Arsip Kategori: Berita Kota

Perdana, Pesparani Katolik Tingkat Kota Kupang Wadah Menjalin Persaudaraan

55 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Kota Kupang didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dengan menggelontorkan dana sebesar Rp.460 juta. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man pada acara pembukaan pada Selasa, 5 November 2019.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua LP3K Kota Kupang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota DPRD Kota Kupang yang telah menyepakati anggaran pembiayaan kegiatan tersebut.

Lanjutnya, kegiatan yang mengangkat tema ‘Katong Semua Basodara’, merupakan wujud kerukunan antar umat beragama yang dibangun di Kota Kupang.

Ia mengilustrasikan tema kegiatan tersebut seperti MotoGP, di mana yang dikaguminya adalah motor yang ditunggangi sang juara dunia 8 kali, Marc Marquez. Pada salah satu bagian motor Repsol Honda tersebut terdapat tulisan ‘satu hati’ dan bagian lainnya ‘one heart’. Kedua tulisan tersebut memiliki makna yang sama yakni tentang persatuan atau persaudaraan.

Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut yang harus dibangun melalui Pesparani Katolik perdana di Kota Kupang tahun 2019. Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar umat seperti yang digariskan dalam tema besar yang diusung tahun ini.

“Barangkali kita ambil momen ini. Mari kita bersatu padu. Bukan hanya umat Katolik tetapi dengan saudara-saudara kita,” pintanya.

Selain itu, Hermanus menilai bahwa dalam perlombaan MotoGP, para pembalap mengatur kecepatannya sedemikian rupa sehingga bisa memperoleh juara. Hal tersebut yang harus dilakukan pada Pesparani Katolik tahun ini, di mana para peserta harus mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik.

“Ada irama cepat ada lambat. Barangkali tema ini cocok untuk kita angkat di Kota Kupang. Kalau honda bisa jadi juara. Air, karet,besi bisa jadi juara mengapa kita sesama manusia tidak bisa jadi juara”, tandasnya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr.Herman Man beserta istri, Ketua DPRD Kota Kupang dan panitia Pesparani 2019

Pada tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskial Loudoe dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesparani kali ini merupakan Pesparani Katolik perdana yang dilaksanakan di tingkat Kota Kupang. Ia menyebutnya sebagai momen yang sangat penting.

“Ini momen yang mempertemukan umat Katolik di masing-masing Paroki. Bukan hanya mempertemukan, juga untuk menjalin kasih persaudaraan umat Katolik di Kota Kupang”, ujarnya.

Lanjutnya, para peserta tidak boleh mengharapkan juara namun menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini sebagai bentuk persiapan dalam menyambut Pesparani Nasional.

Menurutnya yang harus dibangun dalam kegiatan tersebut adalah semangat persatuan dan persaudaraan yang berlandaskan nilai-nilai Kekristenan. “Kejujuran, keikhlasan, kebersamaan. Itu yang harus dijaga”, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang juga menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan-kegiatan rohani tanpa memandang suku maupun agama.

“Saya bilang Pak Walikota, kegiatan-kegiatan Kerohanian kita dukung penuh”, jelasnya.

Di depan Wakil Walikota Kupang, Ketua DPRD mengingatkan kepada pemerintah untuk ke depannya kegiatan-kegiatan kerohanian yang dilakukan oleh umat beragama, harus didukung oleh Pemerintah tanpa memandang Agama.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula unsur Forkopimda Kota Kupang, Perwakilan Uskup Agung Kupang, Romo Vikjen Gerardus Duka, para Pastor dan Suster Se-Kota Kupang. Hadir pula Majelis Ta’lim Nurul Ihwan Kecamatan Alak yang menampilkan musik Qasidah pada kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 1.459 peserta dari semua kategori baik, anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK) dan Dewasa yang akan berkompetisi pada empat jenis lomba antara lain, lomba Paduan suara, lomba Mazmur, lomba Bertutur Kitab Suci dan lomba Cerdas Cermat Rohani. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Budidaya Cacing LR, Upaya Pemkot Kupang Dongkrak Ekonomi Pemulung

