Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 216
  • comment 0 komentar

Loading

Pada 30 desa di Timor Barat, sebuah gerakan kecil, namun sistemis sedang berlangsung: pendampingan intensif kepada petani kecil yang selama ini bergulat dengan lahan kering, keterbatasan modal, dan akses pasar yang rapuh. Melalui pendekatan terpadu — yang menggabungkan model 3A dan skema live-in pendampingan — CIRMA mendukung transformasi pertanian skala kecil menjadi ujung tombak ekonomi hijau lokal, membuka peluang pembiayaan iklim, dan menguatkan ketahanan pangan bagi komunitas rentan.

Dari tantangan lokal ke solusi berbasis komunitas

Kondisi agro-ekosistem di banyak bagian Timor Barat menghadirkan tantangan struktural: curah hujan tidak menentu, infrastruktur irigasi terbatas, dan modal usaha yang sulit diakses oleh petani kecil. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi realitas sehari-hari.

CIRMA datang bukan sekadar memberi bantuan sekali waktu, melainkan mendampingi proses — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen — sehingga perubahan menjadi berkelanjutan.

Di lapangan, intervensi sederhana namun berdampak nyata seperti pembuatan bedengan organik, produksi eco-enzyme untuk kesehatan tanah, dan perbaikan sistem penanaman beririgasi sederhana telah meningkatkan hasil dan kualitas produksi. Lebih penting lagi, pendampingan mendorong adopsi praktik pertanian regenerasi yang mengurangi emisi dan meningkatkan ketahanan lahan terhadap kekeringan.

Model 3A + Live-In: jembatan aksi yang efektif

CIRMA mengoperasionalkan model 3A — Attitude, Access, dan Asset — yang dipadu dengan pendekatan live-in atau tinggal bersama keluarga petani selama periode pendampingan.

Attitude (Sikap): mengubah cara pandang petani terhadap pertanian berkelanjutan. Perubahan sikap adalah fondasi; ketika petani percaya lahannya bisa pulih dan memberi hasil lebih baik, mereka akan membuka diri terhadap inovasi.

Access (Akses): memfasilitasi akses ke pengetahuan teknis, bibit unggul, input pertanian berkelanjutan, pasar, dan jaringan mitra. Akses ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar.

Asset (Aset): mengembangkan dan memperkuat aset yang dimiliki petani, baik yang berwujud (lahan, peralatan, modal) maupun tak berwujud (pengetahuan, keterampilan, jejaring). Fokus utama adalah membangun aset komunal melalui lembaga komunitas seperti Kelompok Tani. Kelompok ini menjadi wadah gerakan kolektif untuk mengatur produksi bersama, mengelola sarana bersama (irigasi, gudang, peralatan), serta meningkatkan posisi tawar dalam rantai nilai. Dengan kekuatan kolektif, petani dapat mengakses pasar yang lebih besar dan memanfaatkan peluang pembiayaan secara bersama-sama.

Tim CIRMA memanen sayur organik pada ladang kering petani di Timor Barat. Foto : istimewa

Pendekatan live-in memungkinkan pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, menyerap realitas harian mereka, dan mendampingi langsung proses transformasi ini. Dari sini terbangun kepercayaan, rasa saling memiliki, dan kesediaan untuk mencoba hal baru.

Relevansi dengan ekonomi hijau dan pembiayaan iklim

Ekonomi hijau menekankan produksi rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial — semua selaras dengan praktik yang didorong CIRMA. Dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia, menerapkan teknik konservasi tanah, dan mengelola air lebih efisien, petani kecil menciptakan nilai lingkungan yang nyata.

Nilai ini membuka pintu menuju pembiayaan iklim: mekanisme seperti kredit hijau, pembayaran jasa lingkungan (PES), dan program pendanaan adaptasi yang kini semakin diminati donor dan lembaga keuangan.

CIRMA membantu mengemas praktik lapangan menjadi narasi dan data yang bisa dipakai untuk proposal pembiayaan: catatan peningkatan produktivitas, pengurangan input kimia, dan praktik konservasi menjadi bukti bahwa intervensi lokal layak mendapat dukungan finansial berbasis iklim.

Ketahanan pangan untuk komunitas rentan

Pada 30 desa dampingan, fokus utama CIRMA adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga — bukan sekadar meningkatkan volume panen, tetapi memastikan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan sepanjang tahun.

Langkah-langkah praktis meliputi:

  • Diversifikasi tanaman pangan dan hortikultura untuk nutrisi keluarga.
  • Penyimpanan pasca-panen sederhana untuk mengurangi kehilangan pangan.
  • Pembangunan kebun rumah tangga dan pemanfaatan sumber protein lokal.
  • Ketika produksi lokal stabil dan sebagian dipasarkan, pendapatan rumah tangga meningkat — mengurangi kerentanan dan membuka ruang untuk investasi produktif lain, seperti pendidikan atau kesehatan.

