Arsip Tag: jefri riwu kore

Jembatan Mapoli di Kota Kupang Kembali Dibuka untuk Umum

63 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pada Rabu, 12 Agustus 2020, tepat pukul 10.00 WITA, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore resmi membuka akses Jembatan Mapoli yang selama ini ditutup untuk proses pekerjaan rehabilitasi. Dengan dibukanya kembali akses Jembatan Mapoli, maka masyarakat sudah dapat melalui jembatan tersebut dengan leluasa.

Rehabilitasi Jembatan Mapoli dilaksanakan dengan menggunakan dana yang berasal dari APBN 2020 bernilai kontrak Rp.3.562.038.000,- (tiga miliar lima ratus enam puluh dua juta tiga puluh delapan ribu rupiah) dan dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana, CV. Putra Mandiri Sejahtera.

Wali Kota dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJN X Kementerian PUPR RI serta semua pihak yang telah terlibat dalam proses pengerjaan Jembatan Mapoli. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang saya berterima kasih pertama-tama kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kementerian PUPR RI yang sudah memfasilitasi penyelesaian pekerjaan jembatan sehingga dapat selesai lebih cepat dari waktu yang direncanakan, yaitu 7 bulan,” ujar Wali Kota Jeriko.

Menurut Wali Kota, akselerasi pengerjaan jembatan ini perlu mendapatkan apresiasi, karena meskipun ada jalan alternatif, jembatan Mapoli diharapkan dapat diakses sesegera mungkin oleh masyarakat, dan pada hari ini terjawab. Masyarakat yang melalui jembatan tampak puas karena akhirnya jembatan dapat dipakai setelah kurang lebih 6 bulan lamanya harus melewati jalan alternatif yang dibuat pihak kontraktor.

“Ini sebuah kerja yang luar biasa, sebelum batas waktu yang ditentukan, jembatan sudah dapat digunakan seperti sediakala. Akhirnya, dengan selesainya pekerjaan fisik jembatan ini maka semua jalan alternatif sudah bisa ditutup kembali,” tegas Wali Kota Jefri.

Para pengguna jalan saat melintas di Jembatan Mapoli

Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Camat Kota Raja, Achrudin R. Abubakar, S.Sos., M.Si. Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. dan dihadiri langsung oleh bapak Yosua Armanto selaku Tim Pengawas dari BPJN X Kementerian PUPR RI wilayah Denpasar-Nusa Tenggara beserta para konsultan pengawas pekerjaan Jembatan Mapoli dari PT. Buana Archicon Jo.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, NTT menjadwalkan pelaksanaan pengerjaan Jembatan Mapoli di Jalan Alfons Nisnoni, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja selama 210 hari kerja. Dijadwalkan mulai 10 Februari 2020 dan berakhir pada 6 September 2020. Untuk pekerjaan jembatan, maka sejak 10 Februari lalu akses jalan di wilayah itu praktis ditutup sampai pada hari ini. Dengan demikian pekerjaan jembatan hanya memakan waktu kurang dari 7 bulan dari waktu yang direncanakan.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah NTT Franky Simamora disel-sela kegiatan itu mengatakan sejak awal pihak BPJN X Kementerian PUPR sudah berniat untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin untuk menjawab permintaan masyarakat, “kami sadari bahwa percepatan pembangunan jembatan Mapoli ini untuk memenuhi permintaan masyarakat dan juga sekaligus sebagai bukti nyata bahwa kami memiliki kepedulian terhadap masyarakat Kota Kupang.

Dengan kondisi jembatan yang sudah selesai dikerjakan, diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan-jalan alternatif, “Selama ini kami tahu, tentu masyarakat cukup kesulitan karna hanya menggunakan jalan alternatif yang sempit dan sering macet. Syukurlah, hari ini kami bersama Pemerintah Kota Kupang akhirnya dapat membuka kembali akses Jembatan Mapoli sehingga mulai hari ini sudah bisa digunakan lagi seperti biasa,” ujarnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms_nis)
Editor (+rony banase)

Helat Nikah Massal Ke-18, Pemkot Kupang Fasilitasi 65 Pasangan Suami Istri

236 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kegiatan nikah massal yang merupakan program Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2003, kembali dihelat. Untuk tahun ini Pemkot memfasilitasi 65 pasangan suami istri, yang beragama Kristen dari denominasi GMIT, Katolik dan Kristen denominasi lainnya dalam wilayah Kota Kupang. Kegiatan nikah massal ke-18 ini, dilaksanakan selama dua hari yakni pada 4—5 Agustus 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam acara nikah massal hari pertama di gedung ibadah GMIT Gloria Kayu Putih, pada Selasa, 4 Agustus 2020, menyampaikan selamat kepada 9 pasangan yang dikukuhkan sebagai suami istri yang sah. Ke depan, Ia berkeinginan agar Pemkot Kupang dapat memfasilitasi lebih banyak pasutri dalam nikah massal.

