Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Pada 30 desa di Timor Barat, sebuah gerakan kecil, namun sistemis sedang berlangsung: pendampingan intensif kepada petani kecil yang selama ini bergulat dengan lahan kering, keterbatasan modal, dan akses pasar yang rapuh. Melalui pendekatan terpadu — yang menggabungkan model 3A dan skema live-in pendampingan — CIRMA mendukung transformasi pertanian skala kecil menjadi ujung tombak ekonomi hijau lokal, membuka peluang pembiayaan iklim, dan menguatkan ketahanan pangan bagi komunitas rentan.

Dari tantangan lokal ke solusi berbasis komunitas

Kondisi agro-ekosistem di banyak bagian Timor Barat menghadirkan tantangan struktural: curah hujan tidak menentu, infrastruktur irigasi terbatas, dan modal usaha yang sulit diakses oleh petani kecil. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi realitas sehari-hari.

CIRMA datang bukan sekadar memberi bantuan sekali waktu, melainkan mendampingi proses — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen — sehingga perubahan menjadi berkelanjutan.

Di lapangan, intervensi sederhana namun berdampak nyata seperti pembuatan bedengan organik, produksi eco-enzyme untuk kesehatan tanah, dan perbaikan sistem penanaman beririgasi sederhana telah meningkatkan hasil dan kualitas produksi. Lebih penting lagi, pendampingan mendorong adopsi praktik pertanian regenerasi yang mengurangi emisi dan meningkatkan ketahanan lahan terhadap kekeringan.

Model 3A + Live-In: jembatan aksi yang efektif

CIRMA mengoperasionalkan model 3A — Attitude, Access, dan Asset — yang dipadu dengan pendekatan live-in atau tinggal bersama keluarga petani selama periode pendampingan.

Attitude (Sikap): mengubah cara pandang petani terhadap pertanian berkelanjutan. Perubahan sikap adalah fondasi; ketika petani percaya lahannya bisa pulih dan memberi hasil lebih baik, mereka akan membuka diri terhadap inovasi.

Access (Akses): memfasilitasi akses ke pengetahuan teknis, bibit unggul, input pertanian berkelanjutan, pasar, dan jaringan mitra. Akses ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar.

Asset (Aset): mengembangkan dan memperkuat aset yang dimiliki petani, baik yang berwujud (lahan, peralatan, modal) maupun tak berwujud (pengetahuan, keterampilan, jejaring). Fokus utama adalah membangun aset komunal melalui lembaga komunitas seperti Kelompok Tani. Kelompok ini menjadi wadah gerakan kolektif untuk mengatur produksi bersama, mengelola sarana bersama (irigasi, gudang, peralatan), serta meningkatkan posisi tawar dalam rantai nilai. Dengan kekuatan kolektif, petani dapat mengakses pasar yang lebih besar dan memanfaatkan peluang pembiayaan secara bersama-sama.

Tim CIRMA memanen sayur organik pada ladang kering petani di Timor Barat. Foto : istimewa

Pendekatan live-in memungkinkan pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, menyerap realitas harian mereka, dan mendampingi langsung proses transformasi ini. Dari sini terbangun kepercayaan, rasa saling memiliki, dan kesediaan untuk mencoba hal baru.

Relevansi dengan ekonomi hijau dan pembiayaan iklim

Ekonomi hijau menekankan produksi rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial — semua selaras dengan praktik yang didorong CIRMA. Dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia, menerapkan teknik konservasi tanah, dan mengelola air lebih efisien, petani kecil menciptakan nilai lingkungan yang nyata.

Nilai ini membuka pintu menuju pembiayaan iklim: mekanisme seperti kredit hijau, pembayaran jasa lingkungan (PES), dan program pendanaan adaptasi yang kini semakin diminati donor dan lembaga keuangan.

CIRMA membantu mengemas praktik lapangan menjadi narasi dan data yang bisa dipakai untuk proposal pembiayaan: catatan peningkatan produktivitas, pengurangan input kimia, dan praktik konservasi menjadi bukti bahwa intervensi lokal layak mendapat dukungan finansial berbasis iklim.

Ketahanan pangan untuk komunitas rentan

Pada 30 desa dampingan, fokus utama CIRMA adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga — bukan sekadar meningkatkan volume panen, tetapi memastikan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan sepanjang tahun.

Langkah-langkah praktis meliputi:

  • Diversifikasi tanaman pangan dan hortikultura untuk nutrisi keluarga.
  • Penyimpanan pasca-panen sederhana untuk mengurangi kehilangan pangan.
  • Pembangunan kebun rumah tangga dan pemanfaatan sumber protein lokal.
  • Ketika produksi lokal stabil dan sebagian dipasarkan, pendapatan rumah tangga meningkat — mengurangi kerentanan dan membuka ruang untuk investasi produktif lain, seperti pendidikan atau kesehatan.

Dampak sosial dan perubahan perilaku

Lebih dari angka produksi, yang paling tampak adalah perubahan sikap dan perilaku: petani yang semula ragu kini mencoba teknik baru; perempuan terlibat lebih aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga; generasi muda melihat peluang wirausaha dari pertanian berkelanjutan.

