Arsip Kategori: Berita Kota

Wawali Kota Kupang Imbau Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

73 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo, S.P., MAP., beserta rombongan dalam rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk Online Tahun 2020.

Kunjungan Kepala BPS Kota Kupang di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Sabtu, 15 Februari 2020 merupakan hari pertama Pelaksanaan Sensus Penduduk Online yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 15 Februari—31 Maret 2020.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka saat menerima kunjungan dari Kepala BPS Kota Kupang

Badan Pusat Statistik Kota Kupang sebagai penyedia data dasar akan melakukan Sensus Penduduk Online Tahun 2020 di wilayah Kota Kupang menggunakan metode kombinasi melalui pemanfaatan data Administrasi Kependudukan yang bersumber dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Wakil Wali Kota Kupang mengharapkan, dengan adanya sensus penduduk online ini, data kependudukan bisa tertata rapi dan lebih baik dari sebelumnya dan masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam sensus penduduk online. Dirinya mengimbau agar semua masyarakat Kota Kupang untuk aktif menyukseskan sensus penduduk 2020.

“Melalui sensus penduduk kita dapat mengetahui data kependudukan dan arah kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat. Adapun data yang harus disiapkan oleh warga antara lain adalah Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akta kelahiran, Buku Nikah (bagi yang sudah menikah) dan Surat Cerai (bagi yang pernah cerai),” ujar Kepala BPS Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/SPKP_chr)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Targetkan Bakal Bangun Enam Taman Kota di Tahun 2020

102 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang dalam kepemimpinan Dr. Jefritson Riwu Kore dan dr. Hermanus Man bertekad menyelesaikan pembangunan 6 (enam) Taman Kota di seputaran Kota Kupang bakal rampung di tahun 2020.

6 (enam) Taman Kota tersebut antara lain Taman Perdamaian, Taman Revolusi Mental, Taman Tagantong di depan Kantor Camat Kelapa Lima, Taman Koridor Tiga, Terminal Kupang (Kupang Square), dan Wisata Kuliner Laut di depan Hotel Aston.

Kepastian penyelesaian taman kota yang pembiayaan bersumber dari bantuan pemerintah pusat dan tidak menggunakan APBD Kota Kupang tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (sapaan akrab Wali Kota Kupang, red) dalam sesi Media Gathering Pemerintah Kota Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 16.00 WITA—selesai di Palaccio Room Aston Hotel Kupang.

Di hadapan para pemimpin media, wartawan media cetak, elektronik dan daring (online), Jefri Riwu Kore juga menyampaikan apresiasi kepada media dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020 dan mengacu pada Visi Misi Pembangunan Kota Kupang terkait penyelesaian masalah air bersih dengan memperkuat kelembagaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, sembako nasional, JKN KIS bagi warga kota, bedah rumah, beasiswa bagi 3.000 anak tak mampu, pembagian seragam sekolah, kacamata gratis, penataan Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oeba, bantuan pemberdayaan masyarakat pinggiran, gagasan taman dan ruang terbuka hijau yang menarik.

“Pada tahun 2020 ini bakal diselesaikan taman-taman di Kota Kupang,” ujarnya yakin.

Mengenai pembiayaan pembangunan taman kota, urai Jefri, untuk tahun 2020, Pemkot Kupang berupaya membangun enam taman dengan tidak menggunakan APBD tapi bantuan dari pusat.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh samuel dearthur

183 Kasus Demam Berdarah, Ini Imbauan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

76 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Pemkot melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan Instruksi Wali Kota Kupang nomor179/Dinkes.440.870/II/2020 tanggal 7 Februari 2020 yang menginstruksikan antara lain :

Pertama, Kepada Camat se-wilayah Kota Kupang segera mengoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) demam berdarah dengue di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Wali Kota Kupang;

Kedua, Kepada seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas. Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu Mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastik bekas, ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minum maupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air di sekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Wali Kota Kupang; dan;

Ketiga, Kepada para Lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Camat, tembusan kepada Wali Kota Kupang.

Menurut isi instruksi tersebut, untuk membebaskan Kota Kupang dari penyakit demam berdarah dengue, semua komponen masyarakat harus bahu membahu serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue sedini mungkin untuk menumpas semua telur dan jentik-jentik nyamuk.

