Arsip Kategori: Nasional

Tarif Listrik Golongan Rendah Turun, Mulai Berlaku Oktober—Desember 2020

94 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sesuai dengan arahan Menteri ESDM terkait penurunan tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah, terhitung per Kamis, 1 Oktober hingga Desember 2020, tarif listrik turun.

Dengan ini, maka harga per/KWh untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya Rp 1.467/kWh kini turun menjadi Rp 1.444,70/kWh atau turun Rp 22,5/kWh. Penetapan ini berlaku untuk bulan Oktober sampai Desember 2020.

Keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampak Covid-19 dan sebagai wujud negara hadir untuk memberikan kemudahan dan solusi bagi para pelanggan listrik.

Executive Vice President Communication and CSR PLN, Agung Murdifi mengungkapkan listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini, seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik.

“Dengan adanya penurunan ini, pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Agung.

Ia menambahkan, penurunan tarif bagi golongan rendah ini tidak menyertakan syarat apa pun. “Silakan nikmati penurunan tarif ini. Dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” tandas Agung.

Berikut pelanggan yang mendapatkan penurunan tarif listrik:
1. R-1 TR 1300VA
2. R-1 TR 2200 VA
3. R-2 TR 3500 VA -5500 VA
4. R-3 TR 6600 VA
5. B-2 TR 6600 VA – 200 kVA
6. P-1 TR 6600 VA sd 200 kVA
7.P-3 /TR

Sementara, untuk pelanggan Rumah Tangga daya 450 VA mendapatkan diskon 100% (digratiskan) dan pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi mendapatkan diskon 50% yang sudah dimulai sejak April 2020. Selain itu, keringanan juga diberikan bagi pelanggan Bisnis kecil daya 450 VA dan Industri kecil daya 450 VA dengan diskon 100%. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Communication and CSR PLN)
Editor (+rony banase)

Hingga Kini Telah 13 Kali Jokowi Ke NTT, 5 Kali dalam Kepemimpinan VBL-JNS

1.267 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Hingga kini, terhitung telah 13 kali Presiden Jokowi mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana kunjungan pertama dilakukan pada April 2014, saat melihat Peternakan Sapi di Kabupaten Kupang dan kunjungan ke-13 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada hari ini Kamis, 1 Oktober 2020, bertepatan pada ulang tahun ke-57 Ibu Iriana Joko Widodo.

Namun, dalam masa kepemimpinan Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi (JNS); Jokowi yang telah 2 (dua) kali menjabat sebagai Presiden RI tersebut telah 5 (lima) kali mengunjungi Provinsi NTT.

Presiden Jokowi saat menuruni tangga pesawat kepresidenan di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo

Kali ini, saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo, disambut oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di tangga pesawat. Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas menuju Kabupaten Manggarai Barat dengan Pesawat Kepresidenan dan tiba di Bandar Udara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan.

Presiden kemudian menuju Kampung Ujung, Waecicu dan Goa Batu Cermin untuk melakukan peninjauan.

Setelah itu, Kepala Negara diagendakan untuk turut meninjau kelanjutan proyek pembangunan terminal multi purpose atau multifungsi Labuan Bajo. Terminal tersebut sebelumnya pernah ditinjau oleh Presiden pada 20 Januari 2020 lalu, selanjutnya pada 11 September 2020 yang lalu, Menko Marves bersama Menteri PUPR turut mengunjungi proyek tersebut.

Gubernur VBL saat menyambut Presiden Jokowi di tangga pesawat kepresidenan

Di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo juga memberikan bantuan modal kerja kepada para pelaku usaha mikro dan kecil dan langsung menuju Bandara Komodo untuk bertolak kembali menuju Jakarta.

