Arsip Kategori: Regional

Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

22 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang.

Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan bergengsi. “Indonesia  Enterprise Risk Management Award (IERMA) IV-2021′ adalah penghargaan yang diberikan kepada Bank NTT. Yang tak kalah membanggakan adalah pada Februari lalu, Bank NTT pun mendapatkan penghargaan yang sama, dari Economic Review. Kali ini, Bank NTT meraih award sebagai “The Big 6 Indonesia Enterprise Risk Management — IV-2021 dengan kategori: BPD Company-Buku 2 dengan nilai aset Rp.15 Triliun sampai kurang dari Rp.25 Triliun.

Penghargaan ini diberikan melalui zoominar yang mengusung tema  “Strengtheening Risk Awarenes in the Face Future Busines Disruption” dan diikuti oleh para pejabat perbankan se-Indonesia. Sementara, untuk Bank NTT, diikuti oleh Direktur Utama, Direktur Kepatuhan, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepala Divisi Perencanaan & Corporate Secretary, melalui pertemuan secara online.

Kepastian mengenai pemberian penghargaan ini, dipertegas dalam surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan ditembuskan ke Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah pejabat utama; bernomor 017FS/IERMA/KUM/ER/IR!III/2021 bersifat penting dan dengan perihal Surat Undangan penyerahan Penghargaan dan National Zoominar, tanggal 18 Maret 2021 dan ditandatangani oleh RAy. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn, M.M. selaku pemimpin umum dan Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., MB. selaku ketua dewan juri.

Adapun dasar dari penganugerahan penghargaan tersebut, adalah penerapan manajemen risiko secara baik, sangat  penting bagi sebuah industri perbankan. Bahkan kondisi akibat pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda NTT, sangat berdampak buruk pada sektor usaha. Sehingga penerapan Enterprise Risk Manajemen (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan, minimal dapat bertahan. Karena dengan melakukan mitigasi risiko yang baik, diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian, meningkatkan daya saing yang akhirnya meningkatkan shareholders wealth.

Manajemen risiko merupakan rangkaian  prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha entitas atau perusahaan. Sedangkan tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian atau membahayakan kelangsungan usahanya. Sedangkan tujuan dari pemberian award ini, adalah diberikannya apresiasi tertinggi kepada dunia usaha Indonesia yang memiliki sederet keunggulan dengan menerapkan manajemen risiko dengan baik. Sedangkan visinya adalah ‘Keteladanan Perusahaan’ tersebut menjadi benchmarking bagi dunia usaha lainnya di Indonesia menuju perusahaan kelas dunia.

Misinya, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sukses menerapkan manajemen risiko dalam kegiatan operasional sehari-hari,” demikian Economic Review dalam suratnya kepada Bank NTT terkait landasan pemberian penghargaan tersebut. Adapun kategori yang dinilai dalam penjurian, yakni manajemen risiko yang meliputi intemal environment and objective (lingkungan internal dan sasaran), risk identification (identifikasi resiko), risk assessment (Penilaian Risiko), Risk Response (Tanggapan Risiko), Kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi manajemen risiko (sertifikasi latar belakang pendidikan dan pengalaman, dan lain-lain).

Poin kedua yang dinilai yakni audit dan audit internal yang meliputi departemen audit diposisikan yang independen, melakukan perbaikan berdasarkan saran-saran yang diajukan auditor intern, kecukupan kualitas dan kuantitas yang membawahi fungsi audit (sertifikasi, latar belakang pendidikan dan pengalaman) termasuk program peningkatan kemampuan dengan melaksanakan continuing profesional education, serta secara periodik biasanya empat tahun sekali kegiatan departemen ini harus dievaluasi oleh pihak independen.

Poin ketiga yang dievaluasi adalah Hukum dan Reputasi, yakni adanya berita atau informasi negatif mengenai perusahaan dan pimpinan beserta jajarannya, adanya masalah hukum, ligitasi dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan, sudah membuat secara detail SOP dan kebijakan tertulis dalam menghadapi kasus seperti penyuapan, korupsi dan praktik bisnis tidak sehat, dan yang terakhir, perusahaan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi senior manajemen, karyawan dan vendor tentang hukum, regulasi, kebijakan dan kode etik yang terkait dengan operasional perusahaan.

Tak hanya itu, melainkan juri pun melakukan dari sisi financial Finance. Validitas hasil penjurian sangat ditentukan oleh dewan juri yang berkualitas. Mereka diantaranya Prof, Roy Sembel, MBA, PhD, CSA (Dewan Pakar Keuangan, Investasi) sebagai penasihat juri, Dr. Dewi Hanggraeni, MBA, CA, CACP (Ketua Umum Perhimpunan Penggiat Tata kelola Risiko dan Kepatuhan Indonesia, Dosen FEB UI, Waketum PPI bidang Ekonomi sebagai ketua dewan juri, dan anggotanya, Alan Yazid, BBus, MBA selaku Wakil Ketua Perhimpunan Tata kelola, Risiko dan Kepatuhan Indonesia.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, memberi apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah berkontribusi secara nyata, sehingga Bank NTT, boleh dinobatkan sebagai bank yang sukses menerapkan manajemen yang mumpuni. Dari sisi mitigasi risiko, menurut Dirut Alex, Bank NTT menyadari bahwa ini prioritas untuk menuju Bank Devisa. Sehingga segenap manajemen, menetapkan sebuah program yakni GO TKB 2 atau menuju ke Tingkat Kesehatan Bank 2 pada tahun 2021.

“Dan untuk memastikan bahwa Bank NTT serius terhadap visinya ini, yakni ‘Melayani Lebih Sungguh’, maka manajemen sudah menyiapkan SOP dan diikuti dengan pengawasan ekstra ketat dalam penerapannya, sehingga saat ini, Bank NTT memperoleh predikat sebagai bank dengan mitigasi risiko terbaik,” tandas Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

136 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 persen.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, jika listrik kembali menyala, maka ATM akan difungsikan dan dapat melayani masyarakat,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/10/pln-pulihkan-listrik-fasilitas-umum-di-kota-kupang-pasca-badai-seroja/

Tentu, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memprioritaskan teman-teman di Perbankan dan di Bank Indonesia. “Termasuk juga terima kasih kepada PLN dan Telkom yang sudah menyiapkan listrik dan jaringan telekomunikasi dengan baik, juga kepada Pertamina memberikan keleluasaan untuk membeli BBM untuk genset,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank CIMB Niaga Edukasi Nasabah Pakai Transaksi Non-Tunai

Kepala Bank CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait kepada awak media menyampaikan pasca-badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 4 April hingga Minggu, 5 April 2021, aktivitas layanan Perbankan ditangguhkan 1 (satu) hari. “Kami berkoordinasi dengan pusat dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan memutuskan tidak bisa melayani nasabah kami pada saat itu,” urai Jeni.

Namun, imbuh Jeni, kami mengedukasi nasabah kami untuk memakai E-Channel, Octo Mobile CIMB Niaga. “Kondisi itu dapat membantu mereka untuk melakukan transaksi dan hanya beberapa Bank yang ready melayani nasabah (termasuk CIMB Niaga),” ungkapnya.

Selain itu, tandas Jeni, “Puji Tuhan ! Tadi pukul 11.00 WITA listrik sudah menyala sehingga dapat mendukung pengoperasian mesin ATM dan Mesin EDC CIMB Niaga yang dilengkapi dengan QRis.”

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko pada Jumat, 9 April 2021.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Peduli Bencana di Kupang, Coop TLM Indonesia Bantu Bahan Bangunan & Beras

177 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Coop  TLM Indonesia memberikan atensi kepada para korban bencana di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tertimpa Badai Siklon Tropis Seroja pada 3—5 April 2021.Bantuan diserahkan oleh Manager Utama Coop  TLM Indonesia Ibu Zesly N.W. Pah didampingi oleh tim bencana Coop TLM Indonesia yang di ketuai oleh Bapak Mulyadi Beri, pada Jumat, 9 April 2021.

Bantuan diberikan kepada Anggota Coop TLM Indonesia, juga masyarakat melalui Pemerintah Desa, posko bencana di Gereja Mizba Tetebudale dan Gereja Imanuel Oesao. Bantuan kepada Desa Tanah Putih diterima oleh Plt. Kepala Desa, Abraham Ismau yang menyampaikan terima kasih kepada Coop TLM Indonesia yang sudah membantu masyarakat.

