Menteri PPPA Bintang Puspayoga Dukung Kampung Ramah Anak

37 Views

Kota Batu, Garda Indonesia | Menciptakan lingkungan yang ramah anak bisa jadi solusi bagi kasus kekerasan pada anak yang marak terjadi. Pandangan tersebut diutarakan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga usai meninjau Kampung Ramah Anak di dua lokasi berbeda, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji dan Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

“Konsep (kampung ramah anak) ini hal luar biasa. Perhatian diberikan kepada anak-anak dimulai dari tingkat grassroot (akar rumput) dan yang paling luar biasa itu partisipasi masyarakat. Rumah mereka dibuka selebar-lebarnya untuk aktifitas anak-anak. Kalau seperti ini dilakukan di seantero nusantara, kasus kekerasan terhadap anak dan perundungan tidak akan terjadi,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada Kamis, 27 Februari 2020.

Menteri Bintang menuturkan dengan konsep kampung ramah anak, waktu luang anak banyak dihabiskan dengan hal positif karena disediakan ruang serta didukung pemerintah daerah dan perangkat desa. “Saya mengapresiasi Pak Kades, Pak Camat, dan Wakil Walikota, serta seluruh masyarakatnya,” tambah Menteri Bintang.

Foto bersama Menteri Bintang Puspayoga dan anak-anak saat meninjau kampung ramah anak

Menteri Bintang menambahkan anak-anak bisa diahlikan perhatiannya dari hal-hal negatif dan kecanduan gawai dengan melibatkan mereka dalam aktivitas menyenangkan sekaligus mengedukasi sesuai dengan kearifan lokal.

“Di sini tidak ada paksaan dan ini yang penting. Memberikan ruang edukasi kepada anak-anak, mereka harus belajar tapi dilakukan dengan senang sesuai dengan usia anak dan tentunya disesuaikan dengan kearifan lokal, situasi, dan kondisi daerah tersebut. Saya harap konsep ini bisa menginspirasi desa lain,” tutur Menteri Bintang.

Desa Punten telah mengembangkan konsep kampung ramah anak sejak lima tahun lalu dengan menghidupkan aktivitas forum anak. Anak rutin melakukan aktivitas membaca karena tersedia pojok baca, olahraga, berkesenian, hingga budidaya ikan yang dikelola oleh forum anak. Sedikit berbeda di Desa Junrejo, desa ini ramah terhadap anak-anak disabilitas dengan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan forum anak, seperti membaca puisi dan belajar bahasa isyarat.

“Ini upaya menjaga anak sekampung. Walaupun gang sempit tetapi kalau melibatkan anak dan masyarakat, gang itu bisa jadi ramah anak. Ini juga upaya mengalihkan anak dari ketergantungan gadget dengan kegiatan-kegiatan lokal. Anak diberikan kebebasan bermain dan berekspresi,” jelas Arist Merdeka Sirait yang sejak awal turut membina ke-dua desa menjadi kampung ramah anak.

Dalam kunjungannya, Menteri Bintang didampingi Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar, Walikota Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Pusat, Arist Merdeka Sirait, para camat, dan kepala desa Punten, Bumi Aji dan Junrejo.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)