Arsip Kategori: Religi

Perdana, Pesparani Katolik Tingkat Kota Kupang Wadah Menjalin Persaudaraan

55 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Kota Kupang didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dengan menggelontorkan dana sebesar Rp.460 juta. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man pada acara pembukaan pada Selasa, 5 November 2019.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua LP3K Kota Kupang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota DPRD Kota Kupang yang telah menyepakati anggaran pembiayaan kegiatan tersebut.

Lanjutnya, kegiatan yang mengangkat tema ‘Katong Semua Basodara’, merupakan wujud kerukunan antar umat beragama yang dibangun di Kota Kupang.

Ia mengilustrasikan tema kegiatan tersebut seperti MotoGP, di mana yang dikaguminya adalah motor yang ditunggangi sang juara dunia 8 kali, Marc Marquez. Pada salah satu bagian motor Repsol Honda tersebut terdapat tulisan ‘satu hati’ dan bagian lainnya ‘one heart’. Kedua tulisan tersebut memiliki makna yang sama yakni tentang persatuan atau persaudaraan.

Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut yang harus dibangun melalui Pesparani Katolik perdana di Kota Kupang tahun 2019. Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar umat seperti yang digariskan dalam tema besar yang diusung tahun ini.

“Barangkali kita ambil momen ini. Mari kita bersatu padu. Bukan hanya umat Katolik tetapi dengan saudara-saudara kita,” pintanya.

Selain itu, Hermanus menilai bahwa dalam perlombaan MotoGP, para pembalap mengatur kecepatannya sedemikian rupa sehingga bisa memperoleh juara. Hal tersebut yang harus dilakukan pada Pesparani Katolik tahun ini, di mana para peserta harus mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik.

“Ada irama cepat ada lambat. Barangkali tema ini cocok untuk kita angkat di Kota Kupang. Kalau honda bisa jadi juara. Air, karet,besi bisa jadi juara mengapa kita sesama manusia tidak bisa jadi juara”, tandasnya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr.Herman Man beserta istri, Ketua DPRD Kota Kupang dan panitia Pesparani 2019

Pada tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskial Loudoe dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesparani kali ini merupakan Pesparani Katolik perdana yang dilaksanakan di tingkat Kota Kupang. Ia menyebutnya sebagai momen yang sangat penting.

“Ini momen yang mempertemukan umat Katolik di masing-masing Paroki. Bukan hanya mempertemukan, juga untuk menjalin kasih persaudaraan umat Katolik di Kota Kupang”, ujarnya.

Lanjutnya, para peserta tidak boleh mengharapkan juara namun menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini sebagai bentuk persiapan dalam menyambut Pesparani Nasional.

Menurutnya yang harus dibangun dalam kegiatan tersebut adalah semangat persatuan dan persaudaraan yang berlandaskan nilai-nilai Kekristenan. “Kejujuran, keikhlasan, kebersamaan. Itu yang harus dijaga”, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang juga menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan-kegiatan rohani tanpa memandang suku maupun agama.

“Saya bilang Pak Walikota, kegiatan-kegiatan Kerohanian kita dukung penuh”, jelasnya.

Di depan Wakil Walikota Kupang, Ketua DPRD mengingatkan kepada pemerintah untuk ke depannya kegiatan-kegiatan kerohanian yang dilakukan oleh umat beragama, harus didukung oleh Pemerintah tanpa memandang Agama.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula unsur Forkopimda Kota Kupang, Perwakilan Uskup Agung Kupang, Romo Vikjen Gerardus Duka, para Pastor dan Suster Se-Kota Kupang. Hadir pula Majelis Ta’lim Nurul Ihwan Kecamatan Alak yang menampilkan musik Qasidah pada kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 1.459 peserta dari semua kategori baik, anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK) dan Dewasa yang akan berkompetisi pada empat jenis lomba antara lain, lomba Paduan suara, lomba Mazmur, lomba Bertutur Kitab Suci dan lomba Cerdas Cermat Rohani. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Sidang Sinode GMIT Ke-34 Utamakan Konsep ‘Paperless & Plasticless’

162 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sidang Sinode GMIT XXXIV (Ke-34) dan Expo GMIT 2019 yang bakal dilaksanakan pada 15—22 Oktober 2019 di Gereja Paulus Kota Kupang menghadirkan konsep menarik dalam mengelola sampah terutama sampah kertas dan plastik dari hasil kegiatan.