Proses fogging di salah satu rumah warga Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang terhitung gencar melaksanakan pengasapan atau fogging terutama di wilayah Kelurahan yang diketahui terdapat kasus pasien tertular penyakit demam berdarah. Meskipun begitu, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bersifat sementara serta kurang efektif karena telur dan jentik yang ada pada tempat-tempat yang berpotensi dapat menampung air hujan tidak terbunuh karena fogging dan dalam kurun waktu lebih kurang satu minggu akan menjadi nyamuk Aedes Aegypti yang siap menularkan virus dengue.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. memerintahkan agar jajaran Pemerintah Kota Kupang segera melakukan penanganan agar kasus demam berdarah dengue yang sudah terjadi tidak bertambah dan meluas.

“Dinas Kesehatan Kota Kupang agar memberikan prioritas tinggi kepada kasus DBD, segera keluarkan imbauan, melakukan fogging dan menyiagakan seluruh jajaran Dinkes terutama di puskesmas dan pustu guna memberi perhatian penuh dalam penanganan pasien DBD serta mencegah pasien bertambah. Camat dan Lurah terus berkoordinasi, bekerja sama dengan seluruh komponen di Kelurahan untuk melakukan pencegahan salah satunya kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Tingkatkan kewaspadaan warga masing-masing terhadap penularan DBD,” perintah Wali Kota Kupang.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melalui pesan video berdurasi hampir 5 menit yang dikirim di grup whatsapp Perangkat Kecamatan menginstruksikan hal yang sama kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang. Wakil Walikota Kupang bahkan mengungkapkan bahwa sudah terdapat 183 kasus DBD di Kota Kupang, 3 diantaranya yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Maulafa atau daerah pelayanan Puskesmas Sikumana. Dirinya mengintruksikan serta menghimbau sebagai berikut:

  1. Lurah dan Camat mengoordinasi pelaksanaan kerja bakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;
  2. Melakukan abatisasi massal, untuk itu Para Lurah agar mengimbau warganya masing-masing agar menerima petugas atau mahasiswa yang datang ke rumah-rumah untuk membagi-bagikan abate, kemudian tiap-tiap warga agar menaburkan bubuk abate ke dalam tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing. Abate dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang dapat berkembang di dalam bak penampungan air;
  3. Kepada warga masyarakat, jika anak atau anggota keluarga lainnya demam lebih dari 2 hari agar segera dibawa ke Puskesmas, Pustu atau Rumah Sakit untuk dilakukan deteksi penyakit Demam Berdarah Dengue;
  4. Kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan segera melakukan pengobatan terhadap warga yang terdeteksi mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan;
  5. Kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang dhimbau agar melakukan fogging terutama pada wilayah yang terdapat kasus DBD dan selalu memantau terkait adanya kasus DBD ini.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan bahwa waktu melakukan fogging yang baik adalah waktu di mana kondisi cuaca tidak berangin, menurutnya waktu paling baik untuk melaksanakan fogging di pemukiman warga adalah di pagi atau sore hari.

Dinas Kesehatan Kota Kupang menurut pesan di grup whatsapp yang dikirim Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si akan melaksanakan survei jentik dan abatisasi terutama di wilayah Perumahan BTN Kolhua,

“Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk atau PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, Menguras, Mengubur dan Menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing. Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih 7 hari setelah kasus. Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang yang akrab disapa Dokter Retno itu melalui pesan singkat di grup whatsapp.

drg. Retnowati, M.Si menambahkan bahwa barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa serta tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Putu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas Pemkot Kupang) Foto utama oleh hallosehat.com
Editor (+rony banase)

Kota Kupang Siap Jadi Tuan Rumah Pesparani Provinsi dan Nasional 2020

84 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyukseskan Pesparani NTT pada 14—17 Mei 2020 dan Pesparani Nasional pada 28 Oktober—1 November 2020.

Pernyataan kesiapan Kota Kupang menjadi tuan rumah event rohani berskala nasional ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang saat menerima Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya.

Menurut dr Herman Man, Sebagai Event Rohani yang berskala provinsi dan nasional, pelaksanaan pesparani ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan Kota Kupang sebagai kota yang ramah dan layak menjadi tuan rumah pagelaran event nasional.

