Arsip Kategori: Berita Kota

Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

155 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf dalam Pengelolaan Program Malaria GFATM Penguatan Komunitas Region Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 23 Februari 2021 bertempat di salah satu hotel. Pelatihan ini diprakarsai oleh  Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) selaku Principal Recipient (PR) untuk mengelola dana hibah dari Global Fund dalam rangka mendukung upaya eliminasi malaria di wilayah Indonesia Timur untuk tiga tahun ke depan.

Project Manager Malaria PERDHAKI, dr. Ari Hermawan dalam kegiatan pembukaan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengelolaan anggaran Malaria sejak tahun 2010 di berbagai tempat dan kembali dipercaya oleh Global Fund untuk tiga tahun ke depan, yaitu 2021—2023. “Tiga tahun mendatang kami diminta bergerak lebih dalam ke masyarakat sebagai Principal Recipient (PR) yaitu community base atau pendekatan berbasis komunitas,” ungkapnya sembari menyampaikan tujuan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas rekan sub recipient (SR) dan sub-sub recipient (SSR) dalam program malaria terutama kapasitas staf SR dan SSR baru dalam melakukan pengelolaan program, keuangan dan administrasi-logistik secara  optimal.

Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat bagi peserta yang berasal dari beberapa daerah di NTT yaitu dari Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Agung Ende. Dokter Ari Hermawan berharap pelatihan ini mampu menghasilkan sejumlah output yang maksimal dalam pengelolaan program Malaria.

Output tersebut antara lain, rekan SR dan SSR memiliki kemampuan dalam berkoordinasi dengan dinas terkait, memiliki indikator yang harus di capai, memahami sistem dan prosedur program, keuangan, M&E, logistik, dan administrasi,” ujar dokter Ari. Ditambahkannya, selain itu Rekan SR dan SSR diharapkan memiliki kemampuan program dan monitoring yang baik (Advokasi-BCC-Empowerment Program) serta dapat mengelola program secara baik, terprogram, akuntabel dan transparan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengungkapkan untuk di beberapa daerah di NTT, kasus Malaria masih menjadi penyebab kematian yang tinggi pada sarana-sarana kesehatan, meskipun untuk Kota Kupang sendiri sudah status eliminasi untuk tiga tahun terakhir. “Untuk beberapa daerah di NTT, penyakit Malaria sudah sangat familier bagi masyarakat bahkan sampai pada cara pengobatannya,” ucapnya dalam sambutan.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka pelatihan Program Eliminasi Malaria PERDHAKI NTT

Namun, dokter Herman Man mengatakan perlunya pengawasan terhadap beberapa jenis Obat Malaria yang beredar di masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi. Kepada peserta pelatihan, ia mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh peserta untuk diterapkan di lapangan.

Pertama, perlunya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen baru seperti community base atau pendekatan berbasis komunitas. Hal ini dicontohkannya seperti penanganan pandemi Covid-19 di Kota Kupang yang berbasis komunitas di tingkat mikro mulai dari RT/RW. Hal yang sama juga dilakukan terhadap penanganan stunting di mana perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Prinsip yang sama untuk penanganan malaria, perlu melakukan pendekatan pentahelix, bukan saja dari pemerintah tetapi melibatkan tokoh agama, pengusaha, akademisi dan pers yang diikuti dengan peningkatan sosialisasi di wilayah kerja masing-masing sehingga adanya pemahaman dan pengetahuan akan eliminasi malaria di tengah-tengah masyarakat secara baik dan benar,” jelas dokter Herman Man.

Kedua, yaitu skill atau ketrampilan. Diperlukan ketrampilan terutama dalam menggalang pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dokter Herman Man mengatakan tidak hanya teori, namun dibutuhkan pengalaman yang baik untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di dalam masyarakat. Diharapkannya simulasi dalam pelatihan ini dapat menambah pengalaman peserta.

