Arsip Kategori: Religi

Romo Dus Bone: OMK HKY Bimoku Cukup Jadi Kunang-kunang

610 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang kembali menghelat kegiatan pendalaman iman. Kegiatan itu dilaksanakan pada Jumat 25 Juni 2021 pukul 17.00 WITA. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh OMK Kapela HKY Bimoku ini menghadirkan RD Dus Bone yang merupakan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang sebagai pemateri.

Mhey Maria yang memimpin jalannya kegiatan tersebut dengan semarak dan semangat menyampaikan bahwa, hidup menggereja tidak hanya merangkum hidup rohani dan keagamaan, namun juga erat kaitannya dengan kehidupan orang muda dalam bermasyarakat dan bernegara.

“Tema yang diusung kali ini adalah ‘Partisipasi OMK dalam Hidup Menggereja’. Mari teman-teman, kita semua harus mengikuti kegiatan ini dengan penuh cermat sehingga bermanfaat bagi perkembangan iman kita,” kata Mhey yang bertindak sebagai Master Of Ceremony.

RD Longginus Bone memaparkan tentang pentingnya pesona dan aksi Orang Muda Katolik dalam kehidupan kegerejaan. “Kalian (OMK) adalah masa kini gereja. Hidup kalian adalah cinta dan panggilan. Tapak-tapak kaki kalian harus selalu mengarah kepada sesama. OMK harus menjadikan Yesus sebagai andalan hidup, satu-satunya pemberi kekuatan dalam setiap derap langkah hidup kita. Karena bersama Yesus, orang muda akan maju tak gentar, dan tidak akan mungkin mundur dengan gemetar,” ucap Imam Katolik Keuskupan Agung Kupang ini.

Pria ganteng yang akrab dipanggil Romo Dus ini terus mengobarkan spirit Roh Kudus bagi seluruh OMK Kapela HKY Bimoku. Romo Dus berpesan bahwa, Gereja Katolik itu Satu, Kudus, dan Apostolik, mesti dipegang teguh sebagai landasan menjalin kebersamaan dan persaudaraan OMK dengan siapa saja, kapan saja, di mana saja, tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama maupun budaya.

“Kehadiran OMK di tengah masyarakat harus benar-benar dihayati dengan segala tindakan, tutur kata, dan budi baik untuk memancarkan Kristus kepada sesama. Meski tak dapat dipungkiri, tantangan selalu menghampiri, namun Kitab Suci telah menegaskan sebanyak 365 kata, yakni _Jangan Takut_. Maka sebenarnya Tuhan menginginkan orang muda untuk jangan pernah takut di 365 hari dalam setahun hidup kita,” jelas Romo Dus.

Menurut Romo Dus, tantangan mesti dijadikan sebagai suatu bentuk apresiasi dalam memahami dan mensyukuri hidup apa pun bentuknya. “Kehidupan sosial masa kini lebih mementingkan kebutuhan material, individualistis dan menurunnya hubungan sosial yang erat dan akrab dengan sesama,” ujarnya.

Pastor Rekan Paroki St. Fransiskus Dari Asisi BTN-Kolhua ini juga mengajak OMK Kapela HKY Bimoku agar memegang prinsip setia, jujur, terbuka, dan menjalin keromantisan dengan sesama terutama bersama pasangan, keluarga, sahabat,  dan orang-orang dikasihi.

Foto bersama usai pendalaman iman OMK Hati Kudus Yesus

Usai Romo Dus memberikan pendalaman iman, Emil Fernandez yang bertindak sebagai moderator memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menanggapi atau bertanya.

Pada kesempatan itu timbul berbagai pertanyaan dari OMK Kapela HKY Bimoku. Ada yang bertanya tentang bagaimana peran OMK sesungguhnya dalam hidup menggereja? Ada pula yang bertanya, apakah menjadi OMK itu ada tantangan serta bagaimana cara yang efektif untuk mengajak rekan-rekan orang muda yang belum bergabung dalam komunitas OMK di lingkungan mereka masing-masing?

Dengan senyum nan santai, Romo Dus menjawab, “seragam itu indah, tapi beragam lebih berwarna. Kalian harus memberi warna dalam hidup setiap hari, dengan tindakan konkret dan sederhana. Berdoa, mengikuti Ekaristi, amal, menaati prokes saat pandemi, menaati aturan dalam berlalu lintas, melakukan hak dan kewajiban sebagai warga negara itu merupakan bentuk sederhana partisipasi OMK dalam hidup menggereja. Sehingga meskipun kecil, namun OMK harus menjadi sosok yang kedatangannya dinantikan dan kepergiannya dirindukan.”

