Arsip Tag: Robert Simbolon Penjabat Gubernur NTT

Inilah 3 Pesan Penjabat Gubernur NTT

57 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Usai sudah tugas dan wewenang Drs Robert Simbolon sebagai Penjabat Gubernur NTT; bertugas    -+ 67 hari, Robert Simbolon banyak menorehkan momentum bagi pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi NTT.

Serah Terima Jabatan Penjabat Gubernur NTT kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD di Gedung DPRD NTT, Senin/10 September 2018 pukul 10.00 wita.

“Terlalu rugi bagi saya, kalau tidak menulis apa yang saya kerjakan. Saya banyak belajar selama bertugas sebagai Penjabat Gubernur di NTT. Kalau tidak salah bahasa latinnya “Verba Volant, Scripta Manent – Kata-kata yang diucapkan menguap, kata-kata yang tertulis tetap ada “. Pada saatnya nanti, akan saya sampaikan semua catatan saya melalui saudara sekretaris daerah” demikian kata Penjabat Gubernur NTT, Drs.Robert Simbolon,M.PA saat memimpin upacara bendera di halaman depan Gedung Sasando, Senin (10/9/18).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah bersama para asisten, staf ahli gubernur bersama para pimpinan perangkat daerah dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

“Banyak istilah yang saya dapat juga dari NTT. Ada kata terima kasih banyak, terima kasih berlimpah. Ada juga sebutan Salve. Mulanya, saya pikir itu bahasa Kupang atau salah satu bahasa daerah di sini. Ternyata, itu adalah sapaan juga. “Salve in Crhristo- Salam damai sejahtera dalam kristus” ucap Simbolon dengan lantang.

3 (tiga) pesan yang disampaikan Drs. Robert Simbolon:

Pertama, agar semua ASN dapat menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan baru.

Kedua, sebagai aparatur yang professional, agar tetap berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, agar para ASN dapat terus menjadi perawat Ke-Indonesiaan.

“Mungkin dalam pelaksaaan tugas saya selama hampir dua bulan ini, ada banyak hal yang tidak menyenangkan. Maafkan untuk semua yang pernah berelasi dengan saya. Mungkin ada yang tidak etis, saya mohon dimaafkan. Saya harap kita masih tetap dapat bekerjasama, terutama terkait tugas-tugas saya ke depan, sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara di Badan Pengelola Perbatasan” pungkas Penjabat Gubernur NTT itu menutup arahannya. (*/humas)

Pasca Konflik Berdarah Oebelo; Forkompinda Berempati & Bersikap

40 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Menyikapi Konflik (bentrok berdarah antara warga Eks Timtim dan warga lokal); Penjabat Gubernur NTT; Drs. Robert Simbolon,MPH., menggelar Rapat (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Forkompimda Prov NTT, Minggu, 26 Agustus 2018, pukul 12.00-14.00 Wita di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, terkait dengan situasi di Oebelo, Kupang Tengah, Kab. Kupang, dengan hasil rapat:

1. Forkompimda Prov. NTT menyatakan prihatin atas terjadinya bentrok antarkelompok warga di Oebelo, dan turut berduka cita atas jatuhya korban meninggal dunia di dua pihak/kelompok warga yang berkonflik.

2. Forkompimda menyepakati 4 hal sebagai berikut :

Pertama, Penyelesaian masalah tetap mengedepankan penegakan hukum; Polda NTT diminta untuk terus melakukan proses penegakan hukum tersebut;

Kedua, Pemprov NTT segera membentuk Tim untuk menyelesaikan masalah2 yang selama ini belum terselesaikan, khususnya menyangkut tuntutan warga Eks Timtim, seperti sertifikasi lahan/tanah dan rumah (dikoordinasikan oleh Asisten 1 Sekda Prov NTT);

Ketiga, Pemprov NTT mendorong dilakukannya rekonsiliasi dua kelompok warga yang berkonflik, dengan menyiapkan acara perdamaian dan deklarasi hidup berdampingan secara damai (dikoordinasikan oleh Kaban Kesbangpol Prov NTT), dan

Keempat, Pemprov NTT mengusahakan utk memberikan tanda kasih sbg ungkapan bela sungkawa (semacam uang duka) bagi keluarga korban meninggal dan bantuan uang pengobatan bagi keluarga korban luka-luka (dikoordinasikan oleh Karo Kesra Setdaprov NTT).

