Arsip Tag: viktor bungtilu laiskodat

Labuan Bajo Tuan Rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

300 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) dihelat pada Jumat, 18 Juni 2021 pukul 08.00—11.00 WITA di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan pameran ‘expo’ usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara dalam jaringan ‘daring’ atau ‘online’ dan luar jaringan ‘luring’.

Mengusung tema “Kilau Digital Permata Flobamora, (Flores, Sumba, Timor, Alor) peresmian Bangga Buatan Indonesia yang dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Menteri  Komunikasi dan Informatika, Johny G. Plate, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; dirangkai acara : Launching Virtual Expo Flobamora, Aplikasi JP Hub Pariwisata melalui penayangan video, Launching Desa Adat dari Bank Indonesia, Launching Aplikasi Pemanfaatan Toko Online BUMDES, dan UMKM lokal NTT melalui experience belanja melalui toko online.

GNBBI 2021 menetapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah, menurut rencana bakal dibuka secara virtual oleh Presiden Jokowi, namun batal dan akan digantikan oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Selain itu, turut hadir secara virtual antara lain, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar; Menteri BUMN Erick Thohir, dan Direktur Utama Telkom Indonesia (mewakili Telkom Group).

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) terpilih sebagai penanggung jawab even, dan didukung oleh berbagai Kementerian Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Kemenparekraf, Kemendagri, Kementerian BUMN, Kemenkop UKM, Kementerian PUPR, Kementerian Desa PDTT,  Gubernur Bank Indonesia, Telkom Indonesia, Telkomsel, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Pantauan Garda Indonesia pada Kamis siang, 17 Juni 2021, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja tampak menjemput Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan beberapa tamu penting lainnya di Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo. Saat memasuki areal bandara, berbagai booth Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) tampak memadati lantai 1 dan lantai 2 di antaranya mitra binaan Bank Indonesia usaha mikro kecil menengah (UMKM) NTT, dari kategori fashion, kuliner, kriya, pertanian, tenun ikat, kopi hingga produk-produk terbaik dan ciri khas Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pameran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 ini dihelat secara tatap muka dan virtual. Untuk katalog dan produk pameran Virtual Expo Flobamora bisa diakses (file PDF) KLIK Disini atau kunjungi laman www.exotictenunfest.com 

Masyarakat yang ingin melihat secara virtual dapat mengakses via ZOOM ID : 857 1482 6168 , Passcode : FLOBAMORA
Virtual Background :  dapat diunduh di https://komin.fo/hXkdS , terbuka untuk umum. Acara ini pun akan disiarkan secara langsung melalui Metro TV, iNews dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) serta live di aplikasi ZOOM juga melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

711 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada Selasa, 15 Juni 2021. Gubernur VBL meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT.

“Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain. Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertemu dengan pengurus Akademi Teknik Kupang

Kampus ATK dan lulusannya, jelas VBL, harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. “Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” terangnya.

Gubernur VBL juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan. “Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer knowledge ‘pengetahuan’ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreativitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” urainya.

Selain itu, tandas Gubernur VBL, kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi Industrial. “Saat ini, IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka, kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Ketahanan Ekonomi Bali Nusra, VBL : NTT Mampu Penuhi Kebutuhan Nasional

167 Views

Kupang-NTT,  Garda Indonesia | “Pembangunan yang tidak melakukan  perubahan, maka masyarakatnya tidak akan sejahtera,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam Webinar Transformasi Bali Nusra dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah” yang dihelat oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, NTB dan NTT pada Rabu, 9 Juni 2021.

VBL pun mengapresiasi Gubernur NTB sudah mau berpikir melakukan industrialisasi di sektor pertanian dan perkebunan sehingga ini akan sangat membantu tiga provinsi ini. “Saya tidak hanya berbicara dengan cakupan NTT saja tapi jika perubahan mindset di NTB, nantinya juga akan ada perubahan mindset di NTT dan Bali,” ucapnya sebagai narasumber dalam webinar tersebut.

