Arsip Kategori: Regional

Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

44 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. mengucap syukur karena hingga kini Provinsi NTT masih negatif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Pertama-tama kami rakyat NTT, dan seluruh jajaran di Provinsi NTT; bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ASWT sampai dengan hari ini; puji Tuhan, alhamdulillah; kami masih dikatakana zero corona,” tandas Wagub menjawab pertanyaan wartawan Berita Satu TV di rumah jabatan Wagub, pada Selasa malam, 7 April 2020.

Saat ditanya soal penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang secara nasional masih negatif bersama Provinsi Gorontalo, sedangkan 32 provinsi lainnya di Indonesia sudah terpapar Covid-19, Wagub Josef Nae Soi mengatakan virus ini diketahui tidak menular.

“Kita tahu bahwa virus ini tidak menular tetapi ditularkan. Sesuai dengan kondisi kami masyarakat NTT, di mana masyarakat kami menganut nalar komunitarian yang sering berkumpul satu sama lain; maka yang pertama kami lakukan adalah bagaimana mengubah nalar dari komunitarian menjadi nalar social distance atau physical distance; itu istilah,” papar Wagub.

“Masyarakat kami selalu berkumpul dalam pesta adat, dalam beribadah dan sebagainya. Oleh sebab itu, langkah pertama yang kami ambil dari pemerintah adalah kami mengundang semua komponen yang ada di NTT, semua tokoh masyarakat, tokoh agama, semua tenaga medis; kita menentukan sekarang NTT ini dalam keadaan bagaimana, kami mengambil satu kesimpulan pada saat itu bahwa NTT walaupun belum masuk tetapi ini ada namanya kegentingan sosial,” tambah mantan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Kalau kegentingan sosial sebut Wagub Nae Soi, maka diminta kepada tokoh masyarakat, semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mari kita semua sosialisasi kepada masyarakat bahwa ikatan-ikatan kita; ikatan sosial yang selama ini merupakan budaya harus dihentikan sementara; karena ada namanya kegentingan sosial. Oleh sebab itu, kami minta kepada masyarakat dan menurut tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat supaya ditiadakan pesta-pesta adat, ditiadakan ibadah dan lain sebagainya,” tegas Wagub Josef.

Masyarakat dari Zona Merah Corona Virus Jangan Datang ke NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sambung Wagub, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk dapat mengendalikan diri di tengah pandemik virus corona. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah “merah” tolong melakukan pengendalian diri supaya jangan datang ke NTT kalau misalnya tidak ada keperluan yang sangat luar biasa. Juga kepada masyarakat yang berada di luar NTT kami mohon dengan sangat supaya kalau misalnya mereka dari “daerah merah”, kami mohon dengan sangat supaya jangan datang dulu ke NTT,” pinta Wagub, datar.

Di tempat terpisah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar tidak panik berlebihan. “Masyarakat NTT jangan panik berlebihan. Siaga boleh. Kalau panik, imunitas tubuh menurun dan akan berdampak mudahnya berbagai wabah masuk ke dalam tubuh kita; tidak hanya wabah corona,” pinta Marius di ruang kerjanya, pada Rabu, 8 April 2020.

Justru di saat-saat seperti ini sebut Marius, tumbuh kepekaan dan rasa solidaritas kemanusiaan sebagai sesama anak bangsa. “Saat seperti ini harus timbul dan tumbuh rasa solidaritas sebagai sesama anak bangsa yang ada di daerah. Mari kita saling membantu dan meneguhkan agar wabah corona ini cepat berhenti; sembari terus berdoa kepada Tuhan Sang Empunya Kehidupan; agar kita semua senantiasa terjaga, sehat dan terlindungi,” ucap Marius, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Tiga ABK KM Lambelu Positif Covid-19 dan Semua Penumpang Jalani Karantina

872 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami ingin menjelaskan tentang KM Lambelu yang berlayar dari Nunukan Makassar dan tiba di Maumere Nusa Tenggara Timur pada Senin, 6 April 2020 yang saat ini menjadi perhatian dan perdebatan publik,” ungkap Jubir Satgas Pencegahan Covid 19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam keterangan pers pada Selasa, 7 April 2020 pukul 21.00 WITA.

Lanjut Marius, “Bapak Gubernur menyadari bahwa adanya perhatian dari seluruh masyarakat terkait para penumpang dan telah ada konsultasi antara Kadis Kesehatan Provinsi NTT dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Maumere dan Bupati Sikka dan sejumlah dokter”.

Marius mengakui bahwa terdapat 3 (tiga) orang yang dinyatakan positif Covid 19 atas hasil tes cepat atau rapid test yakni 2 (dua) ABK dan 1 (satu) penjaga kantin. “Ketiga orang ini positif diperiksa dengan rapid test,” jelasnya.

