Arsip Tag: jefri riwu kore

Lolos Seleksi Terbuka, Enam Pejabat PTP Dilantik Wali Kota Kupang

1.362 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP) lingkup Kota Kupang pada Senin, 16 Agustus 2021 di lantai satu Kantor Wali Kota Kupang. Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si. para asisten Sekda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Enam pejabat yang dilantik antara lain, Josefina Monika Djata Gheta, S.T., M.M. dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, sebelumnya Josefina sebagai Sekretaris Dinas Tata Kota Perumahan Rakyat Kota Kupang. Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si. menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, sebelumnya sebagai Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kota Kupang; Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos. M.Si. sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, sebelumnya sebagai Camat Kota Raja;

Selanjutnya, Maria Dolores Rita Haryani, S.E. dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kota Kupang, sebelumnya sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.IP. menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, sebelumnya sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang; serta Matheus Benediktus Lalek Radjah,S.H., M.Hum. menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang.

Para pejabat yang dilantik telah melalui seleksi terbuka untuk mengisi tujuh jabatan tinggi pratama pada Maret 2021. Satu jabatan yang diseleksi pada kesempatan tersebut belum dilantik, yakni jabatan Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, karena masih menunggu persetujuan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Seleksi saat itu dilakukan oleh panitia seleksi antara lain; akademisi Hendrik Ndolu, S.H., M.Hum. Dr. Stanis Man, M.Si. mantan Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Thomas J. Ga, M.M. serta para tim penilai kompetensi dan beberapa pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Sekretaris Daerah Kota Kupang,  Fahrensy Priestley Funay, S.E, M.Si. dalam pembukaan seleksi beberapa waktu lalu menyampaikan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Kupang ini adalah seleksi untuk mengisi jabatan lowong yang dilaksanakan secara selektif, sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimulai dengan seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan pelaksanaan uji kompetensi manajerial oleh panitia seleksi yang bertujuan untuk mengisi 7 (tujuh) jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) yang lowong. Seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional untuk menghasilkan calon-calon pejabat yang berkualitas sesuai kompetensi yang baik di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Sekda menambahkan pengisian jabatan lowong pada setiap instansi pemerintah merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan dalam rangka pengembangan dan peningkatan karier dari pegawai negeri sipil. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, Abraham D. E. Manafe, S.IP.,M.Si. menjelaskan dalam seleksi terbuka tersebut ada 26 peserta yang telah mengikuti seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan uji kompetensi manajerial dan bidang oleh tim penilai kompetensi, kemudian dilanjutkan dengan wawancara akhir oleh panitia seleksi. Adapun metode seleksi yang digunakan antara lain; penulisan dan presentasi makalah, wawancara, pengamatan/rekam jejak, diskusi dan bedah kasus. (*)

Sumber dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Mutasi Pejabat Pemkot Kupang, Wali Kota Kukuhkan Pejabat Nomenklatur Baru

639 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore melantik 50 pejabat administrator, pengawas dan fungsional di lingkup Kota Kupang, pada Senin, 9 Agustus 2021 di Kantor Wali Kota Kupang; bertujuan mengisi sejumlah jabatan kosong, sekaligus mengukuhkan para pejabat pada perangkat daerah yang mengalami perubahan nomenklatur.

Beberapa jabatan kosong yang terisi dalam mutasi kali ini antara lain;  Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, yang sekarang dijabat oleh Angela Tamo Inya, S.IP. Sebelumnya Angela menjabat sebagai Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Kupang yang kini diisi oleh Titus Ratuarat, S.Sos, mantan Lurah Nefonaek. Jabatan Lurah Nefonaek saat ini diisi oleh Josephina Neltji Ungirwalu, SP.

Jabatan lain yang diisi pada mutasi kali ini adalah para kepala puskesmas antara lain; Kepala UPTD Puskesmas Kupang Kota dijabat oleh drg. Dessy Endang Seskawati, M.Kes, Kepala UPTD Puskesmas Penfui, drg. Hariyono, Kepala UPTD Puskesmas Oesapa, dr. Santidewi, Kepala UPTD Bakunase, dr. E. Evalina Corebima, Kepala UPTD Puskesmas Pasir Panjang, dr. Eka Muftiana Rahmawati, Kepala UPTD Puskesmas Oepoi, dr. Yohanes Pieter Lisangan dan Kepala UPTD Puskesmas Manutapen, dr. Richardo Dedy Gana.

