Arsip Kategori: Kesehatan & Pola Hidup

Pemerintah Kini Miliki 20 PCR untuk Tes Covid-19 & Mulai Didistribusi

48 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia kini memiliki 20 alat tes Reaksi Berantai Polimerase atau ( Polymerase Chain Reaction) yang terdiri atas dua buah RNA Extractor Automatic dan 18 Detector PCR yang bisa mengetahui ketepatan hasil tes Covid-19 hingga 10 ribu per harinya.

“Sekitar tiga minggu lalu, kita sudah berhasil membeli alat dari Swiss Roche sudah datang ke Indonesia. Detailnya adalah ada dua buah Manufacture RNA ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor biasanya di Indonesia ada yang manual dan matic juga,” ujar Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Arya mengatakan kedua alat ini memiliki kemampuan tes yang berbeda. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 per hari, sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes per hari.

Apabila semua alat tes telah terinstal maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Menurut hitung-hitungannya, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000—10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes. “Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites, dengan alat PCR kepastian bahwa orang itu terkena corona atau tidak. Alat ini sudah hadir dan sudah di Set Up,” terang Arya.

Ia berharap dengan adanya alat ini Indonesia akan semakin mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah. “Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona,” tandas Arya.

Sementara itu, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona penyebab Covid-19 per 7 April 2020 menjadi 2.738 orang. Dari jumlah itu, 221 orang di antaranya meninggal dunia dan 204 pasien dinyatakan sembuh.

Gugus Tugas Distribusikan Alat PCR Deteksi Covid-19 ke 12 Provinsi

Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 segera mendistribusikan Lab Test Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi seseorang positif atau negatif Covid-19 ke sejumlah provinsi di Indonesia. Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta.

Di samping DKI Jakarta, sebelas provinsi penerima alat ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. Perakitan alat ini membutuhkan waktu beberapa hari dan kehati-hatian yang tinggi.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyampaikan bahwa alat ini harus terpasang di ruang tekanan negatif. “Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan. Dan banyak item-item lain yang disesuaikan dengan kriteria sebuah lab, apalagi lab virus seperti ini yang harus sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujar Arya saat Konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Alat ini berhasil didatangkan dari Roche Swiss atas upaya Kementerian BUMN dari Roche Swiss. Alat ini merupakan alat yang diburu oleh berbagai negara yang bersamaan terjangkit pandemik Covid-19.

Melalui pengadaan logistik peralatan ini, ia berharap fasilitas kesehatan semakin cepat dan mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah. “Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona,” pungkas Arya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

45 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. mengucap syukur karena hingga kini Provinsi NTT masih negatif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Pertama-tama kami rakyat NTT, dan seluruh jajaran di Provinsi NTT; bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ASWT sampai dengan hari ini; puji Tuhan, alhamdulillah; kami masih dikatakana zero corona,” tandas Wagub menjawab pertanyaan wartawan Berita Satu TV di rumah jabatan Wagub, pada Selasa malam, 7 April 2020.

Saat ditanya soal penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang secara nasional masih negatif bersama Provinsi Gorontalo, sedangkan 32 provinsi lainnya di Indonesia sudah terpapar Covid-19, Wagub Josef Nae Soi mengatakan virus ini diketahui tidak menular.

“Kita tahu bahwa virus ini tidak menular tetapi ditularkan. Sesuai dengan kondisi kami masyarakat NTT, di mana masyarakat kami menganut nalar komunitarian yang sering berkumpul satu sama lain; maka yang pertama kami lakukan adalah bagaimana mengubah nalar dari komunitarian menjadi nalar social distance atau physical distance; itu istilah,” papar Wagub.

“Masyarakat kami selalu berkumpul dalam pesta adat, dalam beribadah dan sebagainya. Oleh sebab itu, langkah pertama yang kami ambil dari pemerintah adalah kami mengundang semua komponen yang ada di NTT, semua tokoh masyarakat, tokoh agama, semua tenaga medis; kita menentukan sekarang NTT ini dalam keadaan bagaimana, kami mengambil satu kesimpulan pada saat itu bahwa NTT walaupun belum masuk tetapi ini ada namanya kegentingan sosial,” tambah mantan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Kalau kegentingan sosial sebut Wagub Nae Soi, maka diminta kepada tokoh masyarakat, semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mari kita semua sosialisasi kepada masyarakat bahwa ikatan-ikatan kita; ikatan sosial yang selama ini merupakan budaya harus dihentikan sementara; karena ada namanya kegentingan sosial. Oleh sebab itu, kami minta kepada masyarakat dan menurut tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat supaya ditiadakan pesta-pesta adat, ditiadakan ibadah dan lain sebagainya,” tegas Wagub Josef.

