Arsip Tag: coronavirus disease 2019

NTT Patut Waspada Meski Zona Hijau, Marius : Tren OTG Cenderung Naik

148 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, meski Provinsi NTT kembali ke jalur atau zona hijau karena pasien 01 telah sembuh. Namun masyarakat NTT diminta untuk tetap waspada. Karena tren angka Orang Tanpa Gejala (OTG) justru naik.

“Perlu kami sampaikan sebagaimana yang diarahkan tadi oleh juru bicara gugus tugas nasional bahwa walaupun NTT sudah jalur hijau; sudah tidak ada yang positif virus corona. Namun kita harus tetap waspada,” tandas Marius kepada pers di Kupang, pada Sabtu malam, 25 April 2020.

Mengapa ? Karena sebut Marius, di Provinsi NTT masih memiliki begitu banyak OTG, ODP dan PDP. “Yang kita tahu saudara-saudara kita ini kembali dari daerah-daerah atau provinsi-provinsi yang terpapar virus corona masuk ke NTT. Karena itulah kepada saudara-saudari kita yang terkategori OTG atau ODP; baik yang di karantina mandiri maupun yang di karantina terpusat kita harapkan supaya betul-betul menjaga dirinya. Ketika dia menjaga dirinya dia menjaga keselamatan kita semua,” tutur Marius.

Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT sebut Marius, tetap mengharapkan protokol-protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi. “Kita meminta supaya semua infrastruktur pemerintahan terutama di kabupaten/kota mulai dari kabupaten sampai dengan RT benar-benar memastikan bahwa OTG yang ada di beberapa kabupaten dan kota dan juga ODP dan PDP benar-benar dikontrol secara baik; khususnya untuk OTG dan PDP yang dikarantina mandiri di rumah-rumah atau juga yang terpusat, yang disiapkan oleh pemerintah daerah,” pinta Marius.

Dia menambahkan, “kita harapkan supaya benar-benar memastikan dia selalu memakai masker, menghindari kerumunan, dan tidak keluar dari rumah, mengikuti arahan para medis dan kita harapkan supaya tidak bandel. Karena kita juga memantau ada yang membandel ketika para medis mau memperlakukan protokol-protokol kesehatan.

Selain itu, tandas Marius, “Kita mengimbau supaya tinggalkan sikap itu untuk kesehatan 5,4 juta penduduk NTT. Kita harapkan penyebaran virus corona yang eskalasi di berbagai negara termasuk di Indonesia; mudah-mudahan, NTT bisa bebas dari virus itu. Kuncinya adalah bagaimana kita menjaga bersama kesehatan dan kenyamanan di NTT.”

Hingga Sabtu malam data yang terkumpul dari Dinas Kesehatan 22 Kabupaten/Kota se NTT menyebutkan jumlah OTG 227 orang; OTG saat ini sebanyak 199 0rang; OTG selesai dipantau 28 orang. Jumlah ODP, PDP dan konfirmasi sebanyak 1645 orang. ODP sebanyak 1591 orang; selesai masa pemantauan 981 orang; yang dirawat 14 orang. Karantina mandiri sebanyak 549 orang, karantina terpusat 46 orang, kondisi saat ini 609 orang. PDP sebanyak 12 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 75; 1 sembuh; 51 sampel negatif dan 23 sampel belum ada hasil.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Menteri Bintang : 94 Perempuan & 26 Anak Positif Covid-19

152 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan 94 perempuan dan 26 anak di 21 provinsi dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat.

“Kementerian didukung dinas pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak di daerah telah berhasil mengumpulkan dan mengolah data terpilah menurut jenis kelamin dan usia,” kata Bintang dalam jumpa pers di Graha BNPB sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, pada Rabu, 22 April 2020.

Sementara itu, yang berstatus pasien dalam pengawasan sebanyak 4.254 perempuan dan 991 anak. Sedangkan yang berstatus orang dalam pemantauan sebanyak 14.755 perempuan dan 6.744 anak.

Bintang mengatakan data terpilah tersebut didapat dari 21 provinsi dari 28 provinsi yang telah mengikuti Gerakan #Berjarak atau Bersama Jaga Keluarga Kita.

“Sebanyak 27 perempuan dan sembilan anak dinyatakan positif sembuh serta 41 perempuan dan enam anak meninggal akibat Covid-19,” tuturnya.

