Arsip Tag: jefri riwu kore

Pemkot Kupang Pasang 1.800 Lampu Jalan Baru dan Bangun Trotoar Standar Nasional

171 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kini, wajah Kota Kupang lebih tertata dan semakin indah di masa kepemimpinan Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man. Memimpin Kota Kupang sejak tahun 2017, berbagai infrastruktur dibangun untuk menata Kota Kupang lebih bermartabat.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Kupang kembali menambah lampu penerangan jalan umum (PJU). Saat ini sedang dalam proses pemasangan 1.800 unit lampu penerangan. Lampu-lampu dengan tiang dekoratif ini dipasang khusus untuk jalan-jalan protokol di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Benyamin Ndapamerang, pada Rabu 21 Oktober 2020, mengatakan pemasangan lampu penerangan jalan adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan masyarakat. Dengan lampu yang berjejer di sepanjang jalan, Kota Kupang menjadi lebih terang di malam hari.

Saat ini, imbuhnya, ada dua jenis lampu yang sedang dipasang, yakni lampu dengan tiang setinggi 7 meter dan 9 meter. Ada tiang dekoratif 9 meter yang dipasang sepanjang jalan protokol yaitu Jalan Adisucipto, Jalan Piet A. Tallo, Jalan Frans Seda dan Jalan El Tari.

Kemudian, lampu dengan tiang berukuran 7 meter dipasang di jalan-jalan lingkungan seperti di kelurahan. “Ini kan memang program dari Pak Wali Kota untuk membuat kota terang, sehingga dari sisi keamanan juga masyarakat merasa lebih aman, kemudian kota lebih kelihatan indah, karena bagaimana pun juga ini ibu kota Provinsi NTT,” jelas Ndapamerang.

Menurutnya, untuk pemasangan lampu baru ini, Pemkot tetap berkoordinasi dengan PLN, sehingga apabila sudah dinyalakan, lampu lama yang ada di sepanjang jalan protokol dipindahkan ke jalan lingkungan di kelurahan. “Ini yang diinginkan Pak Wali Kota, supaya masyarakat melintas atau pulang walaupun malam sekalipun mereka tetap merasa nyaman,” ungkapnya.

Model Trotoar baru yang dibangun di Kota Kupang

Untuk diketahui, untuk lampu penerangan jalan, Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran senilai Rp.27 miliar. Targetnya pemasangan 1.800 lampu baru ini selesai di awal November 2020.

Selain 1.800 lampu jalan, Pemkot juga gencar membangun trotoar di berbagai ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Kupang. Pada tahun 2020 ini, Pemkot Kupang membangun trotoar baru di tiga ruas jalan, yakni Jalan Perintis Kemerdekaan di Kelurahan Kelapa Lima, Jalan Soekarno di Kelurahan Fontein dan Jalan Sam Ratulangi di Kelurahan Kelapa Lima. Anggarannya mencapai Rp.4,5 miliar.

Menurut Ndapamerang, saat ini penataan trotoar digencarkan untuk mewujudkan wajah kota yang indah dan menawan. Selain itu, membuat nyaman warga ketika berjalan kaki. Trotoar yang dibangun saat ini sesuai standar nasional yakni tidak hanya sebagai akses warga normal namun juga memberikan kemudahan bagi kaum difabel apabila melintas.

“Kita ingin menata kota ini ke arah kota menengah dan kota besar, sehingga standarnya kita memakai standar yang lebih baik dan tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Maxi Dethan menjelaskan dalam pengerjaan trotoar ada 2 jenis kegiatan dalam 1 paket kerja, yakni untuk trotoar di Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Soekarno bersifat renovasi atau perbaikan, sedangkan di Jalan Perintis Kemerdekaan di Kelurahan Kelapa Lima, merupakan pembangunan trotoar baru. Maxi menegaskan pekerjaan ketiga trotoar ini ditargetkan berakhir pada Desember 2020.

“Dipastikan selesai bulan Desember, sekitar tanggal 16 atau 17,” ungkapnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Nina—PKP)
Editor (+rony banase)

Minta Restu, Cia Rondo Siap Harumkan Nama NTT di Ajang Putri Cilik 2020

457 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Liliane Gratia Imanuela Rondo atau yang akrab disapa Cia Rondo akan menjadi perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang Finalis Puteri Cilik 2020 di Jakarta. Meski berusia masih sangat muda, dirinya siap mengharumkan nama Kota Kupang dan NTT di tingkat nasional.

Cia Rondo tercatat sebagai siswi di SMP Katolik St. Yoseph Kupang. Sejak kecil Cia selalu mengikuti perlombaan peragaan fashion di tingkat daerah dan selalu turut menjadi model dalam peragaan fashion busana daerah NTT untuk membantu mempromosikan dan mengangkat produk kain tenun asli NTT, sekaligus menambah pengalaman.

Cia Rondo juga selalu membuktikan dirinya mampu bersaing dengan peserta lainnya di ajang-ajang pencarian bakat yang ia ikuti.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Cia Rondo bersama Guru, instruktur tari serta kedua orang tuanya menyempatkan diri untuk bertemu dan minta restu kepada Wali Kota Kupang di ruang kerjanya, pada Selasa, 13 Oktober 20220.

Cia Rondo, foto bersama Wali Kota Kupang, Guru, dan Orang tua

Ayah kandung Cia, Winston N. Rondo menyampaikan tujuan kedatangan mereka dan meminta restu Wali Kota Kupang, karena anak Cia akan mengharumkan nama Kota Kupang di ajang Puteri Cilik 2020. Ia juga menyampaikan rencana Cia akan berangkat ke Jakarta sekitar tanggal 25 Oktober 2020 dan akan menjalani seleksi dan karantina hingga 31 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi, perlombaan ini akan menerapkan standar protokol kesehatan yang cukup ketat sehingga seluruh peserta lomba harus berada di Jakarta lebih dini untuk menjalani berbagai proses sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Wali Kota Kupang Doktor Jefri Riwu Kore, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Cia Rondo dan memastikan dukungannya. Menurutnya, ajang pemilihan Puteri Cilik 2020 itu adalah salah satu ajang yang positif bagi anak-anak, oleh karena itu pemerintah harus mendukung penuh kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai bagian dari momen penciptaan prestasi generasi muda sekaligus kesempatan untuk mengharumkan nama daerah.

“Cia harus berani dan kuat, karena pemerintah dan masyarakat pasti mendukung terhadap semua upaya-upaya generasi muda kita untuk mendulang prestasi, karena dengan begitu akan menjadi motivasi bagi anak-anak NTT lainnya. Yakinlah satu saat nanti pasti kita akan memiliki generasi-generasi yang mempunyai karakter terpuji serta dapat diandalkan,” imbau Wali Kota.

Wali Kota Kupang yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Ernest S. Ludji, SSTP.,M.Si berpesan agar Cia dan rombongan yang akan berangkat untuk selalu memperhatikan kesehatan, mengikuti protokol kesehatan dan semangat mengikuti berbagai rangkaian proses pemilihan dalam ajang itu. Serta tidak lupa berdoa dan berikan yang terbaik buat keluarga, masyarakat NTT dan pemerintah.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms)
Editor (+rony banase)

Program GKH, Pakar Lahan Kering dari UKAW Rekomendasi Tanam Pohon

183 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang sedang berfokus menghijaukan wilayah Kota Kupang melalui program Gerakan Kupang Hijau (GKH). Sejak tahun 2019 telah dilakukan penanaman ribuan pohon di berbagai ruas jalan.

Terkait program ini, pakar lahan kering Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Ir. Zeth Malelak, M.S. kepada awak media menjelaskan Kota Kupang yang sangat kering membutuhkan sebanyak mungkin pohon. Oleh karena itu, program GKH yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Kupang sangat membantu.

Ia menjelaskan dengan adanya banyak pohon akan meningkatkan kelembaban udara sehingga udara semakin sejuk. Selain itu, menciptakan keindahan, menyumbang oksigen dan menjaga tingkat hidrasi air dalam tanah.

Zeth pun meminta Pemkot Kupang agar sebaiknya tidak lagi menanam anakan yang baru tumbuh seperti sebelum-sebelumnya. “Kami tidak rekomendasikan menanam tanaman yang kecil. Kita membutuhkan perakaran yang sudah baik. Tanaman yang sudah dibiarkan lebih dari dua tahun. Karena kelembaban tanah kita di bawah 30 persen, curah hujan rendah, dan lahan kita batu-batu dan cepat menyerap panas. Kalau tanaman kecil mudah stres dan ini riset, bukan pribadi saya yang bilang. Semua proyek di lahan kering sebaiknya tanam tanaman yang sudah dewasa bukan anakan lagi,” jelas Zeth.

Ia juga menjelaskan, apa yang dilakukan Pemkot Kupang saat ini sudah bagus, namun harus konsisten dalam pemeliharaan dan perawatannya. Ia menjelaskan membuat hutan di lahan kering atau forestry secara teori keberhasilannya di bawah 30 persen. Keberhasilan tertinggi hanya 30 persen, sehingga harus ada dobel anakan. Dengan didobel maka tentu akan menambah biaya.

Di wilayah Timor, lanjut Zeth, hujan hanya berlangsung tiga bulan. Oleh karena itu, jika menanam anakan lalu perawatan kurang maka pasti di bawah 30 persen. “Saya lihat ada beberapa tanaman di kota ini keberhasilan hampir 100 persen. Memang ada beberapa yang mati dan itu pasti diganti, tapi secara keseluruhan yang berhasil atau hidup itu sudah di atas 60 persen. Itu sudah hebat,” jelas Zeth.