Konsep Paperless (pengurangan bahkan penghilangan konsumsi kertas) dan plasticless (pengurangan atau penghilangan sampah akibat penggunaan plastik) ditetapkan oleh Ketua Sinode GMIT Pdt Merry Kolimon dan Panitia Sidang Sinode GMIT sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada jemaat dan peserta sidang.

Konsep tersebut disampaikan oleh Pdt Merry Kolimon dalam sesi jumpa pers bersama awak media di Ruang Pastori Gereja Paulus Kota Kupang pada Kamis, 10 Oktober 2019 pukul 16.30 WITA—selesai.

“Konsep paperless dan plasticless telah menjadi komitmen GMIT bahwa kabar baik yang gereja beritakan tidak hanya bagi manusia namun untuk Allah, caranya melalui hal sederhana yang bisa berdampak,” ujar Pdt Merry Kolimon didampingi oleh Ketua Harian Panitia Sinode GMIT ke-34, Dr.Ir.Ludji Michael Riwukaho, MSC., Wakil Ketua III, Pdt. Jeky Latuperissai; Wakil Ketua IV, Penatua Fredrik Tielman

Sebenarnya, lanjut Pdt. Merry Kolimon, ini telah menjadi budaya di Sidang Sinode GMIT tidak lagi menggunakan gelas air mineral dari bahan plastik. “Kami membagikan kepada para peserta sidang berupa gelas kaca untuk menghindari dampak sampah plastik yang ditimbulkan akibat penggunaan air mineral dalam wadah gelas plastik, “ bebernya.

Selain itu, Kita bagikan kepada peserta botol air dan disiapkan calon air mineral. “Memang agak sulit namun telah menjadi komitmen kami menjadi gereja ramah alam,” ungkap calon Ketua Sinode ini yang akan dipilih dalam Sidang Majelis Sinode GMIT ke-34.

Mengenai paperless, Pdt Merry menyampaikan bahwa hari ini telah didata dari 46 klasis berapa yang butuh dokumen dalam bentuk elektronik atau e-file dan berapa dalam bentuk cetak. “Kami bersyukur karena dari 46 klasis ternyata 2 klasis menyatakan kesiapan untuk menggunakan file elektronik atau e-file,” tandas Pdt Merry.

Tentang pola penanganan dan manajemen sampah hasil kegiatan, Wakil Ketua IV, Penatua Fredrik Tielman menyebutkan telah terjalin kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang yang menyiapkan tong-tong sampah di lokasi di dalam areal kegiatan.

“Menjadi persoalan tentang sampah di setiap sidang maka disediakan tong sampah di setiap sudut lokasi dan bakal diangkut oleh petugas kebersihan di setiap pagi selama kegiatan berlangsung dan setiap peserta Sidang Sinode GMIT dilarang membawa gelas air mineral dan diwajibkan membawa botol air mineral sendiri,” ungkap Frederick Tielman.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

The Countermelody Raih Juara Utama di Toraja Highland Choir Festival 2019

425 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Paduan suara asal Kota Kupang, The Countermelody meraih hasil yang spektakuler dalam Toraja Highland Choir Festival 2019 yang digelar di Tana Toraja pada 19—22 September 2019.

Paduan Suara yang beranggotakan Pemuda-pemudi Kota Kupang dari berbagai denominasi gereja ini tampil sangat luar biasa dan penuh percaya diri dengan kondaktor Heidris Donaldo Liha.

The Countermelody berhasil mengalahkan 12 peserta lain dan berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur setelah menjadi satu-satunya paduan suara yang meraih gelar The Winner dan merebut medali emas untuk kategori Afro-American Spiritual dengan perolehan nilai 92,21.

