Arsip Kategori: Religi

Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

58 Views

Kendari, Garda Indonesia | Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna) di Kec. Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu, 16 Februari 2020.

Ibadah Minggu di pimpin oleh Pastor Daud dan dihadiri ratusan jemaat Katolik di wilayah Kota Kendari.

Pada Ibadah Minggu ini, Danrem 143/HO beserta rombongan usai melaksanakan ibadah membagikan bingkisan kepada seluruh jemaat yang hadir, hal ini memang menjadi agenda rutin yang dilaksanakan.

Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna)

Menurut Danrem minggu berkah ini dilaksanakan secara bergantian, dari gereja satu ke gereja yang lain, dan kegiatan ini sudah beberapa kali dilaksanakan.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan, banyak tanggapan positif dan dukungan dari masyarakat untuk terus melaksanakan Minggu Berkah dari gereja ke gereja,” imbuh Kolonel Yustinus Nono Yulianto.

Foto bersama Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg dan Pastor Daud dari Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna)

“Yang terpenting dengan kegiatan – kegiatan seperti ini tentunya akan menambah kedekatan TNI – Rakyat, karena dalam kegiatan ini bukan hanya kita membagikan bingkisan tetapi kita turut langsung beribadah dan mempersembahkan lagu – lagu rohani, semoga semua akan berjalan dengan baik dan selalu dalam limpahan kasih Tuhan YME,” pungkas Danrem.(*)

Sumber berita (*/penrem143)
Editor (+rony banase)

Yuk Ikut Sayembara Logo dan Mars Pesparani II 2020 ! Ini Detail Syaratnya

143 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Nasional II tahun 2020 menghelat dan meluncurkan Sayembara Logo dan Mars Pesparani. Hal ini disampaikan dalam sesi konferensi pers pada Rabu, 12 Februari 2020 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT.

Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, didampingi Ketua Umum Pesparani Nasional II yang juga Ketua NU NTT Jamaludin Ahmaddan, Ketua Panitia Pelaksana Sinun Petrus Manuk serta sejumlah pejabat dari Kanwil Agama NTT serta Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Grardus Duka, Pr.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem memukul gong sebagai tanda diluncurkannya Sayembara Logo dan Mars Pesparani Nasional II tahun 2020

Ketua Pelaksana Pesparani Nasional Katolik II, Sinun Petrus Manuk mengatakan Sayembara Logo Pesparani berhadiah Rp.20 juta dan sertifikat sedangkan Sayembara Mars berhadiah Rp.30 juta dan sertifikat.

Tahapan lomba dimulai dengan pendaftaran dan pemasukan karya dari tanggal 11 Februari—19 Maret 2020 pukul 23.59 WITA. Penjurian dari 20—27 Maret 2020. “Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah pada 28 Maret 2020,” ujar Petrus Manuk.

Mengenai persyaratan sayembara logo Pesparani, jelas Sinun, Peserta terbuka untuk umum; WNI berusia di atas 17 tahun, atas nama perorangan (berlaku Nasional); peserta tidak dipungut biaya pendaftaran; peserta melampirkan identitas diri (scan KTP/SIM). Peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan.

Selanjutnya dapat dilihat dan diunduh pada selebaran digital di bawah ini :

Persyaratan administrasi dan teknis lainnya dapat diunduh pada halaman facebook “Pesparani II 2020” atau melalui laman (website) LP3KN http://pesparani.or.id/

Selanjutnya untuk sayembara mars Pesparani, persyaratannya antara lain; Peserta adalah warga negara Indonesia; Materi mars adalah murni karya baru dari pencipta aslinya yang mendaftar sebagai peserta bukan reproduksi, saduran, atau representasi dari karya cipta lagu lain yang pernah ada sebelumnya, baik secara syair maupun melodi.

Informasi lengkap dapat dilihat dan diunduh pada selebaran digital di bawah ini:

Ketentuan administratif, peserta dapat mengikuti sayembara ini dengan cara mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan yang dapat diunduh pada tautan berikut :

http://http//:pesparani.or.id

Mengisi formulir pendaftaran yang dilengkapi dengan scan tanda pengenal diri (KTP/SIM); File lagu di pos-el (email) ke sayembaramars.pesparani2020@gmail.com

Kesalahan alamat kirim atau melewati batas waktu yang ditentukan dianggap tidak mengirimkan karya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Kota Kupang Siap Jadi Tuan Rumah Pesparani Provinsi dan Nasional 2020

84 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyukseskan Pesparani NTT pada 14—17 Mei 2020 dan Pesparani Nasional pada 28 Oktober—1 November 2020.

Pernyataan kesiapan Kota Kupang menjadi tuan rumah event rohani berskala nasional ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang saat menerima Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya.

Menurut dr Herman Man, Sebagai Event Rohani yang berskala provinsi dan nasional, pelaksanaan pesparani ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan Kota Kupang sebagai kota yang ramah dan layak menjadi tuan rumah pagelaran event nasional.

“Pesparani juga menjadi ajang sangat strategis untuk peningkatan ekonomi Kota Kupang karena pada saat yang bersamaan akan didatangi lebih dari 15.000 orang tamu dari luar NTT dalam tahun 2020. Ini jadi momentum emas kita. Kami berterima kasih dan siap menjadi tuan rumah untuk sukseskan acara ini,” ujar Wakil Wali Kota Kupang.

Dirinya mengatakan saat ini Kota Kupang didukung 67 hotel berbintang dan melati, 41 penginapan (homestay) juga ribuan kamar yang nyaman dan layak huni dengan total tempat tidur bisa mencapai 8.000. “Nah Ini bisa dimaksimalkan. Kita akan gelar koordinasi dengan semua pengusaha hotel resto pengusaha kuliner dan usaha jasa pariwisata lainnya untuk menyambut ribuan tetamu kita ini,” ungkapnya

Wakil Wali Kota Kupang juga langsung memerintahkan Kadis PU Kota Kupang untuk membereskan jalan-jalan kota dan lampu- lampu jalan yang masih macet terutama di jalan protokol dan di lokasi pegelaran lomba.

Terkait Kesiapan Delegasi Perparani Kota Kupang, lanjut Wakil Wali Kota Kupang, telah dipilih 220 orang peserta pesparani yang akan bertarung memperebutkan 13 mata lomba di tingkat provinsi bahkan siap menjadi wakil NTT di Pesparani tingkat nasional. “Semua peserta dari Kota Kupang siap berlatih selama 60 kali ke depan bahkan siap dikarantina selama seminggu di Hotel Naka Kupang,” bebernya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man dan Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya

Sementara itu, Ketua LP3K Provinsi NTT, Frans Salem dan Ketua Umum Pesparani NTT, Sinun Petrus Manuk kepada Wakil Wali Kota dan jajaran Pemkot yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut membahas berbagai persiapan terutama dan urgen tentang kesiapan penginapan dan hotel untuk menerima tamu Pesparani NTT yang jumlahnya diprediksi mencapai 3.000 orang dan Pesparani Nasional yang mencapai 12.000 orang.

Hal lain yakni kesiapan penataan kota, akses jalan menuju venue lomba, lampu jalan, kesiapan destinasi wisata yang bakal dikunjungi peserta, UMKM kuliner lokal dan suvenir, masalah keamanan dan semarak kota menjelang pesparani.

Frans Salem juga menegaskan dalam menyambut Pesparani NTT dan Nasional di Kota Kupang, akan digelar Lomba “Kelurahan Pesparani” di tingkat Kota Kupang.

Lomba Kelurahan Pesparani, urai Frans Salem, adalah bagian dari strategi pelibatan warga kota dalam memeriahkan pelaksanaan pesparani terutama kelurahan yang menjadi pintu masuk peserta baik dari laut, darat maupun udara juga kelurahan yang menjadi lokasi pegelaran dan venue pesparani yakni di Gelanggang Olahraga (GOR) Flobamora, Gereja Paulus, Aula Eltari, Gereja Asumptha, juga pintu masuk bandara, Pelabuhan Tenau, Bolok dan Lasiana arah timur Kota Kupang.

Adapun Panitia Pesparani yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Romo Dus Bone, Panitia yang juga Anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek, Yuvensius Tukung, dan Fidelis Nogor dr Bidang Promosi dan Publikasi. Sementara Wakil Walikota Herman Man didampingi Sekda Kota Kupang, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Kadis PU Kota Kupang, Kabag Kesra dan beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang tersebut diakhiri doa bersama yang dipimpin Romo Dus Bone, Pr dan foto bersama. (*)

Sumber berita (*/Fidel Nogor- Sekretaris Panitia Pesparani Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi)
Editor (+rony banase)

Hadiri Imlek Nasional 2020, Presiden Jokowi: Mari Bekerja Lebih Keras

112 Views

Tangerang, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional yang dihelat di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 30 Januari 2020. Kepala Negara hadir mengenakan pakaian tradisional changshan berwarna merah menyampaikan ucapan selamat bagi komunitas Tionghoa di Indonesia dalam perayaan yang mengangkat tema “Bersatu untuk Indonesia Maju”.

“Pagi hari ini saya sangat bergembira sekali dan saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Imlek di tahun 2020 ini. Gong Xi Fa Cai,” ujarnya.

Perayaan ini terasa kental akan nuansa kebudayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia di mana tak hanya dihadiri oleh komunitas Tionghoa Indonesia saja, melainkan turut dihadiri oleh para raja dari penjuru Nusantara, masyarakat dari lintas agama dan profesi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Kepala Negara saat melihat dari dekat beragam kudapan khas Tionghoa yang disajikan panitia Perayaan Imlek Nasional 2020

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Bayangkan, 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah yang berbeda-beda dan 1.100 lebih bahasa daerah kita. Enggak ada yang seberagam Indonesia, enggak ada. Ini yang patut kita syukuri bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk memaknai momentum pergantian tahun ini dengan kerja keras. Apalagi Indonesia dan negara-negara lainnya tengah dihadapkan pada kondisi perekonomian global yang melamban dan tak menentu.

“Kalau kita kerja biasa-biasa saja akan sangat berbahaya bagi ekonomi negara kita. Karena ekonomi dunia sekarang sedang berada pada posisi yang menurun dan tidak pasti,” ucapnya.

Acara puncak perayaan tersebut diakhiri dengan doa bersama para tokoh lintas agama dan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Tampak hadir sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju yang di antaranya ialah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres) Foto oleh Muchlis Jr.

Editor (+rony banase)

OMK Kapel HKY Bimoku Siap Helat Konser Pembangunan saat ‘Valentine Day 2020’

176 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik Hati Kudus Yesus (OMK HKY) Bimoku Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui-Kupang akan mengadakan Konser Pembangunan Gereja yang akan dihelat pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 18.00 WITA—selesai bertempat di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang.

Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui RD. Krispinus Saku saat dikonfirmasi wartawan usai perayaan Ekaristi pada Minggu, 19 Januari 2020 pukul 11.00 WITA di Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, mengapresiasi kegiatan yang bakal digelar oleh OMK HKY ini. “Niat baik semua komponen umat termasuk Orang Muda Katolik terhadap Gereja Katolik itu sangat dihargai apalagi untuk berprestasi. Itu sangat diapresiasi. Oleh karena itu saya sangat mendukung dan saya memberikan kesempatan untuk OMK ini berkreasi. Ini sikap yang baik dan luhur, apalagi ini kegiatan untuk mendukung proses pembangunan Kapela ini,” ucap RD. Kris.

RD. Kris menyampaikan jikalau pihaknya selaku pimpinan Gereja lokal yang mewakili Uskup menginginkan supaya OMK memiliki rasa kepedulian terhadap kebutuhan umat dan Gerejanya. Artinya, OMK sebagai agen perubahan di dalam Gereja lebih peka terhadap situasi sosial yang ada. Oleh karena itu dirinya mendukung secara total Konser Pembangunan Kapel yang digelar OMK HKY Bimoku.

Menurut RD. Kris, OMK HKY Bimoku telah berupaya untuk menjadi pribadi milenial yang penuh kreativitas, tidak malas, terutama mau rela berkorban. “Ini hal yang luar biasa. Mereka melakukan hal ini dari kekurangan dan keterbatasan mereka untuk membantu panitia dan umat Kapel HKY Bimoku untuk turut serta membangun dan mendirikan Rumah Tuhan,” puji RD. Kris.

Kapel HKY Bimoku berada di wilayah Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui di Jalan Prof. DR. Herman Yohanes Kota Kupang dan saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Oleh karena itu, untuk membantu panitia dan umat yang ada, OMK HKY Bimoku melalui koordinasi Ketua OMK HKY Bimoku Timoteus Mau (Timo) dan Ketua Panitia Konser Pembangunan Kapel HKY Bimoku Mario Makin (Eksel) bersama segenap OMK yang ada berinisiatif untuk mengadakan konser yang bakal digelar ini.

Latihan Paduan Suara dan musik terus dilakukan setiap malam mulai pukul 18.00—21 WITA dengan materi lagu dan musik klasik serta tradisional.

Ada pun peserta konser yang akan bergabung adalah Paduan Suara OMK HKY Bimoku, Paduan Suara Vokalista Kmanek, Vocal Group Pendidikan Musik Unwira Kupang, Band Frater Claret, Suryadikara Voice, Solo, Duo, dan Trio.

Konser Pembangunan Kapela ini mengangkat tema “Love Is Divine”, Ketua Panitia Konser Pembangunan Kapel HKY Bimoku, Mario Makin (Eksel) menjelaskan kepada wartawan saat bersama di halaman Kapel HKY Bimoku pada Rabu, 22 Januari 2020 petang, menyampaikan tema yang diangkat untuk konser itu merupakan hasil refleksi bersama OMK HKY Bimoku tentang Kasih Ilahi.

“Kakak, ini kami renungkan bersama. Konser yang akan kita laksanakan itu bertepatan dengan momen kasih sayang atau Valentine’s Day. Nah, dari sini kita mencoba merenungkan kasih Tuhan yang tidak terhingga. Kasih Tuhan itu tanpa batas. Oleh karena itu kami ingin mengajak semua orang untuk merenungkan tentang Kasih Tuhan ini. Kasih Tuhan yang telah kita terima secara gratis dari Tuhan, mari kita bagikan secara cuma-cuma kepada sesama. Kita membagikan kasih itu harus tanpa perhitungan. Membagi kasih itu harus tanpa kalkulasi. Mari kita saling mengasihi karena Tuhan Yesus sendiri mengasihi kita secara sempurna dan paripurna. Nah, kebetulan Kapel kita ini belum rampung, saya mengajak semua umat Katolik di Kota Kupang atau siapa saja yang peduli untuk mengulurkan bantuan kasih sehingga Rumah Tuhan ini dapat segera dituntaskan,” kata Eksel Makin.

Suasana latihan untuk Konser Pembangunan Gereja yang akan dihelat pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 18.00 WITA—selesai bertempat di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua OMK HKY Bimoku Timo Mau mengatakan jika kegiatan Konser Pembangunan Kapel ini merupakan bentuk panggilan seluruh OMK HKY Bimoku untuk mendukung pembangunan Kapela yang sedang berlangsung. “Melalui tema kasih ini kami ajak semua orang untuk peduli. Ya, kami juga menyanyi ini tidak saja sekadar untuk mendapatkan uang, tetapi kami mau mengajak semua orang untuk berbagi kasih,” tukas Timo Mau.

Timo Mau juga menjelaskan kalau frasa dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” diterjemahkan dari kalimat bahasa Yunani “hemeis agapao hoti autos protos agapao hemes” (kita mengasihi, sebab Ia lebih dahulu mengasihi kita). Frasa “kita mengasihi” atau “hemeis agapao” adalah bentuk kata kerja present aktif subjunctif, artinya sesuatu yang sedang dan masih dilakukan. Kristus dalam Matius 22:34-40 meringkas tugas orang Kristen dengan hukum kasih, yaitu kasih kepada Tuhan, kepada diri sendiri dan kepada sesama. Kasih perlu memenuhi hidup kita dan mengontrol kasih yang lainnya. Semua kasih yang lain hanya dapat diperbaiki dan berfungsi dengan benar dalam proporsi yang tepat bila kasih mengontrolnya. Kasih ini mengatur relasi kita dalam keluarga, sesama, ditempat kerja (Yohanes 13:34), dan bagi mereka yang membutuhkan bahkan mereka yang memusuhi (Lukas 10:25-37).

Timo Mau dan Eksel menekankan bahwa Alkitab mengajarkan kasih merupakan sesuatu yang harus kita kembangkan, karena itu Alkitab memerintahkan untuk mengasihi dengan aktif. Kasih bukan sekedar keinginan berbuat baik, melainkan keputusan dan sikap melakukannya.

