Arsip Kategori: Religi

MUI : Sebaik-Baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

65 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengajak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan dan memperbanyak salat serta ibadah karena sebaik-baiknya salat adalah salat di rumah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa ada hikmah di balik peristiwa. Salah satu hikmah dengan adanya wabah Covid-19 ini adalah penguatan ketahanan keluarga kita. Penguatan kekuatan ibadah di dalam rumah.

“Rasulullah SAW menegaskan di dalam hadis shahihnya bahwa sebaik-baik ibadah salat yang dilaksanakan oleh hamba di dalam hal ini umat Islam yakni salat yang dilaksanakan di rumah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid atau musala, tetapi di rumah kita masing-masing. “Salat di rumah itu adalah keutamaan. Sebaik-baik salat yang dilakukan adalah salat di rumah, kecuali salat-salat yang memang terikat pelaksanaannya di masjid seperti salat tahiyatul masjid,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI tersebut.

MUI mengajak umat Islam Indonesia untuk bersama-sama memakmurkan seluruh Bumi Allah SWT dengan kepentingan ibadah.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya mengimbau kepada segenap jajaran struktural dan warga NU di Kota Pahlawan, Jawa Timur untuk melaksanakan salat lima waktu berjamaah bersama keluarga di rumah, sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri, PCNU Surabaya telah membuat dua surat terkait penanganan COVID-19, yakni Surat Seruan Nomor: 935/PC/A.II/L-1/III/2020 dan Surat Edaran Nomor: 934/PC/A.II/L-1/III/2020 yang ditujukan kepada jajaran struktural dan warga NU se-Surabaya.

Adanya dua surat dari PCNU Surabaya tersebut menindaklanjuti instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor: 3952/C.I.34/03/3030 tentang Protokol NU Peduli COVID-19 dan juga instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, sebagai upaya lanjut menahan laju dan memutus rantai sebaran Virus Corona.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Pemuka Agama Sepakat Imbau Umat Hindari Kerumunan Cegah COVID-19

102 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Para pemuka dari berbagai agama sepakat dalam masa wabah COVID-19 ini mengimbau umatnya agar menghindari kerumunan, termasuk dalam beribadah, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran dan menanggulangi penyakit tersebut.

“Hindari kerumunan sekali pun itu atas nama ibadah,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Sabtu, 28 Maret 2020.

Asrorun mengemukakan bahwa MUI telah mengeluarkan Fatwa No.14/2020 tentang pedoman pelaksanaan ibadah, yang isinya antara lain ibadah yang dijalankan dengan cara kerumunan agar seminimal mungkin dilarang dan dihindari.

Senada, Sekretaris Umum Pendeta Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn F. Manuputty, mengatakan telah mengeluarkan imbauan sejak 13 Maret 2020 agar seluruh umat menjaga jarak dan menghindari ibadah-ibadah yang sifatnya kerumunan.

Kemudian, Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin, juga menyatakan umat Buddha telah diimbau untuk menghentikan kegiatan yang sifatnya berkumpul, dan juga menjaga jarak minimal dua meter, serta merekomendasikan agar kegiatan di tempat ibadah bisa dilakukan dengan bantuan teknologi.

Selanjutnya, Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Steven menuturkan para uskup sudah mengeluarkan petunjuk agar dapat ditaati dan dipatuhi terkait agar seluruh umat mengikuti perayaan gerejawi tanpa hadir secara bersama-sama, tetapi bisa melalui media sosial digital.

Sedangkan Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Nyoman Suartanu menyatakan untuk mencegah COVID-19 ini, umat Hindu agar melakukan kegiatan keagamaan cukup dari rumah saja, mulai dari melakukan doa hingga meditasi untuk kesembuhan dan perbaikan bangsa.