Bintang berharap pemerintah daerah lainnya melibatkan dinas pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah agar semakin banyak data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan usia yang didapatkan.

Menurut Bintang, strategi dan pendekatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada fase darurat pandemi Covid-19 dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dalam koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan dinas di seluruh Indonesia melalui Gerakan #Berjarak.

“Fokus target intervensi diutamakan pada dua upaya utama, meliputi pencegahan dan penanganan,” katanya.

Fokus intervensi Gerakan #Berjarak adalah kelompok yang rentan terdampak Covid-19, yaitu anak, perempuan, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Kasus Meninggal Covid-19 Menurun, Pasien Sembuh Bertambah 913 Orang

307 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat bahwa jumlah pasien sembuh Covid-19 mengalami peningkatan menjadi 913 setelah ada penambahan sebanyak 71 orang. Jumlah tersebut semakin meninggalkan angka kematian pasien per Rabu, 22 April 2020 sebanyak 635 setelah ada penambahan 19 orang.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 322, disusul Jawa Timur sebanyak 101, Jawa Barat 79, Sulawesi Selatan 75, Jawa Tengah 54, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 908 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

“Sebaran pasien sembuh yang terbanyak adalah di Jakarta 322 orang, Jawa Timur 101 orang, Sulawesi Selatan 75 orang, Jawa Barat 79 orang, Jawa Tengah 54 orang. Keseluruhan akumulasi di seluruh Provinsi adalah 913 pasien,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Rabu, 22 April 2020.

Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 283 orang hingga total menjadi 7.418.

Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 55.732 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 38 laboratorium. Sebanyak 47.361 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 7.418 positif dan 39.943 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 193.571 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 17.754 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 263 kabupaten/kota di Tanah Air.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 152 kasus, Banten 337 kasus, Bangka Belitung delapan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 75 kasus, DKI Jakarta 3.383 kasus.

Selanjutnya di Jambi 13 kasus, Jawa Barat 762 kasus, Jawa Tengah 479 kasus, Jawa Timur 638 kasus, Kalimantan Barat 31 kasus, Kalimantan Timur 69 kasus, Kalimantan Tengah 82 kasus, Kalimantan Selatan 107 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 81 kasus, Nusa Tenggara Barat 108 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 81 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 93 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 387 kasus, Sulawesi Tengah 29 kasus, Lampung 27 kasus, Riau 35 kasus, Maluku Utara 12 kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat delapan kasus, Papua 123 kasus, Sulawesi Barat delapan kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo tujuh kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Doni Monardo Bakal Prioritaskan NTT Peroleh ‘Reagen PCR Test’

219 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (TNI) Doni Monardo menegaskan NTT akan menjadi daerah prioritas untuk pendistribusian reagen PCR, saat alat ini tiba di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Doni menanggapi permintaan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi terkait kesulitan Provinsi NTT dalam pemeriksaan sampel swab.

“Memang untuk peralatan kesehatan, kita berebutan dengan berbagai negara untuk mendatangkan alat-alat ini. Saya akan perintahkan begitu barang datang, untuk segera kirim dan prioritaskan ke Kupang,” ujar Doni Monardo saat melakukan Video Telekonferensi dengan Wagub NTT, Josef Nae Soi di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Rabu, 22 April 2020.

Dalam Video Telekonferensi tersebut, Wagub Josef, mengungkapkan NTT sudah menyiapkan Lab Polymerase Chain Reaction (PCR), namun alat kit reagennya belum ada. “Kami sudah punya laboratorium, tinggal tunggu reagen untuk pemeriksaan Swab. Kami meminta melalui Pa Jenderal, mohon Kementerian Kesehatan lebih cepat mengirim kami reagen, supaya PCR kami bisa berfungsi,” kata Wagub Nai Soi.

Wagub Josef Nae Soi saat melakukan Video Telekonferensi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo

Wagub menginformasikan, semua sampel Swab dari NTT dikirim ke Laboratorium di Jawa. Jumlah yang terkirim sebanyak 75 sampel. Yang sudah diperiksa 44 dan belum ada hasil sebanyak 31. “Puji Tuhan, dari yang sudah diterima, hanya satu yang positif sementara yang 43 lain hasilnya negatif. Kondisi pasien positif sampai sekarang masih prima, dan kami masih tunggu swab yang kedua untuk yang bersangkutan, mudah-mudahan sudah negatif,” ungkap Wagub Nae Soi.