Ketiga, mental atau attitude dalam pengelolaan sikap (Frame of Thinking) yang berkaitan dengan pemahaman akan metode dalam mengeliminasi malaria. “Sekarang teknologi semakin maju, metode-metode yang bagus harus diikuti dengan pola pikir dan sikap yang baik,” tuturnya. Ia berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat mewujudkan eliminasi malaria di berbagai daerah di NTT.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Papua Barat, Decky Walgiarno dari PR Tim PERDHAKI Pusat. Sementara peserta terdiri dari SR  Keuskupan Agung Kupang dengan jangkauan wilayah kerja dengan peserta yang mewakili Kabupaten Alor, Kabupaten Atambua , Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Kota Kupang sebanyak 10 orang, sedangkan peserta SR PWKA Ende dengan wilayah jangkauan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ende dan Lembata sebanyak 14 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp/Rdp*)

Editor (+roni banase)

Angka Kesembuhan Covid di RS S K Lerik 95,5%, dr. Lily: Kami Butuh Dukungan

924 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dokter Marsiana Halek, Direktris Rumah Sakit (RS) S K Lerik usai mengikuti sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Tahap II bagi tenaga pelayanan publik dan lansia pada Jumat, 19 Februari 2021 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, menyampaikan kondisi terkini dari pelayanan medis terhadap pasien covid di rumah sakit Pemerintah Kota Kupang tersebut.

Menurut dokter Lily, sapaan akrab dari Direktris RS S K Lerik yang telah mengabdikan diri lebih kurang 11 tahun dan turut mengambil bagian dalam perubahan rumah sakit masyarakat Kota Kupang itu pun meminta atensi, dan dukungan moral masyarakat terhadap pelayanan dan pengabdian tenaga medis.

“Saat dalam situasi pandemi Covid-19, kami butuh dukungan moral dari masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dan jangan sudutkan kami dalam pemberitaan miring,” urai dr Lily kepada Garda Indonesia terkait beberapa pemberitaan mengenai kondisi ruangan rumah sakit “kumuh dan tak terurus” saat kunjungan Wali Kota Kupang pada Selasa, 16 Februari 2021.

Ia pun mengungkapkan bahwa ruangan tersebut merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 2007. “Karena bangunan tersebut tidak layak pakai, maka kami tinggalkan dan membangun gedung baru yang dipakai saat ini,” urai Direktris RS S K Lerik.

Saat ini, imbuh dr Lily, ketersediaan ruangan perawatan di RS S K Lerik selalu penuh. “Ruang perawatan selalu penuh (full). Tersedia ruangan untuk Ibu Hamil, Pasien Umum, ICU Covid, Ibu Melahirkan dari Pasien Covid. Jadi ruangannya berbeda,” terangnya.

Sementara itu, urai dr. Lily, angka kesembuhan Covid-19 Rumah Sakit S K Lerik sebesar 95,5 persen di atas angka WHO 74,75 persen, kemudian angka kematian di bawah WHO. “Di RS S K Lerik sebesar 2,2 persen sedangkan standar WHO 3,4 persen, itu pun kita lihat pasien berasal dari rujukan rumah sakit lain,” ujarnya.

Data pasien Covid yang dirawat di RS S K Lerik, tandas dr. Lily, jumlah pasien yang dirawat sampai saat ini (Jumat, 19 Februari 2021) sebanyak 410 pasien, 20 pasien sementara masih  dalam perawatan, dan 371 pasien sudah dinyatakan sembuh dengan presentasi 95,13.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh faktahukum.com

Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Kupang Ada di Wilayah Interaksi Tertinggi

508 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man saat sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Tahap II bagi tenaga pelayanan publik dan lansia yang dihelat pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, mengungkapkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang terdapat di wilayah dengan tingkat interaksi tertinggi.

“Kasus positif Covid-19 terbanyak berada pada wilayah dengan aktivitas ekonomi tertinggi,” ungkap Wakil Wali Kota Kupang kepada para peserta sosialisasi dari lembaga perbankan, swasta, camat, dan instansi terkait seraya menyampaikan pernah memarahi dan menegur sebuah bank swasta karena para nasabah banyak yang tak menggunakan masker.

Total kasus kematian Covid di Kota Kupang, tandas dokter Herman Man, hingga Kamis, 18 Februari berjumlah 144 orang (bertambah 22 orang meninggal) yang mana sebelumnya pada 14 Februari jumlah kasus meninggal sebanyak 122 orang.