Menutup sesi diskusi, Romo Dus yang pernah live in di Kota Batu-Malang saat acara Asian Youth Day Tahun 2017, berpesan kepada OMK Kapela HKY Bimoku. “Orang Muda Katolik harus terus membina persekutuan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan lingkungan. Kalian harus tetap bekerja sama, saling berkoordinasi, dan menghindari gap-gap pemisah. Kalian harus menjadikan Allah sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup, serta berusaha untuk selalu menjadi berkat. OMK Kapela HKY Bimoku tidak perlu jadi bintang, cukup menjadi kunang-kunang. Kecil namun tak pernah padam,” tutup Romo Dus.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan pengukuhan Badan Pengurus OMK KUB dalam lingkup Kapela HKY Bimoku, yakni Pengurus OMK KUB St. Markus, Pengurus OMK KUB St. Lukas, Pengurus OMK KUB Mater Boni Consili (MB), dan Pengurus OMK KUB Maria Bunda Penolong Abadi. Pengukuhan dilakukan secara simbolis oleh Pembina dan Pendamping OMK Kapela HKY Bimoku Maria Surya Ferdinanda Merry Moon atau Mama Mery.

Ketua OMK Kapela HKY Bimoku Timoteus Mau saat diwawancarai menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh OMK Kapela HKY Bimoku yang antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus DPS Kapela HKY Bimoku yang telah mengizinkan OMK untuk melakukan acara dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya menanggapi setelah kegiatan tadi, saya menyaksikan ada kebahagiaan dan antusiasme terpancar dari wajah setiap teman-teman yang hadir. Saya mengharapkan OMK Kapela HKY Bimoku semakin eksis untuk Tuhan, Gereja Katolik, dan umat Allah, serta menjadi berkat dalam bermasyarakat atau bernegara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tiga kegiatan besar yang dirancangkan oleh Badan Pengurus OMK Kapela HKY Bimoku dalam rangka memupuk iman sekaligus menjalin persaudaraan yang lebih erat antar sesama orang muda. Ke depan, acara serupa akan terus dilaksanakan dengan prokes yang ketat, mengingat saat ini masih ada Virus Corona,” pungkas Timo yang memiliki senyum manis.(*)

Sumber berita (*/ Angel Ila Tha/Angel)

Foto oleh OMK HKY Bimoku

Jumat Agung—Penyaliban Yesus Kristus di Golgota

514 Views

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota.
Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat.

Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, tetapi tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.

Perhitungan tanggal Jumat Agung berbeda antara Gereja Timur dan Gereja Barat (lihat Computus untuk penjelasan lebih rinci). Paskah jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Bulan Purnama Paskah, bulan purnama pada atau sesudah 21 Maret, yang dijadikan tanggal dari vernal equinox.

Perhitungan Barat menggunakan Kalender Gregorian, sedangkan perhitungan Timur menggunakan Kalender Julian, di mana tanggal 21 Maret,  kini bertepatan dengan tanggal 3 April menurut kalender Gregorian. Perhitungan-perhitungan untuk menentukan tanggal bulan purnama tersebut juga berbeda. Lihat Metode Penentuan Tanggal Paskah (Astronomical Society of South Australia).

Penyaliban Yesus, foto oleh wikipedia

Karena Paskah di Gereja Barat dapat jatuh pada salah satu tanggal mulai tanggal 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Gregorian, maka Jumat Agung dapat jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Dalam Gereja Timur, Paskah dapat jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (antara 4 April dan 8 Mei menurut kalender Gregorian, untuk periode 1900 dan 2099), jadi Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April dan 5 Mei menurut kalender Gregorian).

Penyaliban dan Kematian Yesus Kristus

Kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi, diperkirakan antara tahun 3033 M. Menurut penanggalan Yahudi, Ia mati tergantung di atas salib, tanggal 14 Nisan, beberapa jam sebelum hari Paskah Yahudi dirayakan (tanggal 15 Nisan, dimulai pada sekitar pk. 18:00 saat matahari terbenam). Hukuman mati dengan disalibkan dijatuhkan atas perintah gubernur Kerajaan Romawi untuk provinsi YudeaPontius Pilatus, berdasarkan laporan para pemuka agama Yahudi saat itu bahwa Yesus Kristus mengaku sebagai Raja orang Yahudi. Berita penyaliban dan kematian ini dicatat di sejumlah tulisan sejarawan Kerajaan Romawi, orang Yahudi dan murid-murid Yesus. Catatan yang paling detail ditemukan di kitab-kitab Injil dalam bagian Perjanjian Baru Alkitab Kristen.