120 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, melalui Tim Penggerak (TP) PKK, melakukan panen perdana cacing Lumbricus Rubellus (LR), yang dibudidayakan oleh masyarakat di kampung pemulung ‘Aku Ada’, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Ketua Pokja 3, PKK Kota Kupang, Henny Lukas menyampaikan bahwa program tersebut merupakan program utama dari TP. PKK Kota Kupang yang dilaksanakan tahun ini (2019), yang bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya pemulung di Kota Kupang.

“Ini merupakan program prioritas dari TP. PKK Kota Kupang, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pemulung di Kota Kupang. Pembagian bibit (cacing LR) sudah dari Agustus 2019. Saat ini sudah memasuki bulan ke-tiga,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan bahwa target dari PKK untuk pembudidayaan cacing LR bisa dilakukan oleh seluruh pemulung yang ada di Kota Kupang. Untuk tahun 2019 baru satu lokasi saja yang digapai, yang terdiri dari 4 kelompok pembudidayaan cacing LR.

“Tahun depan kita usahakan lagi di 2 atau 3 tempat lagi. Kita harapkan 5 tahun ke depan, semua area di Kota Kupang yang ada pemulungnya bisa membudidayakan cacing,” harapnya.

Para pemulung yang saat ini membudidayakan cacing LR, akan dilatih juga bagaimana cara mengeringkan cacing LR, sehingga yang dijual bukan lagi cacing mentah tapi cacing kering. Terkait manfaat dari cacing LR sendiri, Henny menjelaskan bahwa cacing tersebut digunakan sebagai bahan kosmetik dan juga dimanfaatkan sebagai obat tifus.

Henny menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan untuk kedepannya dapat memproduksi obat tifus di Kota Kupang, untuk bisa dipasarkan secara langsung. Namun yang menjadi kendala terkait dana dalam pelaksanaan kegiatan. “Ibu Ketua TP. PKK sudah meminta untuk melakukan penjajakan ke tokoh-tokoh yang berkompeten baik dibidang kosmetik maupun obat-obatan, yang akan diminta untuk menjadi narasumber”, ujarnya.

Henny berharap pemerintah dan para anggota DPRD dapat melihat dengan baik setiap program yang langsung menyentuh masyarakat. “Kalau kita dipercaya oleh pemerintah dan DPRD untuk meneruskan ini (produksi kosmetik dan obat) dalam jumlah yang besar, kami akan lanjutkan,” pungkas Henny.

Foto bersama Ketua Pokja 3, PKK Kota Kupang, Henny Lukas dan Ketua Forum Peduli Masyarakat Pemulung Kota Kupang, Yulius Tenis, S.H.

Hadir pada kegiatan panen perdana tersebut perwakilan dari PT. Dewi Agro Indonesia, Reno Missa, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membeli cacing hasil budidaya dengan harga cacing mentah per kilo Rp. 50.000-, dan cacing kering dibeli dengan harga Rp. 500.000-, per kilo.

Reno menjelaskan bahwa budidaya cacing LR sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah organik berupa makanan-makanan sisa, maupun sayur-sayuran sisa. “Kalau sampah anorganik bisa didaur ulang, maka sampah organik berupa sisa-sisa makanan dan sayur-sayuran bisa dimanfaatkan untuk budidaya cacing, untuk menambah pendapatan perekonomian masyarakat,” jelas Reno.

Dirinya membeberkan beberapa keuntungan lain dari budidaya cacing LR, di mana para pembudidaya akan menjadi peternakan cacing LR. Selain itu, proses panen tersebut akan dilakukan pada bulan kedelapan pemeliharaan. “Kalau sudah 8 bulan, cacing tidak bertelur lagi jadi harus dipanen sudah”, ujarnya.

