Pilkada Bukan Ajang Pencitraan Diri Atau Golongan

87 Views

NTT, gardaindonesia.id – Daniel Tagu Dedo, SE, M.Ak – Ketua Dewan Pembina Ikatan Media Online (IMO) melalui Press Rilis, Kamis/14 Juni 2018 pagi, katakan bahwa saat ini NTT masih tergolong sebagai daerah termiskin nomor tiga dari propinsi lainnya di Indonesia dan juga masih menempati rangking tiga kesenjangan, sebagai akibat dari miskinnya nilai-nilai demokrasi.

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di tingkat pemilihan umum kepala daerah (Gubernur/Wakil Gubernur NTT) tahun 2018, Daniel Tagu Dedo, meminta kepada semua pihak, agar tidak memanfaatkan momentum Pilkada, sebagai ajang untuk pencitraan diri ataupun golongan semata.

Dia menghimbau agar semua lapisan masyarakat pemilih yang ada di NTT, dapat dengan bijak menggunakan hak pilihnya, untuk menghasilkan produk Pilkada yang berkuatlitas, berintegritas dan semangat totalitas dari Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, untuk membangun sekaligus sebagai penentu kebijakan dalam upaya perubahan nasib NTT lima tahun kedepan.

Rakyat NTT butuh kepemimpinan yang egaliter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, obyektifitas, Integritas dan profesionalisme serta benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat.

Oleh karena itu momentum PILGUB NTT 2018 janganlah disalahgunakan hanya karena ingin berkuasa tanpa adanya niat suci untuk melepaskan rakyat NTT dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Kasus-kasus Human Trafficking adalah bukti tidak berhasilnya Pembangunan Kesejahteraan Manusia di NTT. Apapun alasannya inilah bukti nyata laki-laki dan perempuan NTT harus menjadi korban Human Trafficking. Hampir setiap bulan ada saja jenasah rakyat NTT yang kita terima akibat Human trafficking.

“Itulah hasil demokrasi di NTT! “

Itukah yang kita banggakan tentang geopolitik yang kita anut selama ini? Belum lagi kasus-kasus korupsi yang menimpa para Wakil kita di DPR RI.

Sangatlah naif kalau kita masih menganut sistem kepemilihan kita berdasarkan premordialisme, berdasarkan politik identitas.

Daniel mengajak untuk memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT berdasarkan Kapasitasnya, Kompetensinya, INTEGRITASnya. Jangan pilih karena sukunya, agamanya atau rasnya, kita tidak memilih Pemimpin Agama atau Kepala Suku.

Kita akan memilih GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR yang merupakan Figur Terbaik yang akan mengeluarkan NTT dari Kemiskinan dan Ketertinggalan. (+rb)

Selamat memilih!

Foto: id.beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *