Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Mengenal Ritual Ka Sa’o di Ngada Nusa Tenggara Timur

Mengenal Ritual Ka Sa’o di Ngada Nusa Tenggara Timur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
  • visibility 623
  • comment 0 komentar

Loading

Rumah adat (Sa’o) memiliki nilai sakral dan menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Ngada.

 

Ngada | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena bersama rombongan menghadiri syukuran Ka Sa’o Jawa Radho Suku Gisi Azi di Kampung Doka, Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Kedatangan Gubernur Laka Lena bersama rombongan disambut hangat oleh masyarakat Suku Gisi Azi dengan tarian Ja’i masal mengitari pelataran kampung. Ia menyampaikan selamat kepada 24 Wailaki suku Gisi Azi yang merayakan syukuran Ka Sa’o ini.

Ka Sa’o adalah upacara adat syukuran yang dilakukan setelah pembangunan atau peresmian rumah adat (Sa’o). Upacara ini merupakan bentuk syukur kepada leluhur dan sebagai penanda bahwa rumah adat tersebut sudah siap dihuni. Sementara, rumah adat (Sa’o) memiliki nilai sakral dan menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Ngada.

Leonardus Bhara, tokoh adat suku Gisi Azi mengucapkan terima kasih atas kehadiran gubernur bersama rombongan dalam acara syukuran Ka Sa’o ini. Hal ini menurutnya adalah bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat adat di wilayah ini.

Ritual Ka Sa’o merupakan tradisi sakral masyarakat Ngada (khususnya suku Bajawa) sebagai syukur dan peresmian rumah adat (“Sa’o”).

Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat mengikuti ritual Ka Sa’o Jawa Radho Suku Gisi Azi. Foto : Dio Ceunfin

Tradisi turun temurun

Pengesahan Rumah Adat: Ka Sa’o menandai rumah adat yang dibongkar dan dibangun ulang mencapai tingkat kesempurnaan secara fisik dan spiritual. Masyarakat Ngada percaya roh leluhur tinggal dalam Sa’o, sehingga ritual mengikat hubungan leluhur-penghuni dan mencerminkan gotong royong, persatuan, persaudaraan, dan keagamaan dalam komunitas.

Tradisi Ka Sa’o biasanya berlangsung 3–4 hari, tergantung konteks lokal. Beberapa desa melaksanakan hanya setiap 30–40 tahun sekali karena memerlukan persiapan besar dan biayanya tinggi.

Tahapan dan Ritual Ka Sa’o

1. Sa Ngaza – Proklamasi oleh keluarga tuan rumah dan sambutan tamu. Peserta menari Ja’i bersama.

2. Peresmian struktur dan ukiran – pemilihan petugas via arak/dedaunan, perapalan sajak dalam rumah adat.

3. Pengorbanan hewan – babi dan kerbau dipersembahkan, darahnya dipercikkan sebagai persembahan.

4. Bhodo dan pembagian pangan – nasi dan daging dimasak bersama, dibagikan kepada warga sebagai tanda syukur.

5. Ritual air kelapa – Klaniau: penutup dengan membelah kelapa, memantulkan muka di air kelapa untuk menyucikan jiwa penghuni baru.

6. Penutupan: syukuran besar, tarian dan paparan adat sebagai penutup.

Unsur simbolis dan sosial Ka Sa’o

Arsitektur simbolik: Sa’o dilukiskan seperti tubuh manusia (kaum pria dan wanita), direnovasi lengkap dengan ukiran bermakna (keluarga, ayam, waktu). Sistem matrilineal berupa kepemilikan dan warisan Sa’o melalui garis keturunan ibu; laki-laki tinggal di rumah istri (“dongo sa’o”). Sementara pertunjukan Ja’i, tarian massal sebagai ungkapan kegembiraan dan kebersamaan.(*)

Sumber (*/Biro AdPim+ ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PNS Pria Boleh Punya Istri Lebih Dari Satu

    PNS Pria Boleh Punya Istri Lebih Dari Satu

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sehubungan dengan ramainya pemberitaan di media massa dan media sosial tentang PNS Pria dapat beristri lebih dari satu, berikut penjelasannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun […]

  • Presiden Jokowi Terima Global Citizen Award Tahun 2022

    Presiden Jokowi Terima Global Citizen Award Tahun 2022

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menerima penghargaan Global Citizen Award dari Atlantic Council dalam acara Global Food Security Forum di Kecak Ballroom, Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Minggu, 13 November 2022. Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan motivasi untuk meningkatkan peran serta dalam menyelesaikan […]

  • Pecut Sektor Pertanian NTT, VBL Ajak Perbankan Biayai Proyek Pertanian

    Pecut Sektor Pertanian NTT, VBL Ajak Perbankan Biayai Proyek Pertanian

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov  NTT meminta perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank untuk memberikan kontribusi nyata pembiayaan pada proyek pertanian seperti pengadaan alat untuk mendukung produktivitas hasil pertanian serta tercapainya transformasi digital pada sektor tersebut. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam acara pertemuan triwulan III Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan […]

  • Duta Hijau Bali Kenalkan ‘Culture Tourism’ Desa Bayan Lombok Utara

    Duta Hijau Bali Kenalkan ‘Culture Tourism’ Desa Bayan Lombok Utara

    • calendar_month Sab, 20 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Lombok-NTB, Garda Indonesia | Duta Hijau Bali merupakan brand ambasador untuk lingkungan, bukan hanya pageant atau pemilihan putra putri yang tampan dan cantik, tapi lebih ke generasi yang paham dan berwawasan luas tentang isu lingkungan global yang sedang berkembang dan khususnya Bali, serta mendidik generasi muda bali untuk lebih sensitif dalam melestarikan lingkungannya. Duta Hijau […]

  • DIPA Provinsi NTT Tahun 2020 Total Pagu Rp.12,9 Triliun

    DIPA Provinsi NTT Tahun 2020 Total Pagu Rp.12,9 Triliun

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 19 November 2019 pukul 13.00 WITA—Selesai, dilaksanakan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2020. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lydia Kurniawati […]

  • WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan banjir ROB di sepanjang pesisir pantai, banjir, hingga longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur. Adapun dampak dari cuaca ekstrem pada tanggal 8 – 14 Maret 2024 yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur ini adalah bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, jalanan […]

expand_less