Arsip Kategori: Pariwisata

Duta Hijau Bali Kenalkan ‘Culture Tourism’ Desa Bayan Lombok Utara

198 Views

Lombok-NTB, Garda Indonesia | Duta Hijau Bali merupakan brand ambasador untuk lingkungan, bukan hanya pageant atau pemilihan putra putri yang tampan dan cantik, tapi lebih ke generasi yang paham dan berwawasan luas tentang isu lingkungan global yang sedang berkembang dan khususnya Bali, serta mendidik generasi muda bali untuk lebih sensitif dalam melestarikan lingkungannya.

Duta Hijau Bali berkesempatan menelusuri Desa Bayan pada Jumat, 19 Maret 2021 bersama tokoh masyarakat setempat yakni Bapak Kusnawan sebagai Ketua Laskar Sasak, Mekel Karang Bajo, dan Kepala Desa Bayan.

Di Desa Bayan terdapat masjid tua yang bernama Masjid Bayan Beleq yang terkenal dengan sejarah dan keunikannya ditambah dengan sentuhan budaya Suku Sasak yang ada di Desa Bayan, sehingga disandang sebagai ikon Kabupaten Lombok Utara.

Atmosfer pariwisata berbasis ekowisata budaya merupakan suatu potensi yang patut dikembangkan di dunia pariwisata. Kondisi tersebut dapat dijumpai di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memiliki tata ruang historis. Seperti terdapat tempat khusus untuk pelaksanaan adat setempat, pemukiman pemuka adat atau tokoh yang dimuliakan oleh masyarakat setempat.

Duta Hijau Bali saat bertemu sahabat dari Green Camp Pawang Rinjani

Perjalanan awal Duta Hijau Bali dimulai dengan bertemu sahabat dari Green Camp Pawang Rinjani yang membahas tentang konsep konservasi alam di kawasan Lombok utara. Pada kesempatan ini, Duta Hijau Bali berkesempatan bertemu langsung dengan Sesepuh Adat Bayan, yaitu Raden Gedarip.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Desa Bayan Bapak Satradi mengungkapkan bahwa jika ditelusuri lebih lanjut dan lebih jauh lagi, maka dapat dilihat Desa Bayan memiliki banyak sekali potensi wisata. “Saya berterima kasih kepada Duta Hijau Bali sudah menyempatkan diri untuk berkunjung ke desa kami dan saya sangat berharap sekali melalui kesempatan ini untuk mengangkat apa yang menjadi potensi wisata yang ada di Desa Bayan,” tuturnya.

Dari berbagai wisata yang ada di Desa Bayan, Duta Hijau Bali berkesempatan mengunjungi Rumah Adat Karang Salah Desa Senaru, dan Hutan Adat.

Implementasi Duta Hijau Bali di sektor pariwisata yaitu dapat mempromosikan wisata yang mungkin belum cukup eksis di kalangan masyarakat baik wisatawan lokal maupun mancanegara.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/tim)

Editor (+roni banase)

Masuk Tiga Besar, NTT Peluang Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

619 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 bakal dilaksanakan secara virtual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 April 2021. Pemilihan lokasi dan dilakukan secara virtual terkait pandemi Covid-19 yang masih bergulir hingga saat ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Dr. Ardu Marius Djelamu dalam sesi konferensi pers bersama awak media di aula El. Tari pada Rabu pagi, 17 Maret 2021.

Didampingi oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at (Founder and CEO ayojalanjalan); Ketua ASITA NTT, Abed Frans; dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Alex Koroh; Marius Djelamu menegaskan sesuai arahan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; pelaksanaan harus secara virtual. “Beliau menyarankan agar dilakukan secara virtual untuk meminimalkan kasus Covid-19 akibat pertemuan atau kerumunan,” ulas Marius.

NTT pun, ungkap Marius, pada tahun 2016 pernah menjadi juara umum Anugerah Pesona Indonesia hasil pemilihan para wisatawan domestik dan internasional. “Dan pemilihan tersebut untuk mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata baik alam, kuliner, atau destinasi wisata yang tersembunyi namun layak untuk dikunjungi,” terangnya seraya menandaskan bahwa pada tahun 2021, tandas Marius, Yayasan Anugerah Pesona Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembali menghelat kontes pemilihan.

Kepada awak media, Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at menjelaskan bahwa pelaksanaan pengumuman baru dapat dilaksanakan pada 9 April 2021 akibat pandemi Covid-19. “Dan kebetulan NTT memiliki urutan 3 (tiga) besar terbanyak dibandingkan dengan daerah lain,” terangnya.

