Tiga Jenis Kopi Flores Fenomenal Mendunia, Soal Rasa Tak Diragukan!

Loading

Dari pulau besar di NTT, ada beragam jenis kopi yang tumbuh subur di provinsi 3T ini. Namun, dari beragam jenis kopi tersebut, ada tiga jenis kopi yang sangat populer dan banyak dinikmati masyarakat luas.

 

Flores | Hal yang tak dapat dipungkiri bahwa NTT memiliki ragam kopi yang sangat dinikmati namun belum tentu ada di daerah-daerah lain maupun di negara-negara lain. NTT yang berada di wilayah bagian timur Indonesia ini memang surganya bagi para pencinta kopi.

Dari beberapa pulau besar di NTT, ada beragam jenis kopi yang tumbuh dengan subur di provinsi 3T ini. Namun, dari beragam jenis kopi tersebut, ada 3 jenis kopi yang sangat populer dan banyak dinikmati masyarakat luas, baik itu masyarakat Indonesia sendiri maupun negara-negara lain.

Tiga jenis kopi fenomenal tersebut tumbuh dengan subur di sebuah lembah yang akrab disebut lembah Colol. Lembah Colol, yang saat ini dikenal dengan sebagai ikon kopi dari NTT merupakan salah satu lembah yang terletak di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Lembah Kopi Colol terbentang di antara 4 (empat) Desa yaitu Desa Colol, Desa Rende Nao, Desa Wejang Mali dan Desa Uluwae.

Sementara 3 jenis kopi fenomenal yang berasal dari Colol yaitu kopi Arabika, kopi Juria, dan Yelow Kopi. Ketiga jenis kopi ini tentunya mempunyai cita rasa yang berbeda-beda.

Salah satu Kopi Colol yang banyak dinikmati khalayak saat ini adalah Arabika. Cita rasa manis dan asam yang seimbang mampu menjadikan kopi arabika terkenal hingga ke negara-negara lain dan ikut serta bersaing dalam beberapa ajang kompetisi nasional dan internasional.

Melalui ajang kompetisi yang diikuti memberikan beberapa dampak yang sangat luar biasa terhadap perekonomian daerah, terutama bagi para petani kopi, karena kopi yang ditawarkan pemasarannya bukan hanya didalam Negara bahkan sampai kepada Negara-negara besar lainnya.

Hal ini yang menyebabkan daya tarik serta mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) NTT berkomitmen memperkuat ekosistem kopi di NTT. Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, saat menerima audiensi Komunitas Kopi NTT, di Kantor Gubernur, pada Senin, 9 Juli 2025.

Pada pertemuan tersebut Gubernur NTT Melki Laka Lena, merincikan upaya yang akan dilakukan oleh Pemprov NTT dalam memperkuat ekosistem kopi di NTT yakni; melakukan peremajaan tanaman kopi secara bertahap di sentra-sentra produksi; memperkuat sektor produksi melalui peningkatan akses sarana produksi, pelatihan teknis, dan dukungan infrastruktur pertanian; dan mendorong hilirisasi industri kopi lokal agar memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

Monik Andri, Putri Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur saat memperagakan proses pengolahan secara tradisional Kopi Colol. Foto : floreseditorial

Menurutnya, kopi bukan sekadar komoditas, melainkan potensi unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya senang dan berterima kasih, karena anggota Komunitas Kopi ini adalah anak-anak muda yang punya semangat dan niat baik membangun daerah bersama pemerintah,” kata Gubernur Laka Lena

“Kopi adalah potensi unggulan NTT yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan kekuatan sosial-ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah siap bersinergi dengan komunitas untuk memperkuat ekosistem kopi kita,” tambahnya.

Sementara audiensi antara Pemprov NTT dengan Komunitas Kopi NTT tersebut sebagai bentuk langkah awal sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam mengembangkan tanaman kopi NTT, sebagai produk unggulan berbasis masyarakat dan berorientasi pasar global.

Di akhir audiensi Gubernur NTT mengundang Komunitas Kopi NTT untuk turut memeriahkan Tour de EnTeTe dengan menghadirkan produk-produk asli kopi NTT di tiap kota yang akan dilalui dalam event sport tourism tersebut.

Sementara itu, Komunitas Kopi NTT, juga menyatakan komitmen menjadi mitra pemprov NTT membangun ruang sinergi antara komunitas dan pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kopi.

Dalam audiensi dengan Pemprov komunitas kopi NTT mengangkat beberapa isu untuk diusahakan bersama, diantaranya: penguatan rantai distribusi kopi lokal dari petani ke pelaku usaha, branding kopi NTT ke sektor pariwisata dan instansi pemerintahan, prioritas pengembangan kopi di Timor, dan pengembangan varietas kopi lokal unggulan.

Selai itu, mereka juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang mereka temukan di lapangan, seperti kondisi pohon kopi yang sudah tua yang butuh peremajaan seperti di Flores, penurunan produksi, serta kopi yang belum menjadi komoditas utama petani.

Mereka juga masih mengharapkan lebih banyak lagi pelatihan dan pendampingan bagi pelaku-pelaku usaha kopi agar kopi di NTT punya standar yang baik. Selain itu, kebutuhan akan varietas lokal yang unggul dan adaptif juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan kopi di NTT.

Sebagai informasi bahwa Komunitas Kopi NTT sendiri berdiri sejak 2018 dan mulai serius membangun ekosistem kopi secara menyeluruh sejak awal 2025. Fokus komunitas ini mencakup seluruh rantai pasok—dari petani dan pengolah hingga pelaku usaha dan pemasaran produk kopi lokal.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud+ ragam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *