Inilah 3 Pesan Penjabat Gubernur NTT

112 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Usai sudah tugas dan wewenang Drs Robert Simbolon sebagai Penjabat Gubernur NTT; bertugas    -+ 67 hari, Robert Simbolon banyak menorehkan momentum bagi pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi NTT.

Serah Terima Jabatan Penjabat Gubernur NTT kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD di Gedung DPRD NTT, Senin/10 September 2018 pukul 10.00 wita.

“Terlalu rugi bagi saya, kalau tidak menulis apa yang saya kerjakan. Saya banyak belajar selama bertugas sebagai Penjabat Gubernur di NTT. Kalau tidak salah bahasa latinnya “Verba Volant, Scripta Manent – Kata-kata yang diucapkan menguap, kata-kata yang tertulis tetap ada “. Pada saatnya nanti, akan saya sampaikan semua catatan saya melalui saudara sekretaris daerah” demikian kata Penjabat Gubernur NTT, Drs.Robert Simbolon,M.PA saat memimpin upacara bendera di halaman depan Gedung Sasando, Senin (10/9/18).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah bersama para asisten, staf ahli gubernur bersama para pimpinan perangkat daerah dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

“Banyak istilah yang saya dapat juga dari NTT. Ada kata terima kasih banyak, terima kasih berlimpah. Ada juga sebutan Salve. Mulanya, saya pikir itu bahasa Kupang atau salah satu bahasa daerah di sini. Ternyata, itu adalah sapaan juga. “Salve in Crhristo- Salam damai sejahtera dalam kristus” ucap Simbolon dengan lantang.

3 (tiga) pesan yang disampaikan Drs. Robert Simbolon:

Pertama, agar semua ASN dapat menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan baru.

Kedua, sebagai aparatur yang professional, agar tetap berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, agar para ASN dapat terus menjadi perawat Ke-Indonesiaan.

“Mungkin dalam pelaksaaan tugas saya selama hampir dua bulan ini, ada banyak hal yang tidak menyenangkan. Maafkan untuk semua yang pernah berelasi dengan saya. Mungkin ada yang tidak etis, saya mohon dimaafkan. Saya harap kita masih tetap dapat bekerjasama, terutama terkait tugas-tugas saya ke depan, sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara di Badan Pengelola Perbatasan” pungkas Penjabat Gubernur NTT itu menutup arahannya. (*/humas)