Dia akhir pembicaraan, Timo dan Eksel mengajak semua umat Katolik di Kota Kupang dan semua pihak yang menyukai musik untuk datang dan menyaksikan konser yang akan dilaksanakan itu.

“Tempatnya di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kota Kupang pada Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 19.00 WITA (7 malam). Silakan datang bagi yang berminat dan kepada yang hendak membantu pembangunan Kapel ini. Kami menjual tiket konser sebesar 250.000 rupiah untuk VIP, 100.000 rupiah dan 50.000 rupiah untuk ekonomi. Bapak, mama, kakak, adik yang ingin membeli dapat menghubungi Nona Mey di 081237919702, 081237919702, 085239189914, dan 081338399426. Kami akan menampilkan yang terbaik untuk Tuhan,” tutup Timo dan Eksel sambil tersenyum. (*)

Penulis (*/Frids Wawo Lado)
Editor (+rony banase)

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

111 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | “Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/01/15/wali-kota-kupang-jefri-riwu-kore-bakal-terima-penghargaan-dari-menteri-agama/

Ucapan syukur dan terima kasih Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya usai menerima penghargaan pada Kamis, 16 Januari 2020 di Auditorium H. M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.

Wali Kota Kupang di antara para Kepala Daerah yang menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menerima Piagam Penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dengan Piagam Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi. Wali Kota Kupang hadir di antara para kepala daerah se-Indonesia lainnya untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan yang diterima Wali Kota Kupang, tentunya menjadi kebanggaan Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang sebagai bukti kepedulian Pemerintah Daerah terhadap umat beragama di Kota Kupang tanpa membeda-bedakan agama mana pun.

Dalam pidatonya, Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Fachrul Razi menyebutkan bahwa Wali Kota Kupang menghibahkan tanah seluas 942m² untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Padahal beliau (Wali Kota Kupang, red) agamanya bukan Buddha, tapi beliau menghibahkan 942m² tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” kata Menteri Agama RI.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tika Nubatonis—Biro Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)

Sidang Majelis Klasis Kupang Tengah 2020, Gereja & Pemerintah Harus Kolaborasi

184 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Panitia Persidangan Klasis Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur tahun 2020 menghelat persidangan klasis yang dilaksanakan pada 15—18 Januari 2020 di gedung kebaktian Gereja Bet’el Maulafa, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berkenan hadir dan memberikan sambutan pada acara pembukaan Persidangan Klasis Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Kupang Tengah, yang berlangsung di gedung kebaktian Gereja Bet’el Maulafa, pada Rabu 15 Januari 2020.

“Sebagai Gubernur saya minta agar di bawah pemerintahan saya saat ini, pemerintah dan gereja harus mampu berkolaborasi secara baik demi terciptanya masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sejahtera. Caranya seperti apa? program serta visi antara pemerintah dan gereja harus sinergi. Dan kolaborasi ini harus menyentuh semua aspek kesejahteraan masyarakat, baik dari segi ekonominya, pendidikannya, maupun peradabannya. Oleh karena itu sekali lagi saya katakan bahwa kolaborasi itu sangat penting,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur Viktor mencontohkan, dalam bidang pertanian maupun perikanan misalnya, pemerintah menyediakan bibit serta benih kepada masyarakat, ketika selesai diberikan pihak gereja harus masuk untuk melakukan bimbingan serta pengawasan, agar bantuan dari pemerintah ini tidak sia – sia, tetapi mampu membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Sekian lama yang terjadi di NTT adalah memang benar kita kerja, dan itu fakta. Tetapi kita tidak tahu apa yang kita kerjakan. Karena sekian lama output dari uang yang dikeluarkan adalah bahwa program telah dikerjakan. Maka sekarang kita ubah, output-nya adalah telah terjadi kemajuan terhadap ekonomi rakyat,” sambung Gubernur VBL.