Ia mengatakan tanaman-tanaman di Kota Kupang yang ditanam bukan pada musim hujan. Apalagi tahun lalu Kota Kupang mengalami El Nino dan hujan kurang dari dua bulan. Rata-rata hari hujan di Kupang tidak lebih dari 40 hari. “Padahal kita mengalami gangguan musim. Biasanya kalau ada gangguan musim di daerah kering itu tingkat pertumbuhan malah 0%, apalagi ada kebakaran,” kata Zeth.

Ia juga menyentil soal banyaknya proyek penggalian yang sedang berlangsung di Kota Kupang. Ini menjadi penyebab adanya gangguan terhadap tanaman. “Jadi bisa terjadi ada akar yang terputus di dalam saat dia sedang tumbuh,” ujarnya.

Namun, menurut dia, ada beberapa tanaman dengan daya tumbuh yang cukup bagus seperti pohon asam (Tambaring Belanda) di jalan depan Ina Boi, hampir 100 persen tumbuh. Tanaman ini punya daya tumbuh yang bagus. “Pemilihan tanaman sudah cukup hebat, apalagi Flamboyan ini menggambarkan tingkat kehebatan pak wali kota untuk menciptakan kota yang indah. Karena Kota Kupang memang terkenal dengan Kota Flamboyan,” kata Zeth.

Ia juga menyarankan agar pemerintah memperbanyak hutan kota. Ia mengakui program ini sulit, namun untuk menjaga lingkungan tetap nyaman maka harus dilaksanakan. “Program ini harus jalan karena tingkat kelembaban kita makin hari makin menurun. Tetap menanam dengan tanaman hutan, tapi tingkat kerapatannya lebih diperkecil lagi,” kata Zeth.

Ia meminta Pemkot Kupang menaikkan anggaran dan memperkuat jajaran yang bekerja dan menambah sosialisasi kepada semua orang. “Wali kota di mana-mana bicara, di gereja, media, wali kota ajak untuk menanam dan ini konsep yang dibangun kembali pak wali kota mengingat filsafat yang dibangun Gubernur El Tari yaitu tanam sekali lagi tanam,” jelas Zet.

Terkait anggaran, Zeth mengakui anggaran di lahan kering memang mahal. Pasalnya, perawatannya sangat berat. “Harus ada anggaran untuk perawatan. Dan perawatan di lahan kering tidak main-main. Bisa sampai tiga tahun. Tidak satu-dua tahun. Tanaman yang hebat di lahan kering itu tidak mudah. Menggali lubang di lahan kering yang berbatu beda dengan tanah yang lembut. Anggaran tidak sama,” ujarnya.

Salah satu alasan, menurut dia, top soil Kota Kupang hanya 2—5 centimeter, selebihnya berbatuan. Oleh karena itu, penggalian saja butuh anggaran besar. “Harus dibantu alat berat. Bisa saja biaya per pohon ini 10 juta baru jadi. Di daerah lain mungkin hanya 100 ribu. Kadang-kadang orang bilang anggaran ini sangat besar. Oh tidak, besar di mana dulu,” beber Zeth.

“Saya bangga karena pak wali kota mendorong tanpa bosan-bosan menyampaikan tentang tanam sekali lagi tanam dengan berbagai persoalan yang ada. Siapa yang berani membongkar batu karang ini untuk tanam pohon? Kalau tanam di daerah subur semua orang bisa. Tapi kalau dengan membongkar batu karang memang butuh keberanian,” pungkas Zeth. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP-Chris)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+rony banase)

Kunker di Kota Kupang, VBL Sorot Air Bersih, Parkir & Pedagang Kaki Lima

439 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Upaya Pemerintah Kota Kupang mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang maju dan modern diapresiasi oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Menurutnya, kemajuan Kota Kupang ditandai dengan pembangunan taman kota, jalur pedestrian (trotoar) dan lampu penerangan jalan yang diminta langsung oleh Wali Kota Kupang saat bertemu Presiden RI beberapa waktu lalu.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/09/30/masalah-sampah-di-kota-kupang-gubernur-vbl-desain-penanganan-harus-jelas/

Pujian tersebut disampaikan Gubernur VBL saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah di Kota Kupang, bertempat di kawasan wisata Pantai Lasiana Kupang pada Rabu, 30 September 2020.

Di hadapan Wali Kota, Doktor Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, dokter Herman Man, pimpinan DPRD Kota Kupang, jajaran Forkompinda, Sekda Kota Kupang serta jajaran pimpinan daerah yang hadir termasuk camat dan lurah, Gubernur menyampaikan beberapa fokus perhatian terhadap penyelenggaraan pemerintah di Kota Kupang.