Turut hadir dalam kunjungan kerja yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

Presiden Jokowi saat berbincang intens dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

Ada pun perincian jumlah kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Provinsi NTT (berbagai sumber) sebagai berikut:

  1. April 2014, kunjungan ke Peternakan Sapi di Kabupaten Kupang;
  2. Des 2014, kunjungan ke Pos Perbatasan Motaain, di Kabupaten Belu;
  3. Juli 2015, kunjungan ke Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.
  4. Des 2015, Natal Bersama di Kota Kupang;
  5. Juli 2016, Harganas Ke-23 di Kota Kupang;
  6. Des 2016, kunjungan ke PLBN Motaain di Kabupaten Belu;
  7. Juli 2017, kunjungan ke Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD);
  8.  Pada 8–9 Jan 2018, kunjungan di Kota Kupang, Kab. Kupang, dan Rote Ndao;
  9. 20 Mei 2019, kunjungan ke Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu;
  10. Juli 2019, kunjungan ke Pulau Rinca di Kabupaten Manggarai Barat;
  11. Pada 26 Agustus 2019, Panen Garam di Nunkurus Kabupaten Kupang;
  12. Jan 2020, Presiden mesmikan Hotel Ina Bay di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat;
  13. Kamis, 1 Oktober 2020, Presiden Jokowi meninjau pembangunan terminal multi purpose atau multifungsi Labuan Bajo.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Hadir di APEC WEF 2020, Menteri Bintang Dorong Ekonomi Perempuan

55 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga sebagai Ketua Delegasi Indonesia mengikuti pertemuan tingkat Menteri pada Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Women and the Economy Forum (WEF) 2020 yang diselenggarakan di Malaysia melalui virtual, pada Rabu, 30 September 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bintang menyoroti pentingnya upaya memajukan ekosistem pendukung untuk pemberdayaan ekonomi perempuan demi pembangunan berkelanjutan.

“Menyikapi krisis, kita seharusnya tidak hanya fokus pada kebangkitan ekonomi. Penting juga untuk membangun dunia yang berkelanjutan, dengan perempuan sebagai pusat pemulihan,” ujar Menteri Bintang.

Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya pada sektor kesehatan tapi juga sosial dan ekonomi global. Kesejahteraan dan kehilangan mata pencaharian menjadi isu utama yang dialami hampir semua orang di kawasan Asia-Pasifik, pandemi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang tidak proporsional terhadap perempuan. Oleh karena itu, Menteri Bintang mendorong seluruh anggota APEC untuk dapat menguatkan solidaritas global.

“Saya mempercayakan potensi luar biasa perempuan di seluruh dunia untuk dikembangkan, dilindungi, dan diberdayakan. Hanya solidaritas dan kerja sama global yang akan memastikan kita dapat mengatasi ini bersama. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan, potensi dan peran perempuan tidak bisa dianggap remeh dalam mendukung pemulihan ekonomi suatu negara. Di Indonesia, 99 % dari bisnis di Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan lebih dari 50% dimiliki atau dikelola oleh perempuan. Meski menghadapi banyak tantangan, Menteri Bintang meyakini peluang akan selalu ada.

Suasana Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Women and the Economy Forum (WEF) 2020 yang diselenggarakan di Malaysia melalui virtual, pada Rabu, 30 September 2020

“Bahkan di saat-saat tersulit pun, peluang terbentang di depan. Survei terbaru mengenai dampak Covid-19 mengungkapkan bahwa bisnis berbasis online berhasil meningkatkan kinerja penjualan mereka. Perempuan pelaku usaha perlu memanfaatkan peluang ini, untuk memulihkan dan mempertahankan mata pencaharian mereka,” tambah Menteri Bintang.

Menteri Bintang menjelaskan, Indonesia telah mengembangkan program pemberdayaan UMKM perempuan dengan berfokus pada pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran online. Menteri Bintang berharap upaya penguatan ekonomi pada perempuan di ranah online mendapat dukungan agar lebih inklusi.

“Kita membutuhkan upaya global yang lebih kuat untuk meningkatkan literasi media digital dan menciptakan lingkungan yang aman untuk melindungi perempuan secara online,” kata Menteri Bintang.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia mendorong APEC PPWE untuk membuat sistem pemantauan atau berbagi informasi secara berkala terkait cara dan kebijakan yang dapat mendukung kehidupan dan penghidupan perempuan sehingga dapat menjadi ruang belajar satu sama lain antar negara APEC.