Berbagai pemuka agama itu hadir dalam jumpa pers bertajuk “Anjuran Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Berkaitan dengan Self-Distancing untuk Menghindari Penyebaran COVID-19”.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan kontak dekat sebagai faktor utama pertambahan jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air. “Ada kontak dekat yang terjadi dengan kasus ini, sehingga mengakibatkan penularan kemudian memunculkan angka pasien sakit,” kata Yurianto dalam konferensi di Graha BNPB, Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2020.

Jumlah positif COVID-19 di Indonesia meningkat signifikan dari 893 kasus pada Kamis, 26 Maret 2020, menjadi 1.046 kasus pada Jumat pukul 12.00 WIB.

Peningkatan jumlah kasus itu, kata Yuri, menggambarkan masih adanya penularan penyakit di tengah masyarakat sehingga masih ada kontak dekat yang terjadi. Mencermati hal tersebut, pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan virus dengan mematuhi anjuran menjaga jarak aman minimum 1,5 meter.

Ia mengemukakan bahwa dalam jarak itu, potensi penularan dari orang ke orang lainnya sangat besar, terutama melalui percikan ludah (droplets) pada saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin kemudian mengenai orang yang sehat. “Mari kita patuhi bersama, hindari kontak dekat. Jaga jarak pada saat melakukan komunikasi sosial dengan siapapun, baik di rumah maupun di luar rumah,” kata Yurianto.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

LP3K Nasional Luncurkan Logo dan Mars Pesparani II

106 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebulan lebih berproses dan mengumpulkan begitu banyak karya, maka sesuai jadwal pada Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 17.00 WITA, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) mengumumkan kepada publik dua orang pemenang sayembara Logo dan Mars Pesparani II Tahun 2020.

Acara pengumuman sekaligus peluncuran Logo dan Mars Pesparani II Nasional secara daring (online), dilakukan oleh Ketua Umum LP3KN Prof. Adrianus Meliala disaksikan beberapa pengurus LP3KN di Kantor LP3KN Jakarta. Ada pun peluncuran ini akan ditayangkan secara nasional dan terbuka untuk diakses semua peserta Lomba, Pengurus LP3K Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan juga Panitia Pesparani Nasional II Tahun 2020

“Siapa nama pemenang sayembara Logo Pesparani dan Mars Pesparani II Tahun 2020 akan langsung diketahui petang ini juga,” papar Wakil Ketua III LP3K Provinsi NTT, Drs. Sinun Petrus Manuk kepada media di Kupang, pada Sabtu, 28 Maret 2020 pagi.

Untuk diketahui, Pendaftaran peserta Sayembara LOGO dan MARS Pesparani Nasional II tahun 2020 yang dibuka sejak pada 12 Februari 2020 lalu, telah resmi ditutup pada 19 Maret 2020 pukul 23.59 waktu setempat. Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 98 orang peserta mendaftar dan mengirim hasil karyanya kepada Panitia Pesparani.

Jumlah itu terdiri dari 67 orang yang mendaftar sebagai peserta Sayembara Logo Pesparani Nasional II 2020 dan ada 31 orang yang mendaftar sebagai peserta Sayembara Mars Pesparani Nasional II 2020.

Ada pun pesertanya terdiri dari orang NTT dan luar NTT. Uniknya kata Manuk, sayembara Logo dan Mars Pesparani II tahun 2020 ini tidak hanya diikuti oleh peserta yang beragama katolik tetapi juga dari umat yang beragama lain. Sesuai jadwal maka semua karya dan materi Lomba tersebut telah dilakukan penilaian oleh Tim Juri Sayembara mulai tanggal 20—27 Maret 2020

Bertindak sebagai Tim Juri Mars Pesparani Nasional II 2020 yakni Romo Bernard Antonius Rahawarin (luar NTT), Drs. Petrus Riki Tukan (Kupang) dan Budi Susanto Yohanes (luar NTT). Sedangkan Tim Juri Logo Pesparani Nasional II 2020 yakni Rm. Gandi, SJ (Jakarta), Yopi Liliweri (Kupang) dan Leader Ismail (Kupang).

“Dari hasil penjurian itulah maka petang ini publik akan mengetahui siapa Pemenang Sayembara Mars dan Logo Pesparani 2020 yang akan di-launching secara online melalui website resmi milik LP3K Nasional,” ujar Piter Manuk yang kini dipercaya menjadi Ketua Umum Panitia Pesparani II 2020 Tingkat Provinsi NTT. (*)

Sumber berita (*/Tim Media Pesparani II)
Editor dan foto utama oleh (+rony banase)

Imbauan Gereja Katolik Merespons Wabah Pandemik Covid-19

152 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Gereja Katolik Indonesia menyerukan imbauan kepada Umat Katolik di tengah wabah pandemik Covid-19. Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo V. Adi Prasojo Pr. juga menyampaikan beberapa poin mengenai dukungan gereja terhadap penanganan Covid-19.

Setelah menyepakati dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rm. Adi Prasojo menyatakan beberapa poin dukungan Gereja Katolik Indonesia. Ia mengatakan bahwa Gereja Katolik dan Umat Katolik Indonesia senantiasa mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah.

“Gereja Katolik Indonesia merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia siap bersama-sama melakukan bela negara dan cinta tanah air,” ujar Romo Adi pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Romo Adi Prasojo mengimbau seluruh keuskupan di Indonesia diharuskan untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan, wilayah dan sebagainya mulai 21 Maret—3 April 2020. Sesudah periode tersebut, Gereja Katolik Indonesia akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah.

Sebagai dukungan terhadap pemerintah, Romo Adi mengatakan bahwa rumah-rumah sakit dan tenaga medis lain akan mengambil bagian sebagai sukarelawan untuk membantu pemerintah melawan wabah pandemik Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

“Ormas Katolik, seperti Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) serta Universitas-universitas Katolik, lembaga dan elemen Katolik lain menyediakan diri untuk menjadi relawan mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid-19,” ujar Romo Adi.

Terakhir, Romo Adi menyampaikan kesiapsediaan para cendekiawan dan Ilmuwan Katolik untuk ikut memberikan sumbang-saran kepada pemerintah dalam melawan Covid-19.

Romo Adi Prasojo menyampaikan pernyataan Gereja Katolik setelah bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Doni Monardo mengharapkan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat menyadari bahaya Wabah Corona sehingga mereka mampu melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah dan memitigasi.

“Diharapkan korban jiwa dapat dikurangi,” kata Doni.

Di samping itu, Doni menyampaikan bahwa Gereja Katolik Indonesia memberikan bantuan dalam penanganan Covid -19. Bantuan tersebut berupa dukungan dokter yang dapat menjadi bagian dari tim sukarelawan dan sejumlah Rumah Sakit Katolik untuk pasien Covid – 19.(*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

MUI Ajak Masyarakat Berikhtiar Cegah Covid-19 Sesuai Fatwa MUI 14/2020

73 Views

Jakarta, Garda Indonesia | “Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal ini menjadi bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams),” ujar Asrorun Niam Sholeh, MA., Sekretaris Komisi Fatwa MUI dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, pada Kamis, 19 Maret 2020.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat muslim di tanah air untuk berikhtiar dan bersama-sama berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing dalam menghadapi covid-19 sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020.

Selain itu, Niam juga menjelaskan tentang fatwa penyelenggaraan ibadah saat terjadi wabah covid-19 sebagai panduan keagamaan bagi masyarakat khususnya muslim di Indonesia untuk tetap melakukan ibadah sekaligus berkontribusi di dalam mencegah penyebaran covid-19 sementara untuk perlindungan kepada masyarakat secara umum.

Dalam kondisi seperti saat ini, menurut Niam, adalah sangat penting meningkatkan ketaqwaan masing-masing individu agar bisa diselamatkan dari musibah ini.

Adapun fatwa 14/2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi pandemi Covid-19 terbagi menjadi sembilan poin yakni :

Poin Pertama, setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkannya terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams);

Poin Kedua, orang yang telah terpapar virus corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya Salat Jumat dapat diganti dengan salat zuhur di tempat kediaman, karena salat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. Baginya haram melakukan aktivitas ibadah sunah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah salat lima waktu/ rawatib, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

Poin Ketiga, yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar Covid-19, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut, yakni dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan salat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah salat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

Selanjutnya dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus Corona, seperti tidak kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun;

Poin Keempat, dalam kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan salat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19, seperti jamaah salat lima waktu/ rawatib, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim;

Poin Kelima, dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan Salat Jumat;

Poin Keenam, pemerintah menjadikan fatwa ini sebagai pedoman dalam upaya penanggulangan Covid-19 terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib menaatinya.

Poin Ketujuh, pengurusan jenazah (tajhiz janazah) terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk mensalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19;

Poin Kedelapan, umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap salat fardhu, memperbanyak shalawat, memperbanyak sedekah, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (doa daf’u al-bala’), khususnya dari wabah COVID-19.

Poin Kesembilan, tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram.(*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Lansia Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui Hidup Penuh Berkat & Bernilai

205 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kekayaan sesungguhnya bukanlah kaya harta, namun kaya akan pengalaman,” ujar Dr. Welliam Jayapranata kepada para lansia (opa dan oma) dari Gereja GMIT Bait El Kampung Baru Penfui Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/04/14/wisata-lansia-ala-gereja-bait-el-kampung-baru-penfui-kupang/

Sekitar 50 lansia mengikuti Workshop Lansia Bahagia (Happy) yang mengusung tema “Strategi Hidup yang Diberkati dalam Menjalani Hidup yang Bernilai bagi Para Lansia”. Perasaan senang dan bahagia meliputi diri opa dan oma yang mengikuti sesi workshop yang berlangsung sejak pukul 15.30—17.30 WITA di Hotel Crysant Kupang.

Dr. Welliam Jayapranata saat berinteraksi dengan Lansia Happy Gereja GMIT Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

Dalam paparannya berdasarkan Mazmur 90 ayat 10 dan 12, Dr,Welliam menyampaikan kalau kita bekerja bakal tiba waktunya kita harus pensiun. “Jika telah pensiun, maka kita dianggap tidak lagi bermanfaat, namun di dalam kacamata Tuhan itu berbeda, karena jika orang belum mencapai 70 tahun itu artinya kita belum memenuhi target Tuhan artinya umur pendek, meninggal di usia muda karena ugal-ugalan, karena berbuat dosa, karena mengalami penyakit, karena sengaja merusak kehidupannya,” bebernya.

Mana yang lebih baik?, tanya Dr Welliam, “Karena hidup kita berharga di mata Tuhan, maka jadilah senang menjadi opa dan oma dan harus mempunyai pandangan berbeda,” imbuhnya.

Foto bersama usai mengikuti Workshop Strategi Hidup yang Diberkati dalam Menjalani Hidup yang Bernilai bagi Para Lansia Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui 

Sesungguhnya, lanjut Dr. Welliam, saat opa dan oma menghadapi kesukaran, maka hal itu luar biasa karena berhasil melewati masa-masa sukar. “Jadilah bijaksana dan menjadi berkat bagi anak, cucu, dan orang di sekitar dan dalam menempuh strategi hidup yang diberkati, maka jangan khawatir akan hidup,” pinta Dr. Welliam kepada opa dan oma dari Jemaat Bait El Kampung Baru Penfui seraya meminta untuk mendukung pelayanan di gereja.

Salah satu lansia Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui, Oma Siti (79) berinteraksi dalam workshop dengan mengungkapkan kondisi hidupnya saat suami meninggal pada tahun 2001, lalu dirinya merasakan manfaat dari Firman Mazmur 81 yang dijadikan pedoman hidupnya hingga saat ini.