Perlu diketahui, dikutip dari tribunnews.com, 9 (sembilan) orang jadi korban bentrokan antara warga Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (23/8/2018) petang, dilarikan ke RS Naibonat.

Dari 9 korban itu 1 (satu) meninggal dunia, sedangkan 8 (delapan) lainnya masih mendapatkan perawatan intensif. (*/humas+rb)

Pj Gubernur NTT: “Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama?; Datanglah di NTT”

51 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Kalo ingin belajar kerukunan antar umat beragama, datang belajar di Nusa Tenggara Timur, “ungkap Pj Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPH. Himbauan tersebut disampaikannya dalam sesi sambutan saat penyerahan Hewan Kurban bantuan Presiden dan Gubernur NTT, Rabu/22 Agustus 2018 pukul 09.00 wita di Masjid Agung Baiturahman Perumnas Kupang.

Robert Simbolon yang berkeyakinan Katolik Ini senang dapat berjumpa dengan para pimpinan agama dalam suasana memperingati Idul Adha 1439H. Robert berharap agar semangat Idul Adha 1439H dapat mewarnai pikiran, hati, dan perilaku dalam semangat berkurban. Harap Robert Simbolon, hendaknya momentum Idul Adha untuk peningkatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Watunia (Persaudaraan Kebangsaan) yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Lebih Lanjut Robert Simbolon menyatakan, “Nilai dasar semua agama sama yakni semangat berkurban walaupun ditampilkan secara simbolik; Simbolik bukan karena ketidakmauan untuk mengobarkan diri sendiri namun karena ada pilihan.“

Usai memberikan sambutan, Pj Gubernur menyerahkan secara simbolis bantuan hewan kurban Presiden RI kepada Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Baiturahman Perumnas Kupang.

Uniknya, pemimpin agama Kristen Protestan dan Katolik juga dilibatkan dalam proses penyerahan daging kurban kepada 6 (enam) perwakilan masyarakat yang berhak.

Ketua Panitia Idul Adha 1439H Masjid Agung Baiturahman Perumnas Kupang, Syamsul Bahari mengatakan bantuan hewan kurban dari Presiden RI, Joko Widodo, untuk seluruh NTT berjumlah 579 ekor sapi, 925 ekor kambing. Khusus Kota Kupang peroleh bantuan sebanyak 22 ekor sapi 54 ekor kambing.

“Atas nama yayasan mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI dan Pemerintah Provinsi NTT yang telah menyumbangkan hewan kurban. 800 kupon diberikan kepada seluruh umat,“ Tutur Syamsul Bahari. (+rb)

6 Kades & 3 Lurah Raih Predikat Terbaik

127 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Pemprov NTT menetapkan 6 (enam) Kepala Desa Terbaik se-NTT, dari peringkat pertama hingga keenam yakni Kepala desa Kotowuji Barat Kabupaten Nagekeo; Bijeli Kabupaten TTU; Batajawa Kabupaten Ngada; Belang Merah Kabupaten Alor; Sobo Kabupaten TTS, dan Mabodu Kabupaten Sumba Barat.

Sedangkan 3 (tiga) Lurah terbaik tingkat Provinsi NTT dari peringkat pertama hingga ketiga yakni Lurah Kampung Sawah Kabupaten Sumba Barat, Hewuli Kabupaten Sikka dan Naimata Kota Kupang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Yohakim Kotan mengungkapkan penetapan kepala desa dan lurah berprestasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan,kabupaten dan provinsi. Seluruh desa di NTT yang berjumlah 3.026 dan 318 kelurahan diikutsertakan dalam lomba ini.

“Penilaiannya mencakup bidang administrasi pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Tim penilai terdiri dari akademisi, praktisi dan dari PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga),” jelas Kotan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT menghadirkan 21 Kepala Desa dan 1 (satu) Lurah berprestasi dari seluruh kabupaten/kota se-NTT dalam kegiatan Temu Tugas Kepala Desa Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten dan Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTT di Hotel Swiss Belinn Kristal, Kupang, Kamis/16 Agustus 2018.

Hadir Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, MAP dalam acara tersebut dan meminta para kepala desa seluruh NTT untuk mesosialisakan visi, misi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) terpilih.