Wagub Josef juga memberikan apresiasi atas perhatian tim Gugus Tugas Nasional yang telah memberikan bantuan alat-alat kesehatan kepada pemerintah Provinsi NTT. “Terima kasih pak Jenderal, kami NTT sudah mendapat APD sebanyak 6.500, rapid test-nya 7.200 dan maskernya 15.500,” pungkas Wagub NTT.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo saat melakukan Video Telekonferensi dengan Wagub NTT Josef Nae Soi

Dalam kesempatan tersebut, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden itu secara khusus mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTT yang bisa menahan laju pertambahan positif Covid-19.

“NTT (masih) relatif aman dari ancaman yang serius, walaupun ada namun masih bisa ditangani. Mudah-mudahan yang masih dirawat bisa tertangani dengan baik dan cepat sembuh. Perlu prioritas untuk kerja-kerja melayani masyarakat supaya Indonesia jangan setiap hari dipenuhi dengan berita covid terus-menerus; sebab bisa buat tambah panik. Perlu ada berita pembangunan lain,” jelas Doni.

Secara khusus Doni juga mengingatkan pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan masalah Demam Berdarah Dengue di NTT. “Mohon Pa Wagub sampaikan kepada Pa Gubernur agar tetap membersihkan selokan, sumur-sumur, kamar mandi sehingga masyarakat kita bisa terbebas dari demam berdarah,” pinta Doni.

Ia juga mengingatkan agar Alat Perlindungan Diri (APD) yang dikirim ke NTT supaya dicek ulang sehingga tidak terjadi perbedaan antara di pusat dan daerah agar tidak terjadi temuan dan pelanggaran hukum.

“Yang perlu dicek ulang adalah APD yang sudah dikirim ke NTT, menurut data kami ada 7.500. Tolong nanti dicek ulang sehingga tidak menimbulkan temuan BPK. Kalau rapid test, jumlahnya sudah sama. Kalau mungkin barangnya belum sampai, masih di perjalanan, terselip atau mungkin dari pusat ada kekeliruan, harus dicek ulang dan segera dilaporkan,” ungkap Doni.(*)

Sumber berita  (*/Aven R—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase) Foto utama oleh Gugus Tugas Pusat

Merry Riana: Pandemik Covid-19 Ibarat Masa Ulat Menjadi Kepompong

154 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Motivator Merry Riana mengatakan masa pandemik Covid-19 yang mengharuskan orang-orang lebih banyak berada di rumah ibarat masa-masa ulat menjadi kepompong sebelum menjadi kupu-kupu.

“Ulat saat menjadi kepompong merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak bebas. Ketika dia merasa hidupnya akan berakhir seperti itu, dia kemudian menjadi kupu-kupu yang lebih indah,” kata Merry saat jumpa pers di Graha BNPB sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, pada Senin, 20 April 2020.

Merry mengatakan masa-masa harus bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah untuk menghindari penularan virus corona penyebab Covid-19 adalah proses yang sama dengan saat ulat menjadi kepompong.

Ketika proses ini berhasil dilalui, Merry yakin kita semua akan menjadi individu-individu yang lebih baik, seperti kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu. “Saya yakin ini semua akan bisa kita lalui. Indonesia bisa pulih kembali, Indonesia bisa sehat kembali,” tuturnya.

Karena itu, Merry menyarankan masyarakat untuk tidak mudah panik dan tidak mudah protes terkait dengan kebijakan yang pemerintah ambil dalam menangani Covid-19. “Jangan mudah protes, tetapi kita harus berproses. Mungkin di awal ada yang merespons dengan panik atau marah. Namun, ini sudah berjalan sebulan,” katanya.

Merry yakin masa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan selama satu bulan akan lebih memudahkan masyarakat untuk berproses menanggapi situasi tidak nyaman yang muncul.

Pada masa pandemi Covid-19, agar di rumah saja tetap sehat, Merry menyarankan masyarakat untuk menjaga imun, menjaga iman, dan menjaga pikiran.

“Bisa saja fisik kita di rumah, tetapi pikiran kita ke mana-mana. Membaca dan melihat berita-berita yang bermacam-macam tentang virus corona, kemudian merasa takut. Ketakutan itu justru bisa membuat kita menjadi sakit,” katanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Kisah Tenaga Medis Covid-19 : Butuh Satu Jam Tangani Satu Pasien

94 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Salah satu perawat Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah menceritakan setidaknya perlu waktu satu jam untuk menangani pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujukan.