“Saya berharap bisa lebih banyak lagi yang mengikuti acara nikah massal, karena ini adalah bagian dari program pemerintah yang memastikan saudara-saudara kita dapat terfasilitasi menjadi pasangan yang sah menurut hukum masing-masing agama dan pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis GMIT Gloria Kayu Putih yang telah mendukung dengan digunakannya gereja untuk prosesi nikah massal tahun ini. Turut hadir mendampingi Wali Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kadispenduk, Agus Ririmase, Camat dan Lurah setempat dan tentu 9 pasangan suami istri yang akan dikukuhkan.

Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Samuel Pandie, S.Th. mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah melaksanakan kegiatan nikah massal, “Ini sebuah program yang bijaksana dalam rangka membantu masyarakat yang tidak mampu agar dapat melangsungkan pernikahan sah dan kami (gereja) akan selalu siap bekerja sama dengan Pemkot untuk menyukseskan acara ini,” ucap Pdt. Sem Pandie.

Foto bersama peserta nikah massal dengan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan pimpinan Pemkot Kupang

Di tempat terpisah, pelaksanaan nikah massal untuk 15 pasutri Katolik dari 5 paroki se-Kota Kupang di Gereja St. Familia Sikumana dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man didampingi Kepala Dinas LHK Yeri Padji Kana, Sekretaris Dispenda Kota Kupang Alfred Lakabela; Sekcam Maulafa, Nobertus Noto dan Lurah Maulafa, Getruida Isabela.

Dokter Herman Man Kota pun berpesan mengenai kunci keberhasilan membina keluarga, “Kunci keberhasilan dalam pernikahan itu SIM yaitu setia, intens dan mesra; saudara saudari harus memastikan ketika tidur dan bangun kembali orang yang pertama dan terakhir kau lihat adalah istri atau suamimu,” urainya.

Sementara itu, pelaksanaan nikah massal juga digelar di Gereja GMIT Karmel Fatululi dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, didampingi Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum, Thomas Didimus Dagang, dan Kadis Pertanian, Obed Kadji.

Hari kedua, pada Rabu, 5 Agustus 2020, kegiatan nikah massal pertama berlangsung di GMIT Nazaret Oesapa Timur, dihadiri Wakil Wali Kota didampingi Lurah Oesapa, Kiai Kia. Hadir pula Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Semuel B. Pandie, S.Th, para pendeta se-Klasis Kota Kupang Timur dan 13 pasangan suami-istri peserta nikah massal.

Dokter Herman Man menyampaikan bahwasanya penyelenggaraan pernikahan massal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang yaitu untuk mewujudkan kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dan misi yang ke-3 yakni meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi.

Salah satu peserta sedang menandatangani berkas pendukung nikah massal

Ia mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Kupang lewat program nikah massal ini selain untuk dapat mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah dengan membantu mereka membentuk rumah tangga baru yang sesuai dengan kaidah dan norma agama serta kehidupan bermasyarakat, juga untuk memastikan kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus yang berkualitas untuk menjamin kesejahteraan bangsa dan daerah kelak.

Sementara, di kesempatan yang sama pelayanan nikah massal di GMIT Exodus Penkase Klasis Kota Kupang Barat diikuti 8 pasutri, kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, didampingi oleh Camat Alak, Lurah Penkase Oeleta serta Kabag Kesra Setda Kota Kupang. Sedangkan kegiatan yang sama juga berlangsung di GBI Betlehem Penkase yang diikuti 4 pasutri peserta nikah massal untuk jemaat Kristen denominasi.

Dalam laporan panitia pelaksana yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakheus disampaikan bahwa hingga tahun 2020 ini telah difasilitasi program nikah massal bagi 5.698 pasangan suami istri. Untuk tahun ini, kegiatan nikah massal diikuti 65 pasutri, dengan perincian di hari pertama nikah massal diikuti oleh 26 pasutri jemaat GMIT yang dihelat di 2 gereja dengan 17 pasutri di GMIT Karmel Fatululi untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang, 9 pasutri di GMIT Gloria Kayu Putih untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur.

Sementara untuk 15 pasutri beragama Katholik, nikah massal dilangsungkan di Gereja Sta. Familia Sikumana, masing-masing 1 pasang dari Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, 3 pasang dari Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, 3 pasang dari Paroki Sta. Familia Sikumana dan 5 pasang dari Paroki Katedral Kristus Raja.