Anugerah Pesona Indonesia, imbuh Muhammad Syafa’at, merupakan kegiatan untuk mengangkat destinasi-destinasi pariwisata baru dan unggulan dari setiap provinsi maupun kabupaten/kota untuk dipopulerkan kepada masyarakat luas baik domestik maupun internasional. “Dan kegiatan ini melibatkan semua pemerintah daerah dengan mengusulkan destinasi terbaik yang dimiliki,” terangnya.

Pemilihan lokasi Labuan Bajo sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020, ungkap Muhammad Syafa’at, melalui surat dari Gubernur VBL, NTT menyambut baik untuk menjadi Tuan Rumah API 2020. “Kami menyadari bahwa API harus tetap berjalan dengan tiga alternatif yakni menjalankan tatap muka atau offline dengan protokol kesehatan ketat, semi (offline & live) dan online. Maka, pada tanggal 9 April 2021, NTT berpesta untuk Malam Anugerah Pesona Indonesia,” tandasnya.

NTT menempati 3 besar dengan 8 Kategori Destinasi

Delapan destinasi yakni Daging Se’i (kategori makanan tradisional terpopuler), Sentra Tenun Ikat Ina Ndao (destinasi belanja terpopuler), Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur (kategori wisata air), dan puncak Fulan Fehan di Kabupaten Belu (kategori dataran tinggi terpopuler)

Selanjutnya, Liang Bua di Kabupaten Manggarai (kategori situs sejarah terpopuler), Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua (kategori kampung adat terpopuler), Pulau Semau di Kabupaten Kupang (kategori destinasi wisata baru) dan Mulut Seribu di Pulau Rote Ndao (nominasi surga tersembunyi terpopuler di Indonesia).

Muhammad Syafa’at juga mengungkapkan bahwa NTT berpeluang menjadi juara umum. “Saat ini, NTT menempati tiga besar dari 18 kategori, 8 kategori diambil oleh NTT dan memberikan kesempatan besar bagi NTT menjadi juara umum yang akan bersaing dengan Sumatra Selatan dan Aceh,” urainya.

Sementara itu, Abed Frans Ketua ASITA NTT mengungkapkan sebagai prajurit yang ditugaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pihaknya bekerja maksimal untuk mempopulerkan destinasi unggulan di Provinsi NTT telah melakukan promosi masif melalui berbagai platform media.

Gubernur VBL, urai Abed, menegaskan bahwa saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 itu bukan lagi sebagai ajang promosi karena telah dilakukan secara masif, namun bagaimana para pengunjung datang untuk menghabiskan uang (spend money). “Untuk sementara, yang layak bagi kondisi tersebut hanya Labuan Bajo yang mempunyai kapasitas daya tampung dan wisatawan dapat membelanjakan uang mereka. Untuk itu, kita harus realistis,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya Gubernur VBL mengusulkan Pulau Sumba.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/kompas.tv)

9 Bulan Terpuruk, IMO-Indonesia Siap Gemakan Wisata Nusantara

304 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata 9 (sembilan) bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak merasa turut prihatin.

Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F Ismail pada Sabtu, 21 November 2020, menyampaikan industri pariwisata adalah salah satu sektor strategis nasional yang memiliki banyak industri turunan dan menjadi roda penggerak ekonomi di wilayah.

“Atas kondisi tersebut, kami IMO-Indonesia (organisasi badan usaha media online -red) tergerak untuk membantu bangkitnya industri pariwisata di seluruh wilayah tanah air dalam bentuk pemberitaan,” ucap Yakub.

Tentunya, imbuh Yakub, sebagai organisasi media online kami membuka ruang agar dapat bersinergi dengan banyak pihak baik di tingkat nasional dan regional agar kiranya partisipasi tersebut dapat segera terwujud dengan berbagai terobosan serta berbagai program.

“Adapun upaya tersebut kami lakukan sebagai bakti dan cinta kami kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tengah dilanda pandemi COVID-19,” tandas Yakub.

Yakub pun menuturkan bahwa media khususnya online adalah mitra yang strategis dalam menggaungkan pariwisata nusantara, “Untuk itu…, kami juga mengimbau kepada segenap dewan pimpinan wilayah agar dapat turut ambil bagian dengan bersinergi bersama Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten/kota di wilayah,” imbaunya.

