Arsip Kategori: Rotary Day

Rotary Club Kupang Central Donasi APD bagi 10 Rumah Sakit di Provinsi NTT

147 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rotary Disaster Respond District 3420 terus mendukung perjuangan para medis sebagai Garda Terdepan dalam melawan Covid-19. Ribuan APD (Alat Pelindung Diri) telah disalurkan ke berbagai rumah sakit dan Puskesmas di Jawa, Bali, Sumatra, Lombok dan Papua, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/04/18/aksi-peduli-petugas-medis-hadapi-covid-19-ala-rotary-club-kupang-central/

Pada Jumat, 1 Mei 2020, Perwakilan Rotary Club Kupang Central menyerahkan Paket APD yang terdiri dari baju hazmat pvc, masker N95, kaca mata google, hazmat spunbun, dan face shields ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang yang diterima oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr. Stef Dhe Soka.

Presiden Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang dalam rilisnya kepada Garda Indonesia pada Senin, 4 Mei 2020, mengatakan pada hari yang sama juga telah diserahkan paket APD kepada RSUD Naibonat yang diterima langsung oleh Direktur RSUD Naibonat, dr. Erol Nenobais.

Donasi APD Rotary Club Kupang Central diterima oleh Direktur RSUD Naibonat, dr. Erol Nenobais

“Sejumlah APD juga akan segera disalurkan ke RSUD Ba’a, RSUD Sabu, RSUD Soe, RSUD Larantuka, RSUD Alor, RSUD Komodo, RS T. C Hillers Maumere dan RSUD Ende,” urai Ratna.

Untuk RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, imbuh Ratna, merupakan kali ketiga Rotary Club memberikan donasi APD, sedangkan untuk RDUD Naibonat, RSUD Larantuka dan RSUD Soe, ini adalah yang kedua kalinya menerima bantuan APD dari Rotary Club,” ungkap Ratna.

Selain itu, tandas Ratna, Rotary Club yang memiliki program-program yang berfokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan akan tetap konsisten berkontribusi melawan Covid-19.

“Rotary Kupang Central terus berbagi melalui beragam program pelayanan lain seperti menyediakan tempat cuci tangan yang ditempatkan di area publik, pembagian masker gratis, dan sembako yang dilaksanakan hingga pandemik Covid-19 berakhir,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PR Rotary Club Kupang Central)
Editor (+rony banase)

Kisah Rotary Youth Exchange Program di Perancis dalam Pandemi Covid-19

529 Views

Oleh Kusuma Maharani

Perkenalkan nama saya BRA Kusuma Maharani, pelajar Indonesia berumur 17 tahun yang sedang mengikuti Rotary Youth Exchange Program di Perancis (*baca https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rotary_Youth_Exchange) Saat ini saya tinggal di daerah Alsace, Perancis dan bersekolah di Lycée Louis Armand Mulhouse. Selama kurang lebih 8 bulan di sini, saya tinggal bersama Host Family (keluarga angkat).

Wilayah di mana saya menetap termasuk yang memiliki banyak kasus Covid-19. Sekolah sudah diberhentikan sejak 10 Maret 2020 dan akhirnya dibuat keputusan oleh pemerintah setempat bahwa diadakan lockdown nasional sejak 16 Maret 2020.

Peraturan mengenai lockdown di sini cukup tegas, karena diberlakukannya denda jika keluar rumah tanpa ada alasan penting. Dengan adanya pandemi ini, tentu saja ekonomi sangat terdampak. Banyak usaha yang harus tutup dan kantor yang harus diberhentikan.

Kusuma Maharani dengan balutan busana Rotary Youth Exchange plus perpaduan batik Indonesia

Tentu saja, ini tidak mudah bagi semua orang, karena pemasukan banyak orang berhenti begitu saja dengan kebutuhan pokok yang terus menerus harus dipenuhi.

Penerapan Work From Home juga dilakukan di sini, namun ada banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara daring. Ini merupakan waktu yang sangat sulit bagi banyak orang di berbagai tempat di dunia dan memang telah menimbulkan frustrasi kepada banyak orang.