“Bantuan ini benar-benar sangat membantu karena masyarakat sudah sangat kekurangan bahan makanan.  Juga untuk masyarakat yang mendapatkan bantuan bahan bangunan, mudah-mudahan dapat segera bergerak untuk kembali membangun dan juga dapat kembali berusaha,” ujar Abraham Ismau.

Manager Utama Coop TLM Indonesia, Zesly N. W. Pah, usai menyerahkan bantuan  berharap agar bantuan yang dberikan Coop TLM mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan anggota terdampak agar dapat meringankan beban dan kembali memulai usaha lagi. “Coop TLM memberikan bantuan ini, tapi kami berharap agar anggota dan juga masyarakat jangan terus bergantung dengan bantuan tapi segera bangkit untuk berusaha,” pintanya.

Coop TLM Indonesia menyerahkan bantuan bahan bangunan bagi warga terdampak bencana

Bantuan-bantuan ini, tandas Zesly,  sifatnya jangka pendek, tetapi kehidupan dan kebutuhan keluarga akan terus berlanjut.  “Semua harus kembali semangat dan tidak putus asa dengan keadaan,” harapnya.

Salah satu anggota penerima bantuan, Ketua SeSaMa Nusak-Desa Tanah Putih, Novitha Kali (kehilangan rumah), menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coop TLM Indonesia karena sudah memberikan bantuan berupa beras dan bahan bangunan.

“Terima kasih tak terhingga kepada Coop TLM Indonesia karena begitu memperhatikan kami sebagai anggota.  Kami dikunjungi Kamis tanggal 8 April dan tanggal 9 April kami sudah mendapatkan bantuan. Respons yang sangat cepat dari Coop TLM benar-benar menolong kami.  Jangankan bahan makanan, rumah saja saya tidak punya karena dibawa banjir dan harus menginap di tetangga.  Sekali lagi, terima kasih Coop TLM Indonesia,” ungkap Novitha Kali.

Adapun total bantuan yang diberikan Coop TLM Indonesia di Kabupaten Kupang adalah beras sebanyak 3,2 ton, seng sebanyak 260 lembar, usuk sebanyak 208 batang dan paku sebanyak 78 Kg.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas Coop TLM Indonesia)

Editor (+roni banase)

Tiga Kendala Layanan Perbankan Pasca-Badai Siklon Seroja di NTT

153 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada padamnya aliran listrik PLN dan jaringan telekomunikasi, dan layanan bahan bakar minyak (BBM) pada Senin, 5 April 2021. Hampir semua layanan perbankan buka pada Selasa, 6 April 2021.

Layanan Perbankan pun terdampak dengan tidak berfungsinya anjungan tunai mandiri (ATM) di setiap sudut Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Hanya beberapa bank dengan keterbatasan layanan menggunakan genset dan menormalkan mesin ATM di kantor cabang masing-masing dengan sistem paruh waktu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kunjungan hari kedua di Bank Mandiri Urip Sumoharjo Kupang pada Rabu sore, 7 April 2021, menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dioptimalkan dengan mengajak Perbankan mulai membuka operasional jam layanan. “Namun, BBM menjadi kendala, lalu telekomunikasi, dan jaringan listrik. Bank harus diprioritaskan dan kami telah berbicara dengan Karo Ekonomi Setda NTT dan staf khusus untuk dieskalasi ke Pak Gubernur,” tegasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah berdasi) bersama Area Head Mandiri Kupang, Perwakilan Panin Bank dan Kepala Taspen Mandiri Kupang

Selain itu, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, jika menggunakan genset, banyak keterbatasan karena mesin mempunyai jam operasional dan jika terjadi kerusakan sulit mencari sparepart. “Jadi, saya sudah mendorong agar menjadi perhatian pemerintah,” tandasnya didampingi Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan, Perwakilan Panin Bank, dan Kepala Taspen Mandiri Kupang.

Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan kepada awak media menyampaikan Bank Mandiri mempunyai 28 ATM dan hanya 9 unit ATM yang dapat difungsikan berada di Urip Sumoharjo, Mohammad Hatta, dan ATM Mobile. “19 ATM terpaksa off karena tidak tersedia jaringan listrik dan telekomunikasi masih terbatas. Dan antrean di ATM Kupang Urip Sumoharjo   kami menggeser layanan ke kasir. Sementara yang berfungsi normal hanya di Bank Mandiri Mohammad Hatta,” terangnya.