“Pesparani juga menjadi ajang sangat strategis untuk peningkatan ekonomi Kota Kupang karena pada saat yang bersamaan akan didatangi lebih dari 15.000 orang tamu dari luar NTT dalam tahun 2020. Ini jadi momentum emas kita. Kami berterima kasih dan siap menjadi tuan rumah untuk sukseskan acara ini,” ujar Wakil Wali Kota Kupang.

Dirinya mengatakan saat ini Kota Kupang didukung 67 hotel berbintang dan melati, 41 penginapan (homestay) juga ribuan kamar yang nyaman dan layak huni dengan total tempat tidur bisa mencapai 8.000. “Nah Ini bisa dimaksimalkan. Kita akan gelar koordinasi dengan semua pengusaha hotel resto pengusaha kuliner dan usaha jasa pariwisata lainnya untuk menyambut ribuan tetamu kita ini,” ungkapnya

Wakil Wali Kota Kupang juga langsung memerintahkan Kadis PU Kota Kupang untuk membereskan jalan-jalan kota dan lampu- lampu jalan yang masih macet terutama di jalan protokol dan di lokasi pegelaran lomba.

Terkait Kesiapan Delegasi Perparani Kota Kupang, lanjut Wakil Wali Kota Kupang, telah dipilih 220 orang peserta pesparani yang akan bertarung memperebutkan 13 mata lomba di tingkat provinsi bahkan siap menjadi wakil NTT di Pesparani tingkat nasional. “Semua peserta dari Kota Kupang siap berlatih selama 60 kali ke depan bahkan siap dikarantina selama seminggu di Hotel Naka Kupang,” bebernya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man dan Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya

Sementara itu, Ketua LP3K Provinsi NTT, Frans Salem dan Ketua Umum Pesparani NTT, Sinun Petrus Manuk kepada Wakil Wali Kota dan jajaran Pemkot yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut membahas berbagai persiapan terutama dan urgen tentang kesiapan penginapan dan hotel untuk menerima tamu Pesparani NTT yang jumlahnya diprediksi mencapai 3.000 orang dan Pesparani Nasional yang mencapai 12.000 orang.

Hal lain yakni kesiapan penataan kota, akses jalan menuju venue lomba, lampu jalan, kesiapan destinasi wisata yang bakal dikunjungi peserta, UMKM kuliner lokal dan suvenir, masalah keamanan dan semarak kota menjelang pesparani.

Frans Salem juga menegaskan dalam menyambut Pesparani NTT dan Nasional di Kota Kupang, akan digelar Lomba “Kelurahan Pesparani” di tingkat Kota Kupang.

Lomba Kelurahan Pesparani, urai Frans Salem, adalah bagian dari strategi pelibatan warga kota dalam memeriahkan pelaksanaan pesparani terutama kelurahan yang menjadi pintu masuk peserta baik dari laut, darat maupun udara juga kelurahan yang menjadi lokasi pegelaran dan venue pesparani yakni di Gelanggang Olahraga (GOR) Flobamora, Gereja Paulus, Aula Eltari, Gereja Asumptha, juga pintu masuk bandara, Pelabuhan Tenau, Bolok dan Lasiana arah timur Kota Kupang.

Adapun Panitia Pesparani yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Romo Dus Bone, Panitia yang juga Anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek, Yuvensius Tukung, dan Fidelis Nogor dr Bidang Promosi dan Publikasi. Sementara Wakil Walikota Herman Man didampingi Sekda Kota Kupang, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Kadis PU Kota Kupang, Kabag Kesra dan beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang tersebut diakhiri doa bersama yang dipimpin Romo Dus Bone, Pr dan foto bersama. (*)

Sumber berita (*/Fidel Nogor- Sekretaris Panitia Pesparani Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi)
Editor (+rony banase)

Tahun Baru Imlek, Wawali Herman : Warga Tionghoa Kota Kupang Punya Kontribusi

115 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Masyarakat Tionghoa Kota Kupang merayakan Tahun Baru Imlek 2020 yang diselenggarakan oleh CV Nam Group di Kelurahan Oesapa, pada Sabtu, 25 Januari 2020. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2571.

Dalam sambutannya atas nama Pemerintah Kota Kupang Wakil Wali Kota menyampaikan selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek bagi seluruh keluarga besar Tionghoa yang ada di Kota Kupang. Harapannya, tahun baru kali ini membawa kesejahteraan, kesuksesan, kesehatan dan umur yang panjang tidak saja bagi keluarga besar CV Nam dan keluarga Tionghoa saja, tapi juga bagi seluruh warga Kota Kupang.

