Arsip Kategori: Pariwisata

Kemenparekraf & Kemenkes Sepakat Kembangkan Wisata Kesehatan

37 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepakat mengembangkan wisata kesehatan sebagai salah satu segmen pariwisata yang potensial mendatangkan wisatawan berkualitas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa, 19 November 2019 menjelaskan, saat ini tujuan orang berwisata beragam. Dan kunci untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia adalah keunikan yang ditawarkan itu sendiri.

“Tujuan orang traveling saat ini beragam, salah satunya adalah wisata kesehatan dan kebugaran. Pemikiran semacam ini harus kita kembangkan, misalnya dengan menawarkan treatment tradisional yang kita kemas dengan baik. Dan yang paling penting adalah uniqueness. Sehingga tidak bisa dirasakan di tempat lain,” kata Menparekraf Wishnutama.

Menparekraf Wishnutama

Ia juga menjelaskan, kerja sama antara dua Kementerian ini merupakan tindak lanjut dan menjadi sasaran prioritas dalam program kerja Kabinet Indonesia Maju pada periode 2019—2024. Sebelumnya telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2018 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan.

“Oleh karena itu tindak lanjut dan kerja sama mengenai Wellness Tourism, baik untuk pencegahan serta perbaikan bisa kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas wisatawan. Sehingga mempunyai pengalaman yang nantinya bisa diceritakan kemana-mana. Baik pengalaman positif atau negatif,” katanya.

Peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran ini merupakan upaya perubahan konsep dan strategi pariwisata Indonesia ke depan dari pariwisata berbasis kuantitas menuju pariwisata berdasarkan kualitas. “Sehingga hal itulah yang benar-benar membawa devisa ke negeri ini. Dan memberi dampak yang lebih bagi negara, wisatawan juga akan lebih care untuk menjaga alam budaya di tempat yang mereka datangi,” ujarnya.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto

Pada kesempatan yang sama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan kerja sama dua kementerian ini harus menghasilkan inovasi yang bisa diterima wisatawan, baik mancanegara atau nusantara. Dirinya juga meyakini, kerja sama ini menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.

Konsep pengembangan wisata ini, kata Terawan terbagi dalam empat klaster. Yang pertama yaitu wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan klaster keempat, wisata ilmiah kesehatan.

Ia juga menjelaskan yang bisa dilakukan terkait konsep pariwisata kesehatan di Indonesia yakni pertama harus ada inovasi di wisata kesehatan yakni paket-paket yang ditawarkan berbeda dengan negara lain. Kedua, pemerintah harus memikirkan cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia agar tidak lagi berwisata kesehatan ke luar negeri.

“Bagaimana caranya kita merebut kepercayaan orang Indonesia agar jangan berobat ke luar negeri. Kita harus menawarkan paket yang bertanggung jawab, rasional, dan berinovasi,” kata Terawan.

Cara ketiga yang juga dipercaya Menkes bisa menarik wisatawan adalah membuat paket wisata yang bisa dinikmati berhari-hari. Dan keempat adalah mempermudah pembayaran sistem paket wisata kesehatan. “Intinya dalam paket wisata kesehatan ini harus mengacu pada kemajuan teknologi, jadi jangan ada masalah di bidang pembayaran,” ujarnya.

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Editor (+rony banase)

Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

154 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapal pesiar mewah berlambung baja Aqua Blu resmi diluncurkan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap menawarkan wisata bahari di perairan kawasan tersebut.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina pada Selasa, 19 November 2019 mengatakan diluncurkannya Aqua Blu menambah alternatif baru bagi wisatawan yang ingin berlibur di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo dengan menggunakan kapal pesiar.

“Kehadiran Aqua Blu memberikan pilihan baru untuk aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo dan Flores. Nantinya perjalanan wisata bahari ini akan dikombinasikan dengan beragam atraksi di daratan. Hal itu akan menjaga pariwisata berkelanjutan, khususnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” ungkap Shana.

Aqua Blu menjadi kapal eksplorasi Indonesia pertama dengan lambung baja yang menawarkan wisata bahari di Labuan Bajo. Kapal itu dioperasikan oleh 25 kru lokal yang sudah mendapatkan pelatihan khusus sesuai standar keselamatan dan keramahan.

