Manipulasi Identitas Anggota Veteran, Alzino Soares Nikmati Puluhan Juta Rupiah

Loading

Belu – NTT, Garda Indonesia | Alzino Soares, seorang warga asal Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memanipulasi identitas milik anggota veteran atas nama (alm.) Romeo Soares. Hal ini diceritakan oleh anak kandung almarhum sendiri, Bonafasio Soares kepada Garda Indonesia pada Sabtu, 8 Januari 2021.

Bona Soares mengisahkan bahwa dirinya merupakan anak yatim piatu. Ayahnya sudah meninggal dunia sejak tahun 2013, sedangkan ibunya, tahun 2018.

Menurut Bona Soares, ada dua oknum calo atas nama Manuel Harmoko dan Frederiko yang berdomisili di Haliwen, Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak. Dua oknum ini yang disebut–sebut sebagai orang yang membantu Alzino Soares dalam urusan memanipulasi identitas ayah kandung Bona Soares.

“Awalnya, Alzino datang di rumah minta berkas bapak dari saya. Saya tanya dia untuk apa, tapi dia jawab bilang diam saja, kamu tidak tahu, nanti saya yang atur. Waktu masih urus itu, mereka libatkan saya. Tapi, saat pencairan dana, mereka pergi sendiri. Dari jumlah total dana kehormatan 64 juta yang sudah cair dan tunjangan veteran bulanan, saya tidak dapat apa–apa sampai hari ini. Mereka juga sudah pakai SK manipulasi itu untuk kredit uang di salah bank. Kalau mereka hanya mau manfaatkan saya dan orang tua saya untuk terima uang, lebih baik lapor polisi saja supaya kita tidak usah dapat semua,” kata Bona Soares kesal.

Ketua ranting veteran Kecamatan Raihat, Jose Dos Santos Tilman mengaku kesal setelah mendengar cerita tentang adanya pemalsuan dokumen milik (alm.) Romeo Soares yang adalah ayah kandung dari Bona Soares. Menurut Jose Tilman, pengajuan berkas (alm.) Romeo Soares sebagai calon veteran itu sudah dilakukannya sejak tahun 2012 silam, jauh sebelum Romeo Soares meninggal dunia. Dan, surat keputusannya pun baru terbit pada tahun 2015, tiga tahun kemudian setelah yang bersangkutan meninggal dunia.

“Alzino Soares minta KTP, KK, dan SK gelar dari anaknya sendiri. Nama pakai Romeo Soares, tapi foto pakai fotonya Alzino Soares. Ini ‘kan pemalsuan dokumen, dan tidak bisa didiamkan karena yang bersangkutan bersama istrinya sudah meninggal semua,” ungkap Jose Tilman sembari menjelaskan bahwa jika anggota veteran bersangkutan sudah meninggal dunia, maka berkas asli bersama SK – nya harus dikembalikan ke pemerintah untuk menghindari penyalahgunaan.

Markus Mau Kuru, Ketua sub ranting Desa Mau Mutin, Kecamatan Raihat menambahkan, bahwa praktik konspirasi buruk yang telah merugikan keuangan negara seperti ini perlu dilaporkan ke pihak kepolisian untuk segera diusut tuntas.

“Kami siap mendampingi korban untuk segera melaporkan ke polisi,” tandasnya. (*)

Penulis  (*/Herminus Halek)