Jumat Agung dalam Tradisi Misa Umat Katolik

Sementara itu, dalam Liturgi Gereja Katolik, Jumat Agung merupakan satu dari Trihari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci. Trihari Suci diawali dengan misa petang pada Kamis Putih yang dilanjutkan dengan Jumat Agung dan memuncak pada perayaan Malam Paskah serta berakhir pada Ibadah Minggu Paskah.

Selama Tri Hari Suci (tiga hari suci) Gereja merayakan misteri terbesar karya penebusan: sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus.(*)

Sumber (*/wikipedia/berbagai sumber)

Foto utama oleh kalderanews.com

Editor (+roni banase)

Pergumulan 7 Tahun, Gereja Kaisarea BTN Kolhua Ditahbiskan Saat Pandemi

2.151 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pergumulan dari Jemaat, Sesepuh Jemaat, Panitia Pembangunan, dan Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Pembangunan Gereja Kaisarea BTN Kolhua selama lebih kurang 7 (tujuh) tahun, menuai hasil dengan penahbisan dan diresmikan oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pada Minggu pagi, 21 Maret 2021.

Penahbisan Gedung Gereja Kaisarea BTN Kolhua pada saat Minggu Sengsara VI, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan menerapkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, para jemaat, penatua, majelis, dan tamu undangan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak duduk antar orang per orang.

Prosesi peresmian dan penahbisan Gedung Kebaktian Gereja Kaisarea BTN Kolhua dimulai sejak pukul 09.00 WITA—selesai, juga dirangkai dengan hari ulang tahun (HUT) ke-31 Jemaat Kaisarea dan GMIT Jemaat Kaisarea BTN Kolhua. Pengguntingan pita tanda diresmikan gedung gereja yang dibangun sejak 2012 tersebut dilakukan oleh Wagub NTT Josef Nae Soi dan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menyampaikan sambutan, memberikan apresiasi fasilitas yang dimiliki Gedung Kebaktian Gereja Kaisarea Kolhua. “Kita menyucikan tempat ini melalui penahbisan dan mari kita bersama merawat dengan integritas seperti kita mengabdi kepada Yesus Kristus. Dan, semoga gereja ini dapat menjadi tempat pariwisata baru bagi para turis,” ujarnya.

Wagub NTT Josef Nae Soi saat memberikan sambutan pada peresmian Gedung Gereja Kaisarea BTN Kolhua

Selain itu, imbuh Wagub Nae Soi, “Saya juga melihat, terdapat fasilitas bagi Kaum Disabilitas. Saya belum melihat di dunia ini, hanya ada di gereja ini (Gereja Kaisarea Kolhua, red). Ini sebuah kemajuan luar biasa, karena saudara kita para difabel mendapat tempat yang sama dengan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua BPP Pembangunan Gereja Kaisarea Kolhua, Lay Djaranjoera mengungkapkan bahwa sejak awal rencana pembangunan gedung gereja baru dan fasilitas penunjang pada tahun 2012, panitia merasa sangat kecut. “Mengapa sangat kecut, karena uang tidak ada, namun jemaat menginginkan harus melakukan proses pembangunan. Ini sebuah pergumulan, namun karena bekerja atas pimpinan Tuhan, maka desain diperoleh secara gratis atau tanpa biaya,” urainya didampingi oleh Ketua Panitia Pembangunan, Tanto Edi

Anggaran saat itu, urai Lay, estimasi sekitar Rp.6,7 miliar pada tahun 2012. “Lalu, kami mulai membentuk panitia pembangunan yang dipilih dari 8 (delapan) rayon dengan jumlah panitia sekitar 50 orang. Terpilihlah Pak Tanto sebagai ketua panitia pembangunan yang berlatar belakang orang teknik, Pak Laode Samosir sebagai wakil, sekretaris bapak Andre Medah; dan Bendahara, Ibu Maria Laning, juga dipilih seksi humas dan usaha dana,” urainya.

Tanto Edi Haryo Sunukmo sebagai Ketua Panitia Pembangunan, menyampaikan secara gamblang awal pembentukan panitia berdasarkan Surat Keputusan Majelis Jemaat Nomor : 05/SK/MJ-GMIT/2013 tanggal 26 Januari 2013 yang bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan gedung gereja baru dan fasilitas penunjang.