“Sambil menanti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil pilkada serentak pada bulan Juni lalu, saya meminta para kepala desa agar bantu Pemerintah Provinsi untuk mensosialisasikan visi, misi dan program beliau berdua. Harus aktif beri pemahaman kepada masyarakat agar mendukung pemimpin terpilih, “harap Penjabat Gubernur.

Menurut Robert Simbolon, proses pilkada telah berakhir dengan ditetapkannya pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nai Soi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Baru NTT. Saatnya sekarang kita harus bergandengan tangan untuk bangkit dari ketertinggalan bersama pemimpin baru, sambung Robert.

“Kalau di desa bapak-bapak, masih ada empat visi-misi pasangan calon, maka mulai saat ini, simpanlah tiga lainnya sebagai arsip dan koleksi pribadi. Yang selalu harus mulai dibawa-bawa sejak sekarang adalah yang judulnya Viktor-Josef. Itulah yang dipakai lima tahun ke depan. Kita harus bersama-sama menyukseskan program dari kedua pemimpin baru kita ini, ” jelas Robert Simbolon pada kesempatan tersebut.

Lebih lanjut pria asal Samosir, Sumatera Utara ini meminta para kepala desa untuk terus menciptakan keteduhan dan kedamaian di desa. Bagi Robert, peran dan kedudukan kepala desa sangatlah strategis.

“Yang tahu betul tentang persoalan masyarakat hanyalah kepala desa. Camat dan bupati akan tahu persoalan masyarakat kalau ada laporan dari kepala desa. Kepala desa berada di pusaran, denyut nadi kehidupan di desa karena semua urusan dari lahir sampai mati mesti dilaporkan kepada kepala desa. Karena itu, apa pun itu menyangkut kepentingan masyarakat, lakukanlah sebagai pelayanan dan pengabdian, “pungkas penjabat Gubernur. (*/humas + rb)

Penjabat Gubernur NTT: Promosikan NTT Melalui Program Siswa Mengenal Nusantara

93 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPA mengajak sekitar 25 (dua puluh lima) siswa/i Program Siswa Mengenal Nusantara untuk mempromosikan NTT.
25 siswa/wi tersebut terdiri dari 22 orang siswa SMA/SMK dari seluruh kabupaten/kota Se-NTT dan 3 orang siswa berkebutuhan khusus dari SLB Pembina Kupang.

Program Siswa Mengenal Nusantara akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari dari tanggal 6–15 Agustus di Manado, Sulawesi Utara. Mereka akan diinapkan di keluarga dan masing akan mendapatkan orang tua asuh.

Penjabat Gubernur secara simbolis, melakukan upacara pelepasan dengan mengenakan pakaian motif daerah NTT kepada dua orang perwakilan siswa/i.

“Jangan pernah puas dan berhenti berangan-angan untuk mengenal Nusantara secara utuh. Jadikanlah kesempatan ini sebagai awal untuk menjadi warga negara Indonesia sesungguhnya,” kata Penjabat Gubernur saat menerima dan melepaskan secara resmi Siswa/i dari NTT yang terpilih dalam Program Siswa Mengenal Nusantara di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sasando, Senin (6/8).

“Jadikanlah kesempatan ini untuk belajar dan membuka wawasan agar lebih mengenal keragaman di negeri ini. Karena itu, tidak perlu kaget kalau melihat dan menemukan cara hidup, budaya dan bahasa orang Manado berbeda jauh dengan orang NTT. Itulah keanekaan kita sebagai bangsa,” pesan Robert Simbolon kepada para siswa/i pada kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar para siswa/i terus menanamkan disiplin diri. Menerapkan pola hidup teratur selama menjalankan program tersebut. Tak ada keberhasilan tanpa disiplin diri, urai Robert Simbolon.

Sementara itu, Pimpinan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah menjelaskan Program Siswa Mengenal Nusantara merupakan satu bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri. Program ini digagas oleh Presiden Joko Widodo sejak Tahun 2015. Tujuannya adalah untuk mendorong keterlibatan BUMN hingga ke seluruh pelosok negeri.

“Para siswa/i yang terlibat dalam kegiatan ini akan mempromosikan NTT dan belajar tentang daerah yang dikunjungi. Sebelum diberangkatkan, mereka sudah dibekali dengan informasi tentang BUMN, pengetahuan bela negara dan NTT,” jelas Nuril.