Data dari Satgas Covid-19 Kota Kupang per Kamis, 18 Februari 2021, kasus terpapar Covid-19 di Kota Kupang mencapai 3.813 orang, masih dirawat 1.620 orang (isolasi mandiri di rumah sebanyak 1.490 dan di rumah sakit sebanyak 130 orang), sembuh sebanyak 2.104 orang dan total meninggal 144 orang. Adapun total populasi Warga Kota Kupang berdasarkan data BPS Kota Kupang (data 2019) sebanyak 463.351 jiwa.

Sementara, kasus tertinggi Covid-19 di 6 (enam) kecamatan di Kota Kupang, ditempati oleh Kecamatan Oebobo dengan jumlah kasus sebanyak 532 orang terpapar. Saat ini Kecamatan Oebobo dibagi menjadi 7 wilayah kelurahan, yaitu: Oebobo, Oetete, Oebufu, Fatululi, Kayu putih, Tuak Daun Merah, dan Liliba. Jumlah penduduk sebanyak 106.342 jiwa yang tersebar di luas wilayah 14,22 km2.

Kasus tertinggi kedua ditempati oleh Kecamatan Kota Raja dengan jumlah penduduk 64.394 jiwa dan luas wilayah 6,10 km2 dan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 325 orang terpapar, yang mana terdapat 8 (delapan) kelurahan yakni Naikoten I, Naikoten II, Nunleu, Airnona, Bakunase, Bakunase II, Fontein, dan Kuanino.

Urutan ketiga ditempati oleh Kecamatan Maulafa dengan jumlah penduduk 98.722 jiwa dengan luas wilayah 54,80 km2 dan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 300 orang yang tersebar di 9 wilayah kelurahan yaitu Maulafa, Kolhua, Belo, Fatukoa, Sikumana, Naikolan, Oepura, Naimata, dan Penfui.

Selanjutnya, sebaran kasus Covid di Kota Kupang berada di 5 (lima) Kelurahan (Kelapa Lima, Oesapa, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, dan Lasiana) pada Kecamatan Kelapa Lima sebanyak 218 terpapar. Kecamatan ini memiliki luas 15,31 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 76.573 jiwa.

Sementara itu, terdapat 184 orang terpapar Covid-19 di Kecamatan Kota Lama yang memiliki luas 3,22 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 41.029 jiwa yang tersebar di 10 (sepuluh) kelurahan di antaranya Kelurahan Oeba, Merdeka, Bonipoi, Airmata, Lae Lae Bissi Kopan (LLBK), Solor, Tode Kisar, Fatubesi, Nefonaek, dan Pasir Panjang.

Kasus terendah Covid-19 berada di  Kecamatan Alak dengan kasus terpapar sebanyak 151 orang. Dengan jumlah penduduk sebanyak 76.291 jiwa yang tersebar di luas wilayah 86,91 km2, Kecamatan Alak memiliki 12 kelurahan yakni Alak, Batuplat, Fatufeto, Mantasi, Manulai II, Manutapen, Naioni, Namosain, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Nunhila, dan Penkase Oeleta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Aksi Humanis Lurah Fatubesi Edukasi Warga Terpapar dan Terkait Covid-19

352 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagian kita pasti merasa malu atau enggan untuk menyampaikan bahwa kita telah terpapar corona virus disease (Covid-19), namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Wayan Astawa terhadap warganya yang terpapar Covid-19, menarik dan patut dijadikan contoh.

Model pendekatan yang dilakukan oleh Lurah Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menarik untuk diulas, namun bukan untuk dielus. Kepada Garda Indonesia pada Selasa siang, 16 Februari 2021, Wayan Astawa membeberkan cara kerjanya dalam memahami kondisi warganya yang terpapar Covid-19 dengan mengunjungi mereka dari rumah ke rumah.

“Di wilayah Fatubesi, posisi saat ini (Februari 2021) terdapat 42 orang yang terpapar Covid-19 dan terdapat tambahan informasi mandiri dari keluarga dan Ketua RT, ada penambahan 5 orang positif Covid-19, sehingga menjadi 47 orang positif,” urai Wayan Astawa.

Lurah Fatubesi, Wayan Astawa saat mengunjungi warga terpapar Covid-19

Lurah Fatubesi yang giat memberikan edukasi humanis di media sosial ini pun membeberkan cara kerja Gugus  Tugas Covid-19 Kelurahan. “Kami bekerja dalam tim, ketika ada informasi warga terpapar Covid-19, lalu saya turun ke lokasi untuk mengecek melalui RT/RW dan mengontak mereka untuk mau di-tracing dan di-swab. Lalu, tim surveyor, puskemas pembantu (Pustu) dan Puskesmas Pasir Panjang, maka laporan masuk ke Gugus Tugas Kelurahan,” urainya.