Wali Kota Kupang pun mengukuhkan sejumlah pejabat pada beberapa perangkat daerah yang mengalami perubahan nomenklatur, antara lain; Dinas Kesehatan Kota Kupang, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, Inspektorat Daerah Kota Kupang serta RSUD SK Lerik. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, Abraham D. E. Manafe, S.IP, M.Si. usai pelantikan tersebut menjelaskan pengukuhan perlu dilakukan mengingat ada perubahan nomenklatur pada perangkat daerah tersebut. Misalnya Bidang Pengembangan pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah. Karena Sekretariat Korpri dihapus, tugas pokoknya masuk ke dalam bidang tersebut sehingga diubah nomenklaturnya menjadi Bidang Pengembangan dan Sumber Daya Manusia.

Wali Kota Jefri dalam berbagai kesempatan selalu mengimbau kepada para pejabat untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan mentaati protokol kesehatan serta vaksinasi. Kepada wartawan usai pelantikan.

Ia mengakui saat ini Kota Kupang mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Menurutnya, Pemkot Kupang masih kesulitan menertibkan masyarakat yang tidak disiplin, karena belum memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang hukuman bagi para pelanggar. Karena itu, Pemkot Kupang saat ini sedang menjalin komunikasi dengan DPRD Kota Kupang agar bisa sesegera mungkin dalam waktu dekat menerbitkan Perda yang mengatur tentang sanksi atau hukuman bagi para pelanggar protokol kesehatan di Kota Kupang. (*)

Sumber dan foto (*/PKP_ans)

Sedia Rumah bagi PNS & PTT, Pemkot Kupang Bantu Uang Muka

490 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang siap memberikan bantuan uang muka untuk pembelian rumah bagi yang belum memiliki rumah. Bantuan dimaksud berupa bonus akhir tahun yang akan digunakan sebagai uang muka dalam pembelian rumah. Demikian disampaikan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menghadiri acara pemaparan  proyek perumahan yang diselenggarakan oleh PT. Nusa Daya Abadi Propertindo di Hotel Sotis Kupang, pada Rabu, 16 Juni 2021.

Turut hadir  mendampingi Wali Kota dalam sosialisasi tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally dan para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta para camat dan lurah.

Wali Kota Jefri  mengaku punya harapan besar agar sebelum masa jabatannya berakhir nanti, semua PNS dan PTT di Pemkot Kupang bisa memiliki rumah. Untuk itu Pemkot Kupang berupaya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, salah satunya dengan PT. Nusa Daya Abadi Propertindo untuk membantu menyediakan rumah bagi para PNS dan PTT.

“Pemerintah akan memfasilitasi keringanan biaya bagi PTT dan ASN dengan cara menanggung semua biaya uang muka,” ujarnya.

Wali Kota Jefri berharap kerja sama yang dibangun dengan para pengembang bisa membantu upaya Pemkot Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan hunian yang layak dengan harga terjangkau.

Direktur Utama PT. Nusa Daya Abadi  Propertindo, Jefri Efendi berharap proyek ini bisa berjalan dengan baik dan memberi kontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang. Proyek ini akan dibangun di atas lahan yang cukup luas sekitar 169 hektar, dengan perkiraan jumlah rumah yang akan dibangun mencapai 12.000 unit.

Untuk tahap pertama akan dibangun 3.000 rumah bersubsidi. Selain bagi para PNS dan PTT, rumah-rumah ini juga ditujukan bagi masyarakat umum yang ada di Kota Kupang yang membutuhkan hunian modern yang layak dan nyaman. Turut hadir dalam pemaparan tersebut Direktur PT Nusadaya Abadi Propertindo, Thomas Pramono Handojo dan Kepala Cabang Bank BTN Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_dev/ded/ans)

Editor (+roni banase)

BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

242 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang, diawali dengan pencanangan transaksi digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan QR Code di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 2 Mei 2021.

Digitalisasi Pasar yang dilakukan mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui QRIS dan terus dipecut Bank Indonesia agar dapat direplikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang dan di seluruh NTT.

