Arsip Kategori: Berita Kota

Sokong Gerakan Kupang Hijau, Wali Kota Kupang & Plt Dirut Bank NTT Helat Rapat

22 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Guna mempersiapkan Gerakan Kupang Hijau (GHK) melalui aksi tanam pohon dan gowes atau bersepeda bersama pada 11 Juli 2020, maka Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menghelat rapat persiapan pelaksanaan GKH, pada Rabu, 1 Juli 2020 di Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa GKH merupakan salah satu wujud misi Kupang Hijau Pemerintah Kota Kupang yang telah dicanangkan sejak 16 November 2019, “Pemerintah Kota Kupang akan terus berfokus dalam pelestarian lingkungan perkotaan, selain bertujuan untuk mempercantik wajah kota ini, gerakan ini juga bermanfaat jangka panjang karena dengan menanam pohon akan berdampak pada peningkatan jumlah dan kualitas debit air tanah dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Rapat selanjutnya dipimpin oleh Plt. Dirut Bank NTT selaku Ketua Gerakan Kupang Hijau (GKH), Harry Alexander Riwu Kaho dengan agenda persiapan pelaksanaan aksi tanam pohon dan bersepeda bersama dalam rangka Gerakan Kupang Hijau (GKH).

Ia menyampaikan bahwa pesatnya pembangunan khususnya di wilayah perkotaan berdampak buruk pada kondisi lingkungan terutama kualitas udara dan air yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Hal tersebut juga terjadi di wilayah Kota Kupang, di mana pembangunannya juga mengalami pertumbuhan pesat sehingga dikhawatirkan mengurangi cakupan wilayah hutan kota,

“Wilayah pembangunan yang bertambah luas dikhawatirkan berdampak jangka panjang bagi lingkungan, oleh karena itu perlu upaya pelestarian jangka panjang. Inilah yang mendasari pelaksanaan Gerakan Kupang Hijau melalui aksi tanam pohon dan gowes atau bersepeda bersama pada 11 Juli 2020 yang akan kita mantapkan bersama dalam rapat ini,” ujar Alex Riwu Kaho.

Menurut rencana, acara akan dimulai dengan kegiatan gowes atau bersepeda bersama pada pagi hari tepat pukul 5.30 WITA dari pelataran Bank Indonesia Perwakilan NTT, Jalan El Tari hingga ke lokasi penanaman pohon yang telah disiapkan di Jembatan Petuk II, Jalur 40, Kelurahan Naimata. Rencananya sebanyak 300—400 pohon sepe, trembesi dan ketapang kencana berdiameter minimal 20 sentimeter akan ditanam dalam kegiatan ini, dan akan mengundang beberapa lembaga jasa keluangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Nusa Tenggara Timur (FKLJK NTT) serta para pengusaha di Kota Kupang yang telah bersedia mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Alex Riwu Kaho mengungkapkan sebanyak 50 mitra telah menyatakan siap untuk mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan GKH ini sesuai proposal yang ditawarkan oleh timnya. Sementara itu, beberapa persiapan yang telah dilakukan yaitu penggalian lubang tanam telah mencapai 150 lubang hingga Rabu, 1 Juli 2020 dan akan terus berlanjut sebelum pelaksanaan kegiatan, lubang tanam sudah siap.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Dinas PUPR Kota Kupang yang telah membantu pekerjaan penggalian lubang tanam tersebut. Dirinya mengatakan bahwa aksi tanam pohon juga akan dirangkai dengan kegiatan-kegiatan dalam rangka HUT ke-58 Bank NTT dan HUT Bank Indonesia pada 1 Juli 2020.

Rapat juga dihadiri jajaran Pemerintah Kota Kupang, antara lain Kadis PUPR, Kadis Kesehatan, Kadis PMPTSP, Dirut RS S. K. Lerik, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Plt. Kasat Polisi Pamong Praja, Kabag Prokompim, Kabag Umum, Kasubbag dari Bagian Tata Pemerintahan, Camat Kota Raja, Camat Maulafa, Lurah Maulafa dan Lurah Fatubesi. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms)
Editor (+rony banase)

Konsistensi Gerakan Peduli Sampah Bersihkan Wajah Kotor Kota Kupang

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gerakan Peduli Sampah (GPS) yang terbentuk pada Februari 2019 konsisten dan berkomitmen membersihkan sampah yang bertebaran yang merusak wajah Kota Kupang.