Merpati Lay Nalle

Ketua Pengurus Lansia Happy Gereja GMIT Bait El Kampung Baru Penfui, Merpati Lay Nalle menyampaikan bahwa berawal dari workshop sebagai penguatan bagi para lansia dan menjadikan Gereja Bait El Kampung Baru Penfui sebagai Gereja Peduli Lansia.

“Ke depan bakal dilaksanakan kegiatan posyandu lansia, rekreasi di Arena Car Free Day, Ibadah Rekreasi, pemeriksaan kesehatan rutin. Jadi banyak program bagi lansia di tahun 2020,” ujar Merpati Lay Nalle.

Sementara itu, Pdt. Deciana Mooy Baok, S.Th. menyampaikan bahwa sejak awal 2020, Jemaat Bait El Kampung Baru telah membentuk Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Lansia bertugas memberikan pelayanan rohani. “Banyak lansia yang merasakan hidup mereka tak berguna lagi, namun semoga dengan adanya workshop ini dapat memicu semangat dalam diri mereka untuk menjadikan hidup lebih bernilai dan diberkati,” pungkas Pdt Deciana.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

KUB Sta.Theresia dari Avilla & Santo Polikarpus Dikukuhkan, Ini Pesan Pastor

129 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Gereja masa depan ada di tangan anak muda ‘Orang Muda Katolik (OMK)’ yang dapat mendampingi orang muda untuk berorganisasi dan jangan lupa untuk menyelesaikan kuliah,” pesan Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Kristinus Saku kepada OMK yang turut dilantik dalam rangkaian Pengukuhan Badan Pengurus Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. Theresia dari Avilla dan KUB Santo Polikarpus (pemekaran KUB) di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT (NTT).

Misa Ekaristi Pengukuhan Pengurus KUB Sta Theresia dari Avila dan Santo Polikarpus (prosesi komuni suci)

Misa Ekaristi Pengukuhan KUB Sta Theresia dari Avila dan Santo Polikarpus diiringi oleh kor ‘paduan suara’ Santo Polikarpus berlangsung di kediaman Ketua KUB Santo Polikarpus periode 2020—2023, Eduardus Taito pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 19.00 WITA—selesai. Lokasi Misa Ekaristi merupakan areal pemukiman para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Katolik (Unika) Widya Mandira Kupang.

Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Kristinus Saku

Selain itu, pesan Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang kepada para pengurus KUB yang dilantik agar dapat melayani dengan persekutuan dan persaudaraan dan dapat memobilisasi umat ke paroki. “Sekarang ini masing-masing kampung memiliki pastor termasuk dari Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, karena kebutuhan umat maka dimekarkan KUB dari Santa Theresia dari Avila ke Santo Polikarpus,” ujar Romo Kristinus Saku.

Romo Kristinus Saku juga berharap agar sebelum Paskah 2020, renovasi Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui dapat diselesaikan. “Kita di paroki memang sedang membangun, doa dan harapan kita sebelum paskah dapat selesai agar kita dapat masuk dalam gereja yang dapat menampung semua umat, itu yang diharapkan,” pintanya.

Pengurus KUB Santo Polikarpus dan Santa Theresia dari Avila saat diambil sumpah dalam Misa Ekaristi

Dalam urusan dana solidaritas yang dikelola oleh masing-masing KUB, Romo Kristinus Saku meminta agar dana tersebut dapat dikelola dengan baik dan dapat digulirkan ke umat. “Dana solidaritas itu dari, oleh, dan dikembalikan ke umat dan KUB yang telah menerima agar dapat disosialisasikan bahwa telah menerima dana solidaritas lalu digulirkan ke KUB yang membutuhkan karena dana itu tak ada sangkut pautnya dengan paroki,” tegas Romo Kristinus Saku sembari mengatakan sesuai dengan tema Paskah 2020, Membangun Ekonomi Keluarga, Romo Kristinus Saku, usai pembangun gereja bakal dilakukan pemberdayaan ekonomi umat.