“Bicara kota yang bagus itu malam terang, siang bersih, parkir jelas dan bebas sampah,” ujar Gubernur. Dikatakan, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi NTT juga perlu melakukan servis pelayanan publik karena semua fasilitas penting ada di sini, baik pelabuhan, bandara, gedung-gedung perkantoran, semua yang hal yang memerlukan pelayanan publik yang ramah karenanya perlu didorong secara serius.

Tentang permasalahan parkir di Kota Kupang, VBL meminta untuk ditata dengan baik. “Setiap hotel ataupun restoran memiliki lahan parkir sendiri dan pemkot Kupang juga menyiapkan lahan parkir untuk disewakan sehingga dapat menambah PAD,” pintanya.

Sementara, untuk penanganan air bersih di Kota Kupang, Gubernur VBL mengatakan perlunya re-design. Ia pun mengimbau dilakukan gerakan tanam air dari tingkat rumah tangga dan perkantoran agar air dapat tertampung dalam tanah selama musim hujan dan digunakan untuk penyiraman di musim kemarau. Bahkan menurutnya, air ini pula dapat dikonsumsi jika dikelola dengan teknologi yang baik. Untuk itu, Gubernur minta kerja sama dengan Pemkot agar membuat proposal bersama untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat mengurai masalah krusial di Kota Kupang

Gubernur juga fokus terhadap keberadaan pengaturan pedagang kaki lima yang menurutnya sebagai salah satu syarat suatu kota. Menurutnya, Pemerintah Provinsi akan menghibahkan pengelolaan Pantai Lasiana kepada Pemkot Kupang sehingga dapat menambah PAD. Para pedagang kaki lima di kawasan ini bisa diarahkan dan diatur dengan baik untuk dapat menyuguhkan makanan khas disertai suguhan atraksi wisata lewat nyanyian dan musik sasando sehingga pengunjung selain menikmati alamnya juga mendapat hiburan khas di lokasi wisata Pantai Lasiana. Tempat ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk berekspresi bagi kaum muda di kota ini.

Gubernur VBL juga mengatakan Kota Kupang harus siap menjadi destinasi pariwisata. Ia mengatakan sedang membuat perencanaan agar tahun depan dibuka penerbangan langsung dari Kupang ke China. Untuk itu, Kota Kupang perlu berbenah baik infrastruktur maupun persiapan akomodasi serta hotel yang baik, bertaraf internasional dengan tetap menonjolkan ciri khas budaya NTT.

Gubernur juga menyinggung soal pelabuhan Tenau yang sudah masuk dalam rencana pembangunan nasional dan sebentar lagi sudah mulai dibangun. Maka, Pemkot Kupang perlu melakukan penyesuaian tata ruang termasuk dalam mengatur jalur keluar masuk kontainer. Untuk itu, Pemkot Kupang perlu bekerja sama dengan Pemkab Kupang agar bisa dialihkan ke Kabupaten Kupang, tentunya dengan perjanjian yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Terhadap semua catatan yang disampaikan Gubernur, Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore menyampaikan terima kasih. Dirinya meminta kepada seluruh jajaran Pemkot untuk perlu melakukan akselerasi guna mewujudkan arahan gubernur. “Semua catatan akan diperhatikan. Khusus penanganan sampah, kasih kami waktu 6 bulan untuk penataan masalah sampah,” ujarnya. Dikatakan Wali Kota, pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan dan arahan dari gubernur dengan segera membuat pertemuan untuk penyusunan proposal.

Wali Kota Jefri pun memaparkan, sebagai Ibu Kota Provinsi dan satu-satunya kota di NTT, Kota Kupang terus melakukan penataan kota yang lebih baik. Namun, diakuinya hingga saat ini, Pemkot Kupang juga masih mengalami beberapa masalah yang sedang dalam proses pembenahan seperti air bersih dan sampah.

Tentang air bersih menurut Wali Kota berkat komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat saat ini, Pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan dana untuk peningkatan kapasitas sumber air di tiga titik yakni Kali Dendeng di Kelurahan Fontein, Air Sagu di kelurahan Batuplat dan sumber air di kompleks Kampus UKAW Kupang, Kelurahan Oesapa. Diperkirakan dengan peningkatan kapasitas ini akan tambahan 38 ribu pelanggan atau sekitar 231 ribu jiwa. Pemerintah Kota Kupang dengan persetujuan DPRD Kota Kupang juga telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk bantuan langsung air bersih bagi warga di titik-titik yang mengalami kekeringan.

Usai melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Gubernur bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat untuk memantau persiapan menyambut kunjungan Presiden RI besok, pada Kamis, 1 Oktober 2020. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ghe)
Editor (+rony banase)

Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

491 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah penanganan sampah, menjadi perhatian serius Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ia pun meminta Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan jajarannya untuk memperhatikan secara serius pengelolaan sampah. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus punya desain penanganan sampah yang jelas.