Ketua BPP Pembangunan Gereja Kaisarea BTN Kolhua, Lay Djaranjura dan Ketua Panitia Pembangunan, Tanto Edi Sunukmo saat menyampaikan laporan pembangunan gedung kebaktian Kaisarea BTN Kolhua

Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya kegiatan pembangunan fisik pada tanggal 17 Maret 2013, bersamaan dengan HUT ke-23 GMIT Jemaat Kaisarea BTN Kolhua. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ibu Pendeta Welmince Kameli-Maleng, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, dan Bapak Jonas Salean, Wali Kota Kupang.

Pekerjaan fisik, beber Tanto, dilaksanakan pada 17 Juli 2013. “Gedung Gereja Kaisarea ini digunakan mulai 29 September 2019, sesungguhnya tak sama seperti yang direncanakan sebelumnya karena mengalami perubahan dan penyesuaian seperti dinding dari kaca bergambar agar ruang kebaktian cukup terang tanpa lampu di siang hari,” terangnya.

Terkait anggaran pembangunan, Tanto menambahkan, sampai dengan 31 Desember 2020, anggaran yang digunakan sebesar Rp.13,813 miliar, tidak termasuk nilai sumbangan yang telah diberikan dalam bentuk bahan, material, dan jasa. “Anggaran sebesar Rp.13.813.000.000,- itu bersumber dari penerimaan lebih kurang 7 tahun, dan 95 persen berasal dari Jemaat Kaisarea Kolhua. Sisanya 5 persen berasal dari bantuan pemerintah dan sumbangan dari pihak luar,” tandasnya.

Tanto Edi Haryo Sunukmo pun menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama RI melalui Kakanwil Departemen Agama Provinsi NTT, Gubernur NTT, Wali Kota Kupang, Pimpinan PT. Pertamina Divisi Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusra; Pimpinan Bank NTT, Pimpinan Koperasi Talenta, dan pihak lain yang telah berkontribusi bagi pembangunan gereja yang berlantai dua dan memiliki luas keseluruhan 1.573 m2 dengan daya tampung 1.108 kursi.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Pesan Herman Man dalam Natal Oikumene Virtual Pemkot Kupang

335 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menyampaikan beberapa pesan dalam perayaan dan ibadah Natal Oikumene Virtual yang dihelat oleh pemerintah kota (Pemkot) Kupang pada Senin pagi, 4 Januari 2020 bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.

Ibadah perayaan Natal bertema “Mereka Akan Menamakan-Nya Imanuel” dengan sub tema “Sukacita Natal Memberikan Semangat Untuk Terus Berubah dan Merawat Kebersamaan di Tengah Pandemi Covid-19”, dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th. dari Gereja GMIT Agape Kupang dan pesan Natal disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man. Turut hadir di kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kupang, Odermaks Sombu, S.H., M.A., M.H. dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Ir. Ricardus O. Yunatan dan Wakil Ketua TP. PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man-Rengka.

Dalam perayaan Natal yang dilakukan sesuai protokol kesehatan dan diikuti terbatas oleh Sekda, pimpinan perangkat daerah dan Camat, selebihnya baik pejabat eselon III, para lurah dan staf mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing menggunakan aplikasi zoom tersebut, Herman Man mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk berefleksi menerapkan Imanuel (Allah beserta kita, red) dalam kerja sehari-hari.

Herman Man meminta agar ASN memiliki sifat rendah hati seperti kisah tiga raja saat kelahiran Yesus Kristus. “Tiga raja bersedia turun takhta atau turun dari kekuasaannya hanya untuk bertemu Tuhan Yesus. Rendah hati, dalam makna ini para pejabat harus turun tangan untuk menangani persoalan-persoalan di Kota Kupang,” tuturnya.

Ia juga mengatakan dalam membangun perlu pengorbanan baik berkorban waktu, tenaga dan bahkan perasaan.

Herman Man yang berprofesi sebagai dokter ini pun memberikan motivasi untuk tetap optimis bahwa pandemi Covid-19  akan hilang dengan adanya vaksin. “Optimis itu penting, tetapi optimis itu bersandar pada kekuatan manusia, berbeda dengan pengharapan yang bersandar pada Tuhan,” ujarnya.

Selaku Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man mengajak para ASN agar pada momen Natal dan Tahun Baru untuk memanfaatkan talenta yang dimiliki dengan penuh rendah hati. “Saya minta ASN untuk memiliki semangat melayani, bagaimana kita lebih rendah hati, lebih berkorban, fokus pada tugas, dan sikap-sikap pelayanan yang penuh kemanusiaan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa damai,” ucapnya.

Ia juga mengutip refleksi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang mana perlu super tim dalam membangun Kota Kupang dan bersama menangani masalah yang ada.