Sementara itu, setiap dua bulan selama proses pemeliharaan harus dilakukan pemindahan untuk cacing LR yang sudah berumur 2 bulan ke tempat baru. Lalu dua bulan lagi dilakukan pemindahan lagi, sehingga pemeliharaannya akan berkelanjutan.

“Setiap 2 bulan itu dipindahkan ke tempat baru (untuk cacing LR yang sudah berusia 2 bulan). Jadi kalau budidaya 1 keranjang, maka bulan kedua akan bertambah 1 keranjang lagi, pada bulan keempat akan bertambah 2 keranjang, bulan ke-enam bertambah 4 keranjang dan pada bulan kedelapan akan bertambah 8 keranjang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Masyarakat Pemulung Kota Kupang, Yulius Tenis, S.H. berharap kedepan para pemulung bisa mendapatkan perhatian yang lebih agar mereka bisa diberikan tempat tinggal yang layak, karena saat ini para pemulung tinggal di lahan pemerintah yang merupakan lokasi terbuka hijau.

Dirinya juga sangat mengapresiasi program terobosan yang dilakukan oleh TP. PKK Kota Kupang. Menurutnya, melalui program terobosan tersebut masyarakat pemulung bisa merasakan bantuan secara langsung. Dan apabila dikelola dengan baik, maka budidaya cacing LR akan mendatangkan pemasukan yang besar bagi pemerintah Kota Kupang.

“Kalau kelompok ‘Aku Ada’ saja bisa berhasil dan disebarkan ke kecamatan lain, maka dalam satu kali panen Pemkot bisa mendapatkan pemasukan yang besar dan masyarakat bisa langsung merasakan bantuan tersebut”, ujar Yulius.

Yulius juga berharap ke depan bisa dibuka sebuah Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan yang dapat memberikan pendidikan khusus tentang bagaimana membudidayakan cacing LR dan setiap pemulung yang mengikuti program tersebut bisa mendapatkan sertifikat sehingga bisa digunakan sebagai fasilitator pembudidayaan cacing LR. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

IKKON Kupang & Perajin Tenun Penkase, Hasilkan Pewarna Alam & Tenun Khas

147 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Kupang melaksanakan Tanabae Festival 2019 yang merupakan wujud akuntabilitas publik dari tim IKKON kepada masyarakat Kota Kupang.

Kegiatan yang dilangsungkan di alun-alun Subasuka Cafe and Restoran, dimeriahkan oleh pameran berbagai hasil kreasi kolaborasi IKKON Kupang dengan setiap stakeholder kreatif di Kota Kupang.

Pada Tanabae Festival 2019, IKKON Kupang yang berkolaborasi dengan Perajin tenun dari Penkase Oeleta, memamerkan hasil tenun dengan warna yang berbeda dari tenun sebelumnya.

Desainer Produksi IKKON Kupang, Wisnu Purbandaru yang ditemui media ini di stan pameran hasil tenun Mama-mama dari Penkase mengatakan bahwa tim IKKON Kupang memberikan workshop kepada para perajin tenun pada beberapa bulan lalu, terutama terkait penggunaan warna alami.

“Sebenarnya mereka (perajin tenun), sudah tahu warna-warna alami itu, tapi mereka berpikir bahwa itu mahal dan akhirnya ditinggalkan. Mereka memilih menggunakan benang yang dijual di toko,” jelas Wisnu.

Setelah bertemu dan bertukar pikiran, lanjut Wisnu akhirnya masyarakat perajin tenun kembali menggunakan pewarna alam yang sudah ada dan membuat beberapa motif baru.

“Setelah workshop, kita sama-sama membuat pewarna alam tersebut lalu kita gunakan serta kita buat motif baru yaitu daun sepe,” ujarnya.