Ada banyak orang yang keberatan dengan peraturan lockdown ini, namun karena ketatnya peraturan, sedikit demi sedikit mulai tertib. Saya sendiri tidak keluar rumah sejak 10 Maret 2020 kecuali untuk pindah ke host family ketiga satu pekan yang lalu. Untungnya, saya mendapatkan banyak support selama lockdown. Mulai dari Komite Rotary Youth Exchange Perancis maupun Indonesia.

Adanya dukungan dan perhatian penuh dari KBRI Paris dan PPI Alsace juga membuat saya lebih tenang. Orang tua dan keluarga di Indonesia pun selalu menjalin komunikasi dan memberi perhatian kepada saya. Keberadaan host family yang kooperatif juga memberi saya kenyamanan.

“Mengapa kakak tak pulang ke Indonesia dan memutuskan untuk tetap tinggal?” tanya beberapa kerabat dan teman dekat

Banyak yang berkata bahwa ini bukan tahun yang tepat untuk melakukan pertukaran pelajar. Namun, menurut saya setiap murid pertukaran pelajar memiliki ceritanya masing-masing dan bagi saya, inilah bagian dari cerita saya.

Memang benar, banyak acara dan kegiatan yang ditunda atau bahkan di batalkan. Namun, yang saya rasakan adalah walaupun ada rasa kecewa tapi saya tetap bersyukur masih bisa menjalani program exchange dengan cara lain yang tidak kalah menyenangkan.

Saya harus menyelesaikan apa dimulai dan untuk tetap bersyukur dan melihat sisi positif yang ada di depan mata. Meskipun tidak sekolah, banyak manfaat yang tetap saya dapatkan. Saya belajar bahwa tidak semua hal harus dipelajari di ruang kelas.

Kusuma Maharani dengan topi hasil kreasinya

Di situasi seperti ini, justru saya mempelajari banyak hal seperti bercocok tanam, membuat topi dan masker, memasak makanan khas Perancis, bahkan memulai untuk belajar bahasa baru dan lain-lain. Hal ini melatih saya untuk bersikap lebih mandiri dan untuk tetap melakukan hal hal positif dan bermanfaat walaupun dalam kondisi seperti ini.

Saya juga bisa lebih membuka pikiran dan wawasan tentang bedanya masyarakat mengatasi masalah di sini dan di Indonesia. Banyak orang yang sadar dan lebih waspada, banyak juga yang masih lalai. Namun, menurut saya dalam kondisi apa pun, kalau kita bisa menyikapinya dengan baik, pasti hal hal positif akan berada di sekitar kita dan jangan lupa untuk bersyukur untuk hal-hal kecil karena banyak hal kecil yang akan terasa lebih berarti kalau kita mulai mensyukurinya.

Saran saya bagi teman-teman di Indonesia, jangan anggap remeh apa pun. Tetap jaga kebersihan dan tetap waspada. Usahakan untuk mulai menjalani gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan vitamin dan juga terus melakukan aktivitas yang menggerakkan tubuh walaupun hanya di rumah.

Pose Kusuma Maharani (kanan) dengan teman-teman Program Rotary Youth Exchange

Walaupun belum diberlakukan lockdown nasional di Indonesia, ada baiknya dimulai dari diri sendiri, karena lebih baik untuk mencegah terlebih dahulu. Berpikirlah dengan positif namun tetap waspada, banyak hal yang bisa dipelajari dan banyak hal yang mungkin tidak disangka bisa dilakukan pada hari-hari biasa. Kebiasaan ini nanti pasti akan terbawa walaupun pandemi sudah selesai dan jangan lupa untuk bersyukur dan mengapresiasi orang-orang yang telah membantu Indonesia dalam pandemi ini.(*)

*/Penulis merupakan pelajar asal Indonesia yang mengikuti pertukaran pelajar, salah satu Program Unggulan dari Rotary International
Foto (_ koleksi pribadi penulis)
Editor (+rony banase)

Aksi Peduli Petugas Medis Hadapi Covid-19 ala Rotary Club Kupang Central

88 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena kelangkaan dan kebutuhan mendesak akan Alat Pelindung Diri (APD) di setiap fasilitas kesehatan, puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD, maupun Rumah Sakit Swasta; mendorong Organisasi Sosial Kemanusiaan, Rotary Club D3420, Rotary Club Kupang Central, yang merupakan klub sosial dan kemanusiaan; untuk membuat ratusan Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield.