Aqua Blu juga sudah menyiapkan rute menarik, yaitu Bali, Labuan Bajo, Maumere, Banda Neira, Ambon, Sorong, dan Waisai.

Shana menilai, kehadiran Aqua Blu akan bisa menghidupkan perekonomian pada tiap destinasi yang disinggahi. Aliran ekonomi berpotensi diberikan melalui beragam pembiayaan pelabuhan dan permintaan jasa lainnya. Untuk pemintaan jasa di antaranya, penyimpanan, persediaan makanan, transportasi lokal, dan penyediaan lain.

Fasilitas Kapal Pesiar Aqua Blu

Shana menambahkan, kehadiran Aqua Blu membuat industri pariwisata berdenyut cepat dan merata. “Industri pariwisata di lintasan Aqua Blu akan berdenyut cepat. Ada economy value besar yang bisa dinikmati langsung masyarakat. Sebarannya juga merata di banyak destinasi yang disinggahi kapal ini. Sebab, Aqua Blu membuat perjalanan melalui laut semakin kompetitif,” lanjut Shana.

Aqua Blu dikonsep sebagai Luxurious Yacht. Kapal mewah ini dilengkapi dengan sun deck, lounge dan bar, jacuzzi, hingga fasilitas spa. Aktivitas wisata airnya juga lengkap. Ada perlengkapan penyelaman, snorkling, kayak, juga stand-up paddleboards.

“Fasilitas yang dimiliki Aqua Blu sangat lengkap. Semuanya serba yang terbaik. Bagaimanapun, Aqua Blu ini dikonsep oleh pakar perancang yacht terkemuka. Story kapal ini sendiri sebenarnya sangat unik, apalagi konsepnya sekarang,” jelas Shana lagi.

Konseptor Aqua Blu adalah Perancang Yacht Dunia Cor D Rover. Aqua Blu sendiri sejatinya eks kapal perang Inggris HMS Beagle. Di tangan Rover dan tim, karakter penjelajah HMS Beagle diubah menjadi Ocean-Sea Expedition Yacht pada 2006. Kapal ini lalu didesain ulang pada 2019 hingga menjadi Aqua Blu.

“Kami menyambut gembira kehadiran Aqua Blu. Kapal ini berpotensi menaikkan pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dan destinasi lainnya. Kami yakin, pergerakan wisatawan pada poros lintas Aqua Blu akan terus naik. Apalagi, pergerakan wisatawan di Labuan Bajo positif pada 3 tahun terakhir,” jelas Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Muh. Ricky Fauziyani.

Pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dalam 3 tahun terakhir terkoreksi naik. Mengacu data Disparbud Manggarai Barat, pergerakan wisman sepanjang 2018 berjumlah 80.683 orang. Jumlah tersebut pun naik 17,45% dari tahun sebelumnya. Arus wisman pada 2017 sendiri berjumlah 66.601 orang. Angka tersebut naik 18,42% dari 2016. Sepanjang 2016, pergerakan wismannya sekitar 54.335 nama.

“Wisatawan di destinasi Labuan Bajo akan semakin positif di masa depan. Aqua Blu akan memberikan pengaruh besar dalam memobilisasi wisatawan. Lalu, bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berwisata bahari dan wisata di darat sekaligus silakan bergabung bersama Aqua Blu. Segera pesan tiketnya. Harganya ditawarkan kompetitif,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpakeraf)
Editor (+rony banase)

Nadia Riwu Kaho Gapai Miss NTT 2019

145 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Putri Kabupaten Kupang, Nadia Riwu Kaho terpilih sebagai Miss Nusa Tenggara Timur (NTT) 2019 dalam ajang pemilihan Putra dan Putri NTT tahun 2019. Dalam Babak Grand Final yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Sabtu, 16 November 2019, Nadia berhasil menggapai posisi Miss NTT dari 22 peserta yang ikut berkompetisi.

Saat ditemui media ini di Hotel Sasando, Minggu, 17 November 2019, Nadia yang berpakaian serba putih tampak semringah berada di tengah kedua orang tuanya. Nadia yang murah senyum menawarkan keakraban tersendiri bagi siapa saja yang ditemui.

