Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Rumah Doa Abraham Rengkuh Jiwa dan Pulihkan Mental Bunuh Diri

Rumah Doa Abraham Rengkuh Jiwa dan Pulihkan Mental Bunuh Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
  • visibility 253
  • comment 1 komentar

Loading

Jangan menemukan jawaban sendiri atas segala penderitaan hidup melalui bunuh diri (suicide) karena kehidupan ini adalah anugerah. Tak ayal pelaku bunuh diri bakal mengalami siksaan berat sebelum ajal menjemput dirinya.

 

Kupang | Momentum Paskah tahun 2025 diejawantahkan Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa dengan menghelat seminar kesehatan mental bertajuk, “mengungkap misteri bunuh diri, antara trauma, mental break down dan jejak forensik.” pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Menghadirkan 3 (tiga) narasumber yakni dr. Raymond Josafat Major Natanel, Sp.KJ, dr. Edwin Tambunan, Sp.FM. dan Pdt. Jhon Manongga, M.Th. sesi seminar yang dihadiri ratusan warga dari berbagai denominasi ini menguak cara memahami, mencegah, dan merespons bunuh diri dalam generasi modern via perspektif teologi trauma, jiwa, dan forensik.

Dokter Raymond, spesialis kejiwaan menguak depresi yang dialami individu cenderung enggan mencari pengobatan yang sebenarnya krusial untuk mencegah risiko bunuh diri. Tak hanya itu, stigma ini memicu interpretasi keliru dan menyalahkan diri sendiri yang dapat memicu seperti anggapan tak intens berdoa, adanya dosa tertentu sebagai penyebab depresi.

“Individu ini belum paham dirinya 100 persen, namun suka berinteraksi. Dia tak kenal dirinya hingga ada kebimbangan dalam dirinya hingga ikut-ikutan,” jelas dokter Raymond sembari menyerukan agar kita harus mengenal diri sendiri.

Dokter Raymond pun mengimbau agar seseorang yang sementara depresi memerlukan dukungan dan kehadiran individu yang dapat menjadi jembatan penghubung dan pendengar yang baik bagi yang sementara mengalami depresi atau kecemasan hingga berkonsultasi dengan psikiater atau dokter kejiwaan.

Menilik fenomena bunuh diri dari perspektif teologi trauma, Pdt. Jhon Manongga, M.Th. menekankan bahwa bunuh diri adalah fenomena kompleks bukan hanya sekadar soal “dosa” atau “mental illness”. Pada banyak kasus, bunuh diri adalah respons terhadap trauma eksistensial (hilangnya makna, harapan, dan koneksi).

Menurut anak kedua dari Alm. Abraham Manongga (pendiri Radio Lizbeth FM dan Rumah Doa Abraham), teologi trauma menolak jawaban simplistik yakni memahami penderitaan bukan untuk dijustifikasi, namun untuk dihadapi (respons) bersama.

Pose bersama narasumber dan peserta seminar kesehatan mental Rumah Doa Abraham

Pendeta Jhon Manongga pun membeberkan bagaimana mencegah bunuh diri dengan membangun relasi dan komunitas. “Bunuh diri terjadi saat pelaku terputus dari relasinya tak mengenal diri sendiri, temannya, keluarga dan tak mengenal Tuhan. Kondisi bunuh diri sering terjadi dalam isolasi dan keterasingan. Sepatutnya gereja bukan sekadar “penjaga moral” tapi merupakan komunitas pemulihan (ruang pemulihan),” urainya seraya menyerukan menjadikan keluarga gereja kecil.

Dipaparkan Pendeta Jhon Manongga, pelaku bunuh diri ingin ditemani, didengarkan dan ingin berhenti dari rasa sakit, maka kita patut hadir sebagai “jembatan” saat seseorang ingin bunuh diri hingga mendengarkan apa yang hendak dia katakan. Pada kondisi ini diperlukan pemulihan bukan penghapusan trauma, namun transformasi dari dalam luka.

“Harapan dalam teologi trauma bukan sekadar optimisme, tapi simbol keberanian untuk bertahan dan ‘terus berjalan maju’ dengan mengonstruksi makna baru (Yesaya 61:1—3, Allah meletakkan mahkota di atas abu),” ucapnya sembari menandaskan bahwa Kekristenan adalah gaya hidup yang berjalan menyerupai Allah yang meneguhkan iman, pengharapan, dan kasih (Yohanes 21:15—19, Yesus memulihkan Petrus dengan pertanyaan kasih, bukan vonis).