Bank Indonesia melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya akan terus mendorong upaya digitalisasi  dengan meningkatkan akseptansi QRIS sehingga dapat mencapai target nasional 12 juta merchant. Saat ini, secara nasional jumlah merchant QRIS telah mencapai 7,09 juta merchant dan untuk Provinsi NTT sebanyak 35.095 merchant, meningkat sebesar 12.8% dibandingkan dengan awal tahun 2021.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sesi doorstop pencanangan QRIS bertema “Ayo ! Ketong Samua Belanja Pake QRIS, Biar Mudah, Cepat, dan Aman” di Pasar Oebobo mengatakan Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui Standar Nasional Pembayaran melalui QR atau yang disingkat menjadi QRIS, sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

“Kita berharap masyarakat dapat mengenal dan menggunakan digitalisasi di pasar tradisional guna membangun masyarakat digital dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena transaksi melalui QRIS, uangnya langsung ke rekening pemerintah daerah,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja didampingi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore; Direktur PD Pasar Kota Kupang, Kardinad Leonard Kale Lena; Kepala Bank NTT Cabang Utama, Boy Nunuhitu, dan Perwakilan Telkom Indonesia, CEO QREN Fajar Eridianto.

Dari 8 (delapan) pasar di Kota Kupang, tandas I Nyoman Ariawan Atmaja, 3 pasar akan segera digitalisasi oleh Telkom Indonesia dan PD Pasar Kota Kupang.

Penyerahan CSR dari Bank Indonesia Perwakilan NTT kepada pedagang di Pasar Oebobo

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan Pemkot Kupang telah menyediakan regulasi terkait penggunaan digitalisasi dengan pembayaran non-tunai melalui QRIS. “QRIS ini sebuah langkah luar biasa dan jika diterapkan di semua tempat pembayaran, maka dapat meminimalkan pungli dan korupsi. Saya hadir di sini untuk memastikan proses digitalisasi berjalan,” ulasnya.

Selain itu, imbuh Wali Kota Jefri, dari pengalaman penggunaan QRIS dapat meningkatkan PAD. “Karena uangnya langsung masuk ke PAD, karena memudahkan saat pembayaran,” ungkapnya seraya ditambahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bahwa kenaikan PAD hingga 2—3 kali.

Sementara itu, Direktur PD Pasar Kota Kupang, Kardinad Leonard Kale Lena mengungkapkan terdapat kendala dalam pemungutan retribusi di level pedagang. “Tahap awal kami menggunakan 2 (dua) mesin EDC untuk pembayaran retribusi kebersihan dan retribusi harian,  jika telah berjalan maksimal, maka akan diterapkan pada pembayaran kios dan parkir,” urainya.

Penulis,  editor dan foto (+roni banase)

Mutasi di Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Lantik 413 Pejabat

863 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada Senin sore, 31 Mei 2021, melantik dan mengambil sumpah jabatan 413 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, terdiri dari 75 pejabat pengawas (eselon 3), 291 pejabat administrator (eselon 4), 7 orang kepala TK, 26 orang Kepala SD dan 14 orang Kepala SMP. Acara pelantikan berlangsung singkat dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Turut hadir para pejabat yang mewakili Kajari Kupang, Dandim 1604, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Agus Ririmasse, Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, dan para jajaran Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang serta para rohaniwan pendamping dari Islam, Katolik, Protestan dan Hindu.

I Wayan Gede Astawa, S.Sos, M.M. Saat menandatangani berita acara pelantikan

Di antara pejabat yang mengangkat sumpah, Drs. Ambo dilantik sebagai Sekretaris Disdik, Paulus Kajo Werang jadi Camat Oebobo yang sebelumnya dijabat oleh Matheos Maahury yang kini menjadi Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang. Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Kota Kupang dijabat oleh Romy Lado, S.Pd. Tampak juga I Wayan Gede Astawa, S.Sos, M.M. dilantik menjadi Camat Kelapa Lima.

Adapun daftar 413 nama dan jabatan yang dilantik oleh Wali Kota Kupang pada Senin, 31 Mei 2021 dapat diakses melalui link google drive di bawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1vYWVC7l4Ggf-jiMLLU5jKnzUNSvgSwRk/view?usp=sharing. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_NT)

Editor (+roni banase)

Jalin Kerja Sama Biznet, Pemkot Kupang Sedia WiFi Gratis di Rumah Ibadah

498 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang berkomitmen untuk melanjutkan program Smart City yang telah diluncurkan sejak tahun 2019 lalu. Hal ini terbukti dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Kupang dan pihak Biznet, perusahaan yang bergerak dalam hal penyediaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia. Kerja sama dilaksanakan untuk menghadirkan koneksi internet di Kota Kupang yang dapat mendukung aktivitas digital masyarakat di Kota Kupang.