Sementara itu, Ketua KUB Sta Theresia dari Avila periode 2017—2020, Aloysius Kamil menyampaikan pemekaran KUB Santo Polikarpus berawal dari pembentukan KUB Yohanes dari Salib kemudian dimekarkan ke Santa Theresia dari Avila lalu dimekarkan ke Santo Nobertus, lagi dimekarkan ke Santo Polikarpus. “KUB Sta. Theresia dari Avilla memiliki 28 KK dan Santo Polikarpus mempunyai 20 KK dengan total jiwa 1.046 orang dengan total 58 pondok kos,” ungkapnya.

“Banyak hal yang dilakukan bersama KUB Santa Theresia dari Avila dapat meraih piala sebanyak 19 buah dan memiliki arisan simpan pinjam dan mempunyai solidaritas untuk orang sakit,” beber mantan Ketua KUB Sta Theresia dari Avila.

Penyerahan dokumen dan aset KUB dari Pengurus KUB Sta Theresia dari Avila ke Pengurus KUB Santo Polikarpus

Sedangkan, Wilhemus Seminar selaku Ketua KUB Sta Theresia dari Avila periode 2020—2023 menyampaikan bahwa aspirasi pemekaran telah muncul sejak tahun lalu dan disalurkan ke Pastor Paroki dengan berproses cukup lama dan merupakan sebuah tantangan. “Begitu banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan iman dan doa di Sta Theresia Avila,” katanya.

Ketua KUB Santo Polikarpus periode 2020—2023, Eduardus Taito saat sambutan menyampaikan bahwa pada 1997—1999 hanya terdapat 4 (empat) kepala keluarga. “Saat itu, kami masih dalam pelayanan KUB Santo Norbertus lalu datang Alm. Bapak Simon Seran bermukim di sini dan kemudian berproses pemekaran dengan 20 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa berkisar 400—500 orang,” ujarnya menggambarkan kondisi awal hingga pemekaran dan pelantikan KUB Santo Polikarpus.

“Memang perpisahan ini terasa pahit karena selama bertahun-tahun berseteru dan silang pendapat namun tak sampai pada bentrok fisik. Kami bersebelahan rumah dan hidup bersama dan pada malam ini kami harus berpisah dari KUB Santa Theresia dari Avila,” tandasnya sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proses pemekaran dapat berjalan sampai pada pengukuhan Badan Pengurus KUB Santo Polikarpus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Minggu Berkah di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius Kendari

91 Views

Kendari, Garda Indonesia | Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna) di Kec. Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu, 16 Februari 2020.

Ibadah Minggu di pimpin oleh Pastor Daud dan dihadiri ratusan jemaat Katolik di wilayah Kota Kendari.

Pada Ibadah Minggu ini, Danrem 143/HO beserta rombongan usai melaksanakan ibadah membagikan bingkisan kepada seluruh jemaat yang hadir, hal ini memang menjadi agenda rutin yang dilaksanakan.

Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg melaksanakan Ibadah Minggu di Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna)

Menurut Danrem minggu berkah ini dilaksanakan secara bergantian, dari gereja satu ke gereja yang lain, dan kegiatan ini sudah beberapa kali dilaksanakan.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan, banyak tanggapan positif dan dukungan dari masyarakat untuk terus melaksanakan Minggu Berkah dari gereja ke gereja,” imbuh Kolonel Yustinus Nono Yulianto.

Foto bersama Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si. bersama Ny. Ati Yustinus N.Y. beserta keluarga dan anggota Yonif 725/Wrg dan Pastor Daud dari Gereja Katolik St.Fransiskus Xaverius (Santa Anna)

“Yang terpenting dengan kegiatan – kegiatan seperti ini tentunya akan menambah kedekatan TNI – Rakyat, karena dalam kegiatan ini bukan hanya kita membagikan bingkisan tetapi kita turut langsung beribadah dan mempersembahkan lagu – lagu rohani, semoga semua akan berjalan dengan baik dan selalu dalam limpahan kasih Tuhan YME,” pungkas Danrem.(*)

Sumber berita (*/penrem143)
Editor (+rony banase)