“Ketika kita sampai ruangan pasien, waktu yang dibutuhkan menangani pasien tergantung tindakan. Satu pasien bahkan bisa 1 jam. Misalnya ada pemeriksaan jantung atau pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), ini perawatan yang kita beri ke pasien paling cepat 30 menit,” kata Nurdiansyah ketika berbagi pengalamannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Minggu, 19 April 2020.

Nurdiansyah bercerita perawat yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso yang saat ini secara penuh menangani Covid-19 tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik rutin tapi juga menyediakan kebutuhan pasien bahkan harus bersedia menemani mendukung mental pasien.

“Teman saya pernah ada yang sampai 4 jam. Karena masih banyak pasien yang takut, tidak berani kita (perawat) keluar ruangan perawatan. Jadi kita bertugas betul-betul memotivasi pasien, mentalitas kita kuatkan, agar imunitasnya kuat,” kata Nurdiansyah.

Ia juga bercerita, jika sebelumnya dalam satu ruangan dibutuhkan 2 hingg 3 perawat saat ini di masa meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 keadaan berbalik. “Satu perawat saat ini menangani dua sampai tiga orang pasien,” kata Nurdiansyah.

Oleh karena itu, berkaca pada keadaan di lapangan, Nurdiandyah berharap bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis khususnya perawat yang secara rutin menangani pasien untuk berinteraksi semakin dipermudah dan diperbanyak.

“Saat ini teman-teman kami sudah banyak yang terinfeksi. Sudah banyak yang positif dan mulai dirawat. Jadi ini memang bulan yang sangat sedih. Mungkin tertular karena ketidakjujuran (pasien), mungkin tertular saat beraktivitas di luar, jadi memang angka-angka yang bertambah semakin banyak dan ini menjadi bulan yang penuh duka,” kata Nurdiansyah.

Oleh karena itu, Nurdiansyah berpesan tidak hanya pemerintah namun seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan Covid-19 mengikuti anjuran serta aturan yang sudah ditetapkan.

“Tolong lakukan pencegahan. Satu-satunya solusi Covid-19 adalah pencegahan. Jadilah garda terdepan, karena garda terdepan adalah masyarakat yang artinya kita semua,” pinta Nurdiansyah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Sebar 150 Ribu Masker Gratis, Wali Kota Kupang Ajak Warga Perangi Covid-19

160 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang terus melakukan upaya mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kali ini, dilakukan dengan pembagian masker gratis bagi masyarakat seputaran Kota Kupang pada Sabtu, 18 April 2020. Aksi kemanusiaan ini langsung di bawah komando Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Dilaksanakan di perempatan lampu merah (traffic light) Jalan El. Tari dan perempatan Jalan Jenderal Soeharto, depan Mapolda NTT. Turut hadir dalam aksi kemanusiaan ini, para pimpinan OPD Lingkup Pemkot dan Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Manafe Riwu Kore.

Ada pun sasaran pembagian masker bagi pengguna jalan dan warga yang melintas. Kepada awak media, Wali Kota Jefri menyampaikan wabah Covid-19 ini harus dicegah secara bersama. “Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Kupang pada hari ini bersama turun ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat bersama memerangi Covid-19,” katanya.

Wali Kota Jefri saat membagikan masker kepada pengguna angkutan bemo

Ia menambahkan dalam berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas, Pemkot juga telah menganggarkan dana yang cukup besar untuk menanggulangi wabah ini maupun dampak ekonomi yang dirasakan warga.

“Pemerintah Kota sendiri menyiapkan sekitar 150 ribu masker yang dibagikan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang memang membutuhkan. Kami menyiasati hal ini untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker. Masker ini produksi lokal dan dari luar, hal ini juga bagian dari upaya kami memastikan bahwa perekonomian berjalan dengan baik,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan Pemkot telah mendistribusikan 150 ribu masker ke seluruh masyarakat yang nantinya disalurkan oleh Satgas Covid-19 yang telah terbentuk di kelurahan.

Pembagian masker kepada para pengendara roda dua

Masker yang akan dibagikan ini diprioritaskan kepada petugas medis, staf lurah, RT/RW, dan pekerja harian seperti pedagang kecil di pasar, tukang ojek, sopir, buruh harian, petugas kebersihan, juga warga yang terdampak langsung corona.

