Arsip Kategori: Kesehatan & Pola Hidup

Ini Pesan Gubernur NTT Saat Isolasi Covid-19, Julie Laiskodat : Kami ‘Video Call’

3.031 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Angkatan Darat di Jakarta, pasca terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa malam, 12 Januari 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/13/gubernur-provinsi-ntt-viktor-laiskodat-positif-covid-19/

Julie Sutrisno Laiskodat, istri Gubernur NTT kepada Garda Indonesia pada Kamis sore, 14 Januari 2021, menyampaikan kondisi terkini perawatan suaminya di Rumah Sakit Umum Angkatan Darat; dalam kondisi baik dan sehat.

“Seharusnya beliau (Gubernur VBL, red) harus mengikuti Vaksinasi Covid-19 bagi kepala daerah pada Kamis, 14 Januari 2021,” papar Julie Laiskodat kepada Garda Indonesia.

Pada saat hendak ke sini (Jakarta, red) pada Sabtu,8 Januari 2021, ungkap Julie, beliau melakukan PCR pada Jumat, 7 Januari 2021 dan memperoleh hasil negatif. “Jadi saat berada di sini, kondisi aman, tak ada gejala demam, batuk, dan pilek,” bebernya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (duduk) bersama istri, Julie Sutrisno Laiskodat dan ketiga anaknya

Nah, pada saat hendak kembali ke NTT pada Rabu, 13 Januari 2021, imbuh Julie Laiskodat, maka ia menyiapkan Gubernur VBL untuk melakukan PCR pada Selasa malam, 12 Januari 2021. “Dari hasil PCR tersebut, Gubernur NTT terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya seraya menyampaikan Puji Tuhan, dirinya dan ketiga anak negatif Covid-19.

Jadi mungkin, ulas Julie, kondisi Bapak Gubernur kuat, maka reaktif Covid-19 tak langsung saat itu, setelah 3—4 hari baru kelihatan dan akhirnya memutuskan untuk melakukan isolasi dan dirawat di RSUAD. “Sejak kemarin, kami (Saya dan anak-anak, red) video call dengan beliau, dan melihat kondisi beliau sehat. Kami pantau terus kondisinya,” terangnya.

Gubernur VBL pun mengimbau dan menyampaikan pesan kepada warga Nusa Tenggara Timur (NTT), tandas Julie Sutrisno Laiskodat, agar dapat mendisiplinkan diri menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

“Masyarakat NTT juga harus menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan sehat dan berperilaku hidup sehat, karena jika ingin keluar dari pandemi Covid-19, maka harus dilakukan secara menyeluruh,” pungkas Julie Sutrisno Laiskodat.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi facebook Julie Sutrisno Laiskodat)

Kadis Kesehatan NTT dr Meserasi Ataupah Gagal Vaksinasi Covid, Ada Apa?

417 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Vaksinasi Covid-19 telah dimulai, diawali dengan penyuntikan kepada Presiden Jokowi pada Rabu pagi, 13 Januari 2021. Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihelat pada Kamis pagi, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WITA—selesai di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/01/11/wakil-gubernur-ntt-josef-nae-soi-positif-covid-19/

Namun, ada beberapa pejabat yang batal menerima vaksinasi Covid-19 yakni Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; keduanya terkonfirmasi positif Covid. Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni juga tak ikut karena sedang menunggu hasil swab PCR, termasuk Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah pun tak ikut program vaksinasi perdana di wilayah NTT tersebut.

