Arsip Kategori: Berita Kota

Beredar Hoaks Berhenti Total 3 Hari, Ini Penjelasan Gugus Tugas Kota Kupang

776 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak Rabu—Kamis, 8—9 April 2020, beredar informasi di berbagai platform media sosial tentang penghentian aktivitas sosial seluruh masyarakat Kota Kupang selama tiga hari penuh, mulai tanggal 10—12 April 2020. Informasi ini kemudian diklarifikasi langsung oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang, selaku Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, pada Kamis, 9 April 2020.

Kepada awak media, Ernest menjelaskan informasi ini perlu diluruskan sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat, “Pemkot Kupang melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 tidak pernah mengeluarkan instruksi tersebut. Informasi itu adalah informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi itu bertepatan dengan hari suci umat kristiani,” tegas Ernest.

Inilah Hoaks yang beredar di berbagai Platform Media Sosial

Oleh karena itu, dirinya mengatakan agar masyarakat tidak perlu menanggapi adanya informasi tersebut dan dalam rangka perayaan Jumat Agung dan Paskah agar tetap melaksanakan ibadah di rumah sesuai imbauan Pemerintah. Aktivitas ekonomi juga berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan imbauan Pemerintah untuk menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Tetap di rumah saja. Apabila akan keluar rumah untuk keperluan sangat penting dan mendesak maka tidak lupa agar selalu menggunakan masker,” kata Ernest.

Ia juga mengajak masyarakat dan semua umat untuk bekerja sama mencegah Covid-19 seraya terus berdoa agar pandemi ini bisa cepat berlalu. (*)

Sumber berita (*/pkp—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Terima Bantuan Material Cegah Covid-19 dari BI Perwakilan NTT

77 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. didampingi Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. dan Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa menerima Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat bantu cuci tangan yaitu wastafel portabel, masker, sarung tangan (hand gloves), vitamin dan hand sanitizer untuk masyarakat Kota Kupang.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwaklian NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja pada Senin, 6 April 2020 di Kantor Lurah Fatubesi. Penyerahan bantuan ini dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Virus Covid-19 di Kota Kupang melalui pola hidup bersih yang berawal dari cuci tangan dan penggunaan masker.

Wali Kota Jefri saat melihat dari dekat wastafel portabel bantuan dari BI Perwakilan NTT

Di samping itu, Bank Indonesia Perwakilan NTT juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah terutama bagi para tenaga medis.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan NTT atas perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami gunakan alat ini sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang khususnya kebersihan di tempat umum. Kami sampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Indonesia perwakilan NTT yang telah menyumbang APD bagi tenaga medis di rumah sakit yang berada di Kota Kupang,” tutur Wali Kota Jefri. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Lihat Ruang Isolasi Covid-19 di RS SK Lerik, Wali Kota Jefri Pinta Warga Waspada

73 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. mengimbau warga kota untuk mendukung pemerintah melawan penyebaran virus ini dengan cara menjaga kesehatan diri dan menjaga jarak dengan sesama atau (Physical Distancing) dan mengurangi aktivitas atau pertemuan-pertemuan yang tidak perlu (Social Distancing).

Selain itu, pinta Wali Kota Jefri (sapaan akrabnya, red), agar warga kota dapat mengikuti imbauan para pemimpin agama agar sementara waktu ini melakukan ibadah di rumah masing-masing,

“Ini semua demi kebaikan bersama. Karena kita semua berpeluang tertular dan menularkan virus bagi orang lain,” tegas Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di hadapan awak media usai meninjau langsung meninjau pembangunan ruang isolasi di RSUD SK Lerik Kota Kupang, pada Sabtu, 4 April 2020.

Kepada awak media, Wali Kota Jefri menyampaikan hendak memastikan kesiapan Pemkot Kupang dalam menghadapi pandemik Covid 19 atau Novel Coronavirus. “Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di NTT, RSUD SK Lerik akan menyediakan 10 ruang isolasi dengan 20 tempat tidur yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan bisa selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan,” ujarnya.