Kemudian, imbuh Lurah Fatubesi, setelah data masuk, maka warga terpapar Covid-19 diberikan bimbingan kesehatan termasuk obat-obatan berupa vitamin. “Karena dari 3 tim gugus tugas, 2 tim sakit (terpapar Covid-19, red), maka saya yang mengambil alih mengantar obat-obatan itu ke mereka,” ungkapnya.

Dari total 47 Warga Fatubesi yang terpapar Covid-19, urai Wayan Astawa, sekitar 50—60 persen telah dinyatakan negatif atau sembuh. “Data warga terpapar Covid-19 terus berkembang, namun warga yang saya kunjungi tidak ada yang sakit berat atau sekarat (tidak ada yang diisolasi di rumah sakit, red). Puji Tuhan hingga saat ini belum ada yang meninggal dunia akibat Covid-19,” ujarnya.

Wayan Astawa saat berdialog dengan penyintas Covid-19 di Kelurahan Fatubesi

Kelurahan Fatubesi, ungkap Wayan Astawa, dari data warga yang telah sembuh dari Covid-19, pihaknya menyediakan data Penyintas Covid-19. “Kami mendata para penyintas, agar mereka dapat menjadi pendonor plasma darah,” ucapnya.

Lanjut Lurah Fatubesi yang terkenal humoris dan humanis ini, penerapan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) seharusnya sudah sangat membantu untuk melakukan interaksi dan menekan laju penyebaran Covid-19. “Namun, yang terpenting adalah memberikan penguatan secara psikologis kepada warga terpapar Covid-19, karena jika imunitas naik dan terpelihara, maka mereka akan stabil,” tegasnya sembari menyampaikan bahwa jika kita dalam keadaan riang dan gembira, maka kita tak merasa sedang sakit.

Warga Fatubesi, kata Lurah Wayan Astawa, memang membutuhkan vitamin sebagai asupan fisik dan kedekatan emosional sebagai obat psikis. “Itu cara pendekatan saya, karena Covid-19 tak ada obat. Setelah mengonsumsi obat, maka untuk imunitas, dia membutuhkan perhatian dan hiburan agar jangan stres menghadapi masa isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan Kelurahan Fatubesi kepada penyintas Covid-19 dari golongan ekonomi tak mampu

Wayan Astawa pun mengungkapkan Kelurahan Fatubesi juga memberikan perhatian kepada para warga terpapar Covid-19 yang secara ekonomi tak mampu. “Tak semua kami bantu memberikan sembako, namun khusus kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujarnya seraya mengungkapkan bantuan tersebut merupakan upaya sendiri.

Lalu, terkait penerapan protokol kesehatan dan imbauan kepada para pedagang di Pasar Oeba untuk menaati 3 M, Lurah Fatubesi Wayan Astawa, menandaskan interaksi masyarakat tertinggi berada di pasar. Ia menegaskan bahwa meski tak masuk dalam wilayah administrasi (pengawasan dari Kelurahan Fatubesi), namun ia tetap konsisten memberikan edukasi kepada para pedagang.

“Saya tetap memberikan imbauan yang dikemas dalam bentuk kelakar atau gurauan, karena mereka (pedagang pasar,red), tetap sakit jika terpapar,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/facebook/koleksi pribadi)

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Sembuh Covid-19

185 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Usai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah jabatan, pada Senin, 15 Februari 2021, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Dua pekan sebelumnya, Jubir Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, melalui konferensi pers kepada para awak media, mengonfirmasi bahwa Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil swab PCR yang keluar pada Senin pagi, 1 Februari 2021.

Pasca-dinyatakan negatif Covid-19, Jefri Riwu Kore memantau sejumlah ruangan di Rumah Sakit S K Lerik. Didampingi Nyonha Hilda Riwu Kore Manafe, ia menyatakan prihatin dengan kondisi sejumlah bangunan di RS SK Lerik yang sudah mulai tampak kumuh.

Wali Kota Jefri yang dikenal dengan gaya blusukan ini berkomitmen untuk melakukan perombakan total sejumlah ruangan di RS SK Lerik agar lebih tertata rapi. Beberapa ruangan yang disekat menggunakan tripleks diminta untuk dibongkar, sementara warna tembok yang sudah kusam.

Ia pun meminta untuk segera diganti dengan yang baru dan saat mendapati sejumlah ruangan tampak tidak lagi terpakai dan dijadikan gudang oleh manajemen rumah sakit, ia langsung menginstruksikan agar ruangan-ruangan diperbaiki dan ditata kembali agar dapat difungsikan dengan baik.

“Perlu dirapikan rumah sakit ini, harus dibersihkan, bangunannya tampak kumuh, catnya diganti, cat yang sekarang sudah kusam, tidak bagus, nanti pakai warna yang bagus,” tandas Wali Kota Jefri saat didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Rumah Sakit SK Lerik, Andreas Woli. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (/*PKP_sny)

Editor (+roni banase)

Warga Tak Mampu Penderita Covid di Kota Kupang Dapat Vitamin & Inap di Hotel

551 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil  Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sesi penyerahan bantuan tabung oksigen pada Senin, 8 Februari 2021; menyampaikan akan berusaha keras mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Sesuai rilis yang diperoleh Garda Indonesia dari PKP Pemkot Kupang, untuk pasien positif yang berkategori sedang dan ringan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing dan mengonsumsi ramuan yang diakui oleh BPOM dan sesuai surat edaran Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan RI seperti kelor, jahe, kunyit dan lainnya.

Pemprov NTT, ungkap Nae Soi, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang akan mengadakan vitamin dan obat anti virus yang akan didistribusikan kepada masyarakat. “Untuk rencana tersebut, Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.80 miliar (delapan puluh miliar rupiah),” ujarnya.

Diakui Nae Soi, Pemprov memberi perhatian lebih untuk Kota Kupang karena kondisi saat ini butuh penanganan serius. Namun, dipastikannya kabupaten lain juga tentu diperhatikan dan mendapat dukungan dari  Pemprov untuk penanganan covid 19. “Prinsip kami keselamatan manusia no compromise, keselamatan rakyat di atas segala-galanya. Karena kami adalah pelayan masyarakat, maka wajib hukumnya kami melayani masyarakat,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man pun menyampaikan hingga saat ini, setelah pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diakuinya kepatuhan masyarakat Kota Kupang dalam penerapan protokol kesehatan sudah makin baik. Namun, diakuinya masih ada juga beberapa yang melanggar sehingga petugas masih terus melakukan “Operasi Pro Kasih” setiap hari.

Wagub NTT Josef Nae Soi dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man saat penyerahan secara simbolis tabung oksigen kepada 10 rumah sakit di Kota Kupang, foto oleh PKP Pemkot Kupang

Pemkot Kupang, urai dokter Herman Man, telah merancang konsep penerapan PPKM tingkat mikro. Saat ini tengah dalam tahapan final konsep terutama tentang bagaimana koordinasi tingkat kelurahan, kecamatan serta koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Dokter Herman Man mengungkapkan Pemkot Kupang tengah berencana menyediakan fasilitas isolasi bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19. “Penentuannya berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat yang memastikan orang tersebut tidak mampu secara ekonomi dan memiliki rumah yang tidak layak untuk dilakukan isolasi mandiri. Pasien tidak mampu tersebut akan dirawat selama 10 hari dan diberikan vitamin serta obat yang disarankan bagi pasien positif Covid-19,” alasnya.

Senada, saat sesi jumpa media di beranda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang, 9 Februari 2020, dokter Herman Man menegaskan agar masyarakat mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan agar laju penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Untuk isolasi mandiri terpusat, imbuhnya, Pemkot Kupang menyediakan vitamin B, C, dan D serta 10 buah masker selama 10 hari.

Lanjut dokter Herman Man, jika isolasi mandiri di hotel, maka Pemkot Kupang menyediakan fasilitas kamar hotel seharga Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang/hari selama 10 hari dikhususkan bagi keluarga miskin sesuai data basis terpadu dari Dinas Sosial, orang dengan kondisi perumahan tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah, kondisi gizi buruk, punya penyakit penyerta (kormobid).

