Arsip Kategori: Kesehatan & Pola Hidup

Tren Kasus Positif Covid-19 di NTT Terus Naik, 384 Sampel Tunggu Kepastian

6 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur mengumumkan perkembangan kasus corona virus. Terdapat 5 kasus baru klaster transmisi lokal, 3 di antaranya berasal dari Ende dan 2 kasus masih berusia anak-anak berasal dari Kota Kupang.

Demikian penuturan Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere dalam jumpa pers pada Minggu sore, 31 Mei 2020 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya perkembangan kasus positif hingga munculnya transmisi lokal di Pulau Flores, seluruh Gugus Tugas Daerah diminta terus berupaya melakukan penelusuran dan penegakan protokol kesehatan pada wilayah terjangkit.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/31/dua-anak-positif-covid-19-di-kota-kupang-3-positif-di-ende-hasil-transmisi-lokal/

Seiring dengan upaya yang dilakukan Pemrov juga telah mengumpulkan 384 sampel swab yang berasal dari Pulau Sumba dan Flores serta Timor. “Kemarin dengan pesawat khusus kita mengambil sampel swab dari Waingapu, Manggarai Barat dan Ende,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, dari sejumlah spesimen yang dikumpulkan tersebut, Gugus Tugas akan memeriksa setiap sampel swab secara cepat sesuai dengan kapasitas yang telah tersedia. “Mudah-mudahan bisa terselesaikan dengan cepat,” kata drg. Domi.

Sampel swab yang telah terkumpul dari berbagai daerah dan sementara ini sudah berada di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, dan sementara menunggu waktu untuk dilakukan pemeriksaan antara lain :

  1. Manggarai Barat 102 sampel;
  2. Sumba Timur 80 sampel;
  3. Sumba Barat Daya 64 sampel;
  4. Manggarai sebanyak 52 sampel;
  5. Ende sebanyak 34 sampel;
  6. Manggarai Timur 8 sampel;
  7. Rote Ndao 6 sampel;
  8. Kota Kupang 5 sampel;
  9. Sumba Barat 3 sampel;
  10. Ngada sebanyak 2 sampel. (*)

Sumber berita (*/rnc04)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Dua Anak Positif Covid-19 di Kota Kupang & 3 Positif di Ende Hasil Transmisi Lokal

390 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini dari 96 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof Dr W.Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 5 positif Covid-19,” sebut Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. saat jumpa media pada Minggu sore, 31 Mei 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Lima positif Covid-19 tersebut, imbuh drg. Domi terdiri dari 3 (tiga) positif Covid-19 di Kabupaten Ende, imbuh drg. Domi, merupakan hasil transmisi atau penularan lokal. “Sedangkan 2 (dua) positif Covid-19 di Kota Kupang merupakan anak-anak yang berasal dari satu keluarga yang terpapar dari orang tuanya,” ungkapnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/30/1-positif-covid-19-transmisi-lokal-1-sembuh-dari-kota-kupang-total-92-kasus/

Mengenai usia anak yang tertular Covid-19 di Kota Kupang, drg. Domi mengungkapkan bahwa usia dua anak tersebut berkisar 6—7 tahun. “Saat ini sedang dirawat bersama orang tuanya,” kata drg. Domi.

Jadi total kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT, lanjut drg. Domi, menjadi 97 kasus dengan perincian Kota Kupang 27 kasus, sembuh 10, meninggal 1 orang, dan sedang dirawat 16 pasien; Soe 4 kasus, sembuh 1 orang, dan 3 pasien dirawat.

Di Manggarai Barat 14 kasus, sembuh dari Covid-19 Sebanyak 2 orang, dan dirawat 12 pasien. Sumba Timur 8 kasus, 1 sembuh, dan 7 pasien dirawat.

“Sementara, di Ende jumlah kasus bertambah dari sebelumnya Sabtu, 30 Mei 2020 sebanyak 6 kasus, kini bertambah 3 kasus menjadi 9 kasus,” urai drg. Domi sembari mengatakan 3 pasien baru tersebut, saat ini belum dirawat dan kemungkinan besar merupakan hasil transmisi atau penularan lokal.