Persiapan ladang kering untuk pertanian berkelanjutan

Model live-in mempercepat perubahan ini karena pendamping bukan sekadar “konsultan” tetapi bagian dari kehidupan komunitas.

Tantangan dan jalan ke depan

Tentu saja, jalan tidak tanpa hambatan. Skala pembiayaan masih terbatas, akses pasar formal belum merata, dan perubahan iklim terus menambah ketidakpastian.

Untuk itu, CIRMA menekankan tiga agenda lanjut:

1. Memperkuat akses pembiayaan iklim yang cocok untuk skala kecil.

2. Mengembangkan rantai nilai lokal yang menghubungkan hasil petani ke pasar regional.

3. Mendokumentasikan praktik lapangan sebagai basis advokasi kebijakan.

Kolaborasi sebagai kunci

Transformasi pertanian kecil menjadi bagian dari ekonomi hijau yang inklusif membutuhkan kolaborasi: masyarakat lokal, LSM seperti CIRMA, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan media yang mengangkat cerita ini.

Berbekal model 3A — Attitude, Access, Asset — dan pendekatan live-in, perubahan di Timor Barat membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas mampu menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang nyata, serta layak menjadi model replikasi.

Aksi yang CIRMA tawarkan sederhana: dukung skema pembiayaan yang mengakui jasa lingkungan petani kecil, buka akses pasar yang adil, dan kirimkan dukungan teknis untuk memperluas model pendampingan ke desa-desa lain. Bersama, kita bisa mengubah tantangan iklim menjadi peluang hijau yang menyejahterakan.(*)

Sumber (*/tim Yayasan CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Ajak 5 Mitra Strategis Bangun Kelistrikan Berbasis EBT

    PLN Ajak 5 Mitra Strategis Bangun Kelistrikan Berbasis EBT

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap menyediakan pasokan listrik sebesar 4.000 megawatt (MW) guna mendukung percepatan hilirisasi industri. Melalui kerja sama co-investment PLN menggandeng lima Industri strategis di antaranya kawasan industri terpadu, industri smelter, hingga industri data center dengan mempercepat akses kelistrikan yang ditandai dengan nota kesepahaman PLN dengan 5 (lima) mitra di […]

  • Sekolah Perempuan Bifemeto di TTS, Wujud Sinergi Pemberdayaan Perempuan

    Sekolah Perempuan Bifemeto di TTS, Wujud Sinergi Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Masih dalam rangkaian kunjungan kerja perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga meresmikan Sekolah Perempuan Bifemeto di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis siang, 7 November 2019. “Perempuan tidak boleh lagi ada di belakang laki-laki melainkan harus setara di samping laki-laki, […]

  • Satu-satunya di NTT, SMK Teknologi Pendidikan Ada di Mnelaanen TTS

    Satu-satunya di NTT, SMK Teknologi Pendidikan Ada di Mnelaanen TTS

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Mnelaanen-TTS, Garda Indonesia | 24 Mei 2019 menjadi hari bersejarah bagi SMK Teknologi Pendidikan Indonesia Mnelaanen Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Tanggal 24 Mei akan selalu diperingati sebagai hari lahir dan menjadi SMK Teknologi pertama di TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Teknologi Pendidikan Indonesia Mnelaanen, […]

  • Warga Kampung Sabu di Oebobo Terima Bantuan dari Anita Jacoba Gah

    Warga Kampung Sabu di Oebobo Terima Bantuan dari Anita Jacoba Gah

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Mudah-mudahan ke depan masih ada lagi bantuan bagi kami dari ibu Anita dan kami memiliki harapan-harapan khusus. Ke depannya, silaturahmi ini tetap dibangun. Kami belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Sebagai pengemudi grab, penghasilan saya sangat menurun dan tidak mencapai target. Kami berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Bapak AHY, […]

  • Mengapa Rilisan Fisik Layak Digemari?

    Mengapa Rilisan Fisik Layak Digemari?

    • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Pada April lalu tanggal 23 dan 24, 10th Record Store Day (RSD) Indonesia 2022 tuntas diselenggarakan di L2 Kuningan City Mall, Jakarta. Bukan hanya di Jakarta, RSD juga dihelat di Bali, Jogja, Bogor, Sumedang, Kalimantan, Semarang, Lombok, Jambi, Cirebon dan juga Makassar di waktu yang hampir bersamaan, bahkan juga di seluruh dunia! Ini nih, perhelatan […]

  • ‘Real Qiuck Count’ Simon Nahak-Lucky Taolin Menang di Pilkada Malaka 2020

    ‘Real Qiuck Count’ Simon Nahak-Lucky Taolin Menang di Pilkada Malaka 2020

    • calendar_month Kam, 10 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Hasil real quick count, pada Rabu, 9 Desember 2020, menempatkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. dan Louise Lucky Taolin, berhasil unggul dan menumbangkan calon petahana, dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph. dan Wendelinus Taolin dalam gelaran Pilkada Malaka 2020. Dilansir dari Garda Malaka, Dr. Simon Nahak, […]

expand_less