Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » LP2M Undana Edukasi Budaya Sadar Bencana di SD Kristen Rehobot Kupang

LP2M Undana Edukasi Budaya Sadar Bencana di SD Kristen Rehobot Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | SD Kristen Rehobot Kupang yang berlokasi di tengah hamparan sawah dan sering menjadi korban terpaan angin putting beliung dan bencana banjir, memperoleh perhatian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerjasama dengan Kemenristek/BRIN.

Hasil identifikasi masalah dan analisa situasi yang dilakukan oleh tim pelaksana LP2M Undana di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT ditemukan bahwa ancaman bencana alam seperti banjir, dan angin puting beliung cukup serius terutama bagi para siswa SD Kristen Rehobot. Berdasarkan hasil assessment, SD Kristen Rehobot Kupang Tengah selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Kejadiannya terjadi pada siang hari pada jam-jam sekolah.

Berdasarkan analisis situasi ditemukan belum pernah dilakukan upaya apa pun untuk mengurangi risiko bencana baik banjir maupun angin puting beliung, maka Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Undana Kupang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah pada Kamis, 16 Juli 2020 dengan mengusung tema, “Pengarusutamaan Literasi Informasi Kebencanaan ke dalam Pembelajaran Sekolah Dasar Kristen Rehobot Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.”

Ketua tim pelaksana PKM, Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos., M.Si. didukung oleh Leonard Lobo dan Silvania S.E. Mandaru sebagai anggota, memberikan edukasi budaya sadar bencana berupa literasi informasi kebencanaan kepada para tenaga pengajar di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah. Tak hanya itu, pihak Perkumpulan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) Provinsi NTT pun dilibatkan memberikan edukasi tentang komunikasi kebencanaan.

Ketua tim Piet Andung [sapaan akrabnya] kepada Garda Indonesia mengungkapkan bahkan para guru mengaku tidak memiliki kapasitas bagaimana melakukan tindakan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana. Sementara itu, anak-anak di sekolah belum pernah diajarkan tentang bagaimana melakukan upaya penyelamatan diri bila dalam kondisi bencana baik melalui materi di dalam kelas maupun luar kelas.

Kris Nggelan dari Perkumpulan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) Provinsi NTT sedang memberikan edukasi budaya sadar bencana

“Masalah keterbatasan literasi informasi (komunikasi) kebencanaan dan masalah ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan isu/topik pengurangan risiko bencana,” ungkapnya seraya menyampaikan berdasarkan persoalan tersebut, maka dilakukan program PKM.

Tujuan utamanya, imbuh Doktor Piet Andung, setelah para guru memperoleh Literasi Informasi kebencanaan, maka diharapkan dapat diterapkan kepada anak-anak agar memiliki budaya sadar bencana atau siaga bencana. “Dengan menanamkan budaya sadar bencana sejak mula, maka mereka dapat menerapkan atau menularkan informasi,” harapnya.

Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan, imbuh Doktor Piet, yakni kampanye informasi penyadaran kepada para guru tentang pentingnya pengarusutamaan literasi informasi kebencanaan dalam pembelajaran di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan ektrakurikuler atau ekskul.

Yang kedua, lanjutnya, berupa penguatan kapasitas para guru SD melalui pelatihan tentang komunikasi kebencanaan. “Melalui pelatihan ini, para guru difasilitasi untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai berkenaan dengan literasi informasi kebencanaan sehingga dapat diteruskan ke para siswa melalui pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.

Workshop pembahasan RPP Mata Pelajaran IPA dan Mulok, jelas Doktor Piet, merupakan kegiatan ketiga untuk mengintegrasikan Literasi Informasi Kebencanaan. “Inti kegiatan ini melakukan pembahasan secara teknis akan bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam RPP pada mata pelajaran IPA dan Mulok di SD Rehobot Kupang Tengah,” jelasnya.

Tampak para guru SD Kristen Rehobot Kupang Tengah sedang menyimak pemaparan literasi informasi kebencanaan

Selain itu, tandas Doktor Piet, dilakukan produksi media-media komunikasi (poster dan buklet) tentang topik bencana angin puting beliung dan banjir sebagai alat bantu pembelajaran bagi para guru.