Dengan demikian sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 27 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Ende 9 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh rocky

Per 30 Mei, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Tertinggi di Indonesia

114 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per Sabtu, 30 Mei 2020, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tertinggi dibanding dengan 33 provinsi lain di Indonesia.

Adapun penambahan kasus positif di Jawa Timur yakni 199 sehingga total akumulasi menjadi 4.613. Penambahan tersebut cenderung naik dari data yang dilaporkan pada hari sebelumnya yakni 101. “Jawa Timur, kalau kita bandingkan dengan data kemarin ada cenderung naik,” ujar Yuri pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurutnya, penambahan kasus positif di Jawa Timur tersebut bahkan melampaui dari angka yang dilaporkan oleh DKI Jakarta, yakni 101 orang.

Penambahan kasus positif yang terjadi di DKI Jakarta dalam hal ini bukan seluruhnya didapatkan dari wilayah administrasinya, melainkan dari para Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi atau kepulangan dari luar negeri yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

“DKI Jakarta kalau dibandingkan dari data kemarin cenderung turun. Namun khusus DKI ini tidak seluruhnya berasal dari wilayah administrasi DKI Jakarta. Karena kita tahu bersama sebagian besar saudara kita yang bekerja di luar negeri dan kembali ke tanah air masuknya adalah melalui bandara Soekarno Hatta,” jelas Yuri.

“Sudah menjadi ketentuan pemerintah bahwa mereka harus kita lakukan pemeriksaan dan beberapa di antaranya mereka positif konfirmasi Covid-19. Hanya memang datanya akan masuk di dalam kelompok Provinsi DKI Jakarta. Namun bukan menggambarkan bahwa ini adalah kondisi administrasi DKI Jakarta,” imbuh Yuri.

Selain Jawa Timur yang disusul DKI Jakarta, penambahan kasus positif terbanyak juga dilaporkan oleh tiga wilayah lain meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, kemudian Kalimantan Tengah dan Jawa Barat. “Jawa Barat meskipun angkanya masih tinggi, tetapi dibandingkan dengan hari kemarin sudah cenderung turun,” jelas Yuri.

Selanjutnya Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mencatat jumlah akumulasi penambahan pasien sembuh Covid-19 per hari ini ada sebanyak 523 orang sehingga totalnya menjadi 7.015.

Sebagai informasi, penambahan angka pasien sembuh tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi selama kasus Covid-19 dilaporkan. Kemudian kasus terkonfirmasi positif juga bertambah menjadi 25.773 setelah ada penambahan 557 orang dan kasus meninggal menjadi 1.573 dengan penambahan 53 orang.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 311.906 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 91 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 54 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 174 lab. Secara keseluruhan, 216.769 orang telah diperiksa dan hasilnya 25.773 positif (kulumatif) dan 190.996 negatif (kumulatif).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 47.714 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.832 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 414 kabupaten/kota di Tanah Air.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

1 Positif Covid-19 Transmisi Lokal & 1 sembuh dari Kota Kupang, Total 92 Kasus

239 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan 48 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, berasal dari Flores Timur, Sabu Raijua, Lembata, Sikka, dan Kota Kupang dari RST Wirasakti, RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang, dan RS Siloam. Diperoleh 1 positif Covid-19 dari Kota Kupang.

Demikian penjelasan Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. saat jumpa media pada Sabtu siang, 30 Mei 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/29/bertambah-1-kasus-positif-covid-19-dari-flores-timur-total-91-kasus-di-ntt/

Adapun keterkaitan pasien positif Covid19 hasil transmisi atau penularan lokal, imbuh drg. Domi, berasal dari lokasi dekat dengan pasien yang meninggal akibat Covid-19 di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. “1 positif Covid-19 dari Kota Kupang berasal dari Kelurahan Nunleu,” ungkapnya.

Dengan demikian, tambah drg. Domi, total kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 92 kasus.

drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan kabar gembira bahwa terdapat 1 pasien sembuh Covid dari klaster Sukabumi dan hari ini dipulangkan. Sehingga di Kota Kupang, pasien sembuh mencapai 10 orang dan 13 masih dirawat.

“Secara keseluruhan di Provinsi NTT, yang sembuh dari Covid-19 telah mencapai 14 orang dan sedang dirawat 77 pasien,” tandasnya.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 25 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dari Flores Timur, Total 91 Kasus di NTT

199 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang diperiksa oleh Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 1 positif Covid-19 dari Flores Timur,” jelas Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Jumat siang, 29 Mei 2020.