Nadia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan dari pemerintah Kabupaten Kupang untuk ikut dalam ajang bergengsi tersebut. Ia menuturkan bahwa dirinya sebagai perwakilan Kabupaten Kupang, sebelumnya sudah melalui tahap seleksi di tingkat Kabupaten. Dari 12 orang peserta putri ia dipilih untuk lanjut ke tingkat Provinsi.

Miss NTT 2019, Nadia Riwu Kaho

“Terima kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, Dekranasda Kabupaten Kupang yang sudah memberikan kesempatan kepada saya. Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya,” jelas Nadia.

Bagi Nadia, untuk sampai pada titik keberhasilan tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. Kedisiplinan dan sikap yang baik menjadi modal utama di samping kecantikan dan kepintaran.

“Kita harus benar-benar disiplin. Terlambat satu menit saja, nilainya dipotong. Itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Attitude yang harus lebih ditonjolkan selain pintar dan cantik,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan, dirinya bersama pihak Dekranasda Kabupaten Kupang dan Pemkab Kupang akan melakukan berbagai sosialisasi di semua instansi.

Dengan menyandang status sebagai Miss NTT, Nadia berkomitmen mengajak kaum milenial untuk turut berperan aktif dalam memajukan NTT, terutama dibidang pariwisata. Ia menilai bahwa hal tersebut sejalan dengan program yang sedang gencar dilakukan pemerintah Provinsi NTT.

“Saya akan mengajak kaum muda untuk turut berperan aktif memperkenalkan pariwisata di NTT, melalui berbagai media sosial kepada dunia. Bukan hanya itu, kreativitas kaum muda harus lebih ditingkatkan untuk memajukan ekonomi masyarakat NTT,“ ujar anak dari Uly Riwu Kaho ini dengan antusias.

Selain itu, Nadia juga akan mempersiapkan diri guna menghadapi ajang pemilihan Miss Indonesia di tahun 2020 nanti. Dengan bermodalkan kedisiplinan dan ketekunan, Nadia yakin mampu meraih gelar Miss Indonesia tahun depan nanti.

“Persiapan akan terus saya lakukan untuk menghadapi ajang pemilihan Miss Indonesia tahun depan. Saya sangat membutuhkan dukungan seluruh masyarakat NTT untuk menuju ajang tersebut,” pintanya.

Nadia mendedikasikan prestasi tersebut kepada Pemkab Kupang dan kepada orang tuanya yang selalu mendukung. Ia berharap dengan status sebagai Miss NTT yang akan disandangnya selama satu tahun, ia mampu memberi sumbangsih yang berarti bagi NTT.

“Prestasi ini saya persembahkan untuk Pemkab Kupang yang selalu men-support saya dari hari pertama terpilih sampai grand final kemarin. Juga untuk orang tua saya yang selalu ada bagi saya. Semoga dengan jabatan ini saya mampu menyumbangkan banyak hal positif untuk NTT tercinta,”tandas Nadia.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Peserta Famtrip India Kagum Keindahan Pariwisata Bali & Lombok

44 Views

Bali, Garda Indonesia | Kegiatan familiarization trip (fam trip) dengan tema ‘Bali and Beyond’ sukses membuat peserta yang terdiri dari jurnalis, travel blogger dan youtuber asal India merasakan dan belajar pengalaman baru akan keindahan alam, budaya dan masyarakat Bali dan Lombok.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf, Nia Niscaya pada Sabtu, 9 November 2019 mengatakan program ini ditujukan untuk menggaet market wisatawan mancanegara (wisman) khususnya India, untuk datang dan berlibur di Lombok dan Bali.

Adapun pemilihan Lombok sebagai destinasi yang dikunjungi bertujuan untuk memperkenalkan wisata unggulan lain di Indonesia yang juga kerap disebut ‘Bali Baru’.

“Kami sengaja mengundang jurnalis, travel blogger serta youtuber asal India agar meng-influence para calon wisatawan mancanegara (wisman) India untuk berlibur di Lombok dan Bali,” ujar Nia Niscaya.

Wisman India saat berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran

Program famtrip berlangsung dari tanggal 3—10 November 2019 dengan mengunjungi berbagai destinasi di Lombok dan Bali. Rangkaian Fam Trip di Lombok meliputi kunjungan ke Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Desa Ende Sasak, Desa Penghasil Kerajinan Tenun Sukarara, Desa Sentra Kerajinan Gerabah Banyumulek, Gili Meno, Gili Trawangan, serta mencicipi kajian kuliner khas Lombok.