“Namun, jika pada hari keempat atau kelima harus dirawat di rumah sakit, maka berhenti bayar dan dilanjutkan perawatan di rumah sakit. Saat ini, telah tersedia 100 tempat tidur di hotel dan akan terus dicari di 6 (enam) kecamatan,” urainya seraya menandaskan bahwa juknis sementara disiapkan dan hampir final.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

PPKM Tahap Ketiga di Kota Kupang Berlaku 14 Hari Sejak 10 Februari 2021

604 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang kembali melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), yang mana melanjutkan PPKM tahap kedua yang berakhir pada Selasa, 9 Februari 2021. Demikian penegasan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sesi jumpa media di beranda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang, 9 Februari 2021.

PPKM tahap ketiga, jelas dokter Herman Man, berlaku efektif pada Rabu, 10 Februari 2021 hingga 14 (empat belas) hari ke depan. “Untuk mall dan toko, kami berikan kelonggaran hingga pukul 21.00 WITA (9 malam), jadi selama ini hanya hingga pukul 19.00 WITA (7 malam), namun harus memberlakukan protokol kesehatan,” urainya seraya menegaskan bahwa yang bakal ditegur adalah pengelola atau pemilik toko/mall.

Perpanjangan PPKM, imbuh dr. Herman Man, Pemkot Kupang telah memberikan kelonggaran, namun harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. “Petugas gugus tugas akan melakukan patroli malam dan jika ditemukan ada pelanggaran, maka akan diberikan sanksi,” tegasnya.

Terkait dengan kegiatan ibadah, terang dr Herman Man, Pemkot Kupang memberikan izin kepada semua tempat ibadah untuk menghelat ibadat dengan menerapkan 50 persen dari total daya tampung.

Mengenai rencana penerapan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) atau pembatasan di level mikro di lingkup  RT/RW, terang dr. Herman Man, jika daerah tersebut memenuhi syarat, maka akan diberlakukan. “Sesuai kategori menteri, daerah tersebut masuk zona oranye dan merah yang bakal ditutup di lingkup RT/RW,” tandasnya.

Untuk diketahui, wacana PSBK diberlakukan dengan menerapkan jam malam dan siskamling dari pukul 21.00—05.00 WITA dan Pemkot Kupang bakal memberdayakan Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kelurahan. “Para petugas di semua kelurahan akan memperoleh uang lembur sesuai nomenklatur dan telah dihitung. Semua Camat juga diberikan kewenangan untuk berkoordinasi dengan menggunakan radio ORARI dan HT,” tandas Wakil Wali Kota Kupang.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

10 RS di Kota Kupang Dapat Jatah 300 Tabung Oksigen dari Pemprov NTT

166 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sepuluh rumah sakit yang berlokasi di Kota Kupang, menerima bantuan oksigen dari Pemprov NTT yakni RSUD W.Z. Johannes mendapat 50 tabung, RSUD S.K. Lerik 50 tabung, RS. St. Boromeus 20 tabung, RS Leona 20 tabung, RS Bhayangkara 15 tabung, RS Wirasakti 15 tabung, RS Kartini Kupang 10 tabung, RS  TNI AL. Lantamal Kupang 5 tabung dan RSJ Naimata 5 tabung.

Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Gubernur (Wagub) Josef Nae Soi kepada perwakilan dari masing-masing rumah sakit yang berlangsung di Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, pada Senin, 8 Februari 2021 dan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man.

Penyerahan secara simbolis tabung oksigen kepada RS Bayangkara

Jatah 300 tabung oksigen tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit saat ini dalam menangani pasien Covid-19. Untuk tabung yang tersisa akan dijadikan stok yang akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dari rumah sakit.

Wagub Nae Soi mengakui saat ini stok oksigen di Kota Kupang masih kurang. Namun, dia memastikan hari ini Senin, 8 Februari, ada 900 kontainer tabung oksigen milik pihak swasta yang sedang bongkar muat di pelabuhan, dan bakal menjamin ketersediaan stok oksigen di Kota Kupang.

Sebelum penyerahan tabung oksigen di RSJ Naimata, dr. Herman Man berkesempatan menemui Wagub dan Sekda Provinsi NTT, guna membahas sejumlah hal termasuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)

Editor (+roni banase)