Prakarsa Rotary Club Kupang Central dan Rotary D3420 membuat Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield sebagai upaya mendukung Program Tanggap Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda seluruh belahan dunia termasuk di Provinsi Nusa Tenggara (NTT). Demikian penjelasan Presiden Club Rotary Kupang Central, Ratna Pongkapadang kepada media ini pada Jumat, 17 April 2020.

Sampel Face Shield yang diproduksi sendiri oleh Rotary Club Kupang Central

Face Shield yang dibikin oleh Rotary Kupang Central, ujar Ratna, diproduksi sendiri secara manual oleh para rotarian (anggota Rotary, red) yang selanjutnya diserahkan kepada belasan Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan di daratan Pulau Flores yakni Larantuka, Maumere, Ende, dan Labuhan Bajo.

Selain oleh Rotarian, ungkap Ratna, Pembuatan Face Shield ini dapat terlaksana karena bantuan dari anak-anak muda Rotaract (Rotary in Action) yang merupakan club anak muda yang dibina dan disponsori oleh Rotary, di mana anak-anak muda Rotaract, siang malam berjibaku membuat Face Shield.

“Bantuan APD Face Shield ini merupakan bentuk kepedulian dari Rotary Club akan keselamatan para medis yang berjuang di garda depan dalam melawan Covid-19,” ujar Ratna sembari menyampaikan bahwa bantuan Face Shield akan terus disalurkan ke berbagai tempat yang membutuhkan dan  untuk pengiriman ke luar pulau masih menunggu transportasi kapal.

Presiden Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang (tengah) saat menyerahkan bantuan Face Shield kepada penanggung jawab RSUD Naibonat di Kabupaten Kupang

“Rotary berharap agar bantuan APD berupa Face Shield ini dapat berguna untuk para medis untuk tetap sehat dalam menjalankan tugasnya melawan Covid-19,” tandas Presiden Club Kupang Central ini menimpali, selain Face Shield, Rotary juga memberikan bantuan tambahan berupa masker dan vitamin.

Ada pun Rumah Sakit yang telah menerima bantuan Face Shield dari Rotary di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang antara lain RSUD Prof Dr. W.Z. Yohannes Kupang, RSUD SK Lerik, RST Wirasakti, RS Titus Uly (Bhayangkara), RSJ Naimata, Puskesmas Bakunase, dan RSUD Naibonat. Di daratan Timor yakni di RSUD Soe, Puskesmas Kota Soe, dan Puskesmas Kuanfatu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS); Puskesmas Siso dan Puskesmas Noebeba di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sedangkan di wilayah Flores, APD Face Shield dari Rotary diserahkan kepada RSUD Ende, RSUD Maumere, RSUD Larantuka, Puskesmas Oka Larantuka, dan RSUD Komodo Labuan Bajo.(*)

Sumber berita dan foto (*/rilis Rotary Club Kupang Central)
Editor (+rony banase)

Rotary D.3410 Lakukan Transplantasi Terumbu Karang & Latih Olah Limbah

189 Views

Banyuwangi, Garda Indonesia | Salah satu kegiatan Rotary Club dalam 6 (enam) fokus area kegiatan (six area fokus) adalah melakukan konservasi lingkungan, kali ini Rotary Club Bandung Siliwangi mengawali kegiatan pengelolaan sampah dan Kriya Limbah di Banyuwangi; melakukan konservasi lingkungan laut dengan upaya transplantasi terumbu karang.

Kegiatan dilakukan pada Selasa, 4 Februari 2020 bertempat di Rumah Apung Bangsring Underwater yang diinisiasi oleh Fatmawati dari PAUD Cerdas dan Ikhwan sebagai pengelola Bangsring Underwater.

Asistant Governor 2019/2020 Rotary Club Bandung Area, Rita Isdiantini dalam rilisnya kepada media Garda Indonesia pada Minggu, 9 Februari 2020, menyampaikan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan konstribusi pada laut dengan mengonservasi dengan tujuan “Selamatkan Laut Kita”.