Sementara di Bali, peserta kegiatan fam trip diajak eksplorasi Celuk Village, Alas Harum, Tegallang Rice Field, Uluwatu Temple, Melihat Tari Kecak dan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Terlihat dari raut wajah para peserta sangat kagum atas keindahan alam, keramahan warga setempat, kuliner dan budaya di Lombok dan Bali.

“Harapan saya dengan adanya program ini, akan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) khususnya India untuk berlibur ke Lombok dan Bali dan Indonesia secara umum,” kata Nia Niscaya.

Indrani Ghose, salah seorang peserta Fam Trip mengatakan banyak pengalaman yang tidak akan ia lupakan selama mengikuti kegiatan. Salah satunya saat melihat Tari Kecak di Uluwatu. “Mata saya tidak rela untuk berkedip dan melewati momen tersebut. Pengalaman ini akan saya tulis dalam blog saya agar teman-teman saya dapat membaca dan merasakan apa yang saya rasakan di sini. Lalu saya akan merekomendasikan tempat ini sebagai tujuan liburan,” ujar Indrani Ghose.

“Saya akan merencanakan kembali untuk berlibur di Bali, karena saya masih ingin tahu banyak tentang budaya di Bali,” kata peserta lainnya, Shrinidhi Hande.

Tercatat sejak Januari—Oktober 2019 jumlah wisman asal India yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 506.062, lebih besar dari periode yang sama di tahun lalu yakni sebanyak 487.256 wisman. Untuk tahun 2019 ditargetkan kunjungan wisman India ke Indonesia mencapai 700.000 wisman. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpakeraf)
Editor (+rony banase)

Wisatawan Timor Leste Sambut Gembira Festival Wonderful Indonesia di Belu

30 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wisatawan asal Timor Leste yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara TImur sangat antusias dan gembira saat menghadiri penutupan Festival Wonderful Indonesia (FWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani, saat penutupan FWI di PLBN Motaain, Rabu (6/11/2019) menjelaskan, Festival Wonderful Indonesia (FWI) sudah berlangsung 12 kali, mulai dari Agustus 2019 hingga saat ini masih berlangsung di PLBN Motaain pada 5—6 November 2019. Ini merupakan FWI terakhir pada 2019.

“FWI ini adalah akhir dari 12 perjalanan kegiatan, yang kami lakukan di 3 PLBN, Motaain, Motamasin, Wini dan PLBN Napan. Kami sempat berpikir inovasi untuk kegiatan ini agar memiliki dampak langsung ke masyarakat dan mendatangkan wisatawan Timor Leste lebih banyak. Oleh karena itu saya meminta agar kegiatan ini dievaluasi kembali, karena kami ingin mengetahui seperti apa keterlibatan masyarakat kita,” ujarnya.

Ricky juga menganggap Festival Wonderful Indonesia ini sebagai sebuah laboratorium untuk semua, baik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Bagaimana kita membuat even yang baik. Saya yakin ini belum baik, tapi akan tetap kita evaluasi lagi, sehingga ke depannya, makin banyak transaksi ekonomi dan kehadiran kami di sini dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kalau ada transaksi maka kedua belah pihak akan bahagia dan itu namanya pariwisata,” bebernya.

100 Anak SMP Silawan saat membawakan tarian

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Robertus Nahas mengatakan pada prinsipnya pemerintah Kabupaten Timur Tengah Utara bersama seluruh masyarakat mengapresiasi program dari pemerintah pusat yang ada sekarang.

“Intinya masyarakat di perbatasan saling bertemu dan bersilaturahmi membangun rasa persaudaraan. Di sisi lain harapan kami adalah daerah perbatasan atau PLBN menjadi destinasi baru, destinasi unggulan untuk pariwisata,” katanya.

Pada FWI ke-12 kali ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan FWI dengan membuka Money Changer untuk wisatawan Timor Leste, karena mata uang yang digunakan dalam acara FWI menggunakan rupiah. Selain itu ada pula bazar sembako, kuliner, dan suvenir. Selain paket sembako murah, kain tenun khas Atambua menjadi salah satu sasaran para pengunjung dari Timor Leste pada acara FWI kali ini.