Satu kasus dari Kabupaten Flores Timur tersebut, imbuh drg. Domi berasal dari klaster KM Lambelu. “Dengan demikian, jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 91 kasus,” ujarnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/28/4-kasus-kota-kupang-1-di-tts-total-kasus-positif-covid-19-capai-90-kasus-di-ntt/

Selain itu, tambah drg. Domi, juga dilakukan pemeriksaan swab terhadap 4 Pasien yang sedang dirawat di RS TC Hillers Maumere, dan masih dinyatakan positif.

Hasil tersebut, terang drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, berdasarkan pemeriksaan swab terhadap 48 sampel yang diperiksa hari ini. “48 sampel swab berasal rumah sakit antara lain RS TC Hillers Maumere, RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, RS Siloam, dan RSUD Soe,” tandasnya.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 24 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Per 28 Mei, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak dari Jawa Timur

51 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per Kamis, 28 Mei 2020 ada sebanyak 687 orang sehingga totalnya menjadi 24.538.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan jumlah kasus positif tersebut yang paling banyak terdapat di Jawa Timur, kemudian Kalimantan Selatan, Jakarta, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

“Kenaikan ini kita dapatkan cukup banyak di Provinsi Jawa Timur ini ada 171 kasus, kemudian Kalimantan Selatan 116, di DKI Jakarta 105, Sulawesi Selatan 46, kemudian di Sumatera Utara 30 kasus,” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Kamis, 28 Mei 2020.

Dalam hal ini, angka penambahan kasus di DKI Jakarta yang paling banyak adalah dari para Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi atau yang pulang dari luar negeri. Menurut Yuri, para WNI yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu telah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

“DKI Jakarta ini didominasi oleh saudara-saudara kita yang baru kembali, karena bekerja di luar negeri, dan kita harus melakukan skrining terhadap mereka, dan hari ini cukup banyak juga yang kita dapatkan. Seluruhnya kita rawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet,” jelas Yuri.

Sementara itu, Yuri juga merincikan wilayah yang nihil penambahan kasus meliputi Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Lampung, Riau, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian untuk wilayah yang ada satu penambahan kasus adalah Aceh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Adanya kasus nihil tersebut sekaligus menjadi tantangan terbesar bagi masing-masing wilayah untuk mempertahankannya.

Selanjutnya, apabila melihat hitungan hari ke hari, Provinsi Kalimantan Selatan terdapat penambahan cukup banyak kasus positif Covid, akan tetapi Yuri menyatakan bahwa Jawa Timur menjadi wilayah yang paling banyak, meski telah mengalami penurunan hingga 28 orang jika dibanding data hari sebelumnya pada Rabu, 27 Mei 2020.

“Kalau kemudian kita hitung dari hari ke hari, maka terlihat, bahwa memang hari ini penambahan yang cukup banyak itu adalah Kalimantan Selatan, karena kemarin 73, sekarang jadi 116. Sementara kalau kita lihat Jawa Timur, memang saat ini paling tinggi, tetapi sebenarnya hakikatnya, kemarin 199, sekarang jadi 171, artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin,” jelas Yuri.

Lebih lanjut, Yuri mengajak masyarakat agar memahami bahwa apa yang disimpulkan melalui data dari 34 Provinsi dan 412 Kabupaten/Kota tersebut dipengaruhi oleh dinamika sosial. Oleh sebab itu, Yuri juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih berdisiplin kembali dan mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus rantai Covid-19 di Tanah Air.

“Inilah yang menjadi perhatian kita, bahwa masih ada beberapa daerah yang memang gambaran grafiknya sudah mulai menurun, ada yang melandai, tetapi ada beberapa yang naik. Kita memaklumi kondisi ini, karena memang dinamika sosial yang berada di provinsi satu dengan yang lain tidak sama,” jelas Yuri.

“Proses penularan masih terjadi. Artinya, kita memang harus betul-betul lebih berdisiplin kembali, untuk mematuhi seluruh anjuran pemerintah. Kita harus mulai mengaktifkan kembali cara-cara hidup dengan kenormalan yang baru,” pungkas Yuri.