Aksi simpatik, edukasi, dan duplikasi yang dilakukan oleh GPS konsisten dihelat pada setiap akhir pekan [setiap sabtu pagi], seperti pada Sabtu pagi, 27 Juni 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di areal sekitar Jembatan Petuk, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komunitas GPS terbentuk karena tergugah oleh aksi spontanitas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat membersihkan sampah di beberapa lokasi di Kota Kupang; dengan komposisi Pelindung/ Inspirator Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nai Soi. Koordinator Utama Orson Basoeki. Koordinator Lapangan/ Team Inti : Don Paulus, Stef Surat, Samuel Pakereng, Imma Blegur, Vecky Taseseb, Nyoman Sanimbara, Petra Bilaut, Haji Indra, Hadi Djawas, Ayu Tafilus & Nyoman dari Bappeda Provinsi NTT, dan Nonny Chirilda.

Foto bersama GPS usai pembersihan sampah di area sekitar Jembatan Petuk pada Sabtu pagi, 27 Juni 2020

Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, semua unsur yang terlihat dan terlibat dalam aksi bersih sampah antara lain 45 orang relawan yang dipimpin oleh Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo; 15 org Relawan PT.Flobamora; Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Don Paulus; 2 relawan dari Kelurahan Oepura; 3 relawan dari ESDM; Staf Ahli Gubernur, Samuel Pakereng; 2 Relawan dari Dinas Perindustrian; Stef Surat (ASN); Dokter dari RS.Siloam (dr Indira & dr. Kresna); 2 relawan ULTRAS; Garda Pemuda NasDem; Aca & Tim; 2 GPS cilik (Faith dan Hope); Relawan GPS (Nonny, Ayu, Rara dan lainnya).

Plt Karo Umum Setda NTT, George Hadjo bersama personilnya ikut serta membersihkan sampah

Untuk menunjang aktivitas penampungan sampah hasil pembersihan oleh GPS, turut mendukung 1 (satu) unit truk sampah dari Dinas Kebersihan Kota Kupang dan 1 (satu) mobil dari BPBD Kota Kupang.

Kepada Garda Indonesia, Koordinator GPS Orson Basoeki mengatakan bahwa komunitas kecil yang terbentuk terus membersihkan area yang telah disurvei. “Tujuan kami (GPS, red) untuk mengubah perilaku masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan peduli pada kebersihan Kota Kupang,” terangnya.

Aksi simpatik GPS Cilik (Faith dan Hope) turut membantu membersihkan sampah

Di samping itu, tegas Orson, pihaknya melihat belum ada keseriusan Pemkot Kupang untuk mengedukasi masyarakat [di tingkat RT/RW dan Kelurahan] agar dapat mengubah perilaku masyarakat. “Perilaku tersebut dapat dilakukan dengan memilah dan mengumpulkan sampah pada kantong plastik lalu dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan.

Orson juga melakukan survei sebelum pelaksanaan GPS pada setiap sabtu. Menurutnya, meski GPS telah rutin melakukan pembersihan sampah, namun masyarakat seakan tak peduli dan tak mengubah perilaku membuang sampah.

Senada, Plt. Karo Umum Setda NTT George Hadjo pun menegaskan bahwa Gubernur peduli pada sampah, oleh karena itu pihaknya pasti akan sangat mendukung. “Kami mengarahkan personil dari Biro Umum Kantor Gubernur NTT,” ungkapnya seraya berkata semoga dengan aksi ini, masyarakat akan tergugah untuk peduli dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dua unit mobil (BPBD dan Kebersihan Kota Kupang) turut mendukung aktivitas pembersihan sampah

Begitu pun dengan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Don Paulus yang telah bergabung dalam Komunitas GPS sejak 2 (dua) lalu sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada GPS. “Mereka (GPS, red) setia sejak 13 bulan lalu melakukan pembersihan sampah secara rutin setiap sabtu,” bebernya sembari berujar sebagai penyelenggara pemerintah harus peduli terhadap kebersihan Kota Kupang.

Ia pun mendorong masyarakat Kota Kupang untuk hidup bersih dan berupaya untuk penegakan Perda tentang sampah [Perda Kota Kupang Nomor 4 Tahun 2011. Namun perda yang juga mengatur denda sebesar Rp.50 ribu dan denda kurungan selama enam bulan jika masyarakat kedapatan membuang sampah di sembarang tempat].