Masyarakat dari Zona Merah Corona Virus Jangan Datang ke NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sambung Wagub, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk dapat mengendalikan diri di tengah pandemik virus corona. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah “merah” tolong melakukan pengendalian diri supaya jangan datang ke NTT kalau misalnya tidak ada keperluan yang sangat luar biasa. Juga kepada masyarakat yang berada di luar NTT kami mohon dengan sangat supaya kalau misalnya mereka dari “daerah merah”, kami mohon dengan sangat supaya jangan datang dulu ke NTT,” pinta Wagub, datar.

Di tempat terpisah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar tidak panik berlebihan. “Masyarakat NTT jangan panik berlebihan. Siaga boleh. Kalau panik, imunitas tubuh menurun dan akan berdampak mudahnya berbagai wabah masuk ke dalam tubuh kita; tidak hanya wabah corona,” pinta Marius di ruang kerjanya, pada Rabu, 8 April 2020.

Justru di saat-saat seperti ini sebut Marius, tumbuh kepekaan dan rasa solidaritas kemanusiaan sebagai sesama anak bangsa. “Saat seperti ini harus timbul dan tumbuh rasa solidaritas sebagai sesama anak bangsa yang ada di daerah. Mari kita saling membantu dan meneguhkan agar wabah corona ini cepat berhenti; sembari terus berdoa kepada Tuhan Sang Empunya Kehidupan; agar kita semua senantiasa terjaga, sehat dan terlindungi,” ucap Marius, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 NTT: Warga Sakit Sebaiknya Jangan Pulang

126 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat tampil di acara bincang pagi bersama Radio Suara Timor Kupang meminta, agar warga masyarakat NTT yang masih sakit; yang kini berada di daerah terpapar Covid-19 untuk tidak pulang ke NTT.

“Jadi begini positif atau negatif itu biasanya dibuktikan pemeriksaan sampel darah. Memang kita mendorong masyarakat yang mau kembali ke NTT; kalau masih dalam keadaan sakit, sebaiknya jangan dulu pulang. Dirawat dulu sampai sehat betul; baru datang ke kampung halaman dan itu juga untuk menjaga saudara-saudaramu di NTT. Jadi jangan egois, kalau misalnya di Jawa; di Bali sedang sakit, dirawat dulu sampai sehat. Ketika sudah sehat; dokter bilang sehat dan sembuh, silakan kembali ke kampung halaman di Provinsi NTT,” terang Marius dalam sesi keterangan pers pada Senin, 6 April 2020 di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Masyarakat NTT juga sebut Marius, jangan mencurigai kalau ada pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP). “Jangan mengucilkan mereka; mengolok mereka; itu tidak boleh. Bapak Gubernur selalu mengimbau kita supaya kesempatan inilah solidaritas kemanusiaan antara kita harus kuat; bergandengan tangan, bekerja sama lalu kemudian bersama-sama menghadapi bencana kemanusiaan ini,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Dia mengaku, pihaknya selalu memantau semua orang di seluruh NTT yang tersebar di setiap kabupaten/kota sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Kita pantau, karena itu memang kita sudah mendorong para Bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang untuk bisa memantau warganya sampai di tingkat RT; memantau siapa yang datang dari luar; lalu kemudian memastikan kondisi kesehatannya; berkoordinasi dengan para medis setempat supaya memeriksakan dia; supaya bisa mengikuti perkembangan klinis dari orang tersebut,” tandas Marius.

Selain itu, imbuh Marius, Bapak Gubernur mengimbau seluruh rakyat NTT untuk tetap tinggal dan lebih banyak di dalam rumah; kalau pun keluar rumah untuk belanja makan minum, silakan. “Tetapi begitu keluar rumah, anak-anak kita pakai masker,” tandasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

199 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga 6 April 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 686 orang, yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 195 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 15 orang ( 7 orang lakukan isolasi mandiri dan 8 orang dirawat di rumah sakit),” terang Dr. Jelamu Ardu Marius saat menyampaikan keterangan pers melalui telekonferensi di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Mengenai sebaran Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang dirawat di rumah sakit, secara gamblang Marius menjabarkan, di Kabupaten Alor mencapai 7 orang (2 orang dirawat di RSUD Kalabahi dan 5 orang lakukan isolasi mandiri); Kota Kupang, 1 orang dirawat di RS SK Lerik; 1 orang dirawat di RS Soe; 1 orang dirawat di RS Ende; 1 orang dirawat di RS Lewoleba; 1 orang dirawat di RS Komodo Labuan Bajo; dan 1 orang dirawat di RS Umbu Rara Meha Sumba Timur.