Gubernur VBL juga menginginkan adanya  satu kesatuan kerangka berpikir dalam pembangunan kawasan Bali Nusa Tenggara. Kerangka berpikir ini harus disiapkan dengan benar agar ke depannya kawasan Bali Nusra akan bisa menjawab tantangan-tantangan yang terjadi di nasional sekarang pada masa pandemi Covid-19.

“Meski kondisi perekonomian yang buruk, NTT memiliki potensi yang sangat besar yang mampu menjadi penyumbang terbesar bagi kebutuhan nasional. Seperti Garam dan Daging Sapi. Saya mendorong serius bagi ketiga provinsi ini (Bali, NTB, NTT, red) mampu bersinergi,  bukan saja  untuk mengisi rantai nilai  yang  diperlukan dalam pembangunan ketiga provinsi namun juga bisa menyumbang dalam skala nasional,” ulas VBL.

Suasana Webinar Transformasi Bali Nusra dengan tema “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah” yang dihelat oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali, NTB dan NTT pada Rabu, 9 Juni 2021

Menyinggung tentang energi, Gubernur yang berpasangan dengan Josef Nae Soi ini menegaskan bahwa NTT mempunyai pusat energi baru terbarukan  seperti di Pulau Sumba dan Pulau Timor. Proses perubahan ke depan, energi baru terbarukan akan menjadi faktor terpenting dalam upaya ketahanan dan kemandirian ekonomi suatu negara yang tidak bisa dihindari.

“Dunia kini telah menuju pada energi baru dan terbarukan seperti angin, matahari, panas bumi, gas dan arus laut. Ini perlu direncanakan oleh ketiga provinsi agar dapat memenuhi kebutuhan  energi nasional. Jika kita tidak melakukan perubahan ini kita akan tertindas oleh perubahan dunia yang begitu cepat,” urai Gubernur VBL.

Ia juga berharap dapat melakukan transformasi dan juga residence ekonomi di kawasan Bali Nusra agar mampu menjaga satu sama lain sehingga mampu bertahan dalam menjawab tantangan ataupun bencana yang akan datang . “Tidak ada pilihan untuk tidak bersama-sama. Pada saatnya nanti, kita akan saling membutuhkan. Jika kita tidak membangunnya dari sekarang akan merugikan kita satu sama lain. Kita berharap untuk membangun suatu kawasan agar dapat bertahan dalam menghadapi tekanan-tekanan global,” terangnya.

Gubernur VBL pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Indonesia yang memberikan ruang berbicara banyak hal khususnya tentang ekonomi yang sangat penting. “Terima kasih juga kepada Gubernur Bali dan NTB yang telah memberikan pikiran yang brilian untuk menjawab seluruh tantangan yang ada” tandasnya.

Turut hadir dalam webinar tersebut anatara lain Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; Rektor UI, Prof Ari Kuncoro, Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, NTB dan NTT dan sejumlah pengamat ekonomi dan akademisi dari beberapa Universitas di Indonesia. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Mimpi Hanya Satu dan Paling Berat, VBL : Berapa Data Orang Miskin NTT?

1.356 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita punya masalah serius di sini, hobi melihat orang susah. Kalau dia lebih susah, maka mereka lebih senang lagi. Ini cara berpikir ciri khas orang miskin, selalu berpikir mundur dan tidak pernah berpikir maju. Saya melihat Nusa Tenggara Timur, harus mulai kita dorong cara berpikirnya agar mampu kekuatan dan sinergi menjadi etos kerja,” ungkap Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Gedung Kantor Inspektorat Provinsi NTT pada Kamis pagi, 3 Juni 2021 pukul 10.00 WITA—selesai.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/03/nuansa-helong-kantor-inspektorat-ntt-diresmikan-gubernur-viktor-laiskodat/

Pengusaha dan Politikus asal Pulau Semau ini pun mengisahkan mimpinya saat awal masuk menjadi Gubernur NTT yakni ingin data orang miskin di NTT ada berapa. “Hari ini mimpi saya satu saja dan paling berat. Saya ingin data orang miskin di NTT itu berapa? Siapa namanya? Di desa mana? Yang miskin berapa?,” ulas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Meski ada APBD Kabupaten/Kota, dana provinsi, pusat, PKH (program keluarga harapan) datang sepanjang tahun, namun miskin tetap stabil, ucapnya dengan nada kesal. “Jadi, saya pikir apa guna kita kerja? Bila kita tidak punya sistem data yang kuat, percuma kita kerja! Saya selalu bilang ini peperangan melawan hantu, kita mengetok anggaran, yang terima hantu, tak tahu siapa orang miskin,” tegas Gubernur VBL.