Di akhir Natal Oikumene, Herman Man menyapa beberapa OPD (Bappeda dan Bagian Pemerintahan) yang mengikuti perayaan dan ibadah dari kantor melalui aplikasi zoom.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ghe)

Editor (+roni banase)

Pantau Ibadah Malam Natal, Wakil Wali Kota Kupang : Terima Kasih

428 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Foenay, SE.,M.Si. Kepala Dinas Perhubungan, Bernadinus Mere, AP., M.Si. Plt. Kasat Pol PP, Daniel Zakarias, S.Sos. meninjau sejumlah gereja di Kota Kupang untuk melihat pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 saat ibadah malam natal.

Wakil Wali Kota Kupang, mengatakan sejak Kamis sore, 24 Desember 2020), ia bersama jajaran Kepolisian dan TNI berkeliling ke sejumlah gereja di Kota Kupang. “Kami melihat situasi natal dan bagaimana protokol kesehatan dilaksanakan. Dan ternyata secara keseluruhan aman dan tidak ada persoalan,” ungkap dr. Herman.

Menurutnya, tertibnya pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19, karena peranan penting dari tokoh-tokoh agama, pemuda lintas agama, TNI-Polri dan semua komponen. “Pemuda lintas agama sangat aktif, ada Banser dan lain-lain,” kata dr. Herman.

Tak hanya memantau di gereja-gereja, Wakil Wali Kota Kupang juga memantau sejumlah lokasi pusat perbelanjaan. Berdasarkan hasil pantauan, semua pusat perbelanjaan ditutup sementara. “Pol PP akan keliling untuk memantau lagi. Apakah ada yang tidak mengindahkan edaran Wali Kota. Namun, kami berterima kasih atas semua pihak yang sudah disiplin mengikuti protokol kesehatan. Dan terima kasih kepada semua yang bertugas,” ujarnya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang dan para petugas pengamanan Ibadah Natal 2020 di Kota Kupang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, mengatakan Dinas Perhubungan Kota Kupang menempatkan personelnya di 12 gereja yang ada di wilayah Kota Kupang, yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Para petugas Dishub ini bertugas untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengecek apakah protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik atau tidak saat ibadah malam natal. “Berdasarkan pantauan kami pada umumnya semua taat protokol kesehatan Covid-19. Arus lalu lintas juga aman dan lancar,” urainya.

Di tempat yang sama, Plt. Kasat Pol PP Kota Kupang, Daniel Zakarias, S.Sos. mengatakan sesuai edaran Nomor 59, Pol PP sejak Kamis pagi sudah aktif memantau di pasar-pasar tradisional untuk memastikan bahwa pasar tetap dibuka sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Semua pasar tradisional tetap dibuka dan pengunjung pasar tetap mengikuti protokol kesehatan,” jelasnya.

Selanjutnya, toko-toko dan mall ditutup sementara mulai Kamis siang. Oleh karena itu, petugas Sat Pol PP ingin memastikan para pengelola pusat-pusat perbelanjaan menutup sementara kegiatan bisnisnya sesuai edaran Pemerintah kota Kupang.

“Malam ini, kami bersama-sama pimpinan OPD terkait dan Wakil Wali Kota untuk sama-sama memantau pelaksanaan kebaktian di gereja-gereja. Kami berharap kegiatan di gereja mengikuti edaran Menteri Agama Nomor 23. Intinya adalah perayaan natal tetap berjalan, tapi protokol covid-19 dilaksanakan,” tegas Daniel. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_Let)

Editor (+roni banase)

Pandemi Covid-19 dan Peran PMKRI Cabang Kupang

436 Views

Oleh: Dalmasius Amtonis

Virus wabah korona semenjak Februari 2020, sampai saat ini terus meningkat, khususnya di Indonesia. Setiap angka penduduk yang terdampak Covid-19 dan meninggal dunia terus bertambah menjadi rata-rata +4.000 pertambahan setiap hari. Jumlah kumulatif angka Covid-19 per tanggal 29 September mencapai 282.724 orang.

Angka tersebut bertambah sebanyak 4.002 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 210.437 orang dinyatakan sembuh dan 10.601 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan pukul 12.00 WIB. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan bagi Indonesia maupun dunia.

Untuk menanggulangi dampak Covid 19, sejak 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di rumah, mulai dari bersekolah, bekerja dan jalan. Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk wajib menggunakan masker, menjaga batas jarak aman, dan  social distancing. Sanksi sosial maupun materi juga diterapkan bagi yang tidak mematuhi peraturan.