Selain data penambahan kasus positif, Gugus Tugas juga merincikan data total pasien sembuh menjadi 6.240 setelah ada penambahan 183 orang dan kasus meninggal menjadi 1.496 dengan penambahan 23 orang.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 289.906 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Tes Cepat Melokuler (TCM) di 50 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 167 lab. Secara keseluruhan, 201.311 orang telah diperiksa dan hasilnya 24.538 positif dan 176.773 negatif.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.749 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.250 orang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

IDI Sikka Peduli, Sadarkan Warga Sikka dengan Gerakan Masker Cegah Covid-19

104 Views

Maumere-NTT, Garda Indonesia | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka melalui Gerakan Masker Cegah Covid-19 berupaya untuk menyadarkan warga Kota Maumere terutama di 4 (empat) kecamatan yakni Kecamatan Nita, Magepanda, Mego, Paga, dan Kecamatan Talibura tentang pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona.

Data per Kamis, 28 Mei 2020, jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Sikka mencapai 27 kasus (tertinggi di Provinsi NTT, red), menyiasati kondisi tersebut, maka IDI Sikka membagikan ribuan masker dan mengedukasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/05/28/4-kasus-kota-kupang-1-di-tts-total-kasus-positif-covid-19-capai-90-kasus-di-ntt/

Kecamatan Talibura menjadi kecamatan kelima yang didatangi para dokter ini dalam program besar Masker untuk Sikka. Sebelumnya IDI Sikka sudah membagikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat di Kecamatan Nita, Magepanda, Mego dan Paga. Jumlah masker yang dibagikan di Kecamatan Talibura sebanyak 4.000 masker untuk warga pada 12 desa dan 2 Puskesmas di wilayah kerja Talibura, yakni Puskesmas Watubaing dan Puskesmas Boganatar.

Sejumlah dokter memaparkan berbagai materi seperti strategi pencegahan, cara penularan virus corona, dan juga penegakan protokoler kesehatan.

Dokter Asep Purnama menyinggung reaksi penolakan masyarakat akibat stigma dan diskriminasi kepada pelaku perjalanan yang baru datang atau orang dan keluarga yang diduga terpapar virus corona. “Mohon jangan melalukan stigma diskriminasi terhadap mereka, melainkan harus mengasihi dan mendukung penuh upaya memutuskan mata rantai virus corona di Kabupaten Sikka. Perangi virusnya, bukan orangnya,” pintanya.

dr. Asep Purnama juga menekankan pentingnya melaksanakan protokoler kesehatan sebagaimana yang sudah diimbau pemerintah. “Untuk melawan virus corona, hanya ada 3 kunci utama yakni jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan. Ini senjata kita. Tolong saling mengingatkan kepada saudara-saudara kita,” imbau Pembina IDI Cabang Sikka.

Seperti apakah kondisi penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Sikka dan respons masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19?, silakan simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan dr. Asep Purnama melalui sambungan telepon pada Senin, 25 Mei 2020 pukul 22.22—22.51 WITA di bawah ini:

Garda Indonesia : Tugas mulia apa yang sedang dr Asep emban saat ini?

dr. Asep Purnama : Saya sebagai Ketua Tim penanggulangan covid-19 di rumah sakit TC Hillers Maumere, jadi dari tiga rumah sakit yang ditujukan oleh Kemenkes yaitu RSUD.W.Z Johannes, TC Hillers dengan RSUD Komodo Labuan Bajo. Saya juga penasihat inti Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sikka.

Garda Indonesia : Seperti apa konsep Masker bagi Sikka tersebut?

dr. Asep Purnama : Jadi ceritanya ada gerakan masker untuk Sikka itu kita gelisah karena tenaga medis ini kan seperti penjaga gawang. Tunggu di belakang, kalau kita begitu terus pasti kebobolan gawangnya. Kemudian kita bergerak untuk pencegahan, jadi sebagai penjaga gawang kita juga ikut menyerang. Kita akhirnya sebagai penjaga gawang juga ikut membagi masker. Waktu itu kita mulainya dari masker, kita cari donasi dalam bentuk uang maupun masker karena waktu medis sampai kehabisan, jadi kita membuat masker kain. Dulu rebutan makanya petugas kesehatan tidak dapat masker medis. Akhirnya saya ajak cari dana baik dalam masker kain yang sudah jadi maupun dalam bentuk uang. Kalau uangnya datang ya kita produksi masker kain. Sekarang ini kita ada 18 penjahit dan lumayan karena separuhnya sampai delapan puluhan juta padahal targetnya 150 juta. Karena kita produksi untuk Sikka 300.000, istilahnya satu orang dua. Dalam proses perjalanan, dikasih masker ternyata tidak dipakai.

Dalam pembagian masker kita masukkan pesan. Hari pertama kita bagi masker di pasar, pesannya dibuang. Akhirnya kita bergerak untuk mengedukasi. Setelah membagi, kelebihan itu, kita edukasi. Kalau yang lain kan membaginya tanpa atau kurang edukasi. Kita keliling edukasi melalui radio, mengudang para wartawan untuk buat dalam bentuk video yang melibatkan sekian dokter spesialis yang ada, kita juga meminta tolong penyanyi gemu mafire untuk membuat lagu tentang masker. Kita bergerak terus, mengedukasi dan membagi masker.

Saya mengajak dokter-dokter muda agar berjuang menjadi agen perubahan seperti Dr. Cipto Mangunkusomo. Sekarang saatnya kita bergerak dan lawan sekuat tenaga apa pun yang terjadi. Memang agak rumit karena banyak yang menolak dan ketakutannya luar biasa, tapi anehnya masih suka yang ramai seperti di pasar. Inilah perlunya edukasi.

Garda Indonesia : Bagaimana respons masyarakat dengan cara dokter-dokter di Sikka mengedukasi masyarakat terkait kasus positif terbanyak di Provinsi NTT?

dr. Asep Purnama : Memang harus menerapkan physical distancing dan social distancing. Ini agak rumit, untuk bertemu saja harus physical distancing. Kita tidak bisa memberikan penyuluhan ke banyak orang. Jadi kita minta tokoh-tokoh masyarakat supaya sebarkan lagi. Maunya kita undang wartawan. Kita ke lokasi, kita minta tolong camat, camatnya minta tolong kepala desa. Kita juga membuat video dengan kerja sama dengan Maumere Broadcasting Coorporation TV ini kita mau kerja sama dengan Maumere TV untuk membuat siaran edukasi pendek. Kita juga membuat beberapa video untuk disebarkan. Kemarin melalui zoom membuat edukasi secara online. Kalau di rumah sakit kita bikin host training yaitu perawat-perawat menyebarkan informasi untuk keluarga dan teman-teman mereka.

Garda Indonesia : Bagaimana operasional rumah sakit di Maumere?

dr. Asep Purnama : Pasien yang non-covid berkurang akan tetapi yang covid bertambah. Hunian rumah sakit di bawah 50% seluruh Indonesia tapi covidnya 27%. Rumah sakit akan bangkrut karena pasiennya berkurang, tetapi biaya untuk kebutuhan APD meningkat. Rumah sakit swasta menangis, kalau rumah sakit daerah kan disubsidi oleh pemerintah. Gaji karyawan tetap berjalan di rumah sakit daerah, kalau gaji karyawan di rumah sakit swasta 90% BPJS semua.

Garda Indonesia : Apakah kondisi mental masyarakat Sikka juga sama seperti yang lain takut memeriksakan diri ke rumah sakit, nanti dianggap ODP bahkan PDP?

dr. Asep Purnama : Kalau di sini takut tertular corona. Mereka takut ke rumah sakit karena takut tertular corona. Kebanyakan orang itu karena ketidaktahuan, kalau tidak tahu cara baiknya menghindar. Kalau transmisi lokal itu harus siap-siap untuk PDP dan ODP. Di Rumah Sakit TC Hillers kalau masuk rumah sakit dan dibilang batuk itu sudah masuk ODP dan masuk rumah sakit dengan sesak napas itu PDP. Kalau sudah itu memang karantina. Kalau sudah transmisi lokal sudah rumit karena kalau ketemu ODP kita harus pakai ADP. Kita siap-siap untuk memakai alat perlindungan paling tidak memakai masker karena lebih bahaya kalau bertemu yang OTG. Di TC Hillers harga masker normalnya Rp.14.000 sekarang turun Rp.10.000 untuk masker medis yang bedah. Dalam satu hari di rumah sakit kami, ada 500 masker yang dipakai.

Garda Indonesia : Bagaimana Ketersediaan APD di RS TC Hillers?

dr. Asep Purnama : Keadaannya kita tidak tahu sampai kapan, mungkin pertahanannya hanya sampai sebulan. Kalau ada transmisi lokal maka APD kita levelnya akan naik dan tidak sampai sebulan. Karena transmisi lokal kemungkinannya akan banyak. Kita khawatir sampai petugas kesehatan tertular maka rumah sakit akan collapse, beda dengan rumah sakit di Jakarta. Kita tidak ada korona saja petugas kesehatannya terbatas, sebetulnya PSBB di NTT tidak dapat disamakan dengan di Jakarta. Kita harus lebih waspada.

Garda Indonesia : Dampak dari memblokade akses transportasi di wilayah perbatasan?

dr. Asep Purnama : Memblokade kecuali pencurinya belum masuk, tapi ini kan sudah masuk. Di kasih blokade tapi pada saat jam malam ataupun di pasar masih banyak orang. Sebetulnya protokol kesehatannya dijalankan yaitu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Virus ini bisa sampai akhir tahun seperti demam berdarah. Harus ada tim dari pemerintah untuk mengawasi tempat-tempat seperti pasar, ATM di bank ataupun toko-toko agar ada jaga jarak.

Garda Indonesia : Koordinasi dan sinergisitas sebagai dokter dan ketua tim gugus tugas?

dr. Asep Purnama : Kalau diminta pendapat, saya kasih. Yang paling penting disini PCR kayak Kupang saja. Kami di sini punya TCM ( Tes Cepat Molekuler) ada di Maumere hanya tidak bisa diperiksa karena tidak ada cartridge. Ini kirim di Kupang harus menunggu lama. OTG atau ODP itu ada karena tidak ada alat pemeriksaan, kalau ada pasti langsung tahu apakah suspect atau tidak. Alat TCM ini dipakai untuk penyakit TBC dan di NTT kalau tidak salah ada 10.

Garda Indonesia : Bagaimana ketersediaan ruang isolasi di TC Hillers?

dr. Asep Purnama : Ada 15 kamar difungsikan dengan satu kamar ada dua. Kita menyiapkan tambahan 9 kamar dan penambahan di rumah sakit swasta.

Garda Indonesia : Penanganan untuk 27 Pasien Positif Covid-19 di Sikka ?

dr. Asep Purnama : Kalau tidak ada keluhan diberi vitamin. Jadi 80% kondisi mereka akan sembuh sendiri, 20% harus dirawat, 15% dari 20% akan membaik dan 5% akan meninggal. Kalau ada infeksi bakteri diberi obat, kalau gagal nafas diberi ventilator. Kondisi dari 27 orang sudah membaik. Kemarin kita kirim 65 hasil swap ke Labuan Bajo.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa oleh IDI Sikka)

4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

740 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Siang hari ini saya sampaikan informasi penting bahwa dari hasil pemeriksaan 97 swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dengan menggunakan PCR Real Time dan yang terbaru menggunakan uji coba Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Kamis siang, 28 Mei 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/25/1-kasus-positif-covid-19-dari-sumba-timur-2-dari-nagekeo-total-85-kasus-di-ntt/

Dari hasil pemeriksaan swab tersebut, imbuh drg. Domi Minggu Mere yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, diperoleh hasil 6 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yakni 5 (lima) kasus baru dan 1 (satu) kasus lama dari Kab T.T.S hasil swab kedua.

“Empat kasus Positif Covid-19 di Kota Kupang merupakan hasil transmisi atau penularan lokal,” ungkap drg. Domi seraya menyampaikan 1 kasus di Kabupaten T.T.S dari klaster Magetan.

Selain itu, lanjut drg. Domi, ada berita gembira yakni diperoleh hasil 2 Pasien sembuh (1 dari Kota Kupang dan 1 Sumba Timur) setelah dilakukan swab kedua. “Dengan demikian, totalnya mencapai 90 kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT,” beber drg. Domi.

Dari 90 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, tandas drg. Domi, ada 11 pasien sembuh, 1 meninggal dan sedang atau akan dirawat sebanyak 78 pasien.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 24 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 1 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)