Pemprov NTT dan BPS, imbuh Gubernur VBL, mendesain Si Mandataris (sistem data terpadu, red) agar punya data yang pasti setelah 2—3 tahun dari sekarang. “Setelah jadi pada Agustus 2021, kita mampu menyelesaikan dalam kesempurnaan. Karena tanpa data, maka kita selalu gagal, kita bicara kemiskinan NTT 20%, mulai di provinsi tidak berbicara tentang presentasi, sudah mulai bahas di kecamatan, desa mana saja kemiskinan paling besar; di kabupaten tentang nama orang, dan di desa harus diidentifikasi jelas penyebab kemiskinan apakah tidak ada aset menunjang kehidupan,” beber VBL.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/17/bakohumas-setda-ntt-si-mandataris-menuju-ntt-satu-data/

VBL pun menegaskan kepada BPS bahwa tidak tertarik kepada angka-angka dan BPS harus mampu menemukan siapa saja orang miskin di NTT, karena bila ditemukan maka dapat diterapi dengan APBD Kabupaten/Kota dan Provinsi NTT dan dalam beberapa tahun ke depan, mereka mampu menatap masa depan.

“Ini tantangan terbesar Provinsi NTT,” ucap Gubernur VBL sembari menyampaikan bukan saja di NTT, namun di seluruh Indonesia terkait data kemiskinan karena sering ada kesalahpahaman antara pusat dan daerah.

Jadi, tandas VBL, kita harus percaya pada “Satu Data” dan dapat mengukur data tersebut untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebanyak 1.175.530 orang meningkat 19,77 ribu orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 44,07 ribu orang terhadap September 2019.

Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2020 sebesar 8,64 persen, naik menjadi 8,76 persen pada September 2020.  Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2020 sebesar 24,73 persen, naik menjadi 25,26 persen pada September 2020.

Dibanding Maret 2020, jumlah penduduk miskin September 2020 di perkotaan naik sekitar 5,5 ribu orang (dari 113,39 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 118,88 ribu orang pada September 2020). Sementara itu perdesaan naik sekitar 14,3 ribu orang (dari 1.040,37 ribu orang pada Maret 2020 menjadi 1.054,65 ribu orang pada September 2020).

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Nuansa Helong, Kantor Inspektorat NTT Diresmikan Gubernur Viktor Laiskodat

715 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tarian Helong untuk menyambut tamu-tamu terhormat diperagakan oleh Sanggar Tari Kejora, membuka rangkaian peresmian Gedung Kantor Inspektorat Provinsi NTT oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Kamis pagi, 3 Juni 2021.

Tarian Helong berasal dari Suku Helong merupakan salah satu penduduk asli Pulau Timor. Kebanyakan dari mereka berdiam di Kabupaten Kupang, yaitu di Kupang Barat dan Kupang Tengah; serta di Pulau Semau. Bahasa asli suku ini disebut Bahasa Helong, yang memiliki dua dialek, yaitu dialek Helong Semau dan dialek Helong Daratan Timur.

Paduan suara Inspektorat Provinsi NTT dalam balutan busana dipadukam tenun ikat Helong

Selain Tarian Helong, Inspektur Inspektorat Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, S.Si., Apt.,M.M. Saat menyampaikan sambutan mengenakan balutan busana dipadukan dengan Tenun Helong. Paduan suara dan para penyambut tamu hingga pelayanan santap siang pun dalam nuansa Helong yang dihelat ala American Table Manner.

