oleh

Yayasan Sabas Segel Kantor SMT Kristen Arastamar SoE

SoE-TTS, Garda Indonesia | Yayasan Setia Arastamar Bagi Bapa Surgawi (Ya Sabas TTS), menyegel ruang kantor Sekolah Menengah Teologi Kristen ( SMTK) Arastamar dengan menggunakan beberapa balok kayu. Hal ini dilakukan sebagai buntut konflik antara pihak Ya Sabas dan mantan Kepala Sekolah SMTK Arastamar, pada Selasa 31 Agustus 2021.

Diketahui, Potifar telah dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah pada 27 Agustus lalu pasca-memimpin selama 15 tahun sekolah tersebut. Sejak diberhentikan, oknum kepala sekolah belum masuk kembali. Konflik antara oknum dan pihak Yayasan sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak 2 tahun lalu. Di mana, Potifar disebut memprovokasi para guru untuk melawan pihak Ya Sabas.

Ketua Yayasan Sabas TTS Margarita D.I. Ottu, M.Pd.K. menegaskan bahwa selaku pimpinan bersama para pengurus  yayasan menyegel ruang Kepala SMTK Arastamar SoE terkait beberapa alasan.

Menurut Margarita, Yayasan Sabas telah menyurati kepala sekolah tertanggal 27 Agustus 2021, berkaitan dengan pemberhentian kepala sekolah karena dalam pelaksanaan pengembangan, maka perlu adanya penunjukan dan pengangkatan pengurus yang andal dan berkualitas dalam jajaran tugas pada Yayasan Sabas, karena Kepala SMTK Arastamar SoE sudah 15 tahun diangkat oleh Yayasan Sabas.

“Alasan yang pertama karena kami telah mendapat pengaduan dari tahun 2018 bahwa kepala sekolah ini telah melakukan pelanggaran-pelanggaran yang secara privasi. Tapi itu adalah pengaduan dari korban jadi kami juga melihat itu sebagai salah satu alasan”, ungkap Margarita.

Lebih lanjut Margarita Ottu bahwa Kepala SMTK Arastamar juga secara sepihak telah mengganti atribut SMTK Arastamar SoE menggunakan nama Yayasan yang baru. “Yang kedua, Kepala Sekolah ini diberikan SK oleh Yayasan untuk menjadi Kepala Sekolah sejak 2006, tapi dalam perjalanan pada tahun 2018 kepala sekolah bersama beberapa teman-teman guru mereka tanda tangan surat penolakan terhadap Yayasan. Dan buktinya mereka mengambil atribut yayasan dan mereka pindahkan dan menuliskan nama yayasan yang baru”, tuturnya.

Dijelaskan pula bahwa terkait konflik yang terjadi, Ya Sabas SoE sudah menempuh berbagai upaya penyelesaian secara internal dari bersurat kepada kepala sekolah, dan melakukan pertemuan, namun karena tidak direspons sama sekali, maka Ya Sabas akhirnya mengirimkan SK pemberhentian kepada kepala sekolah pada tanggal 27 Agustus 2021.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Kepala SMTK Arastamar tidak dapat di konfirmasi oleh media, pesan WhatsApp yang dikirim wartawan belum direspons.(*)

Penulis dan Foto (*/Daud Nubatonis)

Editor (+roni banase)

Komentar

Komentar ditutup.