Namun, Marius menambahkan, ketiga orang tersebut juga dilakukan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan atau cairan pernafasan bawah untuk dilakukan tes PCR ( Polymerase Chain Reaction) yang selanjutnya diperiksa di laboratorium Makassar. “Mereka (ketiga ABK) tidak diizinkan turun dari kapal dan akan kembali ke Makassar,”tegas Marius.

Marius meminta agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri karena hasil rapid test belum final karena masih harus dilakukan PCR. “Meski hasil rapid test positif, namun belum bisa dikatakan murni positif Covid-19,” ungkap Marius menyadur pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Mere.

Telah dilakukan koordinasi antara Gubernur NTT dan Bupati Sikka sehingga tadi pagi (Selasa, 7 April 2020) KM Lambelu diizinkan bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, namun ketiga ABK tidak diizinkan turun dan semua penumpang yang berasal dari Flotim, Ende, Nagekeo, dan Sikka langsung dikarantina.

“Kami membaca berbagai komentar di media sosial dan banyak pro kontra. Tentu kita berharap agar masyarakat NTT tetap nyaman dan sehat serta berharap agar kita tidak panik dan menyerahkan proses ke tenaga medis,” tandas Marius.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Valeri Guru

Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 NTT: Warga Sakit Sebaiknya Jangan Pulang

126 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat tampil di acara bincang pagi bersama Radio Suara Timor Kupang meminta, agar warga masyarakat NTT yang masih sakit; yang kini berada di daerah terpapar Covid-19 untuk tidak pulang ke NTT.

“Jadi begini positif atau negatif itu biasanya dibuktikan pemeriksaan sampel darah. Memang kita mendorong masyarakat yang mau kembali ke NTT; kalau masih dalam keadaan sakit, sebaiknya jangan dulu pulang. Dirawat dulu sampai sehat betul; baru datang ke kampung halaman dan itu juga untuk menjaga saudara-saudaramu di NTT. Jadi jangan egois, kalau misalnya di Jawa; di Bali sedang sakit, dirawat dulu sampai sehat. Ketika sudah sehat; dokter bilang sehat dan sembuh, silakan kembali ke kampung halaman di Provinsi NTT,” terang Marius dalam sesi keterangan pers pada Senin, 6 April 2020 di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Masyarakat NTT juga sebut Marius, jangan mencurigai kalau ada pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP). “Jangan mengucilkan mereka; mengolok mereka; itu tidak boleh. Bapak Gubernur selalu mengimbau kita supaya kesempatan inilah solidaritas kemanusiaan antara kita harus kuat; bergandengan tangan, bekerja sama lalu kemudian bersama-sama menghadapi bencana kemanusiaan ini,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Dia mengaku, pihaknya selalu memantau semua orang di seluruh NTT yang tersebar di setiap kabupaten/kota sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Kita pantau, karena itu memang kita sudah mendorong para Bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang untuk bisa memantau warganya sampai di tingkat RT; memantau siapa yang datang dari luar; lalu kemudian memastikan kondisi kesehatannya; berkoordinasi dengan para medis setempat supaya memeriksakan dia; supaya bisa mengikuti perkembangan klinis dari orang tersebut,” tandas Marius.

Selain itu, imbuh Marius, Bapak Gubernur mengimbau seluruh rakyat NTT untuk tetap tinggal dan lebih banyak di dalam rumah; kalau pun keluar rumah untuk belanja makan minum, silakan. “Tetapi begitu keluar rumah, anak-anak kita pakai masker,” tandasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

199 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga 6 April 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 686 orang, yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 195 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 15 orang ( 7 orang lakukan isolasi mandiri dan 8 orang dirawat di rumah sakit),” terang Dr. Jelamu Ardu Marius saat menyampaikan keterangan pers melalui telekonferensi di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Mengenai sebaran Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang dirawat di rumah sakit, secara gamblang Marius menjabarkan, di Kabupaten Alor mencapai 7 orang (2 orang dirawat di RSUD Kalabahi dan 5 orang lakukan isolasi mandiri); Kota Kupang, 1 orang dirawat di RS SK Lerik; 1 orang dirawat di RS Soe; 1 orang dirawat di RS Ende; 1 orang dirawat di RS Lewoleba; 1 orang dirawat di RS Komodo Labuan Bajo; dan 1 orang dirawat di RS Umbu Rara Meha Sumba Timur.

“Sementara, PDP yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 7 orang termasuk 1 PDP di Kabupaten Sumba Tengah,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 NTT yang juga sebagai Karo Humas dan Protokol Setda NTT dan didampingi oleh Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum.

Terkait update data perkembangan Orang Dalam Pemantauan, sebut Marius, jumlah ODP saat ini menjadi 686 orang, selesai masa pemantauan 195 orang; yang dirawat 4 orang (2 orang dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr W.Z Johanes Kupang, 1 orang di rawat di Rumah Sakit Siloam dan 1 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.

Tentang sebaran ODP di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur yang melakukan karantina atau isolasi mandiri, Marius menjabarkan, Kota Kupang saat ini terdapat 121 orang; Kabupaten Kupang jumlah saat 46 orang; karantina mandiri 45 orang; Kabupaten TTS ada 54 orang dan Kabupaten TTU sebanyak 30 orang.

Kabupaten Belu jumlah saat 49 orang; di Malaka, saat ini 2 orang; Kabupaten Rote Ndao berjumlah 24 orang; Kabupaten Sabu Raijua saat ini terdapat 3 orang dan di Alor 15 orang.

Kabupaten Ende jumlah saat ini 10 orang karantina mandiri; Sikka jumlah saat ini sebanyak 58 orang; Flores Timur berjumlah 10 orang; Lembata sebanyak 43 orang; Ngada sebanyak 14 orang; dan Kabupaten Nagekeo berjumlah 18 orang.

Di Kabupaten Manggarai, imbuh Marius, terdapat 8 ODP; Manggarai Barat sebanyak 56 orang; dan Kabupaten Manggarai Timur mencapai 29 orang melakukan karantina mandiri.

Sementara ODP yang melakukan isolasi mandiri di daerah Sumba, tandas Marius, tersebar di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 46 orang; Sumba Barat berjumlah 6 orang; Sumba Barat Daya saat ini sebanyak 41 orang; dan di Kabupaten Sumba Tengah terdapat 1 orang.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Valeri Guru

Karo Humas Pemprov : Pemeriksaan Klinis Wajib bagi Warga yang Masuk ke NTT

135 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, prosedur tetap (protap) pemeriksaan klinis bagi setiap warga masyarakat yang datang ke Provinsi NTT untuk kebaikan bersama.

Dalam keterangan pers pada Minggu, 5 April 2020, Marius menyampaikan, ada sejumlah hal yang perlu disampaikan bahwa saat ini arus kedatangan warga dari luar dan masuk ke NTT terutama melalui pelabuhan laut sangat besar.

“Kita memantau ada yang datang dari Makassar dan Jawa melalui Ende, Labuan Bajo dan juga pelabuhan laut seluruh NTT,” ungkapnya.

Lanjut Marius, “ Kita harapkan kontrol yang ketat di setiap pintu masuk sehingga bisa dipastikan para penumpang berada dalam keadaan sehat dan setelah pemeriksaan klinis tentu saja protap yang harus diikuti dan dipatuhi. Semua demi kebaikan kita semua sehingga kita terbebas dari Covid-19,” ujarnya.

Terkait fluktuasi angka-angka ODP dan PDP, imbuh Marius, Bapak Gubernur mengharapkan agar kita semua tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protap-protap yang telah ditetapkan baik oleh WHO maupun oleh otoritas pemerintah.

“Semua ini demi kebaikan seluruh masyarakat NTT di mana pun kita berada,” tandas Marius.

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

NTT Masih Negatif Corona, Gubernur VBL Minta Masyarakat Tetap Waspada

151 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Telah sebulan lebih fokus kerja masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tertuju kepada percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hasilnya hingga kini secara nasional, tersisa dua provinsi yakni Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih negatif Covid-19.

Terhadap kondisi tersebut , Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar masyarakat NTT tetap menjaga kesehatan dan waspada. “Bapak Gubernur selalu mendorong kita masyarakat NTT walaupun status kita masih negatif tetapi kita harus tetap waspada, tetap siaga dan menjaga kesehatan, “ terang juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat keterangan pers, pada Sabtu, 4 April 2020.

Selain itu, imbuh Marius, Bapak Gubernur juga meminta agar kita menghindari kerumunan atau tidak mengumpulkan banyak orang, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang tetapi lebih banyak berada di dalam rumah; kecuali ada hal-hal yang sangat penting untuk ke pasar, ke mall dan sebagainya.

Marius menambahkan, beribadah juga dari rumah melalui teknologi online, selalu mencuci tangan dengan sabun secara rutin, menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi dan berjemur di matahari.

“Menurut para ahli, pukul 10.00—10.15 WITA adalah waktu yang sangat baik untuk berjemur. Mudah-mudahan semua informasi yang positif yang kita terima dari mana pun dapat diolah dan dijadikan dasar untuk mengontrol kesehatan kita masing-masing,” pinta mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Di tengah suasana pandemic Covid-19 sebut Marius, Gubernur VBL berharap agar masyarakat NTT benar-benar dapat mewujudkan solidaritas kemanusiaan. “Bapak Gubernur juga mendorong kita semua untuk tenggang rasa dengan sesama kita. Bapak Gubernur mendorong kita untuk saat-saat yang serba sulit ini, kita benar-benar mewujudkan solidaritas kemanusiaan, dan saling membantu yang kurang,” ucap Marius.