“Sementara, PDP yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 7 orang termasuk 1 PDP di Kabupaten Sumba Tengah,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 NTT yang juga sebagai Karo Humas dan Protokol Setda NTT dan didampingi oleh Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum.

Terkait update data perkembangan Orang Dalam Pemantauan, sebut Marius, jumlah ODP saat ini menjadi 686 orang, selesai masa pemantauan 195 orang; yang dirawat 4 orang (2 orang dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr W.Z Johanes Kupang, 1 orang di rawat di Rumah Sakit Siloam dan 1 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.

Tentang sebaran ODP di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur yang melakukan karantina atau isolasi mandiri, Marius menjabarkan, Kota Kupang saat ini terdapat 121 orang; Kabupaten Kupang jumlah saat 46 orang; karantina mandiri 45 orang; Kabupaten TTS ada 54 orang dan Kabupaten TTU sebanyak 30 orang.

Kabupaten Belu jumlah saat 49 orang; di Malaka, saat ini 2 orang; Kabupaten Rote Ndao berjumlah 24 orang; Kabupaten Sabu Raijua saat ini terdapat 3 orang dan di Alor 15 orang.

Kabupaten Ende jumlah saat ini 10 orang karantina mandiri; Sikka jumlah saat ini sebanyak 58 orang; Flores Timur berjumlah 10 orang; Lembata sebanyak 43 orang; Ngada sebanyak 14 orang; dan Kabupaten Nagekeo berjumlah 18 orang.

Di Kabupaten Manggarai, imbuh Marius, terdapat 8 ODP; Manggarai Barat sebanyak 56 orang; dan Kabupaten Manggarai Timur mencapai 29 orang melakukan karantina mandiri.

Sementara ODP yang melakukan isolasi mandiri di daerah Sumba, tandas Marius, tersebar di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 46 orang; Sumba Barat berjumlah 6 orang; Sumba Barat Daya saat ini sebanyak 41 orang; dan di Kabupaten Sumba Tengah terdapat 1 orang.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Valeri Guru

Pemkot Kupang Terima Bantuan Material Cegah Covid-19 dari BI Perwakilan NTT

72 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. didampingi Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. dan Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa menerima Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat bantu cuci tangan yaitu wastafel portabel, masker, sarung tangan (hand gloves), vitamin dan hand sanitizer untuk masyarakat Kota Kupang.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwaklian NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja pada Senin, 6 April 2020 di Kantor Lurah Fatubesi. Penyerahan bantuan ini dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Virus Covid-19 di Kota Kupang melalui pola hidup bersih yang berawal dari cuci tangan dan penggunaan masker.

Wali Kota Jefri saat melihat dari dekat wastafel portabel bantuan dari BI Perwakilan NTT

Di samping itu, Bank Indonesia Perwakilan NTT juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah terutama bagi para tenaga medis.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan NTT atas perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami gunakan alat ini sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang khususnya kebersihan di tempat umum. Kami sampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Indonesia perwakilan NTT yang telah menyumbang APD bagi tenaga medis di rumah sakit yang berada di Kota Kupang,” tutur Wali Kota Jefri. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemerintah Wajibkan Warga Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Rumah

136 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengingatkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO agar seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Di awal, WHO menyampaikan bahwa yang pakai masker hanya yang sakit. Tapi, sekarang semua yang keluar rumah harus pakai masker,” ujarnya dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 April 2020.

Kepala Negara meminta agar masyarakat mematuhi imbauan tersebut. Maka itu, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk memastikan ketersediaan masker yang dapat digunakan oleh masyarakat. “Saya meminta agar penyiapan masker sekarang ini betul-betul disiapkan dan diberikan kepada masyarakat karena kita ingin setiap warga yang harus keluar rumah itu wajib memakai masker,” kata Presiden.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Yuri), juga telah menyatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti rekomendasi dari WHO.

Yuri menyampaikan bahwa masyarakat disarankan untuk mengenakan masker kain yang dapat dicuci dan dikenakan berkali-kali. Untuk saat ini, masker medis seperti masker bedah dan N-95 diprioritaskan bagi dokter dan paramedis. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)

Gugus Tugas Covid-19: Cairan Disinfektan Tidak Disemprotkan ke Tubuh

139 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat agar tidak menyemprotkan langsung cairan disinfektan ke tubuh meski diketahui ampuh membasmi virus corona maupun kuman.