Ruth Laiskodat menyampaikan, Gedung Kantor Inspektorat Provinsi NTT dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2020/2021. “Sejak terbentuk Pemerintah Provinsi NTT pada 20 Desember 1958, baru pada tahun 2021, kami memiliki gedung sendiri yang didukung oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ketua dan Komisi III DPRD Provinsi NTT dengan anggaran pembangunan Rp.10.035.200.000,- (sepuluh miliar tiga puluh lima juta dua ratus ribu rupiah),” ungkapnya.

Inspektur Inspektorat Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, S.Si., Apt.,M.M.saat menyampaikan sambutan

Gedung Inspektorat Provinsi NTT dibangun di atas tanah Pemprov NTT dengan luas tanah 2.000 m2, luas bangunan 1.985 m2 yang terdiri dari 3 (tiga) lantai. Lantai pertama terdiri dari 22 ruangan, kedua ada 12 ruangan dan lantai ketiga sebanyak 14 ruangan yang dilengkapi dengan CCTV, alat pemadam kebakaran, dan generator berkapasitas 50.000 VA.

Guna mendukung NTT sebagai ring of beauty, terdapat 3 (tiga) ruangan yang dinamakan Ruangan Pantai Otan, Ruangan Pantai Mulut Seribu, dan Air Panas So’a dan dengan diresmikan Gedung Inspektorat Provinsi NTT, kinerja inspektorat daerah semakin baik sesuai dengan motto “Profesional, Terpercaya, Bersinergi dalam pembinaan dan pengawasan”.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menandatangani prasasti peresmian Gedung Inspektorat Provinsi NTT

Di samping itu, dalam sesi peresmian Gedung Inspektorat Provinsi NTT, juga diluncurkan E-sasando dan E-sidak dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan disaksikan oleh Gubernur NTT, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, dan unsur Forkopimda NTT.

E-sasando merupakan aplikasi sistem automasi Audit Berbasis Risiko yang digunakan oleh auditor dan pejabat pengawas (P2) dalam melakukan pemeriksaan secara elektronik menggunakan Risk Based Audit. Sementara E-sidak adalah Sistem Pengaduan Kecurangan yang akan mempermudah penanganan kecurangan secara elektronik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Gubernur NTT Tinjau Eksplorasi PLTP Mataloko Kabupaten Ngada

231 Views

Ngada-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau lokasi PLTP Mataloko pada Senin, 24 Mei 2021. Kunjungan ini untuk mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dimana Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Flores sebagai ikon Geothermal Island melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2268K/30/MEM/2017 tanggal 19 Juni 2017, tercatat terdapat 21 lokasi potensi panas bumi dan 4 lokasi yang potensinya besar terdapat di Ulumbu, Mataloko, Sokoria, dan Atadei.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/05/22/dirjen-ebtke-gubernur-ntt-bakal-tinjau-progres-pltp-mataloko/

Gubernur VBL menyampaikan pemanfaatan EBT bagi kemajuan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat sudah menjadi kebutuhan. “Eksplorasi telah dilakukan PLN dan kami melihat potensi energi baru terbarukan yang besar terhadap masyarakat NTT khususnya di Pulau Flores dan di Mataloko harus dilanjutkan eksploitasinya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, imbuh Gubernur VBL, di sekitar lokasi sumur terdapat warga masyarakat yang  perlu mendapatkan sosialisasi yang lebih baik, terarah, sistematis, dengan tujuan bagaimana membangun energi panas bumi ini berdampak bagi masyarakat. “Oleh karena itu, Bupati dan wakil Bupati Ngada bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tim PLN yang memahami teknis pembangunan energi panas bumi akan duduk bersama untuk merencanakan Pembangunan energi panas bumi ini dan semua kendala dapat diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan para pihak,” terangnya.

Didampingi GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko, Gubernur NTT meninjau rencana lokasi pembangunan PLTP Mataloko di Pulau Flores

VBL pun menambahkan, kita membutuhkan energi untuk kemajuan masyarakat. Perekonomian NTT akan maju bila tersedia energi dan apabila tidak dikelola akan membuat diri kita miskin sendiri. NTT memiliki sumber daya yang melimpah dan perlu dilakukan eksploitasi maupun kapitalisasi seluruh sumber daya yang ada.