Wawali Herman mengakui kehadiran keluarga Tionghoa di Kota Kupang memiliki arti yang besar. Bahkan sejarah Kota Kupang turut ditentukan juga oleh perjalanan masyarakat Tionghoa. “Mereka memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan & perkembangan ekonomi di Kota Kupang, bahkan di NTT dan Indonesia,” tutur dr Herman Man.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2020 oleh CV Nam Grup

Pimimpin CV Nam Group, Leonard Antonius (Aleong) menyampaikan perayaan Imlek dihelat dalam rangka berbagi kasih dengan anak-anak panti asuhan, seluruh karyawan dan warga sekitar. “Perayaan seperti ini telah kami selenggarakan kurun waktu 10 tahun terakhir. Untuk memeriahkan perayaan tersebut kami menyuguhkan atraksi ular naga dan barongsai yang diperankan oleh para karyawan CV Nam yang tergabung dalam sanggar seni Atoin Meto. Kami berharap dengan mendirikan sanggar seni Naga Atoin Meto, pariwisata NTT bisa makin lebih dikenal luas,” beber Aleong.

Turut hadir pada perayaan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Ince D. P Sayuna, SH, M.Hum, M.Kn, Pejabat yang mewakili Kapolda NTT, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Rengka, SST, Kadis Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si, Kepala Bidang dari Badan Kesbangpol Kota Kupang, Lurah Oesapa, Kiai Kia, A.Md serta rohaniawan dari Keuskupan Agung Kupang dan Sinode GMIT. (*)

Sumber berita dan foto (*/pkp_ans)

Editor (+rony banase)

Kerja Bakti ASN & PTT Pemkot Kupang Tata Bulevar Jalan El Tari & Adi Sucipto

82 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kota Kupang melaksanakan kerja bakti di bulevar sepanjang Jalan El Tari dan Adi Sucipto, pada Jumat, 24 Januari 2020. Kerja bakti itu atas instruksi Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Kamis, 23 Januari 2020.

Kerja bakti tersebut untuk meratakan gundukan dan bongkahan tanah di lokasi yang akan dipercantik dengan rumput dan bunga yang akan ditanam kemudian.

Tampak sejumlah pegawai dari berbagai instansi memadati ruas jalan El Tari hingga Jalan Adi Sucipto Penfui dengan membawa peralatan seperti sekop, cangkul, garpu, sapu lidi dan karung. Kerja bakti yang dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt itu dimulai sejak pukul 06.00 WITA.

Para Pimpinan Perangkat Daerah mengomandoi pegawai masing-masing agar bekerja sama meratakan tanah sesuai kaveling yang sudah dibagi sebelumnya. Tampak Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Camat Oebobo, Matheos A. H. T Maahury, Kepala Bagian Kerjasama, Johanes Assan, juga para pimpinan perangkat daerah lainnya yang juga turun langsung melaksanakan instruksi Wali Kota Kupang di lokasi yang telah ditentukan.

Sebelumnya Wali Kota Kupang mengatakan bahwa lokasi bulevar jalan El Tari, Frans Seda dan jalan Adi Sucipto ditimbun oleh tanah hitam agar bisa ditanami bunga dan rumput, lokasi tersebut akan ditata menjadi ikon kebanggaan Kota Kupang.

Jefri Riwu Kore yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran dan ASN Pemerintah Kota Kupang yang telah turut bagian dalam aksi nyata membangun Kota Kupang, dirinya berharap agar semangat perubahan ke arah yang lebih baik seperti slogan ‘Ayo Berubah’ terus dilakukan agar menjadi kebiasaan yang berdampak positif bagi daerah dan masyarakat Kota Kupang.

Untuk diketahui bahwa lokasi bulevar tersebut selama ini dibiarkan terbengkalai tanpa diurus. Wali Kota Kupang yang akrab dengan sapaan Jeriko berharap dengan adanya pengurukan tanah yang dilakukan ASN tersebut, maka pekerjaan seperti itu tidak perlu menggunakan dana APBN atau APBD melainkan swadaya ASN dan bantuan pihak ketiga. (*)

Sumber berita (*/PKP_sny)
Editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang Kukuhkan dr. Ari Wijana Jadi Kepala Bapenda Kota Kupang

156 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan Pejabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pada Selasa, 21 Januari 2020 di Ruang Rapat Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Kupang Nomor BKPPD.821 /70/D/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 tentang Pemberhentian / Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang, maka dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. diambil sumpah dan dikukuhkan untuk menduduki jabatan Kepala Bapenda Kota Kupang.