“Desainnya (penanganan sampah, red) dulu harus jelas. Kita perlu armada untuk pengumpulan sampah berapa? Bagaimana para lurah dan ketua RT/RW lakukan sosialisasi manajemen sampah rumah tangga? Titik-titik sampah ditempatkan di mana, itu menjadi tanggung jawab Lurah dan RT/RW. Ini dulu harus jelas,” jelas Gubernur VBL dalam sambutannya saat lakukan Kunjungan Kerja di Kota Kupang, pada Rabu, 30 September 2020.

Acara yang dilaksanakan di Pantai Lasiana tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, Dokter Herman Man, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron A.S. Paulus, Forkompinda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah, para camat, Lurah dan Kepala puskesmas se-Kota Kupang, para staf khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya.

Menurut Gubernur, sebagai ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus menampilkan ciri khas sebuah kota. Yakni malam terang, siang bersih, parkirannya jelas dan sampahnya dikelola dengan baik. Pembangunan kota itu terutama berkaitan dengan aspek services atau pelayanan publik termasuk dalamnya manajemen pengelolaan sampah atau waste management harus didorong secara serius.

“Pungut sampah atau collecting itu hanya merupakan satu aspek dari manajemen pengelolaan sampah. Kalau soal ini saja sudah merupakan masalah berat, bagaimana kita bicara aspek lain seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan proses daur ulang. Termasuk di dalamnya bak-bak sampah harus ditempatkan di tempat yang sesuai, bukan di jalan-jalan protokol,” terang Gubernur VBL.

Lebih lanjut pria asal Semau tersebut mengungkapkan, persoalan sampah di Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota Kupang tapi juga pemerintah provinsi. Perlu ada kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang jelas, mana yang jadi tanggung jawab provinsi dan juga termasuk pemerintah pusat. Harus dirumuskan secara tegas.

“Saya serius sekali bicara seluruh permasalahan di kota ini, bukan karena tidak suka atau punya maksud tertentu tapi karena ini kota provinsi. Yang malu kalau kota ini tidak tertata dengan baik dan kotor, bukan hanya wali kota tapi juga gubernur. Saya ingin kita menjadi pemimpin yang in charge, kerja terlibat dan sampai tuntas, tidak hanya omong saja. Hari ini saya datang bertemu pak wali (wali kota), kita bagi tugas, saya punya tugas apa dan pak wali punya apa,” ungkap Gubernur NTT.

Persoalan sampah, lanjut mantan Ketua Fraksi NasDem DPR tersebut, harus menjadi gerakan bersama seluruh komponen di Kota Kupang. Termasuk TNI/Polri, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari SD sampai dengan SMA. Karena hal ini berkaitan dengan membangun peradaban dan mindset.

“Kalau kita bisa tanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak anak usia SD, pengaruhnya akan sangat besar. Guru-guru juga harus latih anak-anak hal ini. Ini sosialisasi dan gerakan yang harus dilakukan secara terus-menerus untuk bangun peradaban. Tinggal tiap pagi kita bisa atur, misalnya Gubernur selama beberapa menit sosialisasi di sekolah mana, Wali Kota masuk SD mana, Dandim masuk SMP mana dan Kapolres di sekolah mana. Termasuk melibatkan pihak swasta baik itu pemilik toko, restoran dan penanggung jawab hotel. Kalau ini kita lakukan dengan baik, saya yakin dalam tempo 6 bulan, masalah sampah bisa selesai,” ungkap Gubernur VBL.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jefri yang telah memperjuangkan ke Presiden Jokowi untuk penataan trotoar di Kota Kupang. Juga untuk pembenahan taman-taman. Adanya predestrian yang baik untuk pejalan kaki menunjukkan kota makin maju.

“Presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang. Presiden sudah siapkan lagi dana tambahan untuk rapikan lagi jalan-jalan di Kota Kupang. Jadi seumpama kebutuhan air bersih direncanakan dengan baik, kita tinggal omong Kota tanggung berapa, provinsi buat apa dan minta juga di pusat mumpung Presidennya sangat perhatian dengan kita,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore mengakui, persoalan sampah memang menjadi momok bagi Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

“Kami malu pak Gub (Gubernur) karena sampah masih bertebaran di mana-mana. Sampai saat ini, kami baru bisa angkut sekitar 87 persen sampah. Karena beberapa kendala seperti bin kontainer yang hanya 6 unit saja saat kami memimpin. Sejak tahun 2019, kami adakan 40 bin kontainer untuk penataan kota. Mobil sampah ada sekitar 30 unit, 23 unit sudah tua. Periode ini kita tambah 8 unit mobil baru. Dalam dua tahun terakhir kita juga adakan 2.000 unit tong sampah. Kami berterima kasih atas bantuan satu unit mobil penyapu jalan dari pemerintah provinsi,” jelas Wali Kota Jefri.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi atas motivasi dan perhatian dari Gubernur NTT terhadap berbagai permasalahan di Kota Kupang. Jefri berjanji akan mengambil langkah-langkah strategis dan lebih tegas untuk mengelola sampah di kota Kupang.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur atas semua masukan dan catatan yang luar biasa. Kasih tanggung jawab kepada kami untuk kami berubah dalam enam bulan ini khususnya dalam penataan kebersihan ini. Kita akan kerjakan dengan lebih sungguh,” pungkas Jefri Riwu Kore.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