Pelatih Paduan Suara The Countermelody, Heidris Donaldo Liha mengatakan persiapan latihan The Countermelody selama 2 (dua) bulan dan jumlah peserta paduan suara dalam kategori yang diikuti sebanyak 12 paduan suara termasuk The Countermelody

“Ada 12 peserta dalam kategori yang kami ikuti dan kami berhasil keluar sebagai pemenang atau The Winner dengan merebut medali emas dengan nilai 92,21,” ujar Heidris.

Heidris juga menuturkan bahwa paduan suara The Countermelody tampil elegan dengan balutan busana Tenun Flobamora

Sebanyak 32 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Lomba Toraja Highland Choir Festival dan lomba ini diselenggarakan di Gereja Tana Toraja Kasimpo. (*)

Penulis (*/Sandro)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL : “Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT di NTT!”

192 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), meminta pihak Gereja untuk segera mengembalikan kejayaan sekolah Gereja Majelis Injili di Timur (GMIT) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menghadiri syukuran HUT Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 6 September 2019.

“Saya ingat persis, dulu itu sekolah GMIT dibawah Yayasan Yupenkris, sangat ditakuti oleh sekolah negeri dalam hal prestasi dan juga kedisiplinannya. Setiap kali ada perlombaan apapun, pasti sekolah GMIT yang juara. Tetapi sekarang keadaan itu berubah drastis. Oleh karena itu saya minta pihak GMIT melalui gereja – gereja untuk segera mengembalikan kejayaan itu,” kata Gubernur.

“Karakter Yesus harus ditampilkan di dalam pribadi setiap jemaat, sehingga menurut saya pendidikan berkarakterlah yang harus dikedepankan untuk menjadikan karakter Yesus nampak dalam diri setiap orang. GMIT dan Gereja harus bersama – sama serius mengerjakan hal ini,” pinta Gubernur Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengajak seluruh anggota jemaat yang 80 persennya bekerja sebagai petani dan peternak ini, untuk serius mengerjakan usaha mereka ini.

“Saya bangga masyarakat di tempat ini mau berwirausaha. Jangan hanya mau menjadi PNS, karena pengusaha itu penghasilannya lebih besar dari PNS. Tinggal dirubah cara berpikir dan cara kerjanya. Mereka bukan lagi menjadi buruh tani maupun buruh ternak, tetapi harus dijadikan pengusaha tani dan pengusaha ternak. Pemerintah saat ini serius memperhatikan hal ini, mulai dari sistem permodalan maupun bagaimana memfasilitasi penjualan hasil yang mereka peroleh,” sambung VBL.

Foto bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua GMIT Dr. Merry Kolimon, Wakil Bupati Jerry Manafe dan Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat,

“Akan ada sebuah aplikasi informasi yang dibuat oleh pemerintah, namanya Ladang Rakyat. Aplikasi ini akan memuat informasi berapa banyak lahan yang akan ditanam, berapa banyak hasil yang akan dipanen, semuanya akan dimuat dalam aplikasi ini. Dengan demikian para petani dan peternak tidak kesulitan khususnya dalam memasarkan hasil mereka, karena pasarnya sudah jelas dan akan langsung turun ke lokasi untuk membelinya,” kata mantan anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan.

“Saat ini Kota Kupang mulai berbenah dan sudah mulai menunjukkan hasil yang baik. Kebersihan sudah mulai nampak, walaupun belum sesuai harapan. Oleh karena itu kita harus mendukung agar NTT bisa bebas dari masalah sampah, khususnya sampah plastik. Khusus mengenai sampah plastik ini, jika ada pembangunan gedung atau rumah yang harus dicor, maka sampah plastik ini juga dicampur dengan semen lalu dicor. Hal ini saya pelajari di Singapura, dan mereka berhasil menanggulangi masalah sampah plastik,” tambah gubernur.

Sementara itu dalam Suara Gembala yang disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. Merry Kolimon, menjelaskan bahwa saat ini Gereja sedang berusaha untuk membawa perubahan demi membuat NTT bisa sejahtera.