Di samping itu, imbuh Marius, karena kita tahu saat ini ekonomi sedang tidak bergerak karena wabah pandemik Covid-19. Karena itu, kita harapkan masyarakat di seluruh NTT untuk saling bekerja sama; saling membantu satu sama lain; tidak saling mencurigai terhadap ODP yang datang dari luar NTT.

“Apalagi mengucilkan mereka (ODP, red). Itu harus dihindari,” pinta Marius.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

109 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, Pemprov NTT telah bersepakat bersama Pemkab dan Pemkot untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Benar, telah disediakan anggaran sebesar Rp.272 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius saat menjawab pertanyaan reporter RRI Ende dan RRI Kupang melalui telepon seluler, pada Jumat, 3 Maret 2020.

Dana sebesar Rp.270.492.900.000,- (dua ratus tujuh puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) sebut Marius, kalau dirata-ratakan yaitu setiap kabupaten/kota sebesar Rp.12.380.000.000, (12,38 miliar).

“Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerja sama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT . Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita; terutama ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang revisi anggaran tahun berjalan,” tegas Marius, berargumen.

Diungkapnya, sekarang total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT yaitu Rp.272 miliar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp.150 miliar melalui APBD Provinsi NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD 2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp.150 miliar. Sisa di pihak yang lain sebesar Rp.123 miliar,” paparnya.

Menurut dia, Pemprov NTT mengajukan sejumlah skenario berdasarkan data-data faktual yang dialami atau dimiliki oleh provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT. “Pertama, kita melihat total rumah tangga miskin yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK); itu rumah tangga miskin. Kemudian total rumah tangga miskin yang tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp.150 ribu x 6 bulan. Berarti Rp.129.600.900.000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp.196 ribu KK lebih X Rp.350 ribu X 6 bulan ke depan berarti Rp.412.248.900.000 lebih; dan jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi positif covid-19 sebanyak 1.000 lebih X Rp.500.000 X 3 miliar jadi social net akibat covid-19 ini sebesar Rp.544 miliar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

“Apakah dana tersebut sudah termasuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan juga tenaga medis ?” tanya reporter. Marius menjawab, “Tidak termasuk.”

Menurut dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu saat video konferensi bersama seluruh Gubernur se-Indonesia mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota untuk fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus corona,” ucap Marius datar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Penetapan Pasien Positif Covid-19 adalah Kewenangan Gugus Tugas di Jakarta

127 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI yang dapat mengetahui kondisi pasien positif Corona Virus Disease (Covid)-19.

“Kita tetap ambil sampel darahnya untuk diperiksa di Laboratorium di Jakarta. Karena itu, kami mau mengatakan kepada seluruh masyarakat NTT, seseorang dikatakan positif terkena virus Corona akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan lab di Jakarta,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, pada Kamis, 2 April 2020.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/karo-humas-pemprov-ntt-hoaks-odp-meninggal-di-rs-leona-terpapar-corona/

Menurut Marius yang juga juru bicara Covid-19 Provinsi NTT, yang akan mengumumkan positif Corona itu bukan juru bicara Pemerintah Provinsi NTT tetapi juru bicara nasional. “Karena lab itu ada di Jakarta dan biasanya Laboratorium Kementerian Kesehatan itu akan melapor kepada gugus tugas pusat. Jadi mereka yang akan mengumumkan apakah seseorang itu positif atau tidak. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat NTT untuk tidak panik,” pinta Marius.

Dia menambahkan, “Sekali lagi, Bapak Gubernur mengimbau kita untuk tidak panik. Karena kenyataannya, pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga ternyata bisa sembuh. Demikian juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa sembuh. Kalau kita ikuti pemberitaan media, pasien yang sudah positif Corona pun, dengan bantuan Tuhan ada yang sembuh. Jadi mari kita menjaga kesehatan kita.”

Meski masih negatif Covid-19 di Provinsi NTT, sebut Marius, masyarakat diharapkan untuk tetap siaga. “Seperti kata Bapak Gubernur, walaupun NTT masih negatif tapi kita tetap siaga, tetap waspada dengan mengikuti pedoman-pedoman yang telah disampaikan, baik oleh organisasi kesehatan dunia WHO maupun oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota di NTT,” pungkasnya.

Masyarakat juga, lanjut Marius, harus menghindari kerumunan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, selalu tinggal di dalam rumah, menghindari kerumunan di mana pun, tidak masuk keluar mall, pasar untuk hal yang tidak perlu, kemudian mencuci tangan selalu dengan sabun, menyiram dengan cairan disinfektan di tempat-tempat publik atau di dalam rumah tapi jangan di badan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)