Kiranya, IMO Indonesia akan menyampaikan sinergitas kepada Asosiasi Pemerintahan Kota (APEKSI -red), Asosiasi Pemerintahan Kabupaten (APKASI-red), Asosiasi Pariwisata serta Kadin Indonesia sebagai wadah dari dunia usaha dan selanjutnya secara bersama sama mencari terobosan agar dapat menggemakan wisata nusantara dengan tetap menyelaraskan penerapan protokol kesehatan.

“Sehingga sektor pariwisata dapat survive dan memayungi industri UMKM turunannya, hal ini tentunya sejalan dengan upaya dari Kementerian Pariwisata sekaligus menjadi peta jalan wisata di berbagai daerah yang akan menjadi laporan kami kepada Kementerian Pariwisata,” pungkasnya.(*)

Sumber (*/tim)
Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah Puji Keindahan Alam dan Budaya NTT

368 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “NTT adalah surga yang diturunkan (Tuhan) ke dunia. Yang jelas, mau jadi surga atau tidak. Itu tergantung dari kita semua,” ungkap Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah saat tiba di Bandara Komodo pada Sabtu, 14 November 2020 pukul 08.50 WITA dijemput oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS).

Bersama Wagub Nae Soi, Menaker Ida dengan pejabat eselon satu kementerian melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Komodo milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, meresmikan BLK Komunitas milik Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo dan melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha pariwisata di Pelataran Komodo.

Ida Fauziyah memuji keindahan alam dan budaya NTT. Menurutnya, hal ini harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia. Lanjut Ida, NTT khususnya Labuan Bajo dengan Komodo telah menjadi trending topic internasional serta menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu destinasi super prioritas.

“NTT ini harus lebih banyak lagi dibangun sumber daya manusianya. Kompetensinya harus ditingkatkan lagi. Labuan Bajo dan NTT akan menjadi lebih keren kalau kita punya sumber daya yang berkualitas. Semua orang akan cari surga ini. Tapi kalau orang yang punya surga ini tidak siap, surga ini akan jadi milik orang lain,” jelas Menaker Ida Fauziah.

Kementerian Tenaga Kerja siap memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan sumber daya manusia di NTT sesuai dengan tugas dan fungsi. Terutama untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan kemampuan vokasi masyarakat.

“Kita akan terus membantu dan memfasilitasi pembangunan BLK-BLK Komunitas untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Kemarin Jumat,13 November 2020, saat bertemu dengan Gubernur, kami sudah minta agar BLK milik Pemerintah Provinsi dijadikan BLK Pusat atau UPTP Pusat. Kami akan menata dan menyediakan fasilitas yang mumpuni berstandar internasional agar bisa membina dan memberikan pendampingan kepada BLK-BLK kabupaten dan BLK Komunitas yang ada di seluruh NTT,” jelas Ida.

Lebih lanjut Ida meminta masyarakat NTT untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. “Kita harus terus meningkatkan awareness dan kompetensi kita agar para wisatawan yang datang ke NTT merasa betah kalau ke NTT. Kemenaker akan terus memfasilitasi berbagai pelatihan berbasis kompetensi,” pungkas Ida.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT memberikan apresiasi yang tinggi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap pembangunan di NTT baik infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia. “Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan para menteri yang terus memberi perhatian kepada NTT. NTT harus menjadi surga bagi seluruh masyarakat. Keindahan alam dan budaya NTT harus membawa kesejahteraan buat masyarakat NTT,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub JNS menegaskan pemerintah provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover atau penggerak ekonomi masyarakat NTT. “Untuk pengembangan pariwisata ini ada 5 aspek yang perlu diperhatikan yakni atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas dan awareness. Pemerintah Provinsi terus mendorong pengembangan atraksi yang lebih menarik lewat narasi-narasi yang baik. Juga kita akan selesaikan perbaikan seluruh jalan provinsi. Izin-izin untuk investasi dan usaha semakin dipermudah dan tidak boleh berbelit-belit. Amenitas dan kesadaran masyarakat terus kita bangun dan tingkatkan,” jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut, JNS mengungkapkan untuk pengembangan pariwisata yang mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat dibutuhkan kolaborasi pentaheliks. Semua harus terlibat aktif termasuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Kita sedang menyiapkan pergub agar semua hotel dan restoran menggunakan bahan-bahan pangan lokal asal NTT. Kita punya kopi yang berkualitas dunia juga beberapa kabupaten di NTT mampu produksi bawang, sayur-sayur yang segar, beras dan daging berkualitas dan sumber pangan lainnya. Kita punya makanan lokal yang sangat bergizi seperti se’i dan jagung bose,” jelas Wagub JNS.

