“Lukisan Anak & Nama Bayi” Saat Menteri Bintang di Lokasi Pengungsi Mamuju

284 Views

Mamuju-Sulbar, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga, meninjau lokasi dampak bencana alam gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis, 28 Januari 2021.

Bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, kunjungan Menteri Bintang Puspayoga guna memastikan kondisi pengungsi terutama perempuan dan anak serta pemenuhan hak mereka di lokasi pengungsian.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang tugas dan fungsinya melakukan koordinasi, berupaya memastikan agar perlindungan perempuan dan anak jadi tanggung jawab bersama. Walaupun di tempat pengungsian, yang menjadi hak mereka dalam kondisi apa pun harus kita penuhi. Di situasi pasca bencana juga selain kebutuhan spesifik, pelayanan kesehatan dan psiko-sosial perempuan dan anak terdampak harus diperhatikan,” ujar Menteri Bintang di lokasi pengungsian Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju.

Menko PMK, Muhadjir Effendy juga turut menekankan pentingnya prioritas penanganan dalam situasi bencana kepada perempuan dan anak. Paradigma baru diharapkan dapat terbentuk di setiap penanganan bencana, dengan mengutamakan perempuan dan anak untuk menghindari dampak buruk, seperti masalah kesehatan fisik maupun psikis.

“Kedatangan ke lokasi pengungsian ini juga bersama Menteri PPPA karena kita ingin membangun paradigma baru di dalam penanganan bencana, yaitu perempuan dan anak harus diutamakan karena perempuan dan anak adalah kelompok masyarakat yang paling rentan dan mudah terguncang akibat bencana. Ketika mereka tidak diberi perhatian khusus, dampaknya akan berakibat panjang di masa yang akan datang. Utamakan dulu perempuan dengan segala kebutuhannya dan juga para anak,” jelas Muhadjir.

Menteri Bintang memberikan nama kepada bayi yang lahir di Rumah Sakit Lapangan TNI Angkatan Darat di Markas Korem 142/Tatag Mamuju

Sebelum meninjau lokasi pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Menteri Bintang bersama Menteri Muhadjir dan Menteri Risma melakukan pantauan udara untuk melihat kondisi daerah terdampak gempa di Kab. Mamuju dan Kab. Majene menggunakan helikopter. Ketiganya juga mampir ke Desa Malunda, Kab. Majene untuk melihat kondisi pengungsian yang terdampak cukup parah di wilayah tersebut.

Di Stadion Manakarra, salah satu posko utama di Kabupaten Mamuju, Menteri Bintang mendatangi Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) untuk memotivasi anak-anak di lokasi pengungsian agar tetap semangat dan ceria. Termasuk Ilham, salah satu anak di pengungsian yang memberikan gambar buatannya kepada Menteri Bintang berupa potret seorang ibu yang sedang menangis. Dengan rasa haru, Menteri Bintang menyampaikan agar kerja sama semua stakeholder harus diperkuat agar tidak lagi ada air mata bagi perempuan dan anak.

“Anak itu ingin menitipkan lukisannya yang menggambarkan situasi saat bencana terjadi. Harapan kita ke depan ini tidak ada lagi air mata yang menetes bagi perempuan maupun anak di pengungsian ini. Makanya gotong royong dan bergandengan tangan itu kita harus lakukan dengan semua pihak untuk memastikan hak mereka dan tidak ada lagi kesedihan dan air mata pada mereka,” jelas Menteri Bintang.

Melanjutkan kunjungan di Mamuju, Menteri Bintang juga menyambangi Rumah Sakit Lapangan TNI Angkatan Darat di Markas Korem 142/Tatag Mamuju untuk memastikan fasilitas dan layanan kesehatan bagi perempuan dan anak yang tersedia di RS. Dalam kesempatan itu, Menteri Bintang juga memberikan nama kepada bayi yang baru dilahirkan oleh seorang ibu yang mengungsi di RS tersebut.

Diketahui, pada 14 Januari 2021, Provinsi Sulawesi Barat dilanda gempa berkekuatan 5,9 pada kedalaman 10 km dan beberapa gempa susulan hingga tanggal 16 Januari 2021. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa bumi ini memorak-porandakan bangunan-bangunan vital; seperti sekolah, posyandu, puskesmas, gedung perkantoran, juga rumah-rumah warga. Hingga 25 Januari 2021, berdasarkan laporan situasi terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 105 orang yang meninggal dunia, 3 orang hilang, 426 orang luka berat, 240 orang luka sedang, dan 2.703 orang luka ringan.

Kemen PPPA telah melakukan berbagai upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam situasi darurat bencana di Sulawesi Barat. Di antaranya upaya respons cepat berupa peninjauan ke lapangan untuk assesment kondisi perempuan dan anak serta menghimpun data cepat perempuan dan anak. Kemen PPPA bekerja sama dengan Dinas PPPA Prov. Sulawesi Barat, MDMC, Himpaudi, Karangpuang, Tim Psikolog TNI AL, dan HIMPSI mengaktivasi Tenda Ramah Perempuan dan Anak untuk melakukan dukungan psikososial awal serta membangun Pos Ramah Perempuan dana Anak di 2 lokasi yaitu Jalan Pongtiku No. 9 dan Jalan Husni Tamrin dan Tenda Ramah Perempuan dan Anak di Stadion Manakarra. (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)

Editor (+roni banase)

(Visited 56 times, 1 visits today)