Deretan tenun khas yang dipamerkan dalam Festival Tanabae 2019

Sebelum bertemu Tim IKKON Kupang, para penenun menggunakan benang-benang yang dijual di toko-toko dengan berbagai warna. Dan harga jual untuk 1 selendang yang dibuat itu berkisar antara Rp.30.000—40.000,- saja.

“Pewarna alam itu digunakan pada benang katun. Jadi dari hasilnya, bisa dijual 1 selendang seharga Rp.100.000—200.000,-saja,” tutur Wisnu.

Bahkan hasil tenun kolaborasi tersebut, sudah dibawa dan dipamerkan pada Festival Bekraf di Solo dan animo pengunjung saat itu sangat tinggi serta hasil tenunan tersebut banyak menuai pujian.

Sementara itu, Elizabeth Selly selaku desainer tekstil tim IKKON Kupang, di sela-sela kesibukannya menjelaskan kepada para pengunjung yang melihat hasil kreasi tersebut mengatakan bahwa ada kurang lebih 8 (delapan) warna alam yang mereka hasilkan.

“Warna alam yang ditemukan dari tanaman sekitar 8 warna, yaitu merah sepe, lembayung, biru langit, coklat, kuning, hitam, warna gading sama warna krem,” jelas Elizabeth.

Elizabeth menjelaskan bahwa dari satu tanaman bisa menghasilkan beberapa warna tergantung campuran yang diberikan. “Tanaman yang digunakan yang itu-itu saja, seperti kulit pohon mahoni dan kulit pohon burung atau pohon secang. Warnanya tergantung dicampur dengan apa. Kalau dicampur dengan tawas itu akan menghasilkan satu warna, kalau dengan kapur itu warnanya berbeda lagi,” ujarnya.

Selain tanaman-tanaman tersebut, untuk pewarna alami digunakan bisa menggunakan kunyit dan pohon kersen. Elizabeth menjelaskan bahwa pihaknya dalam memilih warna selalu menyesuaikan dengan bahan alam yang ada, sehingga yang tidak bisa ditemukan tidak digunakan.

“Warna yang sulit ditemukan adalah warna biru, tapi akhirnya kami berhasil mendapat warna biru langit,” tuturnya.

Dirinya pun mengungkapkan adanya kemungkinan muncul lapangan pekerjaan baru serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, yaitu dengan produksi pewarna alam tersebut. “Bisa jadi. Karena dari Dekranasda juga memberikan bimbingan terkait pembuatan warna juga. Dan instruktur warna dekranasda pastinya banyak memberikan ilmu bagi masyarakat, “ jelas perempuan cantik asal Denpasar itu.

Elizabeth juga berterima kasih karena melalui kolaborasi tersebut dirinya juga belajar banyak hal dari Mama-mama perajin tenun di Penkase terkait warna alam dari bahan-bahan alam. “Saya memberikan ilmu desain, tapi saya juga belajar ilmu pewarna dari mama-mama di Penkase. Kita saling bertukar, itulah proses kolaborasi kita, “ pungkas Elizabeth.

Nama festival ‘Tanabae’ merupakan bahasa Kupang, dalam bahasa Indonesia baku ‘Tanah baik’, yang sebenarnya ingin disampaikan oleh tim IKKON Kupang bahwa Kupang adalah daerah yang penuh potensi. Biasanya orang-orang Kupang mengatakan ‘bae sonde bae tanah Kupang lebe bae’. Biar tanah lain lebih baik, tanah Kupang tetap lebih baik. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Bimtek Tingkat Pemahaman ASN Terkait Informasi Hukum Bagi ASN Pemkot Kupang

63 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam rangka menjamin terciptanya pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang terpadu dan terintegrasi di berbagai instansi pemerintah dan instansi lainnya, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Hukum Setda Kota Kupang menggandeng Badan Pembina Hukum Nasional (BPHN) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Kegiatan bimtek tersebut ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Kupang, yang dilaksanakan pada Rabu 16 Oktober 2019 di Hotel On The Rock Kupang.