Pemerintah Provinsi, ungkap JNS, juga terus mendorong agar para pengusaha dan investor dapat memanfaatkan dana CSR-nya untuk kepentingan umum termasuk memberikan pelatihan-pelatihan pengembangan sumber daya manusia.

“Kita terus mendorong agar hotel-hotel yang telah tersertifikasi memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap hotel-hotel berstandar melati, homestay dan tempat penginapan yang dibuat masyarakat. Sehingga mereka juga bisa menerapkan standar-standar pelayanan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Humas Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Eksotis Pulau Semau, Langit Gelap Mutis Timau Kupang & Kerajaan Amfoang

502 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Situasi Pandemi Covid-19 yang merontokkan sektor pariwisata seluruh dunia, justru menjadikan para owner biro perjalanan wisata ini kreatif dan produktif dengan menggelar program Jelajah Negeriku, jalan-jalan ala Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) secara virtual.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/20/u-mart-co-id-terobosan-kadin-indonesia-asati-dapat-apresiasi-imo-indonesia/

“Di awal pandemi, kami menggunakan keluasan waktu untuk memperbaiki itinerary dan potensi destinasi yang belum dikenal banyak wisatawan yang ada di setiap DPD, selanjutnya melalui program ini kami populerkan,” ungkap M. Syukri Machmud selaku chairman ASATI, pada Senin, 2 November 2020 di Jakarta.

Webinar ke-11 pada 31 Oktober 2020 tentang Jelajah Negeriku, jalan-jalan ala ASATI secara virtual ini mempopulerkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi “super premium destination” untuk kedua kalinya, Labuan Bajo dan Rote Ndao lebih dulu, kini kabupaten Kupang dan Kerajaan Amfoang.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe

Penampilan Wakil Bupati kabupaten Kupang, Jerry Manafe, S.H., MTh. sebagai keynote speaker. Raja Amfoang, Robby Manoh serta Pembicara utama Dr. Wawan Gunawan, S.Sn., M.M. selaku Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Kemenparekraf/Baparekraf RI, menjadikan kegiatan ini syarat dengan informasi dan gereget partisipan untuk segera hadir ke lokasi.

Acara sangat menarik tersebut dimulai dari pukul 13.00 WIB. Lebih 3 jam partisipan tidak bergeming dan tidak merasa bosan selain narasumbernya yang memiliki semangat luar biasa, terutama Wabup Jerry Manafe dan Kadis Parekraf Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, M.T. terlebih dipandu oleh moderator yang energik, Owner ‘Mama Ana’ – rumah produksi pangan lokal NTT, Olvira Ballo.

Bahkan kehadiran generasi milenial yang cerdas dengan semangat membangun daerah melalui produk olahan daun kelor, Kiki Nurrizky Ekaputra menambah warna tersendiri webinar kali ini.

Pesona Gunung Mutis, foto oleh sigit prasetio

“Kupang, salah satu kabupaten di Provinsi NTT dengan ibu kotanya Oelamasi, terdapat pulau kecil tetangga dari Pulau Timor dan Pulau Rote, namanya Pulau Semau yang exotic dan dihuni salah satu suku asli, orang Helong.” ungkap Kadis Wayan Darmawa.

Juga di sini, imbuh Wabup Jerry Manafe, bersemayam Kerajaan Amfoang, sebuah kerajaan di Pulau Timor bagian Barat Laut. Berbatasan langsung dengan Timor Leste, salah satu bekas daerah Swapraja penyuplai Sapi dan Kayu Cendana serta Madu Amfoang yang menjadi primadona dan terkenal itu.” Jelasnya.

Kehadiran Observatorium Nasional terbesar di Asia Tenggara di pegunungan Timau dan kawasan Taman Nasional Langit Gelap, tandas Wabup Jerry, mampu mendorong kemajuan sains dan teknologi antariksa Indonesia Timur sekaligus membuka peluang pariwisata tematik, kerja sama LAPAN, ITB, Undana serta Pemkab Kupang menjadi fasilitas pengamatan antariksa dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter. (*)

Sumber berita (*/tim)
Foto utama oleh superadventure.co.id
Editor (+rony banase)

Budidaya Ikan Kerapu di Mulut Seribu, Pemprov NTT Sedia Anggaran 50 Miliar

595 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Saat mengunjungi kawasan wisata Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 21 Agustus 2020; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengembangan wisata di sana.