Foto bersama Rotary Club Bandung Siliwangi dengan peserta pelatihan Kriya Limbah

“Upaya lainnya untuk menyelamatkan laut Dan lingkungan Kami melakukan upaya mengolah sampah anorganik menjadi barang-barang bernilai jual dari sisa kertas, plastik, mendaur kain dan lain-lain,” ujarnya dengan harapan Banyuwangi menjadi Kota Bersih, Kota dengan Daya Tarik Wisata dan memanfaatkan sampah anorganik menjadi suvenir maupun barang bernilai seni tinggi sehingga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan pengelolaan sampah anorganik ini diselenggarakan selama 10 hari sejak tanggal 6—15 Februari 2020 dengan lokasi PAUD Cerdas Banyuwangi, Kawasan Desa sekitar Bangsring Underwater dan Desa Kaliploso. Dengan tutor kriya pengolahan sampah anorganik PP. Endang Paminto Dan AG. Rita Isdiantini.

“Kami berharap, Rotary Club Bandung Siliwangi dapat berkontribusi untuk melakukan perbaikan lingkungan terutama di Kota Banyuwangi. Kami berharap dapat menginisiasi kegiatan kreatif di Kabupaten Banyuwangi bersama masyarakat lokal sebagai agent of change. Semoga bermanfaat, membuat sampah jadi berkah dan menjaga lingkungan untuk kesehatan bersama,” tutup Rita Isdiantini. (*)

Sumber berita dan foto (*/Rotary Club Bandung Area)
Editor (+rony banase)

Rotary Kupang Central Konsisten Lakukan Bakti Sosial di Kabupaten Kupang

138 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam kurun waktu Oktober 2019—Januari 2020, Rotary Kupang Central telah melaksanakan 4 (empat) kali kegiatan ‘Medical Camp & Education Mission’ yang mengambil lokasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2020, Rotary Kupang Central kembali menyelenggarakan program ‘Medical Camp & Education /Literacy Mission’ sebagai lanjutan dari program Safari Baksos (Bakti Sosial) berupa Pengobatan gratis dan edukasi /literasi bekerja sama dengan 8 puskesmas dan sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kupang.

Kunjungan Wakil Bupati Kupang, Jerri Manafe di Lokasi Baksos Rotary Kupang Central

Presiden Rotary Kupang Central, Ratna Pongkapadang pada Selasa, 14 Januari 2020, menyampaikan bahwa jalinan hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Rotary Club dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang mendasari pelaksanaan baksos.

“Naibonat merupakan lokasi yang ke-4 yang mana sebelumnya baksos dilaksanakan di Sulamu pada 26 Oktober 2019 , di Desa Kuanheun, Kecamatan Amabi Oefeto pada 23 November 2019, dan di Oekabiti pada 30 November 2019,” ungkapnya.

dr Fenny Melita (rotarian) sedang melakukan pemeriksaan kesehatan dalam sesi baksos Rotary Kupang Central

Mengenai jumlah pasien yang telah terlayani dalam empat kali pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Rotary Kupang Central, Ratna menyampaikan lebih dari 1,000 orang terlayani. “Selama program baksos tersebut sebanyak 1,000 pak susu cair siap minum dan biskuit juga dibagikan pada anak usia 3—13 tahun sebagai bagian dari program gizi Rotary Kupang Central,” bebernya.

Di samping itu, ujar Presiden Rotary Club Wanita di Distrik 3420 untuk Indonesia Timur ini, Program Edukasi & Literasi yang dilaksanakan oleh Interact Club, klub anak remaja usia 13—17 binaan Rotary Kupang Central telah menjangkau 800 anak SD dan SMP dan dalam melaksanakan program Medical Camp & Education/Literacy Mission ini, Rotary Kupang Central bekerja sama dengan para relawan medis Kota Kupang, Fakultas Kedokteran Undana dan RSUD Naibonat.

Program Literasi dari Interact Fortuna Kupang bagi anak-anak SD

“Adapun tujuan daripada Medical Camp adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi sebagian masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kupang yang memiliki keterbatasan akses berobat, dan direkomendasikan oleh Kepala Puskesmas Fatukanutu, Sulamu, Oekabiti, Naibonat, Camplong, Tarus, Pariti, Baumata dan Oesao,” tutur Ratna.

Lanjutnya, “Sedangkan tujuan dari Education & Literacy Mission adalah memberikan motivasi bagi siswa SD/SMP untuk berkompetisi dalam Cerdas Cermat dan mendorong minat membaca dalam program Lomba Membaca Bahasa Indonesia”.