“Seharusnya Pol PP turut serta memberikan edukasi dan penegakan Perda tersebut,” tegasnya sambil menandaskan akan mengupayakan penegakan Perda dengan pemberlakuan sanksi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Usai Ditangkap BNN, Anggota DPRD TTU Penyalahguna Narkotika Dilepas

357 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (T.T.U) berinisial IFT (laki-laki, 37 tahun), yang disinyalir berpesta narkotika di salah satu hotel di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); berhasil diringkus oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT dan Kota Kupang, pada Selasa, 16 Juni 2020, sekitar pukul 23.45 WITA.

Demikian pernyataan resmi dari Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira, kepada awak media dalam sesi konferensi pers pada Senin, 22 Juni 2020 di Kantor BNN Kota Kupang.

Ia mengungkapkan bahwa IFT digerebek saat hendak pesta narkotika. “Setelah pemeriksaan dan penyelidikan diperpanjang 6×24 jam, ditemukan IFT tidak cukup bukti dan dikategorikan sebagai penyalahguna. Kita sudah assesment di klinik rehab atau rawat jalan sebanyak 5 kali,”ungkap Lino.

Namun, imbuh Lino, dari hasil pemeriksaan urine, IFT positif memakai narkotika. “Dua minggu sebelumnya sudah menggunakan narkoba. Pada saat penggeledahan sedang di kamar. Makanya kita rehabilitasi,” terangnya.

Sebelumnya, tim gabungan BNN Provinsi NTT dan Kota Kupang, memperoleh informasi dari masyarakat bahwa akan ada yang menggunakan narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kota Kupang. Berdasarkan informasi tersebut, pada Selasa, 16 Juni 2020 sekitar pukul 18.00 WITA, Tim melakukan pemantauan terhadap target dengan inisial IFT (laki-laki, 37 tahun) yang berprofesi sebagai Anggota DPRD dan AHP (perempuan, 26 tahun), beserta IEL (laki-laki, 29 tahun) bersama temannya DL (perempuan, 19 tahun) yang diduga akan menggunakan narkotika di hotel tersebut.

Kemudian Tim membuntuti target dan setibanya di lokasi, Tim langsung melakukan penggeledahan ke dalam kamar hotel dan tidak ditemukan barang bukti, sehingga Tim melakukan pemeriksaan urine terhadap keempat orang tersebut dan diperoleh hasil positif methamfetamine/sabu-sabu atas inisial IFT dan AHP, sedangkan IEL bersama DL hasil urinenya negatif.

Selanjutnya, keempat orang ini diamankan ke Kantor BNN Kota Kupang, guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dalam pengungkapan barang bukti. IFT dan AHP yang dinyatakan positif adalah penyalahguna. Dalam penyelidikan dan pengembangan tidak ditemukan barang bukti sehingga setelah 6×24 jam IFT dan AHP di kembalikan ke pihak keluarga, dan selanjutnya akan ditangani Seksi Rehabilitasi BNN Kota Kupang untuk diakukan asesmen medis atas penggunaan narkotika jenis sabu-sabu. Sedangkan IEL dan DL yang dinyatakan negatif, setelah 1×24 jam kedua orang tersebut dikembalikan ke pihak keluarganya.

Hasil pengembangan pengungkapan barang bukti oleh Penyidik BNN atas IFT dan AHP yang dinyatakan positif, tidak ditemukan barang bukti sehingga pada Minggu, 21 Juni 2020, IFT dan AHP dibebaskan, namun tetap wajib mengikuti program rehabilitasi di BNN Kota Kupang.

Sementara, penyidik BNN, Bung Kalendi Wawu, S.H. menyampaikan pihaknya terlambat memperoleh informasi. “Orang tersebut, sudah beberapa hari lalu menggunakan narkotika,” ungkapnya.

Saat ditangkap di dalam kamar, lanjut Bung, mereka sementara menonton televisi. “Tak ada indikasi menggunakan narkotika,” terangnya seraya menandaskan bahwa dari hasil penggeledahan tidak ditemukan benda-benda yang mengarah terkait penggunaan narkotika.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto istimewa (*/yance)

PMI Kota Kupang Terima Bantuan Wastafel dari Pegadaian Syariah

64 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, dr. Herman Man selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menerima bantuan standing wastafel dari Pegadaian Syariah Cabang Kupang, pada Jumat pagi, 19 Juni 2020, bertempat di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang juga didampingi oleh Kepala Markas PMI Kota Kupang, Drs.Goza Yohanes beserta para pengurus PMI Kota Kupang.