Di tengah-tengah pandemi ini, pemerintah mendukung kontribusi masyarakat Indonesia untuk membantu memutus rantai penyebaran virus, salah satunya adalah dengan membatasi kegiatan offline.  Sehingga gereja-gereja di seluruh dunia sudah mulai memberlakukan ibadah secara  online , yaitu dalam bentuk  live  streaming  youtube atau penyiaran secara lansung di stasiun televisi.

Lalu, bagaimana kah hidup umat Katolik Indonesia di dalam pandemi Covid-19?

Mengutip ucapan Romo Adi dari Keuskupan Agung Jakarta, Gereja Katolik Indonesia merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia siap bersama-sama melakukan bela negara dan cinta Tanah Air.

KAJ dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengimbau seluruh keuskupan di Indonesia harus meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan, wilayah dan lain sebagainya mulai 21 Maret 2020, selanjutnya gereja Katolik Indonesia akan sesuai kebijakan dan arahan pemerintah.

Untuk menjaga kesehatan dan memutus mata rantai pemaparan Covid-19, maka Gereja Katolik mengikuti aturan pemerintah. Gereja Katolik meniadakan misa langsung yang megumpulkan umat secara massal, dan sebagai pengguna umat yang mengikuti secara  online. Pada umumnya memanfaatkan jaringan media Youtube. Tapi beberapa kali juga saluran televisi nasional seperti Kompas TV dan TVRI.

Selain misa  online, gereja juga meniadakan kegiatan yang mengharuskan umatnya berkumpul, seperti kegiatan doa lingkungan, latihan paduan suara, latihan mazmur, kegiatan persekutuan doa, perkumpulan anak muda, dan lainnya.

Akan tetapi, hal ini tidak menurunkan semangat umat Katolik. Dalam keterbatasan, tetap mencoba melakukan kegiatan mereka, seperti melakukan doa Rosario dan rekoleksi dan lain sebagainya atau pertemuan melalui aplikasi zoom meeting, google  meet  atau  video call, dan merekam suara atau memutar lagu dari kaset / DVD / youtube untuk menggantikan koor.

Rekoleksi Iman PMKRI Cabang Kupang

Dalam kondisi seperti ini memang menjadi dilema bagi kita umat manusia yang beriman, di mana kita melewatkan adanya sosialisasi, interaksi, penerimaan tubuh Kristus (komuni) serta suasana gerejani, namun di sisi lain kemajuan teknologi ini pemakaian media online pun meningkat dan kita dapat melihat jumlah jemaat yang mengikuti misa online jauh lebih banyak dari misa offline sehingga gereja tetap dapat menjalankan misinya untuk mengajar dan mengatur Injil Tuhan.

Di sisi lain, pemakaian teknologi yang canggih juga tidak lepas dari dampak negatif, yaitu lebih banyak godaan bagi kita dalam mengikuti jalannya misa, seperti sikap dalam misa yang mungkin lebih santai, konsentrasi yang mudah terpecah belah, maka disinilah ketaatan kita kepada Tuhan diuji.

Sebagai umat Katolik, selayaknya semangat dan iman kepada Tuhan tidak dapat menghalangi kita untuk melakukan ibadah dan kegiatan gereja. Dalam momen di mana kita menghadapi cobaan dan ujian, namun kita harus tetap semangat untuk tetap melayani Tuhan meskipun dalam keterbatasan. Tentunya tidak hanya Gereja Katolik yang mengalami perubahan, ibadah umat beragama lainnya juga merasakan hal yang sama. Untuk itu penting bagi kita untuk selalu berdoa khususnya “Doa Mohon Berkat Allah dalam Masa Pandemi Covid-19”.

Di dalam situasi ini, seharusnya seluruh manusia di muka bumi ini, semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Oleh karena itu, sebagai umat Katolik, kita juga terus mendekatkan diri kita kepada Tuhan Allah, dengan meminta perlindungan dari-Nya melalui doa, agar kita dijauhkan dari segala sakit penyakit dan hal-hal yang buruk. Kita juga harus mendoakan sesama, bangsa Indonesia dan seluruh umat di dunia untuk kesembuhan bagi orang-orang yang terpapar Covid-19, untuk tenaga medis yang berada di garda depan, dan agar pandemi Covid-19 ini segera dihapuskan dari muka bumi dan dapat segera ditemukannya vaksin untuk mencegah dan mengobati penyakit Covid-19.

Ruang dan gerak kita sebagai umat beriman jangan sampai terhambat. Sudah sewajarnya umat Katolik membantu berdoa juga tetap peduli dan membantu sesama, rumah sakit dan tenaga kesehatan / tenaga medis Katolik dapat mengambil bagian sebagai sukarelawan untuk membantu pemerintah melawan wabah pandemi korona.