Pada hari kedua dilaksanakan di 3 gereja untuk 22 pasutri dari GMIT, masing-masing 14 pasang di GMIT Nazareth Oesapa Timur untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur dan 8 pasang di GMIT Exodus Penkase untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Barat. Sementara, untuk 2 pasang dari gereja denominasi lainnya dilaksanakan di GBI Bethlehem Penkase. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_kru)
Editor (+rony banase)

Lantik Direksi PD Pasar, Wali Kota Kupang Minta Rancang Terobosan Kreatif

53 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, melantik jajaran direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang masa bakti tahun 2020—2025 pada Selasa sore, 4 Agustus 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Direksi yang dilantik antara lain, Kardinad Leonard Kale Lena, S.H. sebagai Direktur Utama PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., M.Si. sebagai Direktur Keuangan dan Maksi Nomlene, S.H., M.H. sebagai Direktur Pemasaran.

Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa posisi direksi sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan seperti PD Pasar, yang punya andil bagi pembangunan daerah lewat sumbangan pendapatan asli daerah (PAD). Kepada jajaran direksi yang lama Wali Kota menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan kontribusi mereka selama ini sehingga PD Pasar Kota Kupang bisa terus eksis. Hadir pada kesempatan tersebut jajaran direksi sebelumnya, masa bakti 2017—2021, Ir. Simon Pellokila, M.Si. selaku mantan direktur utama dan Okto George Riwu, S.H. selaku mantan direktur pemasaran. Sementara mantan Direktur Keuangan PD Pasar, Marthen Ndapa, S.Sos. telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Wali Kota Jefri yang pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di Jakarta Convention Center itu mengakui saat ini ada banyak tantangan yang menjadi pekerjaan rumah bagi direksi yang baru. Karena itu kepada jajaran direksi PD Pasar Kota Kupang, Wali Kota meminta untuk segera merancang terobosan-terobosan yang inovatif guna mengatasi kendala yang sering dihadapi perusahaan tersebut.

“Direksi yang baru harus pikirkan terobosan out of box, sehingga perusahaan bisa meningkatkan PAD yang tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga Kota Kupang,” uja Wali Kota Jefri sembari menambahkan terobosan-terobosan itulah yang menjadi dasar penilaian prestasi direksi nantinya.

Direksi PD Pasar Kota Kupang menandatangani Berita Acara Pelantikan

Menurutnya, dua hal utama yang perlu mendapat perhatian adalah soal kebersihan pasar dan penataan pasar yang diatur secara lebih baik. Selain itu direksi juga dituntut untuk bisa mandiri menghidupi perusahaannya sendiri. Karena selama ini menurutnya tidak ada investasi atau tambahan modal dari Pemda untuk menyokong operasional PD Pasar. Wali Kota berharap wajah baru di PD Pasar bisa memberi harapan baru bagi Pemkot Kupang terutama dalam upaya mendongkrak PAD.

Kepada direksi yang baru Wali Kota juga berpesan untuk membangun komunikasi yang baik dengan para petugas di bawahnya serta tidak asal memberhentikan pegawai, kecuali jika yang bersangkutan tidak mau lagi bekerja sama.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Forkopimda Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore – Manafe, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. para Asisten Sekda, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, para camat serta keluarga dari para direktur yang baru dilantik. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/eh)
Editor (+rony banase)

Fahrensy Funay—Mantan Kepala Bapenda Kab. Kupang Jadi Sekda Kota Kupang

434 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sekitar dua tahun berproses dan sempat diisi oleh Penjabat Sekda, akhirnya Pemerintah Kota Kupang memiliki Sekda Definitif. Sejak Sekda sebelumnya Bernadus Benu, S.H., M.Hum. pensiun per 31 Agustus 2018, jabatan tersebut bergantian diisi oleh tiga Penjabat Sekda, mulai dari Ir. Thomas Jansen Ga, M.M. lalu digantikan oleh Drs. Yos Rera Beka dan terakhir dijabat oleh Ir. Elvianus Wairata, M.Si.

Maka, pada Senin sore, 3 Agustus 2020, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore resmi melantik Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/08/sembilan-asn-ikut-seleksi-terbuka-sekda-kota-kupang/

Wali Kota Jefri dalam sambutannya, menyampaikan Sekda definitif yang dilantik dipandang cakap, mampu dan kompeten karena telah melalui proses seleksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku wakil pemerintah pusat di daerah yang telah mengawal dan memberi arahan sejak proses seleksi dimulai hingga akhirnya pelantikan terlaksana. Diakuinya proses dapat berlangsung cepat berkat dukungan penuh dari Gubernur VBL.