Kasubag Dokumentasi dan Hukum Setda Kota Kupang, Max F. Reke dalam laporan panitia mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang betapa pentingnya dokumentasi dan informasi hukum, terkait dengan kebutuhan akan informasi hukum baik undang-undang maupun peraturan daerah lainnya.

“Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) sebagai wadah pendayagunaan bersama atas dokumen hukum secara lengkap, akurat, mudah dan cepat sehingga dapat diakses oleh semua masyarakat atau stakeholder yang membutuhkan,” jelas Max.

Sementara itu, Penjabat Sekda Kota Kupang, Elvianus Wairata dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka pendayagunaan bersama atas dokumentasi hukum baik antar instansi dengan instansi, pemerintah kabupaten/ kota, pemerintah provinsi maupun pusat, wadah tersebut tentunya memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai produk hukum.

“Ketika kita melaksanakan produk hukum, akan diwadahi oleh sistem JDIH yang terintegrasi, karena kita tau bersama bahwa semua informasi sekarang sudah sistem terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja, “jelas Wairata.

Lanjutnya, pemerintah memiliki tugas dan fungsi dalam melakukan pembinaan dan pemaparan sistem JDIH guna memberikan kemudahan akses yang lebih baik dan juga bisa memberikan informasi bagi masyarakat.

“Apalagi kita tahu bahwa di era digitalisasi dan industri 4.0, pemanfaatan teknologi dalam pengembangan berbagai informasi termasuk informasi hukum sangat vital,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional, Drs. Yasmon, M. I. S, mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajarannya yang berinisiatif melaksanakan kegiatan ini dan mengundang pihaknya untuk turut berpartisipasi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas terselenggaranya kegiatan ini. Tentu saja Wali Kota Kupang dengan semangat mencetuskan Kota Kupang sebagai Smart City, pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara online akan sangat penting,” jelas Yasmon.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Sub Bidang Penguatn dan Pemberdayaan Jaringan, Reinal Saputra, SH., MH dan Pranata Komputer Muda, Idham Ardiansyah, S. Kom. Kegiatan tersebut melibatkan 50 orang ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang dan akan berlangsung selama 2 hari. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

103 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang berkomitmen mendapatkan sertifikasi ISO pada akhir tahun 2019. Hal itu ditandai dengan melakukan pembenahan dan juga melengkapi dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001: 2015, yang diserahkan langsung oleh Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirston R. Riwu Korea, M.M., M.H. pada Selasa, 15 Oktober 2019.

Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan tanda terima oleh Direktur RSUD S. K. Lerik dengan Wali Kota Kupang disaksikan oleh Jemi Lawa, Tim pendamping ISO.

Jemi Lawa selaku pendamping dari Tim ISO kepada awak media menyampaikan bahwa ISO adalah sertifikasi internasional yang diberikan kepada setiap organisasi yang mampu menjalankan Sistem Standar Mutu secara baik, transparan dan terstandar.

Lanjutnya, untuk mendapatkan sertifikasi itu diperlukan upaya persiapan yang baik oleh suatu organisasi. “Upaya-upaya yang dilakukan adalah membenahi sistem manajemen yang ada di dalam suatu organisasi, “ jelas Jemi.

Penandatanganan tanda terima dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001 versi 2015 oleh Wali Kota Kupang

Menurutnya, Rumah Sakit S. K. Lerik berkomitmen mendapatkan sertifikasi ISO pada akhir tahun 2019 oleh lembaga sertifikasi independen. Sehingga sekarang dalam proses persiapan sertifikasi.