“Sistem tersebut akan mengumpulkan informasi yang komprehensif dan memungkinkan setiap pemangku kepentingan untuk menilai status, kebutuhan, kemajuan, dan tantangan yang dihadapi oleh perempuan di Asia-Pasifik, serta menciptakan intervensi yang lebih baik untuk mendukung kelangsungan hidup dan pembangunan ekonomi di negaranya,” ujar Menteri Bintang.

Pertemuan APEC WEF dimaksudkan untuk menguatkan komitmen negara peserta terkait kerja sama regional, pengembangan kapasitas dan berbagai praktik terbaik untuk memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan. Tahun ini, APEC WEF mengangkat tema ‘Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan untuk Memperkuat Pemulihan dan Ketahanan Pasca-Pandemi’. (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

Peran Ibu Sebagai “Manajer Keluarga” dalam Pencegahan Covid-19

183 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Perempuan khususnya seorang ibu, memiliki peran penting untuk terlibat menjaga agar keluarga tidak terpapar Covid-19. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan peran aktif perempuan terutama ibu dalam konteks keluarga dan rumah tangga, merupakan kunci pertahanan kesehatan keluarga dari paparan Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/09/25/keluarga-makin-terdampak-covid-19-ini-arahan-presiden-kepada-menteri-pppa/

“Kalau kita bicara rumah tangga, perempuan ini adalah manajer rumah tangga. Kita melihat peran ibu dalam rumah tangga ini lebih banyak bisa memastikan agar keluarga dan lingkungannya aman dari Covid-19. Ibu rumah tangga di Indonesia tentu menjadi sumber informasi dan kunci kesehatan bagi keluarganya. Mengedukasi lingkungan keluarga terdekat bagaimana bisa menghindari dari paparan Covid 19 ini,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Menteri Bintang menambahkan sebagai manajer rumah tangga, seorang ibu diharapkan mampu mengedukasi orang-orang di lingkungan terdekatnya, terutama keluarga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, di samping tetap mengedepankan kebutuhan utama keluarga di masa pandemi.

“Kita harapkan ibu sebagai seorang manajer rumah tangga memastikan anggota keluarga di rumah, seperti anak-anak dan lansia tetap tinggal di rumah di masa pandemi ini kalau tidak ada urusan yang memang harus atau penting untuk keluar rumah. Memastikan kebutuhan dasar perempuan dan anak terpenuhi, dan yang lebih penting lagi memastikan semua rumah dan keluarga menyediakan alat perlindungan diri yang standar seperti kebutuhan masker, sabun, dan hand sanitizer untuk bisa melakukan protokol kesehatan melalui 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak), serta memastikan keluarga mengikuti protokol kesehatan, baik di rumah maupun di luar rumah,” jelas Menteri Bintang.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga di Istana Negara pada Kamis, 25 September 2020, saat ini Kementerian PPPA tengah menyusun Protokol Kesehatan Keluarga bersama Satgas Penanganan Covid-19. Pada proses penyusunan Protokol Kesehatan Keluarga ini, Kemen PPPA juga akan memperluas jejaring dengan melibatkan pakar di bidang kesehatan masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat di tingkat akar rumput demi menyinergikan dan merancang upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terutama di kluster keluarga.

“Berkaitan dengan protokol perempuan dan anak, di awal April 2020 Kemen PPPA sudah menginisiasi program BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita). Tapi yang spesifik untuk perempuan inilah yang kita harus buat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan sudah bisa kita selesaikan protokol kesehatan keluarga ini dan kita akan sosialisasikan kepada masyarakat luas nantinya melalui jejaring perempuan dan jejaring Forum Anak,” ungkap Menteri Bintang.

Menteri Bintang menjelaskan di dalam protokol kesehatan keluarga nanti akan mencakup mengenai protokol kesehatan keluarga secara umum, protokol kesehatan keluarga di dalam dan di luar rumah, protokol kesehatan berkaitan dengan lingkungan sekitarnya, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan keluarga ketika ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19.

Menteri Bintang juga menekankan realisasi dan evaluasi protokol kesehatan keluarga nantinya menjadi tanggung jawab semua pihak. “Ketika kita bicara paparan Covid-19 ini sebenarnya kita kan harus melindungi diri sendiri, kita harus menjaga sesama. Kalau kita bicara pengawasan yang kita harus lakukan juga secara bersama-sama. Ya, ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama, yang harus kita mulai dari keluarga yang merupakan unit terkecil dari masyarakat. Kalau ini kita lakukan, bergerak bersama, bekerja sama, bersinergi ini akan bisa kita dapatkan hasil yang maksimal,” tutur Menteri Bintang.