Selain dr Meserasi Ataupah, pejabat publik yang batal menerima vaksinasi Covid-19 antara lain Kabiro Umum, George Hadjo; Kepala Badan Keuangan Daerah Zakarias Moruk. Sementara, yang berhasil menerima vaksin yaitu Sekda NTT, Benediktus Polo Maing; Rektor Undana, Prof. Fredrik Benu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon; Direktur RSU W.Z. Johannes Kupang, dokter Mindo Sinaga; perwakilan Keuskupan Agung Kupang, Romo Donisius Manikin, dan Kepala Balai POM NTT, Yoseph Nahak.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing saat mengikuti tahapan Vaksinasi Covid-19

dr Stefanus Soka, SpB, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kupang yang menghelat kegiatan Vaksinasi Covid-19 kepada Garda Indonesia pada Kamis siang, 14 Januari 2021 mengungkapkan bahwa dr Meserasi Ataupah sedang mengalami sakit asma.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/13/gubernur-provinsi-ntt-viktor-laiskodat-positif-covid-19/

“Beliau tidak ikut. Informasi dari sekretarisnya, Pak Kadis Kesehatan sedang sakit asma dan sedang kumat karena kalau asma tidak boleh divaksin,” terang dr. Stefanus Soka.

Vaksinasi Covid-19, imbuh dr Stefanus Soka menyampaikan, merupakan perhatian pemerintah untuk melindungi masyarakat sehingga pemilihan jenis vaksin sudah diperhitungkan dengan saksama. “Jenis vaksin Covid-19 ini aman, dengan kita menerima vaksin, kita sudah melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Selain informasi bahwa Kadis Kesehatan Provinsi NTT sakit asma, juga beredar informasi bahwa dirinya sedang menunggu hasil test rapid dari laboratorium kesehatan.

“Klarifikasi dari kepala laboratorium kesehatan, hasil rapid test pak kadis non reaktif, beliau tidak jadi divaksin karena  kurang sehat, asma beliau kambuh dari semalam,” ungkap salah satu pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT seraya menyampaikan semoga besok (Jumat, 15 Januari 2021) bisa kembali fit.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh jefry—medika star

Izin BPOM Keluar, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Siap Vaksinasi 14 Januari

28 Views

Semarang, Garda Indonesia | Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terkait vaksin Covid-19. Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan segera mendistribusikan vaksin ke kabupaten/kota. Ia juga memastikan penyuntikan vaksin (vaksinasi) di Jawa Tengah siap dimulai pada Kamis, 14 Januari 2021.

“Kami sudah siap semuanya. Jadi begitu BPOM mengeluarkan izin maka Dinkes tinggal menyebarkan. Sebenarnya rantai dingin sampai ke tingkat Puskesmas di Jawa Tengah sudah siap semua,” ujarnya saat ditemui usai rapat koordinasi sosialisasi vaksin dengan Menteri Kesehatan secara virtual di Rumah Dinas Puri Gedeh, pada Senin, 11 Januari 2021.

Sebanyak 62.560 vaksin Covid-19 telah sampai di Semarang, Jawa Tengah pada 4 Januari 2021. Sejak saat itu, vaksin disimpan di gudang penyimpanan milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Vaksin tidak langsung didistribusikan ke kabupaten/kota karena masih menunggu izin penggunaan atau EUA dari BPOM.

“Kita tinggal men-deliver saja, kemarin kita hanya menunggu izin BPOM karena kalau terlanjur dikasih ke sana (kabupaten/kota) terus sampai sana masih belum ada izin kita khawatirkan perawatannya nanti berbeda-beda. Jadi kita keep dulu di sini karena peralatan bagus. Begitu izin ini keluar maka langsung kami siapkan (pendistribusian),” imbuh Gubernur Pranowo.

Berdasarkan arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, MUI sudah memberikan sertifikasi halal dan BPOM juga sudah memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19. Maka dari itu setiap daerah harus menyiapkan tempat vaksinasi dan vaksinator untuk mulai menyuntikkan vaksin pada Kamis, 14 Januari 2021 atau Jumat, 15 Januari 2021.

“Arahan Menteri Kesehatan tadi sudah sangat jelas agar kita menyiapkan untuk vaksinasi. Tanggal 13 Januari untuk Presiden. Diharapkan Gubernur dan seluruh forkopimda termasuk para dokter dan perawat (nakes), kemudian tokoh agama dan tokoh masyarakat pertama di tanggal 14 Januari. Kita sudah siapkan secara teknis,” urai Ganjar.