“Dan untuk melakukan sertifikasi dilakukan pembenahan sistem dokumen yang ada. Hari ini merupakan seremoni penyerahan salinan dokumen Pedoman mutu kepada Pak Wali Kota oleh Direktur RSUD S. K. Lerik, dalam rangka persiapan implementasi. Dan diharapkan akhir tahun 2019 RSUD S. K. Lerik mendapatkan sertifikasi ISO 9001 versi 2015 untuk sistem manajemen mutu, “ ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD S.K Lerik mengatakan bahwa semua persiapan telah rampung dan pihaknya siap untuk menyukseskan seluruh proses sertifikasi. “Seluruh pegawai RSUD S. K. Lerik berkomitmen menyukseskan Implementasi ISO 9001 : 2015 dan siap mengukir sejarah baru menuju layanan unggul berbasis sistem manajemen mutu,” ujarnya.

Penandatanganan tanda terima dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001 versi  2015 oleh Direktur RSUD S.K.Lerik

Dirinya menambahkan bahwa untuk sertifikasi kali ini akan berfokus pada unit gawat darurat (UGD)

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang menyebutkan bahwa proses sertifikasi tersebut merupakan tekad pemerintah dan pihak RSUD untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“Ini adalah perjuangan semua pihak di Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan RSUD S.K. Lerik bersertifikasi ISO. Pemerintah Kota Kupang telah bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sejak tahun 2018. RSUD S. K. Lerik merupakan salah satu perangkat daerah yang ditargetkan untuk pelayanan masyarakat, “ ujar Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H.

Lebih lanjut Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa RSUD S.K. Lerik memang belum tersertifikasi namun saat ini dalam tahap menuju sertifikasi, artinya sudah ada standar untuk dikerjakan bersama.

Standar ini menetapkan persyaratan sistem manajemen mutu, apabila organisasi perlu untuk mendemonstrasikan kemampuannya secara konsisten dalam menyediakan produk dan jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan perundang – undangan dan bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk proses untuk peningkatan sistem dan memastikan kesesuaian terhadap persyaratan pelanggan dan peraturan perundang – undangan.

“Saya percaya rumah sakit yang begitu canggih dan bagus ini tidak sia-sia, begitu juga dengan pelayanan yang bagus. Selain itu, secara bertahap kita akan terus memperbaiki kekurangan yang ada,” ujar Jefri Riwu Kore sapaan akrabnya.

Wali Kota Kupang berharap agar dengan mendapatkan sertifikasi ISO, RSUD S.K. Lerik memiliki pelayanan berstandar internasional yang tersertifikasi sehingga masyarakat mendapatkan kepastian pelayanan. Pemerintah Kota Kupang telah serius menerapkan standar internasional sehingga apabila nantinya akan ada kerja sama dengan investor maka pihak investor dapat mengetahui bahwa di Kota Kupang telah ada standar yang sama sehingga dapat menaikkan harkat dan martabat pemerintah Kota Kupang terutama ASN yang mendapatkan dan mengimplementasikan sertifikasi itu. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

PT. Dain Celicani Cemerlang Investasi Dana Tak Terbatas Suplai Air di Kota Kupang

148 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | PT. Dain Celicani Cemerlang menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Pemkot Kupang guna menangani krisis air bersih di Kota Kupang.

Dalam acara tersebut, Direktur Utama PT. Dain Celicani Cemerlang, David Suryabara, menyampaikan bahwa pihaknya siap berinvestasi untuk air bersih di Kota Kupang dengan dana tak terbatas.

“Saya siap berinvestasi dengan dana tak terbatas, asalkan masyarakat Kota Kupang bisa mendapatkan air bersih, “ucap David diruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa 8 Oktober 2019.

Pada kesempatan tersebut David menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan 2 (dua) sumber air baku yaitu Kali Liliba dan Kali Manikin dengan target masing-masing mampu menyuplai air bersih untuk Kota Kupang sebesar 100 liter per sekon (lps). “Kita akan membangun di Liliba itu 100 lps, kalau di Manikin kita lihat besok dulu, tapi saya targetnya 200 lps,” tutur David.