Lebih lanjut Menteri Bintang juga menegaskan jika ada masyarakat yang diketahui telah melakukan kontak erat dengan anggota keluarga yang positif Covid-19, maka dapat segera melaporkan hal tersebut kepada petugas puskesmas/dinas kesehatan/Satgas Covid-19 setempat, untuk kemudian dilakukan pendataan dan tracing. Selanjutnya orang tersebut dapat diberikan layanan tes usap atau swab test secara gratis asalkan telah memenuhi prosedur/persyaratan yang telah ditetapkan Satgas Covid-19 di tiap-tiap daerah.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak April 2020 telah meluncurkan gerakan BERJARAK. Menteri Bintang menerangkan, di dalam gerakan BERJARAK terdapat 10 langkah aktif yang mencakup upaya pencegahan dan penanganan agar perempuan dan anak terhindar dari paparan Covid-19. Materi Komunikasi Edukasi dan Informasi terkait gerakan BERJARAK tersebut dapat diakses masyarakat melalui portal  http://berjarak.kemenpppa.go.id (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

Bercakap dengan Dokter Faisal, Presiden Jokowi : Betapa Berat Tangani Covid-19

278 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sejenak berbincang dengan dr. Faisal Rizal Matondang, Sp.P, seorang dokter spesialis paru, membuat Presiden Joko Widodo merasakan betul perjuangan, dedikasi, dan kerja keras yang ditunjukkan para dokter di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, melalui perbincangan itu terungkap bahwa dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tersebut sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Dokter Faisal lagi di mana? Sepertinya sedang tidak bertugas?” tanya Presiden di awal pembicaraan melalui sambungan video yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Presiden, pada Minggu pagi, 27 September 2020.

“Hari ini saya pertama masuk, Pak, setelah saya menjalani perawatan. Saya terkena Covid. Jadi saya sudah menjalani perawatan segala macam,” jawab Faisal.

Dokter Faisal sudah bersiaga menangani pasien Covid-19 semenjak awal mewabah di Indonesia. Kontak erat dengan sejumlah pasien Covid-19 selama bertugas membuatnya sempat terpapar virus penyebab pandemi di sekitar 215 negara.

Sebelumnya, Dokter Faisal telah menjalani perawatan untuk memulihkan kondisinya. Setelah melalui sejumlah pemeriksaan dan dilakukan tes usap, ia dinyatakan sembuh dan dapat kembali bertugas untuk kembali menolong dan memberikan pengobatan bagi para pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Kemarin rontgen terakhir dan sudah di-swab. Saya dinyatakan sudah boleh bertugas. Jadi hari ini saya baru hari pertama bertugas,” tuturnya.

“Alhamdulillah sudah sembuh. Dokter Faisal, bagaimana penanganan Covid di RSPI Sulianti Saroso?” Presiden melanjutkan perbincangan.

Dokter spesialis paru lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan standar dari Kementerian Kesehatan. Begitu pula dengan sarana dan obat-obatan yang tersedia lengkap. Namun, ia mengakui bahwa saat ini pihaknya mengalami kekurangan tenaga medis oleh karena lonjakan pasien yang datang.

“Alat medis insya Allah tersedia. Tenaga mungkin masih tetap kurang. Pasien makin bertambah,” ungkapnya.

Faisal juga menjelaskan mengenai kesehariannya saat merawat para pasien. Kebosanan merupakan salah satu hal utama yang dirasakan pasien saat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit. Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya mengakui memberikan waktu dan atensi yang lebih bagi para pasiennya untuk berbincang dan bercanda meski merasakan keterbatasan dan sesak selama menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya.

“Saya biasa sama pasien-pasien sering agak lama. Di samping periksa, walaupun saya sesak karena tertutup oleh APD, saya suka bercanda-bercanda. Terakhir itu saya kasih semangat buat pasien supaya pasien tetap berpikir positif untuk dapat hasil negatif swab-nya,” ucapnya.

“Saya bisa bayangkan betapa beratnya bertugas menangani Covid ini,” sahut Presiden.

Sang dokter pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berdisiplin menerapkan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari Covid-19 di tengah masyarakat.

“Tetap jaga sesuai protokol kesehatan, pakai masker, mencuci tangan, menghindari berkumpul-kumpul. Mudah-mudahan kita bisa lewati pandemi ini,” ujar Faisal.

Di pengujung perbincangan, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih dan menghargai dedikasi serta kerja keras yang ditunjukkan oleh dokter Faisal beserta dokter-dokter lain dan tenaga medis di seluruh Indonesia untuk memberikan perawatan kepada para pasien Covid-19.

“Saya menyampaikan terima kasih, mengapresiasi yang tinggi, menghargai kerja keras yang tinggi dari para dokter dan tenaga medis yang berjuang,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres) Editor (+rony banase)

Dr. H. Asriyadi Sulaiman Jadi Pjs. Bupati Kepulauan Selayar

43 Views

Selayar-Sulsel, Garda Indonesia | Baruga Karaeng Pattingalloang, rumah jabatan Gubernur, Sulsel, di ruas Jln. Sungai Tangka No. 31, Sawerugading, Kota Makassar, menjadi lokasi kegiatan pelantikan tujuh  pejabat teras Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pejabat sementara bupati oleh Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M. Agr. pada Sabtu, 26 September 2020.

Pengukuhan pjs bupati diawali dengan penyematan lencana dan tanda jabatan serta penyerahan surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada masing-masing pjs. Dalam amanahnya, Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M. Agr, mengingatkan para pjs untuk menunaikan tugas pemerintahan dan pelayanan yang transparan, bersih, dan profesional.

Pelantikan tujuh  pejabat teras Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pejabat sementara bupati oleh Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M. Agr. pada Sabtu, 26 September 2020.

Nurdin Abdullah meminta para pejabat sementara, untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya dengan tetap mengedepankan amanah dan rasa tanggung jawab.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol) Prov Sulsel, Dr. H. Asriyadi Sulaiman, S.IP., M.Si. dikukuhkan sebagai Pjs. Bupati Kepulauan Selayar yang akan mengawal tugas-tugas pemerintahan, dan bersama-sama dengan penyelenggara teknis pilkada untuk menyukseskan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati serentak, pada 9 Desember 2020 di Kota Bumi Tanadoang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Andi Fadly Dg. Biritta)
Editor (+rony banase)

Keluarga Makin Terdampak Covid-19, Ini Arahan Presiden kepada Menteri PPPA

172 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang sangat besar, terutama bagi perempuan dan anak, termasuk lanjut usia (Lansia). Pada September 2020, kasus positif Covid-19 menunjukkan tren meningkatnya kasus di kluster keluarga. Oleh karenanya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan beberapa arahan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga terkait langkah untuk menekan dampak Covid-19 pada perempuan, anak, dan keluarga pada Kamis, 24 September 2020, di Istana Negara.

“Arahan Presiden Joko Widodo di antaranya adalah melakukan kampanye dan sosialisasi secara masif terkait protokol kesehatan 3M (Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) kepada keluarga, terutama perempuan dan anak. Dalam melakukan sosialisasi dan kampanye protokol kesehatan 3M, Kemen PPPA akan melibatkan lembaga atau pemerhati perempuan, termasuk Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) yang tersebar di 34 provinsi dan 451 kabupaten/kota,” ungkap Menteri Bintang pada Konferensi Pers terkait Covid-19 di Keluarga, Perempuan, dan Anak yang dilakukan secara virtual di Istana Negara, Jakarta.

Menteri Bintang menyampaikan bahwa kunci disiplin mematuhi protokol kesehatan seharusnya tidak hanya dilakukan pada saat keluar rumah, namun juga di dalam rumah.