Menurut Wali Kota Jefri, pelantikan dilangsungkan segera setelah rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) diterima pada Senin pagi, 3 Agustus 2020. Kemudian, hasil rekomendasi itu disampaikan kembali ke Gubernur untuk mendapat restu. Surat Gubernur NTT diterima sekitar pukul 17.15 WITA, sehingga Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kota Kupang tersebut pun berlangsung menjelang pukul 18.00 WITA.

Sekda Defenitif Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay (kanan) berpose dengan Wali Kota Jefri 

Ia mengatakan respons cepat Gubernur NTT merupakan bukti kesediaan Pemerintah Provinsi untuk mendukung program-program yang ada di Kota Kupang. Karena sekda memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pemerintahan di Kota Kupang.

Terima kasih juga disampaikannya kepada panitia seleksi yang telah melaksanakan tahapan seleksi hingga akhirnya diperoleh 3 nama kandidat yang layak dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Sekda Kota Kupang. Terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah berkenan merelakan putra terbaiknya untuk mengabdikan diri di Kota Kupang.

Pada pelantikan tersebut turut hadir Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, S.H., M.Th. bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang , Ir. Robert Laha yang diundang sebagai saksi pelantikan bersama Sekda Kabupaten T.T.S, Marthen Selan, S.H.

Wali Kota Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada Ir. Elvianus Wairata, M.Si. yang telah menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah sejak Juni 2019 dan turut berperan dalam proses seleksi selaku ketua tim sekretariat panitia seleksi.

Sekda Defenitif Kota Kupang dan Keluarga berpose bersama Wali Kota Kupang dan istri

Kepada Sekda definitif, Wali Kota Jefri menyampaikan selamat dan berpesan pelantikan hari ini perlu disyukuri dan dimaknai sebagai suatu kepercayaan dari Tuhan dan masyarakat Kota Kupang, melalui mekanisme manajemen kepegawaian yang telah berjalan. Pelantikan hari ini, menurutnya menjadi penting karena Sekretaris Daerah mempunyai tugas strategis yaitu membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan pengoordinasian administratif pelaksanaan tugas perangkat daerah, serta pelayanan administratif.

“Saya berharap, Sekretaris Daerah dapat melaksanakan tugas dan fungsi Sekretaris Daerah dengan baik dan penuh tanggung jawab. Di samping itu juga, Sekretaris Daerah harus dapat memastikan program-program prioritas Pemerintah Kota Kupang berjalan sesuai dengan perencanaan,” harap Wali Kota Jefri seraya menyampaikan dibutuhkan keseriusan, tanggung jawab moral, dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kota Kupang tercinta.

Ia pun mengimbau Sekretaris Daerah definitif, agar dapat membangun komunikasi dengan jajaran Pemerintah Kota Kupang serta mengerahkan perangkat daerah untuk melaksanakan serta menyukseskan berbagai program kerja dengan mengedepankan visi dan misi Pemerintah Kota Kupang.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos., Kajari Kota Kupang, Wakapolres Kupang Kota, Kasdim 1604/Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore – Manafe, para anggota panitia seleksi pejabat tinggi pratama sekda, para asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta para camat dan lurah, juga istri serta keluarga dari Sekda Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ghe/chr/el)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sumbang 20 Hewan Kurban bagi 20 Masjid Saat Idul Adha 1441H

107 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Seperti perayaan Hari Raya Idul Adha pada tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Pemerintah Kota Kupang menyerahkan hewan kurban bagi masjid yang ada di Kota Kupang. Kali ini, pada Hari Raya Idul Adha 1441H pada Jumat, 31 Juli 2020 disediakan 20 hewan kurban bagi 20 masjid yang tersebar di 5 kecamatan.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Ikhlas Bonipoi menjelaskan bantuan hewan kurban ini adalah program rutin tahunan yang merupakan perwujudan dari misi Kupang Rukun. Dia berharap bantuan ini bisa membantu pelaksanaan ibadah umat muslim yang ada di Kota Kupang di hari raya Idul Adha ini.

