius Ladi mengeluarkan surat keputusan DPW PKB NTT yang menetapkan saya selaku ketua panitia dan sekretaris panitia, Maksi Diada,” terang Ana Waha Kolin didampingi oleh Ketua DPW PKB NTT, Ir Yucundinus Lepa dan Wakil Ketua Panitia, Anton Timo.

Muswil VI, imbuh Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT ini, dibuka pada Sabtu, 16 Januari 2020 pada pukul 13.00—14.55 WITA, yang mana sebelumnya pada pukul 10.00 WITA dilakukan Haul Gus Dur, kemudian mempersiapkan diri mendengarkan pidato politik Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, sekaligus membuka Muswil VI DPW PKB NTT.

“Muswil bakal dipimpin oleh Faisol Resah (Ketua Komisi VI DPR RI) mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PKB dan yang menjadi moderator adalah Bapak Ketua DPW PKB NTT,” ungkap Ana Waha Kolin.

Adapun tujuan musyawarah wilayah, terang Ana, untuk memilih struktur kepengurusan DPW PKB NTT masa bakti 2021—2026, membahas program kerja 5 tahunan dan menilai laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus sebelumnya.

Terkondisi pandemi Covid-19, beber Ketua Panitia Muswil PKB VI, normalnya peserta muswil sekitar 80—100 orang, namun dibatasi hanya Ketua Dewan Syuroh dan Ketua Dewan Tanfidz PKB.

Selain itu, yang menjadi perhatian panitia muswil, tegas Ana Waha Kolin, peserta wajib mengikuti sesi rapid test antigen guna mencegah terjadinya Klaster Muswil VI DPW PKB NTT. “Setiap peserta harus menunjukkan surat keterangan rapid test antigen bahkan ada ketua yang telah menjalani test di berbagai laboratorium,” urainya.

Namun, tandas Ana Waha Kolin, guna membantu para peserta, panitia membuka ruang rapid test antigen di Hotel Aston Kupang atas kerja sama panitia dan dokter . “Satu jam sebelum Muswil PKB VI, dapat dilakukan rapid test antigen sebelum masuk ke dalam ruang musyawarah wilayah, dan panitia telah memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid-19 Provinsi NTT,” pungkasnya.

Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Yucundinus Lepa mengharapkan agar Muswil dapat menghasilkan dan melantik kepengurusan masa bakti 2021—2026. “Besok dibuka dan keesokan harinya dapat dilantik sehingga usai muswil, susunan kepengurusan baru langsung bekerja,” tegasnya.

Yucun Lepa pun berharap adanya penyusunan struktur secara sistematis hingga di tingkat RT/RW agar DPW PKB NTT dapat lebih menyiapkan diri menghadapi perhelatan pilkada maupun pilgub di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain itu Muswil PKB VI NTT, tandas Yucun Lepa, dapat menghasilkan rekomendasi kepemimpinan lokal, regional, dan nasional.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)