Biznet Networks adalah operator telekomunikasi fixed-line dan operator multimedia di Indonesia yang memberikan layanan jaringan (network), layanan internet, pusat data, serta layanan hosting dan cloud computing. Biznet Networks didirikan pada tahun 2000 dengan fokus pasar pada dunia korporat. Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan serat optik mutakhir dengan pusat data terbesar di Indonesia, dan juga telah menyediakan layanan premium dengan performa jaringan yang cepat dan andal.

Penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembangunan jaringan dan penyediaan jasa internet broadband di Kota Kupang telah dilaksanakan pada Senin, 10 Mei 2021, antara Adi Saputra Kusma, Presiden Direktur PT. Supra Primatama Nusantara (Biznet) dengan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson Riwu Kore, M.M., M.H.

Penandatanganan MoU antara Biznet dengan Pemerintah Kota Kupang mencakup penyediaan koneksi WiFi gratis atau free WiFi di tempat-tempat ibadah. Hal ini menjadi salah satu fokus utama kedua belah pihak, mengingat saat ini banyak kegiatan keagamaan yang harus diselenggarakan secara online, demi menghindari penularan virus Covid-19 yang masih tinggi di masyarakat.

Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma

Kabar gembira tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (sapaan akrabnya, red) dalam jumpa pers yang berlangsung secara daring, pada Selasa, 18 Mei 2021. Menurutnya, pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhirnya, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk terus berupaya membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, imbuh Jefri Riwu Kore, atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, Wali Kota berterima kasih kepada Biznet yang sudah bersedia hadir dan membantu Pemkot Kupang dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi warga. Atas permintaan Pemkot Kupang, sebagai bukti dukungannya, Biznet akan memasang layanan wifi gratis di rumah-rumah ibadah serta sejumlah tempat publik di Kota Kupang.

“Dengan adanya wifi gratis tersebut diharapkan pelayanan dan pembinaan rohani oleh para rohaniwan kepada jemaatnya bisa terus berjalan secara baik, meski secara daring,” ucap Wali Kota Jefri seraya menambahkan bahwa Pemkot Kupang pada prinsipnya terbuka bagi provider mana pun yang ingin membuka layanan dan membantu Pemkot meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Jefri yakin dengan layanan yang murah dan cepat, Biznet bakal menjadi produk yang laris dan bisa mencegah monopoli oleh pihak tertentu yang berimbas pada harga internet. Dia berharap Biznet bisa terus eksis di Kota Kupang dan selalu mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang lewat program-program CSR-nya.

Presiden Direktur Biznet, Adi Kusma menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan survei jumlah rumah ibadah di Kota Kupang yang akan dipasang layanan wifi gratis. Pihaknya juga menargetkan pemasangan jaringan di Kota Kupang akan selesai dalam waktu 6—9 bulan ke depan. Dia berharap kehadiran mereka bisa menjadi alternatif dalam pelayanan berbasis digital di Kota Kupang dengan kecepatan internet yang sama seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry L. Y. Kolimon saat mengikuti jumpa pers secara daring

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry L. Y. Kolimon yang hadir dalam jumpa pers secara daring memberikan apresiasi terhadap upaya Pemkot Kupang untuk memasang wifi gratis di rumah-rumah ibadah di Kota Kupang. Diakuinya sebelum Covid-19 muncul, GMIT sebenarnya sudah berbicara tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang pelayanan pastoral.

“Pandemi Covid-19 akhirnya mendesak agar hal tersebut bisa terwujud dan tidak lagi menjadi sekadar wacana,” terang Pdt Merry Kolimon sembari berterima kasih kepada Wali Kota dan jajarannya di Pemkot Kupang yang telah mendukung upaya tersebut lewat layanan wifi gratis. Terima kasih juga disampaikannya kepada Biznet yang lewat program CSR-nya memberikan layanan wifi gratis.