Ia pun menyatakan siap untuk divaksin. “Tanggal 14 itu sudah siap suntik. Vaksinator sudah siap semuanya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan distribusi vaksin ke kabupaten/kota akan dilakukan setelah izin dari BPOM keluar. Setelah sampai di daerah, domain distribusi akan berada di bawah Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten/Kota, kemudian disalurkan ke fasilitas kesehatan.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim relawan ganjar)

Editor (+roni banase)

Peduli Sebaran Covid-19 di Rumah Ibadah, FKUB Provinsi NTT Bagi Masker Medis

117 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi penyerahan corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memprihatinkan. Data per Senin, 11 Januari 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai angka 2.583 jiwa, sedang dirawat 948 jiwa, sembuh 1.566 jiwa, dan meninggal 69 jiwa; sedangkan kasus terkonfirmasi positif di Kota Kupang, mencapai 1.126 jiwa, masih dirawat 636 jiwa, sembuh 453 jiwa, dan meninggal 37 jiwa.

Sementara kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 per Senin, 11 Januari 2021 pukul 16.00 WITA, Kota Kupang sebanyak 30 kasus, Kabupaten Manggarai Barat 5 kasus dan Kabupaten Sumba Timur 2 kasus sedangkan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 dunia di Kota Kupang 4 jiwa, Kabupaten Sumba Timur : 2 jiwa, dan Lembata 1 jiwa.

Mencermati kondisi tersebut dan guna meminimalkan dampak penyebaran Covid-19 di lingkungan rumah ibadat di seputar Kota Kupang, maka Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT membagikan masker medis kepada perwakilan masing-masing agama yang dilaksanakan di aula Kantor FKUB di Jalan Raya El. Tari Kota Kupang pada Senin siang, 11 Januari 2021.

Foto bersama (jaga jarak dan bermasker) usai penyerahan bantuan masker medis dari FKUB Provinsi NTT kepada perwakilan masing-masing agama

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Haji Abdul Kadir Makarim, kepada media ini menyampaikan bahwa pemberian masker medis tersebut guna meminimalkan dampak penyebaran Covid-19 di lingkungan rumah ibadat pra pelaksanaan Vaksinasi Massal Covid-19.

“Ini sebuah hal baik, diharapkan agar teman-teman agar dapat membagikan masker kepada keluarga, orang berkepentingan, masyarakat, dan anggota FKUB,” ucap Aba Makarim sapaan akrab dari Ketua MUI Provinsi NTT.

Aba Makarim pun berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan dapat kembali melanjutkan pekerjaan dan rutinitas seperti sedia kala.

Sementara itu, perwakilan dari Gereja Katolik St. Yosep Kupang, Siprianus Nende menyampaikan terima kasih kepada FKUB Provinsi NTT dan bakal membagikan masker kepada umat. “Kami juga menerapkan protokol kesehatan ketat dalam pelaksanaan misa kudus dan para umat wajib menggunakan masker,” urainya.

Simak juga Imbauan Dukungan Vaksinasi  Massal Covid-19 dari FKUB Provinsi NTT : https://youtu.be/h9WiKPyrJWA

Usai penyerahan bantuan masker, dilanjutkan dengan seruan dukungan vaksinasi Covid-19 oleh perwakilan masing-masing agama yakni Haji Abdul Kadir Makarim dari MUI Provinsi NTT, Indra Effendy dari Magabudhi (Majelis Agama Buddha Theravada Indonésia) Provinsi NTT; Putera Kusuma dari (Parisada Hindu Dharma Indonesia) PHDI NTT; Pdt. Jehezkiel Hede dan Pdt. Erna Manafe Saudale dari Kristen Protestan, dan  Wilhelmus Ngete dari Katolik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Rumah Sakit Tentara Atambua Helat Simulasi Vaksinasi Covid-19

237 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 (Rumah Sakit Tentara) Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, para vaksinator dari puskesmas dan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Yonif Raider Khusus 744 Satya Yudha Bakti menyelenggarakan simulasi vaksinasi Covid–19 di halaman Rumah Sakit Tentara, pada Senin, 11 Januari 2021.