Wawali dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa pemberian 2 standing wastafel ini akan diberikan kepada 2 (dua) gereja besar yang memiliki banyak umat sehingga dapat mendukung protokol kesehatan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, karena rumah ibadah merupakan lembaga yang dinilai cukup baik dalam menjalankan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man (kiri, bertopi dan berbaju merah) dan Perwakilan Pegadaian Syariah Cabang Kupang

Dokter Herman Man juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pegadaian Syariah atas kepedulian dan dukungan terhadap Pemerintah Kota Kupang dan PMI Kota Kupang terutama dalam upaya penanganan Covid-19.

Perwakilan Pegadaian Syariah Cabang, Kupang Farrid Kiwang dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian dua buah standing wastafel merupakan bentuk kepedulian dari Pegadaian Syariah cabang Kota Kupang dalam rangka memerangi Covid-19. Ia berharap bantuan berupa standing wastafel yang diserahkan kepada PMI Kota Kupang dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Kota Kupang dalam mencegah penularan Covid-19.

Dijelaskan pula oleh Farrid Kiwang terkait penggunaan wastafel tersebut dapat langsung digunakan oleh 3 orang secara bersamaan karena didesain menggunakan 3 kran sehingga dapat memperpendek antrean dalam aktivitas mencuci tangan bagi warga.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_rdp/tr)
Editor (+rony banase)

Kota Kupang Jadi Kota Contoh Proyek ‘Climate Resilient and Inclusive Cities’

148 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang terpilih menjadi 1 dari 10 kota contoh di Indonesia, penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC). Informasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man pada Jumat, 12 Juni 2020 saat membuka rapat tindak lanjut webinar dengan UCLG ASPAC tentang Proyek CRIC di ruang kerjanya pada Kamis, 11 Juni.

Proyek CRIC, menurutnya akan mendukung kota-kota dalam mempersiapkan rencana pembangunan perkotaan selama lima tahun ke depan, sebagai kota-kota yang berketahanan iklim dan berkelanjutan melalui analisis ilmiah, penerapan perangkat yang inovatif dan pembelajaran. Khususnya untuk memperkuat praktik tata kelola pemerintahan yang baik, mempercepat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pemahaman yang lebih baik tentang sumber daya lokal dan masyarakat, kekompakan sosial, inklusif, kemakmuran dan kota-kota inovatif serta ketahanan iklim dan upaya pelestarian lingkungan hidup.

CRIC telah mengidentifikasi sepuluh kota di Indonesia sebagai penerima manfaat kegiatan ini, salah satunya Kota Kupang. Kota-kota lainnya antara lain Pangkal pinang, Bandar Lampung, Cirebon, Samarinda, Banjarmasin, Mataram, Gorontalo dan Ternate. Untuk itu, kepada para kepala daerah dari 10 kota tersebut diminta untuk mempersiapkan beberapa hal.

Hal pertama yang harus dipersiapkan oleh Pemkot Kupang adalah menerbitkan SK Pokja untuk kegiatan tersebut, yang melibatkan sejumlah elemen penting antara lain akademisi yang memiliki keahlian di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, para pelaku usaha yang punya perhatian terhadap pembangunan di Kota Kupang, komunitas seperti LSM/NGO yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup dan bencana serta pemerintah selaku pengambil kebijakan.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah pernyataan komitmen Pemerintah Kota Kupang. Mengenai hal ini menurut Wawali, Pemkot Kupang mendapat apresiasi dari penyelenggara, karena sejak awal menunjukkan kesungguhan, “Kita diapresiasi karena menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, wali kota dan wakil wali kota-nya ikut langsung dalam pembahasan,” kata Wawali Herman.

