Ayah Tiada, Tak Bisa Pulang, Ini Ungkapan Hati Githa Mauk dari Tangerang Selatan

1.429 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama 2 (dua) orang putri kandung Ketua Fraksi Demokrat DPRD Belu, Alm. Mauk Martinus, yang kini sedang bekerja di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan Kabupaten Sumba Tengah, tidak bisa menghadiri kedukaan di kampung halaman.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2020/05/03/dpc-demokrat-belu-berduka-ketua-fraksi-demokrat-dprd-belu-meninggal-dunia/

Hal ini disampaikan salah seorang putri almarhum Githa Mauk, Apoteker pada Eka Hospital di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ketika dihubungi Garda Indonesia via sambungan telepon seluler pada Minggu, 3 Mei 2020 malam, tepat pukul 00.00 WITA.

“Tadi sempat telepon ke maskapai tapi katanya, orang tua kandung meninggal sekalipun tetap tidak bisa. Katanya, maskapai penerbangan di seluruh Indonesia ditutup sampai dengan tanggal 31 Mei. Andaikan bisa, rencana hari ini (3 Mei 2020, red) sudah harus berangkat. Ya, sudahlah kita pasrah saja, sambil berdoa semoga Bapak mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan,” ungkap jebolan S1 Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta, Jawa Tengah 2017 itu dengan suara sedih dan lirih.

Kenangan Githa Mauk bersama Ayahanda, Alm. Mauk Martinus

Githa menuturkan, dirinya masih akan tetap berupaya untuk bisa datang ke kampung halaman, meskipun nantinya hanya bisa meratapi pusara sang ayah tercinta.

“Kalaupun nantinya sudah bisa pulang, pasti tidak bisa lagi mendapatkan jenazah bapak. Saya coba usahakan untuk bisa hadir di acara 40 malam nanti. Tapi, lihat dulu karena yang jelas, masih harus jalani masa karantina selama 14 hari sesuai protokol Covid-19. Kita akan sesuaikan dengan masa cuti,” sibaknya lagi dengan suara setengah menahan tangis.

Menurut Githa, komunikasi terakhir dengan ayahnya itu, sehari sebelum ayahnya dirawat di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik.

Video Call terakhir itu, waktu bapak masih di rumah. Bapak bilang, NTT sudah zona merah, jadi jaga diri, rajin cuci tangan dan pakai masker,” kisah Githa meniru pesan perhatian ayahnya yang kini sudah tiada.

Selama di rumah sakit, lanjut Gita, tidak ada lagi komunikasi langsung dengan ayahnya. Dirinya hanya mengecek perkembangan kondisi kesehatan ayahnya lewat informasi dari adik dan kakaknya via telepon.

“Saya cek informasi di adik Toni. Waktu itu, saya dengar bapak sempat tanya ke adik bilang siapa yang telepon? Adik jawab, kakak Githa. Itu saja,” tandasnya mengakhiri.

Sementara, putri lainnya, Yuni Mauk yang saat ini sedang berada di Sumba Tengah, belum berhasil dikonfirmasi. (*)

Penulis : (*/HH)
Editor : (+ rony banase)