Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

“Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Loading

Selama ini, PLN tidak bisa melayani masyarakat di sana karena memang terkait izin wilayah usaha yang dipegang oleh PT Mikro Kisi sehingga jika sudah dialihkan wilayah usaha, maka PLN akan segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa tersebut.

 

Waingapu | Kebutuhan akan hadirnya listrik di suatu daerah secara kontinu itulah yang di harapkan oleh semua warga masyarakat, demikian halnya dengan masyarakat 5 desa dan 1 dusun di Kabupaten Sumba Timur yaitu Desa Tawui, Desa Lailunggi, Kecamatan Pinu Pahar juga Desa Pramadita, Desa Tandula Jangga, dan Desa Praiwitu serta satu dusun, yakni Dusun Nggongi di Kecamatan Karera akan segera terwujud. Hal ini terungkap saat pertemuan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sumba (PLN UP3 Sumba) dengan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur di kantor Bupati Sumba Timur pada Senin, 28 April 2025.

Pada pertemuan tersebut, Manager PLN UP3 Sumba menyampaikan kepada bupati dan wakil bupati hasil rapat dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM pada Rabu, 23 April 2025 yang menyepakati bahwa wilayah usaha (Wilus) kelistrikan yang selama ini dikelola oleh PT Mikro Kisi yang berada di Kabupaten Sumba Timur akan segera dialihkan ke PLN. Wilayah tersebut meliputi lima desa dan satu dusun, yakni Dusun Nggongi dan telah direncanakan oleh PLN melalui Program Listrik Desa dan Listrik Dusun (Lisdes/Lisdus) dibangun jaringan listrik pada tahun 2026—2027.

Nikolas Denis Adrian Manager PLN UP3 Sumba menyampaikan sesuai hasil rapat dengan DJK telah disepakati bahwa Wilus Mikro Kisi yang ada di Sumba akan segera dialihkan ke PLN. DJK sangat mengharapkan agar proses transisi dapat berjalan lancar. “Kami dari PLN juga berupaya agar sebagian wilayah bisa direalisasikan lebih awal, seperti Dusun Nggongi, dan Desa Tandula Jangga jika memungkinkan secara anggaran,” ujarnya.

Nikolas juga menambahkan PLN berharap adanya sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal proses penyambungan listrik bagi masyarakat terkhusus masyarakat prasejahtera. “Kami mohon dukungan Pemda agar dapat berkolaborasi dalam upaya proses penyambungan baru listrik (PB) diwilayah-wilayah tersebut,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut ,Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., Bupati Sumba Timur menyatakan kesiapan mendukung penuh rencana tersebut dalam upaya percepatan Rasio Elektrifikasi (RE) Sumba Timur. “Kami akan mengupayakan penganggaran penyambungan listrik melalui dana desa, khusus untuk calon pelanggan dari masyarakat kurang mampu. Bagi warga yang mampu, kami imbau untuk melakukan pembayaran biaya penyambungan secara mandiri,” pintanya.

Sebagai tindak lanjut, PLN akan mengirimkan daftar calon pelanggan berdasarkan survei awal kepada Pemkab Sumba Timur untuk dilakukan pendataan ulang. Proses ini akan melibatkan kepala desa setempat serta dilakukan sosialisasi bersama.

General Manager PLN UIW NTT, Fransiskus Eko Sulistyono menyambut baik akan rencana pengalihan wilayah usaha kelistrikan yang ada di Sumba Timur. ”Tentu kami mendukung setiap kebijakan pemerintah melalui DJK untuk pengalihan wilayah usaha kelistrikan yang sebelumnya dikelola oleh PT Mikro Kisi di Sumba Timur. Selama ini PLN tidak bisa melayani masyarakat di sana karena memang terkait izin wilayah usaha, sehingga jika sudah dialihkan wilayah usaha maka PLN akan segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa tersebut, namun tentu melalui proses secara bertahap,” ujarnya.

Lebih Lanjut Eko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sumba Timur atas dukungan untuk penyambungan listrik untuk masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah terpencil dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.(*)

Sumber (*/tim PLN UIW NTT)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target PLN UIP Nusra, SMK di Ruteng Jadi Pusat Konversi Motor Listrik

    Target PLN UIP Nusra, SMK di Ruteng Jadi Pusat Konversi Motor Listrik

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 1Komentar

    Loading

    Ruteng, Komitmen PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) dalam pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) di wilayah Nusa Tenggara terus berlanjut. Setelah SMKN 3 Mataram sukses memperoleh sertifikat bengkel konversi pertama di NTB, PT PLN (Persero) UIP Nusra selanjutnya menargetkan SMK Swasta Santo Aloysius di Ruteng, Kabupaten Manggarai dapat menjadi pusat pengembangan motor […]

  • 500 Ribu Vaksin Janssen Sekali Suntik dari Pemerintah Belanda Tiba di Indonesia

    500 Ribu Vaksin Janssen Sekali Suntik dari Pemerintah Belanda Tiba di Indonesia

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah kembali menambah pasokan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan program vaksinasi nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia kedatangan vaksin Janssen (Johnson & Johnson) sejumlah 500 ribu dosis dalam bentuk jadi, melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 11 September 2021. “Ini adalah kedatangan dukungan kerja sama Belanda yang […]

  • 1 Kasus Positif Covid-19 dari Sumba Timur & 2 dari Nagekeo, Total 85 Kasus di NTT

    1 Kasus Positif Covid-19 dari Sumba Timur & 2 dari Nagekeo, Total 85 Kasus di NTT

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 3 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. kepada awak media pada Senin […]

  • Instalasi 13891 Listrik Gratis di NTT Tahun 2025, Kolaborasi PLN dan Kementerian ESDM

    Instalasi 13891 Listrik Gratis di NTT Tahun 2025, Kolaborasi PLN dan Kementerian ESDM

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dan pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses listrik secara mandiri, sekaligus meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) di NTT.   Kupang | Cahaya keadilan energi kini menyentuh ribuan rumah tangga prasejahtera di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sepanjang tahun 2025, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW […]

  • 4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Siang hari ini saya sampaikan informasi penting bahwa dari hasil pemeriksaan 97 swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dengan menggunakan PCR Real Time dan yang terbaru menggunakan uji coba Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi […]

  • BPS NTT: Pada 2045 Provinsi NTT Tidak Mengalami Bonus Demografi

    BPS NTT: Pada 2045 Provinsi NTT Tidak Mengalami Bonus Demografi

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045 di mana penduduk usia produktif (usia 15—64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif (berusia dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun). Hal berbeda di alami oleh Provinsi NTT, di mana diprediksi NTT tidak akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045. […]

expand_less