Mekanisme pelayanannya, peserta penerima vaksinasi mendapatkan notifikasi SMS dari BBCS berupa tiket elektronik (e-ticket) untuk pelaksanaan pemberian vaksin Covid–19. Peserta yang datang wajib menggunakan masker dan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh dan diarahkan ke ruang tunggu.

Dalam satu sesi pemberian vaksin, peserta dibatasi 15 orang dengan jarak duduk antara 1—2 meter. Jika ada peserta yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius, maka diarahkan untuk memeriksakan diri ke layanan dokter umum. Selanjutnya, peserta menuju ke meja 1 (pendaftaran), ke meja 2 (skrining) untuk periksa fisik sederhana, ke meja 3 (vaksinasi)  untuk disuntik pada lengan kiri atas, dan terakhir ke meja 4 (pencatatan).

Pjs. Kepala Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 Atambua, Lettu CKM, drg. Malik Hanro Agam menjelaskan, pihaknya yang pertama mengadakan simulasi vaksin Covid–19, dan hal tersebut telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.

Pjs. Kepala Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 Atambua, Lettu CKM, drg. Malik Hanro Agam

“Kami siap sebagai pionir untuk mengadakan simulasi vaksin Covid. Jadi, dari dinas kesehatan sendiri menitipkan agar rumah sakit tentara bisa menjadi contoh bagi puskesmas–puskesmas lain untuk mengadakan simulasi vaksin. Ini, bagian dari sosialisasi. Jadi, harapannya agar masyarakat Belu tidak takut untuk dilakukan vaksinasi covid”, ungkap Malik Hanro Agam.

Untuk pemberian vaksinasi Covid–19, tandas Malik, ditunggu dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Seberapa pun yang dikirim, pihaknya siap untuk membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak menuturkan, bahwa tenaga kesehatan yang dipersiapkan untuk melaksanakan vaksin berjumlah 17 puskesmas. Gelombang pertama, tenaga kesehatan yang sudah masuk dalam aplikasi untuk mendapatkan vaksin sebanyak 1.406 orang. Sedangkan, para pejabat akan dilakukan pada gelombang kedua.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak

Pelatihan vaksinator regional yang meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Utara dilakukan secara serentak melalui aplikasi zoom meeting pada 7—9 dan 11—13 Januari 2021.

“Vaksin sudah tiba di provinsi, tetapi belum distribusi ke kabupaten. Hari ini, kepala bidang P2P akan koordinasi ke provinsi untuk mendapat kepastian informasi tentang waktu pendistribusian. Imbauan untuk masyarakat, tolong taati 3M, masker, mencuci tangan dan menjaga jarak”, ujar Plt. Dinkes Kabupaten Belu.

Berkaitan dengan penutupan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Belu, Plt. Dinkes menambahkan, pasien akan dirujuk ke faskes lain setelah dilakukan rapid antigen terlebih dahulu untuk memastikan status pasien positif atau negatif. “Kalau positif, tentu kita tidak bisa rujuk. Kalau kondisi kuat, dia bisa karantina mandiri. Kalau tidak, kita karantinakan dia. Sementara, kita sudah siapkan KKP di Haliwen untuk menjadi tempat karantina”, paparnya.   (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Posko Covid-19 Jadi Kunci Pengendalian di Kabupaten TTU

305 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Sesuai hasil rapat Presiden, Juru bicara Covid dan Kemenko Perekonomian RI terkait penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia, untuk lebih memperketat pengawasan dan pengendalian Covid-19, maka wilayah kab/kota, Provinsi DKI dan Se-Jabotabek, terkhusus wilayah Jawa dan Bali dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Ukat kepada media ini pada Jumat siang, 8 Januari 2021.

Untuk luar daerah sesuai instruksi itu, imbuh Kristoforus, akan dioptimalkan pos Satgas Covid provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan sampai di tingkat kelurahan/desa. “Pemerintah Desa harus mengimbau masyarakat secara persuasif agar menghindari kerumunan dan dapat melakukan penegakan hukum dengan melibatkan Satpol PP, Kepolisian RI, dan TNI,” terangnya.