Dalam hal ini, ketentuan yang benar menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI adalah bahwa disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang saja. Atas dasar itu, masyarakat disarankan untuk menghindari penggunaan bilik disinfektan sesuai dengan surat edaran dari Kemenkes RI yang tidak menganjurkan alat itu.

“Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia,” kata Wiku Adisasmito pada konferensi pers pada Minggu, 5 April 2020 di Graha BNPB Jakarta.

Disinfektan dalam edaran Kemenkes RI merupakan bagian dari upaya pencegahan kedua setelah upaya pencegahan pertama berupa cuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Kemenkes menganjurkan disinfektan lebih baik digunakan untuk bahan campuran mencuci baju usai bepergian dari luar rumah sehingga baju tersebut dapat terhindar dari virus, termasuk Covid-19.

Oleh sebab itu, dianjurkan kepada masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk lebih memperbanyak wastafel portabel sehingga memudahkan masyarakat yang bepergian untuk dapat sering mencuci tangan sebagai langkah pertama mencegah Covid-19.

“Kita ada baiknya dengan swadaya masyarakat untuk membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di area publik yang dapat diakses di tempat umum, di tempat transportasi umum, supermarket, tempat belanja, dan sebagainya,” ujar Wiku.

Lebih lanjut, hal itu juga dianjurkan agar dapat diterapkan secara disiplin oleh seluruh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW hingga pemerintah pusat sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jika kita menerapkan disiplin perilaku ini, baik nasional, provinsi, kota, desa, RW/RT sampai tingkat keluarga kami sangat percaya bahwa kita bisa secepatnya menekan kasus ini,” tutup Wiku.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Lihat Ruang Isolasi Covid-19 di RS SK Lerik, Wali Kota Jefri Pinta Warga Waspada

70 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. mengimbau warga kota untuk mendukung pemerintah melawan penyebaran virus ini dengan cara menjaga kesehatan diri dan menjaga jarak dengan sesama atau (Physical Distancing) dan mengurangi aktivitas atau pertemuan-pertemuan yang tidak perlu (Social Distancing).

Selain itu, pinta Wali Kota Jefri (sapaan akrabnya, red), agar warga kota dapat mengikuti imbauan para pemimpin agama agar sementara waktu ini melakukan ibadah di rumah masing-masing,

“Ini semua demi kebaikan bersama. Karena kita semua berpeluang tertular dan menularkan virus bagi orang lain,” tegas Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di hadapan awak media usai meninjau langsung meninjau pembangunan ruang isolasi di RSUD SK Lerik Kota Kupang, pada Sabtu, 4 April 2020.

Kepada awak media, Wali Kota Jefri menyampaikan hendak memastikan kesiapan Pemkot Kupang dalam menghadapi pandemik Covid 19 atau Novel Coronavirus. “Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di NTT, RSUD SK Lerik akan menyediakan 10 ruang isolasi dengan 20 tempat tidur yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan bisa selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan,” ujarnya.

Wali Kota Jefri saat meninjau salah satu ruangan yang dipersiapkan untuk ruang isolasi Covid-19 di RSUD SK Lerik

Wali Kota Jefri juga mengatakan, meskipun hingga saat ini di Kota Kupang bahkan di Provinsi NTT pada umumnya tidak tercatat adanya kasus positif Covid-19, namun warga dan pemerintah harus tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatu termasuk diantaranya kesiapan Rumah Sakit dalam menyediakan ruang rawat inap atau ruang bertekanan negatif untuk isolasi pasien positif Covid-19.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada para dokter, perawat dan petugas medis serta pihak-pihak terkait lainnya yang telah bekerja sama dan berjibaku dalam menghadapi penyebaran virus Corona di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa terhadap dampak dari pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Kupang akan menyiapkan anggaran sebesar Rp.45 miliar terutama untuk penanganan medis dan jaring pengaman sosial guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat, salah satunya dengan membagikan voucer sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Y. Halek di hadapan Wali Kota Kupang, memastikan akan menyelesaikan pengerjaan ruang isolasi tersebut secepatnya. Mengenai persediaan alat perlindungan diri (APD) saat ini menurutnya masih cukup, selain stok rumah sakit mereka juga mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kota Kupang serta sumbangan dari para donatur.

Turut hadir dalam peninjauan ruang isolasi tersebut Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD SK Lerik, dr. M. Ihsan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)