“Kita akan siapkan anggaran 50 M untuk membantu masyarakat dalam pengembangan 40-an keramba dalam rangka pembudidayaan ikan kerapu. Juga untuk mempersiapkan masyarakat agar bisa menyediakan wisata kuliner ikan yang lezat dan bergizi,” ujar Gubernur VBL saat melakukan rapat kerja dengan Bupati Rote Ndao bersama jajarannya di Cottage Pia Heu Victory dan Resto Mama Hoko di Kawasan Mulut Seribu.

Menurut Gubernur VBL, ke depan, kawasan Mulut Seribu akan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

“Kawasan ini akan menjadi destinasi pariwisata internasional. Masyarakat sekitar perlu dipersiapkan agar bisa menyediakan kebutuhan bagi para pengunjung dengan baik. Saya minta investor yang akan berinvestasi di kawasan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah Rote Ndao untuk menata kawasan ini secara lebih baik, terutama dalam membangun tempat budidaya ikan,” pinta Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat saat melakukan rapat kerja dengan Bupati Rote Ndao bersama jajarannya di Cottage Pia Heu Victory dan Resto Mama Hoko di Kawasan Mulut Seribu

VBL pun mengungkapkan, pembangunan destinasi pariwisata baru tidak hanya dilakukan di Rote Ndao tapi juga di daerah lainnya di NTT yang memiliki wisata unggulan, namun belum dioptimalkan.

“Pariwisata menjadi prime mover ekonomi NTT yang didukung penuh oleh sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan yang jadi supply chain utama untuk pariwisata,” tandas VBL.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao, Ny. Paulina Haning-Bullu, SE, Ketua Pengerak PKK Kab. Rote Ndao, Leonard Haning, Unsur Forkompinda Kabupaten Rote Ndao, kalangan investor, Kadis Perikanan NTT, Kadis Pariwisata NTT, Staf Khusus Gubernur yakni Toni Djogo Dan Dr. David Pandie.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

8 Destinasi NTT Masuk Nominasi API 2020, ‘Lonely Planet’ Harap Masuk Top 10 Dunia

882 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan Lonely Planet telah menghubunginya serta mengharapkan agar NTT tetap masuk 10 destinasi terbaik dunia 2021.

“Penerbit buku travelling terkemuka di dunia ini baru saja menghubungi saya dan mengharapkan NTT tetap jadi salah satu dari 10 daerah tujuan destinasi pariwisata dunia atau Top 10 tahun 2021,” kata Gubernur VBL usai pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bupati Manggarai Barat, Badan Otorita Pariwisata Flores dan Kepala Taman Nasional Komodo (TNK) di Marina Bay, Labuan Bajo, pada Jumat, 17 Juli 2020.

Gubernur VBL menegaskan, harapan Lonely Planet ini tentu saja didasarkan pada berbagai referensi yang jadi acuan mereka. “Tentu ini suatu kebanggaan bagi masyarakat NTT. Karena destinasi-destinasi wisata kita menjadi sorotan dunia internasional,” jelas Gubernur VBL.

Pulau Melo di Adonara Flores

Lonely Planet merupakan satu panduan perjalanan wisata dunia yang punya reputasi internasional. Rekomendasi dari lembaga ini jadi panduan bagi sebagian besar traveller dan wisatawan internasional dalam memilih tempat tujuan wisata.

Tahun 2019 lalu, Lonely Planet merekomendasikan NTT pada posisi pertama dari 10 Destinasi wisata dunia yang wajib dikunjungi para wisatawan dunia dan para traveller tahun 2020.

Delapan Destinasi NTT Masuk Nominasi API 2020

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu mengungkapkan, ada delapan destinasi unggulan baru NTT yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API). Yakni Makanan Tradisional Daging Se’i, Sentra Tenun Ikat Ina Ndao (keduanya berada di Kota Kupang), Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur, Dataran Tinggi Fulan Fehan di Belu, Kampung Adat Namata di Sabu Raijua, Destinasi Baru Pulau Semau di Kabupaten Kupang, Destinasi Mulut Seribu di Rote Ndao dan Situs Liang Bua di Kabupaten Manggarai.

“Kita tentunya bangga karena makin banyak destinasi pariwisata di NTT baik alam, budaya, kuliner, situs sejarah dan tenun ikat yang diminati oleh dunia internasional maupun nasional,” jelas mantan Kadis Pariwisata NTT itu.