Pemkot Kupang bersama tim CRIC akan melakukan kajian urban analysis untuk menyesuaikan kebutuhan atau potensi masalah yang ada pada setiap kota berdasarkan isu tematik proyek CRIC. Pemkot harus menyediakan data dan informasi terkait. Karena itu Wakil Wali Kota Kupang menegaskan data dan informasi yang ada di website resmi Pemkot Kupang harus selalu diperbaharui sehingga tim lebih mudah mengakses informasi terutama data kependudukan dan keuangan daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Kepala Bappeda Kota Kupang, Kepala BPBD Kota Kupang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Kabag Hukum Setda Kota Kupang dan Kabag Kesra Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Salurkan Bansos untuk 23.640 Keluarga pada 15—27 Juni

149 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi 23.640 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bansos yang berasal dari APBD itu rencananya akan diserahkan mulai 15—27 Juni 2020. Paket bantuan sosial yang diberikan berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 kg dan mie instan 1 dos.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam rapat persiapan penyaluran bantuan sosial penanganan Covid-19 dengan dana yang bersumber dari APBD Kota Kupang tahun 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, pada Jumat, 12 Juni 2020, menegaskan setiap kelurahan harus mempunyai daftar penerima bantuan secara lengkap dan ditampilkan agar transparan.

Kepada para Camat dan Lurah se-Kota Kupang yang hadir saat itu, Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa bagi KPM yang mendapatkan bantuan diminta untuk membawa surat penerima bantuan, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk untuk kelengkapan administrasi.

“Saya akan mengunjungi beberapa kelurahan untuk memantau proses penyaluran, pastikan mereka kumpul jam berapa dan langsung kita serahkan dan targetnya sampai tanggal 27 Juni sudah selesai,” tegasnya.

Wali Kota Jefri menambahkan yang memperoleh bantuan ini adalah keluarga terdampak Covid-19 yang bukan termasuk penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Presiden RI dan bantuan sembako murah/e-waroeng. Karena itu para lurah diharapkan dapat mendata secara baik agar tidak terjadi kekeliruan pada data penerima bantuan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, menyampaikan saat ini Kota Kupang mendapat berbagai bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, antara lain bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Presiden RI dan bantuan sembako murah/e-waroeng.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan tersebut telah terdata di Dinas Sosial Kota Kupang. Proses pendataan melalui RT/RW untuk diteruskan kepada para lurah dan Dinas Sosial. Kemudian khusus untuk bantuan sosial yang berasal dari APBD Kota Kupang akan diberikan kepada 23.640 KPM terdampak Covid-19. Semua bantuan ini menurutnya dalam rangka meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ Chris)
Editor (+rony banase)

Suami Istri Positif Covid-19 dan Batita 1,8 Tahun Dievakuasi ke RSUD S K Lerik

218 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Tim gabungan yang terdiri dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, tim pengendali keamanan Polsek Maulafa, Brigade Kupang Sehat dan Puskesmas Sikumana melakukan evakuasi terhadap suami istri terkonfirmasi positif Covid-19 bersama anak mereka, batita berumur 1,8 tahun.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/10/suami-istri-positif-covid-19-di-kota-kupang-masih-isolasi-diri-di-rumah-ini-alasannya/

Beberapa petugas yang mengenakan APD lengkap tiba dengan ambulans di kediaman keluarga di Kelurahan Oepura pada Kamis malam, 11 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WITA [7 malam]. Para petugas kemudian mengevakuasi mereka untuk dibawa ke RSUD S K Lerik dan dirawat pada fasilitas kesehatan yang telah disiapkan bagi pasien terkonfirmasi positif.

Evakuasi tersebut dilakukan demi menjawab tuntutan warga sekitar agar para pasien tersebut dapat segera dievakuasi karena warga merasa khawatir ikut tertular virus.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si evakuasi dilakukan untuk meredam keresahan warga, padahal jika sesuai protokol penanganan Covid-19 yang tertuang dalam Pedoman Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) Revisi ke 4 Tahun 2020, pasien yang terkonfirmasi positif dapat diisolasi di rumah jika kondisi kesehatannya tidak menunjukkan gejala (orang tanpa gejala atau OTG) atau jika pasien hanya menunjukkan gejala ringan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si

“Semenjak dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes PCR atau swab test, pasangan suami istri ini diisolasi sesuai protap penanganan Covid-19 yang berlaku, yaitu isolasi di rumah karena mereka tidak menunjukkan gejala. Sehingga berdasarkan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 revisi ke 4 tahun 2020, mereka yang dikategorikan OTG dapat diisolasi di rumah dengan dipantau ketat oleh Gugus Tugas melalui Puskesmas setempat,” ujar Jubir Ernest.