Ia berharap bantuan ini tidak hanya sekadar dimanfaatkan untuk pelayanan pastoral gereja saja, tapi juga bisa membantu anak-anak dari keluarga yang kurang mampu yang membutuhkan akses internet untuk belajar secara online selama pandemi. Pdt. Mery Kolimon pun mengingatkan akan pentingnya edukasi bagi anak-anak dalam penggunaan internet, guna mencegah hal-hal buruk yang timbul akibat pemanfaatan yang tidak bijak oleh anak-anak.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, M.Th yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, Platform layanan digital menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Karena itu, pihaknya menyambut baik MoU antara Pemkot Kupang dan Biznet yang dinilainya sebagai kampanye bersama untuk memanfaatkan platform digital agar pandemi tidak lagi menjadi halangan bagi orang untuk bertemu.

Jumpa pers yang dipandu oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest. S. Ludji, SSTP, M.Si. dan Kabid Pelayanan e-Government Dinas Kominfo, Wildrian Ronald Otta, SSTP., M.M. tersebut juga diikuti oleh perwakilan dari PHDI Kota Kupang dan rekan-rekan media desk Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_ans/chr)

Foto utama (*/ilustrasi Biznet)

Editor (+roni banase)

Pegawai Non-ASN di Kota Kupang Dapat Jamsostek periode 2021—2024

365 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN) atau tenaga honor di lingkup Pemerintah Kota Kupang diikutsertakan dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara kolektif oleh Pemkot Kupang.

Besaran iuran jaminan kecelakaan kerja sebesar 0,24 persen dan iuran jaminan kematian sebesar 0,30 persen dari upah per bulan yang diterima setiap peserta. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal 10 April 2021 sampai dengan 9 April 2024.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan NTT dengan Pemerintah Kota Kupang tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga honorer (Non-ASN) Kota Kupang, dilaksanakan pada Rabu, 5 Mei 2021; antara Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., dengan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTT, Armada Kaban dan disaksikan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Asisten Deputi Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusra dan Papua, Venrista Yuliana.

Perjanjian kerja sama tersebut mencakup Pegawai Non-ASN atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang adalah tenaga kerja tidak tetap yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Kupang yang diangkat dengan keputusan Wali Kota melalui perjanjian kerja dalam waktu tertentu. Bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pegawai Non-ASN.

Kemudian, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan dana jaminan kematian Tenaga Kerja Non-ASN secara simbolis kepada masing-masing 4 orang ahli waris penerima santunan atas nama; Agustinus Assan Boroh, Jonas Khristian Tolla, Noredi Daud Huan dan Gratianus Bifel. Jumlah dana santunan diserahkan senilai, Rp. 42.000.000,- per orang yang merupakan hak peserta yang didanai melalui APBD Kota Kupang.

Wali Kota Kupang mengapresiasi upaya pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan atas santunan yang diberikan kepada ahli waris dari pegawai non-ASN Kota Kupang yang telah meninggal. Hal ini merupakan wujud perhatian Pemerintah terhadap keberadaan pegawai saat masih aktif, pensiun bahkan kepada para ahli warisnya. Namun, menurutnya sangat disayangkan bahwa hingga saat ini masih banyak pemberi kerja atau perusahaan yang belum memberi jaminan perlindungan atau mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta.

“Perlu diakui bahwa dalam pelaksanaan, masih banyak yang belum memenuhi hak-hak pekerja dalam mendapatkan jaminan perlindungan karena belum menyadari pentingnya ikut sebagai peserta asuransi ketenagakerjaan. Pemerintah Kota Kupang sendiri sejak tahun 2018 telah mendaftarkan PTT atau tenaga kerja Non-ASN dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan mereka dan keluarga perlindungan dan jaminan sosial,” ungkap Wali Kota Jefri.

Kepada para penerima santunan, Wali Kota berpesan agar menggunakan dana sebaik-baiknya dan berharap dana yang diterima dapat membantu para ahli waris beberapa sebagai modal usaha atau kebutuhan lainnya. Wali Kota juga menginstruksikan agar tidak ada pegawai non-ASN yang tak  terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT menyampaikan pada bulan April, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres no 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Dalam Inpres tersebut BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari program meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat

Di Kota Kupang terdapat 33.979 tenaga kerja aktif, di antaranya 2.300 tenaga kerja Non-ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya berharap pihaknya mendapat kesempatan untuk melakukan sosialisasi kepada tenaga kerja Non-ASN tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kaban melaporkan berdasarkan data yang diperoleh, masih ada guru-guru PTT di 26 sekolah di Kota Kupang yang belum terdaftar, terutama guru komite sekolah.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Staf Ahli Wali Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Agus Ririmasse, AP, M.Si. Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, SH, M.Si. para Pimpinan Perangkat Daerah serta para Camat se-Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr)

Editor (+roni banase)

Pendidikan Harus Holistik, Ketua DPD FPKBM Sentil Pidato Wali Kota Kupang

312 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jajaran, dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar, dan pendidikan menengah,” demikian penggalan pidato Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 tingkat Kota Kupang, pada Senin, 3 Mei 2021 di Aula Gedung Sekolah Dian Harapan Kupang.

Simak cuplikan video pidato Wali Kota Kupang pada channel Youtube di bawah ini : https://youtu.be/d8YH8Fo6Q1o

Dilansir dari Prokopim Setda Kota Kupang, pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas 2021 yang bertema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar” itu menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru Sekolah Dian Harapan (SDH), sedangkan undangan lainnya mengikuti secara virtual.

Usai membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, Wali Kota Kupang  berkesempatan memberikan arahannya melalui pidato yang mana Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk tetap meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jenjang, khususnya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, terang Wali Kota Jefri, Pemkot Kupang berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan, meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Wali Kota Jefri pun memaparkan berbagai program inovasi yang dilakukan Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang antara lain : menyiapkan anggaran untuk melakukan Diklat Penguatan dan Diklat Calon Kepala Sekolah dan menyiapkan anggaran transpor bagi pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap yang telah mengabdi di atas 5 tahun. Pemkot Kupang juga akan terus berupaya untuk mempertahankan program pemberian seragam gratis bagi anak sekolah.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore memotong tumpeng peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hardiknas 2021

Momentum peringatan HUT ke-135 Kota Kupang dan Hardiknas 2021 diwarnai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kupang dan foto bersama. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si serta para Kepala Bidang pada dinas terkait, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, para Kepala Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah se-Kota Kupang, baik yang hadir secara langsung maupun virtual.

Menyikapi pidato Wali Kota Kupang tersebut, Ketua DPD Forum PKBM Kota Kupang, Polikarpus Do menyayangkan kebijakan Pemkot Kupang yang terurai dalam isi pidato Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada peringatan Hardiknas 2021. “Dalam Pidatonya tidak sedikit pun tidak menyinggung tentang Pendidikan Non Formal (pendidikan anak usia dini [PAUD], pusat kegiatan belajar masyarakat [PKBM], Rumah Pintar, sanggar kegiatan belajar masyarakat [SKBM], lembaga kursus dan pelatihan [LKP]),” ulas Polikarpus Do.

Polikarpus pun kembali menegaskan kepada pemerintah dalam narasi-narasi di berbagai pidato agar dapat memberikan keyakinan dan semangat kepada Pendidikan Non-Formal. “Jika tidak menyebutkan kami, seolah-olah pemerintah lupa bahwa kami ada dan berperan sangat penting apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ucapnya sembari mengimbau Pemerintah Kota Kupang dapat menguatkan dan menggerakkan semua jalur Pendidikan sesuai mimpi bersama Pemerintah menjadikan Kota Kupang sebagai Smart City.

Menurut Poli sapaan akrabnya, Pendidikan harus dilihat secara holistik. “Pendidikan Non-Formal juga memberikan kontribusi besar dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Kupang,” tegasnya.

Bicara Pendidikan, urai Poli yang juga mendirikan dan mengelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora ini, harus dilihat secara holistik. “Semua jalur dan jenjang, ada Pendidikan  Formal, Non-Formal dan Informal (sesuai Permendikbud No. 20 Tahun 2003, red). Semua jalur dan jenjang mempunya peran dan fungsi sama serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Pendidikan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia di Kota Kupang,” ulasnya.

Polikarpus Do yang menerima penghargaan sebagai PKBM Nasional Terbaik Pertama Se-Indonesia pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2019, menandaskan sesuai Amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab VI yang mengatur tentang Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan. “Pada bagian kelima pasal 26 tentang pendidikan non-formal, pada bagian keenam pasal 27 tentang pendidikan Informal dan pada bagian ketujuh pasal 28 tentang pendidikan Anak Usia Dini,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/koleksi pribadi)