Sambungnya, “Dalam program baksos ini, anak-anak remaja Interact Club juga memberikan makanan pada hewan peliharaan berupa anjing dan kucing di setiap tempat pelayanan sebagai bagian dari program menyayangi hewan”. (*)

Sumber berita dan foto (*/Rotary Club Kupang Central)
Editor (+rony banase)

Peduli Lingkungan, Rotary Club Kupang Central Tanam Pohon di Taman Nostalgia

87 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan perwujudan dari salah satu program utama Rotary Club Kupang Central di bawah kepemimpinan Presiden Club, Ratna Pongkapadang, maka Rotary Club Kupang Central menyelenggarakan Program Penghijauan dengan tema “A Thousand Threes for Kupang”.

Kegiatan perdana penghijauan dimulai pada Sabtu, 7 Desember 2019 di area Taman Nostagia, diikuti oleh 52 peserta yang terdiri atas anggota Rotary, Interact (13—17 tahun) & Rotaract (18—29 tahun) dua club anak muda binaan Rotary Club Kupang Central) dan 1 (satu) relawan tamu dari US Peace Corps.

Interact Fortuna Kupang saat menanam pohon

Presiden Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang menyampaikan beberapa jenis anakan pohon ditanam di Taman Nostalgia Kota Kupang, yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

“Hasil koordinasi kami yang dilakukan oleh Rotarian Sandra dengan Pemkot Kupang, diperoleh hasil berupa lahan di timur Tamnos yang ditanam beberapa jenis pohon seperti Tebebuya, Sengon, Palem, Mahoni dan Trembesi. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkala hingga target 1.000 pohon tercapai,” terang Pres Ratna sapaan akrabnya.

Foto bersama Rotary Club Kupang Central, Interact dan Rotaract Fortuna Kupang usai melakukan penanaman pohon

Selain itu, ujar Pres Ratna, penanaman pohon di lokasi tersebut juga sebagai wadah edukasi bagi anak muda yang tergabung dalam Interact dan Rotaract. “Dengan mereka menanam pohon di lokasi tersebut mengajarkan kepada mereka bahwa mereka mempunyai andil membuat Kota Kupang lebih hijau dan berwarna,” ungkap Pres Ratna.

“Dan penanaman tahap kedua bakal dilaksanakan pada Sabtu, 14 Desember 2019 di Taman Nostalgia dan bakal ada penyiraman dan pemeliharaan secara reguler dengan melakukan reguler visit untuk pengecekan dan memastikan bahwa tanaman yang kita tanam bakal tumbuh dengan baik. Program ini sudah dimasukkan sebagai kegiatan Interact & Rotaract,” tandas Pres Ratna.

Pantauan media ini, aktivitas penanaman pohon dimulai pada pukul 16.00 WITA—selesai. Tampak para anggota Rotary Club Kupang Central yakni Rotarian Chander, Rotarian Rusly Mauboy, Rotarian Sandra, Rotarian Rony Banase, Rotarian Jess, dan para Interact dan Rotaract terlibat aktif menanam pohon dan memasang botol plastik bekas untuk proses menyiram anakan pohon dengan sistem infus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Menteri Yohana Berharap Rotary Indonesia Wujudkan Kesetaraan Gender

81 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kondisi Indonesia yang masih didominasi budaya patriarki dinilai Menteri Yohana menjadi salah satu kendala besar dalam mewujudkan kesetaraan gender. Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Distric Converence Rotary Indonesia di Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

Gender equality adalah salah satu fokus pemerintah saat ini. Namun, di Indonesia, mewujudkan kesetaraan gender bukan hal yang mudah karena dihadapkan dengan budaya patriarki yang masih dominan,” ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise.

Sinergi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan organisasi masyarakat terus diupayakan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mempercepat kesetaraan gender dan menyejahterakan perempuan dan anak di Indonesia. Menurut Menteri Yohana, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

Sebagai organisasi masyarakat yang fokus pada pelayanan kemanusiaan dengan 1,2 Juta anggota di seluruh dunia, Menteri Yohana berharap Rotary Indonesia dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk lebih berdaya. Menteri Yohana juga mengapresiasi banyaknya program sosial yang telah dilakukan, seperti pemberian beasiswa dan pengentasan masalah polio.