“Saya berharap Bupati Ngada akan mampu meyakinkan seluruh masyarakat lewat kelembagaan yang ada di desa untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan tenaga listrik di NTT. Kebutuhan energi dunia saat ini adalah energi baru terbarukan tidak lagi energi fosil yang terus membebani kita dengan negara-negara lain yang terus berkembang pada energi baru terbarukan,” pinta Gubernur NTT.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko, menyampaikan pemenuhan kebutuhan  energi oleh pemerintah melalui PLN membangun energi listrik baru terbarukan, dan salah satunya adalah di Mataloko yang sedang dalam proses sosialisasi dan sudah ada timeline untuk penyediaan energi listrik yang lebih baik, ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Flores khususnya masyarakat di Bajawa.

Pose bersama GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim unit layanan listrik di Mataloko

PLN, tandas Jatmiko, telah melakukan sosialisasi secara bertahap dan sudah disampaikan kepada Bupati, dan kehadiran Gubernur hari ini di lokasi eksplorasi PLTP Mataloko akan ditindaklanjuti pertemuan dengan tokoh agama, dan tokoh masyarakat dan warga sekitar.

“Sosialisasi tidak bisa hanya sekali atau dua kali, sehingga PLN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Mataloko. Di Indonesia sudah banyak energi panas bumi yang dibangun dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi, serta akan memberdayakan dan melibatkan masyarakat dalam operasional,” tandas Agustinus Jatmiko.

Dalam kunjungan Gubernur NTT tersebut, hadir Direktur Panas Bumi EBTKE, Harris ST MT, GM PLN UIW (Unit Induk Wilayah) NTT Agustinus Jatmiko, GM PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Nusa Tenggara, Josua Simanungkalit, dan Manager PLN UPK Flores, Lambok Siregar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Viktor Bungtilu Laiskodat : Colol Kopi Terbaik di Dunia

730 Views

Borong, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Timur dan menginap di Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan pujian untuk komoditas unggulan yang berada di kabupaten yang berbatasan dengan Manggarai dan Kabupaten Ngada tersebut.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/05/23/kopi-colol-dan-kunjungan-gubernur-ntt-di-manggarai/

Penikmat kopi yang sering bepergian ke luar negeri dan menikmati berbagai varian kopi tersebut pun mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, Kopi Colol mendapatkan pengakuan di Paris sebagai kopi terbaik dunia.

“Saat itu, saya kebetulan berada di Paris,” ujar suami dari Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda NTT yang konsen membina para UMKM atau pengusaha kopi yang mana membantu dengan mengemas sekitar 20-an varian kopi yang terdapat di Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/10/10/ngopi-bersama-media-dekranasda-ntt-kenalkan-19-varian-kopi-dari-11-kabupaten/

Ayah dari 3 (tiga) putra tersebut pun mengungkapkan kegembiraannya dapat bermalam di Desa Colol pada Minggu malam, 23 Mei 2021. “Saya bersyukur sekali, malam ini bisa tidur di Colol, desa dengan kopi terbaik di dunia. Menikmati suasana angin segarnya yang aduhai,” ucap Gubernur VBL.

Ia pun menandaskan eksistensi Desa Colol sebagai kawasan penghasil kopi terbaik di NTT dengan membuka selubung pelataran Kawasan Agrowisata Lembah Colol yang dibangun atas dukungan Bank NTT.

Politisi NasDem yang berdasarkan hasil survei dari Lembaga survei KedaiKOPI sebagai Tokoh Kepala Daerah Wilayah Indonesia Timur yang layak menjadi calon Presiden di 2024 dengan perolehan pooling 7,1 persen tersebut menandaskan bahwa berkunjung dan menginap satu malam di Desa Colol untuk merasakan suasana malam dan dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat di desa yang terkenal dengan komoditas kopi terbaik dunia.