Diinformasikan juga bahwa PT Pegadaian (Persero) menjadi penanggung jawab program Siswa Mengenal Nusantara wilayah NTT. Juga turut mendukung sebagai sponsor yakni PT ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) dan PT Garam Persero. PT Pegadaian juga diberi tanggung jawab untuk menerima dan mengurus para Siswa/i dari Sulawesi Utara yang akan berkunjung ke NTT dalam program yang sama. (*/humas)

Tim Pengendali Laju Inflasi Daerah (TPID) NTT;Terbaik Untuk Kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua

46 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Drs.Robert Simbolon,M.PA. mengangkat Tropi TPID Sambil berujar, “Ini membuktikan, NTT juga bisa berprestasi, bisa berinovasi di tingkat Nasional. Jika selama ini kita dianggap sebagai daerah terbelakang, lewat penghargaan ini, kita kembali membuktikan kehadiran pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi.”

Demikian ujar Penjabat Gubernur NTT saat memimpin upacara bendera di halaman depan Gedung Sasando, Senin (30/7). Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi NTT, para asisten dan staf ahli gubernur bersama para pimpinan organsasi perangkat daerah dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Penjabat Gubernur NTT menyebutkan bahwa pada Hari Kamis yang lalu (26/7), dirinya telah hadir mewakili semua stakeholders, untuk menerima penghargaan sebagai salah satu Provinsi dengan TPID terbaik.

TPID NTT menjadi yang terbaik di Kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Penghargaan yang diserahkan Presiden RI, Joko Widodo itu dihelat dalam forum Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang diselengarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Indonesia di Jakarta.

Lebih lanjut Simbolon menyebutkan tentang pentingnya memperhatikan tingkat inflasi sebagai salah-satu indikator makro. Pada Tahun 2017, TPID berhasil menekan inflasi di level 2,00 % (yoy) dengan capaian inflasi terendah sepanjang 17 tahun terakhir. Capaian ini lebih rendah dibandingkan angka inflasi di kawasan lainnya, bahkan lebih rendah dari angka inflasi nasional yaitu 3,61% (yoy) berkat pengendalian harga bahan makanan.

Meskipun bangga, Simbolon mengingatkan beberapa instansi terkait untuk tidak lengah menjaga ketersediaan (produksi) dan distribusi barang, sehingga harga dapat terus dijaga sepanjang tahun. Tak lupa beliau mengingatkan pentingnya meningkatakan daya beli masyarakat untuk menopang pertumbuhan ekonomi di daerah.

Penjabat Gubernur NTT menyebutkan pentingnya upacara bendera sebagai sebuah ritus kebangsaan. Berkali-kali beliau menekankan pentingnya menjaga keberagaman, tidak jenuh untuk memelihara NTT sebagai Nusa dengan Tolerasi Terindahnya dan NTT sebagai tempat lahirnya pancasila.

Sempat disinggung, jika dirinya sudah bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr.Petrus Turang dan Ketua MUI, H. Abdul Makarim. Minggu ini, beliau berencana untuk kembali menemui Ketua Sinode GMIT, Pdt.Dr.Mery Kolimon.

“Terima kasih kepada Bapak Sekda yang telah begitu cepat merespon keinginan kita untuk bersama-sama berkumpul dalam upacara Hari Senin ini. Menurut saya, upacara bendera seperti ini harus dapat dimaknai sebagai sebuah ritus kebangsaaan, ritus kenegaraan yang harus terus dirawat“ pungkas Simbolon seraya mengoreksi beberapa kekurangan dalam pelaksanaan upacara pagi tadi. (*/humas)

Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

87 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon saat acara ramah tamah bersama Pimpinan Perangkat Daerah NTT dan Awak Media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu/18 Juli 2018 siang, menyampaikan keinginannya untuk dapat menghentikan status NTT sebagai sumber Human Trafficking.

Penjelasan tersebut disampaikan terkait adanya pertanyaan wartawan tentang status NTT sebagai penyumbang terbesar Human Trafficking yangmana hingga saat ini, NTT kerap mendapat “Kado” para jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Meski hanya menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur NTT untuk jangka waktu 2 (bulan) kedepan hingga Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih Periode 2018-2023 Viktor B Laiskodat dan Josef Nae Soi pada September mendatang, Pj Gubernur ini punya beberapa rencana kerja salah satunya memperkuat beberapa Balai Latihan Kerja (BLK), seperti yang dibangun pemerintah namun belum berjalan maksimal seperti di Alor dan Tambolaka.