Lanjut Kristoforus menambahkan, untuk wilayah TTU tidak diadakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, namun  yang perlu diperhatikan adalah mengoptimalkan kembali Posko Covid-19. “Terkait posko pengendalian bertempat di RSUD Kefamenanu, karena ada Call Center-nya, dokter dan perawat kesehatan,” papar Kristo yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo Kabupaten TTU ini.

Bilamana ada pengajuan dari kecamatan/desa, imbuh Kristoforus, akan diarahkan untuk berurusan dengan posko tindakan pengendalian. “Terkait posko pengendalian di Oeperigi (perbatasan TTU-TTS) telah ditarik atas dasar pertimbangan untuk beroperasi masing-masing unit seperti Koramil, Kepolisian dan Pihak Kesehatan,” urainya.

Jika ada yang penting, terang Kristoforus, pihaknya akan bekerja sama secara terpadu untuk mencegah kerumunan. “Terkadang kecolongan saat orang luar masuk ke wilayah kita karena takut dikarantina, mereka harus mengalihkan alasan ke daerah lain,” ungkapnya.

Kristoforus juga mengharapkan Pemerintah Kecamatan/ Desa harus berperan aktif  membantu bila ada pelaku perjalanan dengan Gejala Covid-19 agar segera melaporkan ke puskesmas.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan, tetapi mengutamakan Protokol Kesehatan sebagai strategi untuk bersahabat dengan Covid-19. “Dan jangan keluar sembarangan, kecuali ada keperluan penting. Karena kasus suspect, orang tanpa gelaja (OTG) dan reaktif bermula dari klaster keluarga, dengan tanpa gelaja bisa terjadi akibat kekebalan tubuh menurun,” tandasnya.(*)

Penulis dan foto (*/Melkianus Nino)

Editor (+roni banase)

Pelatihan Vaksinator Covid-19 di Tiga Provinsi Dibuka Gubernur NTT

343 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Balai Pelatihan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menghelat kegiatan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi NTT, NTB, dan Kalimantan Utara secara virtual pada 7—9 Januari 2021.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memperoleh kehormatan membuka secara langsung pelatihan vaksinator atau juru suntik Covid-19 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom pada Kamis pagi, 7 Januari 2021 di ruang rapat Gubernur NTT, Gedung Sasando.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/05/400-juru-suntik-dilatih-vaksinasi-covid-19-selama-seminggu/

Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan vaksinator atau Juru Suntik Vaksin Covid-19 ini sangat penting sehingga dirinya hadir untuk membuka. “Acara ini super penting, karena pelatihan ini langkah terjadi dan akan memberikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya di hadapan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah; dan Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes.

Turut hadir Staf ahli Gubernur NTT, Anwar Pua Geno dan Imanuel Blegur, para Kabid dan staf Dinas Kesehatan Provinsi NTT beserta para fasilitator pelatihan.

Lanjut Gubernur VBL, pelatihan ini super penting karena para vaksinator bakal menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global. “ Saya juga ingin terus mendorong agar pelatihan seperti ini dapat diikuti dengan disiplin tinggi dan mampu menjalankan krisis secara baik,” pintanya.

Gubernur VBL pun meminta para vaksinator untuk dapat menjelaskan kepada masyarakat karena banyak yang belum memahami tentang tata cara vaksinasi Covid-19. “Vaksinator perlu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana dampak dari vaksin dan dapat menjadi agen pemerintah yang dapat memberikan gambaran jelas saat masyarakat membawa diri mereka untuk divaksin,” tegasnya.

Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, dan Kadis Kesehatan Provinsi NTT saat memberikan salam sehat kepada para peserta pelatihan vaksinator Covid-19

Selain itu, Gubernur VBL juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan meminta seluruh fasilitator agar dapat memberikan pelatihan secara baik kepada para vaksinator Covid-19.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes. mewakili Kadis Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan, vaksinator bertugas menyuntikkan vaksin ke dalam tubuh seseorang dan tugas bidang SDM untuk menyiapkan para vaksinator pada gelombang kedua angkatan ke-19 dan 20 dengan alokasi masing-masing 200 peserta.

“Target peserta pelatihan vaksinator di Provinsi NTT sebanyak 2.455 yang terbagi di 410 puskesmas (masing-masing puskesmas 5 orang), untuk rumah sakit 3 orang, dan Dinas Kesehatan di 22 kabupaten/kota termasuk Dinas Provinsi NTT masing-masing 5 orang,” ungkap Joyce.

Lama pelatihan, imbuh Joyce, dilakukan dalam waktu 4 (empat) bulan hingga Juni 2021 dan gelombang berikut naik menjadi 800 orang per pelatihan. “Para peserta juga difasilitasi pulsa sebesar 100 ribu rupiah dengan mengikuti pelatihan secara daring dan diikuti dengan simulasi vaksinasi yang didampingi oleh fasilitator,” tandasnya.

Terpisah, Kasie Pengembangan SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Merpati Nalle,  S.Sos., M.M. menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan pada 7—9 Januari 2021 merupakan dokter, perawat atau bidan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi NTT. “Untuk tanggal 11—13 Januari 2021 sedang disiapkan para peserta pelatihan sekira 200 orang,” terangnya.

Adapun alokasi peserta pelatihan vaksinator Covid-19 dari Provinsi NTT, tandas Merpati, sebagai berikut Kota Kupang 28 peserta, Sabu Raijua 7, Manggarai Timur 21, Nagekeo 7, Malaka 21, Sumba Tengah 8, Rote Ndao 12, Ende 25, Sikka 19, Flores Timur 21, Lembata 9, Belu 16, dan Timor Tengah Utara 6 peserta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Wakil Wali Kota Kupang : PSBB Belum Berlaku di Kota Kupang

3.307 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menegaskan bahwa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB belum diterapkan di Kota Kupang. Penegasan tersebut disampaikannya dalam sesi konferensi pers bersama awak media pada Jumat, 8 Januari 2021 pukul 12.00 WITA—selesai di ruang rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang.

Didampingi oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Kota Kupang bisa dilaksanakan PSBB jika memenuhi 1 dari 4 kriteria yakni angka kesembuhan, angka kematian, jumlah penderita aktif Covid-19, dan pemakaian rumah sakit.

“Dari 4 (empat) indikator tersebut, Kota Kupang telah memenuhi 2 (dua), namun tidak serta merta dibilang tutup (PSBB, red) karena minggu depan harus berkoordinasi dengan Forkopimda dilanjutkan usulan ke Gubernur NTT dan harus memperoleh izin dari Menteri Kesehatan,” jelas dr. Hermanus Man.

Jika pertimbangan dari tim assesment Kementerian Kesehatan, imbuh dr. Hermanus Man, bahwa Kota Kupang harus ditutup karena kasus Covid-19 sudah sangat meningkat, maka harus ditutup (diberlakukan PSBB, red). “Namun, dengan beberapa ketentuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti penutupan pasar, mall, mart, dan pusat pembelanjaan hanya hingga pukul 19.00 WITA (7 malam),” tegas Wakil Wali Kota Kupang.

Terkait apakah bakal dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Kupang tentang pemberlakuan PSBB, dr. Hermanus Man, mengultimatum bahwa tidak langsung dikeluarkan, namun harus perlu dikaji, berkoordinasi, dan membutuhkan izin Menteri Kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang yang juga berprofesi sebagai dokter ini pun kembali menegaskan bahwa pemberitaan di beberapa media massa terkait PSBB yang akan diberlakukan di Kota Kupang tidak benar. “Informasi dari masyarakat terkait PSBB itu tidak benar dan PSBB itu telah berganti nama menjadi pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku nasional di Jawa dan Bali pada tanggal 11—25 Januari 2021,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh gery–AFBTV