IKMR 2020—2024 Dikukuhkan, Wali Kota Jefri: Kontribusi Nyata di Kota Kupang

424 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pengukuhan dan pengucapan sumpah dan janji pengurus Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) periode 2020—2024 dilakukan oleh tiga orang Ketua panga yang mewakili 25 panga yang berasal dari tiga wilayah Manggarai Raya. Sebanyak 177 orang pengurus yang diambil sumpahnya pada kesempatan tersebut dengan komposisi penasihat/pengarah, pengurus inti dan sembilan bidang.

Selain acara pengukuhan dan deklarasi damai IKMR Periode 2020—2024 pada Sabtu, 19 September 2020 di Hotel Cahaya Bapa Kupang, panitia juga mengagendakan kegiatan tali kasih berupa penyerahan bantuan sembako bagi tiga panti asuhan di Kota Kupang, yang acaranya diatur tersendiri satu hari setelah pengukuhan.

Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore saat menghadiri pengukuhan pengurus, memberikan apresiasi kepada organisasi Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) yang selama ini sudah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kota Kupang. Menurutnya kontribusi itu bukan hanya berupa dukungan tetapi juga dalam wujud sosok salah satu putra terbaik IKMR yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man yang bersama dirinya memimpin Kota Kupang. Tidak hanya itu dukungan IKMR untuk Pemkot Kupang juga menurut Wali Kota sangat dirasakan dari para anggota DPRD Kota Kupang asal Manggarai.

Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore saat memberikan apresiasi kepada IMKR Kupang

Wali Kota Jefri juga menilai IKMR sebagai sebuah organisasi yang tertata baik serta bisa menjadi contoh bagi organisasi kedaerahan lainnya di Kota Kupang dalam upaya menciptakan kerukunan dari perbedaan yang beragam. Kepada Ketua dan pengurus IKMR yang baru, Wali Kota berharap agar kerja sama dan komunikasi baik yang sudah terjalin baik selama ini bisa terus dipertahankan. Pemkot Kupang menurutnya sangat terbuka menerima masukan dan saran dari berbagai pihak termasuk IKMR demi perubahan Kota Kupang menjadi lebih baik.

Apresiasi kepada IKMR juga disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Yohanes Oktavianus, yang hadir mewakili Gubernur NTT. Menurutnya orang Manggarai memiliki beberapa karakteristik yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di NTT, seperti tidak primordial, toleran dan memiliki komitmen tinggi untuk pendidikan kaum muda. Dia berharap kebiasaan-kebiasaan baik ini bisa terus dijaga bahkan dikembangkan. Kepada pengurus IKMR yang baru dia berpesan agar senantiasa mendukung program Gubernur NTT dalam mewujudkan NTT bangkit NTT sejahtera.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man, mewakili sesepuh Manggarai Raya berpesan kepada para pengurus baru lewat perumpamaan sebuah pensil. Menurutnya seperti pensil dalam menjalankan organisasi bagian yang paling berguna tidak harus menonjol, namun selalu siap di depan jika dibutuhkan. Seperti pensil, dokter Herman Man juga berharap para pengurus IKMR ini bisa meninggalkan jejak tentunya yang memiliki arti dan bermakna bagi orang lain dan organisasi. Diakuinya, ke depan akan ada lebih banyak tantangan karena perubahan teknologi, ilmu pengetahuan juga kebutuhan anggota. Karena itu, pengurus IKMR dituntut untuk bisa menjawab tantangan tersebut.

Sesepuh IKMR Kupang, dokter Herman Man saat menandatangani deklarasi damai Pemilu kada Kota Kupang 

Ketua IKMR periode2020—2024, Aloysius Sukardan dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada IKMR Kupang yang telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepadanya. Dia berjanji, di masa kepemimpinannya kali ini ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian serius. Di antaranya adalah memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh keluarga IKMR. Ke depan, menurutnya organisasi ini jangan lagi menjadi beban bagi anggotanya, namun sebaliknya IKMR harus bisa membantu meringankan beban para anggotanya, dengan memaksimalkan sektor ekonomi dan koperasi.

Menurut Aloysius Sukardan, perhatian lain dari IKMR adalah bagaimana memaksimalkan potensi yang ada pada warga IKMR, misalnya dewan pakar supaya bisa membantu menyelesaikan persoalan pembangunan yang ada di tiga wilayah Manggarai Raya.