Direktur Utama PT. Dain Celicani Cemerlang, David Suryabara

David menjelaskan bahwa untuk bisa menyuplai air bersih sesuai targetnya maka dana yang dibutuhkan berkisar pada 75—100 miliar.

Selain itu, David berjanji bahwa dalam waktu 8 bulan air bersih sudah bisa mengalir di Kota Kupang, sehingga di targetkan akhir tahun 2020 masyarakat Kota Kupang sudah bisa menggunakan air bersih dari dua sumber air baku tersebut.

“Minggu depan tim kita sudah turun untuk melakukan feasibility study selama 2 bulan, setelah itu dipaparkan lagi kepada Pak Wali Kota dan dilakukan penandatanganan kerja sama. Setelah itu kita sudah mulai bekerja,” jelas David.

David sendiri menolak penggunaan sumber air bawah tanah (ABT) karena memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat di Kota Kupang, seperti yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia. “ABT itu sangat berbahaya. Bapa pernah dengar di Palu kan, sampai longsor semua. PDAMnya juga menggunakan ABT,” ujar David kepada awak media.

David sangat berharap bahwa pembangunan yang direncanakan tidak mendapat penolakan terutama para pengusaha air bersih dengan sumber air bawah tanah.

“Kita berharap tidak ada konflik dengan para pengusaha air bawah tanah, “ tutup David. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Krisis Air Bersih, Forasga Himpun Dukungan Bangun Bendungan Kolhua

159 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Forum aspirasi warga Kota Kupang (Forasga) melakukan aksi simpatik galang tanda tangan meminta gubernur NTT menyetujui pembangunan Bendungan Kolhua sebagai solusi air bersih di Kota Kupang.

Aksi tersebut merupakan ajakan bagi seluruh Warga Kota Kupang untuk bersatu menyuarakan krisis air bersih yang selama ini menjadi kepelikan di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forasga, Ferdinand Pello, disela-sela aksi yang dilakukan di Car Free Day (CFD) depan rumah jabatan gubernur, pada Sabtu, 21 September 2019, dimulai pukul 07.00—09.00 WITA.

Ferdinand menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih bagi 500 ribu warga Kota Kupang mencapai 812 liter per detik. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, baru memenuhi 46 persen dari total kebutuhan air bersih tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, melalui proses panjang terjadi peningkatan dari debit air dari 90 liter per detik, PDAM Kota Kupang menyuplai 140 liter per detik,” jelas Ferdinand.

Sementara itu, lanjutnya Pemerintah Kabupaten Kupang hanya mampu mendistribusikan 230 liter per detik. Sehingga total ketersediaan air bersih sebanyak 370 liter per detik dan ini belum memenuhi kebutuhan warga Kota Kupang.

Ketersediaan air baku di Kota Kupang, menurut Ferdinand sangat terbatas. Beberapa langkah strategis telah diambil oleh Pemkot, diantaranya menjalin kerja sama pelayanan dengan PDAM Kabupaten Kupang, memaksimalkan beberapa sumber air hingga membangun reservoir di beberapa lokasi.

“Walau begitu, langkah-langkah ini nampaknya belum sanggup menjawab seluruh kebutuhan,” ujar Ferdinand.

Beberapa alternatif solusi yang ditawarkan oleh Pemkot, yakni mengelola Bendungan Tilong yang selama ini dikelola BLUD SPAM Provinsi NTT, jelas Ferdinand sampai saat ini belum terealisasi.

“Alternatif paling tepat adalah pembangunan Bendungan Kolhua. Anggarannya 550 miliar sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Hanya saja terkendala persoalan lahan yang belum clear,” jelasnya.

Ferdinand menilai bahwa yang punya peranan penting dalam mengeksekusi rencana pembangunan tersebut adalah pemerintah Provinsi NTT, dalam hal ini Gubernur NTT.

“Jika bendungan Kolhua dibangun, maka kebutuhan masyarakat Kota Kupang 100 persen terpenuhi,” beber Ferdinand.