Tidak hanya itu, ada pula hiburan seperti penampilan band dan penampilan tarian dari 100 anak SMP Silawan hingga santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. Band yang ditampilkan adalah band asal Atambua yang juga turut serta dalam kegiatan Cross Border Music Festival Atambua yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Editor (+rony banase)

Coklat Gaura, Sopia & Teh Kelor Dikenalkan di World Travel Market London

124 Views

London, Garda Indonesia | Pameran pariwisata terbesar di dunia ini berlangsung di London, Inggris pada 4—6 November 2019 di lokasi pameran raksasa Excel London di Royal Victoria Docks, United Kingdom. Sejarah baru diukir oleh Nusa Tenggara Timur yaitu dapat mengikuti pameran (exhibition) tersebut dengan memiliki sendiri stan seluas 400 meter persegi atau 100 m lebih besar dari stan Indonesia.

Bersebelahan dengan stan NTT yang ditulis dengan nama Exotic East Nusa Tenggara (EENT) adalah beberapa negara Asia seperti Korea Filipina Taiwan Malaysia sehingga pengunjung yang tidak tahu, mereka bertanya-tanya Apakah Nusa Tenggara itu adalah suatu negara baru sehingga memiliki stan di tengah-tengah dari beberapa negara-negara besar ?

Tetapi kami menjelaskan bahwa Exotic East Nusa Tenggara adalah bagian dari negara Indonesia. Begitu banyak pengunjung bertanya-tanya di bagian manakah posisi letak dari Nusa Tenggara karena kebanyakan dari pengunjung lebih mengenal Bali dari pada Indonesia,” terang Jonathan Hani, Project Leader EENT.

Tetapi kali ini mereka baru tahu bahwa ada Surga Tersembunyi di Selatan Indonesia yaitu Exotic East Nusa Tenggara.

Foto bersama Tim Exotic East Nusa Tenggara (EENT) dan Putri Pariwisata Indonesia 2019 asal NTT, Clarita Mawarni Salem

Tetapi ada juga yang lebih menarik bahwa stan NTT banyak dikunjungi oleh orang-orang dari seluruh dunia dan mereka disuguhkan coklat dari Sumba bermerek GAURA yang sedang Viral dan baru saja di launching di PARIS.

Mereka juga mencicipi minuman beralkohol Sopia, bahkan Teh Kelor dari Timor Moringa produksi dari entrepreneur muda Meybi Agnesya

Banyak juga yang kaget bahwa NTT juga memiliki coklat berkelas dunia yaitu Gaura Dark Chocolate 60% dan 80 % serta coklat yang unik berwarna hijau yaitu coklat kelor yang habis menjadi rebutan para pengunjung di sana

Demikian cerita seru dan sukses dalam 3 (tiga) hari berturut-turut dan NTT dipenuhi oleh banyak pengunjung dan banyak Kesepakatan bisnis pariwisata mencapai puluhan miliar. Di stan NTT terdapat sekitar 20 pojok dari hotel-hotel di NTT dan Tour and Travel yang mempromosikan NTT. Ini adalah sukses besar NTT diperkenalkan di kancah internasional.(*)

Sumber (*/Bobby Lianto)
Editor (+rony banase)

Kemenparekraf Tekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

45 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait sebagai tekad untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di 5 (lima) destinasi super prioritas.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infastruktur pendukung di lima destinasi super prioritas selesai pada akhir 2020.

Kelima destinasi super prioritas itu ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Joglosemar), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Terkait 10 destinasi prioritas yang saat ini difokuskan menjadi 5 destinasi super prioritas, kami terus berkoordinasi dengan kementerian lain dan itu sangat cair, sehingga target yang ditetapkan Presiden, Insya Allah akan tercapai,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela di Oeang Coffee Roastery kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan pada Selasa, 5 November 2019.

Candi Borobudur di kala senja

Wishnutama mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya saat ini melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti dengan Kepolisian RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Setelah saya dilantik, saya terus berkoordinasi dengan K/L terkait. Saya juga koordinasi dengan Kapolri yang siap mendukung langsung stabilitas keamanan pariwisata Indonesia. Juga dengan BNPB untuk berkoordinasi terkait bencana di tanah air,” katanya.