Pesona Fulan Faham di Kabupaten Belu, Foto oleh imgrum.net

Marius mengajak seluruh masyarakat NTT di mana pun berada agar berperan aktif sehingga delapan destinasi itu mendapatkan hasil terbaik dalam ajang pemilihan API 2020.

“Saya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk terlibat aktif. Caranya mudah ketik API (spasi)1G untuk Se’i Babi. API (spasi) 5H untuk sentra Tenun Ikat Ina Ndao, API (spasi) 8E untuk Pulau Meko, API (spasi) 10C untuk Fulan Fehan, API (spasi)13C untuk Kampung Namata. Serta API (spasi) 17I untuk Semau, API (spasi) 18D untuk Mulut Seribu dan API (spasi) 12F untuk Situs Liang Bua. Kirimkan masing-masing format tersebut ke nomor 99386. Berlaku bagi semua operator,” harap Marius.

“Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang berbagai nominasi asal NTT ini mendapatkan hasil terbaik. Periode voting dan pengiriman sms akan berlangsung dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Desember 2020,” pungkas Marius.(*)

Sumber berita (*/Aven Rame–Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Foto utama oleh travelingyuk.com
Editor (+rony banase)

‘Angkringan New Normal’ di Neo Aston Kupang Mulai Rp.20—75 Ribu

538 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Neo Aston Kupang, Hotel Bintang 3 yang berlokasi hanya 3 km atau sekitar 7 menit perjalanan dari Bandara Internasional El Tari Kupang, di era normal memberikan penawaran istimewa. Hanya dengan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah) saja, kita bisa dapat menikmati suguhan istimewa gaya angkringan dengan nuansa berkelas.

Kalau di Jawa Tengah, Klaten, dan Yogyakarta, angkringan dalam bentuk gerobak dorong untuk menjual berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan, namun berbeda dengan yang disuguhkan Neo Aston Kupang yang berlokasi di Jalan Piet A. Tallo, RT.035/RW.012, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kudapan gaya angkringan Neo Aston Kupang

Menu khas dan suasana angkringan dipindahkan oleh manajemen Neo Aston Kupang, ke dalam nuansa mewah, namun dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, baik anak muda, keluarga, maupun komunitas.

Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, merayakan kebersamaan mereka menikmati suguhan angkringan dan suasana Hotel Neo Aston Kupang sambil menikmati alunan musik khas masa kini di pinggir kolam.

Garda Indonesia yang diundang manajemen Neo Aston Kupang pun turut menikmati kudapan [jajanan pasar] dengan cita rasa hotel bintang tiga pada Sabtu malam, 4 Juli 2020 pukul 19.30—22.00 WITA. Tak hanya itu, Garda juga berkesempatan menikmati suguhan Barbeku dengan pilihan rasa seafood (ikan tuna dan udang) plus daging ayam.

Sungguh lezat dan memanjakan lidah, jika ditakar dalam rupiah, fasilitas Barbeku cukup murah untuk ukuran hotel bintang tiga, cukup hanya membayar Rp.75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) saja, kita dapat menikmati suguhan pembuka berupa kudapan, ditambah bakso atau mie kocok hingga menikmati barbeku (bbq).

Sales Manager Hotel Neo Aston Kupang, Helen Freiny Karundeng mengungkapkan bahwa memasuki masa normal baru, manajemen hotel menyuguhkan angkringan barbeku khas Neo Aston Kupang dengan harga relatif sangat murah pada awal bulan dan akhir bulan.

“Harga mulai dari Rp.20.000/menu dengan 3 Jenis Kudapan + kopi/teh + air mineral dan ditambah 4 tusuk sate ayam/ikan/udang bakar (barbeku) + air mineral atau dapat memilih menu lain berupa mie kocok + air mineral atau siomay + air mineral atau mie bakso + air mineral atau nasi goreng + air mineral,” urai Freni sapaan akrabnya.

Namun, imbuh Freni, jika kita membayar harga Rp.75.000, maka kita akan makan sepuasnya. “Kita terapkan dengan sistem voucher mulai 20 ribu hingga 75 ribu,” tambahnya.

Sementara, lanjutnya, jika mengambil paket Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat makan sepuasnya dan raih bonus 1 picer bir. “Selain itu, tersedia wifi gratis, sehingga kita dapat menikmati menu angkringan plus berselancar dengan internet,” ucap Freni.

Untuk reservasi selanjutnya dapat menghubungi Freiny Karundeng pada no whatsapp 081138106137 atau 082254487054.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto dan video oleh Tim PR Neo Aston Kupang