Sementara, dr. Edwin Tambunan, Sp.FM. memaparkan pada awal tahun 2025 terjadi 4 (empat) kasus bunuh diri. Bunuh diri merupakan kematian tidak alami yang mana setiap kematian tidak wajar, maka forensik akan dihadirkan untuk membantu memperjelas sebab kematian (autopsi), cara, dan mekanisme kematian.

Suami dari Corry Manongga (anak bungsu almarhum Abraham Manongga, red) ini mengungkapkan bahwa belum ada kasus bunuh diri atau suicide pada Maret 2025. Ia pun menyerukan agar setiap kita perlu mempersiapkan kematian masing-masing dengan cara positif.

“Bunuh diri jangan dijadikan pilihan ataupun jangan terbersit dalam pikiran karena pelaku bunuh diri akan sangat menderita sebelum tindakannya sukses atau kematian tercapai,” tekan dokter forensik di RS Prof W Z Johannes Kupang yang telah menghadapi sekitar lima ratus kematian, ratusan jam autopsi dan pemeriksaan jenazah.

Penulis (+roni banase)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Diaspora Timor di Rote Ndao Satu Komando untuk SIAGA

      Diaspora Timor di Rote Ndao Satu Komando untuk SIAGA

      • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
      • account_circle Penulis
      • visibility 174
      • 0Komentar

      Loading

      Rote Ndao | Warga Timor yang tergabung dalam  Paguyuban Nekaf Mese di Kabupaten Rote Ndao, menyatakan dukungan terhadap calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi (SPK) dan Adrianus Garu pada Pilkada 27 November 2024. Ketua Paguyuban Nekaf Mese, Thobias Mone, kepada wartawan, Kamis, 19 September 2024, mengatakan kendati saat ini mereka […]

    • Pemerkosa & Pembunuh Pdt Cantik Melinda Zidemi Ditangkap

      Pemerkosa & Pembunuh Pdt Cantik Melinda Zidemi Ditangkap

      • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 139
      • 0Komentar

      Loading

      Palembang, Garda Indonesia | Setelah menjadi buron, 2 (dua) pelaku kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Pendeta Melinda Zidemi (24) akhirnya ditangkap. “Pelakunya sudah ditangkap, dua orang, sekarang langsung dibawa ke Mapolda,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, saat ditemui di Mapolda, Kamis/28 Maret 2019. Dirilis dari hebatriau.com, lanjut Kabid Humas Polda Sumsel, menyampaikan bahwa […]

    • Tak Hanya Pencuri Ternak, Efek Jera Bakal Diterapkan ke Napi Pemerkosa Anak

      Tak Hanya Pencuri Ternak, Efek Jera Bakal Diterapkan ke Napi Pemerkosa Anak

      • calendar_month Sen, 20 Jul 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 116
      • 0Komentar

      Loading

      Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Ini kita lakukan bagi mereka sehingga ada refleksi kritis dalam diri mereka sendiri. Agar timbul efek jera. Pencurian ini sudah sangat sering mengganggu masyarakat kita. Tentunya kita tidak mau ini terus terulang, maka dari itu perlu ada pembinaan agar tidak terjadi lagi kasus yang sama,” ujar Wagub Josef Nae Soi dalam […]

    • Gempa Bumi Tektonik M 3.4 Guncang Kalabahi Kabupaten Alor

      Gempa Bumi Tektonik M 3.4 Guncang Kalabahi Kabupaten Alor

      • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 161
      • 0Komentar

      Loading

      Alor-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 8 Oktober 2019 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kalabahi. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 23:03:08 WITA dengan kekuatan M=3.4 Skala Richter. Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru – Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si. mengatakan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.96 LS dan 124.50 BT […]

    • Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

      Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

      • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
      • account_circle Penulis
      • visibility 160
      • 0Komentar

      Loading

      Alex Ofong menegaskan berita yang sudah beredar luas di tengah masyarakat secara digital akan memiliki dampak yang buruk bagi NasDem maupun personal kader yang sudah mendapat fitnah keji. Untuk itu, ia meminta media yang menulis nama kader-kader NasDem tanpa konfirmasi harus memulihkan nama baik mereka.   Jakarta | Kader Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

    • Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

      Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

      • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
      • account_circle Penulis
      • visibility 578
      • 0Komentar

      Loading

      “Kita bangga Kota Kupang dan NTT tak seperti kota besar dan provinsi lain di Indonesia,” tekan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol Nelson Quintas yang sempat pula menangkap pengedar narkoba dari India.   Kota Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kota Kupang cenderung tak seperti beberapa kota besar di Indonesia yang masif dari bahaya […]

    expand_less