Kami, imbuh Hermawan, meminta kepada GM PLN dan Telkom untuk memprioritaskan perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi. “Saat ini hanya mengandalkan genset dengan keterbatasan karena menggunakan bensin dan solar dan harus me-maintenance dengan ketat,” ujarnya.

BCA Cabang Kupang Optimalkan 9 Unit ATM

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat kunjungan kerja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Selasa siang, 6 April 2021 mengungkapkan berupaya semaksimal mungkin untuk melayani nasabah. “Kami mulai hari ini, karena kemarin (Senin, 5 April 2021, red pasca-badai Siklon Tropis) berupa melakukan normalisasi hingga hari selanjutnya dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Masyarakat sedang mengantre di gerai ATM BCA Cabang Kupang

Kepada awak media, Liau, menjabarkan sebanyak 9 unit ATM BCA yang berfungsi melayani nasabah. “Kami terkendala suplai listrik PLN, untuk sementara menggunakan genset. Sedangkan, ATM yang beroperasi normal terdapat di BCA Cabang Kupang, SPBU Tuak Daun Merah (TDM), Cemara Indah Swalayan, Mall Flobamora, Bandara El Tari, dan Alfa Mart Tofa,” urainya seraya menyampaikan BCA mempunyai 30-an unit ATM di Kota Kupang.

Khusus kantor cabang pembantu BCA di Kampung Solor Kelurahan LLBK, tandas Liau, terdampak badai sehingga sementara tak beroperasi normal. “Badai menyebabkan gedung rusak sehingga harus diperbaiki,” tandasnya sembari mengungkapkan bahwa layanan digital berupa M-Banking, Internet Banking, dan E-Channel berjalan normal.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Listrik di Bank NTT Sudah Normal, 15 ATM Siap Layani Masyarakat

141 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat kunjungan hari ketiga pada Kamis siang, 8 April 2021, guna memantau layanan Perbankan (pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, red) di Kantor Pusat Bank NTT dan disambut oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho beserta jajaran direksi.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sebanyak 23 Bank di Kota Kupang telah beroperasi secara normal pasca-Badai Siklon Tropis Seroja (Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 10.00 WITA). “Jadi, hari ini tanggal 8 April, 23 Bank di Kupang telah beroperasi secara normal, walaupun sebagian besar masih menggunakan genset karena belum dapat suplai listrik dari PLN,” ungkapnya seraya meminta Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho untuk menjelaskan perihal kondisi operasional Bank NTT pasca-badai.

Kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alex menyampaikan bahwa operasional Bank NTT telah berjalan normal sejak Selasa, 6 April 2021. “Setelah kami melakukan langkah Contingency Plan dan hasil monitoring terhadap kantor cabang pembantu, cabang pembantu, dan kantor kas. Memang beberapa unit belum bisa beroperasi normal, contohnya Unit Sabu yang diterjang badai . Namun, kantor cabang lain, seperti Kantor Cabang Pembantu Naikliu yang tetap beroperasi meski terbatas listrik dan bahan bakar,” urainya seraya mengungkapkan kondisi tersebut dilakukan dengan baik oleh Direktur Utama Bank NTT, Yohanes Landu Praing dan tim.

Di Kota Kupang, Dirut Bank NTT memastikan terdapat 15 mesin ATM telah beroperasi. Kelima belas mesin tersebut antara lain Gerai ATM di Kantor Pusat, ATM Disabilitas Kantor Pusat, di Hotel On The Rock, KCU Oebobo, SPBU Oeba, Flobamora Mall, ATM Bandara El Tari, Kas BTN, RS Kartini, KCP Wali Kota, dan Gerai ATM Kuanino.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memantau progress penormalan layanan Perbankan dengan jajaran direksi Bank NTT

Hary pun menyoroti antrean penggunaan layanan mesin ATM pasca bencana. Menurutnya, momen ini jadi waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan transaksi non tunai seperti mobile banking, juga sebagai salah satu transaksi sehat di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Bank NTT pun turut menggelar aksi donasi kemanusiaan atas bencana alam yang terjadi di NTT. Masyarakat dapat berdonasi melalui kanal yang telah disiapkan oleh Bank NTT melalui Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI. Hingga 7 April 2021 , jumlah donasi yang telah terkumpul sebesar Rp.57.668.000,- (Lima puluh tujuh juta enam ratus enam puluh delapan ribu rupiah).