Dampak sosial dan perubahan perilaku

Lebih dari angka produksi, yang paling tampak adalah perubahan sikap dan perilaku: petani yang semula ragu kini mencoba teknik baru; perempuan terlibat lebih aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga; generasi muda melihat peluang wirausaha dari pertanian berkelanjutan.

Persiapan ladang kering untuk pertanian berkelanjutan

Model live-in mempercepat perubahan ini karena pendamping bukan sekadar “konsultan” tetapi bagian dari kehidupan komunitas.

Tantangan dan jalan ke depan

Tentu saja, jalan tidak tanpa hambatan. Skala pembiayaan masih terbatas, akses pasar formal belum merata, dan perubahan iklim terus menambah ketidakpastian.

Untuk itu, CIRMA menekankan tiga agenda lanjut:

1. Memperkuat akses pembiayaan iklim yang cocok untuk skala kecil.

2. Mengembangkan rantai nilai lokal yang menghubungkan hasil petani ke pasar regional.

3. Mendokumentasikan praktik lapangan sebagai basis advokasi kebijakan.

Kolaborasi sebagai kunci

Transformasi pertanian kecil menjadi bagian dari ekonomi hijau yang inklusif membutuhkan kolaborasi: masyarakat lokal, LSM seperti CIRMA, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan media yang mengangkat cerita ini.

Berbekal model 3A — Attitude, Access, Asset — dan pendekatan live-in, perubahan di Timor Barat membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas mampu menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang nyata, serta layak menjadi model replikasi.

Aksi yang CIRMA tawarkan sederhana: dukung skema pembiayaan yang mengakui jasa lingkungan petani kecil, buka akses pasar yang adil, dan kirimkan dukungan teknis untuk memperluas model pendampingan ke desa-desa lain. Bersama, kita bisa mengubah tantangan iklim menjadi peluang hijau yang menyejahterakan.(*)

Sumber (*/tim Yayasan CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Kirim Uang ke Luar Negeri Tanpa Ribet? Ini Caranya!

    Ingin Kirim Uang ke Luar Negeri Tanpa Ribet? Ini Caranya!

    • calendar_month Sen, 26 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Transaksi dengan rekan bisnis atau kenalan yang memiliki akun rekening di bank berbeda mungkin sepele jika masih berada di lingkup negara yang sama. Namun, akan lain cerita jika bank dan negara tujuan berada di luar negeri. Meskipun begitu, Anda tidak perlu mencemaskan kesulitan dan keamanan pengiriman uang ke luar negeri jika Anda mempercayakan dana kepada […]

  • Coop TLM Indonesia Berbagi Kasih di Tengah Pandemi 2020

    Coop TLM Indonesia Berbagi Kasih di Tengah Pandemi 2020

    • calendar_month Jum, 18 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Coop TLM Indonesia sebagai salah satu unit usaha yang diinisiasi pendiriannya oleh Yayasan TLM GMIT dan bernaung di bawah Sinode GMIT, memberikan bantuan kepada sumur bor kepada masyarakat Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui rilis yang diterima Garda Indonesia pada Kamis, 17 Desember 2020, […]

  • Bank NTT Beber Kinerja Keuangan Tahun 2022

    Bank NTT Beber Kinerja Keuangan Tahun 2022

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) membeberkan kinerja hingga akhir Desember 2022 yang mana tetap tumbuh di tengah perlambatan ekonomi dan dampak pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sesi  media gathering Bank NTT press conference  akhir tahun 2022 pada Kamis siang, 29 […]

  • Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Anak yang terlalu pemalu sering dianggap manis dan sopan, tetapi tahukah Anda bahwa sifat ini bisa menjadi hambatan besar di masa depan? Riset dari American Psychological Association menunjukkan bahwa anak yang kesulitan mengekspresikan diri cenderung memiliki tantangan dalam membangun relasi sosial dan karier. Artinya, keberanian berbicara bukan sekadar soal kepribadian, tetapi juga keterampilan hidup yang […]

  • RUPS BPR Christa Jaya 2020, Tingkat Kesehatan 2019 Cukup Baik & CAR Sehat

    RUPS BPR Christa Jaya 2020, Tingkat Kesehatan 2019 Cukup Baik & CAR Sehat

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Perkreditan Rakyat Christa Jaya (BPR CJP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Sabtu, 13 Juni 2020. Berdasarkan Laporan Hasil RUPS atau Laporan Pertanggungjawaban Direksi atas kinerja Tahun Buku 2019 sangat memuaskan di mana di tahun 2019 terjadi peningkatan pertumbuhan yang cukup signifikan dari sisi Aset, Laba, Dana Pihak Ketiga […]

  • Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ahmad Sururi Melihat Gus Yahya membawa NU ke dalam pusaran politik membuat kita, nahdliyin akar rumput ini mengelus dada. Bukan bermaksud su’ul adab atau kumeruah. Tapi manuver politik Gus Yahya memang membahayakan NU. Dengan asas kecintaan inilah, semoga saja pendapat dari orang daif ini tak salah dipahami. Saya Ahmad Sururi, bukan ulama kondang […]

expand_less