“Saya mendorong kaum perempuan sebagai “manajer” rumah tangga selalu mengingatkan keluarga agar tetap mematuhi protokol kesehatan, baik ketika di luar maupun di dalam rumah. Walaupun sedang berada di dalam rumah, saya sarankan untuk tetap memakai masker, apalagi jika di dalam rumah tersebut terdapat kelompok rentan, yakni balita dan lansia,” tutur Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan paparan Covid-19 pada klaster keluarga semakin meningkat karena kemungkinan paparan tersebut terjadi ketika Ayah atau Ibu bekerja di luar rumah. Oleh karenanya, saya mengimbau ketika Ayah atau Ibu baru masuk rumah segera membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan keluarga.

Dalam waktu dekat Kemen PPPA juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membuat protokol kesehatan keluarga untuk pencegahan terinfeksi Covid-19, baik di dalam dan di luar rumah, serta tindakan yang dilakukan bila ada anggota keluarga yang terinfeksi.

Menteri Bintang juga mengimbau agar masyarakat mengurangi intensitas pertemuan secara offline. “Pada situasi pandemi seperti ini, saya berharap agar kita tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga harus melindungi sesama. Oleh karenanya, kami mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi pertemuan dengan keluarga besar secara offline. Jika terdapat acara keluarga, sebaiknya dilakukan secara daring atau online. Di sinilah kreativitas kita semua dituntut demi menekan penyebaran Covid-19,” imbau Menteri Bintang.

“Mari kita bersatu dan saling bekerja bersama. Saya yakin dengan kekuatan Perempuan Indonesia, kita akan bisa segera pulih dan bangkit kembali. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju,” tutup Menteri Bintang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

Kabupaten Selayar Jadi Penyelenggara Pilkada Terawan di Sulawesi Selatan

34 Views

Selayar, Garda Indonesia | Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi-Selatan ditetapkan sebagai salah satu dari dua belas kabupaten kota penyelenggara pilkada tertinggi dari sisi kerawanan dengan presentase lima puluh empat koma sekian persen.

Hal ini diutarakan Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin dalam uraian pengantar, rapat pleno penyerahan berita acara dan surat keputusan penetapan pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020 bertempat di ruang rumah pintar pemilu, Kantor KPU Selayar, di ruas Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng.

Nandar menyebut, potensi kerawanan ini terungkap dari penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) antara KPU, Gubernur, Pangdam XIV/Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua KPU Selayar, Kapolres, Dandim 1415/Selayar dan bupati tersebut, diuraikan secara gamblang, tentang peta kerawanan pilkada yang menempatkan Kabupaten Selayar pada urutan pertama tertinggi, disusul Kota Makassar, pada urutan kedua, dengan persentase kerawanan empat puluh sembilan koma sekian persen.

Foto bersama usai penarikan nomor urut pasangan calon pilkada di Kabupaten Selayar

Peta kerawanan pilkada didasarkan pada potensi gesekan antar sesama tim sukses dan tim pemenangan, serta indikasi pelanggaran prokkes penanganan Covid-19. Sungguhpun demikian, Ketua KPU Selayar, tetap optimis dan menyampaikan ajakan kepada seluruh komponen masyarakat Selayar untuk bersama-sama berikhtiar, bermunajat, dan berdoa agar prediksi kerawanan pilkada tidak sampai terjadi di Selayar.

Usai menyampaikan pengantar, Ketua KPU Selayar, Nandar Jamaluddin bersama tiga orang komisioner yang terdiri dari koordinator divisi data, Sukardi, koordinator divisi sosialisasi, SDM dan partisipasi pemilih, Andi Nastuti dan koordinator divisi hukum, Mansurt Sihadji, berkenan melakukan penyerahan berita acara dan surat keputusan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati tahun 2020 kepada lo penghubung pasangan calon dan pimpinan badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Selayar.

Rangkaian acara penyerahan berita acara dan surat keputusan diakhiri dengan sesi foto bersama antara komisioner KPU, LO, dan unsur Bawaslu, serta paparan koordinator divisi hukum KPU, Mansurt Sihadji, tentang mekanisme pembukaan rekening khusus dana kampanye (RKDK) yang wajib dilakukan oleh masing-masing pasangan calon sehari setelah penetapan pasangan calon dan sehari sebelum masa kampanye. (*)

Sumber berita dan foto (*/Andi Fadly Dg. Biritta)
Editor (+rony banase)