“Kami membagikan hari ini pada dua titik, tetapi juga kepada seluruh Lurah sudah mendapatkan jatahnya untuk dibagikan kepada masyarakat di setiap kelurahan,” ungkap Wali Kota Jefri.

Wali Kota Jefri mengharapkan adanya partisipasi warga, karena untuk mencegah penularan ini harus adanya kesadaran kolektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, “Oleh karena itu masyarakat harus selalu menjaga diri, jangan keluar rumah kalau tidak penting, selalu memakai masker dan selalu jaga jarak,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP Setda Kota Kupang)
Editor (+rony banase)

Aksi Kecil Bripka Robert Larimanu bagi Pedagang Asong & Buruh Tenau Kupang

3.473 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pelabuhan Laut Tenau Kupang sejak resmi ditutup pada 13 April—30 Mei 2020, menyebabkan para pedagang asong dan buruh pelabuhan kehilangan ladang penghasilan, yang mana selalu mengandalkan rezeki dari para penumpang kapal.

Karena kondisi tersebut, mereka tak dapat lagi mengais rezeki seperti biasa akibat dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang merebak hingga berdampak pada penutupan jalur pelayaran laut oleh Pemprov NTT untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus.

Melihat kondisi di depan mata, tergeraklah hati dari salah satu anggota Kepolisian KP3 Pelabuhan Laut Tenau Kupang bernama Bripka Robert Larimanu untuk sedikit meringankan beban para pedagang asong dan buruh pelabuhan yang sehari-hari mengais rezeki dari kapal penumpang yang hilir mudik di pelabuhan.

Istri Bripka Robert Larimanu, Adriana Nawa saat menyerahkan bingkisan kecil bagi 10 Pedagang Asong Pelabuhan Tenau Kupang

Aksi simpatik Bripka Robert untuk sekadar meringankan beban mereka dengan memberikan kado kecil berupa sembako dan masker kepada 10 orang pedagang asong di Pelabuhan Laut Tenau pada Jumat, 17 April 2020 sekitar pukul 16.00 WITA. Aksi tersebut dilakukan bersama istri tercintanya, Adriana Nawa, Amd.

Terpantau oleh Garda Indonesia, mantan Anggota Polres Lembata yang pindah bertugas ke KP3 Pelabuhan Laut Tenau Kupang pada September 2016 ini menyampaikan alasannya membantu para pedagang asong dan buruh di sana.

Bripka Robert Larimanu saat memasang masker bagi ibu-ibu pedagang asong

Alasan sederhana namun terkesan sangat membantu dan mengedukasi para pedagang asongan dan buruh pelabuhan tersebut, menurut Bripka Robert, karena dari pengamatannya saat bertugas melakukan pengamanan kapal di Pelabuhan Tenau; ke-10 orang pedagang asongan tersebut hanya bergantung kepada Kapal Pelni yang masuk di pelabuhan.

“Saat ini mereka tidak bisa berjualan karena pelayaran ditutup akibat adanya Pandemi Covid-19,” ungkap Bripka Robert.

Kebersamaan Bripka Robert Larimanu, istri dan ibu-ibu pedagang asong di Pelabuhan Tenau Kupang

Alasan logis lain, imbuh Bripka Robert, membagi sembako dan masker kepada para pedagang asong tersebut karena mereka semua merupakan tulang punggung keluarga. “Mereka perlu masker untuk menyokong kesehatan mereka dan agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” katanya serta menyampaikan bakal membantu beberapa buruh pelabuhan pada Sabtu, 18 April 2020.

Selain itu, ucap Bripka Robert lirih, “Rata-rata mereka berstatus janda berusia di atas 50 tahun, mereka tulang punggung bagi anak-anak di rumah.”

Lanjutnya, masih dengan aksen lirih, Bripka Robert berkata, “Kakak, semoga dengan kado kecil dari saya dan istri bisa mendorong orang lain untuk lebih peka dengan keadaan di sekitar tempat tinggal atau tempat kerja mereka,” ujarnya kepada media ini dan diaminkan istrinya.

Semoga aksi kecil Bripka Robert Larimanu dapat mengusik nurani pribadi bersahaja lain, untuk melakukan hal serupa yang dilakukan oleh Bripka Robert dan istri.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto Istimewa (*Jetz)