Pada kesempatan yang sama mantan anggota Komisi X DPR RI itu meminta bantuan kepada para Imam Masjid dan tokoh agama yang hadir untuk berbagi informasi tentang warga Kota Kupang yang perlu dibantu. Terutama yang saat ini terkena dampak ekonomi akibat Covid-19. Karena Pemkot Kupang saat ini memiliki sejumlah program bantuan baik dari APBD Kota Kupang maupun dukungan dari pusat dan provinsi seperti bantuan sembako. Selain itu menurutnya Pemkot Kupang juga memiliki program bantuan bedah rumah bagi warga yang belum memiliki hunian yang layak.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menyerahkan bantuan hewan kurban

Ketua Yayasan Al Ikhlas, Achmad Arafat Gudban yang menerima bantuan hewan kurban tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang. “Hampir setiap tahun kami selalu terima bantuan dari Pemkot Kupang. Budi baik ini tidak akan kami lupakan,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Imam Masjid Al Ikhlas Bonipoi, H. Mahdi Salama. Atas nama jamaah masjid tersebut mereka berjanji akan selalu mendoakan Wali Kota Kupang beserta jajarannya dalam setiap tugas dan karyanya.

Pada penyerahan tersebut Wali Kota didampingi oleh Kadis Ketahanan Pangan Kota Kupang, Iskandar Kapitan, Camat Kota Lama, Camat Kota Raja, Kabag Kesra Setda Kota Kupang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta Lurah Bonipoi.

Pada kesempatan yang berbeda di hari yang sama, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man juga menyerahkan hewan kurban bantuan Pemkot Kupang di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua. Menurutnya bantuan hewan kurban ini merupakan bukti kepedulian Pemkot Kupang kepada kaum muslimin di kota ini. Dia berharap hewan kurban ini bisa dimanfaatkan secara baik.

Imam masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Drs. Haji Burhanudin Batik menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang atas bantuan hewan kurban. “Atas nama umat muslimin BTN Kolhua, saya menerima dengan iklas penyerahan bantuan sapi kurban dari pemkot. Hewan kurban ini akan kita sembelih dan bagikan kepada jemaah di sekitar BTN Kolhua yang berhak menerimanya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Bantuan hewan kurban dari Pemkot Kupang

Di kesempatan lain, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad yang juga koordinator Imam Masjid Al Mutaqien Kelapa Lima Kupang menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada umat muslim Kota Kupang lewat bantuan terutama di hari raya seperti ini. Dia memastikan bantuan ini akan mereka bagikan kepada jamaah dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan hewan kurban dari Pemkot Kupang untuk masjid ini diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka.

Sementara Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si berkesempatan menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid K.H Ahmad Dahlan Kelurahan Kayu Putih dan Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Thomas D. Dagang, menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Al Ijtihad Alak bersama anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Yeki Th. Feoh.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius menjelaskan untuk perayaan Idul Adha tahun ini Pemkot Kupang menyediakan 20 hewan kurban. Selain itu, ada juga bantuan sembilan ekor sapi kurban dari Pemprov NTT. Sapi bantuan Pemprov inilah yang diserahkan Wali Kota Kupang di Masjid Al Ikhlas Bonipoi. Satu ekor lagi sapi kurban bantuan Pemprov NTT diserahkan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Kupang, Christian Baitanu, SH, MH di Masjid Nurul Ikhwan Alak. Sementara tujuh ekor sapi kurban lainnya penyerahannya diatur tersendiri oleh Pemprov NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ghe/chr/eh/jle)
Editor (+rony banase)

Perdana, Kota Kupang Raih Opini WTP Sejak Jadi Daerah Otonom

126 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak berdiri sebagai daerah otonom 24 tahun lalu, Kota Kupang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Kupang Tahun 2019.

Penyerahan LHP BPK kali ini berbeda dari biasanya karena berlangsung secara virtual bersamaan dengan Pemkab Nagekeo yang juga meraih opini WTP, pada Kamis, 30 Juli 2020.

Opini WTP adalah opini audit yang akan diterbitkan BPK jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan/pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan peristiwa hari ini merupakan bukti pencapaian hasil kerja keras berbagai pihak dalam mewujudkan visi terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN melalui misi Kupang jujur yakni meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi pengelolaan keuangan.

Wali Kota dalam pertemuan melalui video konferensi tersebut didampingi Penjabat Sekda Kota Kupang, Eli Wairata; Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka; Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Thomas D Dagang, serta seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang menyampaikan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan NTT atas penilaian dan penghargaan yang telah diberikan kepada Pemkot Kupang. Secara khusus terima kasih juga disampaikan kepada tim auditor karena bimbingan dan rekomendasinya pencapaian ini bisa terwujud.

Wali Kota Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan para anggota DPRD Kota Kupang yang telah memberikan dukungan sehingga Pemkot bisa meraih opini WTP ini. Terima kasih juga disampaikannya kepada tim percepatan pembangunan daerah yang giat dalam menemukan dan merumuskan fokus permasalahan perkotaan yang terjadi hingga menghasilkan masukan yang berguna dan konkret.