Menteri Yohana Yembise saat berbicara di District Conference Rotary Indonesia 2019

“Saya lihat banyak program-program sosial yang telah dilakukan perkumpulan ini, seperti memberikan bantuan pada perempuan dan anak. Organisasi masyarakat hendaknya memang banyak terlibat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan perempuan dan anak. Sebagai pemerintah kami tentu senang atas kerja bersama dan sinergi yang dilakukan Rotary Club di berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap dapat direplika oleh organisasi masyarakat lainnya,” tambah Menteri Yohana.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana mengajak Rotary Indonesia untuk memberi perhatian kepada perdagangan orang, sebab dampaknya yang besar bagi kelangsungan hidup anak-anak yang ditinggalkan.

“Saya harap bisa bekerjasama dan mendukung pemerintah, terutama untuk program prioritas Kemen PPPA Three Ends, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan. Pemerintah dan kelompok masyarakat bisa berkolaborasi untuk mendukung semua itu,” jelas Menteri Yohana, yang hadir mewakili Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

Parsel Natal bagi 50 Pasukan Kuning Kota Kupang dari Rotary Club KTR

148 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Rotary Club Kupang Timor Raya(KTR) D3420 dibawah kepemimpinan Presiden Club Ratna Pongkapadang bersama para rotarian (=sebutan bagi anggota club Rotary) memberikan empati dan terima kasih dalam bentuk bakti sosial dengan membagikan parsel/bingkisan natal bagi para pasukan kuning/petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang.

Sebanyak 50 orang pasukan kuning atau petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang yang masih berstatus honorer atau pegawai kontrak memperoleh berkat dari Rotary Club Kupang Timor Raya berupa parsel/bingkisan natal.

Mengambil lokasi pembagian parsel natal di Taman Nostalgia Kota Kupang, Minggu/16 Desember 2018 pukul 16.00 WITA—selesai; para pasukan kuning yang rata-rata petugas penyapu jalan dan petugas pembersih di areal pasar tersebut bertatap muka dengan para rotarian KTR dan memberikan informasi lokasi dan cakupan luas kerja mereka masing-masing.

Seperti Ibu Susana Ratu yang bekerja sebagai penyapu jalan dari arah TDM hingga Bundaran Tirosa; merasa sangat bahagia memperoleh apresiasi bingkisan natal dari Rotary Club Kupang Timor Raya. Masing-masing petugas kebersihan terutama penyapu jalan bekerja mulai pukul 05.00—07.00 WITA untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan yang menjadi area tugas mereka.

Foto bersama Rotary Club Kupang Timor Raya dengan Petugas Kebersihan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang

Presiden Club Rotary Club Kupang Timor Raya, Ratna Pongkapadang kepada para petugas kebersihan mengatakan bahwa Rotary Club memilih petugas kebersihan karena memiliki kontribusi terhadap kebersihan Kota Kupang agar bebas sampah dan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Rotary Club Kupang Timor Raya terhadap Pemerintah Kota Kupang terutama petugas kebersihan yang bekerja maksimal demi menjaga kebersihan.

“Kami ada disini untuk mendukung bapak dan ibu sekalian, karena kami juga perhatian dengan kebersihan Kota Kupang,” jelas Pres Ratna panggilan akrab President Club Rotary Kupang Timor Raya D3420.

Lanjut Pres Ratna, “Bentuk perhatian kami sederhana dan kecil namun kami berharap suatu hari nanti kami dapat memberikan yang lebih baik,”ujarnya.

Pembagian parsel dan bingkisan natal bagi para petugas kebersihan diakhiri dengan foto bersama di Depan Gong Perdamaian Taman Nostalgia Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Para rotarian KTR yang hadir diantaranya Rotarian Vama Chrisna, Rotarian Yohan, Rotarian Jess Meha, Rotarian Rusly Mauboi, dan Rotarian Rony Banase. Turut hadir pula Rotaract Ferry Kasar bersama teman-teman rotaract dan teman-teman Interact Fortuna Kupang yang berbaur dan berbagi keceriaan natal dengan para petugas kebersihan.

Penulis dan editor (+rony banase)