Dirinya menyebutkan bahwa Bendungan Kolhua mampu menyuplai air bersih sebanyak 671 liter per detik. Penambahan tersebut, lanjut Ferdinand mampu memenuhi bahkan Kota Kupang akan kelebihan air bersih dengan adanya Bendungan Kolhua.

“Saya minta gubernur untuk mengindahkan kepedulian masyarakat terhadap air bersih dan kami minta untuk bertemu langsung dengan Gubernur NTT,” tutup Ferdinand.

Sementara itu, Ketua Pemuda Klasis Kota Kupang, Ernest Blegur, S.E., M.M. juga turut memberi goresan tanda tangan diatas selebaran tersebut saat melakukan joging pagi di sepanjang arena tersebut.

Saat diwawancarai, Ernes menyampaikan apresiasi kepada Forum yang dipimpin oleh Ferdinan Pello itu, bisa menggelar suatu kegiatan yang kritis dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. “Pemerhati-pemerhati yang begini, saya bangga. Sehingga saya tulis Pemuda Kota Kupang dukung penuh,” katanya.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Provinsi tidak perlu terkontaminasi soal politik, apabila ada rakyat yang mengalami kesulitan dan meminta pelayanan untuk disejahterakan, maka demikian harus dijawab serta di penuhi.

“Pemerintah tidak boleh terkontaminasi dengan situasi politik, kalau soal kepentingan rakyat. Saya berani bicara begini karena persoalan air yang ada di ibu kota ini, masih ada orang pikul air dengan jeriken,” pungkas Ernes.

Ia juga berharap dengan penggalangan tanda desakan rakyat Kupang lewat Forum yang dipimpin Ferdinan Pelo sesegera bisa didengar, di mana setiap tanda tangan yang terpampang ini, adalah ungkapan hati insan kota yang menginginkan ketulusan kebijakan pro rakyat dari Pemprov NTT.

“Saya berharap Pak Viktor menggandeng orang-orang dan masyarakat Kolhua, dan tanggalkan kepentingan pribadi untuk memajukan Kupang sebagai ibu kota provinsi,” tandasnya.

Pantauan media Garda Indonesia, antusiasme masyarakat mendukung aksi tersebut sangat tinggi. Masyarakat mulai dari anak-anak usia SMP hingga orang tua, turut serta dalam aksi tersebut sebagai bentuk prihatin terhadap krisis air bersih di Kota Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Yeskial Loudoe Resmi Pimpin DPRD Kota Kupang Periode 2019—2024

317 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | PDI-Perjuangan sebagai partai politik yang mendapatkan suara terbanyak pertama untuk pemilihan DPRD Kota Kupang berhak untuk menempati kursi Ketua DPRD Kota Kupang periode 2019-2024.

Rapat paripurna penetapan pimpinan DPRD Kota Kupang yang digelar pada Jumat, 20 September 2019, bertempat di ruang sidang gedung DPRD Kota Kupang resmi menetapkan Yeskial Loedoe, S.Sos. yang sebelumnya juga menjadi Ketua DPRD Kota Kupang periode 2014—2019.

Penetapan tersebut dituangkan dalam keputusan DPRD Kota Kupang nomor 22/DPRD/KK/2019 tentang Penetapan Pimpinan DPRD Kota Kupang masa jabatan 2019—2024 yang dibacakan sekretaris DPRD Kota Kupang, Drs. Adrianus Lusi, M.M.

Rapat yang dipimpin oleh Yeskial Loedoe yang sebelumnya ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kota Kupang sementara, dihadiri oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirston R. Riwu Kore.

Pada posisi Wakil Ketua DPRD, ditempati oleh Padron Alviano S. Paulus dari Fraksi NasDem sebagai partai politik yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah partai PDI-P dan Christian Saeketu Baetanu dari partai Gerindra yang meraup suara terbanyak ketiga.

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Kota Kupang terpilih masa bakti 2019—2024. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)