Pengukuhan tersebut menindaklanjuti penetapan Peraturan Wali Kota Kupang nomor 44 tahun 2019 tanggal 27 November 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 1 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Kupang, perlu menetapkan Peraturan Wali Kota tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.

“Pengukuhan ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan amanat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti melalui Perda 6 tahun 2019 dan Perwali 44 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah,” jelas Wali Kota Jefri ketika menjawab pertanyaan awak media.

“Badan Pendapatan Daerah diharapkan agar segera melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dibidang pendapatan daerah/pengelolaan pajak dan retribusi daerah dalam kerangka smart city dan semangat ayo berubah,” tambahnya.

Wali Kota Jefri berharap pejabat yang dilantik agar segera melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang baru sesuai amanat dalam peraturan perundang-undangan untuk meningkatkan pendapatan daerah demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi, kolusi serta nepotisme.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat mengambil sumpah dan melantik dr Ari Wijana menjadi Kepala Bapenda Kota Kupang

“Saya berharap Bapenda segera menciptakan atau membenahi sistem pemungutan pajak retribusi menjadi sistem online yang terintegrasi antara Pemkot dalam hal ini Bapenda, bank sebagai tempat setor pajak dan sistem payment milik pelaku usaha/perusahaan seperti perhotelan, restoran, outlet perdagangan dan usaha-usaha lainnya,” tukas Wali Kota Kupang.

Pembenahan sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara online

Mulai tahun 2020 ini diharapkan Pemerintah Kota Kupang melalui Bapenda segera menciptakan atau membenahi sistem pengelolaan pajak dan retribusi daerah online yang mewajibkan setiap perusahaan/pelaku usaha seperti perhotelan, restoran, outlet-outlet pergadangan dan lain-lain agar mengintegrasikan payment system usaha masing-masing dengan sistem pajak online milik Pemerintah Kota Kupang yang dikelola oleh Bapenda, sehingga setiap transaksi otomatis tercatat dalam sistem pemungutan pajak milik Pemkot Kupang.

“Dengan begitu, diharapkan tidak akan ada lagi pajak jasa atau perdagangan yang luput setor. Dengan adanya sistem online, setiap transaksi tercatat dalam sistem di Bapenda dan ditetapkan sebagai pajak yang wajib disetor pelaku usaha. Sistem ini juga diharapkan dapat meminimalisir kerugian daerah akibat salah dalam penetapan pajak,” jelas Walikota Kupang.

Untuk mewujudkan sistem dimaksud, Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Bapenda akan bekerjasama dengan bank-bank agar sistem pembayarannya dapat diintegrasikan dengan sistem pajak online Bapenda sebagai bank tempat menyetor pajak para pelaku usaha/perusahaan. Sedangkan untuk setiap pelaku usaha dan jasa yang beroperasi di Kota Kupang wajib mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan sistem pajak online Bapenda Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/Tika Nubatonis—Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

111 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/01/15/wali-kota-kupang-jefri-riwu-kore-bakal-terima-penghargaan-dari-menteri-agama/

Ucapan syukur dan terima kasih Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya usai menerima penghargaan pada Kamis, 16 Januari 2020 di Auditorium H. M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Wali Kota Kupang di antara para Kepala Daerah yang menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menerima Piagam Penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dengan Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi. Wali Kota Kupang hadir di antara para kepala daerah se-Indonesia lainnya untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan yang diterima Wali Kota Kupang, tentunya menjadi kebanggaan Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang sebagai bukti kepedulian Pemerintah Daerah terhadap umat beragama di Kota Kupang tanpa membeda-bedakan agama mana pun.

Dalam pidatonya, Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi menyebutkan bahwa Wali Kota Kupang menghibahkan tanah seluas 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Padahal beliau (Wali Kota Kupang, red) agamanya bukan Buddha, tapi beliau menghibahkan 942m² tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” kata Menteri Agama RI.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tika Nubatonis—Biro Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)