Dalam acara tersebut panitia juga mengagendakan deklarasi damai sebagai wujud dukungan sekaligus pesan bagi keluarga yang ada di Manggarai Raya khususnya Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat yang sebentar lagi akan menyelenggarakan pemilu kada agar menciptakan pesta demokrasi yang damai.

Aloysius juga mengingatkan segenap anggota IKMR Kupang yang juga sebagai warga Kota Kupang untuk bergandengan tangan membantu Pemerintah Kota Kupang dalam upaya percepatan pembangunan di Kota Kupang. Saat ini, IKMR memiliki 2.000 KK yang sudah terdata dan masih banyak lagi yang belum didata. Jumlah ini menurutnya bisa menjadi energi besar untuk menyukseskan program-program pemerintah.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_Ans)
Editor (+rony banase)

Belasan Ribu Warga Tidak Mampu di Kota Kupang Terima Bantuan Sosial Beras

344 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sekitar 11.351 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kupang menerima bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial RI. Bantuan sosial beras ini merupakan salah satu program jaring pengaman sosial (JPS) dalam rangka penanganan dampak wabah Covid 19. Acara launching penyaluran bantuan sosial beras bagi KPM PKH oleh Wali Kota Kupang itu berlangsung di halaman Kantor Camat Kelapa Lima, pada Rabu, 16 September 2020.

Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore, dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar, terutama bagi warga yang berpenghasilan rendah atau tidak mampu.

“Di tahun 2020 ini, pemerintah menyiapkan beberapa skema bansos, antara lain bansos reguler termasuk di dalamnya bansos PKH dan bansos pangan sembako dengan total anggaran sebesar Rp.48 miliar lebih bersumber dari APBN,” ungkap Wali Kota Jefri.

Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, terutama dampak sosial ekonomi yang melanda masyarakat Kota Kupang, khususnya terhadap mereka yang berpenghasilan rendah, imbuh Wali Kota Jefri, pemerintah menyiapkan bansos dampak Covid-19 dengan total anggaran Rp.75 miliar lebih yang bersumber dari APBN dan APBD. Selain itu, ada pula bansos reguler bidang rehabilitasi sosial yang bersumber dari APBN dan APBD, dengan total anggaran sebesar Rp 822 juta.

Wali Kota menambahkan apa yang dilaksanakan pemerintah ini sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kota Kupang serta upaya global dalam menanggulangi dampak covid yang tidak hanya mengancam kesehatan namun lebih dari itu, menimbulkan terjadinya krisis kemanusiaan, ekonomi dan sosial.

“Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi ini, maka pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia melaksanakan program bantuan sosial beras sebagai salah satu program jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin yang rentan terdampak pandemi Covid-19. Dengan harapan bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras selama pandemi Covid-19, “ urai Wali Kota Jefri.

Wali Kota Jefri saat menyerahkan bantuan sosial beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (PKM) PKH di Kecamatan Kelapa Lima

Kepada jajaran pemkot kupang khususnya Dinas Sosial, camat dan lurah, Wali Kota Jefri menginstruksikan agar terus memberi perhatian penuh terhadap program ini, sehingga penyaluran bantuan beras sebanyak 510.795 ton yang dijadwalkan selama 3 bulan ini tepat sasaran dan tepat guna serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya bagi 11.351 KPM yang tersebar di 6 kecamatan.

Para camat dan lurah diminta agar terus membangun komunikasi aktif baik dengan Dinas Sosial maupun dengan perangkat LPM, RT dan RW yang mengetahui persis kondisi warga di lapangan terkait validasi data, sehingga kendala-kendala seperti salah sasaran atau keterlambatan penyaluran dapat diminimalisir bahkan ditiadakan.

Kepada warga masyarakat para penerima manfaat, Wali Kota Jefri berharap bantuan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran terutama di tengah pandemi yang belum berakhir saat ini. Wali Kota juga pada kesempatan yang sama mengimbau kepada semua warga Kota Kupang untuk turut membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona dengan terus mengedepankan protokol kesehatan yang dianjurkan, demi kesehatan bersama.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, dalam laporannya menjelaskan dalam penyaluran bansos beras kali ini setiap KPM memperoleh bantuan sebanyak 15 kg per bulan. Untuk penyaluran bulan September diberikan sekaligus dengan jatah bulan Agustus lalu, sedangkan untuk jatah bulan Oktober akan disalurkan tersendiri pada bulan Oktober nanti. Untuk kegiatan launching hari ini menurut Lodywik hanya diberikan untuk Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima sebanyak 289 KPM. Sementara untuk kecamatan lain akan menyusul dan titik distribusi berada di kantor lurah masing-masing.