Bagaimana PMKRI Cabang Kupang Menghadapi Natal di Tengah Pandemi

Kami segenap Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia yang sudah tergabung dalam organisasi atau ormas-ormas Katolik menyediakan diri untuk menjadi relawan mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid-19. Sikap solidaritas juga sudah sepantasnya kita tunjukkan bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan tanpa mempedulikan suku, agama dan ras, seperti membantu memberikan bantuan pangan bagi yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bantuan pulsa bagi anak-anak sekolah dari keluarga yang tidak mampu setiap hari harus belajar berani/ online dan sebagainya.

Oleh karena itu, Presidium Hubungan Antar Umat Beragama PMKRI Cabang Kupang, Allexander Sandros ingin menyatakan bahwa janganlah membuat kita lemah iman, egois, patah semangat dan kehilangan solidaritas. Justru saat inilah kita umat Katolik harus bangkit dengan sikap bijaksana dan tetap dapat menjadi garam dan terang bagi bangsa Indonesia serta dunia. Marilah kita senantiasa tetap berdoa agar wabah penyakit ini segera berakhir, agar kehidupan kita kembali normal seperti sebelum wabah ini melanda dan semoga iman Katolik kita tetap diteguhkan.

Foto bersama PMKRI Cabang Kupang dan Fr. Maris usai Rekoleksi Iman

Kegiatan yang dilakukan pada Rabu, 23 Desember 2020 di Biara CMF, Matani Kupang dengan mengusung tema ” Natal Itu Allah Yang Terlibat Solider ” dirujuk dari perjalanan Pergerakan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Kupang dalam situasi pandemi, hingga kita merayakan Natal nanti, ini menjadi refleksi perjalan organisasi.

Sementara, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Alfred Saunoah, menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai bahan refleksi akhir tahun bagi anggota perhimpunan untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus, perjalanan kita selama ini banyak hal yang perlu kita refleksikan pada momentum ini.

Momentum Rekoleksi ini adalah bagian dari dimana kita kembali memperbaharui iman dalam masa penantian menuju kedatangan Kristus dan juga pergantian tahun. Sebagai kader gereja dan tanah air yg terlibat dan berjuang bersama kaum tertindas, kita juga perlu kembali melihat perjalanan kita selama ini. Apalagi dengan tema ini mau mengantar kita menuju kasih secara keseluruhan (cinta agape) baik dalam perhimpunan dan di luar perhimpunan, Selain itu kita perlu mewujudnyatakan Allah itu kasih dalam ensiklik pertama paus Benediktus ke XVI yaitu Deus Caritas Est atau Allah itu kasih khususnya dalam artikel ke 29.

Kasih yang disampaikan oleh Carl Menninger adalah Cinta menyembuhkan orang, baik mereka yang memberi ataupun yang menerimanya, pada kesempatan rekoleksi yang dipimpin oleh Frater  Marsi, kita mendalami Allah adalah kasih ( 1 Yohanes 4:7-21), kasih menurut ajaran Kristus sendiri yakni kasih itu perintah, kasih itu pilihan, kasih itu tindakan dan kasih itu adalah komitmen.

Fr. Maris memaparkan, hubungan kita dengan Tuhan sangat dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang lain. Jikalau kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi orang lain, maka kasih yang kita punya itu menyatu dengan kasihnya Tuhan. Saat itulah Tuhan akan tetap tinggal bersama dengan kita, karena Tuhan itu adalah kasih itu sendiri.

Karena Kasih itu pulalah melahirkan sebuah kedamaian, kesuksesan. Kesuksesan itu dilihat bukan dari seberapa banyak yang kita dapatkan melainkan seberapa banyak yg kita keluarkan.(*)

Foto (*/istimewa)

Idul Qurban 1441H Kemenkumham NTT bagi Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa

432 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT memaknai Idul Adha 1441H dengan menyalurkan qurban kepada panti asuhan anak dan kaum dhuafa yang berada di seputar Kota Kupang.

Prosesi Idul Qurban yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di halaman belakang Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT dengan mengurbankan 5 hewan kurban berupa 3 ekor sapi (2 ekor dari Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Hukum HAM pada Kementerian Hukum dan HAM RI, Dr. Sri Pugu Budi Utami dan rekan dari Balitbang HAM dan 1 ekor serta 5 ekor kambing dari staf Kemenkumham Provinsi NTT).

Sapi Kurban dari Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Hukum HAM pada Kementerian Hukum dan HAM RI, Dr. Sri Pugu Budi Utami

Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone menyampaikan konsentrasi penyaluran Idul Qurban difokuskan pada kaum dhuafa dan anak-anak di panti asuhan yakni Panti Asuhan Sonaf Manekat, Panti Asuhan Alma Baumata, dan Panti Asuhan Muslim lainnya. “Kami memprioritaskan anak-anak yang mendiami panti asuhan dan kaum dhuafa yang berada di Kota Kupang,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Mercy Jone sapaan Kakanwil Perempuan Pertama di Kemenkumham Provinsi NTT ini, pada saat penyaluran bantuan dana Covid-19, pihaknya juga memprioritaskan pada anak-anak yang terdampak.

Senada, Panitia Idul Qurban sekaligus Pimpinan Majelis Taklim Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Mustafa Beleng mengungkapkan distribusi hewan kurban diprioritaskan bagi kaum dhuafa, janda, dan panti asuhan Muslim dan Non Muslim.

Panitia Idul Qurban Kemenkumham Provinsi NTT sedang menyiapkan sapi kurban dari Balitbang HAM Kemenkumham RI

“Alhamdulillah 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing akan kami distribusikan kepada saudara di kalangan dhuafa, panti asuhan non muslim dan muslim,” ungkapnya.

Mustafa Beleng pun menandaskan bahwa penyaluran hewan kurban tak melulu bagi saudara muslim, namun non muslim berhak memperoleh hewan kurban.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

“Joni” Sapi Kurban dari Presiden Jokowi bagi Masjid Tertua di Pulau Timor

672 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo kepada Masjid Agung Al Baitul Qadim, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang, pada Jumat, 31 Juli 2020.

Sapi kurban yang merupakan persilangan antara Sapi Bali dan Sapi Berangus melalui kawin suntik atau seminasi buatan dengan bobot 980 kilogram ini diberi nama Joni.

Wagub Nae Soi langsung menyerahkan sapi kurban tersebut kepada H. Musa Imran selaku Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata.

Dalam kesempatan tersebut Wagub JNS mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas sumbangan hewan kurban kepada masyarakat NTT pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan perhatian yang begitu besar kepada Masyarakat NTT terlebih pada hari ini telah memberikan sapi satu ekor yang beratnya sangat luar biasa, dan masyarakat NTT memberikan salam hangat kepada Bapak Presiden, selamat Idul Adha, semoga Bapak diberi kesehatan yang prima untuk membangun nusa dan bangsa ini, serta selalu arif dan bijaksana dalam memimpin republik ini, terlebih dalam masa Covid ini,” kata Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub mengungkapkan, berkurban tidak harus dengan kegiatan formal seperti penyerahan hewan kurban secara simbolis. Esensi dari berkurban, kata dia, adalah memberi dan berbagi terhadap sesama dari kekurangan yang kita miliki.

Wagub Josef Nae Soi saat menyerahkan bantuan sapi kurban “Joni” dari Presiden Jokowi

“Idul Adha tidak harus sekedar kita merayakan penyembelihan hewan, tapi hewan yang kita sembelih itu harus sesuai dengan apa yang kita niatkan, kita berikan kepada Allah SWT, serta sebagai umat beriman kita juga harus dapat memberi kepada orang lain di saat kita sendiri miskin dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama,” jelas Wagub Nae Soi.

Di akhir sambutannya, pria asal Ngada tersebut tidak lupa memberi ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di NTT dalam merayakan Idul Adha 1441 H dan berharap agar momentum hari spesial ini dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk memperkuat spirit pengorbanan dan kepedulian demi mewujudkan NTT yang lebih baik lagi.

“Saya atas nama Pemerintah NTT, Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT saya sendiri Josef Nae Soi mengucapkan kepada seluruh umat muslim di seluruh NTT Selamat Idul Adha, mudah-mudahan pengorbanan kita tidak hanya sampai di sini, tapi pengorbanan kita harus terus berlanjut ke depan, supaya kita dapat membangun NTT ini hari lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari pada hari ini,” pungkas Wagub Josef mengakhiri sambutannya.

Untuk diketahui bahwa Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata merupakan Masjid Tertua di Pulau Timor yang sudah berdiri sejak tahun 1806 dan tercatat dalam 100 Masjid Tua bersejarah di Indonesia.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim, Asisten III Administrasi Umum Setda NTT, Kosmas Lana, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTT, Staf Ahli Gubernur NTT, Samuel Pakereng; Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim, H. Musa Imran beserta pengurus, insan pers dan undangan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)