Kepala SD Kristen Rehobot Kupang Tengah, Mariajina Soares, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah memang sangat rawan dengan angin puting beliung karena berlokasi terbuka dan berada di tengah lapangan kosong. “Tidak ada pepohonan. Setiap tahun selalu ada bencana angin puting beliung. Yang paling parah di Desember 2017 dan Januari 2018. Kalau angin puting beliung terjadi, kami hanya diam saja di dalam kelas. Kalau ada jam pelajaran, anak-anak dilarang ke luar kelas,” ungkapnya.

Mariajina yang telah menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 2014 ini pun menguraikan kilas balik kejadian puting beliung, bahwa ada banyak seng yang beterbangan, rumah-rumah warga di sekitar sekolah atapnya terangkat semua dan beberapa jatuh di halaman sekolah.

“Seng-seng di rumah warga sampai di halaman sekolah, sementara seng sekolah entah terbang ke mana,” bebernya.

Selain ancaman angin puting beliung, imbuh Mariajina, sekolah ini juga rawan terhadap bahaya banjir. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai cukup berpotensi terjadinya banjir hampir setiap tahun. Apalagi bila terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi.

“Lokasi sekolah juga rawan banjir karena letaknya sangat berdekatan dengan kali atau sungai di antara Desa Tanah Merah dan Desa Oebelo, Kupang Tengah. Sungai ini sering meluap pada saat musim hujan. Sekolah persis di belakang. Setiap hujan lebat pasti meluap sampai ke sekolah,” ujarnya sembari menyampaikan jumlah siswa yang berada di SD Kristen Rehobot sebanyak 208 orang.

Penulis dan editor (+rony banase)

Sumber berita dan foto (*/Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Undana)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Keluarga besar Suku Telitae dirundung nestapa. Betapa pula, rumah adat yang terletak di wilayah RT 01/ RW 01 Dusun Subaru A, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ludes dilalap si jago merah, pada Rabu 5 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WITA. Disaksikan Garda Indonesia di […]

  • Ketua DPR RI : ‘Tak Ada Aparat Yang Gunakan Peluru Tajam!’

    Ketua DPR RI : ‘Tak Ada Aparat Yang Gunakan Peluru Tajam!’

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Saya baru saja melakukan pengecekan langsung ke Posko Keamanan di kawasan DPR RI untuk memastikan penanganan unjuk rasa berlangsung tertib, aman dan damai”, ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada Rabu, 22 Mei 2019 Lanjutnya, Saya mengingatkan aparat Bahwa Kita tidak sedang berperang melawan rakyat sendiri. Kita sedang berusaha menertibkan […]

  • Pengurus MKKS SMP/MTS Belu Wajib Berpedoman Tiga Nilai Utama Kristiani

    Pengurus MKKS SMP/MTS Belu Wajib Berpedoman Tiga Nilai Utama Kristiani

    • calendar_month Sab, 8 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens, M.M. melantik dan mengukuhkan pengurus forum musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP/MTS Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2022—2025 di aula SMP Donbosco Atambua pada Jumat, 7 Januari 2022. “Pada hari ini, Jumat, 7 Januari 2022, dengan mengucap syukur kepada Tuhan yang […]

  • Berkah Ramadan dari Bank NTT, Aktivasi BPung Mobile Dapat Hadiah

    Berkah Ramadan dari Bank NTT, Aktivasi BPung Mobile Dapat Hadiah

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ramadan 1445 Hijri membawa berkah bagi banyak orang termasuk para calon pengguna mobile banking Bank NTT. Pada periode 1 Maret – 30 April 2024, bagi siapa pun yang melakukan aktivasi B’Pung Mobile di dalam gadget atau smartphone bakal memperoleh hadiah langsung tanpa diundi. Ini dia tautan atau link aktivasi: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dwidasa.bankntt.mb.nttmobile Namun […]

  • Bantu Siswa TTS Kenali Diri, Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat PKM Edukatif

    Bantu Siswa TTS Kenali Diri, Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat PKM Edukatif

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Loading

    Gusti Sette juga menyampaikan PKM merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemilihan SMP Negeri Satu Amanuban Tengah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.   TTS | Program Studi Psikologi Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menghelat pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMP Negeri 1 Amanuban […]

  • Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik dua menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode 2019—2024 serta satu kepala lembaga pemerintah non-kementerian pada Rabu, 28 April 2021 di Istana Negara. Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para menteri yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang […]

expand_less