Selain menggalang donasi, Bank NTT juga memberi bantuan berupa 15 ton beras di Kabupaten Kupang, dan 5 ton masing-masing di Ile Ape dan Adonara,air minum, dan tandon air untuk menampung air untuk masyarakat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Badai Siklon Tropis di NTT, 144 Orang Meninggal dan 66 Orang Hilang

340 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu M.Si selaku juru bicara Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA.

Marius menyebutkan dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, 129 orang luka-luka, 60 orang dinyatakan hilang, 2.019 KK (13.226 orang) mengungsi, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak.

Sementara itu, kerugian material di antaranya 688 rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu dan Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo saat memberikan keterangan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA

Adapun perincian per kabupaten/kota yakni:

  1. Kota Kupang, 1 orang meninggal dunia, 7 orang luka-luka, 1.264 KK (6.300 orang) terdampak, 10 unit rumah rusak berat dan 657 unit rumah terdampak
  2. Kab. Kupang, 5 orang meninggal dunia
  3. Kab. Flores Timur, 71 orang meninggal dunia, 54 orang luka-luka, 5 orang hilang, 1.100 orang mengungsi, 218 KK terdampak, 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak, 8 unit fasilitas umum rusak berat.
  4. Kab Malaka, 6 orang meninggal dunia, (-+) 3.000 orang mengungsi, 1.154 unit rumah terdampak, dan 65 fasilitas umum terdampak.
  5. Kab. Lembata, 32 orang meninggal dunia, 35 orang hilang, 49 orang luka-luka, 958 orang mengungsi, 224 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang, dan 15 jembatan akses antar desa terputus.
  6. Kab. Ngada, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 6 KK terdampak, 19 unit rumah rusak berat, 48 unit rumah rusak sedang, 1 unit fasilitas umum rusak berat, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  7. Kab. Sumba Barat, 63 KK (284 orang) mengungsi dan 54 unit rumah terdampak
  8. Kab. Sumba Timur, 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi, 100 KK (475 orang) terdampak, 7 fasilitas umum terdampak.
  9. Kab. Ende, 1 orang meninggal dunia, 346 KK terdampak, 17 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, 45 unit rumah rusak ringan, dan 5 unit fasilitas umum terdampak.
  10. Kab. Rote Ndao, 153 KK (672 orang mengungsi) dan 12 unit rumah rusak berat.
  11. Kab. Sabu Raijua, 2 orang meninggal dunia.
  12. Kab. Alor, 25 orang meninggal dunia, 25 orang luka-luka, 20 orang hilang, 7 KK (18 orang) terdampak, 179 unit rumah rusak berat, 181 unit rumah rusak sedang, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  13. Kab. Belu, 167 KK terdampak dan 5 unit rumah rusak berat.
  14. Kab. Timor Tengah Utara (TTU), 450 KK (1.800 orang) terdampak, 142 orang mengungsi, 150 unit rumah rusak berat.
  15. Kab. Timor Tengah Selatan, 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak, dan 395 unit rumah terdampak.

Data tersebut, urai Marius, masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota. “Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. Saat ini, solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam,” tandasnya.

Sementara itu, Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo mengatakan upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang dan juga pelayanan kesehatan. “Saat ini evakuasi terus dilakukan, dan juga TNI dan Polri telah menggerakkan sarana angkut seperti Pesawat Hercules, kapal laut, angkutan darat dan juga helikopter. Dan juga perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya.