Menjawab pertanyaan wartawan, Robert Simbolon memanggil Kepala Nakertrans NTT, Bruno Kupok untuk ikut memperhatikan tentang Tenaga Kerja dan Human Trafficking.

“Saya tahu bahwa TKI kita dikirim tanpa dokumen. Kita harus pikirkan kemudahan bagi para TKI tersebut, seperti pemeriksaan Kesehatan bagi para TKI yang tinggal di Sumba yangmana harus memeriksakan Kesehatan di Kupang “,ungkap Pejabat Deputi PLBN yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Penjabat Gubernur NTT dan dilantik oleh Mendagri Tahjo Kumolo pada Selasa/17 Juli 2018.

Salah satu angan saya, tegas Robert “Bagaimana menghentikan status NTT sebagai sumber utama Human Trafficking, paling tidak semangat dulu yang kita bangun!“.

Jelas Robert Simbolon, “Saya akrab sekali menjadi bagian dari pengirim jenazah TKI, karena kasus kasus tersebut diselesaikan menggunakan jalur perbatasan. Saya sebagai pejabat yang mengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) “

“Tadi malam saya sudah berdiskusi dengan tim Kementrian Ketenagakerjaan salah seorang Staff Khusus Kemenaker. Banyak hal yang harus dibenahi untuk membantu berfungsinya sistem tata kelola ketenagakerjaan dengan merevitalisasi (menghidupkan kembali) Sistem Layanan Terpadu Satu Atap (LSTA) yang lebih baik terkait dengan rekrutmen dan pengiriman TKI“, pungkas Robert Simbolon. (+rb)

Robert Simbolon Dilantik Sebagai Penjabat Gubernur NTT

76 Views

Jakarta, gardaindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo resmi melantik Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa siang, 17 Juli 2018.

Robert dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P/2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur masa jabatan 2013-2018 dan pengangkatan Penjabat Gubernur NTT.

“Sebelum saya ambil sumpah, saya mau bertanya, apakah saudara Robert Simbolon bersedia diambil sumpah?” tanya Tjahjo saat akan melantik Robert sebagai Pj Gubernur NTT.

Robert pun menjawab dengan sigap. “Bersedia,” katanya.

Tjahjo mengingatkan sumpah yang akan diucapkan mengandung tanggung jawab besar kepada negara dan bangsa. Sumpah yang diucapkan juga harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyat Indonesia.

Tjahjo kemudian membacakan sumpah jabatan yang diikuti Robert. Usai prosesi penagmbilan sumpah jabatan, Pj Gubernur NTT melakukan penandatanganan berita acara dan pakta integritas. Selanjutnya, serah terima jabatan dari mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada Pj Gubernur NTT Robert Simbolon.

Pada acara tersebut, Kemendagri turut menyerahkan plakat penghargaan kepada Frans Lebu Raya yang diserahkan langsung oleh Mendagri.

Dalam sambutannya, Frans mengatakan, selama lima tahun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi yang ia pimpin berjalan aman. Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 yang berlangsung di sepuluh kabupaten di NTT pun diikuti warga dengan antusias.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di kawasan NTT juga cukup pesat. Saat ini terdapat tujuh bendungan yang sudah dan sedang dibangun.

“Selama kepemimpinan kami, terdapat perkembangan infrastruktur, misal tujuh bendungan besar yang sedang dan sudah kami bangun,” kata Frans seraya menambahkan kondisi toleransi dan kerukunan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah pun berkembang pesat.

Usai acara pelantikan, Pj Gubernur NTT Robert menyatakan dirinya siap melaksanakan arahan Mendagri untuk keberlangsungan roda pemerintahan di NTT.

“Sesuai arahan Pak Menteri, kami tetap akan fokus pada pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berlanjut serta tidak ada gangguan hingga bekerjanya pemerintahan yang baru nanti di bawah Gubernur dan Wagub nanti yang terpilih,” kata Robert.

Robert menambahkan, dia juga akan melakukan sinkronisasi program-program kerja yang sudah berlangsung dan sedang berjalan dengan janji-janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih.

Selain pelantikan Pj Gubernur NTT, pada acara tersebut berlangsung pula serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT. (*Puspen Kemendagri)