Rizieq Shihab Serahkan Diri? Dijepit Ketat dan Ditinggal Bohir

1.331 Views

Oleh : Ninoy N Karundeng

Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dijepit dari segala penjuru oleh Polri, Densus 88, TNI, Brimob, dan tim khusus pemburu. Dengan muka penuh ketakutan MRS berniat untuk datang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 12 Desember 2020. Peristiwa ini disebabkan oleh sikap tegas Polda Metro Jaya. Ketika pengacara datang, dengan gagahnya minta surat pemanggilan.

Yang didapatkan pengacara pentolan ormas radikal FPI jawaban tegas. Polda tidak akan mengeluarkan surat. Rizieq Shihab akan ditangkap. Karena sudah dua kali mangkir, menghalangi, berusaha kabur, dan membangkang. Pamer kekuatan dan terus menyebarkan fitnah ketika dia lari.

Penyerahan diri MRS ini serta-merta tak dipercaya oleh Polri. Aparat keamanan tetap siaga-1. Tetap pada posisi full of force untuk membekuknya. Polda Metro Jaya tentu tidak mau kecolongan, karena kekuatan MRS bukan pada dirinya: dia hanya tukang obat dan teri proxy.

Kewaspadaan tingkat tinggi harus dilakukan oleh Polda Metro dan Polri. Karena target, tujuan, strategi MRS dengan seluruh gerakannya selain pro Khilafah, adalah menjadi kaki tangan pedagang politik. MRS adalah proxy tepat untuk jualan jargon agama, surga, neraka, dan sentimen SARA. Kedok tepat untuk menutupi target dasar yakni melindungi para koruptor (Bohir). Karena pemerintahan Jokowi menghancurkan seluruh bisnis orang-orang yang culas.

Konspirasi tingkat tinggi kasus pornografi Rizieq Firza saja dia bohong. Pejabat tinggi mana pun telah dia bohongi terkait high political deal (kesepakatan politik tingkat tinggi). Meski sejatinya Rizieq Shihab ini bahlul juga. Karena dia dikendalikan oleh otak FPI: Munarman dan Sobri Lubis. Seluruh otak FPI sejatinya ada pada Munarman. Padahal Munarman belepotan kasus hukum. Dan, Polri akan melihat lebih jernih.

FPI pun bukan lembaga agama. FPI adalah alat mencari makan. Maka punya bohir. Seperti yang dikatakan oleh Buni Yani. “Jual agama itu paling gampang, maklum rakyatnya masih bego2 gampang ditipu,” begitulah bunyi cuitan @BuniYani.

Artinya, hanya yang bego yang termakan propaganda Rizieq Shihab, yang kaya raya karena propaganda agama. Senyatanya dia pembangkang. Pelanggar hukum. Pun dia mengeruk untung, termasuk para pentolan seperti Sobri Lubis dan tentu Munarman. Maka para pengikutnya pun seperti kerbau dicucuh hidungnya.

Penyerahan diri ini tidak akan menghentikan Polri untuk menelisik lebih dalam keberadaan Markas Syariah. Kompleks tempat tinggal Rizieq selain di Sentul harus disterilkan dari penyalahgunaan. Karena BIN, Densus 88 pun tidak bisa masuk. Mirip Negara dalam Negara. Selain di Megamendung yang mau lihat kemewahan rumah Rizieq di Sentul saya kasih alamatnya ya.

Nah, lalu apa alasan Rizieq mau menyerahkan diri? Karena Rizieq Shihab akan menutup lokasi Megamendung dan seluruh tempat tinggalnya dari pemeriksaan. Namun, Polri tetap akan memeriksa terkait upaya pelarian diri pekan lalu. Yang menewaskan 6 orang teroris penyerang aparat negara.

Selain itu, Rizieq tengah mengatur skenario baru. Pura-pura kooperatif. Polri, TNI dan pemerintahan Jokowi solid. Tegas. Rizieq dan FPI harus tamat. Tidak akan ada political nor legal deal. Deal politik dan hukum tidak akan ada dan Rizieq Shihab akan ditahan. Tidak akan diberi tempat sama sekali untuk berteriak-teriak mengawur provokatif. (*)

Selamat datang di sel dingin Polda Metro!

(*Penulis merupakan pegiat media sosial)
Foto utama (*/cnnindonesia)

(Visited 1.258 times, 1 visits today)