Wishnutama mengatakan isu-isu terkait pariwisata misalnya mengenai tiket pesawat akan terus dibicarakan dengan Kementerian Perhubungan. Ia berharap harga tiket harus dibuat terjangkau tidak hanya untuk wisatawan mancanegara tapi juga wisatawan nusantara.

“Turis lokal kan juga ingin ke Labuan Bajo, tak cuma wisman. Jangan sampai orang bilang ke luar negeri lebih murah daripada wisata dalam negeri. Koordinasi ini dimaksudkan agar visi dan misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bukan hanya tanggung jawab Kemenparekraf saja, karena juga harus disokong bantuan dari banyak pihak,” paparnya.

Dalam rangkaian acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela, Menparekraf dan Wamen Parekraf beserta rombongan juga melakukan M Bloc Tour mengunjungi seluruh gerai yang menjual produk sekaligus sebagai ruang kreatif di kawasan M Bloc Space di antaranya Mata Lokal, Rumah Lestari, UnionWell, Suwe Ora Jamu, Connectoon, De Majors, Mbok Ndoro, dan lain-lain. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publi Kemenparekraf)
Editor (+rony banase)

Kemenparekraf Ajak Jurnalis & Travel Blogger India Eksplorasi Lombok

67 Views

Lombok, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak jurnalis, travel blogger serta youtuber asal India lebih mengenal destinasi Lombok sebagai salah satu Bali Baru melalui familirization trip (fam trip) pada 3—10 November 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf, Nia Niscaya, mengatakan, Fam Trip bertema Bali and Beyond ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari India.

Adapun pemilihan Lombok sebagai destinasi yang dikunjungi bertujuan untuk memperkenalkan wisata unggulan lain di Indonesia yang juga kerap disebut ‘Bali Baru’.

“Sebagai salah satu destinasi wisata yang dipromosikan sebagai Bali Baru, Lombok punya potensi luar biasa untuk menarik kunjungan wisman termasuk dari India,” ujar Nia Niscaya.

Bekerja sama dengan Malindo Air serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai, para peserta yang berjumlah 9 (sembilan) orang tiba di Bali pada Minggu, 3 November 2019 setelah terbang menggunakan Malindo Air dengan rute Mumbai atau New Delhi-Kuala Lumpur-Bali. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Lombok pada Senin, 4 November 2019.

Rangkaian Fam Trip di Lombok meliputi kunjungan ke Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Desa Ende Sasak, Desa Penghasil Kerajinan Tenun Sukarara, Desa Sentra Kerajinan Gerabah Banyumulek, Gili Meno, Gili Trawangan, serta mencicipi kajian kuliner khas Lombok.

Jurnalis dan Blogger asal India saat eksplorasi destinasi Lombok

Nia menjelaskan, belum adanya penerbangan langsung menjadi salah satu tantangan dalam mendatangkan wisman dari India. Karena itu, Kemenparekraf berupaya menarik wisman India melalui hub Kuala Lumpur.

“Kita mau coba manfaatkan hub Kuala Lumpur selain Singapura, dan akhirnya kita kerja sama dengan Malindo Air,” jelas Nia Niscaya.

Selain mulai menjajaki kerja sama dengan airlines, Kemenparekraf juga merangkul Wholeseller dan Online Travel Agent (OTA) untuk mempromosikan pariwisata tanah air.

Tercatat sejak Januari—Oktober 2019 jumlah wisman asal India yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 506.062, lebih besar dari periode yang sama di tahun lalu yakni sebanyak 487.256 wisman.

Untuk tahun 2019 ditargetkan kunjungan wisman India ke Indonesia mencapai 700.000 wisman.

Harapan serupa disampaikan oleh Kepala Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, Ida Wahyuni Sahabudin. Ia berharap melalui kegiatan ini jumlah wisman India yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Lombok bisa meningkat

“Wisman paling banyak berkunjung ke Lombok berasal dari Australia dan Eropa Barat seperti Belanda, Jerman, dan Perancis. Kalau dari India jumlahnya masih terbilang kecil,” tandas Ida Wahyuni. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpakeraf RI)
Editor (+rony banase)