Wali Kota Jefri saat meninjau salah satu ruangan yang dipersiapkan untuk ruang isolasi Covid-19 di RSUD SK Lerik

Wali Kota Jefri juga mengatakan, meskipun hingga saat ini di Kota Kupang bahkan di Provinsi NTT pada umumnya tidak tercatat adanya kasus positif Covid-19, namun warga dan pemerintah harus tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatu termasuk diantaranya kesiapan Rumah Sakit dalam menyediakan ruang rawat inap atau ruang bertekanan negatif untuk isolasi pasien positif Covid-19.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada para dokter, perawat dan petugas medis serta pihak-pihak terkait lainnya yang telah bekerja sama dan berjibaku dalam menghadapi penyebaran virus Corona di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa terhadap dampak dari pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Kupang akan menyiapkan anggaran sebesar Rp.45 miliar terutama untuk penanganan medis dan jaring pengaman sosial guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat, salah satunya dengan membagikan voucer sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Y. Halek di hadapan Wali Kota Kupang, memastikan akan menyelesaikan pengerjaan ruang isolasi tersebut secepatnya. Mengenai persediaan alat perlindungan diri (APD) saat ini menurutnya masih cukup, selain stok rumah sakit mereka juga mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kota Kupang serta sumbangan dari para donatur.

Turut hadir dalam peninjauan ruang isolasi tersebut Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD SK Lerik, dr. M. Ihsan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

PDAM Kota Kupang Pasang Tempat Cuci Tangan Portabel di Pasar dan Taman

51 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai langkah antisipatif terhadap wabah corona virus disease (Covid-19) dan membudayakan cuci tangan, maka PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang memasang tempat cuci tangan (wastafel) portabel di beberapa area publik.

Direktur PDAM Kota Kupang, Johny Ottemoesoe kepada awak media, pada Rabu, 1 April 2020, mengatakan aksi ini sebagai wujud nyata kepedulian PDAM Kota Kupang terhadap masyarakat Kota Kupang. “Hal ini sebagai antisipasi terhadap wabah corona yang sedang mengancam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Johny menjelaskan sudah ada 6 (enam) tempat cuci tangan (wastafel) portabel di beberapa lokasi, yakni di Taman Tirosa, Taman Nostalgia, dan Kantor Wali Kota. Selanjutnya, 3 (tiga) unit lagi dipasang di Pasar Oeba, Pasar Oebobo dan Pasar Kasih Naikoten.

“Kita ingin bangun kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dari ancaman virus corona,” ujar Johny.

Menurut mantan Direktur PDAM Kabupaten Kupang ini, wastafel yang terpasang tersebut sudah dilengkapi dengan tangki penampung berkapasitas 550 liter. PDAM juga menjamin ketersediaan air untuk masyarakat setiap hari.

Selain itu, Johny berharap fasilitas ini dijaga dengan baik oleh masyarakat. Pasalnya, ini untuk kepentingan banyak orang. Setiap orang sebelum masuk atau keluar pasar harus mencuci tangan dengan bersih agar tidak menyebar dan terjangkit virus atau bakteri. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

126 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19).

Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe juga turut menjalani Rapid Test Covid-19. Tampak Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, M.Kes. hadir mendampingi Wali Kota Kupang dan ibu selama menjalani pemeriksaan oleh dokter ahli yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan rapid test atau tes cepat Covid-19 ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Kota Kupang. “Kami laksanakan pertama kali untuk Bapak Wali Kota Kupang serta ibu usai menerima alat rapid test dari Pemerintah Provinsi NTT. Dan karena Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu pernah ke luar daerah,” ujar Kadis Kesehatan.

Wali Kota Kupang kurang lebih 13 hari yang lalu pada 15 Maret 2020, imbuh drg. Retno, hadir dalam Kongres yang dilaksanakan Partai Demokrat di Jakarta dan menurut informasi salah satu pesertanya telah dinyatakan positif Corona. Selain itu Jakarta kini telah masuk kategori zona merah Covid-19.

“Alhamdulillah hasil tes Bapak Wali tadi negatif, tes ini merupakan bagian upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia sekaligus tanggung jawab kami untuk melayani kesehatan kepala daerah,” jelas drg. Retno.

Dirinya pun menjelaskan cara kerja alat rapid test yakni untuk melihat adanya antibodi dalam sampel darah. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG, dan IgM, “Kalau ada garis di C saja berarti negatif, kalau ada garis di C dan IgG atau IgM artinya positif. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada virus. Virus corona baru bisa dilihat dalam waktu 7—10 hari setelah terjangkit,” jelas Mantan Kadis Sosial Kota Kupang ini kepada awak media.

Lanjutnya, “Jika baru terjangkit masih sulit dideteksi. Bapak Wali sendiri sudah 13 hari berada di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Jadi kalau saat itu baru pulang langsung dites virusnya masih sulit dideteksi. Lagi pula alatnya juga baru datang dan Bapak Wali sudah 13 hari semenjak pulang dari Jakarta. Kita bersyukur hasil tesnya negatif,” ungkap Kadis.

Menurutnya, ke depan rapid test akan dilakukan untuk umum, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penularan Covid-19, terlebih khusus untuk mereka yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP), “Alat yang tersedia baru satu unit dan masih sulit mendapatkannya. Tapi kami sedang berupaya menambah alat rapid test ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang tersebut mengatakan tes yang dilakukan ini bukan untuk partai tertentu atau orang-orang tertentu. Menurutnya, siapa pun bisa melakukan tes menggunakan rapid test. Namun saat ini Dinas Kesehatan Kota Kupang mengutamakan mereka yang masuk kategori ODP. (*)

Sumber berita dan foto (*/SPK—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Dampak Covid-19, Tempat Hiburan Malam di Kota Kupang Ditutup Selama 14 Hari

129 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai upaya pencegahan Covid-19, Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di sejumlah tempat hiburan malam, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi presiden, imbauan Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang untuk menutup sementara tempat hiburan malam selama 14 hari.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. selaku Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Drs. Felisberto Amaral, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020 malam.

Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. saat memberikan keterangan pers kepada awak media

Selain tempat hiburan malam, Satgas Penanganan Covid-19 juga mengelilingi beberapa area publik, seperti taman kota dan lokasi kuliner. Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ir. Eli Wairata (sapaan akrabnya, red) mengatakan, tim yang dipimpinnya akan terus turun ke lapangan menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Kupang yang berada di area publik untuk tidak dijadikan sebagai titik kumpul dalam masa siaga Covid-19.

“Pemantauan yang akan dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Kupang guna mencegah adanya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), karena rawan terjadi infeksi saat kontak langsung tubuh maupun benda dari seseorang yang sudah terinfeksi kepada orang lain yang berada di sekitarnya, maka tugas kami adalah terus mengingatkan masyarakat,” terangnya.

Pemantauan ini, imbuh Eli, merupakan tindak lanjut atas surat pemberitahuan yang telah diedarkan kepada seluruh pelaku usaha hiburan dan rekreasi serta pengunjung yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, apabila ada yang tidak mengikuti instruksi serta imbauan tersebut, maka Pemerintah Kota Kupang akan mencabut izin usahanya.

“Kami bersama dengan Satuan Pol PP dan Kepala Dinas Pariwisata, melakukan pemantauan. Apabila ada yang tidak mengikuti imbauan maka kita minta agar tutup sementara, namun kalau masih terulang kita akan tindak tegas dengan mencabut izinnya” tegas mantan Kepala Bappeda Kota Kupang ini.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau pengunjung taman kota

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di beberapa area publik, seperti taman kota, lokasi kuliner, tempat karaoke dan diskotik yang ada di Kota Kupang, rute dimulai dari Taman Tirosa ke Pusat Wisata Kuliner Oepoi, Royal Karaoke Studio Dua, Love Karaoke-Kompleks Ruko Friendship Naikoten, Happy Puppy – Rumah Bernyanyi Keluarga, NAV Karaoke, Taman Fontein, Pantai Tedis, Pasar Malam Kampung Solor, Pantai Ketapang Satu, Heo Exclusife Club. Swiss Bellin Kupang, Hotel Kelapa Lima Indah, Hotel Citra Kelapa Lima, Studio One Pub & Karaoke, Pantai Warna Oesapa, MAS Karaoke Club, dan berakhir di Botol Music Hotel Sasando – Bar In Kupang.

Pantauan Satgas, tampak seluruh taman kota sepi dari pengunjung, tampak lampu taman dipadamkan, mayoritas tempat karaoke tidak beroperasi, hanya Happy Puppy yang beroperasi, Kasat Pol PP Kota Kupang Felisberto Amaral bersama pasukannya langsung mengambil tindakan persuasif kepada manajemen Happy Puppy untuk menutupnya.

Setelah melakukan pemantauan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan “Bukan berarti malam ini saja, kita akan rolling terus untuk menertibkan masyarakat dari virus ini” ungkapnya.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau anak muda di salah satu tempat nongkrong 

Dirinya melanjutkan bahwa sesuai hasil rapat dan kesepakatan bersama Muspida Kota Kupang di Hotel Sotis, Satgas akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melaksanakan patroli bersama, “Kalau ada yang tidak patuh terhadap aturan ini kita akan tindak tegas, karena maklumat pihak kepolisian jelas”.

Selain operasi malam hari satgas juga akan melakukan patroli bersama di siang hari, “Kami akan koordinasi dengan pihak keamanan, selain malam hari, siang hari juga akan ditindak karena banyak yang berkeliaran di siang hari saat liburan terutama anak sekolah,” ujarnya. (*)

Sumber berita (*/pkp—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Racik ‘Hand Sanitizer’ & ‘Desinfectant Spray’

248 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam upaya mencegah wabah Corona Virus Desease (Covid-19), Pemerintah Kota Kupang menggandeng Apotek Kimia Farma untuk melakukan inovasi dalam meracik Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray. Hal ini dilakukan untuk menolong masyarakat kota yang kesulitan memperoleh hand sanitizer maupun disinfektan spray.

Pantauan media pada Kamis, 19 Maret 2020 sore, di hadapan Wali Kota Kupang Dr. Jefirston Riwu Kore, Branch Manager Kimia Farma, Khanif Al Fajri, S.Farm., Apt. memberikan pencerahan baru, bagaimana membuat sendiri Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray dengan mempergunakan bahan-bahan rumah tangga seperti pewangi ruangan dan pakaian, pembersih toilet dan lantai, obat luka, alkohol serta air.

Wali Kota Kupang, memberikan apresiasi atas inovasi yang terlihat sederhana namun dapat memberikan dampak baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat guna mensterilkan tubuh dan ruangan pada rumah tempat tinggal warga. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan keadaan saat ini, namun perlu untuk ikut melakukan inovasi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, Dr Retno (kiri), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (tengah), dan Branch Manager Kimia Farma Kupang usai meracik hand sanitizer dan disinfectant spray

“Mudah-mudahan hal ini bisa dilakukan di rumah dan bisa dipergunakan, ingat ini tidak bisa dijual tapi dipakai untuk kepentingan pribadi, bapak ibu semua kalau memang kesulitan dengan bahan-bahan ini, bisa kami bantu dengan bahan yang telah diolah dan masyarakat bisa datang untuk mengambil dalam bentuk yang lebih sederhana guna dipergunakan bagi sterilisasi tangan dan ruangan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati M.Kes saat diwawancarai mengatakan, hal ini dilakukan karena mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa, saat ini bahan rumah tangga untuk higenisasi mengalami kelangkaan di berbagai tempat jualan, sehingga dengan upaya ini bisa memberikan solusi agar masyarakat bisa terhindar dari terjangkitnya virus maupun bakteri.

“Oleh karena itu saya bekerja sama dengan Kimia Farma untuk membantu masyarakat guna mendapatkan Hand Sanitizer dan Desinfektan dengan mudah dari rumah tangga kita sendiri jadi kita tidak usah panik lagi karena bahan-bahan yang kita pakai itu masih ada dan kita (Dinkes) juga sudah memberikan edaran kepada seluruh pusat layanan kesehatan di Kelurahan agar dapat mengajak masyarakat untuk dapat menerapkan hal ini,” katanya.(*)

Sumber berita (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

‘Perempuan adalah Pahlawan’ bagi Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man

170 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Perspektif seorang Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terhadap peran seorang perempuan sangat menyentuh dan menggugah. Bagi Bapak dari dua putra dan dua putri ini menggambarkan sosok seorang perempuan sebagai pahlawan. Pernyataan ini disampaikannya saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 yang dihelat oleh KPPI dan Dinas PPPA Provinsi NTT pada Sabtu, 7 Maret 2020.

Menurutnya, perempuan adalah pahlawan. “Karena kalau mama saya tidak melahirkan dan mendidik, maka saya tak bisa menjadi ‘orang’ seperti saat ini,” ujar dr Herman Man. Pandangan wakil wali kota kupang 2 (dua) periode ini, emansipasi sebaiknya jangan hanya sebatas kata-kata, seperti program terkait perempuan di Kota Kupang sangat diakui.

dr. Herman Man saat foto bersama Anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT di areal CFD

Ingin menelisik lebih jauh tentang bagaimana orang nomor dua di Pemerintah Kota Kupang tersebut memperlakukan perempuan di dalam rumah tangganya, maka media ini membuat janji bertemu dengan istri Wakil Wali Kota Kupang, Ibu Elizabeth Rengka pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 18.00 WITA (6 sore), namun karena masih ada acara keluarga sehingga disepakati janji bertemu pada Senin, 9 Maret 2020 pukul 11.30 WITA.