Ernest menjelaskan bahwa masyarakat atau tetangga sekitar tidak perlu khawatir dengan adanya pasutri pasien terkonfirmasi positif, karena sesuai protap, mereka diisolasi secara ketat, bahkan keluarga tersebut dalam keseharian selama isolasi sama sekali tidak melakukan kontak fisik dengan keluarga maupun tetangga,

“Kedua pasien beserta anak-anak mereka taat melakukan isolasi. Mereka juga dipantau secara ketat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang melalui jajaran Puskesmas Sikumana,” tukas Ernest.

Lebih lanjut, Ernest mengajak semua pihak untuk memahami secara baik pedoman penanganan pengendalian Covid-19 agar tidak salah kaprah. Menurutnya, perlu adanya sosialisasi berkelanjutan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terutama agar tidak melakukan stigmatisasi terhadap para pasien terkonfirmasi atau terduga positif Covid-19,

“Jangan menstigmakan bahwa penyakit ini adalah aib, karena tidak seorang pun yang mau mengalami penyakit ini,” pintanya.

Gugus Tugas, tandas Ernest,  sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan stigma kepada pasien Covid-19 dan keluarga, karena penyakit ini bukan aib. Justru harus menunjukkan rasa solidaritas dalam menghadapi pandemi ini.

“Mari kita semua bersolider tidak saja dengan pasien positif Covid-19 tetapi juga dengan saudara-saudara kita yg terkena dampak pandemi ini secara sosial dan ekonomi,” imbau Ernest. (*)

Sumber berita (*/PKP_nt)
Foto utama oleh beritabeta.com
Editor (+rony banase)

Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

1.028 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Suami Istri terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 6 Juni 2020; hingga hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, masih melakukan isolasi mandiri bersama 3 (tiga) orang anak di dalam rumah mereka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/06/suami-istri-di-kota-kupang-positif-covid-19-transmisi-lokal-total-103-kasus-di-ntt/

Dilansir dari sergap.id, Sejak dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof Biomolekuler RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang pada Sabtu lalu, (6/6/20), hingga kini, DB (35) dan DD (35) belum dievakuasi dari rumah mereka di Perumahan Anggrek, RT 003 RW 001, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua RT 003, Selmy Ry, menegaskan, pasangan suami istri yang telah memiliki tiga orang anak berumur 10 tahun, 7 tahun, dan 1 tahun 4 bulan ini, sampai saat ini masih terus mengisolasi diri di rumah mereka sendiri.

Suami Istri pasien positif Covid-19 itu disinyalir bekerja di Kantor Pajak dan memiliki usaha butik online. Kekhawatiran warga yang berdomisili di sekitar bermunculan, termasuk para warganet yang terus mempertanyakan kapan kerentanan kondisi tersebut, termasuk kapan pasangan suami istri tersebut bakal dievakuasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang.

Menyikapi kondisi tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang menyampaikan alasan, mengapa hingga saat ini pasangan suami istri belum dievakuasi dan dirawat di rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji kepada Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Rabu, 10 Juni 2020 pukul 11:14 WITA mengonfirmasi kondisi tersebut.

“Belum Kk… Mereka masih isolasi di rumah dengan pengalaman Tim Gugus tugas dan Puskesmas Sikumana sambil menunggu hasil swab anak-anak,” sahut Ernest menimpali media ini.

Ernest pun meyakini jika selama mereka tetap melakukan isolasi mandiri di dalam rumah dan tak berinteraksi dan beraktivitas di luar rumah, maka dijamin aman. “Selama mereka hanya di halaman dan tidak berinteraksi dengan orang lain, aman Kk,” ucapnya.

“Kalau kemarin (Selasa, 9 Juni 2020) mereka keluar itu sebenarnya ke RST Wirasakti, karena anak-anaknya tak mau diantar orang lain selain orang tuanya,” lanjut Ernest.

Garda Indonesia pun mengonfirmasi apakah isolasi di rumah karena tak ada yang menjaga anak mereka? Ernest Ludji membenarkan kondisi tersebut. “Salah satu alasannya itu,Kaka,” ujarnya.

Makanya hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, tandas Ernest, kalau sudah ada hasil swab anak-anak mereka, maka akan segera dievakuasi. “Rencana dievakuasi dan dirawat di RSUD SK Lerik.” sahut Ernest.

Penulis, dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh ringtimesbali.com