DR Ganjar Harimansa: Surat adalah Citra Diri

100 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Menulis surat merupakan cerminan citra diri “, demikian penegasan DR Ganjar Harimansa, Kabid Perlindungan Pusat Pengembangan dan Perlindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat Penyuluhan dan Lomba Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Surat Dinas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Kupang, Jumat/20 Juli 2018 di Hotel Papa Jhons Kupang.
Kegiatan Penyuluhan dan Lomba Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Surat Dinas diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur, diikuti oleh 35 (tiga puluh lima) Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Kupang.

“Surat itu perwakilan kita yang tertulis, di dalamnya menggunakan bahasa, menggunakan kertas. Kenapa mewakili kita? surat mewakili kita, berupa bahasa dan bentuk tata tulisan“, tegas DR Ganjar

“Sehingga kalo surat rapi, bahasanya bagus, itu kan citra diri kita, sehingga surat sebagai duta kita berhasil. Kerapihan bahasa dan tata bahasa bisa mewakili kita “, ungkapnya.

Itulah pentingnya surat harus memiliki estetika sehingga penting untuk membuat surat tidak sembarangan. Jaman dulu saja saat menulis surat dan pemakaian kertas tidak sembarangan.

“Jangan lupa bahwa surat menjadi simbol atau doktrinasi atau otoritas tertentu”, terang DR Ganjar kepada 35 (tiga puluh lima) ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang

Usai memberikan penyuluhan, gardaindonesia.id  bertanya terkait penggunaan media kertas yang dipakai termasuk penggunaan pena serta karakter tanda tangan, apakah bisa menunjukkan karakter? , DR Ganjar mengatakan, “Ya betul, kalo instansi kebawah sapaan lain hingga pias kiri dan pias kanan bentuknya bermacam-macam, itu kan ada aturannya. Jika aturan aturan kecil dalam tatanan naskah tidak dipedulikan, itu berarti citra diri kita antar instansi tidak dipedulikan “, jelas DR Ganjar

Saat dikonfirmasi terkait perkembangan dari peserta antar instansi? DR Ganjar mengatakan, “Ya saya melihat dari beberapa penyuluhan antara instansi sudah ada perbaikan yang bagus, terutama di daerah daerah dan setiap instansi sudah sangat peduli dengan penggunaan bahasa dan naskah dinas. (+rb)