“Selain tugas Gereja membawa kabar baik bagi semua orang, saat ini kami juga sedang mempersiapkan Gereja untuk menjadi pusat belajar bagi anak – anak. Kita mempersiapkan SDM sedini mungkin, sehingga masyarakat NTT dapat terbebas dari tawanan, baik tawanan kebodohan maupun tawanan kemiskinan. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sehingga target kami untuk menghasilkan masyarakat sejahtera di NTT dapat terealisasi dalam waktu dekat,” kata Merry.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)
Editor (+rony banase)

Silaturahmi Pengurus Muhammadiyah NTT ke Korem 161/Wira Sakti

32 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S,Sos. menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Muhammadiyah Provinsi NTT, pada Senin 2 September 2019 di Lobi Makorem 161/Wira Sakti.

Hadir dalam silaturahmi tersebut Ketua Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT Musta’in, Lc.  Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Amir Patiradja dan Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kupang, Muhammad Saleh.

Danrem 161/Wira Sakti menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. “Selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dan silaturahminya di Korem 161/Wira Sakti ini, serta semoga silaturahmi ini membawa manfaat bagi kita semua,” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT Musta’in, Lc. saat berdialog dengan Danrem 161/ Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos.

Ketua Umum PWM ( Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) NTT, Musta’in Lc menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya ini. “Kedatangan kami bersama dengan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTT dan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) NTT yang pertama adalah silaturahmi, dan yang kedua, kami bersama komponen bangsa lainnya, siap mendukung Tugas Pokok Korem 161/Wira Sakti di Provinsi NTT,” jelas Ketua Umum PWM NTT.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota, Muhammad Saleh menyampaikan permohonan dukungan dalam berbagai program dan kegiatan PDPM Kota Kupang.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melaksanakan Diklatsar Kokam ( Pendidikan dan Latihan Dasar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) NTT, terkait hal tersebut kami mohon dukungan dari Korem 161/Wira Sakti dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” ungkap Ketua PDPM Kota Kupang.

Danrem 161/Wira Sakti menyambut baik atas kunjungan silaturahmi ini. “Korem 161/Wira Sakti senantiasa siap dan selalu membuka ruang kepada seluruh komponen bangsa dalam melaksanakan pembangunan, khususnya pembangunan generasi muda, dalam hal ini adalah Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kupang,” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut Danrem 161/Wira Sakti berharap kepada Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kupang untuk selalu bersanding dan bekerja sama dengan unsur pemuda NTT lainnya dalam melaksanakan pembangunan generasi muda di NTT.

“Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kupang diharapkan juga harus selalu bekerja sama, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Unsur Pemuda lainnya di NTT dalam mendukung pembangunan generasi muda di NTT,” ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Tampak mendampingi Danrem 161/Wira Sakti dalam silaturahmi ini adalah Kasiter Korem 161/Wira Sakti Letkol Inf Abdullah Jamali. (*)

Sumber berita (*/penrem161ws)
Editor (+rony banase)

Pembagian Qurban di Semarang Tak Gunakan Kantong Plastik

24 Views

Semarang, Garda Indonesia | Pasca ditandatanganinya Peraturan Wali Kota (Perwali) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, perayaan Iduladha 1440 H di Kota Semarang terlihat berbeda.

Bila biasanya pembagian daging qurban dilakukan dengan menggunakan kantong plastik, pada tahun ini panitia Iduladha di Masjid Agung Kauman Semarang memilih menggunakan besek (=wadah yang terbuat dari bambu berbentuk segi empat, *KBBI V) dan daun pisang.

Tidak hanya itu, Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, menuturkan jika pembagian qurban di Balai Kota Semarang, serta beberapa masjid yang ada di Kota Semarang juga akan menggunakan besek.

Adapun dalam Peraturan Wali Kota Semarang mengenai pengendalian sampah plastik tersebut, Pemerintah Kota Semarang telah resmi mengeluarkan edaran untuk melarang penggunaan kantong plastik, sedotan, styrofoam, dan sejenisnya di Kota Semarang.

Secara lebih lanjut agar tidak menyulitkan masyarakat, pada peraturan itu disebutkan adanya pengecualian, yaitu untuk penggunaan yang tidak dapat tergantikan oleh bahan ramah lingkungan lain. Maka dari itu Hendi selaku Wali Kota Semarang mengharapkan ada upaya kreatif dari masyarakat untuk mendorong Kota Semarang terbebas dari sampah plastik.

Untuk itulah pada momentum peringatan Hari Raya Idul Adha di Kota Semarang yang biasanya terjadi peningkatan penggunaan plastik untuk pembagian daging qurban, dicontohkannya dapat menggunakan jenis lain yang lebih ramah lingkungan.

“Kita harus memulai hal yang baik untuk menjadi contoh, termasuk terkait edaran dan perwali (peraturan wali kota) pengendalian penggunaan plastik. Wujud nyatanya membagikan qurban dengan besek, tidak dengan plastik, sehingga mengurangi sampah plastik,” jelasnya pada Minggu, 11 Agustus 2019.

Lanjutnya, “Dengan ini harapannya masyarakat bisa mendukung apa yang kita canangkan di Kota Semarang, untuk dapat menjadi lebih baik,” tegas Hendi.

Di sisi lain, pada peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini setidaknya akan ada 5 masjid yang ditinjaunya, yaitu Masjid Agung Kauman Semarang, Masjid Agung Baiturrahman, Masjid di Lempongsari, Suratmo, dan Ngaliyan Semarang.

Masjid Agung Kauman, sebagai salah satu Masjid yang didatangi Hendi tercatat melakukan penyembelihan 20 ekor sapi dan 55 ekor kambing, yang akan dibagi menjadi lebih dari 8.000 paket daging qurban. Hendi sendiri berqurban seekor sapi keturunan simmental seberat 1,2 ton. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Pedis Oesapa Helat Kunjungan Jemaat Desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan

77 Views

So’E-TTS, Garda Indonesia | Upaya menjalin hubungan persaudaraan antar umat beragama, serta saling berbagi pengalaman untuk saling membangun dalam iman kepada Yesus Kristus, maka Pemuda Diaspora (Pedis) Danau Ina Oesapa melaksanakan Kegiatan Kunjung Jemaat Desa (KJD) yang berlangsung sejak tanggal 24—29 Juli 2019 bertempat di Jemaat GMIT Sion Nuntolas Falas, Desa Falas, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

Kegiatan tersebut merupakan program tetap Pemuda GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa yang dirumuskan bersama saat sidang majelis jemaat. KJD merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pedis Danau Ina Oesapa setiap tahun.

Ketua Panitia Anjulin Kamlasi kepada media ini menyampaikan bahwa Kegiatan KJD X tahun 2019 ini hadir atas dua motivasi dasar yakni Panggilan Akan Tuhan dan Panggilan Pelayanan bagi Sesama.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk perhatian kami terhadap sesama yang berada di Jemaat Sion Falas”, jelas Yukam sapaan akrab Anjulin Kamlasi.

Lanjut Yukam, sebagai bentuk perhatian dari Pedis Oesapa, keterpanggilan untuk hadir bersama jemaat dan berbagi banyak pengalaman adalah salah satu hal yang menjadi perhatian Pedis Oesapa, agar apa yang diketahui oleh Pedis Oesapa juga diketahui oleh saudara-saudara di jemaat Sion Falas.

“Kami juga merasa terpanggil untuk hadir ditengah-tengah jemaat dan belajar bersama tentang berbagai hal yang telah disepakati bersama panitia, dan mempererat hubungan persaudaraan dengan jemaat di desa”, ujar mantan Ketua BEM FKIP Undana itu.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Majelis Jemaat Sion Falas, Pdt. Kela Asbanu-Nakamnanu, S. Th, bahwa kehadiran Pemuda Diapsora Danau Ina Oesapa merupakan suatu kebanggan bagi mereka karena bisa belajar banyak hal.

“Kami berterima kasih karena teman-teman dari Kupang mau jauh-jauh datang ke Falas untuk berbagi dengan bersama kami terkait pelayanan di tempat ini”,ungkap Kela.

Kela juga berharap melalui kegiatan tersebut Pedis Oesapa dan Pemuda Jemaat Sion Falas bisa menjalin hubungan yang lebih dekat agar dapat saling mendukung dalam segala persoalan yang dihadapi.

“Kiranya melalui kegiatan ini kita semakin mempererat hubungan kekeluargaan kita”, pungkas Kela.

Rombongan Pedis Oesapa disambut secara adat dengan Natoni adat Suku Timor Dawan, dilanjutkan dengan Bonet bersama jemaat dan Pedis Oesapa.

Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan majelis klasis Amanuban Timur Selatan (Anti Setan) Ibu Pdt. Fanggidae, sekaligus membuka kegiatan akbar tahunan tersebut.

Adapun kegiatan yang dilakukan yakni Bidang Pertanian berupa pembuatan Kebun Gereja, Pembuatan Pupuk Bokasi. Bidang Pendidikan berupa Aksi Pendidikan di Sekolah, Bimbingan Belajar, Pembuatan Taman Baca sementara Bidang Kerohanian berupa Bimbingan Manajemen Gereja, Peran Pemuda dalam Gereja, kegiatan KPI dan kegiatan lainnya guna meninglatkan pelayanan di jemaat Sion Falas. Kegiatan ini berlangsung dengan baik diikuti oleh seluruh jemaat setempat.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Lepas 301 Jemaah Calon Haji di Embarkasi, Ini Pesan Wali Kota Kupang

32 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Minggu, 28 Juli 2019 pukul 08.30 WIB di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dilaksanakan Acara Pelepasan sebanyak 973 orang jemaah calon haji asal Embarkasi Surabaya termasuk diantaranya 301 orang jemaah calon haji asal Kota Kupang.

Seluruh calon jemaah calon haji tampak dalam keadaan sehat dan siap berangkat menuju tanah suci untuk menjalankan ibadah haji. Selanjutnya para jemaah akan langsung diberangkatkan menuju Madinnah dengan menumpang pesawat Saudi Arabia Airlines pukul 12.00 WIB.

Turut hadir melepas jemaah calon haji dari Pemerintah Kota Kupang, antara lain Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH didampingi Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Drs. Matheus Eustkhius, Kasubbag Agama Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, SSTP, MM dan staf.

Tampak hadir pula dari Pemerintah Provinsi NTT antara lain, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, MM, Ketua DPRD Provinsi NTT, H. Anwar Pua Geno, SH, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Alex Take Ofong, S.Fil, Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jimmy W. Sianto, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Ir. H. Mohammad Ansor Orang dan Anggota DPRD Provinsi, Renny Marlina Un, SE, MM. Juga hadir Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Drs. Yakobus Beda Kleden, MM.

Wali Kota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan unsur forkompinda NTT saat melepas jemaah calon haji asal

Sebelumnya pada Sabtu malam, 27 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 WIB, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore berkesempatan bertatap muka dengan para Jemaah Calon Haji asal Kota Kupang di Hotel Horison Express Quds Royal Hotel, Semampir, Kota Surabaya.

Dalam suasana akrab, Dr. Jefri Riwu Kore berpesan agar para jemaah tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji serta mendoakan agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan baik dan menjadi haji yang mabrur.

Wali Kota Jefri juga meminta agar jemaah tak lupa mendoakan kemajuan serta kesejahteraan Kota Kupang.

Pemimpin yang hampir 2 tahun menjabat sebagai Wali Kota Kupang tersebut berjanji bahwa Pemerintah Kota Kupang kedepannya akan berupaya untuk membantu dan memfasilitasi lebih banyak keberangkatan jemaah calon haji asal Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/ Humas dan Protokol Pemkot Kupang)
Info dan foto : Kesra, Walpri.
Editor (+rony banase)