Tak lupa Wali Kota Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Kupang, “Pencapaian yang diraih hari ini berkat kerja keras dan kerja tuntas kita bersama,” ujarnya. Diakuinya untuk bisa meraih opini ini banyak tantangan yang dihadapi dan butuh banyak pengorbanan baik waktu maupun tenaga. Selama empat bulan terakhir hampir setiap hari Wali Kota sendiri turun langsung bersama dinas terkait menindaklanjuti temuan-temuan BPK tersebut.

Anggota DPR RI dua periode itu juga mengimbau meski telah meraih opini WTP, perjuangan belum berakhir. Menurutnya harus ada upaya untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di tahun mendatang. Mengenai catatan yang diberikan oleh BPK, dia berjanji bersama jajaran Pemkot Kupang akan langsung menindaklanjuti, sehingga target tindak lanjut secara nasional yakni 75 persen bisa tercapai, “Saya mengajak seluruh komponen Pemkot Kupang untuk terus giat bekerja mewujudkan perubahan yang ingin dicapai. Karena pretasi tidak dapat dicapai tanpa perubahan ke arah yang lebih baik. Ayo berubah,” pungkasnya.

Ketua DPRD kota Kupang, Yehezkiel Loudoue, yang turut serta dalam acara tersebut memberi apresiasi atas pencapaian luar biasa yang dibuat oleh Wali Kota saat ini. Diakuinya selama empat periode dia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Kupang, baru di masa kepemimpinan Wali Kota Jefri Riwu Kore, Kota Kupang bisa meraih opini WTP.

Namun, dia mengingatkan Pemkot Kupang untuk harus tetap bekerja keras, karena meski WTP masih ada sejumlah catatan yang harus diselesaikan. Menurutnya pada prinsipnya DPRD selalu memberikan dorongan politik dan kesempatan bagi Pemkot untuk mengelola keuangan daerah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kepala BPK RI Perwakilan NTT, Adi Sudibyo memberi apresiasi kepada Pemkot Kupang yang telah berhasil meraih opini WTP tahun ini. Dengan demikian saat ini sudah ada dua belas pemda di wilayah NTT yang berhasil meraih WTP. Delapan daerah menerimanya di tahun 2019 lalu dan di tahun 2020 ini sudah ada empat daerah, salah satunya Kota Kupang. Dia berharap dengan perolehan kenaikan opini tahun ini ada perbaikan juga dalam persentase tindak lanjut LHP BPK. “Saat ini tindak lanjut Pemkot Kupang 56,5 persen, kalau bisa meningkat ke 60 persen,” tambahnya. Target tindak lanjut secara nasional adalah 75 persen. Kepada Pemkot Kupang juga dia menyampaikan terima kasih atas kelancaran data yang diberikan serta komunikasi yang baik terjalin selama proses pemeriksaan. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Pastikan Rumah Daun Program Bedah Rumah, Wali Kota Jefri Rela Susur Hutan

201 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama istri, Hilda Manafe; menyusuri Hutan Nefosaka untuk melihat langsung rumah milik Yusak Boebalan di Kampung Sokon, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa yang berbatasan langsung dengan Desa Oelomin di Kabupaten Kupang, pada Kamis, 23 Juli 2020.

Berangkat dari rumah dinas Wali Kota di Kota Baru sekitar pukul 18.30 WITA, rombongan Wali Kota menempuh perjalanan 30 menit dengan menggunakan mobil dinas DH 1. Rombongan tersebut harus melewati hutan dan jalanan berlubang, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan niat Wali Kota untuk menyambangi rumah warga yang diusulkan Lurah untuk menerima bantuan bedah rumah.

Kehadiran Wali Kota Jefri pada malam itu untuk memastikan kondisi rumah yang akan dibedah. Disambut oleh Yusak sang pemilik rumah yang memandu bermodalkan cahaya senter ponsel, Wali Kota harus melewati semak belukar di tengah kebun kecil yang ditanam ubi-ubian milik Yusak dan keluarga.

Rombongan akhirnya tiba rumah tersebut, pondok kecil beratap alang-alang, berdinding bambu dan hanya berlantai tanah. Mirisnya lagi, rumah ini hanya diterangi sebuah lampu pelita.

Bangunan Rumah yang tidak terlalu tinggi memaksa Wali Kota dan istri untuk menunduk saat masuk melihat isi rumah tersebut, di dalam rumah tersebut Wali Kota tampak menunjukkan keprihatinannya dengan memegang bahu istri dari Yusak Boenbala. Air mata dari istri Yusak tak terbendung lagi ketika Wali Kota mengatakan bahwa Yusak sekeluarga akan dijemput tinggal di rumah jabatan sementara selama rumahnya dibedah.