Pada pertemuan dalam suasana keakraban dan santai di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang tersebut, Istri dari dr. Herman Man (sapaan akrab Wakil Wali Kota Kupang), media ini menelusuri liku kehidupan interpersonal ayah, Ibu, dan anak dan mendengar langsung bagaimana Ibu Elizabeth Rengka menjalin relasi selama kurang lebih 44 tahun dan bagaimana sosok suaminya itu memperlakukan dirinya dan empat orang anaknya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man dan Istri, Ibu Elizabeth Rengka saat peringatan Hari Perempuan Internasional ke-110 pada Sabtu, 7 Maret 2020

Berikut petikan wawancara dan dialog akrab antara Garda Indonesia dan Ibu Elizabeth Rengka :

Garda Indonesia : Bagaimana Bapak Herman Man memperlakukan Mama (Ibu Elizabeth Rengka,red) ?
Elizabet Rengka: Saya merasakan bahwa saya tidak diremehkan dan segala sesuatu selalu dibicarakan bersama ‘tanjeng’ (Bahasa Daerah Manggarai) dan pendapat saya didengar.

Garda Indonesia : Saya ingin menarik kenangan masa muda, Mama bertemu Bapa di mana dan kapan?
Elizabeth Rengka : Pertemuan pertama saat saya bersekolah di SMP Putri dan Bapa di SMA Syuradikara Ende pada tahun 1968. Selanjutnya usai menamatkan SMA, Bapa melanjutkan kuliah kedokteran di Surabaya dan saya melanjutkan sekolah ke Carolus. Kemudian, pertemuan yang lebih intens terjadi pada tahun 1976 saat saya bekerja sebagai perawat di Jopu, Kabupaten Ende dan akhirnya memutuskan menikah.

Garda Indonesia : Anak Mama yang pertama lahir pada tahun berapa?
Elizabeth Rengka : Anak pertama lahir pada tahun 1979 di Jopu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa dan Mama membangun komunikasi saat ada konflik dalam rumah tangga?
Elizabeth Rengka : Kami mempunyai budaya untuk menyelesaikan masalah saat kami makan bersama di meja makan.

Garda Indonesia: Bagaimana Bapa dan Mama memperlakukan anak perempuan saat mereka masih kecil hingga dewasa dan saat mempunyai masalah?
Elizabeth Rengka : Biasa praduga (feeling) seorang Mama lebih tajam dan saya berupaya membangun komunikasi dengan anak perempuan kami dan Bapa selalu mendukung.

Garda Indonesia : Bagaimana Bapa memperlakukan pekerja perempuan di dalam rumah?
Elizabeth Rengka : Biasanya melalui saya, jadi kalau mereka membutuhkan sesuatu, menyampaikan ke saya secara pribadi lalu saya sampaikan ke Bapa.

Garda Indonesia : Apa pandangan Bapa terkait kesibukan Mama dalam bidang sosial kemanusiaan? (Saat ini Ibu Elizabeth Rengka menjabat sebagai Ketua Forkomwil PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi NTT
Elizabeth Rengka : Bapa sangat mendukung saya melakukan hal positif. Sebelumnya saya sempat menjadi dosen dan ketua program studi di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang, namun kemudian saya memutuskan berhenti dan fokus mengurus PKK.

Garda Indonesia : Untuk selalu menjaga hubungan interpersonal, apa saja selalu dilakukan Bapa dan Mama?
Elizabeth Rengka : Biasanya kami melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki bersama di areal Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari Kota Kupang.

Garda Indonesia : Pertanyaan terakhir, bagaimana Mama mendukung langkah dan karier politik Bapa selanjutnya?
Elizabeth Rengka : Yang terutama Bapa harus sehat, sehingga saya selaku istri selalu memperhatikan asupan makanan yang disantap setiap hari dan Bapa selalu menyempatkan diri untuk makan siang di rumah.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)