Sumber berita (*/berbagai platform media)

Foto utama dan Editor (+roni banase)

Kopi Colol dan Kunjungan Gubernur NTT di Manggarai

313 Views

Colol, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja bersama rombongan di Pulau Flores yakni, di Kabupaten Manggarai Barat, mengikuti Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2020, selanjutnya menuju ke Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan bakal berakhir di Ende.

Dirrilis dari Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Gubernur VBL dan rombongan pun menyempatkan waktu bermalam di Lembor, pada Kamis, 21 Mei 2021; selanjutnya menuju Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur dan bermalam di Desa Colol, pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Gubernur mengatakan, kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan pembangunan di lapangan berjalan dengan baik dan membangun kesepakatan bersama dengan bupati dan stakeholder terkait. “Kunjungan kerja yang kami lakukan dalam jumlah besar, untuk memastikan tidak adanya hambatan dalam pembangunan, dan manakala ada, langsung kita selesaikan saat itu juga karena ada permasalahan yang hanya bisa diselesaikan oleh pemimpinya,” ulas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menyampaikan sambutan di Desa Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Monik Andri, Putri Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur saat memperagakan proses pengolahan secara tradisional Kopi Colol. Foto oleh floreseditorial

Kita daerah pariwisata, tegas Gubernur VBL, tidak ada alasan lagi kerja lambat, harus kerja cerdas, cepat dan tepat karena pembangunan yang kita lakukan yaitu manusianya, infrastrukturnya, pendidikannya, kesehatannya, ekonominya, pertaniannya dan aspek lainya berbasis pariwisata.

Gubernur VBL bersama rombongan yang didampingi Bupati Manggarai Timur, Agas Andereas berwisata di Colol. Sebagai Gubernur, ujarnya, kunjungan kerja dilakukan harus memberikan solusi atas permasalahan pembangunan yang terjadi di sini dan sepakat bersama Pemerintah Kabupaten dan stakeholder pembangunan terkait untuk membagi peran agar memenuhi ekspektasi imajinasi para wisatawan yang berkunjung ke sini.

“Selanjutnya, kami juga berwisata ke sini dan menginap untuk menikmati keindahan alamnya dan menikmati Kopi Colol yang enak, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat penyedia penginapan, makanan dan minuman,” aku Gubernur VBL.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andereas dalam sambutannya, mempromosikan Kopi Colol beserta narasinya dan mendesainnya dengan tampilan sachet sekaligus bersedia sebagai marketing-nya. “Kopi Colol memiliki cerita tersendiri di tempat ini yang tentunya kami narasikan untuk menumbuhkan minat bagi para wisatawan berkunjung ke tempat ini dan menikmati kopi tersebut,” ungkap Bupati Agas.

Gubernur NTT (bertopi dan berbaju putih) pose bersama Bupati Manggarai Timur (paling kanan) dan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho di Kawasan Wisata Manggarai Timur

Colol, urai Bupati Agas Andreas, merupakan daerah yang berkontribusi bagi Manggarai dalam hal komoditi kopi, dengan memanfaatkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, maka kopi Colol perlu didesain dalam bentuk sachet. “Saya bersedia menjadi marketing untuk memasarkan kopi ini di seluruh hotel di sana (Labuan Bajo), tentunya hal ini butuh dukungan Pemprov, Bank NTT dan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo,” tandasnya.

Gubernur VBL Ancam Tutup Hotel di Labuan Bajo yang Tak Menyuguhkan Kopi Colol

Dilansir dari ekorantt, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengancam akan menutup hotel-hotel di Labuan Bajo jika tidak menyediakan kopi Colol. “Kalau ada kopi lain, kita peringatkan. Tidak mau dengar, kita tutup hotelnya,” tegasnya saat berkunjung ke Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Gubernur meminta Kopi Colol dikemas secara baik, sehingga mudah masuk ke hotel maupun toko-toko. “Setelah itu kalau sudah ada, seluruh hotel di Labuan Bajo tidak ada kopi lain hanya Kopi Colol,” tegasnya.

Walaupun orang Colol belum masuk kamar hotel bintang lima, tandasnya dengan guyon, tapi kopinya masuk kamar hotel bintang lima.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh congkasae.com