Wali Kota yang dikenal dengan gaya blusukan ini juga berjanji akan memasang listrik untuk Yusak sekeluarga selepas rumah selesai dibedah, “nanti saya langsung pasang listrik, karena kasihan sekali kondisi ini, di rumah-rumah lain yang sudah dibedah kan sudah ada di listrik, rumah milik pak Yusak memang sangat layak untuk tersentuh bantuan bedah rumah. Saya terkejut, tidak menyangka masih ada rumah yang kondisinya seperti ini, bertahun-tahun mereka tinggal dalam kondisi ini. Besok (Jumat, 24 Juli 2020), kami akan menjemput Pak Yusak dan keluarga, untuk tinggal sementara di rumah jabatan saja,” ujar Wali Kota Jefri.

Kepada Yusak, Wali Kota mengatakan bahwa mulai besok (Jumat, 24 Juli 2020) rumah akan segera dibenahi dan selama pengerjaan, Yusak sekeluarga akan diajak tinggal di rumah jabatan sekitar 10—12 hari. Mantan anggota DPR RI selama 2 periode tersebut berjanji akan mengantar Yusak sekeluarga kembali ke rumah setelah selesai bedah.

Dalam kesempatan tersebut Yusak Boenbala yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ladang mengaku terkejut saat Wali Kota Jefri datang melihatnya dan keluarga, bahkan dia tidak menyangka, dikunjungi pada malam hari, “Saya hanya bisa ucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan ibu, saya betul-betul tidak sangka Bapak Wali mau melewati hutan untuk melihat kami di sini,” kata Yusak lirih. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_sny)
Editor (+rony banase)

Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

195 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wabah Covid-19 masih terus mengancam, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Kupang untuk terus menyejahterakan warganya lewat perwujudan visi dan misinya. Salah satu visi yang saat ini mendapat perhatian serius adalah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, dengan membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan sasaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah yang telah menikmati bantuan ini. Ke depan dipastikan program ini akan terus berlanjut dan masih banyak rumah lagi yang akan dibedah.

Ungkapan terima kasih dan apresiasi terus mengalir kepada Pemkot Kupang, tidak hanya dari para penerima bantuan, tetapi juga dari warga sekitar yang turut menyaksikan langsung kebahagiaan tetangga mereka yang telah menikmati bantuan Pemkot Kupang. Seperti yang terjadi ketika Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore – Manafe mengantar Viktor Kamaleng dan istrinya Linda Kamaleng – Solukh kembali ke rumahnya yang telah selesai dibedah di RT 22, Kelurahan Fatufeto, pada Jumat, 17 Juli 2020. Selama 14 hari rumahnya dibedah Viktor Kamaleng bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Maya, yang dibiayai oleh donatur, Ibu Hilda Manafe dan Pak Herman Heri. Tangis haru Viktor Kamaleng dan istri pecah ketika melihat bangunan rumahnya yang baru. Riuh tepukan tangan dan ungkapan haru seraya terima kasih dari warga menyambut kedatangan Wali Kota beserta rombongan.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 9 Juli 2020, Wali Kota Kupang dan Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe menjemput Ibu Anantjie Djara bersama anak dan cucunya dari Hotel Gajah Mada Kelurahan Nunleu, untuk diantar kembali menempati rumahnya yang terletak di RT 09/RW 03, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja yang telah selesai dibedah oleh Pemkot Kupang. Janda anak 1 yang telah berusia senja itu terharu menyaksikan rumahnya yang semula hanya gubuk berdinding bebak dan seng serta berlantai tanah berubah menjadi bangunan tembok yang layak serta siap huni.

Selama bedah rumah, Ina Djara sapaan akrabnya Anantjie Djara bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Gajah Mada yang dibiayai dengan uang pribadi Wali Kota Kupang. Wali Kota Kupang bahkan menyumbangkan sebuah televisi, sembako dan perabot rumah tangga yang dibeli dengan uang pribadinya, “Kita ada bawa sembako untuk Ina Djara, kami juga belikan tempat tidur supaya oma sonde tidur di bale bale lagi seperti dulu,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat melihat progress pekerjaan bedah rumah salah satu warga

Hal yang sama juga dialami Luter Masu, Wali Kota Kupang juga berkesempatan menjemput dan mengantar pulang Luter Masu dan keluarga menempati untuk rumah barunya yang terletak di RT 18, RW 07 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak. Secara spontan istrinya Rut Baitanu, menangis terharu sembari spontan memeluk Ny. Hilda Manafe ketika gubuk reot berlapis bebak yang biasa ia tempati bersama keluarga telah berubah menjadi bangunan kokoh berdinding batako. Berbeda dengan Viktor Kamaleng, Luther Masu beserta keluarga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota selama 14 hari rumahnya dibedah.

Ketua RT 18 RW 7 Kelurahan Manulai 2, Ibrahim Baitanu, mengaku telah lama prihatin dengan kondisi rumah salah satu warganya, Luther Masu. Sehingga ketika mengetahui Luther akhirnya menerima bantuan dirinya mengaku turut senang, “Awalnya Lurah datang untuk mendata Pak Luther dalam usulan penerima bantuan, selang dua minggu kemudian datang lagi dan menyampaikan pesan bahwa Pak Wali berkenan bertemu Luther dan keluarga untuk diberikan bantuan ini,” ucap Ibrahim.

Jibrael Kolo salah satu tetangga Luther Masu turut mengapresiasi kepedulian Wali Kota Kupang yang nyata dirasakan masyarakat melalui program bedah rumah, “Terima kasih Bapa Wali telah membantu tetangga kami, sehingga mereka dapat memiliki rumah yang layak huni. Semoga semakin banyak warga yang tersentuh perhatian pemerintah,” kata Jibrael.

Wali Kota juga mengantar pulang Elisabet Saves Toto, seorang janda 8 anak di Kelurahan Manulai II. Elisabet merupakan salah satu penerima bedah rumah yang juga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang selama rumahnya dibedah. Ester tak kuasa menahan harunya ketika melihat kondisi rumahnya yang semula hanya berdinding seng, telah berubah menjadi bangunan tembok sederhana bertipe 36 hasil bedah Pemkot. Imo Giri salah satu tetangga Elisabet pun turut berkomentar, “Kami prihatin dengan kondisi rumah Ibu Elisabeth yang sudah sudah hampir roboh dan berlubang. Syukurlah, akhirnya doa ibu Elisabeth terjawab melalui program bedah rumah Pemkot ini, berkat perhatian Wali Kota, ibu Elisabet akhirnya terbantu,” kata Imo.

Wali Kota Kupang mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu misi untuk mewujudkan hunian layak huni bagi masyarakat Kota Kupang, “Hati kami terketuk untuk memperhatikan warga yang kurang beruntung, belum memiliki rumah layak di kota ini, dengan segala keterbatasan kami berupaya untuk membantu mereka,” ucap Wali Kota.

Kepedulian Wali Kota Jefri membelikan satu unit televisi bagi salah satu warga penerima manfaat bedah rumah Pemkot Kupang

Pemkot melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang menganggarkan Rp.2,5 miliar untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bedah Rumah. Dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru. Karena dari hasil survei di lapangan, ditemukan bahwa rumah MBR yang akan direhabilitasi secara konstruksi cukup memprihatinkan bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah hampir roboh, sehingga tidak dapat ditingkatkan kualitasnya melainkan diprioritaskan untuk dibangun baru.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini juga mengatakan ke depan program ini akan menjadi prioritas dan Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus membantu warga yang kurang mampu lewat program ini. Menurutnya, pemkot berencana untuk melanjutkan program ini di tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, bukan saja bagi rumah MBR yang tidak layak huni namun juga bagi masyarakat tidak mampu dan belum memiliki rumah.

“Ke depan, mudah-mudahan dengan didukung oleh teman-teman DPRD kita dapat menganggarkan pendanaan yang lebih besar sehingga lebih banyak masyarakat yang terbantu, tidak terbatas pada yang rumahnya tidak layak huni saja, kalau bisa kami juga akan bantu masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah atau bahkan tidak punya lahan untuk bangun rumah,” ujar Wali Kota Jefri.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain menjelaskan pelaksanaan program ini berdasarkan nama paket yang tertuang dalam dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Perumahan Rakyat Kota Kupang tahun 2020 yaitu rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah (DAU). Pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru sedangkan untuk peningkatan kualitas akan dilaksanakan setelah selesainya pekerjaan pembangunan baru.

Pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru diprioritaskan bagi rumah MBR yang secara konstruksi tidak dapat ditingkatkan, yaitu rumah warga yang memenuhi kriteria misalnya struktur atap yang dapat membahayakan penghuni, misalnya rapuh, jebol, atau bocor parah. Ditambah dengan rangka rumah atau dinding yang tidak layak serta lantai yang masih tanah. Juga pertimbangan dari aspek kesehatan yang belum memadai seperti pencahayaan dan sirkulasi udara yang buruk dan dari sisi utilitas, tidak memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK). Mengenai pengawasan pekerjaan, menurut Beny Sain dilakukan langsung oleh tim teknis dinas yang berkompeten. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP/KP)
Editor (+rony banase)