Acara launching penyaluran bansos beras bagi KPM PKH ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, General Manager PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistik, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, dan para Asisten Sekda, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang serta para camat dan lurah. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ech)
Editor (+rony banase)

“Awal dan Kini” Rumah Tenun & Cafe Ina Ndao Diresmikan Wali Kota Kupang

418 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Perayaan HUT ke-29 Rumah Tenun Ina Ndao ditandai dengan penandatanganan prasasti dan peresmian Rumah Tenun dan Cafe Ina Ndao oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore dan didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Manafe dan pengguntingan pita oleh pejabat yang mewakili Gubernur NTT serta pemotongan tumpeng oleh Kepala BI Perwakilan NTT di lokasi Rumah Tenun Ina Ndao, Kelurahan Naikoten I, pada Kamis, 10 September 2020.

Perayaan ini juga sekaligus merupakan syukuran atas terpilihnya sentra tenun ikat Ina Ndao sebagai salah satu nominasi dalam anugerah pariwisata Indonesia (API) Tahun 2020.

Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa usia 29 tahun tentu bukan waktu yang singkat bagi sentra tenun Ina Ndao dalam menekuni upaya melestarikan budaya NTT khususnya tenun ikat. Karena itu dia memberi apresiasi kepada pengelola Ina Ndao bersama seluruh karyawan yang berkomitmen dalam menjalankan usaha ini, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi lokal NTT, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat NTT khususnya Kota Kupang.

“Pantas, jika Ina Ndao terpilih sebagai salah satu nominator yang mewakili NTT dalam ajang anugerah pesona Indonesia bersama 8 obyek wisata NTT lainnya,” ucap Wali Kota Jefri.

Ia pun menjelaskan Pemkot Kupang, hingga saat ini terus berupaya mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara dan daerah terutama di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, dengan meningkatnya industri pariwisata seperti yang dijalankan oleh Ina Ndao, tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan dan minat beli masyarakat yang tentunya akan mendorong perekonomian daerah ini.

Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Pemprov NTT, Dr. Lery Rupidara,M.Si, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe,S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus.

Karena itu, Wali Kota meminta Dinas Pariwisata Kota Kupang untuk memberi perhatian terhadap usaha-usaha yang mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah ini guna mewujudkan misi Pemkot Kupang yakni Kota Kupang Makmur.

Dengan gedung baru yang diresmikan ini, Wali Kota berharap sentra tenun ikat Ina Ndao terus sukses menjadi usaha pariwisata yang menginspirasi munculnya usaha-usaha jasa obyek wisata khususnya yang berperan dalam mempromosikan budaya tradisional khas NTT yang unik.

Direktris Ina Ndao Group, Dorce Lusi berterima kasih kepada Wali Kota dan segenap undangan yang telah berkenan hadir dalam perayaan HUT ke-29 Ina Ndao sebagai bentuk dukungan. Dituturkannya, usaha ini mulai dirintis bersama suaminya, Yus Lusi 29 tahun silam diawali dengan bangunan sangat sederhana yang terbuat seng-seng bekas. Berkat dukungan dari berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah setempat di usia ke-29 ini, mereka bisa meresmikan gedung baru sentra tenun ikat serta café Ina Ndao.

Menurutnya, usaha ini mereka bangun dengan cita-cita besar yakni melestarikan budaya sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja baru yang berbasis ekonomi rumah tangga dan mengangkat martabat kaum perempuan. Nama Ina Ndao sengaja mereka pilih karena Ina yang dalam bahasa Rote berarti mama yang menjelaskan bagaimana mereka belajar menenun dari ketulusan hati seorang mama. Sedangkan, Ndao merupakan nama kampung asal mereka yang merupakan pulau paling selatan dari wilayah NKRI.

Dari kiri ke kanan, Direktris Rumah Tenun Ina Ndao; Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Manafe; Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Elizabeth Rengka

Dorce menambahkan pelajaran penting yang mereka raih adalah hasil yang didapat saat ini merupakan buah dari perjalanan panjang dan kerja keras tak kenal lelah mereka selama ini. Karena itu mereka berharap agar dukungan yang mereka dapatkan selama ini bisa terus dijaga demi memajukan tenun ikat NTT.

Dorce juga memohon kesediaan para tamu undangan yang hadir untuk mendukung dan memberikan vote kepada Rumah Tenun Ina Ndao sebagai destinasi wisata budaya dalam ajang anugerah pesona Indonesia.

Perayaan tersebut dimeriahkan dengan suguhan tarian daerah NTT serta fashion show busana dengan bahan dasar tenun ikat khas NTT. Semua tamu undangan yang hadir juga memperoleh oleh-oleh berupa kerajinan tangan yang terbuat dari bahan tenun ikat NTT.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Pemprov NTT, Dr. Lery Rupidara,M.Si, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe,S.Sos, Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, Anggota DPRD Kota Kupang, Richard Odja, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. bersama Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, para Asisten Sekda, segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintahan Kota Kupang serta Camat Kota Raja dan Lurah Naikoten I. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/frd/ddy)
Editor (+rony banase)