Berlinang Air Mata, Petrus Naisau Terima Bantuan Sembako dari Jasa Raharja

131 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur melakukan aksi peduli warga terdampak Covid-19 dengan menyerahkan 92 Paket bantuan sembako kepada Portir Service di Bandara El Tari Kota Kupang dan pedagang di Pelabuhan Bolok Kabupaten Kupang.

Warga penerima bantuan terlihat sangat senang dan bersyukur atas bantuan tersebut. Berbeda dengan Petrus Naisau yang sehari-hari bekerja sebagai portir di Bandara El Tari Kupang, saat menerima bantuan sembako langsung dari Kepala Jasa Raharja Pahlevi B. Syarif pada Rabu, 20 Mei 2020; dia pun berlinang air mata.

Di hadapan Kepala Jasa Raharja NTT, Petrus Naisau menyampaikan isi hatinya dan merasa sangat bersyukur memperoleh bantuan sembako. “Bantuan yang kami dapat hari ini, sangat membantu sekali. Karena terdampak Covid-19, kami tidak bekerja lagi, susahnya sudah kami rasakan. Selama satu bulan kami dirumahkan, kami merasakan kekurangan sekali, lebih-lebih makanan sehari-hari. Bagi kami, bantuan ini sangat amat membantu,” ujarnya.

Karena keikhlasan bapa-bapa dari Jasa Raharja, imbuh Petrus, yang memberikan sembako kepada kami dengan rasa peduli. “Para portir telah dirumahkan sudah satu bulan sejak tanggal 25. Kami merasa sangat susah sekali. tidak punya aktivitas apa-apa, tidak punya kerja sampingan. Kami sangat merasa susah,” ujarnya dengan berlinang air mata.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Portir Bandara El Tari Dominikus Koten menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jasa Raharja atas bantuan ini. “Memang sudah ada beberapa instansi yang telah membantu kami seperti saat ini. Bantuan sembako yang kami terima ini sangat membantu kami karena dapat memenuhi kebutuhan kehidupan kami. Saya sebagai ketua portir menyampaikan ucapan terima kasih banyak, semoga Tuhan memberkati bapa mama dan keluarga yang telah membantu kami dalam wabah ini”, kata Dominikus.

Portir servis bandara El Tari Kupang mengantri untuk mengambil bantuan sembako dari Jasa Raharja Cabang NTT

Kepala Jasa Raharja Pahlevi B. Syarif menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini dilaksanakan oleh seluruh kantor Cabang yang ada di Indonesia. Tujuan yang mendasari kegiatan ini yaitu sebagai suatu bentuk kepedulian Jasa Raharja untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Salah satunya yang hari ini kami serahkan kepada pekerja portir service di bandara El Tari Kupang dan para pedagang di Pelabuhan Bolok. Kita dari Jasa Raharja berinisiatif untuk memberikan bantuan bakti sosial dalam rangka meringankan beban teman-teman yang terkena dampak langsung dari covid-19,” kata Pahlevi.

Wabah virus corona tidak hanya menimbulkan korban, namun juga berdampak terhadap hajat hidup orang banyak di Indonesia khususnya di Provinsi NTT. Hampir semua sektor terdampak terutama di sektor transportasi. Karena adanya pandemi ini, pesawat dan kapal laut pun sementara tidak beroperasi, yang menyebabkan pendapatan pekerja harian dan para pedagang berkurang bahkan tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka.

“Dengan diadakannya pembatasan-pembatasan, di rumah saja, social distancing maupun physical distancing, mengakibatkan pendapat mereka jauh berkurang. Tak ada lagi kegiatan yang melibatkan keramaian, adanya pembatasan dalam menggunakan jasa transportasi membuat mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Untuk itu, kegiatan hari ini merupakan wujud kepedulian Jasa Raharja terhadap para portir Service di bandara El Tari Kupang dan para pedagang di Pelabuhan Bolok, kita berikan bantuan hari ini,” kata Pahlevi.

Penyerahan Bantuan di Pelabuhan Bolok

Penyerahan bantuan sembako juga diserahkan secara langsung oleh Kepala Jasa Raharja NTT Pahlevi B Syarif kepada para pedagang yang ada di Pelabuhan Bolok.

Marselin Siokain Obeng salah satu pedagang di Pelabuhan Bolok menuturkan sangat kesulitan karena tidak ada penghasilan. “Kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako dari Bapak-bapak Jasa Raharja,” ujarnya lirih.

“Selama ini kami tidak jualan, penghasilan tidak ada pokoknya, kami susah. Kami mendapat bantuan seperti ini bersyukur kepada Tuhan. Ini berkat luar biasa. Pernah ada bantuan di kantor desa tapi mama tidak dapat, mama baru pernah dapat bantuan hari ini. Kalau anak saya dua orang di PPA dapat bantuan beras 10 kilogram, minyak dua liter, gula dua kg, kopi dan teh”, tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Jasa Raharja NTT)
Editor (+rony banase)