Penyerahan secara simbolis bibit tanaman oleh Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim kepada perwakilan jemaat

Mantan anggota DPR RI dari fraksi partai NasDem ini kembali mengangkat tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di NTT. “Gereja juga harus terlibat dalam memajukan pendidikan di NTT. Saya lebih setuju apabila karakter setiap orang harus dibentuk sejak dini, dan PAUD adalah salah satunya. Gereja harus mempunyai PAUD. Rancang secara baik, buatkan visi yang hebat, siapkan guru – guru yang berkualitas bagus, barulah duduk bersama pemerintah berkaitan dengan anggarannya. Dan kalau ini bisa berjalan dengan baik, maka saya pastikan ke depan kita akan memiliki anak – anak muda dari NTT yang pintar dan berkarakter,” ungkap Laiskodat.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Bet’el Maulafa, Pdt. Lory Viktoria Lena Foeh, menggambarkan tentang keadaan jemaat. “Saat ini kami memiliki 7 organisasi tani yang selalu bekerja untuk kesejahteraan jemaat. Kami memiliki sarana pendukung, antara lain 3 sumur bor dan satu buah sumur biasa, yang kami pakai dalam mengolah lahan pertanian yang ada. Dan sudah banyak hasil yang kami panen. Kami memiliki ribuan anakan yang saat ini sudah ditanam dan sebentar lagi akan dipanen. Inilah salah satu bentuk dukungan kami dari pihak Gereja dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan ekonomi masyarakat. Sekali lagi kami sangat membutuhkan kerja sama dari pihak pemerintah, khususnya dalam penyediaan bibit, sehingga semua lahan kosong yang ada dapat kami manfaatkan,” ungkap Pendeta Lory.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon, Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim, Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, Staf Ahli Gubernur, Semuel Pakereng dan juga beberapa pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys / Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Natal Bersama Kodam IV/Diponegoro, Ini Pesan Pangdam bagi Umat Kristiani

33 Views

Semarang, Garda Indonesia | Natal merupakan wujud nyata kasih Tuhan yang begitu luar biasa kepada manusia yang kehadirannya sangat dinanti umat Kristiani. Oleh karena itu sudah sepantasnya perayaan Natal ini disambut dengan rasa syukur dan penuh suka cita.

Kiranya damai dan kasih Natal senantiasa menerangi kehidupan kita dan menjadi motivasi baru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

Demikian penyampaian Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. pada Perayaan Natal Umat Kristiani Kodam IV/Diponegoro Tahun 2019, di Gedung Balai Diponegoro, pada Senin, 13 Januari 2020.

Lebih lanjut pinta Pangdam, sebagai bentuk rasa syukur, dalam merayakan Natal kali ini, marilah kita tunjukkan dedikasi dan kinerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit dan PNS TNI sesuai bidang tugasnya masing-masing.

Selain itu, wujudkan rasa syukur kita dengan tekun beribadah, menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama manusia. “Jadikan perbedaan dan keanekaragaman suku, agama, ras dan golongan yang ada dalam masyarakat kita sebagai anugerah kekayaan sosial budaya yang diberikan Tuhan pada kita”, tegasnya.

Diungkap Pangdam, jika mampu hidup dalam kebinekaan, niscaya persatuan dan kesatuan negara Indonesia yang majemuk ini akan tetap kokoh dan tidak akan tergoyahkan. “Hal tersebut sejalan dengan tema Natal 2019 Angkatan Darat yaitu Dengan Sukacita Natal Kita Perkokoh Semangat Prajurit Sapta Marga dan PNS TNI untuk Tetap Tegaknya Kesatuan dan Persatuan Bangsa,” imbuh Jenderal Bintang  Dua ini.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro itu mengajak seluruh prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro untuk bersama-sama membulatkan tekad mengabdikan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Diterangkan Pangdam, saat ini masih banyak bermunculan isu SARA yang jika tidak disikapi secara bijak, dapat berpotensi menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bersama bergandengan tangan dengan segenap elemen masyarakat untuk membangun bangsa Indonesia yang memiliki semboyan Bineka Tunggal Ika ini dengan mengedepankan kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Tingkatkan kepedulian kita kepada sesama umat manusia dengan menebarkan kebaikan di mana pun kita berada,”pungkas Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Sebagai wujud bakti dan peduli kepada sesama, pada momen Natal kali ini Pangdam memberikan tanda kasih kepada Panti Asuhan Gatot Subroto, Panti Asuhan Kristen Sekolah Kehidupan dan Panti Asuhan Katolik Cacat Ganda serta doorprize untuk para peserta.

Perayaan Natal yang dipimpin Pendeta Gilbert Lumoindong dan Romo Andreas Tri Adi Kurniawan, MSF itu juga dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M. Irdam, Para Asisten, Kapok Sahli, Perwira Liasion dan para Kabalak serta Komandan Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)