Selain itu, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021 juga memberikan kesempatan bagi yang ingin memberikan bantuan logistik dapat menghubungi Kontak Person : Logistik Bantuan pada nomor 0822 9964 7777, 0815 2995 5149, dan 0812 3627 0786. Juga Data dan Informasi Pusdalops di 0813 1594 5205, 0812 4607 8065, 0811 3827 878 serta menyampaikannya bantuan melalui Rekening Penyaluran Bantuan : Posko Siklon Tropis Seroja NTT, Bank NTT KCU Kupang Nomor Rekening 2503002844.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+roni banase)

Pasca-Badai Siklon Tropis, Papela Rote jadi Kawasan Kuliner

184 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja dengan mengunjungi para pengungsi sebanyak 67 KK di SD Inpres Bandu, Jalan Ba’a Lole Desa Bebalain di Kabupaten Rote Ndao pasca-bencana Siklon Seroja.

“Saya bersama Wakil Gubernur (Wagub), Josef A. Nae Soi membagi peran untuk mengunjungi Kabupaten terdampak bencana, misalkan saat ini Pak Wagub mengunjungi Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Alor, saya mengunjungi Kabupaten Malaka, Kupang dan  Rote Ndao,” ungkap Gubernur VBL pada Kamis, 8 April 2021.

Melihat kondisi para pengungsi di sini (Desa Bebelain, red), ungkap VBL, menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan lintas sektor terkait dalam melakukan Mitigasi Bencana.

Selanjutnya Gubernur VBL mengunjungi Desa Papela sebagai salah satu desa terdampak bencana sekaligus me-recover kawasan pesisir desa tersebut menjadi Kawasan Kuliner Ikan Papela. “Kawasan pesisir di Papela ini, kita buat menjadi kawasan kuliner ikan, Tetapi Pemerintah Desa yang difasilitasi Pemkab Rote Ndao mesti musyawarah untuk mufakat bersama masyarakat untuk bersedia direlokasi dan selanjutnya kita desain tempat ini dan bangun menjadi kawasan kuliner sebagaimana dimaksud,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Papela, H. Sugiarto. F.A. Azhari menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dan segera ditindaklanjuti. “Tentunya atas nama masyarakat Desa Papela, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Bupati, Paulina Haning Bullu, segera kami lalukan musyawarah tersebut dan 153 KK atau 672 jiwa masyarakat tanjung yang mengungsi apabila menyepakati untuk direlokasi, saya menyiapkan lahan kepemilikan secara pribadi untuk pemukiman masyarakat yang mau direlokasi,” ungkap Sugiarto. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Totalitas Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai, PLN Didukung Penuh TNI Polri

128 Views

1.115 gardu berhasil dioperasikan dan 168.082 pelanggan menikmati listrik

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bersinergi dengan TNI dan Polri, PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-Badai Siklon Seroja. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,  sebanyak 1.115 unit gardu berhasil dioperasikan kembali dan sebanyak 168.082 pelanggan kembali menikmati listrik pada Rabu, 7 April 2021.

“Kami telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu recovery jalur-jalur kelistrikan di pangkalan bandara El Tari dengan menerjunkan sebanyak 20 personel,” ungkap Kasisen Lanud El Tari, Kapten Fredhiantoro seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesigapan PLN dalam mengamankan pasokan listrik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Tim teknis PLN saat memulihkan aliran listrik di jalur utama Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Sementara itu, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment juga mendukung langkah sigap PLN. “Melalui rapat terbatas tadi, sudah disampaikan oleh pihak PLN dan memang kondisi banyak pohon tumbang, oleh karena itu, kami akan kawal dan membantu menurunkan anggota untuk membantu PLN dalam melokalisi pohon-pohon tumbang, agar PLN fokus memperbaiki jaringan listrik dan besar harapan kami secepatnya progres kelistrikan menyala karena itu menjadi secercah harapan buat masyarakat akan pentingnya kehadiran listrik,” urainya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan, sebanyak 442 personelnya terus sigap memulihkan gangguan kelistrikan di NTT. “Di samping pemulihan, PLN juga terus berkoordinasi dengan stakeholder bersama Wakapolda NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem, Wali Kota, dan stakeholder lainnya terkait perkembangan pemulihan kelistrikan,” ucap Jatmiko.

Hingga Rabu, 7 April 2021 pukul 18.00 WITA, terdapat 1.115. unit gardu dan 168.082 pelanggan telah dinyalakan kembali oleh PLN setelah dipastikan aman dan tidak berpotensi mengancam keselamatan warga.

PLN pun terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan kelistrikan. Selanjutnya masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi New PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)